Home Blog Page 13954

Pukat Trawl Rugikan Nelayan Tradisional

SERGAI- Sejak setahun belakangan ini kehidupan nelayan di Kabupaten Sergai khususnya di Kecamatan Tanjung Beringin dan Kecamatan Teluk Mengkudu Sialang Buah, semakin terpuruk dan bertambah miskin.  Kondisi ini ditengarai maraknya penangkapan ikan dengan menggunakan pukat trawl dan pukat harimau oleh sejumlah pengusaha di Sergai.

Meskipun sudah dilarang oleh petugas kelautan, namun secara terang-terangan atau sembunyi masih saja beropersi dan sepertinya petugas terkesan tutup mata atau kurang serius membasmi kelompok-kelompok mafia penangkap ikan ini.

Irwansyah (32), nelayan jaring usrok yang menetap di Dusun V Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, saat ditemui Sumut Pos, Senin (6/2), menceritakan, saat ini kehidupan nelayan tradisional terasa semakin pahit disebabkan adanya pukat trawl dan pukat harimau. “Untuk mendapatkan ikan saja, kita tidak lagi mencari di perairan Sergai, karena ikannya sudah ditangkap nelayan yang menggunakan pukat trawl,” ujarnya.
Apa lagi, tambahnya, aktivitas kapal pukat trawl yang cukup banyak di perairan Sergai membuat nelayan tradisional kian terjepit. Kapal pukat trawl ini,beroprasi hanya 1 mil dari bibir pantai.

“Kita yang menggunkan kapal kecil hanya bisa melihat aktivitas mereka, tangkapan mereka puluhan ton sedangkan kita hanya 10 kilo. Jangankan untuk mencari 100 ribu, 50 ribu pun susah,” ungkap ayah 3 anak ini.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sergai Amin melalui Sekum Muslim Hasan, meminta Pemerintah Kabupaten Sergai bersama petugas laut kiranya tegas terhadap spekulan-spekulan di laut atau pemilik pukat trawl, agar ditindak tegas dan diberi hukuman seberat-beratnya kalau masih beroperasi. “Ranperda yang sudah di setujui untuk melarang pukat trawl segera dijalankan,”pintanya. (mag-16)

Dinas TRTB Takkan Bangun Pagar

Giliran Mahasiswa Unpri Demo Balaikota

MEDAN-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Prima Indonesia (BEM UNPRI), Jalan Belanga simpang Jalan Ayahanda, Medan Petisah unjuk rasa ke gedung DPRD Medan dan Balaikota Medan, Senin (6/2).

Dalam aksinya, mahasiswa meminta kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku serta aktor intelektual perusakan pagar milik Unpri, yang dilakukan sekitar 20 pegawai Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) beberapa waktu lalu.

“Pembongkaran itu dilakukan secara anarkis dan melawan hukum sesuai dengan laporan polisi No STTLP/110/II/2012/SPKTI, karena pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan menyatakan secara tegas bahwa pagar milik Unpri masih berdiri diatas tanah hak milik Unpri dengan disaksikan oleh Kabid pengawasan TRTB Medan, Lurah, Kepling dan civitas akademika Unpri,” kata ketua BEM UNPRI, Amril Purba membacakan tuntutannya kepada Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Medan, Daudta Sinurat.

Untuk itu, lanjut Amril, mahasiswa Unpri meminta kepada Pemko Medan untuk segera membangun kembali pagar Unpri, yang sudah di bongkar dalam waktu 3×24 jam. Hal itu guna mendukung kenyamanan belajar mahasiswa Unpri.

“Unpri pada dasarnya mendukung pelebaran Jalan Belanga menjadi enam meter sesuai dengan peraturan yang berlaku berdasarkan rencana tata kota. Namun, tidak dengan pemaksaaan kehendak oleh segelintir orang atas nama kepentingan umum,” katanya.

Untuk diketahui, Jalan Belanga yang panjanganya 1 km memiliki lebar yang tidak sama, ada yang 2 meter dan tiga meter yang mengakibatkan penyempitan jalan sampai di ujung Jalan Belanga.

