Home Blog Page 13969

Angker Lagi

Chelsea v Bolton

LONDON- Arsitek Chelsea Andre Villas-Boas mengakui jika markas mereka, Stamford Bridge tak lagi angker. Tim lain bisa dengan mudah menang di sana. Tapi menjamu Bolton Wanderes malam ini, Stamford Bridge sangat mungkin jadi angker lagi.

Kewajiban bagi pelatih yang dipanggil AVB itu adalah kemenangan. Tak lagi boleh ada kekalahan, apalagi di kandang sendiri. Posisinya kini sedang di ambang pemecatan. Hasil buruk di lima laga terakhir tentu bikin pemilik klub berang.
Di liga, laga terakhir kontra Manchester United berakhir 3-3, padahal sebelumnya sudah leading 3-0. Sialnya lagi, di FA Cup, mereka diimbangi tim divisi setingkat lebih rendah, Birmingham.

Bencana terbaru datang dari Liga Champions, ketika Lampard dkk harus pulang dengan perasaan pedih di dada. Bagaimana tidak, mereka kandas 3-1 di tangan Napoli.

Semua pihak yakin AVB bakal lepas jabatannya. Tapi berulang kali, Orang Portugal itu mengaku didukung oleh pemilik Roman Abramovic. Sialnya, beberapa pemain konon tak senang dengan taktik Boas. Perang terbuka sempat mengapung di ruang ganti.

Perseteruan itu dimulai oleh kritikan pedas bek kiri Ashley Cole. Cole bilang dia datang ke tim ini untuk gelar juara, tapi itu tak bisa terjadi lantaran taktik AVB. Tentu saja AVB pitam. Waktu melawan Napoli, Cole pun dicadangkan. Beruntung tak lama karena penggantinya, cedera dan dia akhirnya masuk. Tapi AVB tak akui adanya keretakan dengan Cole.
“Itu tidak benar. Jangan harap Anda melihat pemain bakal berjingkrak karena hal ini. Kebutuhan tim lebih penting dari individual,” kata AVB di Skysport.

Soal Lampard? Ya, kabarnya Frank Lampard juga tak terima kerap dicadangkan olehnya.  “Pada akhirnya Frank sadar bahwa itu keputusan manajer dan dia bisa menerimanya. Itu keputusan yang sulit, tapi kebutuhan tim lebih penting,” sambung mantan pelatih Porto itu.

Dari kubu Bolton, melawan Chelsea merupakan pekerjaan sulit. Di pertemuan awal musim lalu, mereka dilumat 1-5 di Reebok Stadium. Semi finalis FA Cup musim lalu itu kini juga sedang dalam posisi cukup mengenaskan. Terjerembab di zona degradasi, Bolton juga dipeningkan pemain cedera plus hengkangnya pemain kunci. Salah satu pemain kunci dimaksud tentu saja Gary Cahill. Bek satu ini hijrah ke Chelsea Januari lalu.

“Gary pemain luar biasa. Membiarkannya hengkang ke Chelsea adalah keputusan berat. Tapi tak ada keraguan, karirnya di Chelsea bakal bersinar,” kata Owen Coyle pelatih Bolton juga di Skysport.

Dirunut lebih jauh, hubungan Bolton dengan Chelsea juga cukup harmonis. Buktinya, Chelsea pernah berterimakasih besar karena striker muda mereka Daniel Sturridge, sempat dipinjamkan dan berhasil diciptakan menjadi striker bagus seperti sekarang.   (ful)

Kakak Kandung Wali Kota Diduga Terlibat

Dugaan Pemalsuan Buku LKS

BINJAI- Dugaan pemalsuan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dan tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yang diperuntukan untuk tingkat SMP sederajat, hingga kini masih menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Apalagi, oknum yang diduga memalsukan buku LKS itu disebut-sebut kakak kandung Wali Kota Binjai.

Indikasi keterlibatan kakak kandung Wali Kota Binjai ini diungkapkan seorang sumber yang sering mendapat proyek di lingkungan Pemko Binjai kepada wartawan koran ini, Senin (20/2). Menurutnya, oknum yang mengerjakan buku LKS itu memang tak lain adalah keluarga Wali Kota Binjai, yakni Hj Hidayati yang kini menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Binjai Selatan dan seorang keluarganya yang lain berinisial A yang kini bekerja di Satpol PP di Langkat.

Menurut sumber itu, untuk mencentak cover buku LKS tersebut, Hidayati meminjam CV milik seorang warga Medan bermarga Tampubolon. “Kalau saya tidak silap, nama CV yang dipakai kakak kandung Wali Kota Binjai itu CV Lit Terata. Dan seingat saya, CV itu milik orang Medan yang bermarga Tampubolon,” bebernya.

