24 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 13929

Gepeng dari Luar Penuhi Medan

Wali Kota Medan Rahudman Harahap menginstruksikan untuk menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Medan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Plt Kadis Dinsosnaker Medan, Marah Husin Lubis.

Seperti apa intruksi wali kota soal gepeng?

Kita diminta wali kota untuk menertibkan gepeng dan anak punk bekerjasama dengan instansi terkait. Sebab, keberadaan mereka dinilai Pak Wali sudah meresahkan, di mana jalanan macet bertambah semakin macet, selain itu keberadaan mereka juga dinilai membuat buruk wajah Kota Medan. Setiap melakukan razia, disosnaker melibatkan 80 orang personel, yakni 40 orang personel Satpol PP, 20 personel Polresta Medan dan 20 orang personel dari Disosnaker Medan. Selain itu, kita juga mengimbau kepada warga masyarakat yang menggunakan kendaraan agar tidak memberikan uang kepada gepeng dan anak punk di setiap persimpangan jalan. Dengan begitu, maka mereka perlahan bisa berkurang dan tidak lagi meminta-minta di persimpangan jalan.

Kenapa semakin meningkat?
Meningkatnya gepeng dan anak punk di Medan ini memang merupakan satu cermin dampak Medan sebagai Kota Metropolitan. Dan gepeng yang berada di Medan rata-rata berasal dari daerah pinggiran kota Medan yakni dari Sergei, Deliserdang, Tebingtinggi juga Binjai.Ke depan, Pemko Medan juga sudah melakukan kajian untuk membangun panti di Medan sebagai tempat untuk menampung dan merehabilitasi gepeng dan anjal. Di tahun ini, kita sudah membuat DED-nya, seperti kamar dan fungsi ruangan juga sudah kita buat. Pembangunan ini akan dikonsultasikan karena pembangunannya sendiri akan diambil dari dana-dana sharing yang berasal dari pemerintah pusat sedangkan untuk operasional panti nantinya dari anggaran disosnaker.

Apa ada yang lain selain gepeng?
Ada pengemis yang membawa kotak infak. Tapi, ternayata bukan diperuntukkan bagi pembangunan masjid ataupun bantuan ke panti asuhan, namun untuk diri sendiri. Pengemis yang membawa kotak infak ini pun kita jaring, karena itu tidak dibenarkan apalagi ternyata sumbangan itu untuk dirinya sendiri. Untuk itu, Pemko Medan melakukan pembinaan terhadap anak jalanan yang ada di Medan. Maka beberapa instansi terkait harus berkoordinasi dan bekerjasama. Mulai dari dinas pendidikan, asisten kesejahteraan hingga bagian sosial dan Satpol PP.

Dimana saja titik penertiban?
Razia yang dilakukan di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Sei Sikambing, Jalan Gagak Hitam, Jalan AH Nasution. Selain itu juga di Jalan Pemuda, Jalan Guru Patimpus. Selain menindak langsung mereka juga kita suruh membuat surat pernyataan supaya ke depan tidak lagi mengulangi perbuatannya mengemis dan mengamen di simpang-simpang jalan.(*)

Tanpa Perbedaan Latihan

KEHADIRAN Michels di Sevilla menggantikan Marcelino Garcia Toral diharapkan mampu mendongkrak posisi Sevilla yang kini  masih berada di luar zona Liga Champions.

Pun begitu, ternyata para pemain Sevilla harus menunda keinginannya melihat Michels melakukan perombakan teknik permainan.
Menurut kiper Sevilla Javi Varas, tak ada perbedaan mendasar antara pola latihan yang digeber Michels dengan pelatih Sevilla sebelumnya.

“Dia lebih terlihat membangkitkan semangat bertanding dari pada melatih. Begitupun, kami berharap apa yang dilakukannya itu bisa membuat kami berkompetisi di tingkat Eropa pada musim mendatang,” bilang Javi Varas. (jun)

Layani Rute Luar Kota, Senyaman Mobil Pribadi

Taksi Nice Trans 6 Bulan Beroperasi di Medan

Taksi Executive Express Nice Trans baru enam bulan beroperasi di Kota Medan. Seperti apa pelayanannya?

Jhonson P Siahaan,  Medan

Dr Haposan Siallagan SH MH, pemilik Taksi Nice Trans mengaku, meskipun baru enam bulan beroperasi, Taksi Nice Trans sudah dikenal masyarakat. Pelayanannya tergolong mewah dan penumpang serasa di dalam mobil pribadi.

“Penumpang dijemput dari rumahnya dan diantar ke daerah tujuannya.  Di dalam disediakan tiga televisi 10 inchin
pada masing-masing penumpang,” katanya.

Memang Taksi Nice Trans  mempunyai visi sebagai perusahaan taksi antar jemput yang mengutamakan pelayanan umum yang aman, nyaman, cepat dan melindungi serta memberikan kepuasan kepada penumpangnya.