Menanggapi tuntutan para mahasiswa, Daudta Sinurat menyambut baik dan berjanji akan menyampaikan aspirasi itu ke dinas terkait di jajaran Pemko Medan, khususnya Dinas TRTB.

“Tuntutan mahasiswa akan segera saya sampaikan kepada Dinas TRTB Medan untuk segera melakukan pengecekan,” jelasnya.
Sedangkan di gedung DPRD Medan, tuntutan mahasiswa yang diterima oleh anggota Komisi D DPRD Medan, CP Nainggolan berjanji akan menidaklanjutinya dengan melakukan pemanggilan kepada dinas terkait.

“Dalam waktu dekat, Komisi D akan segera melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait seperti Dinas TRTB Medan dan BPN Medan serta masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi masalah Unpri,” jelas CP Nainggolan yang akan segera menjadwalkannya.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (Kadis TRTB) Kota Medan, Syampurno Pohan yang dikonfirmasi wartawan koran ini terkait tuntutan mahasiswa Unpri untuk membangun kembali pagar yang sudah dirobohkan tidak akan dilakukan pembangunan kembali.

“Konyolnya itu. Kita (Dinas TRTB Medan) tidak akan membangun kembali pagar tersebut karena pagar tersebut sudah melanggar aturan jalan sesuai dengan aturan tata kota,” jelasnya.(adl)

Pembelian Mobil Dewan Belum Jelas

LANGKAT- Hasrat anggota DPRD Kabupaten Langkat mendapatkan tambahan 30 unit mobil jatah, sepertinya belum mulus terakomodir. Pasalnya, hingga kini Pemkab Langkat belum menerima jawaban dari pemerintah pusat terkait penggunaan anggaran untuk segenap legislator.
“Belum, belum ada jawaban dari pemerintah pusat terkait permintaan itu. Nanti, kalau sudah ada jawabannya akan diberitahukan. Kapan diterima jawaban itu, kita juga tidak tahu pasti,” kata Plt Kabag Keuangan Pemkab Langkat, Syahrizal, Senin (6/2).

Pemegang uncang (kantong uang) Pemkab ini ketika ditemui wartawan di gedung DPRD Kabupaten Langkat guna mengikuti pembahasan R-APBD TA 2012, hanya menegaskan belum ada lampu hijau atau penjelasan resmi dari pemerintah pusat ketika dimintai penjelasan hasil pertemuan.
Sebab, sebelumnya (pekan lalu) berdasarkan informasi diperoleh Pemkab Langkat diwakili Syahrizal, diperkirakan terpaksa mengikuti anggota dewan berkonsultasi ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) guna kejelasan penggunaan atau cara memasukkan anggaran membeli mobil dimaksud agar tidak berbenturan dengan hukum dan perundang-undangan.

Syahrizal hanya tersenyum dan sesekali tertawa kecil, ketika ditanyakan seberapa besar peluang terwujudnya keinginan wakil rakyat itu menerima mobil jatah tambahan 30 unit bernilai Rp6 miliar. Pinjam pakai dimaksudkan DPRD terkait mobil, dinilai takkan terlaksana karena mobil dimaksud masih di awang-awang.

“Pokoknya, nanti kalau ada jawabannya akan diberitahukanlah. Sampai sejauh ini masih belum bisa dijelaskan,” elak dia berlalu menuju ruang rapat dewan seraya tertawa kecil ketika disinggung peluang lolosnya anggaran dimaksud.

