Home Blog Page 13968

Adakan Pendidikan Lingkungan dan Energi Baru Terbarukan

SHARP HISTORIA Road Show akan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengusung tema pendidikan lingkungan dan energi baru terbarukan, ‘School Visit – Early Education on Environment and Renewable Energy. Hal itu dikatakan PR & CSR Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, Jumat (24/2).

Menurutnya, Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di tiap kota untuk mengadakan kegiatan pendidikan dini mengenai lingkungan dan energi baru terbarukan. Di Kota Medan, SHARP akan mengadakan kegiatan CSR tersebut dengan mengunjungi sekolah SD Kristen Methodist 1 di Jalan Hang Tuah No. 4 Medan.
“Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami kondisi bumi yang semakin tua dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global dengan melakukan kegiatan yang bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan CSR ini merupakan kontribusi SEID terhadap lingkungan dan masyarakat di Indonesia. SEID senantiasa melakukan kegiatan CSR yang berkaitan dengan pelestarian dan pendidikan mengenai lingkungan.
“Kegiatan bersama anak-anak usia sekolah bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar sedari dini dan menjadi pembekalan di masa depan mereka,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada program CSR yang dilakukan oleh SHARP HISTORIA road show kali ini, SEID mengangkat tema lingkungan dan energi baru terbarukan karena kepedulian SEID terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Dampak dari pemanasan global sudah dapat dirasakan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Dengan program ini, SEID ingin mengajak anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus agar dapat menjaga lingkungan sekitar sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak pemanasan global.

“Di setiap sekolah, SEID akan memberikan pemahaman akan besarnya dampak pemanasan global bagi kelangsungan mahkluk hidup di bumi, lalu merangsang anak-anak agar dapat berfikir dan melakukan suatu tindakan positif untuk mengurangi dampak pemanasan global dan menciptakan suatu ide akan penghasil energi alternatif di masa yang akan datang,” jelasnya.

Lanjutnya, SEID juga menyumbangkan alat-alat kebersihan, produk kesehatan PCI Generator dan alat biopori untuk setiap sekolah yang dikunjungi, SEID mensosialisasikan kegiatan pembuatan lubang biopori yang salah satu fungsinya yaitu untuk menghindari krisis air di musim kemarau, karena air hujan akan mudah diserap oleh tanah.
Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat tergerak untuk melakukan suatu gerakan yang mampu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.(mag-11)

Bukan United

Mancyty vs Blackburn

MANCHESTER-Pelan tapi pasti Blackburn Rovers yang pernah berada di dasar klasemen kini telah keluar dari zona terlarang itu. Saat ini tim besutan Steve Keane itu berada di peringkat ke-17 dengan poin 21, atau setara dengan raihan Wolves yang setingkat di bawah mereka.

Jika dibanduingkan dengan tim berperingkat ke-19 dan 20 yang diisi Bolton dan Wigan, maka The Rovers hanya unggul satu poin dan dua poin atas pesaingnuya tadi.

Artinya, jika tak waspada, maka tak tertutup kemungkinan bagi The Rovers untuk kembali berkubang di zona merah. Terlebih lawan yang akan di hadapi anak asuh Steve Keane di City of Mabnchester malam ini adalah pemuncak klasemen Manchester City.

Fakta membuktikan jika dalam delapan pertemuan terakhir tak sekalipun The Rovers mampu mengalahkan The Citizens. Terakhir kali Rovers mengalahkan City adalah pada 2 September 2007. Saat itu Blackburn yang bertindak sebagai tuan rumah menang dengan skor 1-0.

“Kami telah keluar dari zona degradasi dan kami ingin terus meningkat. Saat ini suasana di kamar ganti sangat bergairah menatap semua pertandingan,” bilang Steve Keane, tactician Blackburn Rovers.

Tersirat jika Keane ingin mengulangi kemAenangan atas tim asal Kota Manchester  lainnya di awal tahun. Saat itu Manchester United yang menempati puncak klasemen justru dipermalukan Rovers dengan skor 2-3 di Old Trafford.
Sayangnya, suasana tak kalah bergairah juga menyelimuti kubu The Citizens. Apalagi saat ini tersiar kabar jika Roberto Mancini, tactician Manchester City bakal memainkan Carlos Tevez.

