Home Blog Page 13954

Kaget Dicubit, Dicakar, dan Dijewer Penggemar

Arief “Poconggg” Muhammad yang Menangguk Sukses via Twitter

Tak pernah ingin jadi orang terkenal, sampai kini Arief Muhammad mengaku masih sering malu menghadapi fanatisme fans. Sekarang dia mengelola website anak muda dan tengah menyiapkan buku kedua.  

REZEKI ternyata bisa datang dari kejadian yang tak diinginkan. Arief “Poconggg” Muhammad adalah contoh terbaik untuk itu. Berawal dari terbongkarnya identitas sebenarnya si pemilik akun @poconggg itu di Twitter yang membuatnya sampai harus menenangkan diri selama dua hari, kocek pemuda 21 tahun tersebut kebanjiran dan popularitasnya juga meroket.

“Padahal, aku sama sekali nggak pengin terkenal. Tapi, mau nggak mau, telanjur nyemplung, mau gimana lagi,” kata anak muda kelahiran 26 Oktober 1990 tersebut.

Anda yang pada September 2011 sudah aktif di Twitter mungkin masih ingat, insiden terkuaknya identitas @poconggg tersebut langsung menjadi trending topic. Juga, di luar dugaan Arief sendiri, sejak saat itu pula jalannya menuju popularitas yang mendatangkan uang pun terbuka lebar.
Tawaran menjadi pembicara di berbagai acara deras berdatangan. Bukunya yang berjudul Pocong Juga Poconggg laris manis di pasaran, bahkan sampai sekarang sudah menembus cetakan kesepuluh.

Buku karya mahasiswa semester VII Fakultas Hukum Universitas Trisakti tersebut lantas juga diangkat ke layar lebar dengan tajuk sama. Hasilnya? “Dikasih tahu, katanya film itu jadi box office nomor tiga untuk 2011,” tutur Arief.

Padahal, mayoritas pemeran di film besutan Chiska Doppert yang dirilis pada 24 November 2011 itu adalah bintang-bintang baru. Artinya, pesona si pocong dunia maya alias Arief-lah yang menjadi magnet bagi penonton.

Arief pun akhirnya kewalahan menghadapi berbagai tawaran yang bertubi-tubi datang tersebut. Sahabat penulis Raditya Dika itu pun terpaksa menggunakan jasa seorang manajer untuk turut meng-handle jadwal dan kegiatannya.

“Tapi, bukan manajer yang gimana gitu. Karena aku dekat sama Radit (Raditya Dika), aku minta tolong ke dia untuk bantuin cari orang yang bisa ngurusin semuanya. Aku dapat manajer sebulan setelah ketahuan,” jelasnya.

Arief bukanlah satu-satunya sosok yang mengalami transformasi besar dalam kehidupannya gara-gara Twitter: from nobody to somebody. Dari sosok orang kebanyakan mendadak menjadi pesohor dengan banyak penggemar dan tentu juga uang.

Maklum, sebagaimana dilansir Semiocast, sebuah lembaga riset media sosial yang bermarkas di Paris, Perancis, baru-baru ini, jumlah pengguna Twitter di Indonesia merupakan yang terbesar kelima di dunia dengan total 19,5 juta pengguna. Indonesia hanya kalah oleh Amerika Serikat (107,7 juta pengguna), Brazil (33,3 juta), Jepang (29,9 juta), dan Inggris Raya (23,8 juta). Sementara untuk Facebook, Indonesia bahkan berada di peringkat ketiga.
Pengguna Twitter di Indonesia juga dikenal sangat aktif. Bahasa Indonesia pun merupakan bahasa yang paling banyak digunakan dalam “berkicau” di Twitter, yang dibatasi sebanyak 140 karakter (huruf) per tweet, setelah Inggris, Jepang, Portugis, dan Spanyol.

Dengan latar belakang “kegilaan” kepada media sosial seperti itu, wajar kalau kemudian Twitter atau Facebook dengan cepat bisa mengangkat nama seseorang. Meskipun, niat awal seseorang yang mendadak jadi selebriti itu membuat akun sebenarnya hanya iseng.

Arief contohnya. Dia membuat akun @poconggg semata karena gemar membaca akun @pocongasli yang memuat sejumlah tweet kocak. “Aku seneng baca timeline @pocongasli yang lucu-lucu. Akhirnya, kepikiran bikin akun pas Agustus 2009 dengan nama poconggg. Niatnya juga buat lucu-lucuan dan iseng,” jelasnya.

Setelah dibikin, akun @poconggg tersebut tidak lantas mendapat banyak follower atau pengikut seperti sekarang. Bahkan, menurut Arief, dibutuhkan waktu setahun untuk mengumpulkan 100 ribu follower.