Sebelumnya, M Nuh mantan anggota DPRD dari Karya Pembangunan sedikit menyayangkan niat para juniornya tersebut. Sejatinya, legislator diharapkan paham kondisi maupun keadaan rakyat yang lebih membutuhkan perbaikan di berbagai hal termasuk diantaranya permasalahan infrastruktur.
“Atau mungkin kita yang tidak menerima informasi, kalau sekarang ini seluruh sarana infrastruktur jalan sudah mulus dan dapat dilalui dengan baik,” sindir Nuh. (mag-4)

Kesehatan Lebih Penting Daripada Uang

MEDAN-Sebagai wujud kepedulian dalam membina kesehatan masyarakat khusunya generasi Muda di Kota Medan, Cabang Dakwah (Cada) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan menggelar program rutin sepakbola se-Daerah Pemilihan (Dapil I) Kota Medan di Lapangan sepak bola Jalan Pertahanan, Kecamatan Medan Amplas, Medan, Minggu (5/2)

Acara yang digelar setiap hari Minggu ini diikuti seluruh kader se-Dapil I bersama masyarakat di empat kecamatan di Dapil I diantaranya Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Kota, dan Kecamatan Medan Denai. Kegiatan ini sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dengan kader PKS se-Dapil I.

Koordinator acara yang juga Ketua Bidang Kesehatan dan Olahraga, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Medan Amplas, Bima S Maha mengatakan kegiatan olah raga sepak bola ini dilaksanakan sekaligus memberikan pemahaman bahasa ‘Kesehatan lebih penting daripada uang’.  selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesehatan jasmani yang sudah berjalan selama dua tahun lebih dilaksanakan.

“Selain sebagai program untuk kader dan masyarakat sendiri, kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan kader dan masyarakat, khususnya di Dapil I ini. Kita menyadari kesehatan lebih penting daripada uang” kata Bima.

Dikatakannya, acara seperti ini mendapat respon yang sangat baik terutama bagi masyarakat di Dapil I, di mana anak muda di empat kecamatan Dapil I lebih mempunyai arah.

“Intinya kegiatan anak muda di Dapil I ini lebih terarah kepada kegiatan yang positif seperti ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Cabang Dawah I khairuddin  Butar-butar S.H mengungkapkan, program seperti ini patut direspon dengan baik oleh masyarakat Medan dalam rangka pembinaan jasmani dan rohani.
“Biasanya rohani pengajian setiap pekan oleh seluruh kader untuk mengimbangi itu, kami juga melakukan olahraga untuk menyehatkan jasmani,”  cetusnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, kader mempunyai program seperti ini, selain sebagai sarana menyehatkan jasmani juga merupakan salah satu cara meningkatkan kesehatan fisik dalam rangka persiapan menjelang perhelatan akbar politik di Sumut dan Kota Medan khusunya, seperti Pilgubsu 2013, pemilihan legislatif 2014 dan pemilihan wali kota 2015.

“Kita sangat membutuhkan program seperti mempersiapkan kader dalam mersepon kegiatan yang akan disongsong ke depan seperti Pilgubsu, Pileg dan Pilkda,” ujarnya.

Anggota DPRD Medan Juliandi Siregar mengungkapkan, kegiatan sepakbola ini sangat positif dalam rangka memberikan pembelajaran positif kepada anak muda dan masyarakat sekitar tentang pentingnya olahraga.”Program seperti ini perlu dikembangkan dalam rangka memberikan pembelajaran positif bagi masyarakat dan generasi muda  khusunya di Kota Medan,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Medan juga diharapkan bisa merespon kegiatan seperti ini sehingga generasi muda di Kota Medan bisa terarah dalam kegiatannya tidak terbawa dengan pergaulan yang negatif seperti narkoba. “Ini bisa menjadi model pendidikan generasi muda, dimana sama-sama kita ketahui permasalahan seperti narkoba dan pergaulan bebas sudah sangat memprihatinkan belakangan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Tri Mulyono Kepala Lingkungan III, Kelurahan Timbang Deli Medan Amplas, manuturkan kegiatan ini sangat positif dan mendapatkan respon dari masyatakat.

“Kami atas nama masyarakat khususnya lingkungan tiga sekitarnya sangat menyambut dengan rasa antusias bahwa masyarakat turut berpartisipasi dalam olah raga pada setiap minggu pagi,” tuturnya. (*/adl)

Tangkap Bandar Sabu di Galang Kota

082267358xxx

Kepada Bapak Kapolres Deli Serdang tolonglah ditangkap bandar sabu-sabu sekaligus pemakai narkoba di Jalan P Kemerdekaan Nomor 50 Lingkungan 3 Galang Kota. Rumah tersebut juga tempat praktik perjudian sabung ayam sekaligus tempat berzinah hingga sangat meresahkan warga sekitar. Mohon segera ditindak.

