Home Blog Page 13970

Sediakan Fasilitas Vital di Medan Helvetia

081396354xxx

Mohon kepada pejabat Pemko Medan khususnya Kecamatan Medan Helvetia agar fasilitas vital seperti mesin genset disediakan agar ketika terjadi pemadaman listrik, layanan kepada masyarakat tidak terkendala. Seperti yang saya alami dalam pengurusan e-KTP, lampu mati genset gak ada, masyarakat antri. Alasan travo meledak. Tolong dong Pak wali kota dan Pak Reza agar ditindaklanjuti. Masa untuk beli genset saja gak ada, jangan biarkan masyarakat kita punya opini negatif lagi terhadap kinerja Pemko Medan.

Dianggarkan Tahun 2013

Terima kasih atas masukan. Memang benar kemarin ada kerusakan dari PLN dan memang jadwal hidup kemarin pukul 16.00 WIB tetapi warga tetap antusias menunggu di Kantor Kecamatan. Untuk itu mengenai genset ini akan kita anggarkan di tahun 2013.

M Reza Hanafi SStp MAP
Camat Medan Helvetia

Sampah Berserakan di Kelurahan Sitirejo III

085373930xxx
Kalau kita lihat semua daerah di kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Medan, para pejabatnya peduli kebersihan di lingkungannya. Tapi dari dulu sampai sekarang di lingkungan daerah Kecamatan Medan Amplas terutama di daerah Kelurahan Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas, para oknum pejabat baik keplingnya tidak pernah memperhatikan kebersihan lingkungannya. Mereka tidak perduli dengan kesehatan masyarakatnya seperti di lingkungan VII dan VIII. Sampah dibiarkan berserakan dan tidak diangkat padahal setiap bulan uang sampah diminta kepada masyarakat. Mereka hanya perduli dengan uangnya saja tapi tidak perduli dengan kesehatan masyarakatnya. Kami minta kepada Wali Kota Medan agar menindak tegas para pejabat dan kepling yang ada di Kecamatan Medan Amplas terutama pejabat yang ada di Kelurahan Sitirejo III beserta Keplingnya.

Saya Tinjau ke Lapangan

Akan saya tinjau langsung ke lapangan beserta lurah dan saya cek apakah selama ini dilayani petugas kebersihan apa tidak. Akan kita buat solusi terbaik untuk penangannya. Terima kasih atas informasinya.

Emir Mahob Lubis
Camat Medan Amplas

New Honda Odyssey Turun Harga Rp16,5 Juta

Mengawali Tahun 2012, Honda Indonesia resmi meluncurkan model baru dari generasi keempat Honda Odyssey di Central Park, Jakarta, Selasa (21/2).
Melalui mobil ini, Honda makin memantapkan posisinya menghadirkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Premium, 7 penumpang dengan tampilan berbeda di kelasnya.  Mobil ini dijual seharga Rp529 juta (on the road Jakarta) lebih murah dari model sebelumnya Rp545,5 juta atau turun sebesar Rp16,5 juta.
Perubahan tampak pada bodi yang aerodinamis dengan tambahan full aero kit, kenyamanan, dan kemewahan kabin bernuansa warna baru serta fitur inovatif hingga performa sporty.

“Untuk pertama kalinya, teknologi ECON Mode diterapkan di model Honda Indonesia. Hal ini tak hanya membuat New Honda Odyssey sporty, juga ramah lingkungan dan hemat bahan bakar,” kata Presiden Direktur HPM Tomoki Uchida saat peluncuran New Honda Odyssey.
Di sisi teknologi, New Honda Odyssey menggunakan dua mekanisme, yakni ECON Mode yang mengubah sistem pengendaraan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar hingga 20 persen dan fitur Eco-Assist di speedometer yang bisa berubah warna untuk mengedukasi pengemudi agar mampu berkendara dengan efisien bahan bakar.

New Honda Odyssey menggunakan mesin i-VTEC 2.4 liter dengan tenaga 180 PS di 6.500 rpm dan torsi puncak 22,2 kg-m di 4.500 rpm. Untuk keamanan, New Odyssey dilengkapi sistem pengereman ABS, EBD, dan BA serta traction control di EPS.