Pemilik CV tersebut, lanjutnya, kenal dengan keluarga Wali Kota Binjai yang bekerja sebagai Satpol PP Langkat itu. “Jadi, kakak kandung wali kota ini mengambil pekerjaan dari Binjai. Sementara, urusan cetak dibantu keluarganya yang di Langkat. Sebab, keluarga yang di Langkat inilah yang kenal dengan Tampubolon, pemilik CV tersebut,” jelasnya.

Tak sampai di situ, sumber ini juga mengungkapkan, semua proyek cetak mencetak buku atau kegiatan lainnya di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai, sudah diambil alih oleh kakak kandung Wali Kota Binjai serta keluarganya yang di Langkat tadi.

“Bagaimana saya bisa katakana seperti itu? Karena, adik kandung Wali Kota Binjai dan keluarganya yang di Langkat itu, setiap kali ingin mengambil pengerjaan, selalu membawa nama Wali Kota Binjai. Sehingga, Kadis P dan P serta pejabat lainnya di bidang pendidikan menjadi takut,” cetusnya, seraya menambahkan, keluarga Wali Kota yang berinisial A, tinggal di Belawan.

Kepala UPTD P dan P Binjai Selatan yang juga kakak kandung Wali Kota Binjai Hj Hidayati, saat dikonfirmasi membantah tudingan sumber tersebut. “Mana ada saya ikut membuat LKS itu, dan saya sama sekali tidak mengetahuinya,” tegas Hidayati saat ditemui di kantornya.

Bahkan, Hidayati menantang untuk ditemukan dengan orang yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pemalsuan buku LKS tersebut. “Yang jelas, saya tidak tahu soal buku LKS itu. Sudah ya, saya lagi sibuk,” ucapnya sambil memasuki mobilnya.

Namun sayangnya, belum diketahui berapa jumlah anggaran untuk mencentak cover buku LKS yang diduga dipalsukan serta memakai anggaran BOS itu.
Bahkan, Dusrin, saat kembali di konfirmasi terkait masalah ini mengatakan, kalau anggaran BOS 2012 belum ada masuk ke Dinas P dan P. “Saya belum tahu berapa besaran anggaran BOS 2012 ini. Soalnya, dalam daftar buku BOS tidak ada menyebutkan jumlah angka atau anggaran. Nanti baru bisa kita ketahui, setelah pihak sekolah membuat laporan ke Dinas P dan P. Tapi, sampai sekarang belum ada laporan. Kerana laporan BOS biasanya dilakukan per triwulan sekali,” terang Dusrin, seraya mengatakan, tidak tahu soal buku LKS tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD P dan P Binjai Selatan yang juga kakak kandung Wali Kota Binjai Hj Hidayati, saat dikonfirmasi membantah tudingan sumber tersebut. “Mana ada saya ikut membuat LKS itu, dan saya sama sekali tidak mengetahuinya,” tegas Hidayati saat ditemui di kantornya. Menurutnya, buku LKS tersebut tidak semua sekolah mengambil. Karena tidak dipaksakan.

Bahkan, Hidayati menantang untuk ditemukan dengan orang yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pemalsuan buku LKS tersebut. “Yang jelas, saya tidak tahu soal buku LKS itu, dimana CV yang mencetak, dan siapa keluarga saya yang bekerja sebagai Satpol PP Langkat itu. Kalau bisa, ketemukan saya dengan orang yang menyebutkan keterlibatan saya dalam pembuatan buku LKS itu. Sudah ya, saya lagi sibuk,” ucapnya sembari berlalu memasuki mobilnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Binjai, Arjuli Indrawan, saat kembali dikonfirmasi menegaskan pihaknya akan melakukan pemanggilan Senin depan. “Senin (27/2) mendatang akan kita panggil,” ujar Arjuli sembari menyuruh sekretarisnya membuat jadwal dan surat panggilan.(dan)

4.000 Murid SD Dipungli

Ikut Try Out UN Harus Bayar Rp10.000

HAMPARAN PERAK-Sedikitnya 4.000 murid kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Masing-masing dari mereka dipungut Rp10.000 agar bisa mengikuti try out ujian nasional (UN).

Tak pelak, kewajiban ini membuat wali murid berang. Suparmin (54) warga Klumpang, Hamparan Perak, tidak bisa menerima ketika anaknya harus membayar biaya sebesar itu. Apalagi, pengutipan dana try out UN untuk murid kelas 5 SD baru tahun ini terjadi. “Pada tahun lalu dana try out cuma untuk murid kelas 6 saja,” ucapnya.

Ayah tujuh anak ini mengaku heran dengan pungutan tersebut.”

Sebenarnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah ini memberatkan, meskipun dana itu nantinya dipotong dari anggaran dana BOS. Yang jadi pertanyaan kenapa murid kelas lima SD juga ikut dipungut,” terangnya.

Pantauan Sumut Pos di beberapa SD di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, soal pungutan tersebut ternyata bukan isapan jempol. Hal ini diakui oleh seorang kepala sekolah di kawasan itu yang berinisial SU. Katanya, pungutan liar itu karena ada tekanan dari Kantor Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan dan Pengajaran. “Tahun lalu try out UN hanya untuk murid kelas enam, tapi berdasarkan perintah Pak Zakaria di kantor dinas, tahun ini murid kelas 5 juga mesti dipungut biaya try out,” sebutnya.

Bahkan, dia mengatakan, pungutan itu dilakukan pada setiap triwulan. “Jadi dana try out UN itu nantinya dipotong dari anggaran BOS dan diserahkan ke kantor Cabdis P dan P Kecamatan Hamparan Perak,” cetusnya.

Zakaria, Seksi Sarana dan Prasarana di kantor Cabdis Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kecamatan.Hamparan Perak ketika dikonfirmasi terlihat gugup. Namun dia mengaku, pengutipan tersebut dilakukan atas perintah pimpinannya.”Saya cuma disuruh Pak Kacabdis untuk memberitahukan agar setiap sekolah membayar dana try out untuk kelas 5 dan 6 SD,” kataZakaria.

Menurut Zakaria, di Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang terdapat sekitar 4 ribu lebih murid SD dari 75 sekolah yang dipungut biaya try out UN dan dipotong dari anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). “Pengutipan dana try out kita lakukan per triwulan. Tapi tolonglah jangan dimuat beritanya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Cabdis P dan P Kecamatan Hamparan Perak, H Ishak Spd ketika ditemui di kantornya tak bersedia memberikan penjelasan. “Maaf saya lagi sibuk, nanti sajalah,” ucap Ishak sembari berlalu memacu kenderaan keluar dari kantornya.

Di tempat terpisah, Sekretasi Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga Pemkab Deliserdang, Jaswar S Pd MPd menyatakan tidak pernah mengintruksikan adanya kutipan Rp10 ribu kepada siswa SDN yang akan mengikuti try out. Try out dilakukan untuk menguji serta melatih kemampuan siswa menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian nasional. Memang, pendanaan try out dapat menggunakan dana bos. “Tapi, tidak dibolehkan mengutip uang dari siswa,” tegas Jaswar.

Jaswar mengakui informasi adanya kutipan dana kepada siswa SD di wilayah Kecamatan Hamparan Perak belum diketahuinya. Bahkan, informasi pertama kali didapatnya melalui Sumut Pos, ketika dikonfirmasi, melalui sambungan ponselnya, Kamis (23/2) sekitar pukul 19.00 WIB. Oleh karena itu, Jaswar akan mengecek informasi terkait langsung kepada Kepala cabang Dinas Hamparan Perak. “Sabar iya, saya akan cek kepada Kacapdisnya. Ini menyangkutkan nama Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Pemkab Deliserdang,” katanya. (mag-17/btr)

BBM Naik, BUMN Siapkan Bantuan Langsung

JAKARTA-Kenaikan harga BBM tinggal hanya menunggu waktu. Menteri ESDM Jero Wacik sampai harus menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan tersebut.

“Mohon maaf kepada rakyat Indonesia, (harga) BBM akan naik,” kata Jero di sela menghadiri pengarahan presiden dalam raker 2012 Kemenlu, kemarin.
Meski begitu, Jero belum bisa memastikan berapa kenaikan harga BBM. Begitu juga kapan mulai akan diberlakukan. “Kami tengah menghitung, jangan terburu-buru. Kami hitung yang terbaik untuk rakyat,” ujar mantan Menkop dan UKM itu.

Pemerintah, lanjut dia tetap akan memikirkan bantuan bagi masyarakat miskin akibat kenaikan harga BBM. Selain itu, langkah efisiensi juga akan ditempuh.

“Walaupun yang terjadi kantung kita mengempes, negara akan melakukan efisiensi. Ada beberapa yang kita tunda sehingga rakyat tidak terlalu berat,” urainya. Dia meminta publik menunggu hingga pembahasan APBN-P rampung dibahas bersama DPR.

Sementara itu, rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM subsidi menjadi perhatian serius Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk itu, BUMN pun akan dilibatkan secara aktif untuk meringankan beban masyarakat kecil atas kenaikan harga BBM tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, di tengah masyarakat Indonesia ada kelompok rakyat kecil yang sebenarnya juga tidak ingin jika harga BBM naik, namun mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersuara.”Karena itu, kita harus solider dengan saudara-saudara kita ini,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin.

