Home Blog Page 13955

Ternak Babi di Kuala Bekala

082168059xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan c/q Dinas Peternakan , melalui harian ini saya sampaikan bahwa di Jalan Pintu Air IV Gang Persatuan Kuala Bekala tepatnya di pinggir su-ngai, ternak babinya belum dipindahkan. Untuk itu kami warga sekitar memohon kepada Bapak agar ternak tersebut dipindahkan karena sangat mengganggu kami dengan bau yang menyesakkan pernapasan. Kalau kami tidak salah, hal ini sudah ada Perwalnya. Kami tambahkan, saat petugas merazia sebelum natal dan tahun baru, mereka janji akan dipindahkan setelah tahun baru. Kami juga mohon perhatian anggota DPRD, terima kasih. Buat Sumut Pos, sukses terus

Ditertibkan Sesuai Peraturan

Terima kasih atas informasinya. Perihal ternak babi ini kita sudah cek ke lapangan dan akan dilakukan penertiban sebagaimana sudah ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota Medan (Perwal).

Enoh P Tavip Tarigan
Lurah Kuala Bekala

Perlu Relokasi Usaha

Memang sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 23 tahun 2009 bahwa segala ternak berkaki empat tidak lagi dibenarkan berada di tengah kota. Namun penertiban tidak merugikan masyarakat. Dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus memberikan perlindungan terhadap peternak. Untuk itu anggaran penertiban ternak kaki empat seperti ternak babi sudah ditampung pada APBD 2012 sebesar Rp500 juta.

Karena ternak babi ini sudah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat, kita juga melakukan pendekatan untuk relokasi usaha. Di mana mereka yang dulunya beternak babi kita ajak beternak lele atau beternak itik yang diikuti dengan relokasi lokasi usaha di pinggiran Kota Medan. Kita harapkan Pemko Medan melalui Dinas Perternakan dan Kelautan Kota Medan kiranya dapat menarik investor yang mendukung relokasi usaha tersebut. Untuk saat ini itu yang seharusnya dilakukan.

Parlaungan Simangunsong
Ketua Komisi D DPRD Kota Medan

Anang Anas Azhar Layak Pimpin BM PAN Sumut

MEDAN- Mantan Sekretaris Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumut periode 1998-1999, Hari Baron SSos menegaskan, Anang Anas Azhar MA (foto) merupakan kader terbaik BM PAN Sumut dan PAN Sumut, sehingga Anang (panggilannya) merupakan kandidat Ketua BM PAN Sumut satu-satunya yang layak didukung dan dipilih peserta Muswil BM PAN Sumut mendatang.

“Sebab saya berkeyakinan, saudaraku Anang Anas Azhar akan mampu memajukan BM PAN Sumut ke depan. Sebab, Anang sosok tepat memimpin BM PAN Sumut lima tahun ke depan karena telah diakui pengalamannya dalam berorganisasi,” bilang Hari Baron yang juga deklarator BM-PAN saat dihubungi wartawan di Jakarta dari Medan, Minggu (5/2)

Hari Baron yang juga mantan pengurus DPP BM PAN masa kepemimpinan Ketua Umum Yahdil Abdi Harahap yang kini menjadi Anggota DPR RI dari PAN menyatakan, Anang layak diberi kesempatan memimpin BM PAN Sumut, karena yang bersangkutan sudah diakui memiliki kecakapan dan intelektualitasnya tinggi, yang tidak hanya di bidang akademik juga di organisasi internal seperti Pemuda Muhammadiyah dan eksternal seperti KNPI.