Namun, setahun kemudian, jumlah follower @poconggg melonjak hingga delapan kali lipat dan sekarang mencapai 1,8 juta follower. Akun tersebut pun menjadi pembicaraan hangat di dunia maya. Apalagi, topik yang diangkat si pocong kerap menjadi trending topic.
Pada hari-hari tertentu, akun @poconggg juga punya tema tersendiri.

Misalnya, pada malam Jumat, akun tersebut akan berisi cerita seram. Lalu, pada malam Minggu, @poconggg bakal memberikan nasihat cinta atau sekadar melontarkan komentar-komentar yang mengundang tawa.

Dampaknya, banyak orang yang ingin tahu siapa sebenarnya si pocong. Di sisi lain, banyak juga yang ingin memanfaatkan keingintahuan itu dengan sampai mengirim e-mail ancaman akan membocorkan jati diri Arief.

Ancaman tersebut tidak ditanggapi serius oleh Arief. Namun, akhirnya pada September 2011 identitas Arief benar-benar terbongkar, yang kemudian justru berbuah rezeki dan ketenaran.

Kini, setelah terkenal, Arief pun dipaksa siap menghadapi berbagai konsekuensi, termasuk fanatisme penggemar. Dia harus rela dicubit, dicakar, dijambak, sampai diinjak kakinya.

“Awalnya, keganggu dan kaget. Kadang ngeri juga, sih. Tapi, nggak papa, lama-lama lucu aja, lama-lama udah biasa juga. Meski, kadang masih suka malu juga,” ungkap Arief yang rutin menulis di blog pribadinya tersebut sembari tersenyum.

Proyek terbaru Arief kini adalah sebuah website anak muda bernama nyunyu.com yang dikelolanya bersama sang sahabat, Raditya Dika. Perusahaan tersebut sudah di-launching Januari lalu. ((c11/ttg/jpnn)

Pangkas Rambut Pilihan Tepat Saat Penat

Oleh: Ramadhan Batubara

Belakangan ini Medan begitu panas. Gerah. Berdebu. Kulit menjadi kering dan rambut terlalu cepat basah. Otak pun menjadi penat. Ujung-ujungnya, kepala sibuk mencari pemecahan. Dan, pemecahan yang saya pilih adalah pangkas rambut. Pasalnya, pangkas rambut   di kota ini dapat membuat orang rileks.

Ya, pukul dua siang tiga hari yang lalu, ketika matahari begitu garangnya menghajar bumi, saya mampir ke sebuah rumah toko tempat pangkas. Lokasinya di dekat Sungai Denai atau Sungai Amplas (di peta ditulis Sungai Percut). Jadi kalau dari Terminal Amplas, lurus saja hingga mencapai pertigaan Menteng. Sampai di pertigaan itu, belok kiri, ya Jalan Nawi Harahap. Nah, sebelum jembatan di jalan itu, lihat pertokoan di sisi kanan. Itulah tempat yang saya pilih.

Ruang tempat pangkas itu berbalut kaca di bagian depannya, sesaat terpikir kalau ruangan itu ber-AC. Maka, bergegas saya turun dari sepeda motor, maksudnya untuk ngadem. Kan menyenangkan pangkas dalam suasana sejuk. Sayang, begitu masuk, ternyata ruang itu hanya berfasilitas kipas angin. Ya sudahlah.

Abang tukang pangkas tersenyum dan langsung menyilakan duduk di kursi pangkas. Pemangkasan pun dimulai. Saya memilih ukuran 2 centimeter untuk rambut. Kata abang itu, 1 centimeter terlalu pendek, kesannya malah botak.

Ketam menjelajahi kepala saya. Rambut-rambut yang terpotong berjatuhan, sebagian malah mengenai wajah. Sial. Abang tukang pangkas langsung mematikan kipas angin. Beruntung, ruangan tidak begitu pengap dan panas.

Lalu, masuklah prosesi pangkas itu pada bagian yang saya suka. Abang tukang pangkas menggeser tuas kursi. Posisi saya pun jadi telentang. Abang tukang pangkas lalu menyiapkan pisau cukur.

Dalam posisi itu – yang sejatinya paling saya suka – sering membuat saya gamang. Ya, teringat film yang dibintangi Johnny Depp. Film itu berjudul Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street. Film ini mengisahkan kehidupan seorang pemangkas rambut di Era Victorian yang bernama Sweeney Todd (Johnny Depp). Ia ingin membalas dendam kepada orang-orang yang telah memenjarakannya dan memisahkannya dari istri beserta anak perempuannya. Sehingga ia menjadi seorang pembunuh berdarah dingin yang membunuh pelanggannya dengan menggorok leher mereka dengan pisau cukur. Pisaunya yang mahatajam begitu lincah menggorok leher pasien yang telentang seperti saya saat itu.

