24 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 13967

DPD Siap Jadi yang Terdepan Cari Solusi Masalah Tanah di Sumut

MEDAN-Anggota DPD RI asal Sumatera Utara DR H Rahmat Shah menegaskan, sudah saatnya pemerintah serius menyelesaikan permasalahan pertanahan di Sumatera Utara. “Dibutuhkan konsentrasi ekstra serta transparansi dan kepedulian yang sungguh-sungguh dari semua intansi terkait dalam upaya penyelesaian konflik hingga tuntas segera,” ujar Rahmat Shah pada acara Rapat Koordinasi Mengenai masalah pertanahan di Aula Kamtibmas Mapoldasu , (16/01).

Rahmat juga menegaskan, pemerintah jangan sampai pilih kasih dalam menyelesaikan kasus tanah dan jangan sampai ingkar janji apalagi sampai pembohongan publik.

“Untuk itu DPD RI siap menjadi pihak terdepan dalam upaya solusi permasalahan yang ada. Terlebih, DPD RI telah membentuk Pansus untuk permasalahan agraria dan sumber daya alam di Indonesia,” tambah Rahmat di hadapan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, anggota DPR RI dan beberapa bupati dan walikota serta perwakilan masyarakat lainnya.

Menurut Rahmat, di antara pengingkaran janji yang pernah dilakukan BPN adalah ketika saat adanya kunjungan lapangan delegasi DPD RI sebanyak 11 orang ke Sumatera Utara dipimpin olehnya tahun lalu. Delegasi DPD RI selanjutnya mengadakan pertemuan dengan  seluruh jajaran BPN se-Sumut di kantor BPN Sumut.

Dalam pertemuan itu, kata Rahmat, BPN berjanji untuk segera menyelesaikan hingga tuntas konflik tanah di Sumut dalam waktu tertentu, termasuk berjanji menyelesaikan mapping/pemetaan areal eks HGU PTPN II. Namun kenyataannya, dari dua peta yang dijanjikan, satu lagi belum direalisasikan. “Itu hanya salah satu bentuk pelangaran komitmen yang ada di dalam pengelolaaan kasus pertanahan di Sumut. Belum lagi pelanggaran-pelanggaran lain yang bahkan dilakukan oleh pejabat setingkat menteri negara,” papar Rahmat.