“Tidak ada orang di sini yang melihat Carlos sebagai gangguan. Jika kami semua bisa berkumpul dan mendorong ke arah yang sama, saya yakin itu positif untuk klub,” kata Lescott seperti dilansir The Guardian.

Lescott juga tak melupakan jasa yang telah diberikan Tevez sejak pemain asal Argentina tersebut bergabung ke Etihad Stadium dari Manchester United pada tahun 2009. Tevez juga telah menyumbang 52 gol dari 91 penampilannya bersama The Citizens. “Anda harus menghargai apa yang telah dilakukan Carlos” terangnya.

Sebagai refrensi, Manchester City telah 51 kali menjamu Blackburn. Dari pertemuan itu Manchester City 21 kali menang, 13 kali kalah dan 17 kali bermain imbang. Lantas, siapa yang akan menjadi pemenang kali ini? (jun)

Lolos Kasus Perdata, Dijerat Kasus Pencurian

MEDAN- Nasib naas dialami Amir Tarigan (49), warga Dusun VI Tembangen, Desa Periaria, Kecamatan Birubiru. Setahun lalu dia dilaporkan ke Mapolres Deli Serdang atas penyerobotan lahan milik orang lain. Karena tak cukup bukti, Amir pun bebas.

Tetapi awal September 2011 lalu, dia kembali di laporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di lahan yang di sengketakan tersebut.

Seperti yang disampaikan Muhamad Hamid Sebayang (48), warga Bingkatan, Kecamatan Pegajahan, Serdang Bedagai, yang merupakan sepupu Amir saat mendatangi Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Medan Amplas, kantor Posmetro Medan (Grup Sumut Pos), Jumat (24/02) sore.

Menurut Hamid, Amir dilaporkan Udin Tarigan ke Mapolsek Birubiru dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di ladang almarhum kakek mereka. Padahal menurut Hamid, ladang tersebut adalah milik kakek mereka yang belum dihibahkan.

Karena merasa ada yang aneh dengan status yang di tetapkan kepada Amir, Hamid pun langsung mendatangi Polsek Birubiru, namun dia malah diarahkan ke Kejaksaan Negeri Pancurbatu.
Di sana, Hamid pun menemukan kejanggalan lagi, karena saat penyerahan tersangka, ternyata kepolisian membohongi Amir. Saat itu dia diajak Juper dengan alasan ada keperluan ke Pancurbatu. Sesampainya di Kejaksaan dia langsung ditahan.

“Udin dan Amir itu masih saudaraku, karena mereka berdua anak bibikku, dan tempat tumbuhnya pohon jengkol itu di ladang kakek kami yang bernama Jering Sebayang. Aku tak menyangka Udin tega melaporkan Amir yang juga sepupunya gara-gara tanah warisan kakek kami,” jelas Hamid.(roy/smg)

Kalau Sudah Berani Colek, Barulah Marah

Mereka yang Berprofesi Sebagai SPG

Perempuan dianggap memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia bisnis. Untuk itulah keberadaan Sales Promotion Girl atau yang biasa disebut SPG memiliki peranan penting.

Dalam perusahaan, kecantikan para wanita ini dijadikan ujung tombak untuk mempromosikan produk yang dipasarkan. Dengan berpenampilan menarik, para SPG juga dituntut untuk menguasai materi produk.

Namun, kehidupan SPG masih sering dinilai negatif oleh sebagian orang.  Dengan kostum yang serba mini serta penampilan seksi,  tak jarang mereka juga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari para customer pria.

Seperti yang diakui tiga SPG cantik ini. Mereka adalah Natalie Queen, Putri dan Caroline Cazon. Ketiga SPG asal Jakarta ini baru beberapa bulan menetap di Kota Medan. Bersama sekitar 30 wanita cantik lainnya yang juga bekerja sebagai SPG, agency telah menyediakan mess dikawasan Jalan Pringgan Medan sebagai tempat tinggal.

