30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13928

Mayweather Jr Sepelekan Pacman

SAN JUAN – Saat melancong ke Puerto Rico untuk mempromosikan laga tarungnya dengan Miguel Cotto, Floyd Mayweather Jr. secara sengaja dengan sinisnya menyindir dua rivalnya, Manny Pacquiao dan Antonio Margarito.

Tak tanggung-tanggung, Floyd Jr. menyindir bahwa dua rivalnya itu naik ring dengan kecurangan di belakang mereka, entah pertarungan yang ‘diatur’ atau dituding menggunakan obat-obatan penguat semacam doping atau steroid.

Petinju yang kini belum pernah tercoreng satu pun kekalahan itu terus mencela Pacman dan Margarito bahwa yang dibutuhkan untuk menjadi juara tinju sejati, bukanlah kecurangan, melainkan upaya jujur dari diri masing-masing.

“Untuk sukses dibutuhkan kerja keras, dedikasi, doa, keyakinan dan tim yang baik di belakang anda,” papar putra legenda Floyd Mayweather Sr. itu, sebagaimana disasur ABSCBNNews, Selasa (28/2).

“Floyd Mayweather bukan penipu yang curang seperti Antonio Margarito dan Manny Pacquiao. Kerja keras, kerja keras dan kerja keras yang selalu saya lakukan,” sindirnya dengan emosi.

Sementara, Floyd juga tentunya tak ketinggalan mengomentari laga tarungnya dengan Cotto, 5 Mei mendatang untuk memperebutkan gelar Super kelas Welter versi WBA, yang bakal dihelat di MGM Arena, Las Vegas.
“Satu-satunya petarung yang masih tegak berdiri pada laga itu pastilah saya…Saya tidak khawatir jika fans menjagokan dan mendukung Miguel Cotto. Jika Tuhan berada di sisi, anda akan selalu tegak berdiri,” tutup Floyd. (net/jpnn)

Native Deen Konser di Umsu

MEDAN-Grup musik hip-hop muslim terkemuka asal Amerika Serikat, Native Deen akan menggelar konser di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kamis (30/1) siang ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Kehadiran Native Deen tersebut ke Medan sebagai salah satu upaya untuk mendukung kegiatan diplomasi kebudayaan negara itu di Indonesia.
“Konser ini juga dilakukan sekaligus untuk mempromosikan saling pengertian antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ujar Konsul Amerika Kathryn Crockart di Medan, Rabu (29/2).

Konser di Medan ini, bilang Kathryn, akan menjadi satu-satunya konser yang diadakan di Indonesia dalam rangka tur Asia grup musik yang beranggotakan Joshua Salaam, Naeem Mohammad dan Abdul Malik Ahmad.   Grup musik yang berasal dari Washington DC, Amerika Serikat itu, dikenal selalu konsisten dalam membawakan tema-tema dakwah di setiap lagunya yang banyak menginspirasi orang di seluruh dunia.

Sehingga tak heran bila di tahun 2006 Native Deen mampu memenangkan Mahabba Award di Dubai, sebagai sebuah penghargaan bagi seniman, musisi dan pembuat film yang banyak menginspirasi orang dalam menyebarkan Islam melalui seni.

Selain konser, kehadiran mereka juga akan dirangkai dengan beberapa acara lainnya, seperti diskusi dengan mahasiswa, akademisi dan siswa mengenai Islam di Amerika, serta diskusi dengan komunitas hip-hop Medan.

“Kegiatan diskusi, wawancara media dan konser terebut akan memberikan kesempatan bagi para audiens muda di Sumatera Utara untuk mengenal Amerika Serikat lebih jauh melalui musik Amerika sebagai mediumnya,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Agussani mengaku bangga mendapat kesempatan digelarnya konser satu satu grup musik hip-hop terkenal asal Amerika Serikat tersebut di kampusnya.

Dengan adanya konser dan diskusi tersebut diharapkan hubungan silaturrahmi yang telah terbina antara Indonesia-Amerika Serikat semakin terjalin erat, bukan hanya dalam hal budaya namun juga pendidikan.