Rahmat yang hadir dalam kapasitas sebagai anggota Komite I DPD RI yang bertugas menjadi solusi bagi masalah pertanahan, mengapresiasi pertemuan dan rapat koordinasi yang digagas bersama Kapoldasu.
Kata dia, secara bertahap, permasalahan pertanahan di Sumatera Utara dapat diselesaikan dengan tuntas dan menyeluruh. Untuk tahapan pertama, Rahmat meminta agar seluruh kasus dan konflik pertanahan yang telah mendapat kepastian hukum yang tetap dan inkrah agar segera diselesaikan proses serah terima dan penerbitan sertifikat maupun aktenya.
Rahmat bahkan mengingatkan bahwa pada saat Surat Keputusan mengenai lahan yang dikeluarkan dari perpanjangan HGU PTPN II seluas 5.873,06 Ha, tentunya, luasan lahan yang telah ditentukan tersebut merupakan ukuran yang jelas dan telah dimapping letak lokasinya karena didasarkan kepada data dan ukuran yang pasti.
Angka tersebut bukan berasal dari angka yang direka-reka ataupun fiktif. Karenanya, menjadi sebuah pertanyaan bagi publik, mengapa permasalahan letak dan ukuran saja tidak pernah tuntas hingga memakan waktu 10 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat yang merupakan anggota Komite I DPD RI mengingatkan kembali perjuangan permasalahan tanah di Sumut telah dibawa ke tingkat nasional. Misalnya kasus tanah Masyarakat Sari Rejo yang berjuang hingga ke Senayan Jakarta dan dengan difasilitasi Komite I DPD RI. “Dimana ditandatangani kesepakatan instansi terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam waktu dua bulan, namun hingga kini tidak juga tuntas,” bilang Rahmat lagi.
Rahmat menyesalkan rendahnya komitmen kebersamaan sesama pengelola negara di dalam proses pembangunan. Rahmat mencontohkan kasus rencana pembangunan Madrasah Bertaraf Internasional di kabupaten Serdang Bedagai.
Awalnya, sambung Rahmat, segala proses ke arah pembangunan tersebut tidak bermasalah terutama dalam hal lokasi karena tidak termasuk ke dalam areal lokasi yang diperpanjang HGU-nya. Belakangan ketika dana bantuan presiden sebesar Rp50 miliar yang diserahkan langsung dalam acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2009 di Bandung, untuk pembangunan madrasah tersebut, hendak direalisasikan pembangunannya.
“Nyatanya pembangunannya tidak dapat dilanjutkan karena adanya pernyataan BPN bahwa areal rencana lokasi madrasah masih termasuk ke dalam lokasi HGU PTPN. Ini menunjukkan bahwa untuk kepentingan atas nama negara melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Agama saja, BPN  tidak kooperatif,” tegas Rahmat.
Rahmat juga mencontohkan adanya sekelompok warga yang dipimpin seorang pendeta yang datang kepadanya dan mengadukan nasib penggusuran tanah mereka yang berstatus hak milik dan belum pernah bersengketa dan belum dibatalkan oleh BPN di Kota Medan. tanah tersebut dieksekusi oleh Pengadilan negeri sedang mereka tidak tersangkut dalam perkara tersebut.
Kenyataannya, di atas tanah tersebut berdiri sebuah sekolah yang dibantu sebesar Rp6 miliar oleh negara Korea.  “Hal ini sangat memperihatinkan karena saat dunia pendidikan kita masih dibantu negara luar pun, kita  masih mempersulitnya dan bahkan ingin menghancurkannya,” tegasnya.
Karenanya, Rahmat menegaskan  kini saatnya semua komponen daerah untuk fokus dan sungguh-sungguh menuntaskan permasalahan sengketa maupun konflik pertanahan yang ada di Sumatera Utara dengan niat yang tulus yang bukan didasarkan kepada kepentingan politik ataupun pencitraan untuk tujuan-tujuan tertentu.
“Kerja ini harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan segenap komponen masyarakat yang kompeten dan berwenang langsung agar hasilnya baik. Tentunya kita tidak ingin mengulangi cara lama yang keliru, yakni kita telah berkali-kali mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak, akan tetapi, jalan keluar dari permasalahan selalu terhambat dan yang dominan menghambat adalah BPN,” bilang Rahmat.
Di akhir pernyataannya Rahmat berpesan kepada seluruh komponen masyarakat untuk tidak mempergunakan cara-cara kekerasan dan anarkis dalam menyelesaikan masalah, dan kepada para mafia tanah agar sadar bahwa sekecil apapun. “Tanah adalah sumber kehidupan masyarakat kecil.  Jadi para mafia tanah jangan mengambil keuntungan di atas penderitaan masyarakat kecil,” harapnya. (*/ila)

Selundupkan Ganja ke Lapas Dibayar Rp10 Ribu

LUBUK PAKAM- Seorang narapidana (napi) kasus cabul Waldi (34), warga Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis, menyeludupan 350 gram ganja kering ke Lapas Kelas 2 B Lubuk Pakam, Selasa (17/1) malam pukul 19.30 WIB. Waldi merupakan napi yang sedang menjalani masa asimilasi menjelang pembebasan.

Malam itu, Waldi dipanggil RK (30), warga yang ingin membesuk tahanan bernama Muhammad Ilham Lubis alias Amat Bendang, tahanan perkara narkoba. Lantas, RK menitipkan bungkusan rokok tersebut agar diberikan kepada Muhammad Ilham Lubis sembari memberikan upah Rp10 ribu kepada Waldi.