Kumpulkan Bukti

Saat ini kita tengah mengumpulkan bukti-bukti. Bila sudah mencukupi akan kita lakukan penindakan dan tangkap. Informasi terkait sangat kami butuhkan untuk mengungkap kasus ini. Terima kasih.

AKBP H Wawan Munawar SIK MSi
Kapolres Deli Serdang

Awas, ISPA Menyerang

Bila musim kemarau penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) pasti menyerang. Bagaimana mengatasinya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kepala Puskesmas Padang Bulan, dr Rehulina Ginting.

Penyakit apa saja yang sering ditemukan di Puskesmas Padang Bulan?

Penyakit yang paling sering ditemukan selain ISPA di antaranya penyakit rongga mulut sebanyak 20 persen dengan penderita sebanyak 300, penyakit kulit sebanyak 5 persen sebanyak 90 penderita dan 5 persen lagi penyakit DBD dengan penderita 89 orang. Masih lebih besar ISPA sebanyak 70 persen dengan penderita lebih kurang 2.500 pasien.

Seperti apa penanganannya ?
Penanganan yang diberikan yakni dengan cara melakukan pengobatan terapi terhadap si pasien, meminta kepada si pasien agar memakan makanan yang lembut-lembut dan tidak mengganggu tenggorokan, meminta kepada si pasien agar jangan meminum air minum yang hangat-hangat karena bisa menyebabkan radang tenggorokan dan memberikan obat kepada si pasien.

Apa yang harus dilakukan agar tidak terserang penyakit ISPA?
Kepada warga Medan agar jangan terlalu sering mengkonsumsi es atau minuman dingin yang langsung dari lemari es (kulkas, Red). Tak hanya itu, jika sudah ada tanda-tanda ISPA seperti demam, pilek, batuk dan tenggorokan gatal sebaiknya cepat mengobatinya.

Apakah penderita ISPA sering dirujuk ke rumah sakit?
Para penderita ISPA dan penderita penyakit lainnya tak pernah dirujuk ke rumah sakit karena bisa ditangani dengan cepat sebab di Puskesmas Padang Bulan ini dokter-dokternya lengkap.

 Apa langkah atau program yang dilakukan puskesmas menanganinya?
Langkah-langkah atau program yang dilakukan Puskesmas Padang Bulan yakni melakukan penyuluhan di posyandu-posyandu, menjumpai kader-kader di kecamatan atau kelurahan dan turun langsung ke rumah warga dalam memberikan imbauan yang dilakukan oleh dokter dan perawatnya.

Apa imbauan Anda kepada warga?
Saya mengimbau kepada warga agar saat cuaca panas jangan terlalu sering keluar rumah kalau tidak ada perlunya. Kalau keluar rumah jangan lupa memakai payung, anak-anak jangan terlalu sering keluar rumah dan jangan terlalu sering mengkonsumsi air dingin.(*)

Pinggir Rel jadi Lokalisasi, PT KAI Salahkan Bupati

JAKARTA – PT Kereta Api (KAI) menyalahkan Bupati Simalungun JR Saragih terkait  keberadaan lokalisasi prostitusi Pagok di Jalan Tepi Rel Kereta Api, Nagori Bahlias, Kecamatan Bandar, Simalungun.

Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono mengatakan, tanpa harus diminta oleh PT KAI, mestinya Bupati Simalungun mengambil langkah penertiban terhadap keberadaan lokalisasi yang sudah diprotes warga sekitarnya itu.

Dijelaskan Sugeng, PT KAI tidak punya kewenangan melakukan penertiban, meski lahan yang digunakan secara liar itu merupakan lahan milik PT KAI.
“PT KAI tak mungkin melakukan penertiban karena tidak punya kewenangan. Membongkar bangunan saja PT KAI tak boleh. Yang punya kewenangan mengeksekusi penertiban itu ya pemda, melalui aparatnya yakni Satpol PP,” ujar Sugeng kepada koran ini di Jakarta, kemarin (6/2).