New Odyssey juga dirancang untuk struktur Pedestrian Protection untuk meminimalisir cedera pejalan kaki. “Harga New Odyssey turun karena efek kerja sama Indonesia-Jepang di tahun ini untuk kelas 1.500-3.000 cc,” ujar Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy. (net/jpnn)

Bazaar Komputer Pertama di Kota Medan

MEDAN- Untuk menambah pengetahun masyarakat akan perkembangan tekhnologi, sebanyak 14 merek dari 54 produsen tekhnologi informasi di tanah air, turut memeriahkan Mega Bazaar Computer (MBC) 2012.

Acara yang resmi dibuka kemarin, akan berlangsung selama lima hari mulai 22-26 Februari di Medan Internasional Convention Center (MICC) Hotel Santika Premiere di Jalan Kapten Maulana Lubis.

Adapaun 14 merek produsen tekhnologi informasi yang mengikuti bazar tersebut diantaranya, Samsung, Toshiba, Epson, Metrodata, Astrindo, HP, Sony, Smart Fren, Indosat, Telkomsel dan lainnya.

Menurut IT Division Manager Dyandra Promosindo, Sri Vista Limbong menyatakan, acara bazaar telekomunikasi ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Medan, dengan berbagai acara baru yang diselenggarakan dalam pameran ini. “Ada beberapa konsep baru yang akan kita berikan dalam bazar ini, dan pasti ini merupakan acara yang menarik,” ujar Vista.

Konsep baru terletak pada ajang Social Media and Creativity Festival, dimana provider/pengelola social media maupun social business dan komunitas untuk mengupas lebih dalam manfaat social bagi semua pihak.

Seperti diketahui, bahwa social media yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat adalah Facebook dan Twitter. Dengan hal ini, masyarakat akan mengetahui dengan pasti program apa saja yang sedang berlangsung, sehingga memudahkan para pengguna provider untuk mendapatkan informasi.
Bukan hanya itu, dalam pameran ini terjadi bundling, baik untuk produk HP, Laptop, netbook, dan lainnya. Seperti di stand XL, setiap pembelian BlackBerry jenis apapun akan mendapatkan gratis service selama 3 bulan.elkomsel juga memberikan kemudahan bagi pelanggannya, untuk mendapatkan produk bandling dengan kartu Flash.(ram)

Kejari Sesumut Diminta Membantu Mengusut

Dugaan Korupsi Bansos Pemprovsu Rp1,2 T

MEDAN-Pasca gelar perkara kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemprovsu 2009-2011 sebesar Rp1,2 triliun, akhir pekan lalu, sejumlah pejabat dan politikus dari pusat banyak yang kasak-kusuk di Kejatisu. Seorang sumber di gedung Kejatisu mengatakan, banyak pejabat pusat yang meminta kasus itu tak melebar kemana-mana. Kalau pun akhirnya Kejatisu menetapkan tersangka dalam kasus itu, hanya pejabat rendahan saja yang dijadikan tersangka.

“Tokoh-tokoh politik asal Sumut juga banyak yang melobi agar kasus itu dihentikan,” kata sumber yang tak mau menyebutkan siapa saja pejabat dan politikus yang mendatangi atau menelpon pejabat Kejatisu.

Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, saat dikonfirmasi, Rabu (22/2) mengatakan, pihaknya akan tetap fokus pada penyidikan. Malah, lanjutnya, pihaknya telah memilah-milah pejabat tinggi di Pemprovsu yang bakal dijadikan tersangka. Menurutnya, kasus dana bansos merupakan kasus yang sangat besar. “Kasus ini kasus besar yang aliran dananya hampir ke seluruh kabupaten/ kota se-Sumut. Untuk itu kita melakukan sosialisasi agar Kejari ikut menangani kasus aliran dana bansos di wilayah hukumnya masing-masing,” ujarnya.

Marcos mengatakan, mengungkap kasus yang terbesar yang banyak melibatkan pejabat tinggi di Pemprovsu itu adalah target utama mereka. “Kasus ini banyak melibatkan masyarakat dan pejabat rendahan atau pun pejabat petinggi. Untuk itu kita sudah perintahkan jaksa di kabupaten/kota se-Sumut untuk melakukan pendataan penerima aliran dana bansos tersebut,” tegasnya.