Si Sweeney Todd ini dibantu oleh Mrs Lovett (Helena Bonham Carter). Tapi bukan dalam membunuh, Mrs Lovett yang menjadikan daging korbannya menjadi komposisi dari kue pai yang dijual di kedai kue miliknya. Fiuh, posisi saya saat itu persis dengan korban Sweeney Todd. Telentang dan siap dicukur. Seperti korban dalam film musikal itu, saya pun pasrah saja ketika tukang cukur memainkan pisaunya di wajah saya. Ah…
Kumis telah lenyap. Kini pisau mahatajam itu berpindah ke dagu. Ah, begitu dekat pisau itu dengan urat leher saya. Saya pejamkan mata, berharap bukan Sweeney Todd yang mencukur jenggot saya.
Pencukuran selesai. Tak ada perih di wajah saya, pun leher tidak berdarah. Luar biasa. Setelah itu abang tukang pangkas mulai memijat kepala saya. Dia oleskan cairan yang mengandung mint. Dingin. Tak sampai disitu, dia pun mengompres jidat saya dengan air dingin. Nikmat.
Tuas dia geserkan, posisi saya berubah lagi menjadi duduk. Tangan abang itu mulai memijat pundak. Tak pelak, saya bertahak atau bersendawa. Angin keluar. Badan terasa ringan. Pandangan pun semakin terang.

Sumpah, pengalaman pangkas semacam ini hanya saya dapati di Sumatera Bagian Utara. Semakin nikmat – karena sering menikmati – ya di Medan. Beberapa waktu lalu saat masih tinggal di Jogja, pangkas hanya sekadar memotong rambut. Ya, sama sekali tidak ada pijatan, mint, hingga kompres air dingin. Pangkas di sana pun tak sampai lima menit. Sedangkan di Medan, seperti di pinggir Sungai Denai atau Sungai Amplas itu, bisa mencapai setengah jam lebih. Pasien benar-benar dimanjakan. Harga hanya sepuluh ribu rupiah. Fiuh…

Dengan kata lain, pijat di Medan telah mencakup potong rambut, bersihkan kumis dan janggut, seta pijat ringan pengusir penat. Tapi ya itu tadi, empat tahun tinggal di Medan dan entah sudah berapa puluh kali pangkas, tetap saja saya gamang saat kursi diluruskan hingga badan telentang. Selalu saja ada kecurigaan, apakah sang tukang pangkas bisa dipercaya. Bagaimana jika dia gila seperti Sweeney Todd. Adalah sangat gampang membunuh pasien yang pasrah bukan? Ah, tak terbayang ketika daging saya dijadikan kue seperti yang dibuat oleh Mrs Lovett. Hm, pikiran itu tampaknya harus saya buang jauh-jauh. Sudahlah, intinya pangkas telah menjadi pilihan saya ketika penat. Terkadang, ketika rambut belum panjang pun saya sering ke tempat seperti ini. Ya, hanya sekadar membersihkan janggot dan kumis yang jarang-jarang. Poinnya, yang saya incar adalah pijatan yang membuat rileks itu.
Mungkin karena itulah, selain warung jajan seperti mie Aceh dan Teh Susu Telur (TST), tukang pangkas seakan jamur di musim penghujan di kota ini. Nyaris di setiap sudut kota pasti ada tukang pangkas, baik ruang yang ber-AC hingga toko ala kadarnya di pinggir jalan yang sempit. Dan semuanya, menyiapkan pelayanan terbaik. Semuanya berlomba agar pelanggan tak lari. Kenapa tidak dinikmati? (*)

Redknapp Dukung Wenger

MENJELANG Derby London Utara, hari ini (26/2), manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp membela Arsene Wenger. Redknapp meminta fans Arsenal untuk tetap mendukung manajernya itu.

Arsenal tengah menuju ke tahun ketujuh puasa gelar secara berturut-turut. Sebagaian fans ‘Gudang Peluru’ telah menunjukkan ketidakpuasan dengan kinerja Wenger.

Di sisi lain pihak klub menegaskan dukungannya terhadap manajer asal Prancis itu meskipun tak jarang tuntutan agar Wenger segera keluar dari Emirates tak jarang diteriakkan.

Redknapp memperingatkan fans Arsenal untuk tidak mendesak klub memecat Wenger. Menurut dia, Wenger masih orang yang tepat untuk mengembalikan Arsenal kembali ke jalur kemenangan.

“Arsenal tidak bisa melakukan yang lebih baik daripada yang mereka sudah miliki, bisakah mereka? Mereka tidak bisa mengganti Wenger. Wenger adalah manajer kelas atas. Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Arsenal,” ucap Redknapp di Telegraph. (bbs/jpnn)

Berjalan Tertatih-tatih

Atletico Madrid vs Barcelona

MADRID- Barcelona enggan dihapus dulu dari daftar persaingan gelar La Liga musim ini. Padahal margin 10 angka dari Real Madrid hal luar biasa untuk dikejar. Apalagi di jornada 24 ini, Barca kudu melawan ke markas Atletico Madrid.