“Kita ketahui bersama, bahwa pengalaman organisasi Anang sangat lengkap dan sukses dalam memimpin organisasi seperti Pemuda Muhammadiyah Sumut. Jika dirinya memimpin BM PAN Sumut maka akan berdampak baik bagi kemajuan BM PAN Sumut lima tahun ke depan,” ujarnya.
Selain sudah teruji sukses dalam memimpin organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), Anang pernah sukses dalam menjalankan roda partai, seperti saat menjadi pelaksana ketua (Plt) DPD PAN Labuhanbatu Selatan (Labusel). “Kesuksesannya dalam memimpin PAN Labusel tersebut sudah kita rasakan dan lihat saat ini,” pungkas Hari Baron. (*/ade)

Pakai Ganja di Jalan Belat Pancing

085296883xxx

Malam Sumut Pos, buat bapak polisi mohon ditindak para pemakai ganja di Jalan Belat, Pancing (sekitar Gang Mesjid, tepatnya gang kecil antara Jalan Belat dan Jalan Suluh). Masyarakat sangat terganggu dengan ulah mereka, mohon ditindak.

Lapor ke Polsek Terdekat

Terima kasih atas informasinya, dengan menyampaikan informasi melalui pesan singkat ini sangat membantu kinerja kepolisian dalam mewujudkan kenyamanan bagi masyarakat. Untuk itu kami harapkan informasi yang lebih akurat agar dikonfirmasikan dengan Kapolsek terkait agar segera ditindaklanjuti. Warga juga dapat membuat laporan tertulis ke Polsek terdekat.

Kompol Mohch Yoris MY Marzuki
Kasat Reskrim Polresta Medan

SSB Generasi Medan dan Mabar Juara

MEDAN- SSB Generasi Medan di Kelompok Umur (KU-15) berhasil keluar sebagai juara pada turnamen sepak bola Mabar Putra 2012 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Mabar Jalan Mangaan Medan Deli, Minggu (5/2).

Gelar juara yang diraih SSB Genarasi itu setelah di partai final  mengalahkan SSB SPM Surya Pratama Merendal (SPM) lewat adu tendangan penalti dengan  skor 7-6.

Adu tendangan penalti terpaksa dilakukan karena kedua tim hanya bermain imbang 0-0 saat wasit meniup panjang tanda pertandingan usai.
Pada adu tendangan penalti seluruh eskutor SSB Generasi Medan dan Surya Putra Marendal sukses membobol gawang lawananya masing-masing, hingga akhirnya dilakukan penambahan eksekutor.

Pada babak penambahan eksekutor ini penendang keenam dari masing-masing tim sukses menjalankan tugasnya dengan baik.
Namun pada kesempatan ketujuh hanya eksekutor SSB Generasi Medan yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, sementara eksekutor Surya Putra Marendal  gagal membobol gawang SSB Generasi Medan.
Dengan hasil itu maka SSB Generasi Medan tampil sebagai juara setelah unggul 7-6 pada adu tendangan penalti.  (mag-10)

Syarat S1, S2 dan S3 Harus Membuat Karya Tulis

Universitas Perlu Media Pendukung

MEDAN-Adanya kebijakan yang dikeluarkan Dirjen Dikti bahwa tiap mahasiswa harus membuat karya tulis ilmiah untuk syarat kelulusan S1,S2 dan S3 yang mulai diberlakukan pada 2012,  perlu wadah dan media yang pendukung.

Media tersebut dimaksudkan untuk bisa menyalurkan tulisan karya ilmiah yang dibuat mahasiswan

“Kalau untuk S2 ini sudah menjadi kewajiban membuat karya ilmiah dan salah satunya melalaui online,”ujar Rektor USU, Syahril Pasaribu, Senin (6/2).

Sementara untuk mahasiswa S1 USU tidak ada media yang mendukung untuk pemuatan karya ilmiah mahasiswanya.

“Setiap tahun ada sekitar 6.000 mahasiswa yang tamat S1, jika semua membuat karya ilmiah belum tentu ada jurnal ataupun media yang siap memuat karya ilmiah para mahasiswa ini,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada media yang disiapkan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk menyiapkan jurnal ataupun media untuk menampung hasil karya mahasiswa.

“Jika jurnalnya sudah tersedia, mungkin tidak ada masalah kita wajibkan kepada mahasiswa untuk membuat karya ilmiah sebagai prasyarat kelulusan,”ungkapnya.