Saat disinggung dugaan keterlibatan Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, yang menerima aliran dana bansos sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan asrama di Kairo, Mesir, Marcos mengatakan, pihaknya tidak ada mempersoalkan siapa pejabat yang diduga terlibat. “Kita tidak usah mempersoalkan itulah. Sekarang ini kita tetap berjalan untuk melakukan pengusutan yang lebih besar lagi. Karena kasus ini cukup besar dan banyak melibatkan pejabat dan masyarakat,” tegasnya. (rud)

New Honda Odyssey Turun Harga Rp16,5 Juta

Mengawali Tahun 2012, Honda Indonesia resmi meluncurkan model baru dari generasi keempat Honda Odyssey di Central Park, Jakarta, Selasa (21/2).
Melalui mobil ini, Honda makin memantapkan posisinya menghadirkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Premium, 7 penumpang dengan tampilan berbeda di kelasnya.  Mobil ini dijual seharga Rp529 juta (on the road Jakarta) lebih murah dari model sebelumnya Rp545,5 juta atau turun sebesar Rp16,5 juta.
Perubahan tampak pada bodi yang aerodinamis dengan tambahan full aero kit, kenyamanan, dan kemewahan kabin bernuansa warna baru serta fitur inovatif hingga performa sporty.

“Untuk pertama kalinya, teknologi ECON Mode diterapkan di model Honda Indonesia. Hal ini tak hanya membuat New Honda Odyssey sporty, juga ramah lingkungan dan hemat bahan bakar,” kata Presiden Direktur HPM Tomoki Uchida saat peluncuran New Honda Odyssey.

Di sisi teknologi, New Honda Odyssey menggunakan dua mekanisme, yakni ECON Mode yang mengubah sistem pengendaraan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar hingga 20 persen dan fitur Eco-Assist di speedometer yang bisa berubah warna untuk mengedukasi pengemudi agar mampu berkendara dengan efisien bahan bakar.

New Honda Odyssey menggunakan mesin i-VTEC 2.4 liter dengan tenaga 180 PS di 6.500 rpm dan torsi puncak 22,2 kg-m di 4.500 rpm. Untuk keamanan, New Odyssey dilengkapi sistem pengereman ABS, EBD, dan BA serta traction control di EPS.

New Odyssey juga dirancang untuk struktur Pedestrian Protection untuk meminimalisir cedera pejalan kaki. “Harga New Odyssey turun karena efek kerja sama Indonesia-Jepang di tahun ini untuk kelas 1.500-3.000 cc,” ujar Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy. (net/jpnn)

PTPN III Perusahaan Taat Pajak

MEDAN- Wajib Pajak Pribadi tahun 2011 akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2012. Terkait hal tersebut, PTPN III melalui Bagian Keuangan melaksanakan kegiatan sosialisasi pengisian SPT Tahunan PPH Wajib Pajak Orang Pribadi yang diprakarsai KPP Madya Medan, Rabu (15/2) di Aula Kandir Medan.

Hadir dalam acara itu, Drs Johannes Sitepu AK, Direktur Keuangan, para kepala bagian dan karyawan yang dihunjuk untuk mengikuti program sosialisasi tersebut.

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (Pph) adalah formulir yang digunakan Wajib Pajak untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran Pph, objek pajak Pph, bukan objek pajak Pph, harta dan kewajiban.

Menurut Martin Sembiring, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Kota Medan mengatakan, SPT Pph Orang Pribadi dibagi menjadi 3 jenis yaitu, SPT Pph 1170 (bagi pribadi yang penghasilannya bersumber dari usaha atau pekerjaan bebas), 1770 S (bagi pribadi yang penghasilannya dari satu atau lebih sumber penghasilan) dan 1770 SS (yang penghasilannya bersumber dari satu sumber penghasilan dan tidak melebihi Rp60.000.000 se-tahun.
Dalam sambutannya, Johannes Sitepu mengharapkan, agar semua karyawan yang hadir untuk benar-benar memenuhi aturan yang berlaku dan segera berkoordinasi dengan bagian terkait di perusahaan bila terdapat kesalahan dan ataupun kelebihan perhitungan pajak. “Kita berharap PTPN III dan seluruh karyawannya adalah institusi dan orang yang taat pajak,” katanya.

Martin Sembiring, salah satu pemateri dalam acara sosialisasi dari KPP Madya Medan mengatakan, PTPN III sebagai perusahaan masuk dalam salah satu 100 besar pembayar pajak.