Dahlan mengatakan, ketika nanti harga BBM dinaikkan, maka pemerintah sudah pasti melakukan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat kecil, misalnya melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagaimana yang dilakukan dulu. “Nah, kami di BUMN juga akan memberikan bantuan langsung, dananya akan diambil dana CSR (corporate social responsibilty),” katanya.

Seperti apa bentuk bantuan langsung tersebut? Menurut Dahlan, dirinya punya keinginan agar bantuan dari BUMN ke masyarakat kecil bisa disalurkan tidak dalam bentuk uang tunai. “Bisa saja melalui pasar murah, atau pemberian bantuan beras ke kampung-kampung nelayan yang membutuhkan,” sebutnya.

Lalu, berapakah dana yang disiapkan BUMN? Dahlan menyebut, selama ini setiap tahun BUMN sudah menyisihkan sebagian laba yang diperolehnya untuk CSR melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). “Tahun ini, datanya masih kami kumpulkan,” katanya.

Sebagai gambaran, pada tahun 2011, target dana PKBL yang dihimpun mencapai Rp3,01 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk Program Kemitraan sebesar Rp2,05 triliun dan Bina Lingkungan sebesar Rp965 miliar.

Dahlan menambahkan, jika dibutuhkan dana tambahan, maka BUMN punya potensi dari kelebihan setoran dividen. Sebagaimana diketahui, pada APBN 2012, BUMN ditargetkan menyetor Rp28 triliun. Namun, dengan kenaikan laba BUMN, maka potensi setoran dividen bisa mencapai Rp30 triliun.
“Nah, kalau dalam APBN-P 2012 nanti dividen BUMN dipatok tetap Rp28 triliun, maka BUMN punya room (ruang atau potensi, Red) untuk menggunakan kelebihan Rp2 triliun dalam program CSR,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik Saiful Mujani menilai, jika nantinya pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM, maka dampak politiknya akan dirasakan Partai Demokrat.

“Kenaikan BBM sangat berpengaruh negatif pada Demokrat. Jika kenaikan tidak disertai kompensasi yang besar, yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat, maka akan mempersulit Demokrat,” ujar Saiful Mujani di Jakarta, kemarin.

Hal senada disampaikan pengamat perminyakan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRES) Marwan Batubara.  Hanya saja, Marwan bisa memaklumi kenaikkan harga BBM, asalnya angka kenaikkannya masih diambang toleransi, yakni maksimal Rp1000.
“Sekitar 30 persen kebutuhan minyak kita dari impor. Jadi, ketika harga minyak dunia naik, maka akan lebih banyak lagi duit yang digunakan untuk impor,” ulasnya kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.  “Jadi kita maklum kalau minyak juga naik. Cuman, naiknya berapa?. Kalau naiknya tak logis, kita tolak!” tambahnya.

Tanggapan lebih menerucut dikemukakan Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi. Katanya, kenaikan BBM malah belum layak untuk Medan. “Karena dilihat dari sisi pendapatan eknomi dari segi upah masih tergolong rendah dengan daerah lain. Apakah Kota Medan siap dengan permasalahan yang akan mucul bila kenaikan harga BBM tidak sesuai dengan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Jumadi.

“Solusi harus segera diberikan untuk penghasilan masyarakatnya. Jadi masyarakat tidak hanya mengharapkan bantuan pemerintah saja,” tambahnya. (owi/fal/jpnn/sam/adl)

KPK Ngotot Tunda Pendaftaran Haji

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bergeming menyerukan moratorium (penundaan sementara) pendaftaran haji meski Menag Suryadharma Ali mengisaratkan akan mengabaikan usulan dari lembaga antikorupsi itu. Kini KPK pun meminta agar Kemenag bisa duduk bersama bersama KPK untuk memperbaiki persolan pendaftaran haji tersebut.

“Kami (KPK) meminta moratorium  tujuannya untuk mengadvokasi para calon jamaah haji yang lugu-lugu itu,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) Kamis (23/2). Menurutnya, KPK menemukan indikasi ketidaktransparan yang bisa berujung pada praktik tindak pidana korupsi.

Jadi kata dia salah satu jalan terbaik untuk menghindari proses penyelewengan ini adalah dengan jalan moratorium. Tapi KPK tidak begitu saja berniat menyetop pendaftaran haji untuk sementara. Busyro pun memberikan beberapa opsi tentang mekanisme moratorium pendaftaran haji. Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu memaparkan cara yang pertama adalah tetap menerima pendaftaran calon jamaah haji, tapi para calon tersebut tidak dipungut biaya. Yang kedua, boleh membuka pendaftaran jamaah haji dengan setoran awal asalkan manajerial pendaftaran sudah dibenahi transparansinya. Yaitu dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat atau praktisi yang kompeten dalam manajemen pendaftaran haji. “Jadi jangan semua yang mengurusi Kemenag, yang akhirnya ujung-ujungnya tidak transparan,” terang Busyro.