Sementara itu,  Rektor Universitas HKBP Nommensen, Jongkers Tampubolon mengaku, tidak masalah dengan adanya kebijakan Dirjen Dikti untuk kelulusan 2012.

Menurutnya, jika skripsi dikerjakan dengan benar oleh mahasiswa, maka hal itu bisa dimodifikasi menjadi karya ilmiah.

Mengingat proses pembuatan skripsi juga melewati tahapan pembibimbngan sehingga ada akuntabilitas untuk menghindari praktik plagiat atau sejenisnya.

Bahkan untuk S2, di Nommensen sudah mewajibkan membuat karya ilmiah tiap tiga tahun sekali.

“Yang terpenting kebijakan itu jangan sampai menghambat kelulusan para mahasiswa karena tahapan proses yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama. Misalnya menunggu waktu penerbitan karya ilmiah di media ataupun sebagaianya,”ungkapnya.(uma)

Suharto Fantastis

PSMS vs Persiba

MEDAN-PSMS fantastis. Itulah kata yang paling pantas dipredikatkan kepada tim berjuluk Ayam Kinantan itu, setelah menekuk Persiba Balikpapan dengan skor telak 4-1 di pertandingan kesembilannya, di Stadion Teladan, Senin (6/2) malam.

Pemain PSMS berhasil keluar dari masalah pelik yang selama ini dirundung tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu. Bagaimana tidak, setelah delapan pertandingan, praktis PSMS hanya mencatat sekali kemenangan, tiga kali imbang dan empat kali kalah.

Setelah dipegang Suharto AD, PSMS tampil menggila di Stadion Teladan. Sebelum pertandingan dimulai, taji PSMS seperti sudah tertusuk di dada seluruh pemain Persiba. Karena Persiba sendiri mengaku menakutkan kebangkitan PSMS, usai kalah di kandang saat meladeni Persegres Gresik dengan skor 0-1.
Asisten pelatih PSMS Suharto yang didaulat menangani tim hingga paruh musim nanti menuturkan, seluruh pemain tampil lepas. “Mereka berhasil keluar dari tekanan dan bermain lepas. Pemain tampil cukup bagus malam ini (Kemarin, Red),” ungkapnya usai laga.

Suharto menjelaskan, hal tersebut berkat latihan selama dua hari sebelum pertandingan. “Kita perbaiki mental mereka. Dan pemain juga terlihat bermain sungguh-sungguh untuk tim,” jelas Suharto.

Kemenangan telak ini juga tak terlepas dari skema 4-4-2 yang diterapkan penuh oleh semua pemain. “Mereka bermain cukup baik dengan skema ini. Skema ini juga sudah pakem sejak mereka berlatih pada awal kompetisi,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih Persiba Hariadi mengaku lawannya kali ini tampil cukup baik. “Selama 90 menit kami terus bermain di bawah tekanan. Dan gol pertama PSMS di menit awal semakin men-down-kan semangat pemain,” ujarnya.

Mengganti pemain tengahnya dengan memasukkan pemain belakang di menit 40, memaksa tim berjuluk Beruang Madu itu bermain lebih defensive. “Kita memang sengaja mengganti pemain untuk memperkuat lini pertahanan,” kata Hariadi.

Hariadi juga mengomentari gol pemain tengah Persiba Asri Akbar yang dianulir wasit karena sudah terperangkap offside. “Sebenarnya itu dalam keadaan play on baru dia (Asri, Red) masuk. Namun, penglihatan hakim garis berbeda,” tuturnya.

Pada pertandingan itu, PSMS sudah menekan sejak menit awal. Menit ke-5 tendangan sudut pemain tengah PSMS Luis Pena belum bisa dimanfaatkan striker PSMS Osas Saha lewat sundulannya. Kiper Persiba I Made Wirawan tak kalah sigap saat itu.

Tak lama, umpan pemain tengah PSMS Denny Rumba juga belum bisa dimanfaatkan Luis Pena lewat sundulannya di menit 9.
Dan PSMS membuka kemenangan pada menit ke-13 lewat tendangan bebas pemain tengah PSMS Alamsyah, setelah Denny Rumba diganjal pemain Persiba.