Tanpa curiga, dia membawa bungkusan itu ke dalam lapas. Namun di pintu masuk, bungkusan itu diperiksa petugas. Namun, betapa terkejutnya dia ketika mengetahui ternyata bungkusan itu berisi paket ganja kering seberat 350 gram.

“Saya tidak tau apa isinya, tetapi ketika diraba bentuknya kotak rokok, saya langsung membawanya ke dalam,” jelasnya. Akibatnya, dia pun diringkus dan terpaksa berurusan lagi dengan polisi. Padahal, bapak dua anak ini sudah hampir menjalani seluruh masa hukumannya selama lima tahun.
Sementara Staf Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Hariono SH ketika dikonfirmasi, Rabu (18/1), mengaku sempat memergoki RK di samping lapangan badminton lapas, tengah menitipkan bungkusan plastik berwaarna hitam kepada Waldi. Menurutnya, saat itu RK datang bersama seorang wanita dan anak kecil mengendarai sepeda motor Supra.

Setelah menitipkan bungkusan plastik itu, RK langsung kabur. Kecurigaan petugas ditindaklanjuti dengan memeriksa isi bungkusan yang sudah berada di tangan Waldi. Setelah diperiksa, ternyata bungkusan itu berisikan paket ganja kering yang dikemas dalam 5 kotak rokok.

“Sore itu saya sebenarnya mau pulang ke rumah, namun melihat gelagat RK yang langsung kabur dengan sepeda motornya, setelah memberikan bungkusan plastik hitam, saya langsung kembali ke lapas dan memeriksa bungkusan itu. Ternyata, isinya ganja kering. Menurut Waldi, akan diserahkannya kepada salah seorang tahanan,” sebut Hariono.

Hingga kemarin, Waldi masih menjalani pemeriksaan di Sat Narkoba Polres Deliserdang, guna penyelidikan lebih lanjut.(btr)

Usai Mengadu ke Dewan, Karyawan Minimarket Dipolisikan

LUBUK PAKAM- Diduga karena mengadu ke Komisi B DPRD Deliserdang, dua karyawan minimarket di areal SPBU 14 205 1111 di Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam, dilaporkan ke polisi oleh Rudy, pemilik minimarket terkait dugaan penggelapan uang. Kemarin (18/1), keduanya menjalani pemeriksaan di Mapolres Deliserdang.

Pantauan wartawan koran ini di Mapolres Deliserdang, kedua karyawan tersebut yakni Adinda Sri Rezeki dan Lisnawati didampingi orangtuanya masih-masing tengah menjalani pemeriksaan. Kepada wartawan Sumut Pos, Syahrul (60), orangtua Adinda Sri Rezeki dan Surhaida orangtua Lisnawati mengaku terkejut setelah mengetahui anak mereka mendapat surat penetapan penahan No: SP.Kap/10/I/2012/Reskrim yang ditandatanggani Kasat Reskim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono SiK.

Syahrul yang berkerja sebagai penarik becak, terlihat gelisah karena anaknya mendapat surat penetapan penahan, bahkan takut anaknya ditahan polisi. “Anak saya di sana berkerja untuk cari uang. Bukan mencuri, seperti yang dilaporkan pemilik SPBU,” katanya. Dia juga mengaku tidak yakin atas tuduhan pemilik SPBU kepada anaknya.

Syahrul sangat yakin anaknya tidak berani melakukan penggelapan uang perusahan tempatnya berkerja. Soalnya, selama berkerja di sana, posisi sebagai kasir. Malah, anaknya itu kerap meminta uang kepadanya untuk ongkos. Bahkan selama bekerja, anaknya tidak memiliki benda berharga yang dapat dijadikan dasar dugaan pengelapan uang tersebut.

“HP anak saya saja merek Cina. Setiap bulan gajinya dipotong untuk menutupi kesalahan perhitungan penjualan di minimarket. Begini jadi orang kecil, menjadi makanan orang kaya,” ungkapnya.