“Namanya pekerjaan ya semua ada resikonya. Memang sih selama kita kerja, digangguin para cowok udah biasa. Ada yang minta nomor telpon lah, ada yang ngajak foto bareng, ada juga yang ngajak janjian, banyaklah. Memang nyebelin, tapi mau gimana lagi, namanya kita kerja, harus propesional.

Tergantung kita sendiri bagaimana menghadapi mereka,” ujar Natalie Queen wanita kelahiran 27 November 1991 ini saat ditemui pada acara Seperti yang terlihat saat pameran komputer di Medan International Convention Center (MICC). Wanita asal Jawa Barat ini mengaku sudah satu tahun menggeluti profesi sebagai SPG.

Berawal dari ajakan teman dan sebagai pengisi waktu luang. “Saat ini aku belum kuliah, aku pikir lebih baik nyari uang dulu. Keluarga dan pacar juga nggak ada masalah dengan pekerjaanku. Mereka mendukung selama itu masih wajar dan aku bisa jaga diri. Memang semua orang pasti ingin mendapat pekerjaan yang lebih baik, tapi saat ini aku masih nyaman dengan kerja ku,” ucapnya.

Lain hal nya dengan Putri, wanita kelahiran 28 Juli 1992 ini mengawali pekerjaannya sebagai modelling. Karena ajakan dari sebuah agency, lalu Putri beralih sebagai SPG. “Kalau didunia modelling sejak tahun 2009 lalu. Dulu aku sempat kuliah, tapi menurutku lebih enak kerja dulu. Pernah juga jadi SPG di salah satu perusahaan rokok.

Memang sih, pekerjaan seperti ini banyak resikonya, banyak pandangan negatif yang kita alami. Para customer terutama yang pria juga suka gangguin. Kita nggak begitu tanggapin mereka, tapi kalau udah berani colek-colek, baru kita marah,” terangnya.

Menurutnya, kostum seksi yang biasanya dikenakan para SPG sudah disediakan dari perusahaan. “Memang pakaianya udah disiapin perusahaan. Risih juga, apalagi kalau pakaiannya terlalu terbuka. Tapi itu juga tergantung produk nya. Semua pekerjaan pasti ada resiko. Aku senang dengan pekerjaanku, apalagi bisa sekalian nambah teman,”tuturnya.

Sementara Caroline Cazon menambahkan pekerjaan yang digelutinya saat ini hanya untuk sementara. “Pengen ngumpulin uang dulu untuk keluarga. Selama uang yang kita peroleh halal, menurutku nggak jadi masalah.

Namanya juga cari uang. Kalau aku sih masih baru juga jadi SPG. Aku lebih milih nggak dikontrak, karena kalau pekerjaan yang namanya dikontrak banyak nggak enaknya alias ribet,” beber wanita kelahiran 12 Juli 1992 ini. (mag-11)

Optimisme Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015

Sejak ditetapkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI sebagai pemegang kebijakan nasional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaksanaannya.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendorong pelaksanaan K3 antara lain kampanye, seminar, lokakarya, konvensi, pembinaan dan peningkatan kompetensi personil K3, pembentukan dan pemberdayaan lembaga-lembaga K3, baik tingkat nasional sampai dengan tingkat perusahaan, pemberian penghargaan K3, dan perbaikan-perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan. Namun hasilnya hingga saat ini belum optimal.

Hal ini ditandai dengan adanya kasus-kasus kecelakaan kerja di tempat kerja yang berakibat fatal sehingga menimbulkan kerugian moril dan materil serta pencemaran lingkungan yang dampaknya sangat besar bagi tenaga kerja, pengusaha, maupun pemerintah.

Secara keseluruhan berbagai kerugian tersebut akan mempengaruhi pula tingkat produktivitas, kesejahteraan masyarakat bahkan dapat menurunkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang akhirnya akan berpengaruh terhadap daya saing dalam era globalisasi.

Disadari bahwa pelaksanaan K3 tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak, khususnya masyarakat industri. Dengan demikian, semua pihak terkait berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus-menerus dan berkesinambungan serta menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Agar pelaksanaan K3 dapat mencapai hasil yang optimal harus didukung oleh sumber daya manusia di bidang K3 yang berkualitas.