“Kami juga berharap dengan adanya konser dan diskusi ini dapat dimanfaatkan mahasiswa UMSU untuk lebih mengenal budaya Amerika Serikat. Dengan demikian niat untuk melanjutkan studi ke negara Paman Sam itu juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.     Sementara Joshua Salaam, salah seorang personel Native Deen mengatakan, dalam penampilan nanti, mereka akan mengkombinasikan musik irama hip-hop dengan lirik bernuansa Islam.
“Melalui konser kami di Indonesia, kami ingin menggali budaya Indonesia yang unik dan keanekaragaman masyarakat Islam di sini. Mereka juga bisa mengenal Muslim Amerika,” ucapnya. (uma/ram)

Spies Tercepat, Rossi tak Puas

KUALA LUMPUR – Cuaca hujan kembali memaksa tes hari kedua MotoGP di Sirkuit Sepang kembali berhenti. Hingga pukul 4.00 sore waktu setempat, Ben Spies berhasil mencatatkan diri sebagai pembalap tercepat.

Tanpa Casey Stoner dan Dani Pedrosa, para pembalap Yamaha benar-benar tampil mendominasi pada tes kali ini. Terbukti, Spies berhasil unjuk gigi dengan menjadi pembalap tercepat mengalahkan Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso.

Dalam tes yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Spies berhasil menjadi pembalap tercepat dengan mencatat waktu 2 menit 01.285 detik. Tempat kedua di tempati oleh Lorenzo. Pembalap andalan Yamaha itu hanya tertinggal 0.008 detik dari Spies.

Dovizioso juga tampil cukup baik. Mantan pembalap Honda itu berhasil menempati peringkat ketiga. Hasil buruk kembali ditorehkan oleh Valentino Rossi. Pembalap Ducati itu hanya mampu menempati peringkat ketujuh.

Terkait hasil yang dicapainya itu Valentino Rossi mengaku kecewa. Menurutnya, kinerja motornya masih perlu banyak peningkatan. “Ini hari yang buruk karena kami tidak memiliki waktu yang cukup untuk bekerja. Kami juga sedikit sial karena pagi ini aku keluar dengan sangat cepat (ke lintasan) tapi kondisi lintasannya buruk, kotor dan licin,” ungkapnya sebagaimana dilansir Autosport. (net/jpnn)

Lendl Berharap Murray

PETENIS legendaris Ivan Lendl, berharap muridnya, Andy Murray, mampu meraih gelar juara grand slam. Dirinya juga mengaku senang melatih Murray yang memiliki etos kerja yang bagus.

Lendl telah menjadi pelatih Murray sejak 31 Desember 2011 lalu. Melatih petenis Inggris itu membuat Lendl mengenal dekat kepribadian dan sifat Murray, terutama semangatnya untuk memperbaiki performanya di dunia tenis.

“Dia sosok yang sangat keras dalam bekerja, dalam menyerap berbagai hal dia sangat cepat, lebih cepat dibanding yang saya perkirakan, jadi itu adalah kejutan yang menyenangkan. Hal itu menyenangkan,” ujar Lendl, seperti dilansir dari Peterboroughtoday, Rabu (29/2).

“Kami membicarakan pertandingan secara umum dan dia menanyakan beberapa pertanyaan. Saya bisa mengatakan apa yang saya ingin dalam hal seberapa besar perbedaan pengaruh yang dibuat, tetapi ini tidak akan akurat,” tambahnya.

Murray sejauh ini dianggap petenis Britania terbaik, namun sayang dirinya belum mampu meraih gelar grand slam. Hal inilah yang membuat Lendl memiliki harapan besar dalam diri petenis berusia 24 tahun itu.

“Seperti yang anda tahu, sejak 2005 hanya ada dua pemain diluar Roger (Federer), Rafael (Nadal) dan Novak (Djokovic) yang telah memenangkan gelar grand slams, jadi selalu sulit bagi seseorang untuk menang dan menembus dominasi mereka, tetapi jelas saya berharap yang berikutnya adalah Andy,” tandasnya. (net/jpnn)

PD Pasar Ngotot Naikkan Tarif

Biaya Jaga Malam dan Kamar Mandi Pasar Helvetia

MEDAN-Perusahaan Daerah (PD) Pasar akan tetap menaikkan tarif jaga malam dan kamar mandi Pasar Helvetia Medan. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Direksi tentang kenaikan tarif yang sudah berlaku 27 Februari 2011.