Optimisme mengejar laju Real Madrid di pucuk klasemen masih menjalari seluru skuad Barca yang kadang kala disebut Azulgrana itu. Seperti yang dibilang gelandang Seydou Keita. “Musim ini panjang dan apa pun bisa terjadi di sepak bola,’’ katanya di situs resmi klub seperti dilansir ESPN.
Barca terperosok setelah labil di awal tahun. Sepanjang 2012, mereka sudah tujuh kali main di Liga, tapi hanya empat kemenangan yang sukses diamankan. Maka, jarak 10 angka dari Madrid nyaris saja menepis usaha mereka mempertahankan gelar. Tapi La Liga masih sisakan 15 laga. Itu harus dimaksimalkan.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk mencoba memenangkan pertandingan lain sebanyak mungkin,” sambung Keita yang merupakan warga negara Mali itu.

Melawan Atletico apalagi di kandangnya, tentu tak semudah yang dibayangkan. Tapi kemenangan dari tangan Falcao dkk wajib direnggut.
“Melawan Atletico adalah pertandingan yang sangat penting. Jarak 10 angka dari Madrid tak boleh bertambah, caranya dengan tak lagi kehilangan poin. Namun, Atletico adalah tim yang sangat kuat sekarang. Akan sangat sulit,” tambahnya.

Satu di antara semangat dikarenakan kemenangan telak kontra Valencia akhir pekan lalu. Kemenangan itu istimewa karena Lionel Messi bisa bikin empat gol dari total kemenangan 5-1.

Untuk meraih hasil bagus lagi, Barca tampaknya bakal tak terlalu repot. Meski David Villa dan Ibrahim Afellay masih cedera, mereka punya pemain lain yang kualitasnya sama.

Sedangkan dari kubu tuan rumah, saat ini sedang butuh poin untuk mengamankan tiket Eropa. Berada di posisi enam klasemen sementara, Atletico baru kumpulkan 32 angka.

Tapi soal mental, mereka sedang bagus. Itu karena capaian di kompetisi Europa League. Melawan Lazio, total mereka menang 4-1 secara agregat. Hasil itu memastikan langkah ke babak 16 besar.

Arsitek tim, Diego Simeone lalu menatap ke kompetisi domestik. Melawan Barcelona tentu saja sangat sulit. “Kami sangat senang hasil melawan Lazio. Respon bagus untuk anak-anak,” katanya di situs resmi klub. “Kami sekarang siap melawan Barcelona dan memberikan kemampuan terbaik,” tambahnya.
Hal itu diamini gelandang Juanfran. “Ini akan menjadi pertandingan luar biasa bagi kami. Melawan Barcelona pun kami harus membawa tiga angka yang memang kami butuhkan,” katanya.

Sayangnya, kubu tuan rumah diganggu cedera. Daftarnya adalah Arda Turan (cedera paha), Salvio (cedera pergelangan kaki) dan Adrian (cedera otot). Simeone berharap mereka segera pulih tepat waktu. (ful)

Pemimpin Gereja Harus Melek Hukum

Seminar Jelang Hari Doa Sedunia 2012 di Sumut

Momentum World Prayer Assembly (WPA) 2012 menghangat di Sumut. Menjelang perayaan Hari Doa Sedunia di Sumut Tahun 2012  banyak kegiataan telah mewarnai kegiatan gerakan doa sedunia yang dilaksanakan di 220 negara dan 200 kota di Indonesia ini. Jumat, 24 Februari lalu, bertempat di GSJA Anugerah Jalan Mojopahit Medan digelar seminar “Sumatera Utaraku Sadar Hukum dan HAM”, dan ibadah doa bersama.

Sebagai Pembicara Kakanwil Departemen Hukum dan HAM Wilayah Sumut, Baldwin Simatupang BcIP SH MH dan moderator Burhan Sidabariba SH MH. Dalam seminar tersebut Baldwin Simatupang menjelaskan, masyarakat harus berupaya mematuhi hukum yang berlaku dan tidak melanggar HAM. “Gereja dan jemaatnya hendaknya terlibat mengambil kebijakan dalam kemajuan negeri ini,” ucapnya.

Acara ini digelar Yayasan Sumatera Berdoa dan dihadiri para pemimpin interdenominasi gereja di Sumut, tokoh kristen, aktivis dan pemuda gereja. Dalam ibadah doa bersama, doa pembuka dan pujian dibawakan oleh Pdt JD Manullang dan doa persembahan oleh Pdt Alexander Agustine.
Doa syafaat masing-masing dibawakan Ir Binsar Nainggolan MSi yang mendoakan tentang kebahagiaan orang yang berpegang teguh pada hukum (Amsal 29 : 18b). Pdt H Tambunan berdoa untuk suksesnya pelaksanaan WPA 2012 di  Sumut. Berdoa untuk kesatuan tubuh kristus dibawakan AP Bangun dan berdoa agar tercipta kerukunan dan persaudaraan sejati di Sumut dan Indonesia disampaikan Pdt Dian Susiarto MTh.