“Pelayanan yang prima dengan mengupayakan SDM dan armada yang sangat berkualitas, menjunjung tinggi etika bisnis dan taat kepada peraturan yang berlaku,” sebutnya.

Ditegaskannya, sopirnya juga harus melalui beberapa seleksi.

“Supir harus berpendidikan minimal SMU sederajat, tes teori, praktek, psikologi dan narkoba,” jelasnya.
Mengenai rute antar jemput, Haposan mengaku, melayani rute luar kota tapi baru beberapa rute saja.
“Medan-Siantar, Medan-Lubuk Pakam, Medan-Tebingtinggi dan Medan-Parapat,” jelasnya.

“Kebanyakan penumpang tujuan Medan-Siantar dan Medan-Tebingtinggi. Penumpang umumnya menengah ke atas,” sambungnya.
Menurutnya, selama di dalam mobil penumpang tak diperbolehkan merokok.

Haposan menuturkan, sebelum berangkat penumpang juga diperiksa termasuk barang bawaannya. Sopir juga dilengkapi dengan asuransi kecelakaan diri (AKD) di PT Jasa Raharja.

Ke depannya akan dibuka rute Langkat, Brandan, Sibolga, Tarutung dan beberapa daerah lain di Sumut. Untuk bulan April ini akan dibuka rute Medan-Asahan dan Medan-Tanjungbalai. (*)

Aksi Ade Gol Saha

LONDON- Kini Harry Redknapp boleh makin percaya diri kalau dirinya layak dijadikan bos Timnas Inggris. Itu setelah timnya Tottenham Hotspur menang telak 5-0 atas Newcastle kemarin malam.  Padahal, bos Newcastle Alan Pardew juga digadang jadi bos Inggris. Tentu saja ada pertimbangan lain setelah hasil ini.  Pada laga itu, Adebayor tampil menawan. Dia membuat empat assist dan satu gol. Sementara, striker anyar Luis Saha juga tampil sukses dengan dua golnya. Sisanya, Ekotto dan Kranjcar bikin satu gol.

Dengan raihan tiga poin ini, Spurs mengokohkan posisinya di urutan ketiga klasemen dengan 53 poin dari 25 laga. Selisih lima poin dengan Manchester United di puncak. Sementara Newcastle tertahan di urutan keenam dengan poin 42.

Laga itu juga diwarnai teriakan dari fans untuk Redknapp ‘kami ingin Anda bertahan’. Ada jugabanner bertuliskan Redknapp jangan pergi. Itulah tuntutan para fans kepada sang manajer Harry Redknapp, yang digadang-gadang akan dipinang Timnas Inggris.

“Ini adalah pekan paling sulit bagi saya, sejujurnya. Saya tidak ingin orang lain melewatinya seperti itu. Apa yang terjadi sangat buruk. Tapi semuanya berlalu dengan baik. Anak-anak tampil hebat,” kata Redknapp, seperti dikutip AFP.

Di sisi lain, manajer Newcastle Alan Pardew kecewa berat dengan hasil itu. “Kami kali ini tidak merefleksikan performa terbaik,” kata Pardew, seperti dikutip Soccernet. (ham/ful)

Melapor di Polsek Sunggal Bayar Rp30 Ribu

085360124xxx

Kapolresta Medan berapa biaya untuk 1 kali pengaduan di jajaran anda? Karena saat saya melaporkan kehilangan di Polsek Sunggal, saya diharuskan membayar Rp30.000 (juga para pelapor yang lain) oleh oknum Polwan yang menerima laporan itu, tak ada kwitansi pembayaran untuk bukti pungli itu. Saya rasa Kapolsekta Sunggal pasti tahu praktek pungli itu. Apa itu yang namanya mengayomi? Tolong Bapak sebagai Kapolresta yang baru, tindak lanjuti masalah ini. SMS ini akan saya kirimkan kepada Bapak Kapoldasu, terima kasih.

Langsung Arahkan ke Saya

Terima kasih atas informasinya. Perlu kami sampaikan bahwa untuk laporan kehilangan tidak dipungut biaya apa pun. Kalau ada masyarakat yang dipungut biaya agar langsung arahkan ke saya biar saya tindak anggotanya.

AKP Budi Hermawan
Kapolsek Sunggal

Petugas Piket e-KTP Minta Uang

087867444xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, Bapak Camat Amplas, Redaksi Sumut Pos, 2 minggu lalu saya mendapatkan undangan dari Camat Amplas untuk hadir pada tanggal 1 Februari 2012. Tapi saya terkejut, piket memintai uang seikhlas saya dengan alasan saya terlambat. Yang saya tahu pendataan e-KTP gratis. Sudah syukur saya mau mensukseskan program e-KTP ini.