Guna mendukung terlaksananya K3 di Indonesia secara seragam dan serentak dalam rangka menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja, pengoperasian peralatan produksi secara aman dan efisien serta memperlancar proses produksi, maka sangatlah strategis bilamana dalam bulan K3 ini seluruh masyarakat untuk diberdayakan.

Filosofi dasar dari K3 adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya, melalui upaya-upaya pengendalian semua bentuk potensi bahaya yang ada di lingkungan tempat kerjanya. Apabila semua potensi bahaya telah dikendalikan dan memenuhi batas standar aman, maka akan memberikan kontribusi terciptanya kondisi lingkungan kerja yang aman, sehat dan proses produksi menjadi lancar, yang pada akhirnya akan dapat menekan risiko kerugian dan berdampak terhadap peningkatan produktivitas.

Mengingat bahwa pelaksanaan K3 dan pengembangannya dalam mewujudkan budaya K3, tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. Muhaimin Iskandar, M.Si selaku Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrari RI yang telah menghimbau, mengajak, dan mendorong agar Kementerian di semua sektor, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, organisasi profesi, pimpinan perusahaan, pekerja, masyarakat dan lain-lain melakukan upaya konkrit pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing, sehingga pelaksanaan K3 menjadi gerakan seluruh bangsa Indonesia guna merupkan upaya mendukung tercapainya Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015.

Menakertrans, Muhaimin Iskandar telah berupaya nyata yakni dengan memberikan apresiasi terhadap kesadaran pengusaha dan pekerja yang sudah menerapkan norma-norma K3 di lingkungan kerja yang  tercatat semakin meningkat pada tahun 2011 lalu. Setidaknya, hal ini tergambar dari jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil dan penghargaan  Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang setiap tahun diberikan oleh Kemenakertrans.

Berdasarkan data yang dikutip dari situs resmi Kemenakertrans, pada tahun 2011 lalu, jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil tercatat sebanyak 512 perusahaan. Hal ini meningkat dibandingkan tahun 2010 yang sebanyak 486 perusahaan dan 287 perusahaan pada tahun 2009.

Sementara itu, jumlah perusahaan yang meraih penghargaan SMK3 tahun 2011 mencapai 238 perusahaan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2010 sebanyak 180 perusahaan dan tahun 2009 sebanyak 150 perusahaan. Pemerintah senantiasa melakukan upaya sosialisasi, bimbingan teknis dan pengawasan ketat bagi penerapan norma-norma K3 di lingkungan kerja. Namun tetap saja dalam penerapannya dibutuhkan kerjasama antara pihak pengusaha/ manajemen dan pekerja.

Peningkatan jumlah perusahaan yang menerima penghargaan kecelakaan nihil dan SMK3 tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan sosialisasi dalam upaya mewujudkan tekad  Indonesia Berbudaya K3 pada tahun 2015. Selain itu penghargaan pemerintah akan dapat memberikan motivasi perusahaan-perusahaan di Indonesia agar meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan K3 di tempatnya masing-masing
Apakah di tahun 2012 ini, lebih banyak lagi perusahaan yang mendapat penghargaan kecelakaan nihil dan penghargaan Sistem Manajemen K3? Semoga saja begitu, karena program pemerintah untuk mengupayakan tercapainya Indonesia berbudaya K3 pada tahun 2015 tampaknya begitu serius dan memiliki komitmen yang tinggi dalam setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah.