“PTPN III adalah perusahaan yang taat pajak,” katanya.
Setalah acara selesai, dibagikan sejumlah souvenir kepada para peserta yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pihak KPP Madya Medan untuk menambah semangat. (rel)

Mampu Memeluknya Diyakini Bisa Naik Haji

Mitos Seputar Tiang Keramat Masjid Agung Al Karomah Martapura, Kalimantan Selatan

Bagaimana jadinya jika dengan memeluk tiang-tiang di dalam sebuah masjid  akan membuat kita bisa naik haji? Mungkin kita akan ke masjid  bukan untuk salat, tapi untuk memeluk tiang.

Pada zaman dahulu, sekitar tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi, seorang ulama Kalsel bernama Datu Landak ditugaskan oleh Sultan Kerajaan Banjar untuk mencari tiang yang terbuat dari kayu ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Mendapati tugas itu maka Datu Landak akhirnya berangkat.

Konon, di daerah Barito Kalteng, beliau akhirnya menemukan empat buah pohon kayu ulin yang tinggi dan besar. Menurut  cerita, beliau lalu mencabut keempat pohon tersebut dengan tangan sendiri dan membawanya ke pinggir Sungai  Barito untuk di larutkan hingga sampai ke Martapura. Dan daerah-daerah yang dilalui kayu tadi hingga ke sungai, kata sebagian hikayat, menjadi daerah yang banyak intannya.

Nah, keempat kayu ulin itu sekarang masih dapat kita jumpai berdiri kokoh di dalam Masjid Agung Al Karomah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dulu ketika pertama kali hendak didirikan, Datu Landak hanya menepuk tanah dan dengan sendirinya tiang-tiang itu berdiri tegak.
Entah karena karomah Datu Landak, yang merupakan keturunan Datu Kelampayan ini, atau ada sebab lain. Yang jelas kemudian, ke empat tiang tersebut selalu dilingkarkan bunga melati setiap hari. Dan muncul kepercayaan sebagian masyarakat bahwa jika kita bisa memeluk keempat tiang ulin itu maka kita akan bisa segera mendapatkan rejeki untuk berhaji.

Ahmad Mulyadi (21), seorang mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Martapura membenarkan fenomena sebagian masyarakat yang suka memeluk tiang masjid. Menurutnya, hal tersebut dilakukan warga karena ingin mengambil berkah dari kayu tersebut. “Bagiannya (mereka, Red) biasanya berharap berkah dari tiang itu,” ujarnya.

Seorang penjaga masjid  yang namanya enggan disebutkan juga mengiyakan apa yang telah di lakukan sebagian warga Martapura yakni memeluk tiang masjid. Ketika penulis bertanya padanya tentang kebenaran dari keramat tiang itu, dengan tertawa geli dia berkata: “Biar diragap jua, mun duit kadida, kada kawa jua naik haji (biar dipeluk, tapi kalau uang tidak ada maka tetap tidak bisa naik haji, Red)”.
Adapun Masjid Agung Al Karomah sendiri merupakan salah satu objek wisata di Martapura. Masjid ini sudah tiga kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan tiang kayu ulin sebagai saksi sejarah.

Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura ini mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai saat ini bentuk bangunan masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di kepengurusan masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.

Meski bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam masjid.

Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004, banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan ornamen gaya Belanda.

Semula atap masjid berbentuk kerucut dengan konstruksi beratap tumpang, bergaya masjid tradisional Banjar. Setelah beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.

Bila arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.(bbs/ij/ram/jpnn)

TKI Punya Pengacara Tetap

JAKARTA- Kabar baik bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Para pekerja Indonesia di sektor informal maupun formal dipastikan telah memiliki pengacara tetap.

Juru Bicara Satgas TKI Humhprey Djemat mengungkapkan, pada 14 Februari lalu telah dicapai kesepakatan perjanjian pemberian jasa hukum antara Pemerintah RI dengan kantor hukum Gooi dan Azura.

“Saat ini WNI/TKI di Malaysia khususnya yang terancam hukuman mati telah mempunyai pengacara tetap ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian pemberian jasa hukum antara pemerintah RI yang diwakili Bapak Mulya Wirana, dan Mr Gooi Soon Seng,” jelasnya di Jakarta, Kamis (23/2).
Humhprey menerangkan, yang akan menjadi pengacara tetap adalah Mr Gooi Soon Seng. Pengacara tersebut setidaknya akan menangani 100 lebih perkara WNI/TKI yang terancam hukuman mati di Wilayah Semenanjung Malaysia.