Tidak Dipungut Biaya

Untuk pengurusan e-KTP tidak dipungut biaya apa pun atau gratis. Kalau ada pungutan, itu adalah pungli dan pelanggaran. Untuk itu warga yang menjadi korban agar memberikan data petugas yang meminta biaya agar saya tindak langsung. Terima kasih.

Emir Mahbob Lubis SSTP MAP
Camat Medan Amplas

Masih Terjadi Permainan Kotor di Disduk Medan

Rumitnya pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun e-KTP dan kartu keluarga di Kota Medan menyebabkan banyak masyarakat harus mengeluarkan dana untuk mendapatkan layanan jika ingin cepat. Parahnya lagi, masih banyak “KTP tembak” diterbitkan tanpa surat pindah yang jelas alias formalitas. Artinya masih terjadi permainan kotor di Disduk Kota Medan.

Hal itu membuat penerapan e-KTP di kota Medan juga terkesan lambat. Padahal kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara seharusnya sudah mampu menerapkan e-KTP ini.

Untuk itu kita minta Wali Kota Medan agar meningkatkan pengawasannya dan tidak sungkan menindak petugas yang berlaku curang. Sehingga menjadi peringatan bagi pejabat pemerintah lainnya untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

Akibat Mau Bunuh Diri

MEDAN LABUHAN-Suhardi alias Pendi (55), warga Jalan Baru, Medan Marelan cemburu, setelah mendengar istrinya, Rumiati (45) ditelepon mantan suaminya, Sumadi (45).

Akibatnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini mencoba bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya. Tapi, pisau itu malah mengenai lengan istrinya hingga mengalami luka 12 jahitan.

Kejadian Minggu (12/2) sekitar pukul 04.00 WIB itu bermula sejak setengah bulan belakangan ini. Pria yang akrab disapa Pendi ini sudah ribut dengan Rumiati. Pernikahan yang sudah mereka jalin selama 9 bulan selalu diwarnai pertengkaran karena kecemburuan Pendi dengan Rumiati atas tuduhan telah berhubungan kembali dengan mantan suaminya.

Lantas, malam itu Pendi yang telah setengah bulan tak pulang ke rumah tiba-tiba  melihat mantan suami istrinya menelepon. Deringan handphone itu didengar oleh Pendi. Akibatnya keributan pun terjadi.

Handphone itu langsung dirampas oleh Pendi. Pendi pun langsung menuju ke dapur mengambil pisau, Pendi mencoba bunuh diri dengan mengarahkan pisau ke perutnya hingga tertusuk sekitar 1 centimeter. Aksi nekat Pendi dihadang Rumiati dan anak-anaknya. Tak disangka ketika pisau itu mau ditarik ibu beranak 3 itu malah mengenai ke arah lengan kanannya hingga berlumuran darah. Peristiwa itu pun membuat anak-anaknya terkejut. Subuh itu juga Rumiati dibawa ke rumah sakit terdekat.

Setelah berobat dengan luka 12 jahitan di lengannya, Rumiati melaporkan kejadian itu ke Polsekta Medan Labuhan. Polisi menerima laporan langsung menjemput Pendi yang telah ditahan keluarga dan tetangga. Pendi pun langsung dibawa ke Mapolsekta Medan Labuhan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Di kantor polisi, Pendi mengaku, dirinya tak bermaksud  menikam istrinya, karena pisau itu rencanya mau digunakan untuk bunuh diri.
“Aku sudah nggak tahan lagi. Aku sayang sama dia, tapi dia tetap aja berhubungan dengan mantan suaminya itu, makanya aku nekat mau bunuh diri. Rupanya waktu pisau itu mau ditariknya kena lengannya,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu.

Dijelaskannya, dirinya sudah menikahi Rumiati 9 bulan lamanya, mereka berkenalan di Belawan, karena dirinya juga duda tak memiliki anak, maka nekat menikahi Rumiati yang telah mempunyai 3 anak.

“Aku menikahinya karena sayang, bukan aku kecewain dia malah dia yang buat aku kecewa,” keluh Pendi dari balik terali besi.
Pernyataan yang dikatakan Pendi dibenarkan oleh anak kedua Rumiati. “Memang malam itu dia (Pendi) mau bunuh diri, tapi pisau itu kena ibu saya,” katanya.

Aksi nekat Pendi yang ingin bunuh diri bukan hanya sekali dilakukannya. Sebulan lalu, Pendi juga pernah mau bunuh diri karena cemburu dengan istrinya Rumiati yang ditelepon oleh mantan suaminya yang telah bercerai 2 tahun lalu. Kenekatan Pendi bunuh diri karena tak terima melihat istrinya berhubungan lagi dengan mantan suaminya.