Dalam rapat dengar pendapat di Komisi C DPRD Medan, Direktur Utama PD Pasar, Benny Sihotang mengaku terpaksa menaikkan tarif karena selama ini pihaknya merugi, sehingga butuh pendapatan tambahan dengan peningkatan tarif. Kenaikan ini berlaku untuk jaga malam dan kamar mandi.
“Kami harus tetap menaikkan tarif dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 untuk biaya jaga malam per kios serta kamar mandi dari Rp300 menjadi Rp1.000. Jadi seluruh pedagang hendaknya mengikuti aturan,” kata Benny saat rapat di Komisi C DPRD Medan, Rabu (29/2).

Dijelaskannya, pelaksanaannya dilakukan oleh pihak ketiga yang mengelola Pasar Helvetia Medan. Untuk itu pihaknya akan menyampaikan sosialisasi kepada pedagang melalui surat edaran. Untuk penerapannya di lapangan, pihak ketiga harus patuh terhadap aturan tersebut. Jika ada petugas yang tidak menerapkan sesuai dengan aturan, pedagang dipersilakan untuk mengadukan langsung ke PD Pasar.

“Pembenahan harus dilakukan menyeluruh, bukan cuma oleh PD Pasar tetapi juga pedagang dengan melaporkan jika ada pelanggaran di lapangan, sehingga Pasar Helvetia bisa berkembang seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Sedangkan Pusat Pasar, pihaknya akan melakukan perbaikan instalasi listrik tanpa menerapkan denda dan menghentikan operasi pemeriksaan arus listrik (OPAL) yang selama ini dilakukan oleh PD Pasar. Kebijakan ini hendaknya bisa diikuti seluruh pedagang untuk menghindari terjadinya kebakaran yang terjadi selama ini.

“Selama 25 tahun lebih, instalasi listrik tidak pernah diperbaiki jadi rawan terjadi kebakaran. Rencananya bulan Juli nanti kami akan memperbaiki secara menyeluruh namun hendaknya dapat dukungan dari pedagang, karena ini untuk pedagang juga,” ucapnya.

Dengan perbaikan ini, diharapkan juga pembayaran listrik bisa lebih baik lagi. Selama ini, PD Pasar merugi sebesar Rp35 juta per bulan. Pemasukan PD Pasar dari listrik hanya Rp135 juta sementara yang harus dibayarkan Rp171 juta.

Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi mengatakan perbaikan ke seluruh pasar oleh PD Pasar harus dilakukan dengan transparan. Komunikasi baik harus dilakukan sehingga tidak menimbulkan bentrok di lapangan. Dengan begitu, kebijakan baru apapun yang akan ditetapkan oleh PD Pasar bisa berjalan baik.
“Kebijakan apapun yang akan dibuat, bisa berjalan dengan baik kalau bisa dikomunikasikan dengan baik. Jadi PD Pasar harus bisa membangun komunikasi dengan turun langsung ke lapangan,” ucapnya.

Anggota DPRD lainnya, Herry Zulkarnain menambahkan, kebijakan baru yang ditetapkan harus seiring dengan peningkatan pelayanan karena kondisi seluruh pasar di Medan sangat memprihatinkan. Fasilitas yang ada sangat tidak layak untuk ditempati lagi. Ini harus jadi perhatian PD Pasar jika ingin menaikkan tarif.

“Tanpa ada peningkatan pelayanan maka peningkatan tarif tidak akan ada gunanya. Biar bagaimanapun peningkatan tarif harus sejalan dengan pelayanan apalagi kondisi pasar di Medan ini tidak ada yang baik lagi untuk berjualan. Jangan kan untuk berjualan, masyarakat saja sudah malas datang berbelanja ke sana,” pungkasnya.