Busyro lantas menyindir agar Suryadharma Ali tidak hanya menolak, namun harus ada argumennya mengapa mereka menolak moratorium. Apalagi berdasarkan temuan KPK penyelenggaraan haji sangat tidak transparan.

Kata dia, argumen Kemenag bahwa bunga dari Biaya Pendaftaran Ibadah Haji (BPIH) dikembalikan lagi untuk peningkatan pelayanan calon haji, tidak dibenarkan Busyro. Sebab, kata dia lebih banyak bunga tersebut digunakan sebagai biaya operasional yang sebenarnya sudah dialokasikan dari dana APBN.

Apalagi, selama ini para calon jamaah haji tidak pernah diberi laporan secara rinci tentang penggunaan bunga dari setoran awal yang diserahkannya. Padahal,  apabila jamaah haji sudah membayar setoran awal Rp25 juta dan harus menunggu selama 11 tahun untuk berangkat haji, maka bunga yang dihasilkan bisa mencapai puluhan juta. Tapi nyatanya tidak pernah ada transparansi tentang penggunaan itu dan tahu-tahu bunga milik jamaah sudah habis dengan alasan untuk pelayanan. “Itu kan tida transparan,” imbuh Busyro.

Kata Busyo, bunga dari BPIH itu jumlahnya cukup luar biasa. Saat ini sudah ada 1,6 juta calon jamaah haji yang mendaftar dan masuk dalam daftar antrian. Dari jumalah jumlah tersebut Busyro memperkirakan total setoran dana awal mencapat Rp38 triliun. Jadi bunga mencapai Rp1,7 triliun. “Ini yang kami minta untuk ditransparansikan,” imbuhnya.

Namun saat ditanya berapa lama waktu yang ideal untuk moratorium, Busyro belum bisa menentukan. Mantan Ketua KPK pengganti Antasari Azhar itu pun mengaku masih membuka pintu dialog dengan Kemenag untuk membahas berapa lama waktu yang ideal untuk moratorium.

Wacana penghentian sementara atau moratorium pendaftaran haji sejatinya sudah rame, sebelum meledak dari ucapan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Beberapa bulan lalu, Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) sudah menyuarakan moratorium tersebut. Mereka berpendapat, pendaftaran haji lebih baik menggunakan siswa buka-tutup.

Ketua Umum PP IPHI Kurdi Mustafa di Jakarta kemarin (23/2) menuturkan, Kementerian Agama (Kemenag) terlalu mengada-ada jika sistem antrean disebut lebih baik ketimbang sistem buka-tutup. Dia mengakui, sebelum menggunakan sistem antrean, penyelenggaraan haji di negeri ini dilakukan dengan sistem buka-tutup.

Artinya, setiap tahun Kemenag hanya membuka pendaftaran jamaah sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi. “Dengan sistem ini, tidak ada antrean pendaftaran seperti saat ini,” kata dia. Kurdi mengaku miris melihat panjang antrean hingga hampir 12 tahun lamanya. Bisa-bisa ada jamaah yang lebih dulu meninggal, sebelum menunaikan ibadah haji. (kuh/wan/dyn/jpnn)

Filosofinya Adalah Keseimbangan

Lebih  Dekat dengan Seni Merangkai Bunga Ikebana

Seni merangkai bunga ala Jepang (Ikebana) semakin diminati kaum wanita. Selain sebuah seni, sekarang Ikebana juga sudah menjadi pekerjaan atau mata pencarian.

Meski  Ikebana adalah sebuah seni yang tidak mudah, tetapi bukan berarti  sulit untuk dipelajari. Dengan  waktu yang  relatif  singkat  memungkinkan siapa saja membuat rangkaian Ikebana yang indah. Kreatifitas yang tinggi  adalah  salah satu kunci keberhasilannya.

Pada masa kejayaannya, ilmu merangkain bunga ini sangat identik dengan wanita. Bahkan, dalam pembelajarannya, wanita yang melakukan Ikebana ini juga diajarkan cara bersikap. Misalnya, saat merangkai bunga sikap tangan dan cara duduk harus diperhatikan. Karena ilmu dasar untuk melakukan Ikebana adalah keseimbangan. “Filosofi dalam Ikebana adalah keseimbangan, karena kita memadukan alam dan jiwa saat merangkai bunga,” ujar Instruktur Ikebana Sakae Sitompul pada acara workshop Ikebana yang diselenggarakan oleh Konsulat Jepang di Wisma BII (22/7) .
Dikatakan Sakae, selain sikap yang harus dijaga, saat melakukan Ikebana, yang  juga harus diperhatikan adalah kualitas bunga. Karena itu usahakan untuk menggunakan bunga hidup. Bila harus menggunakan bunga  kering, cukup 20 persen saja.