“Sebulan lalu saya pun sempat dibuatnya gini, saya tak terima mantan suaminya menghubunginya, tapi perbuatan itu gagal,” kata Pendi. (smg)

Narkoba, Judi, dan Prostitusi Marak di Tangkahan Ujung

087867857xxx

Yth Bapak Polisi di Desa Tangkahan Kecamatan Namorambe, ada spanduk anti narkoba dan perjudian tapi di Tangkahan Ujung peredaran narkoba  makin rame. Judi di warung tuak kuyu masih berlanjut, wanita PSK terus bertambah? Tolong dirazia Pak.

Polda Sumut Komit Berantas Narkoba

Terima kasih atas informasinya, laporan ini akan kami teruskan ke Polsek terkait untuk segera dicek kebenarannya. Bila terbukti sebagaimana dalam laporan pesan singkat ini agar segera ditindak sesuai dengan prosedur yang ada. Bagaimana pun Polda Sumut komit memberantas peredaran narkoba di jajarannya.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Formas Ilegal Bikin Resah Warga Sari Rejo

Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

MEDAN-Pengurus Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) mengimbau kepada masyarakat Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia agar jangan mudah terprovokasi dengan adanya pengurus Formas ilegal.

“Perjuangan Formas bersama warga Sari Rejo sudah lama dan mendekati titik terang. Untuk itu masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan pihak tertentu yang mengadu domba masyarakat Sari Rejo dengan kehadiran Formas ilegal,” kata Ketua Formas, Riwayat Pakpahan, Minggu (12/2).
Dikatakannya, munculnya pengurus baru untuk memperjuangkan warga Sari Rejo jangan memakai nama Formas. Jadi, kalau mereka ingin membuat organisasi, jangan memakai nama Formas.

“Orangnya saja tidak kenal. Takutnya hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu,” jelasnya.
Formas sudah mempunyai aturan main dalam menghadapi permasalahan yang terjadi untuk menghindari permainan dari pihak lain.
“Kita juga meminta kepada pengurus sampai koordinator lingkungan agar cerdas serta cermat menghadapi permasalahan. Bisa saja ada di belakangnya sengaja untuk memecah belah perjuangan Formas,” bebernya.

Rencananya, Senin (13/2) Formas akan datang ke kantor Camat Medan Polonia untuk memberi penjelasan terkait adanya pengurus Formas ilegal.
“Sesuai dengan undangan dari Camat Medan Polonia, Ody Dodi. Formas akan datang memberiikan penjelasan. Sebelumnya, organisasi yang mengaku Formas sudah datang, Jumat (10/2) lalu memenuhi panggilan Camat Medan Polonia,” jelasnya.

Pengurus lainnya, Asep berharap kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dengan terbentuknya Formas ilegal.
“Kepada pengurus Formas dari lingkungan 1-9 jangan terpengaruh dengan munculnya Formas ilegal yang menumpang sebagai pahlawan kesiangan dan memutarbalikkan fakta,” jelasnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah meminta kepada Formas agar jangan mudah diadu domba dengan adanya organisasi yang mengaku-ngaku dan membawa nama Formas.

“Masyarakat harus menjaga keharmonisan. Formas itu sudah ada dari awal, kalau ada lagi berarti ingin memecah belah masyarakat Sari Rejo,” ujarnya. (adl)

Warga Medan Marelan Senam

MEDAN- Ratusan warga Medan Marelan mengikuti senam kesegaran jasmani (SKJ) yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan, di Lapangan Bola Pasar V, Rengas Pulau Marelan, Minggu (12/2) pagi.

Kegiatan dengan slogan ‘Medan Metropolitan, Medan Medan Mantap’ yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan ini merupakan rangkaian kegiatan Pemko Medan dalam rangka menggalakkan dan menjadikan olahraga sebagai kebutuhan hidup, dan bentuk kepedulian Wali Kota Medan Rahudman Harahap kepada warga masyarakat, untuk memiliki jiwa raga sehat dan mempererat kebersamaan antara pemerintah dengan warga sehingga dapat bersinergi dalam membangun kebugaran dan kesehatan.

“Kegiatan akan diadakan pada 21 kecamatan selama sembilan bulan ke depan. Untuk sekali kegiatan melibatkan 11 kecamatan yang dibagi dalam dua lokasi,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Medan Hanas Hasibuan di sela-sela acara.

Dikatakannya, kegiatan yang pertama kali diadakan di Kecamatan Medan Utara yaitu di Lapangan Bola Pasar V Marelan dengan melibatkan enam kecamatan dan lima kecamatan lainnya di Kecamatan Medan Maimun.

“Di Medan Utara terdiri dari enam kecamatan sedangkan Medan Maimun ada lima kecamatan,” ucapnya.
Melalui kegiatan seperti ini, lanjut Hanas, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkannya dengan mengikuti berbagai kegiatan diselenggarakan untuk menyehatkan dan membuat badan bugar. (adl)