Padahal, anaknya berkerja di minimarket itu untuk menambah perekonomi keluarganya yang tergolong prasejahtera. Tetapi anaknya malah dituduh melakukan tindakan pengelapan. Padahal setiap hari, bila terjadi pertukaran shift, selalu dilakukan pemeriksaan hasil penjualan. Bahkan barang-barang yang tidak laku di cek serta dibuat catatannya dan ditandatanggani bagian adminitrasi.

“Tapi kenapa anak kami dibuat seperti pencuri kelas kakap. Apa karena kami orang yang tidak punya, lantas diperlakukan sewenang wenang,” ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono SIk, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya melum dapat memastikan apakah kedua karyawan itu ditahan atau tidak. Tapi keduanya diperiksa terkait pengaduan pemilik SPBU dengan tuduhan penggelapan. “Terkait laporan Adinda dan Lisnawati, kepolisian telah memperiksa saksi,” katanya. Ketika ditanya, apakah Rudi pemilik SPBU telah diperiksa, AKP Anggoro Wicaksono SiK tidak menjawabnya.(btr)

Bocah SD Diperkosa Ayah Tiri

BINJAI- Perbuatan yang dilakukan Parimin (49), warga Jalan Dusun Mulyo, Kabupaten Langkat, benar-benar biadab. Pria bisu ini nekat memperkosa anak tirinnya, sebut saja Bunga (8). Perbuatan itu dilakuakannya sebanyak dua kali di rumahnya. Akibatnya, Parimin kini mendekam di tahanan Polres Binjai, Rabu (18/1).

Perbuatan bejat Parimin terbongkar setelah kelakuan bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 SD ini semakin lama semakin berubah. Bunga yang biasa riang, berubah menjadi anak pendiam. Melihat perubahan itu, keluarga mencoba mencari tahu penyebab perubahan Bunga.

Secara perlahan, keluarga mencoba mengorek keterangan dari bocah lugu ini. Bunga dengan tertunduk malu dan takut menceritakan kenyataan pahit yang dialaminya. Bunga mengaku telah dinodai Parimin ayah tirinya tersebut.

Hal itu dilakukan Parimin, pada November 2011 lalu. Saat itu, Bunga sedang tidur di rumah mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Binjai Utara. Saat Bunga tertidur, perlahan-lahan Parimin mendekatinnya dan langsung memeluk tubuh bocah ini. Tidak sampai di situ. Keadaan rumah yang sepi dan ibu Bunga yang tertidur pulas membuat Parimin leluasa menuntaskan hasratnya.

Parimin meraba dan menciuminnya. Alhasil, syahwat Parimin yang memuncak membuatnya melakukan perbuatan bejat tersebut. Ia ditiduri oleh ayah tiri sebanyak dua kali.

Mendengar peryataan dari Bunga. Seluruh hati kelurga Bunga, hancur lebur bak disambar petir di siang bolong. Mereka sedih melihat masa depan bocah ini direnggut oleh Parimin.

Tak berpikir panjang, keluarga Bunga langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Binjai. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengamankan Parimin dari rumahnya. Saat diamankan, Parimin tak melakukan perlawanan seidikitpun. Parimin langsung dijebloskan ke rumah tahanan Polres Binjai.
Nenek Bunga yang coba ditanya enggan memberikan keterangan. Ia hanya terdiam dan terlihat sedih. Tidak banyak kata yang diucapkan olehnya. Ia hanya mengatakan jika Parimin adalah ayah tiri Bunga. “Namanya anak kecil. Ia takut kalau kenapa-napa. Sampai saat ini ia masih trauma,” kata nenek yang enggan menyebutkan namannya ini dengan mata berkaca-kaaca.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ronni Bonnic SIK mengaku, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Kini Parimin, kita jebloskan ke rumah tahanan Polres Binjai. “Jika memang terbkti bersalah berdasarkan keterangan dan hasil hasil visum. Tersangka bisa kita jerat dengan pasal 81, 82, UU No 23 Tahun 2002, ancaman 15 tahun kurungan penjara,” tegas AKP Ronni Bonic. (dan)