PD Pasar juga berjanji akan memperbaiki kualitas dan pelayanan di pasar tersebut. (adl)

Gawat, Honorer Pemko Medan tak Gajian

MEDAN-Sudah dua bulan honorer Pemko Medan belum menerima gaji .

“Gawat, Bang. Sudah 2 bulan terakir ini kami belum gajian. Padahal kami sangat membutuhkannya,” kata seorang tenaga honorer Pemko Medan yang minta namanya tak ditulis, Rabu (29/2).

Honorer yang sudah enam tahun bekerja di Pemko Medan itu mengaku, sudah mempertanyakannya ke bagian umum dan perlengkapan Pemko Medan, namun belum ada jawaban yang pasti.

“Mereka (staf di bagian umum dan perlengkapan) hanya mengatakan bersabar karena masih dalam proses,” ujarnya.

Dijelaskannya, akibat belum menerima gaji yang jumlahnya Rp1.200.000 itu membuat beberapa tenaga honorer mengutang kepada rekan-rekannya.
“Hampir seluruh tenaga honorer sudah bekeluarga. Jadi kalau kami tidak menerima gaji mau dikasih makan apa anak dan istri kami. Sampai saat ini terpaksa utang dulu di kantor dan ada juga yang pinjam ke rekan-rekan yang mempunyai penghasilan lebih,” cetusnya.

Tenaga honorer lainnya mengaku, sangat berharap agar gaji segera diberikan agar dapat menyambung hidup. “Kami pun sudah tidak semangat lagi kerja. Untuk biaya transport saja sudah tidak ada lagi sementara utang sudah menumpuk,” beber wanita yang sudah lima tahun menjadi tenaga honorer di Pemko Medan.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemko Medan, Muslim yang dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Sementara  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pemko Medan, Irwan Ritonga mengaku sampai saat ini belum ada menerima permohonan untuk mengeluarkan pencairan gaji tenaga honorer.

“Mungkin administrasi yang belum siap. Kalau ada permintaan pasti kami bayar, begitu juga dengan tenaga honorer dari SKPD jajaran Pemko Medan juga belum mengajukan permohonan gaji,” jelas Irwan. (adl)

Merawat Anggrek, Perhatikan Kebersihan Tanaman

Bunga Anggrek, merupakan tanaman hias yang paling diminati oleh kaum wnita. Memelihara tanaman ini termasuk gampang – gampang sulit. Tergantung sifat si pemelihara bagaimana memperhatikan perkembangan si anggrek. Sulitnya dalam menanam anggrek ini adalah tanaman ini mudah merajuk, sehingga bunga nya tidak tumbuh.

Menurut Ella Sidabutar, salah satu perawat anggrek yang ada di Tuk-Tuk Pulau Samosir Kabupaten Toba Samosir, hal yang penting dalam menjaga anggrek adalah saat penyiraman. “Saat disiram, ajak bicara anggreknya, atau bernyanyi, ini akan membuat anggrek lebih rileks,” ujar Ella.

Untuk penyiraman, lakukan 2 kali dalam sehari. Saat pagi dan sore hari, tetapi usahakan saat matahari belum muncul. “Siramnya 2 kali sehari, tapi jangan sampai matahari terbit, biar daunnya tidak terkejut,” tambah Ella. Nah, saat penyiraman pagi, paling bagus saat dilakukan pada pukul 06.00-09.00. Sedangkan untuk sore hari, penyiraman dilakukan saat matahari sudah mulai turun, atau tidak terik lagi. “Siram saat pukul 16.00 hingga 17.00 Wib,” ungkap Ella.

Selain saat penyiraman, yang harus diperhatikan dalam merawat anggrek adalah media tanaman. Usahakan menggunakan pakis. Bila tidak menemukan pakis, media lain yang bisa digunakan adalah arang dan sabut kelapa ditambah dengan batu bata. “Untuk arang dan sabut kelapa ini, sebelumnya harus direndam dengan air tawar selama 2 hari, ‘’ujar Ella.