Kata sambutan dari Sumatera Berdoa oleh Pdt DR Paul F Wakkary. Menurut Ketua Panitia WPA 2012 di Sumut ini, puncak WPA 2012 di Sumut akan digelar pada 16-17 Mei mendatang. Pada 16 Mei 2012 WPA 2012 di Sumut akan digelar di Lapangan Benteng Medan yang dihadiri oleh anak sekolah minggu dan pada 17 Mei mendatang akan dihadiri para orangtua dan pemuda di Pardede Hall, Medan.

Selanjutnya dalam acara itu pengumuman oleh Johnny Silaban dan doa penutup oleh Pdt Samuel Ghozaly D. Sementara itu dalam temu persnya di Medan Club pada hari Rabu (22/2) yang dihadiri Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandusmengharapkan seminar dapat membekali para pemimpin interdenominasi gereja di Sumut dengan kesadaran hukum dan HAM dan sekaligus mewujudkan Sumut yang sadar Hukum dan HAM.(*/rs)

Bernabeu Gagal, Calderon Pun Jadi

TERJAWAB sudah simpang siur soal venue final Copa del Rey musim ini yang mempertemukan Barcelona dan Athletic Bilbao. Akhirnya disepakati markas Atletico Madrid, Vicente Calderon, yang akan menjadi tuan rumah.

Semula, ada beberapa opsi selain Calderon, di antaranya markas Valencia, Mestalla, dan Estadio de La Cartuja di Seville. Pilihan itu diberikan RFEF kepada Barca dan Bilbao seiring dengan penolakan Real Madrid terkait penggunaan Santiago Bernabeu.

Ya, Real menolak Bernabeu dijadikan sebagai venue. Tentu saja mereka tidak ingin menjadi tuan rumah dan melihat rival abadinya berpesta di sana. Apalagi dua klub finalis berasal dari Catalan dan Basque yang agak anti-Spanyol.

Semula Bilbao ngotot supaya final di Bernabeu. Alasannya, stadion itu memiliki daya tampung yang besar. Banyak suporter Bilbao yang bisa menyaksikan final karena daya tampung Bernabeu mencapai 85.454 penonton.

Sedangkan Barca sedikit melunak, tetapi tetap berharap final dihelat di Ibu Kota. “Kalau memang Real tidak menginginkan kami bermain di sana. Mereka tidak ingin menjadi tuan rumah, sebaiknya dimainkan di lokasi lain,” kata Josep Guardiola, seperti dikutip Goal.
Baik Calderon, Mestalla, maupun La Cartuga, memiliki kapasitas yang jauh di bawah Bernabeu. Yang sebanding adalah Nou Camp, markas Barca, tetapi tentu tidak mungkin dimainkan di stadion berkapasitas 99.354 penonton itu.

Akhinya, pilihan dijatuhkan kepada Calderon dengan pertimbangan tetap berada di Ibu Kota Spanyol. Atletico bersedia menjadi tuan rumah dan mereka menjamin rumput akan berada pada kondisi yang bagus, meski lima hari sebelum final ada konser Coldplay.
Soal waktu final, RFEF mengeluarkan dua kemungkinan jadwal, yakni pada 20 Mei dan 25 Mei. (ham/jpnn)

Pemilik Rumah Temukan 3 Mortir

Ditemukan di Depan Pintu

HAMPARAN PERAK- Tiga unit mortir, Sabtu (25/2) sore, membuat warga Dusun II Desa Sei Baharu Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, geger. Pasalnya, benda berbahaya berdiameter 8 centimeter tersebut ditemukan tertanam di depan pintu rumah yang dihuni keluarga, Warsim (45). Sejumlah personil gegana pun diturunkan guna mengamankan mortir diduga sisa dari peninggalan zaman Belanda itu.

Peristiwa yang membuat warga setempat heboh itu terjadi sekira pukul 15.00 Wib. Ketika itu, Riki Zulkarnain (11) anak dari pasangan suami istri (pasutri), Warsim dan dan Agustina mengorek-ngorek tanah di depan pintu rumahnya dengan menggunakan obeng.

“Ceritanya tadi anakku, Riki saat itu sedang memegang obeng duduk – duduk di depan pintu rumahnya tak sengaja dia mengorek tanah dengan obeng tadi, dilihatnya ada lapisan keramik menutupi bongkahan besi berbentuk gumpalan,” ujar, Agustina orang tuanya.