Polisi Pastikan Bukan Sri Juanti

BINJAI- Polres Binjai hingga kini belum mampu mengungkap identitas mayat wanita hamil yang ditemukan di lahan perkebunan tebu Kampung Lama, Tanjung Anom, Tandem Hilir I, Hamparan Perak, Deliserdang. Bahkan, kecurigaan kalau mayat itu adalah Sri Juanti tak terbukti. Pasalnya, pihak keluarga Sri Juanti memastikan mayat itu bukan keluarga mereka.

Menurut Kasat reskrim Polres Binjai AKP Ronni Bonic menerangkan, mayat tersebut sangat jauh berbeda dengan ciri-ciri yang dimiliki Sri Juanti, yang dikabarkan hilang oleh keluarganya sejak enam bulan lalu.

“Kemarin kami menemui keluarganya (Sri Juanti, Red). Menurut keluarganya, Sri Juanti memiliki benjolan di betis bagian kanan. Setelah kita cek, tidak ada benjolan mapun bekas operasi di kaki mayat yang ditemukan itu,” ujar AKP Ronni Bonic.

Lebih jauh dikatakan AKP Ronni Bonic, perbedaan demi perbedaan sudah ditemukan. Mulai dari usia, hingga benjolan yang disampaikan oleh anggota keluarga. “Kita sudah dapat pastikan, kalau mayat itu bukan Sri Juanti. Meskipun begitu, kita tetap mencari tahu lebih lanjut, agar kepastian itu lebih akurat sesuai dengan fakta,” ucapnya.

Perbedaan lainnya, kata AKP Ronni Bonic, menurut keluarga dan foto, Sri Juanti terbilang berbadan tegap. Namun, mayat wanita yang ditemukan itu tidak sama dengan Sri Juanti. “Mayat yang ditemukan itu memiliki tinggi sekitar 150 Cm. Bahkan, celana mayat yang kita temukan, juga terlihat kecil, dan tidak sesuai dengan postur badan Sri Juanti. Sehingga, dari perbedaan itu sangat memungkinkan, kalau mayat itu bukan Sri Juanti,” jelas AKP Ronni Bonic.

Menyinggung masalah sidik jari Sri Juanti, guna menyamakan dengan sidik jari mayat wanita itu, AKP Ronni Bonic mengakui, kalau Sri Juanti tidak memiliki pertinggal sidik jari. “Bagaimana kita bilang ya, usaha itu sudah kita lakukan. Namun, Sri Juanti ini, menurut keluarganya tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Sehingga, untuk mencari sidik jarinya sulit dilakukan,” ungkapnya.

Karena mayat itu bukan Sri Juanti, lanjut Ronni, pihaknya akan terus berupaya mengungkap identitas korban. “Kita akan menggelar perkara agar dapat diekspos, dengan menyebutkan ciri-ciri tertentu dari mayat itu. Sehingga, dapat diketahui secara luas oleh kalangan masyarakat. Dan nantinya, masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, dapat mengetahui dan melapor ke Polres Binjai,” terangnya.

Untuk melakukan gelar perkara itu, lanjutnya, pihaknya terlebih dahulu menunggu hasil otopsi dari pihak RSU Pringadi Medan. “Yang jelas, sejauh ini mayat itu masih dalam indentifikasi. Jika sudah selesai, akan segera kita gelar untuk secepatnya menemukan keluarga. Hal itu kita lakukan, untuk mengetahui siapa pelaku dan motif pembunuhan tersebut,” ucapnya.(dan)

PSG Incar Torres

PARIS- Kekuatan uang Paris Saint Germain (PSG) membuat mereka leluasa membidik pemain bintang. Bukan hanya striker Manchester City Carlos Tevez saja yang diburu, ternyata striker Chelsea Fernando Torres juga siap ditawar.