Apakah PT KAI harus berkoordinasi atau meminta Pemkab Simalungun terlebih dahulu? Sugeng menyatakan, tidak perlu. “Kalau memang sudah membuat keresahan warga, tanpa diminta pun Pemda harus bertindak,” ucapnya.

Ditegaskan juga, PT KAI tidak pernah dan tidak akan mengeluarkan izin pendirian banguan di lahan-lahan pinggir rel kereta, apalagi untuk prostitusi atau warung-warung penjual minuman keras (miras).

Alasannya, selain merupakan bentuk kegiatan yang merusak moral, PT KAI sendiri juga tidak mau perjalanan kereta api terganggu oleh adanya bangunan-bangunan liar di dekat rel kereta api

“Enam meter dari as rel harus bersih dari apapun, agar perjalanan kereta api tidak terganggu. As rel itu tengah-tengah rel,” jelasnya.
Sedang jika posisi rel menikung, maka jarak pandang masinis 700 meter ke depan harus gamblang, tak boleh ada penghalang.

Seperti diberitakan, warga Nagori Bahlias kembali melakukan protes atas keberadaan lokalisasi prostitusi Pagok di Jalan Tepi Rel Kereta Api, Nagori Bahlias, Kecamatan Bandar, Simalungun. Menurut warga, khususnya komunitas ibu perwiritan, lokasi itu akan merusak karakter anak dan remaja.
Yayuk (34), warga Nagori Bahlias, Minggu (5/2) mengatakan, warga sekitar telah berulang kali mendatangi lokalisasi tersebut dan meminta pengelola menutupnya.

“Disinyalir lokasi itu tempat mesum yang dapat merusak remaja muda di sekitar sini. Apalagi lokasi itu sudah 10 tahun beroperasi dan banyak warga menilai pengelola banyak menyimpan PSK (Pekerja Seks Komersil),” sebutnya.

Dia menambahkan, pengusaha setempat sepertinya kebal hukum, sebab setiap warga melakukan aksi demo dan menutup paksa tempat tersebut, tak lama kemudian selalu beroprasi kembali. (sam)

Kasek SMAN 18 Medan Digoyang

Dituding tak Transparan Soal Keuangan

MEDAN-Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 18 Dra Hj Yurmaini Siregar Msi digoyang. Puluhan guru meminta untuk meletakkan jabatan. Mereka menilai kepala sekolah tidak transparan dalam menjalankan manajemen keuangan di sekolah negeri yang terletak di Jalan Wahidin Medan tersebut.
Selain itu kepala sekolah juga diduga melakukan pungutan liar kepada siswa dan guru.

“Kami akan adukan kepada Dinas Pendidikan Medan besok (hari ini, Red),” ungkap perwakilan para guru, LT Girsang dan Iba Sabirin yang ditemui wartawan di sekolah tersebut, Senin (6/2) siang.

Dijelaskannya, dugaan aliran keuangan yang bermasalah tersebut antara lain terkait pengeluaran uang Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sebesar Rp5 juta diduga fiktif.

“Kami juga menduga adanya ketidakjelasan besaran pengutipan pemberkasan sertifikasi terhadap para guru. Besarnya uang sertifikasi guru itu bervariasi, mulai dari Rp60 ribu per guru, hingga Rp250 ribu per guru pada tahun 2011 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, terkait penggunaan uang OSIS sebesar Rp10 ribu, kepada lebih kurang 560 siswa selama tujuh bulan.
“Kami menduga ada ketidakjelasan pengelolaan uang OSIS selama tujuh bulan dengan nilai Rp39.200.000. Karena sampai kini kami tidak pernah mendapat penjelasan rinci mengenai uang dimaksud,” timpal LT Girsang.

Guru juga meminta kejelasan uang komite sekolah yang tidak pernah mendapat penjelasan dari pihak sekolah.
“Bagaimana penggunaan dan berapa besar uang komite sekolah yang terkumpul, sama sekali tak pernah dijelaskan kepada para guru. Tak salah kalau kami menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan uang ini. Sebab, oknum kepsek ternyata merangkap jabatan sebagai bendahara komite sekolah,” ungkapnya.