Melihat ada benda aneh di dalam tanah, Riki lantas memberitahukannya kepada, Rahmad abangnya. Merasa curiga dengan benda tersebut kemudian penemuan tersebut diberitahukan kepada orang ibu mereka.”Begitu ku lihat aku pun curiga kalau itu bom, lalu ku beritahukan kepada warga yang lainnya,” katanya.

Polisi Masyarakat (Polmas) begitu mendengar kabar adanya penemuan benda diduga bom langsung menginformasikan ke petugas Polsekta Hamparan Perak. Dari hasil pemeriksaan polisi menduga kalau motir tersebut masih aktif lantas berkoordinasi dengan petugas Gegana, Penjinak Bahan Peledak Sat Brimob Polda Sumut.

Setelah melakukan pengorekan tanah sekitar 30 centimeter, 3 unit bahan peledak jenis mortil akhirnya berhasil diamankan dan dimasukan ke dalam kotak berisi pasir untuk kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Sumut.

Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, AKP Irsol ketika dikonfirmasi mengatakan, ketiga unit mortir tersebut merupakan peninggalan zaman Belanda.”Kita belum tahu pasti, masalah ini kita serahkan ke petugas Gegana Sat Brimob Poldasu. Namun diduga mortir tersebut peninggalan zaman belanda,” tandasnya. (mag-17)

Konflik Tanah Sari Rejo, Masyarakat Jangan Terprovokasi

MEDAN – Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) dengan Ketua Umum Riwayat Pakpahan dan Sekretaris Umum U Sumantri Sm (Oest) mengajak masyarakat lingkungan I s/d IX untuk tidak terprovokasi dengan adanya nama Formas baru. Himbauan itu disampaikan menyusul adanya selebaran yang mengajak masyarakat untuk melakukan aksi damai ke kantor Wali Kota Medan pada tanggal 5 Maret 2012 dalam hal sengketa tanah di Sari Rejo dengan TNI AU.

“Berdasarkan akta pendirian Formas tanggal 24 Februari 2011 No.30 dihadapan notaris Muhammad Dodi Budiantoro yang berkantor di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 70 lantai dua jelas bahwa kepengurusan Formas yang legal adalah kami yang sudah lama memperjuangkan ini,” seru Ketua Umum, Riwayat Pakpahan usai pertemuan dengan masyarakat dari lingkungan I s/d IX di Masjid Al Ikhlas Kelurahan Sari Rejo Medan, Jumat (24/2) malam.
Riwayat menyerukan kepada masyarakat agar jangan mau diadudomba. Apalagi belakangan ditemukan ada selebaran dengan mengatasnamakan Formas baru mengajak masyarakat untuk melakukan aksi damai ke kantor Wali Kota. Ajakan tersebut disebarkan ke masjid-masjid yang sudah pasti sangat tidak wajar.

“Pertemuan ini kami gelar dalam rangka silaturahmi dengan seluruh Badan Kenaziran Mesjid (BKM), pengurus perwiri, dan tokoh masyarakat serta organisasi lainnya di lingkungan ini untuk menjelaskan Formas yang benar, agar masyarakat tahu dan tidak terpengaruh dengan apapun di luar Formas yang sah,” ucapnya.
Jadi, kata Pakpahan pihaknya tidak ikut campur dengan seluruh rencana yang disampaikan selebaran itu.
“Kami tidak tahu menahu soal aksi. Apalagi pada selebaran itu, tidak ada tandatangannya sama sekali, hanya mengatasnamakan Formas saja,” tegasnya.
Dia menyesalkan selebaran tersebut yang juga membawa nama Formas. Menurutnya, kalau ingin menyampaikan aspirasi, hendaknya tidak menggunakan nama yang sama. “Boleh saja jika ingin memperjuangkan sesuatu tapi jangan mendompleng dengan nama sama. Karena kami sudah lama berjuang,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya sudah berjuang untuk mempertahankan tanah Sari Rejo milik masyarakat.  Berbagai pertemuan sudah dilakukan sampai ke Wali Kota Medan Rahudman Harahap, hingga akhirnya diperoleh komitmen dari pemerintah daerah (pemda) untuk memperjuangkan tanah milik masyarakat ini.

“Berbagai upaya telah dilakukan sampai akhirnya pada pertemuan terakhir di kantor camat, Wali Kota berjanji akan buat surat langsung ke Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dengan isi memperjuangkan wilayah ini menjadi milik masyarakat. Ini tentu harus di apresiasi, jangan malah di rusak hanya karena ada Formas baru,” ujarnya.

Pada surat yang disampaikan Wali Kota Medan, ada dua poin alternatif dalam penyelesaian tanah ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku yakni TNI AU melalui izin Kementerian Keuangan harus menyerahkan lahan kepada masyarakat secara tepat hak dan sasaran tanpa ada kompensasi kepada TNI AU semata-mata untuk kepentingan nasional atau umum.