Mari kita dukung terus pemerintah untuk menyukseskan Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015, sehingga masyarakat Indonesia nantinya memiliki ciri berbudaya K3 yakni dengan memiliki keinginan dan motivasi yang kuat untuk selalu melaksanakan K3, mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kemauan beraktivitas secara selamat dan sehat, selalu peduli terhadap K3 di lingkungannya serta bertanggung jawab atas pelaksanaan K3. Dengan demikian cita-cita Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 dapat tercapai dengan optimal. Semoga! (**)

Penulis adalah Dosen STIKes Medistra Lubuk Pakam dan Mahasiswa S2 IKM USU Minat Studi Kesehatan Kerja

Empat Kali Kabur, Sering Ngamen di Lampu Merah

Trauma Disiksa Ibu Tiri, Remaja 12 Tahun Menghilang

Diduga trauma disiksa ibu tiri, Muhammad Sabda Lubis (12), kabur dari rumahnya sejak setahun lalu. Hal ini diungkapkan Nety (30), sepupu Sabda saat ditemui wartawan Posmetro Medan (grup Sumut Pos) di rumahnya, Jalan Tanjung Raya, Gang Kapuk, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Jumat (24/2).

Menurut Nety, sejak tahun 2000 ibu kandung Sabda bernama Lilis Heriawaty telah bekerja di Malaysia. Kepergian Lilis ke Malaysia meninggalkan lima anaknya termasuk Sabda bersama Nety. Nah, sejak Lilis berada di Malaysia, ternyata ayah kandung Sabda bernama Herman Lubis menikah lagi dengan Nursiah, janda beranak satu.

Akibat pernikahan itu, Lilis dan Herman pun bercerai pada 2002. Sejak perceraian itu, Herman membawa Sabda tinggal bersamanya. Sejak itulah, kakak dan abang kandung Sabda berangkat ke rumah nenek mereka yang berada di Padang. Sabda pun tinggal bersama ibu tirinya sejak berusia 3 tahun. Nah, lambat laun usia Sabda bertambah. Tepat di usia 9 tahun, Sabda merasakan kekerasan dari ibu tirinya. Perlakuan kasar seperti penyiksaan dialami remaja 12 tahun tersebut.

Kekerasan yang dialami Sabda tak pernah diceritakan kepada ayah kandungnya, sejak usia 9 tahun, Sabda yang merasa tersiksa maka sering pergi meninggalkan rumah hingga berbulan-bulan. Setiap kali Sabda pergi meninggalkan rumah selalu ditemukan oleh uwak atau saudara sepupunya di kawasan persimpangan lampu merah.

Ternyata sejak usianya 9 tahun, Sabda sudah empat kali kabur dari rumah ibu tirinya yang beralamat di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat. Setiap Sabda kabur, keluarga dari ibu kandungnya menanyakan apa motif kaburnya. Sabda yang sedikit terutup selalu mengatakan tak ingin tinggal bersama ibu tirinya, karena mengalami penyiksaan tak wajar.

“Tapi kami tanya ibu tirinya, dia tak pernah ngaku,” kata Nety didampingi kakak kandung Sabda bernama Siska, Jumat (24/2).

Dijelaskannya, sejak itu Sabda pun mereka ajak tinggal bersama di rumah uwaknya. Namun, Sabda selalu mengeluhkan ingin bertemu ibu kandungnya. Karena keinginannya tak dipenuhi, maka sejak awal 2011 lalu, Sabda pun kembali kabur tak kembali lagi hingga kini. “Sejak setahun ini kami terus mencari dia, ke pinggiran jalan dan tempat lokasi anak jalanan,” kata Nety.

Sejak kepergian Sabda selama setahun belakangan ini, ayah kandungnya Herman dan ibunya, Lilis kembali rujuk pada akhir 2011 lalu. Sedangkan kakak dan abangnya telah kembali ke Medan. Kepergian Sabda pun telah dilakukan pencarian oleh bapak dan ibunya, namun tidak juga ketemu. “Baru saja ibu dan bapaknya ini rujuk lagi, makanya harapan keluarga, Sabda bisa balik ke rumah lagi,” kata Nety.

Sejak dua bulan belakangan ini Sabda terus di cari, namun tidak juga ditemukan. Sedangkan ibu kandungnya terpaksa kembali ke Malaysia guna melanjutkan kontrak kerjanya. “Ibunya baru saja dua minggu ini pulang ke Malaysia, ibunya juga minta dengan bersatu lagi keluarga, Sabda dapat kembali pulang,” kata Nety.