Akibatnya, hubungan para guru dan oknum kepsek tak harmonis.

“Akibat penilaian yang subjektif program les tambahan yang tahun-tahun sebelumnya kerap diadakan terpaksa tahun ini tak digelar. Penyebabnya, karena kami (para guru) dinilai tidak disiplin dan kompeten,” tambah Iba Sabirin.

Menurutnya, les tambahan mendapat dana dari komite sekolah senilai Rp10 juta. Namun, karena les tambahan tak jadi digelar tahun 2012, maka dana tersebut dialihkan kepada kegiatan lain.

“Tapi, lagi-lagi kami tidak mendapat penjelasan rinci ke mana dan untuk apa dana les tambahan dari komite sekolah itu. Setahu kami les tambahan untuk para siswa didik itu dimaksudkan untuk menghadapi Ujian Nasional 2012,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA 18 Medan, Dra Hj Yurmaini Siregar MSi yang berupaya dikonfirmasi wartawan tak berhasilditemui.

Menurut salah satu wakil kepala sekolah dari tiga yang ada, yakni Drs Panggana Nasution, Yurmaini Siregar MSi sedang rapat.
“Silakan tunggu. Ibu Kepala Sekolah sedang rapat,” ucap Panggana Nasution sembari menanyakan apa keperluan dan maksud menemui kepala sekolah.
Ketika mengetahui maksud dan tujuan menemui Kepala Sekolah, Panggana Nasution langsung mempersilakan wartawan untuk ikut dalam rapat tersebut.
Namun, niat baik Panggana Nasution itu kurang mendapat respon dari sang kepala sekolah dan peserta rapat.

Terbukti, setelah menunggu  beberapa saat lamanya, rapat yang dipimpin Kepala Sekolah SMA 18 Medan dengan sejumlah pihak yang diduga merupakan unsur komite sekolah serta pihak terkait lainnya itu, tidak  memperbolehkan wartawan untuk masuk. (ari)

Dukung Tradisi Bersih dari Lingkungan Masing-masing

Kepling se-Kecamatan Medan Amplas Apresiasi Langkah Sumut Pos

Kepala Lingkungan (Kepling) se- Kecamatan Medan Amplas mendukung program lomba kebersihan di setiap lingkungan yang diprakarsai Harian Sumut Pos. Hal itu diungkapkan sejumlah Kepling saat berkunjung ke kantor Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena Medan, Senin (6/2). Kunjungan itu untuk membahas  rapat lomba tersebut.

Para Kepling itu masing-masing dari Kelurahan Amplas, Kelurahan Sitirejo Dua, Kelurahan Harjosari Satu, Kelurahan Bangun Mulia, Kelurahan Harjosari Dua dan Kelurahan Timbang  Deli.

“Kita sangat mengapresiasikan program kebersihan di setiap lingkungan yang dilakukan Sumut Pos. Kalau perlu, kita akan buat taman bacaan untuk Sumut Pos di daerah Kelurahan Harjosari II,” kata Drs H. Sabran, salah satu Kepling dari  Kelurahan Harjosari.

Soal taman bacaan, diharapkan warga sekitar mampu menambah wawasannya dengan membaca Harian Sumut Pos. “Kami berharap taman bacaan juga terwujud, hal itu juga memotivasi warga jika melakukan hal-hal terkait kegiatan lingkungan, seperti gotong royong dan sebagainya, kan bisa juga diliput oleh Sumut Pos,” sambunya.

Senada dengan Sabran, Agus Salim Kepling dari Kelurahan Amplas berharap even ini mampu membuat kesadaran warga akan kebersihan lingkungan terangkat. Tapi Agus juga berharap agar masyarakat sekitar sadar dan tidak sembarangan membuka usaha tapi mengabaikan kepentingan umum.
Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Pemimpin Perusahaan Harian Sumut Pos, Zulkilfli Tanjung dan Affan Bey Hutasuhut, Pemimpin Redaksi, Dame Ambarita, Wakil Pemimpin Redaksi Hirzan dan Redaktur Pelaksana, Ramadhan Batubara. Kata Zulkifili, program  kebersihan lingkungan ini akan dilaksanakan segera. Dan sebagai rasa terimakasih, masing-masing Kepling mendapat  langganan gratis Harian Sumut Pos.