Kebetulan, tactician anyar PSG Carlo Ancelotti kurang sreg dengan striker yang mereka miliki saat ini, yakni Kevin Gameiro, Mevlut Erding, dan Pegguy Luyindula. Mantan pelatih Chelsea dan AC Milan itu butuh tambahan striker.

Ketika menjalani debutnya di Ligue 1 Prancis melawan Toulouse (14/1), Ancelotti tidak memainkan para strikernya lebih mempercayakan lini depan kepada Jeremy Menez, Javier Pastore, dan Nene. Padahal, mereka bukan striker murni.

Nah, Ancelotti butuh seorang targetman. Dia menjelaskan, ada beberapa opsi yang dimiliki. Bahkan, dia sudah menjalin komunikasi dengan para agen pemain. Penawaran transfer bukan masalah bagi PSG yang dibeking Qatar Investment Authority (QIA).

“Ada banyak pilihan di bursa transfer tengah musim Januari. Anda menginginkan nama. Oke, sekarang saya katakan beberapa agen yang menawarkan pemainnya di pasaran, ini bisa resmi, bisa tidak. Mereka adalah Carlos Tevez, Fernando Torres, Dimitar Berbatov, Roman Pavlyuchenko, Edinson Cavani, dan Fernando Llorente,” kata Ancelotti, seperti dikutip Daily Mail.
Bahkan, Sportsmail mengklaim, Chelsea siap melego El Nino, julukan Torres.(ham/jpnn)

Nek Aisyah Tewas Mengenaskan

Kepala Koyak, Leher dan Tangan Nyaris Putus

LANGKAT- Siti Aisyah (56) warga Dusun III Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka bacok di beberapa bahagian tubuh, Rabu (18/1) siang.

Wanita yang hidup sendiri ini, ditemukan pertama kali oleh tetangganya, Yuni. Diduga, korban tewas dibunuh. Kecurigaan Yuni, karena Nek Siti sapaan akrab Siti Aisyah, tidak keluar-keluar dari rumahnya satu harian. Padahal, biasanya Nek Siti selalu keluar rumah untuk berbincang-bincang dengan jiran tetangga.

Merasa ada kejanggalan, Yuni yang juga tetangganya memeriksa rumah korban. Ketika itu, ia tersentak melihat Siti telah tewas terbaring bersimbah darah di dalam kamarnya.

“Waktu itu aku curiga, karena seharian Nek Siti tak keluar dari kamar rumahnya. Padahal tiap hari pagi-pagi, nenek ini pasti sudah keluar rumah. Tapi hari ini ia tak ada keluar. Saya curiga, makanya saya periksa kamarnya. Ternyata pintu tak dikunci. Saat masuk ke kamarnya, saya melihat ibu itu sudah tewas berlumuran darah,” kata Yuni.

Melihat itu, Yuni sontak menjerit dan melaporkan temuan itu ke warga sekitar. Oleh warga, kabar pembunuhan yang diduga kuat bermotif perampokan itu diteruskan ke polisi. Tak lama berselang, sepasukan polisi tiba di lokasi dan melakukan oleh TKP.
Anak angkat korban, Hendra Gunawan (30) yang ditemui kru koran ini mengaku yakin kalau ibu angkatnya itu jadi korban perampokan. Karena saat ditemukan, seisi kamar korban sudah acak-acakan, semua harta benda korban juga ikut dibawa kabur sama pelaku.

“Saat ditemukan, kondisi kepala korban terbelah sampai, leher nyaris putus hingga tengkuk terkoyak dan kedua tangan korban nyaris putus akibat sabetan senjata tajam,” kata Hendra.

Hendra yang ditemui di Puskesmas Besitang mengungkapkan kekesalannya kepada pelaku. Pasalnya, pelaku tega membunuh korban dengan cara sadis, padahal Nek Siti sudah tak berdaya.