Berselang 11 menit, pemain belakang Persiba melakukan kesalahan dengan handsball di kotak terlarang. Penalti yang dieksekusi Luis Pena sukses membawa PSMS unggul 2-0 hingga turun minum.

Di babak kedua, performa Persiba sedikit meningkat, terlihat lebih ngotot menyerang ke daerah pertahanan PSMS. Hasilnya di menit 50, tendangan pemain tengah Persiba Asri Akbar dari luar kotak penalti menghasilkan gol. Namun, dianulir wasit karena ternyata Asri lebih dulu berdiri dalam posisi offside.

Di menit 70, kembali PSMS menebar ancaman yang berbuah gol. Umpan terobosan pemain tengah PSMS Inkyun Oh diselesaikan dengan apik oleh striker PSMS Osas Saha. Skor berubah 3-0.

Persiba baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit 77 lewat aksi apik pemain tengah Persiba Matsunaga Shohe yang memberikan umpan kepada striker Persiba Kenji Adasihara dengan sundulan terbangnya. Gol tersebut merubah kedudukan menjadi 3-1.
Dan striker muda PSMS yang baru saja dimasukkan pada menit ke-79, Yoseph Nico Ostanika, berhasil menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak gol di menit 80. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. (saz)

Pindahkan Marka Jalan

081361332xxx

Kpd Kadis Perhubungan Medan mohon untuk memindahkan marka jalan untuk berbelok di depan Kantor Lurah Siti Rejo ll Kecamatan Medan Amplas karena membuat kemacetan lalu lintas.

Kami Evaluasi

Terima kasih atas informasinya, laporan ini akan kami evaluasi mengenai efektifitas perubahan bagi pengguna jalan.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Jamin Kepentingan Perusahaan dan Karyawan

PT Perkebunan Nusantara III telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama  (PKB) dengan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN III, Senin (6/2) di aula kantor Direksi PTPN III, Jalan Sei Batanghari Medan.

perjanjian itu, ditandatangani oleh jajaran Direksi dan para pengurus SPBUN tingkat perusahaan dan disaksikan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Pempropsu, para Kepala Bagian, Distrik Manajer, Manajer, para pengurus SPBUN tingkat perusahaan dan basis.

Penandatanganan PKB ini telah berjalan untuk ketujuh kali sejak SPBUN berdiri. Selama ini, PKB telah berjalan cukup baik karena mewakili aspirasi karyawan dan perusahaan sesuai dengan ketentuan.  Untuk PKB periode 2012-2013, mengalami beberapa revisi yang diarahkan bagi kesejahteraan karyawan antara lain mengenai batasan usia promosi untuk karyawan yang semula maksimal usia 45 tahun ditambah menjadi 46 tahun, tunjangan untuk cuti tahunan yang semula 100 persen dari gaji ditambah menjadi 125 persen dari gaji.

Demikian pula untuk cuti panjang yang semula 100 persen dari gaji kini ditambah menjadi 175 persen. “Tunjangan untuk anak sekolah baik tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi jumlahnya juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” kata Rachmat Prawira Kesumah, Direktur SDM PTPN III.
Mailanta Bangun, Ketua SPBUN tingkat perusahaan, dalam sambutannya mengharapkan hubungan yang berjalan harmonis selama ini antara perusahaan dan serikat pekerja untuk terus ditingkatkan sehingga semua pihak tidak hanya perusahaan tapi seluruh karyawan bisa menikmati manfaat dari kesepakatan kerja tersebut.

Demikian pula halnya PO TB Sihombing, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sumatera Utara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pencapaian kerjasama antara perusahaan dan serikat pekerja yang telah berjalan harmonis tanpa konflik berarti.

“Kami sangat senang dan mengharapkan kerjasama seperti ini dapat berjalan ke depan lebih baik lagi,” harapnya. (ndi/rel)

Disenggol Kereta Api

Raja Salim Ahmad (74) terpaksa menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan, Senin (6/2). Pasalnya, warga Jalan Adinegoro Medan menderita luka-luka akibat disenggol kereta api di Jalan Salak saat melintas.