“Jadi diharapkan para Kepling nanti paham dan bisa memonitor akan kondisi lingkungan masing-masing, dari berita yang diturunkan Sumut Pos,” kata Zulkifli.

Affan Bey Hutasuhut menambahkan, program kebersihan setiap lingkungan ini berawal dari program Pemko Medan  yang menargetkan kota ini  dari sampah.

“Dan tentu kita semua berharap menjaga kebersihan menjadi tradisi, bukan hanya karena ada even ini,” kata Affan.
Soal penilaian, Affan menjelaskan tim terdiri dari Kru Harian Sumut Pos, dan sejumlah pihak lainnya.

Puncaknya pada April nanti,  akan dilakukan gotong royong massal sembari memberikan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang berhasil membuat lingkungannya bersih.

Dame Ambarita  menambahkan, bila para Kepling yang ada di  Kecamatan Medan Amplas ingin melakukan gotong royong, boleh langsung menginformasinya ke Redaksi Sumut Pos secara langsung ataupun melalui surat.
“Nanti kita akan turunkan reporter untuk meliput kegiatan tersebut,” kata Dame. (omi)

Madonna Cedera, NY Giants Juara Super Bowl

PENAMPILAN apik Madonna di Super Bowl mengundang decak kagum. Tapi tahukah anda, jika untuk mendapatkan penampilan yang sempurna itu,  Madonna  sempat mengalami kecelakaan hingga cedera.

Tak hanya mengalami cedera hidung, Madonna juga mengalami cedera kaki yang mengharuskannya menjalani sesi terapi intensif. Menanggapi cederanya, Madonna justru sempat bercanda dan menyatakan bahwa dirinya bak  atlet football yang cedera seusai bertanding.

“Aku sudah menjalani banyak pemanasan dan rekaman. Sekarang aku merasa seperti pemain football dengan semua terapi yang harus kulakukan. Tapi hidungku sudah sembuh. Aku tak apa-apa,” terang Madonna pada reporter di Indianapolis, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Walaupun Madonna menyanyikan tiga lagu, paduan antara lagu lama dan barunya, penyanyi yang masih tampak cantik dan seksi walau sudah berusia 53 tahun ini  ternyata mampu mengejutkan dengan aksi panggungnya yang atraktif.

“Aku tak ingin merusak kejutannya. Aku ingin semua penonton terlompat dari tempat duduk mereka,” pungkasnya.
Sementara itu di ajang super bowl sendiri, New York Giants berhasil meraih dua gelar juara Super Bowl dalam empat tahun terakhir, setelah mengalahkan New England Patriots, 21-17.

AP melaporkan, quarterback Giants, Eli Manning, dan timnya berhasil mengungguli quarterback Patriots, Tom Brady, beserta skuadnya, pada menit-menit terakhir pada laga pengujung kompetisi National Football League tersebut.

Manning berhasil mempertahankan sembilan play, 88-yard drive, yang membawa Giants unggul. Kemenangan Giants ini, menurut Reuters, merupakan kelanjutan dari kesuksesan mereka di akhir musim, setelah nyaris kehilangan kesempatan maju ke babak playoff.
Pada laga terakhir di akhir musim, Giants berhasil menaklukkan Atlanta Falcons pada babak pembuka playoff. Juara Super Bowl Green Bay Packers pun takluk, hingga akhirnya melaju ke Super Bowl XLVI setelah mengalahkan San Francisco 49ers.

Laga Super Bowl XLVI merupakan pertandingan ulang dari Super Bowl pada tahun 2008, ketika Manning memimpin Giants untuk melampaui dan merusak musim kompetisi sempurna milik Patriots. (bbs/jpnn)