“Dia (Nek Siti) sehari-harinya mengharapkan uang sewa dari tamu yang menginap di rumahnya. Karena di rumahnya dia menyediakan empat kamar ruang inap,” tambah Hendra.

Dia menambahakan, kecurigaannya terkait pembunuhan ibu angkatnya ini, tak lain tamu yang menginap di kamar rumah korban.

Dijelaskannya pula, dia mencurigai pelaku pembunuhan ibu angkatnya diduga tamu yang berpasangan di rumah korban. Pasalnya, di salah satu kamar, ditemukan cairan sperma di lantai kamar. Bahkan, handuk yang dipakai tamu tersebut ditemui bekas sperma yang kering,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Dr Fadlan ketika ditemui mengatakan, dibagian kepala mengalami luka koyak sehingga tampak isi otak, tengkuk koyak, leher nyaris putus serta kedua tangan korban nyaris putus akibat sabetan senjata tajam.Akibat bacokan tersebut, korban mengalami luka bacokan sanjata tajam dan mendapat jahitan berkisar 75 jahitan.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi S ketika  dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat (sms), Rabu (18/1) malam menjelaskan, hingga kini masih belum diketahui motif pembunuhan terhadap janda beranak tiga tersebut, karena sedang memeriksa beberapa saksi.

Berdasarkan informasi diperoleh, korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB setelah warga merasa curiga karena rumah korban masih terus terkunci siang itu.(mag-4/jok/smg)

RIM Andalkan Aplikasi OS7

MEDAN-Setelah sukses merebut pangsa pasar Smartphone jenis BlackBerry, kini RIM (Research In Motion) kembali menelurkan ‘Berry si Hitam’ dengan aplikasi OS (Operating System) 7. Hal ini terungkap saat perwakilan RIM Indonesia berkunjung ke GRHA XL Jalan Diponegoro No 5 Medan, Rabu (18/1) kemarin.

“Salah satu tujuan datangnya perwakilan RIM Indonesia ke XL Medan, disebabkan pengguna BlackBerry sebagaian besar adalah pelanggan XL,” kata Trainer BlackBerry RIM Indonesia Angga Kertanegara di depan hampir seluruh karyawan XL.

Dikatakannya, pengguna data yang lazim disebut  Mobile Data Service via jaringan telekomunikasi akan terus meningkat. Semakin tingginya permintaan pelanggan, semakin membuat RIM akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“RIM akan akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.  Apalagi saat ini XL telah mengeluarkan paket Rp49 untuk 3 bulan full service, pastinya pelanggan akan bertambah dan RIM juga akan memberikan layanan dan fitur-fitur  menarik minat pelanggan tesebut,” tambah Angga.
Angga juga menjelaskan, aplikasi dengan OS 7 ini sangat banyak keunggulannya dibandingkan pendahulunya. Mulai dari browser dengan versi terbaru yang mendukung akses internet lebih cepat. Setelah browser ada lagi fitur universal search, fitur ini sebelumnya digunakan untuk mencari konten kontak, gambar dan music dari homescreen. Dengan BlackBerry OS 7, fitur ini dilengkapi dengan kemampuan pencarian lewat suara.

Sementara, Manager Management Service XL Regional Sumatera Firman AJ menuturkan, tahun ini adalah tahunnya MDS (Mobile Data Service). Kedatangan perwakilan RIM Indonesia adalah salah satu bentuk sharing internal kepada karyawan untuk menegaskan bahwa tahun ini kita harus fokus terhadap MDS.  “Dengan adanya sharing session dengan RIM Indonesia ini, kita harapkan seluruh karyawan bisa menyampaikan pesan dari perusahaan bahwa XL adalah yang paling siap dalam jaringan data,” terangnya. (ila/rel)

Laga Tunda Catania-Roma 7 Februari

Pihak Lega Calcio akhirnya menetapkan jadwal laga antara Catania kontra AS Roma yang tertunda pada akhir pekan kemarin. Dua opsi tanggal diberikan.
Pertandingan antara Catania dengan Roma akhir pekan lalu terpaksa dihentikan di menit ke 65 akibat cuaca buruk. Ketika itu hujan deras mengguyur Stadio Angelo Massimino di sepanjang laga sehingga lapangan dipenuh genangan air dan membuat bola sulit dimainkan.