Selain penyiraman dan media, yang juga harus diperhatikan adalah kebersihan tanaman. Perhatikan saat daun sudah ada yang busuk, segera dicabut, agar tidak menular pada daun yang lain, nah bila daun segar maka bunga juga cepat berkembang. “Gunting  daun yang busuk, jangan ada kotoran disekitarnya. Ini juga penting, karena anggrek ini kan manja,” ungkap Ella.

Hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah pemupukan. Tidak dipungkiri, hama akan tetap ada pada jenis tanaman ini. Nah, untuk mencegahnya, dapat dilakukan penyemprotan pada daun. “Pake produk pembasmi hama yang dicampur dengan air, nah airnya tersebut yang disiram pada bunga,”tambah  Ella.

Keunikan dalam merawat anggrek adalah kebersihan dari perawatnya. Misalnya, seorang wanita yang merawat sedang datang bulan, usahakan untuk tidak berbicara atau menyanyi saat menyemprot dan menyiram bunga. Agar bunga tidak merajuk. “Ini mungkin katanya mitos, tapi selama ini saya lakuin, menurut saya ada pengaruhnya. Makanya setiap datang bulan, saya hanya senyum pada anggrek, tidak bicara apalagi nyanyi,” ungkap Ella.
Ella menjelaskan, suhu atau cuaca bukan  masalah yang harus diperhatikan. “Asal penyiraman tetap dilakukan, si anggrek pasti akan berbunga,” ungkapnya. (ram)

Resi Gudang Perkecil Inflasi

Salah satu hal yang paling efektif yang dilakukan untuk memperkecil terjadinya inflasi adalah mengadakan resi gudang. Sistem ini akan mempermudah petani dalam mendapatkan kredit dari perbankan karena salah satu fungsi dari resi gudang sebagai alat jaminan bagi perbankan bahwa ada simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam kredit. Tapi hingga saat ini masih banyak petani yang belum memahami dan mengerti tentang resi gudang. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak.

Bagaimana menurut Anda wacana resi gudang?
Sangat bagus, karena ini positif dan asli untuk petani, dan menyelamatkan petani dari harga yang fluaktif. Karena produknya dijaga dalam gudang. Dengan hasil menjadi alat jaminan, juga akan mempermudah petani untuk mendapatkan pinjaman dari bank, seperti diketahui mendapatkan kredit dari bank tanpa jaminan menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh petani. Dengan jaminan dari resi gudang ini bukan kah menjadi kabar gembira bagi masyarakat.

Apakah petani sudah mengetahui keuntungan dari resi gudang?
Masih kecil sekali petani mengetahui tentang resi gudang. Nah, di sinilah tugas pemerintah untuk mensosialisasikan tentang hal ini ke petani. Karena akan timbul banyak pemikiran dari petani mulai dari teknis, pembagian keuntungan, penyimpanan dan lain sebagainya. Tetapi, sepertinya tugas pemerintah terkait sosialisasi ini sangat minim, buktinya belum banyak petani yang mengetahui sistem ini.

Apa kendala yang akan dihadapi bila resi gudang berlaku?
Koordinasi antar daerah, ini merupakan masalah yang akan timbul terkait dengan sistem ini. Bila koordinasi tidak berjalan dengan baik, ada kemungkinan kendala ini akan terjadi. Begini, gudang tidak semua daerah memilikinya, kalau saya tidak salah hanya ada di 3 kabupaten, jadi bila satu daerah dengan daerah yang lain tidak cocok, maka daerah itu tidak akan mau menyimpan di gudang. Nah ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?
Sebenarnya, bukan hanya pemerintah yang bekerja, tetapi legislatif juga harus bekerja. Untuk pemerintah,  agar tidak membuat rugi petani silahkan mendesain harga. Tetapkan harga, yang telah disepakati oleh pemerintah dan petani. Sedangkan untuk legislatif silahkan turjun ke lapangan saat reses atau sesuai daerah pemilihan. Hingga operasional ini berjalan lancar bukan menjadi tengkulak.