Kemudian,  TNI AU melalui izin kementrian menyerahkan lahan yang dimaksud kepada Pemk o untuk diserahkan kepada masyarakat yang punya hak tanpa ada kompensasi kepada TNI AU semata-mata untuk kepentingan umum atau Pemko menyediakan lahan pengganti sesuai luas lahan sekarang yang diserahkan kepada Pemko.
“Poin alternatif itu tertuang dalam surat NO 593/1906 tanggal 8 Februari 2012 yang ditujukan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Ri di Jakarta. Melalui pertemuan ini, masyarakat berarti sudah tahu bagaimana perjuangan kami sebagai pengurus,” tegasnya.
Menyahuti hal tersebut, Ketua Formas (Forum Masyarakat Sari Rejo), Riwayat Pakpahan sudah berencana membuat surat penegasan kepengurusan Formas yang sah ke Instansi terkait. “Besok, Jumat (24/2) akan diantarkan surat penegasan itu dengan melampiri akte pendirian Formas dengan No. 30 tanggal 24 Februari 2011,” cetusnya.

Setelah itu, lanjutnya, Formas Akan melakukan pertemuan seluruh pengurus Formas pada, Jumat (24/2) malamnya di Mesjid Al Ikhlas Jalan Sejati, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.”Hal itu untuk menjelaskan kondisi terkini dari perjuangan Formas, karena saaat ini ada nama Formas yang mendompleng memakai nama Formas,” bebernya.

Dijelaskannya, untuk nama Formas yang baru, Riwayat mengaku tidak tahu menahu dimana sekretariatnya. “Sedangkan informasi yang kudapat kalau mereka berada kawasan Sari Rejo juga. Tetapi kami sampai saat ini tidak mengetahui bagiamana perjuangannya yang seperti apa?,” certusnya.
Menurutnya, munculnya nama Formas baru hanya untuk melemahkan perjuangan Formas. Sementara, Formas yang perjuangannya dengan tujuan jelas hanya memperjuangakan tanah milik warga seluas 260 hektare untuk memperoleh sertifikat  karena sudah mendapat putusan dari MA. “Tanah warga Sari Rejo untuk status tanahnya sangat jelas dengan adanya dasar hukum yang jelas dikeluarkan dari Pemerintah,” pintanya.

Riwayat menduga kalau adanya nama Formas baru itu hanya berdasarkan kepentingan pribadi. “ Jadi kita juga sudah mengimbau kepada masyarakat jangan mau diadu domba dengan adanya nama Formas baru. Ini membuktikan kalau di Sari Rejo ada politik Devide Of Invera (Politik pecah belah),” jelasnya.
Kendati demikian, Riwayat mengajak seluruh organisasi yang ada di sari Rejo untuk berjuang bersama-sama.”Kalau mau berjuang, mari sama-sama berjuang karena sudah ada Formas. Karena sampai saat ini masyarakat masih solid, dan kepada nama oraganisasi yang baru agar jangan memfitnah. Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Kenapa di penghujung perjuangan ada yang seperti pahlawan kesiangan,” cetusnya.
Diketahui, organisasi perjuangan masyarakat Sari Rejo ada beberapa macam, seperti
oraganisasi PSMS (panguyuban sehati masyarakat Sari Rejo) yang sampai saat ini masih berdiri. Selain itu, Juga ada forsis 69 (forum silaturahmi lingkungan 6 dan 9).
“Kita saja bisa membuat nama beda walaupun perjuangannya sama. Kenapa manusia yang mempunyai anak kembar bisa namanya tidak sama.Ini kan bukti sudah ada yang mendompleng. Apa tidak bisa merubah namanya, Karena di Formas terus menjalin silaturahmi untuk terus berjuang,” pintanya.
Sebelumnya, Janji Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menuntaskan masalah sertifikat tanah seluas 260 hektare di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, akan terus diupayakan dengan menindaklanjuti surat yang sudah dilayangkan ke Mabes TNI AU dengan menurunkan tim untuk menjemput bola terkait realisasi lahan tersebut.
Menindaklanjuti surat yang sudah dilayangkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan ke Mabes TNI AU, minggu lalu. Dan Rahudman juga menegaskan kalau pihaknya akan segera menurunkan tim untuk menjemput bola terkait realisasi lahan Sari Rejo seluas 260 hektare yang harus dikembalikan kepada warga.
“Sampai sekarang belum ada balasan surat yang kita kirimkan dari Mabes TNI AU, makanya kita akan jemput bola dan saya akan mengirimkan tim terkait realisasi dari surat yang kita kirimkan itu,” ucap Rahudman.
Dikatakannya, Pemko Medan menginginkan janji untuk menuntaskan masalah Sari Rejo ini kepada warga tidak hanya wacana melainkan akan berupaya untuk menuntaskannya. “Apalagi sekarang sudah bertambah Formas lainnya, tidak lagi Formas yang berjuang dari awal, tapi sudah ada lagi Formas yang juga berjuang, itulah patokan kita, makanya akan kita tuntaskan. Saya berharap suasana tetap kondusif sehingga kita bebas melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah itu,” ujar Rahudman.
Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah mengatakan Pemko Medan harus segera mencari jalan keluar terhadap masalah ini karena persoalannya sudah cukup lama. Masyarakat kawasan tersebut sangat mengharapkan penyelesaian. “Pemko harus segera mengambil kebijakan agar masalah ini cepat selesai apalagi sekarang sudah hampir final,” ucapnya.
Jangan sampai, lanjut dia, kemunculan Formas lain secara tiba-tiba membuat Pemko gamang memberikan keputusan. Selama ini, perjuangan Formas telah dilakukan oleh Riwayat Pakpahan, tidak ada nama lain. Surat menyurat yang masuk ke DPRD Medan melalui Komisi A juga atas nama Riwayat Pakpahan. “Kami juga cuma tahu perjuangan Formas ini dari Riwayat Pakpahan selaku perwakilan warga. Jadi tidak ada lagi formas lainnya. Pemko diminta tidak gamang memberikan keputusan karena semuanya sudah jelas,” pungkasnya.(adl)