Hal itu dibenarkan oleh Lilis yang menghubungi kru koran ini melalui SMS mengharapkan Sabda yang selama ini tidak pernah berada di pangkuannya dapat kembali pulang dalam keadaan sehat, dan tak ada lagi ibu tiri yang akan menyiksanya. “Saya sudah kembali dengan bapaknya, saya harap Sabda bisa pulang, sudah capek kami mencarinya,” kata Lilis kepada kru koran ini.

Menurut Nety, Sabda hanya mengecap pendidikan kelas 4 SD dan ternyata memiliki kepintaran dalam bernyanyi. “Sabda itu pandai sekali menyanyi. Suaranya sangat bagus kalau nyanyi,” kata Nety.
Dijelaskannya juga, dugaan keluarga Sabda hidup di jalanan dengan bermodalkan kepandaiannya bernyanyi, maka Sabda hidup di jalanan sebagai pengamen untuk hidup bersama anak jalanan. “Dulu waktu empat kali kabur, si Sabda ngakunya mengamen sama anak-anak jalanan,” kata Nety.

Selain itu juga, sejak empat kali kabur, Sabda selalu ditemukan di kawasan pinggiran lampu merah sambil bernyanyi. “Kami yakin dia pasti hidup di jalanan dengan mengamen. Kata anak-anak jalanan yang kami tanyai, Sabda memang sering ngamen bersama mereka,” kata Nety.

arapan keluarga, walaupun Sabda hidup di jalanan, diharapkan bisa pulang untuk berkumpul bersama keluarga. “Kini mamak dan ayahnya sudah bersatu kembali dan kakak dan abangnya juga sudah di Medan, harapan kami Sabda bisa kembali pulang untuk kumpul bersama keluarga,” harap Nety.(ril/smg)

Mancini Tolak Nerrazuri

Roberto Mancini menegaskan niatnya untuk tidak kembali ke Inter Milan, tim yang pernah dibawanya ke tangga kesuksesan antara 2004 dan 2008.

Penegasan itu diungkapkan Mancini menyusul adanya kabar Inter Milan akan menariknya kembali untuk mengakhiri krisis yang terjadi saat ini.

“Jika presiden Inter Milan Massimo Moratti memanggil saya kembali, dan meminta saya membangun kembali Inter Milan, saya akan menjawab bahwa saya telah membangun klub tersebut,” kata Mancini, Jumat (24/2).

“Inter Milan juga memiliki kemampuan untuk memulihkan diri mereka sendiri. Jika mereka bisa mendapatkan hasil yang bagus di Liga Champions, mereka bisa kembali seperti empat atau lima minggu yang lalu,” tandasnya. (net/jpnn)

JAT Nilai Tudingan AS Tanpa Bukti

JAKARTA- Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) menuding Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bagian dari jaringan organisasi terorisme internasional. Negeri Paman Sam tersebut akan membekukan semua aset JAT dan pihak yang berafiliasi dengan organisasi yang dibentuk Abu Bakar Ba’asyir itu.

Terkait hal ini, pihak JAT menyebut tudingan tersebut merupakan hal yang tak mendasar yang sengaja disebarkan Amerika. “Ini merupakan kebiasaan bodoh AS yang selalu menebar isu tanpa bukti,” kata Juru Bicara JAT Son Hadi kepada JPNN (grup Sumut Pos), Jumat (24/2).

Ia mensiyalir, tudingan itu sengaja diperpanjang untuk mengukuhkan proyek internasional berkedok pemberantasan terorisme di Indonesia. Maksudnya, setelah sejumlah tokoh yang dituding pelaku teror seperti Amrozi, Dulmatin, Imam Samudera, Umar Patek dan lain-lain tertangkap AS dan pihak terkait di Indonesia membutuhkan objek serangan baru. Yakni sasaran baru untuk menjamin suplai dana pemberantasan terorisme tetap masuk ke Indonesia. Menurutnya JAT akan dijadikan target itu.