Pengakuan saksi mata, Ardian (28) mengatakan, Rajan mengendarai sepeda motor melihat ada yang melintas. Raja lalu mengikuti orang yang melintas tersebut.

“Mungkin Bapak itu ceroboh mengira jaraknya masih jauh lagi dengan kereta api, ternyata jaraknya sudah dekat tapi Bapak itu melintas juga. Warga sekitar saat itu sudah melarang karena kereta api mau lewat, tapi beliau tetap lewat juga. Belakangan sepeda motor bapak itu disenggol kereta api api yang sedang lewat dan Bapak itu pun terlempar,” kata Ardian.

Menurutnya, korban mengalami luka pada jari tangan kirinya tepatnya jari kelingking serta kepala luka.

“Jari kelingking Bapak itu hampir putus dan keningnya sebelah kiri juga luka karena terlempar,” sebutnya.

Ardian mengaku, korban sempat dibawa ke klinik terdekat. Tapi, karena peralatannya tak lengkap dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan.
Sementara itu, seorang keponakan korban mengaku, bapaknya baru pulang dari rumah anaknya di Jalan Amaliun. Diterangkannya, dia mendapatkan kabar dari keluarga.

“Jari kelingking tangan Bapak harus diamputasi. Kalau kening bapak hanya luka akibat terlempar,” jelasnya.
Seorang petugas medis mengaku, korban terpaksa harus menjalani perawatan intensif karena luka kepalanya. (jon)

Bank BUMN Tolak Bunga FLPP Diturunkan

JAKARTA-Bank Tabungan Negara (BTN) mendapat dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) soal bunga kredit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).  Hal ini terkait keberatan BTN terhadap permintaan Menpera Djan Faridz yang meminta bunga FLPP turun dari 8,15 persen jadi 5-6 persen.

Ketua Himbara Gatot M. Suwondo mengungkapkan upaya pemerintah melalui Menteri Perumahan Rakyat (Kemenpera) Djan Faridz untuk menurunkan suku bunga program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sampai 5-6 persen sangat tidak masuk akal.

Pasalnya, keuntungan yang didapatkan cukup minim bahkan bisa merugi bagi Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Itu tidak make sense, kecuali semua dana berasal dari Kemenpera,” bilang Gatot di Jakarta, Senin (6/2).

Menurutnya, pada dasarnya keberadaan Bank BUMN adalah untuk mengusahakan keuntungan, sehingga tidak bisa menjalankan bisnis yang tidak menguntungkan.

“Mau berapa besarnya keuntungan itu bisa diatur, tapi jangan sampai di bawah. Kalau perumahan isu harga kalau 5 persen tidak masuk. Kita 7,2 persen masih bisa. Tapi masing-masing punya hitungan sendiri,” jelasnya.

Seperti diketahui saat ini skim FLPP, yang merupakan dana pembiayaan rumah bersubsidi didanai oleh perbankan sebanyak 40 persen dan sisanya pemerintah 60 persen melalui penempatan dana murah di perbankan.

Sepanjang 2011, bunga kredit rumah melalui FLPP ditetapkan sekitar 8,15 persen per tahun untuk pemberian kredit bertenor maksimal 15 tahun.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan bisa menyalurkan kredit untuk perumahan baru pada 2012 ini 30 persen lebih besar dari tahun sebelumnya.

Tahun lalu, bank berstatus badan usaha milik negara (BUMN) tersebut berupaya menyalurkan kredit hingga Rp26 triliun. Sebelumnya, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro bertekad, BTN akan tetap ekspansif dalam melakukan penetrasi kredit perumahan sebagai bagian dari kredit andalan perusahaan tersebut. “Tahun ini kredit perumahan diperkirakan bakal meningkat terus, BTN tetap yakin target tersebut bisa terpenuhi,” ujarnya, Minggu kemarin (5/2). (net/jpnn)