Turnamen AMPI Dimulai

MEDAN- Turnamen AMPI CUP-I 2012 resmi dibuka Ketua AMPI Rayon Medan Labuhan Subandi di Lapangan Martubung Jalan Rawe Pasar VI Medan Labuhan, Sabtu (25/2). Sesuai jadwal turnamen ini akan berlangsung hingga 11 Maret mendatang.
“Hendaknya turnamen ini menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan sepak bola di tanah air  khususnya Sumut,” tutur  Subandi  dalam kata sambutannya pada acara pembukaan turnamen itu.

Usai pembukaan, pertandingan pool A dimulai. Hasilnya SSB AMPI menang atas SSB Kenari dengan skor 3-0.
Dalam pertandingan itu dua gol tercipta di babak pertama yang dilakukan Trisna di menit 11 dan menit 32, sedangkan gol ketiga diciptakan Putra Chaniago pada menit ke 40.

Sementara itu di partai kedua dimenangkan SSB Kebun Bunga yang berhadapan dengan SSB Medan Utara dengan skor  4-0.
Dua gol pertama tercipta Dio dan Jimmy pada babak pertama. Kemudian di babak kedua kembali punggawa SSB Kebun Bunga menambah gol yang dilakukan Thomas dan Musa.

Di tempat yang sama Selamat Riyadi, Ketua Panitia Pelaksana mengucapkan terima kasih kepada semua  pihak yang mendukung suksesnya turnamen itu.  “Dari segenap panitia  kami mengharapkan lanjutan turnamen ini tetap berjalan dengan aman dan tertib,” katanya.(mag-10)

Jenazah TKW Asal Medan Tiba di Polonia

MEDAN- Jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Medan yang meninggal di Malaysia, Eva Cristina Telambanua (41) tiba di di Unit Bisnis Gudang dan Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan, Sabtu (25/2) pagi 08.30 WIB. Eva  yang pada idenitias keberangkatannya bernama Yustina Telambanua Jenazah itu tiba dengan mengunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS)  MH-860. Jenazah disambut dengan isak tangis keluarga.

Chairuna Syahfitri (24) anak almarhum beserta rombongan keluarga, saat itu langsung memeluk peti jenazah sang ibu ketika tiba dan hendak dimasukan ke dalam mobil ambulan dengan linangan air mata. Kedatangan jenazah Yustina Telambanua disambut juga oleh Ketua APJATI (Asosiasia Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Sumut, Irianto Tampubolon, Bendahara APJATI (Asosiasia Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Sumut, Veronica Sitanggang dan anggota DPD RI, Parlindungan Purba SH MM. Di dalam mobil ambulance, Fitri beserta keluarga diminta untuk memastikan jenazah sang ibu dengan membuka peti jenazah dan pihak keluarga menyakini bahwa itu memang jenazah keluarga mereka.

Chairuna Syahfitri saat itu mengatakan dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah.
Fitri menambahkan, ibunya perginya ke Malaysia untuk bekerja dan mengadu nasib yang diberangkatkan pada bulan Desember lalu. Tapi bukan pekerjaan yang didapatkan justru ibunya terlantar hingga akhirnya sakit dan meninggal pada 14 Februari 2012 kemarin.

“Ibu berangkat karena ada calo yang menawarkan, tapi paspor ibu dibuat atas nama Yustina Telambanua dan nama ibu sebenarnya Eva Telambanua. Ibu selama berada di sana bekerja tapi hanya sebentar saja,” beber Fitri. (jon)