Walau menggunakan bahan yang sederhana, tetapi dengan bunga segar, maka keindahannya akan tetap terlihat. “Bunga hidup lebih indah. Asal tetap disiram, bunga akan tetap terlihat indah, bahkan selama 7 hari,” ungkap Sakae yang bernama asli Sakae Kinoe.

Untuk melakukan seni merangkai bunga ini, terlebih dahulu siapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Seperti bunga, daun, pemanis, dan pot. Perlengkapan lain  seperti gunting, kaijen (ranting kering) dan oasis atau busa. Untuk menambah keindahan rangkaian, usahakan untuk membuatnya secara bertingkat. Dan jangan lupa, warna juga harus disesuaikan, setidaknya 1 tingkatan warna harus senada.

Busa diletakkan dalam pot, setelah itu letakkan bunga ataupun hiasan yang ukurannya paling tinggi, selanjutnya letakkan bunga yang memiliki tangkai. Nah, dalam tahap ini mulai perhatikan permainan warna. Usahakan juga, agar tinggi dalam tahap ini disesuaikan. Bila tangkai bunga lebih panjang dibandingkan dengan tangkai bunga lainnya, maka untuk yang panjang dapat ditusukkan lebih dalam pada oasis, atau dipotong dengan gunting agar mendapatkan tinggi yang sama. Tahap selanjutnya, letakkan ranting kering, agar terlihat lebih indah. “Saat meletakkan bunga ini, keseimbangan sangat dibutuhkan, agar bunga tidak tumpang tindih. Selain itu, semakin rapat rangkaian, akan terlihat semakin menarik. Asal ingat harus rapi,” tambah Sakae.
Menurut Sakae, ilmu merangkai bunga Ikebana dari Jepang ini sudah ada sejak 800 tahun yang lalu. Rangkai bunga Ikebana ini juga berbeda dari rangkai bunga asal Eropa. Paling mencolok dapat dilihat dari keterampilannya. “Sangat berbeda dari Eropa, kalau diperhatikan secara mendetail perbedaan terletak dari keterampilan terutama kerapian,” ujar Sakae. Bukan hanya dari daerah lain, antar perangkai bunga Ikebana juga memiliki perbedaan.

Bahkan, para Ikebana juga berbeda. Biasanya terlihat pada keseimbangannya,” tambah Sakae yang sudah mendalami Ikebana lebih dari 60 tahun.
Acara workshop Ikebana ini merupakan kerjasama antara Konjen Jepang dan para ibu dari Origami dari Binjai dan sebagian dari akademisi USU. Dalam sambutannya, Konjen Jepang untuk Medan, Yuji Hamada mengatakan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk menambah ikatan kebudayaan anatar dua negara, disadari bahwa Indonesia, Medan pada khususnya tidak terlalu mengetahui dan memahami kebudayaan Ikebana. “Ini untuk kebudayaan. Agar masyarakat lebih mengetahui dan menguasai Ikebana,” ujar Yuji Hamada. (ram)

Potongan Harga All Item di Rabbani Outlet

Tampil modis bagi wanita yang menggunakan jilbab untuk saat ini bukanlah menjadi hal yang sulit. Dengan perkembangan zaman, trend baju muslimah juga mengalami kemajuan, baik dalam hal mode hingga warna. Dan perkembangan inipun tidak menghilangkan nilai keislamannya.

Bagi para Ladies penggemar produk busana muslim Rabbani, ada penawaran menarik dari outlet yang terletak di Jalan Sisingamangaraja ini. Saat ini, hingga tanggal 29 Februari mendatang, Rabbani, menggelar promo potongan harga untuk semua item, termasuk untuk produk yang terbaru.
Untuk saat ini, baju Gamis, atau terusan ala pakaian Arab ini masih tren dikalangan kaum hawa. Dan tren terbaru yang dikeluarkan oleh Rabbani untuk memanjakan konsumennya adalah dengan mengeluarkan model seri gamis dengan corak yang manis dan sederhana.

Seperti Dresslim Hasna, gamis yang bersiluet lurus dengan cutting pada bagian kiri dan kanannya. Ditambahkan list vertical untuk menambahkan kesan langsing bagi pemakai dan juga dilengkapi dengan ban lepas pada bagian tengahnya untuk menambahkan kesan cantik bagi pemakainnya.
“Model ini memberikan kesan semi formal, maka bisa digunakan untuk menghadiri acara semi formal, maupun santai,” ujar Supervisor Rabbani yang terletak di jalan Sisingamangaraja Medan, Syarifah Hafizah.