Hal itu berlaku baik untuk perkara yang masih dalam tahap penyidikan, penuntutan, pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, dan juga di tingkat Mahkamah Persekutuan (setingkat Mahkamah Agung). “Perkara-perkara yang terancam hukuman mati di masa-masa mendatang selama kurun waktu 2012 ini juga akan ditanganani beliau,” terang Humhprey. (ken/ttg/jpnn)

Suatu Bangsa Jatuh karena Akhlak

Oleh:
Drs H Hasan Maksum Nasution SH SPdI MA

Ahmad Syauqi dalam salah satu syairnya: “Bahwasanya bangsa itu bisa bertahan selama mereka memiliki akhlak. Maka bila akhlak itu lenyap dari mereka, merekapun akan lenyap”.

Menurut ajaran Islam, berdasarkan praktik Rasulullah Saw, akhlak mulia adalah faktor penting dalam membina suatu umat atau membangun suatu bangsa. Suatu pembangunan tidaklah ditentukan semata dengan faktor kredit dan investasi materil. Berapa pun besarnya kredit dan investasi, kalau manusia pelaksananya tidak memiliki akhlak, niscaya segalanya akan berantakan akibat penyelewengan dan korupsi.

Demikian pula pembangunan tidak mungkin berjalan hanya dengan kesenangan melontarkan fitnah kepada lawan-lawan politik atau hanya mencari-cari kesalahan orang lain. Yang diperlukan oleh pembangunan ialah keikhlasan, kejujuran, jiwa kemanusiaan yang tinggi, sesuainya kata dengan perbuatan, prestasi kerja, kedisiplinan, jiwa dedikasi dan selalu berorientasi kepada hari depan dan pembaharuan. Itulah sebabnya dikatakan, bahwa mengisi kemerdekaan adalah jauh lebih berat dari perjuangan merebut kemerdekaan itu sendiri.

Karenanya, program utama dan perjuangan pokok segala usaha ialah pembinaan akhlak mulian, ia harus ditanamkan dan ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat terbawah. Pada lapisan atas inilah yang pertama-tama wajib memberikan tauladan yang baik kepada masyarakat dan rakyat. Akan tetapi manakala para pemimpin berani memberikan contoh-contoh yang buruk, maka akan berlakulah pepatah “Kalau guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Andaikata terjadi, justru guru kencing berlari, niscaya murid-murid kencing menari-nari”.

Akhlak dari suatu bangsa itulah yang menentukan sikap hidup dan tidak perbuatannya. Intelektual suatu bangsa tidak besar pengaruhnya dalam hal kebangunan dan keruntuhan. Sejarah mencatat kerajaan Abbasiyah di Timur yang memiliki tamaddun yang tinggi, telah diruntuhkan oleh bangsa Mongol yang tidak mengenal kebudayaan. Seluruh sejarah bangsa-bangsa mengajarkan kepada kita, bahwa tidak pernah ada suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual, tetapi suatu bangsa jatuh adalah sebab krisis akhlak.

Dalam sejarah perjuangan pisik, rakyat Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya berkat mental juang yang tinggi. Rakyat berjuang menggunakan senjata-senjata sederhana dan bambu runcing menghadapi serdadu-serdadu Belanda, Jepang dan Inggris yang terlatih dalam kemiliteran dan dengan persenjataan, teknis modern. Rahasia kemenangan bambu runcing ini adalah karena di belakangnya berdiri manusia-manusia yang punya mental baja, berani menyabung nyawa dan bertarung dengan maut, demi tegaknya kebenaran dan keadilan di bumi pertiwi tercinta ini.

Akhlak Islam adalah suatu mental dan perbuatan yang luhur, mempunyai hubungan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Akhlak Islam adalah produk dari keyakinan atas kekuasaan dan ke-Esaan Tuhan, jadi dia adalah produk daripada jiwa tauhid. Sebagai konsekwensinya, maka hanya Tuhan itulah satu-satunya yang wajib disembah, dimohon petunjuknya, pertolongannya serta yang harus diikuti.