Dikutip dari FIFA.com, Rabu (16/1), setelah melakukan diskusi dengan pihak-pihak terkait, maka pihak Lega Calcio memutuskan untuk menggelar pertandingan lanjutan pada 7 Februari pukul 20.45 waktu setempat. Dengan catatan, Giallorossi, julukan Roma, sudah dipastikan tersingkir dari pentas Coppa Italia.

Pasalnya, partai semifinal Coppa Italia sendiri rencananya akan dilangsungkan pada 8 Fabruari dan 21 Maret mendatang.
Seandainya lolos ke semifinal Coppa Italia, maka Lega Calcio memberikan jadwal alternatif. 25 menit sisa pertandingan kontra Gli Elefanti, julukan Catania, bakal dilangsungkan 15 Januari .

Roma diketahui akan melakoni laga sengit dengan Juventus di perempatfinal Coppa Italia pada tengah pekan depan.(net/jpnn)

10 Ton Daging Sapi Ilegal Disita

TANJUNGBALAI-Sebanyak 10 ton daging sapi ilegal merek Allana asal India digerebek tim gabungan Bea Cukai, saat sandar di Tangkahan Pantai Perupuk Kecamatan Limapuluh, Batubara, Rabu (18/1) sekira pukul 00.10 WIB.

Daging yang dikemas dalam 426 kotak itu dari Malaysia dibawa KM Sumber Rezeki Jaya. Penggerebekan bermula ketika pihak Bea dan Cukai Teluk Nibung menerima informasi adanya pembongkaran daging sapi asal India yang dibawa KM Sumber Rezeki Jaya di Tangkahan Perupuk.
Mendapat informasi, pihak Bea dan Cukai Teluk Nibung berkoordinasi dengan tim untuk melakukan penangkapan di lokasi yang menjadi wilayah KPPBC tipe B Kuala Tanjung.

Tim gabungan terdiri dari KPPBC Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung, KPPBC Tipe B Kuala Tanjung, Karantina Tanjungbalai Asahan, Polres Asahan, Kodim 0208 Asahan, serta Batalyon 126 Kala Sakti menemukan aktivitas pembongkaran daging yang tidak dilengkapi surat izin.
Tim langsung melakuan penyitaan dan mengamankan daging di gudang Badan Karantina Hewan Deperteman Pertanian Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjungbalai Asahan, di Jalan Perintis Km 9 Asahan.

Selain menyita barang bukti, tim juga berhasil menangkap Kepala Kamar Mesin KM Sumber Rezeki Jaya Jean Millis sementara nakhoda serta anak buah kapal berhasil melarikan diri dalam penyergapan.

Jean Millis (34), warga Jalan Rukun Kelurahan Silau Bestari Tanjungbalai diboyong ke KPPBC Teluk Nibung untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan.
Kepala KPPBC Teluk Nibung, Rahmady Effendi Hutahaean ketika dikonfirmasi mengaku, daging sapi asal India diselundupkan dari Malaysia.
“Barang bukti 10.650 kilogram daging sapi beku dan satu awaknya diamankan. Dalam waktu dekat daging sapi akan dimusnahkan. Akibat pelanggaran ini negara mengalami kerugian sekitar Rp490 juta,” kata Hutahaean.

Diterangkannya, pelaku melanggar pasal 102 huruf a Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006, perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan, dengan ancaman pidana minimal 1 tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara serta denda minimal Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.(sht/ilu/spy/smg)