Dresslim Hasna, terbuat dari jenis kain Kelly Crepe, dengan komposisi serat 100 persen polyster. Dengan komposisi ini kenyamanan menggunakan pakaian akan membuat sedikit lebih panas, tetapi tidak mudah kusut. Untuk pemeliharaan juga sangat mudah, karena bahan tidak mudah kusut, saat disetrika dengan panas skala rendah sampai dengan sedang bisa membuat bahan kain ini terlihat licin.

Selain gamis atau Dresslim Hasna, berbagai gamis dengan model terbaru juga tersedia. Seperti Dresslim Jaizah, Gio, dan Ramadhia. “Harganya juga cukup terjangkau, mulai dari Rp300 ribuan,” tambah Syarifah.

Selain gamis, potongan harga juga tersedia untuk penutup kepala atau jilbab. “Untuk program ini, potongan harga yang diberikan untuk penutup kepala hingga 50 persen, ini untuk program habis barang,” tambah Syarifah. (ram)

Sampah di Pinggiran Sungai Deli Mengganggu

MEDAN-Tumpukan sampah di pinggiran aliran Sungai Deli Jalan Pertempuran Lingkungan 7 Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat mengganggu warga. Selain bau tak sedap yang muncul dari tumpukan sampah, di pinggiran Sungai Deli itu seperti tampak tidak terurus.
“Hampir satu bulan sampah itu tidak pernah diangkut, selain baunya yang sangat menggangu, pinggiran sungai itu terlihat seram sekali seperti tak terurus,” kata Yanti warga setempat kepada kepada Sumut Pos, Kamis (23/2).

Menurut Yanti sampah-sampah itu sebenarnya buangan dari warga yang bukan tinggal di sekitar Sungai Deli itu. “Kalau warga lingkungan 7 di sini selalu membuang sampah pada tempatnya yang telah disediakan di sepanjang Jalan Pertempuran ini,” jelasnya.

Yanti mengaku sering memperingati warga yang kedapatan membuang sampah di pinggiran Sungai Deli itu. “Saya sering mempergoki warga yang membuang sampah di pinggiran sungai itu, saya memperingatinya dengan menyindirnya namun tak sadar juga,” akunya.
Yanti berharap Dinas Kebersihan Kota Medan segera membersihkan sampah yang ada di pinggiran Sungai Deli di Jalan Pertempuran itu, sekaligus menertib warga yang membuang sampah sembarangan.

Tidak cuma Yanti, Taufik warga setempat lainnya juga mengaku terganggu dengan tumpukan sampah di pinggiran Sungai Deli itu.
“Sangat bau lah bang tercium aroma sampah yang ada di bawah pinggiran Sungai Deli Jalan Pertempuran itu,” keluhnya.

Terkait sampah di pinggir Sungai Deli itu, Camat Medan Barat Syahrul Effendy Rambe, SSos  mengaku segera menertibkan warga yang sembarangan membuang sampah, seperti di pinggiran Sungai Deli. Selain itu pihaknya juga akan membersihkan sampah-sampah di sungai itu.
“Jujur saya katakana, kalau di Medan Barat hanya tumpukan sampah yang di pinggiran Sungai Deli itu yang masih bertumpukan, tapi kalau di tempat lainnya selalu diangkut,” aku Syahrul. (omi)

Barang-barang Mahal (BBM)

Oleh: Ramadhan Batubara
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Seandainya usulan pemerintah soal kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) menjadi nyata, apa yang terjadi pada Medan? Tentu jawaban yang keluar dari mulut warga sangat beragam. Intinya, warga cenderung pasrah karena keputusan sudah terbentuk.

Mereka pun akan mengetatkan ikat pinggang akibat harga lain juga ikutan naik. Warga lain yang lebih bijak pasti akan mencari penghasilan tambahan. Harus diakui, warga Indonesia secara umum cenderung kreatif dalam menyikapi keadaan. Bayangkan saja, sudah berapa kali harga BBM naik yang berimbas kenaikan harga sembilan bahan pokok. Ya, meski menimbulkan riak sosial, warga tetap bisa mengantisipasinya.

Mungkin karena itulah warga Indonesia bisa dikatakan paling hebat di dunia (tentunya menurut saya pribadi). Pasalnya, sebagai mahluk Tuhan, manusia adalah ciptaan-Nya yang paling hebat soal adaptasi. Contohnya, ketika dingin manusia mampu menciptakan jaket; ketika panas, manusia bisa menciptakan air conditioner. Dan, warga Indonesialah yang paling jago beradaptasi soal kenaikan harga. Misalnya, ketika miskin kan bisa mengemis; ketika kekurangan gaji kan bisa korupsi.