Akhlak Karimah

Dari aqidah tauhid yang benar disertai menyandarkan hidup demi meraih mardhatillah, maka akan terbangunlah akhlak yang karim, yaitu senantiasa memenuhi segala kewajiban yang diperintah oleh Allah dalam hidup dan kehidupannya.

Akhlak adalah sebuah pola hubungan yang baik yang terjalin antara makhluk sebagai ‘abid dan Khaliq sebagai ma’bud, yang garis lurus vertikal itu diciptakan melalui proses amal ibadah dalam artian yang khusus dan juga dalam implementasi yang luas, yaitu pengabdian atau keberserahdirian hamba baik sebagai pribadi (fardhiyah) maupun secara kelompok/komunitas kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Bahwa salah satu bentuk dari wujud akhlak karimah yang secara jama’ah itu adalah dalam konteks Ulil Amri yaitu ada dan terbangunnya suatu kepemimpinan yang menggerakkan dan mengatur masyarakat/komunitas muslim ke arah keridhaan Allah SWT.

Istilah ini berbeda dengan etika dan moral yang kita kenal dan sering padankan selama ini. Akhlak adalah sebuah terminology/peristilahan khusus yang digunakan untuk hubungan makhluk (manusia) terhadap Al-Khaliq (Allah swt.). Akhlak karimah wajiblah atasnya bercermin pada Rasulullah Saw, sebab beliau diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akhlak hamba dengan penciptaNya Allah SWT.

Ummul mukminin Aisyah ra. pernah ditanya soal akhlak Rasulullah Saw. Beliau menjawab; “Khuluquhul Quran” artinya akhlak Nabi adalah Alquran.
Akhlak terbagi dua; pertama akhlak khas (khusus) adalah sekalian akhlak yang berkenaan dengan pribadi yang langsung kepada Khaliqul Alam, sedangkan kedua akhlak ‘am (umum) adalah sekalian akhlak yang ada hubungannya dengan makhluk yang lainnya, yang lazim dikenal sebagai baiknya hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan baik antar sesama manusia dengan makhluk hidup lainnya (hablumminannas).
Kemungkaran Menyenangi Pendukungnya Sudah tidak asing lagi, bahwa pelaku kemungkaran akan cenderung menyenangi orang-orang yang mendukungnya dan membenci kepada siapa saja yang menghalanginya. Kondisi semacam ini tampak nyata pada agama-agama bobrok, selalu cenderung kepada yang sealiran dan memusuhi orang yang berbeda paham.

Dalam rangka memenangkan kekuasaan atau merencanakan perampokan, korupsi, adakalanya terjalin suatu bentuk kerja sama diantara mereka. Tak jarang mereka menganjurkan orang lain untuk ikut bekerja dalam kemungkaran yang mereka lakukan. Jika anjuran tersebut diabaikan, maka mereka akan memaksanya dengan cara apapun, walau dengan kekerasan sekalipun. Kemudian mereka yang menyuruh orang lain mengikuti jejaknya untuk melakukan tindakan tercela itu, sebenarnya pada hal-hal yang baik bisa juga terjadi bahkan lebih kuat dari itu.

Oleh karena itu, orang-orang beriman diperintahkan untuk selalu menghadang dan melawan keburukan musuh-musuhnya itu dengan kebaikan, serta diperintahkan untuk memperbaiki dirinya dengan dua cara, yaitu melakukan kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kejelekan.
Di saat kebaikan mengalami hambatan serta adanya dorongan mengarah pada keburukan, maka ada empat cara perbaikan, dengan empat cara inilah para mukmin diperintahkan untuk memperbaiki orang lain sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada.

Allah SWT berfirman; “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat-menasehati, supaya menerapi kebenaran dan kesabaran”. (Al-’Ashr: 1-3).

Imam Syafi’i meriwayatkan serta mengatakan; “Kalau semua orang berfikir untuk memahami Al-’Ashr, maka cukuplah bagi mereka, sebab dalam surat itu Allah menekankan, bahwa sesungguhnya, manusia itu merugi, kecuali yang pada dirinya dilekati keimanan, kesalehan dan sesama orang lain, selalu berwasiat agar senantiasa menepati kebenaran dan kesabaran. (*)

Penulis adalah Dosen STAI
Sumatera, PTI AL-Hikmah dan STAI RA Batangkuis