Selain itu, Son Hadi menduga opini ini sengaja dilempar sebagai pintu masuk untuk menginterupsi proses hukum Abu Bakar Ba’asyir yang kini dalam tahap kasasi. “Kita mensinyalir ini ingin mencampuri urusan hukum proses hukum Ustad Abu Bakar Ba’asyir,” tegasnya.(zul/jpnn)

Sampah Berserakan di Jalan Tuba III

MEDAN- Sampah berserakan di pinggiran Sungai Denai Jalan Tuba III Lingkungan 13 Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai. Padahal tong sampah sudah tersedia, namun sampah-sampah itu berserakan hingga ke pinggir sungai. “Sampah itu dua hari sekali diangkut, itu tidak semuanya diangkut, jadi kelihatan berserakan seperti ini,” kata Nur Ainun warga setempat kepada Sumut Pos, Jumat (24/2).

Menurut Ainun, sampah yang berserakan itu sangat mengganggu warga. Selain membuat lingkungan menjadi kotor, bau yang ditimbulkan sampah itu menyebar ke lingkungan. “ Seperti bau bangkai ayam, uh bau sekali,” terangnya.  Padahal kata Ainun, warga selalu membuang sampah pada tong yang telah disediakan.

“ Memang ada warga yang bukan tinggal di lingkungan ini membuang sampah di sini, itu selalu kami tegur karena seenaknya membuang sampah sembarangan hingga ke pinggiran sungai,” bebernya.
Ainun berharap Dinas Kebersihan segera membersihkan secara keseluruhan sampah yang ada di lingkungannya.

Begitu juga dikatakan Minten. “Saya tidak tahan bila mencium aroma sampah itu, apalagi bau bangkainya,” ketusnya
Terkait tumpukan sampah itu, Lurah Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai, Masati Zebua mengatakan mereka akan membersihkan tumpukan sampah yang berada di daerahnya itu.

Masati berharap kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarang, apalagi sampai ke pingggiran sungai. Selain menyulitkan petugas kebersihan, sampah-sampah itu dapat mencemari lingkungan.

“Kebersihan harus diciptakan bersama-sama dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau lingkungen bersih, indah, rasanya enak dipandang mata,” tuturnya.(omi)

Awal yang Baik

Piala Sultan Hassanal Bolkiah

(2)Indonesia v laos(0)

BANDAR SERI BEGAWAN- Timnas Indonesia U-21 mampu memetik kemenangan di laga perdana turnamen Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Menghadapi Laos, tim besutan Widodo C.Putro ini menang 2-0.

Bermain di Berakas Sports Complex, Bandar Seri Begawan, Jumat, (24/2) malam waktu setempat, Indonesia mampu unggul cepat lewat gol cepat Andik Vermansyah di menit ketiga. Ini merupakan awal yang baik.

Memotong umpan silang Fadly Manan dari sayap kanan, sontekan Andik dengan mulus masuk ke gawang Laos yang dikawal oleh Soukthavy Soundala. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 yang bertahan hingga babak pertama usai.

Sebuah kesalahan kiper Muhammad Ridwan membuat Laos punya kans untuk menyamakan kedudukan saat babak kedua berjalan 15 menit. Ridwan terlalu lama memegang bola di daerah kotak penalti dan membuat wasit memberikan tendangan bebas untuk Laos. Namun, tendangan keras Lamnao Singto diblok oleh barisan belakang Indonesia.

Tak mau kalah, Indonesia balik mengancam. Andik yang mampu lepas dari kawalan bek-bek Laos mampu melepaskan tembakan ke arah gawang. Belum beruntung, usaha Andik masih bisa diamankan oleh Soundala.

Indonesia akhirnya mengunci kemenangan setelah pemain tengah Laos, Keoviengphet Liththideth, melakukan gol bunuh diri di menit ke-89. Bermaksud memberikan back pass, sundulannya justru masuk ke gawang sendiri yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Indonesia.

Di waktu tambahan, kedua tim tidak lagi mampu mencetak gol tambahan. Indonesia pun menang dengan skor akhir 2-0.
Dengan kemenangan ini, Indonesia berhak duduk di peringkat kedua klasemen Grup A. Mengoleksi tiga angka, Indonesia kalah selisih gol dari Myanmar yang beberapa saat sebelumnya mampu menggilas Filipina dengan skor akhir 8-2. (net/jpnn)