Medan lebih khusus lagi. Dengan paham ‘Ini Medan Bung’ warga Medan lebih khas. Dengan kata lain, Medan tak mau ribut-ribut dan mencari muslihat. Medan malah terkesan membiarkan sikap pemerintah pusat dalam membuat kebijakan. Mau naik harga BBM, mau naik harga listrik, Medan tetap saja menjadi korban. Jadi, sebagai korban, kenapa harus meributi kebijakan itu. Yang penting, hidup terus berjalan dan kebutuhan tetap terpenuhi. Masalah bagaimana meraih kebutuhan itu, kan terserah warga Medan; Ini Medan Bung!

Tapi, ketika pertanyaan tadi diulangi dengan pertanyaan, setuju atau tidak harga BBM naik? Maka, jawabannya pasti serentak: TIDAK! Dan, warga Medan yang paling keras bersuara. Kenapa? Ya, ketika dilibatkan, maka Medan harus paling berperan.

Tapi sudahlah, soal BBM memang bukan sekadar untuk warga Medan; ini soal manusia Indonesia secara utuh. Sebagai manusia pemegang unsur adaptasi paling hebat terkait kenaikan harga (sekali lagi ini menurut saya pribadi), warga Indonesia memang terus diuji. Pemerintah pun seperti tidak jemu-jemu menguji warganya. Ya, seperti tidak percaya kalau warga Indonesia itu hebat beradaptasi hingga harus diuji berulang-ulang.

Yang terbaru adalah soal usulan pemerintah tadi. Atas nama kenaikan harga minyak dunia, warga Indonesia pun kena imbas. Hal ini cukup lucu. Apalagi, pemerintah terus berlindung dari subsidi yang membengkak. Alasannya lagi, subsidi BBM itu kan bisa digunakan di bidang lain, misalnya pelayanan masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan. Pertanyaannya, apakah harga murah tidak bisa dikatakan sebagai pelayanan? Apakah tingginya harga BBM tidak membuat biaya pengobatan membengkak? Ingat, untuk berobat kan tidak sekadar ongkos dokter dan obat. Seorang pasien harus membeli BBM untuk kendaraannya. Kalau dia naik angkot, ongkos angkot juga dipastikan akan naik seiring kenaikan harga BBM. Lalu, setelah mendapat obat, seorang pasien juga harus makan. Nah, sembako melambung akibat harga BBM naik. Nah, cobahlah hitung pengeluaran tersebut ditambah dengan ongkos dokter dan obat-obatan.

Selain itu, atas nama harga minyak dunia juga bisa dipertanyakan. Bukan masalah konflik yang menyebabkan minyak dunia melonjak, tapi lebih mengarah pada acuan pemerintah. Ya, harga disesuaikan dengan harga dunia, tapi gaji atau honor pekerja malah lokal. Lucu kan?

Karena itulah, pemerintah tampaknya sadar bahwa keputusan menaikkan harga BBM bukanlah keputusan yang populer. Tapi bagaimana lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhono pun seakan menyerah. “Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat,” begitu SBY beberapa hari lalu.

Begitulah, mau apa lagi. Kalau kata orang Medan,” Naikkan aja, tak masalahnya itu.” (*)

Pencatat Meteran Rugikan Pelanggan

08576168xxx

Tukang catat meteran PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan mengamuk kepada pelanggan dikarenakan tidak senang kepada pelanggan yang melaporkan pencatatan yang tidak sesuai dengan angka sebenarnya di meteran sehingga merugikan pelanggan. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu (22/2) pukul 11.30 Wib di Jalan Meteorologi Raya Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung. Pelanggan merasa kecewa dengan kinerja pencatat meter tersebut dan meminta agar oknum tersebut meminta maaf kepada pelanggan yang telah dirugikannya. Kalau tidak, lebih baik oknum tersebut dipecat saja karena menciderai citra PDAM Tirtanadi.  Sumut Pos mohon dibijaksanai, terima kasih.

Segera Kami Cek ke Lapangan

Terima kasih atas informasinya, kami akan segera mengecek kebenaran insiden tersebut dan apabila ditemukan tindakan pegawai yang tidak patut akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Tingkatkan Pengawasan Internal

Tentu hal ini sangat memprihatinkan. PDAM Tirtanadi harus meningkatkan pengawasan internalnya khususnya yang bersentuhan langsung dengan pelanggan. Salah satunya pencatat meteran seperti yang dilaporkan warga melalui pesan singkat ini. Untuk itu perlu dicek kebenarannya dan sanksi yang tegas harus diberikan sebagai efek jera bagi pegawai lainnya. Begitu juga, warga hendaknya turut aktif menjaga fasilitas yang ada untuk kenyamanan bersama. Terima kasih

Meilizar Latief
Anggota Komisi C DPRD Sumut