Bagaimana teknis resi gudang?
Petani akan memberikan hasil panen mereka ke gudang, sama seperti bulog. Hanya saja kalau dalam resi gudang akan dibedakan bagian yang cepat busuk, atau lainnya. Nah, bila barang yang cepat busuk akan diolah oleh resi gudang untuk menghasilkan produk yang lain. Misalnya seperti cabai, yang hanya mampu bertahan beberapa hari, setelah mulai tidak segar, dapat diolah sebagai saus atau lainnya. Nah, nilainya tidak berubahkan, bisa lebih tinggi, atau setidaknya samalah.

Apakah resi gudang dapat memperkecil inflasi?
Tergantung operator dari resi gudang, bila biaya operasional tinggi, ya bisa dikatakan akan menurunkan harga petani. Dan jangan sampai resi gudang ini menjadi tengkulak. Karena perhatian dari pemerintah sangat penting. Kalau resi gudang menjadi tengkulak, sama saja inflasi akan tetap tinggi dan petani tidak terlalu untung. (*)

Personel Dishub dan Sat Pol PP Belum Gajian

085370054xxx

Terima kasih ya Allah karena kami honorer Dinas Perhubungan masih bisa hidup dan makan walau hampir dua bulan belum gajian. Sebenarnya setiap tanggal berapa kami gajian? Terima kasih.

082267019xxx

Yth Kasat Pol PP Kota Medan, kapan anggota Sat Pol PP yang honerer gajian?

Kami Teruskan

Informasi ini akan kami teruskan ke dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Medan untuk ditindaklanjuti. Untuk itu, kami harap dapat bersabar. Terima kasih.

Budi Haryono SSTP MAP
Kabag Humas Pemko Medan

Pemko Tidak Mampu Kelola Anggaran

Kita dari Komisi D DPRD Kota Medan akan mendesak Pemko Medan untuk segera membayarkan gaji para pegawainya. Karena itu adalah hak normatif yang harus dipenuhi. Lagian tidak ada alasan untuk tidak membayar gaji. Ini hanya menunjukkan ketidakmampuan Pemko Medan mengelola anggaran yang ada. Terima kasih

Muslim Maksum Yusuf
Anggota DPRD Kota Medan

Digigit Monyet Milik Mertua

MEDAN-M Rusdy terpaksa menjalani perawatan di ruang IGD RS dr Pirngadi Medan, Rabu (29/2). Pasalnya, tangan dan kaki pria berusia 28 tahun warga Jalan Rakyat, Medan Perjuangan itu digigit monyet di halaman rumahnya.

Keterangan yang dihimpun, monyet itu merupakan peliharaan mertuanya boru Turnip (50) yang tinggal serumah dengan korban. Siang itu monyet tersebut lepas dari kandangnya dan memanjat pohon mangga di depan rumah mereka.

Korban berusaha menangkap monyet tersebut dari pohon dengan cara menyogok dan melempar agar monyet turun. Namun monyet tersebut tidak kunjung turun, malah semakin beringas dengan merusak pohon dan melemparkan buah mangga ke bawah.

Boru Turnip pulang usai ke rumah kerabatnya yang meninggal pun kemudian memanggil peliharaannya. Monyet itupun menurutinya dan langsung duduk di pangkuannya. Karena takut mengamuk lagi dia pun memberikan peliharaannya obat penenang, namun belum sempat obat bereaksi sang monyet melihat korban dan langsung melompat dari pangkuan Turnip dan menerkam korban dan menggigit kaki dan tangan korban hingga luka.

Melihat hal itu, Turnip langsung saja membawa korban ke klinik di Jalan Rakyat, namun karena luka yang dialami cukup parah dan obat anti rabies tidak tersedia korban dibawa ke RS Pirngadi Medan.

Keterangan boru Turnip monyet itu dipeliharanya dari kecil. “Monyet itu sudah aku pelihara sejak kecil, udah 5 tahun aku pelihara. Jadi cuma dengan aku saja jinaknya, aku yang ngasih makan ngurusinya. Dulu kubeli di Jalan Bintang seratus ribu masih kecil. Namanya Ongki kami panggil,” ujarnya.
Menurut korban, monyet tersebut tiba-tiba saja langsung mengejar dan menerkamnya. (smg)