25 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 13970

Timnas Futsal Try Out ke Iran

JAKARTA –  Timnas Futsal Indonesia serius menatap babak kualifikasi AFC Futsal Championship 2012. Agar tim benar-benar  siap sebelum berkompetisi, timnas Futsal akan melakoni serangkaian ujicoba.

Yang terdekat  adalah akan berujicoba ke Iran. “Kami serius bidik posisi delapan besar Asia. Untuk itu kami membutuhkan lawan yang secara teknis dan permainan di atas kami. Rencana 30 Januari nanti kita bertolak ke Iran, untuk menghadapi dua tim profesional di sana dan terakhir menghadapi Timnas U-23 Iran,” ujar Justinus Laksana Wakil Ketua Bidang Teknik Badan Futsal Nasional (BFN) kepada wartawan di Jakarta kemarin. Iran adalah juara bertahan AFC Futsal Championship

Karena sifatnya untuk menggembleng kekuatan timnas, BFN tidak memedulikan bagaiamana hasil akhir serangkaian ujicoba di Iran nanti. “Tolong jangan di lihat apa hasilnya. Mereka secara kualitas jauh di atas kita. Poin terpenting kami ingin pemain mendapat pelajaran berharga di sana. Karena untuk meningkatkan kualitas tim, kita harus menghadapi tim yang secara kualitas di atas kita,” jelas Justinus.

Saat disinggung lebih detail mengenai kondisi pemusatan latihan tim nasional Futsal hingga saat ini, Justin memastikan kondisi tim sangat terjaga. Selain terus dipersiapkan secara teknis dan strategi permainan, keakraban antar pemain dan dengan pelatih juga terus terjaga.
Untuk memastikan tiket ke fase puncak AFC Futsal Championship 2012 di Uni Emirat Arab Desember mendatang pasukan Merah Putih harus mampu melewati fase kualifikasi Zona Asean. Sesuai undian Indonesia tergabung  di Grup A, bersaing dengan Filipina, Myanmar dan tuan rumah Thailand (26 November- 1 Desember) . Sementara Grup B zona ASEAN diisi Australia, Vietnam, Malaysia dan Cambodia. (ali/jpnn)

57 Juta Orang Miskin Belum Punya Rumah

Jakarta- Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesa (APERSI) mencatat masih ada 57 juta orang Indonesia yang belum bisa memiliki rumah. Angka ini merupakan akumulasi penduduk miskin dan hampir miskin.

Ketua DPP APERSI Eddy Ganefo menuturkan dengan melihat fakta itu maka aturan membangun rumah menimal tipe 36 m2 oleh pengembang sangat tidak tepat. Aturan yang diatur dalam UU No 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Pemukiman itu juga dianggap merugikan pengembang skala kecil.
“Jadi total 57 juta. Setara 14 juta rumah. Ini masih masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak mampu beli tipe 36. Belum lagi masyarakat miskin kota yang punya tanah warisan 30 m2. Apa mungkin bangun, bisa tapi ke atas. Dan mereka nggak mampu,” katanya dalam diskusi ‘Menggugat Pembatasan Luas Lantai Rumah’ di Gedung Waskita Karya, Jakarta, Rabu (18/1).

Ketentuan wajib rumah minimal tipe 36 pada Undang-Undang (UU) Perumahan Rakyat, secara langsung merampas hak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian. Pasalnya, harga jual tipe 36 tidak mampu diserap oleh MBR.

“Dengan UU No 1 Tahun 2011 pada pasal 22 ayat 3, meniadakan atau melarang masyarakat untuk membangun rumah dengan luas lebih kecil dari 36 m2. Padahal pada UU setiap orang bisa bertempat tinggal, dan lingkungan yang layak. Ini berarti hak MBR telah dirampas,” jelasnya.
Rencananya ketentuan wajib hunian minimal tipe 36 akan berlaku Januari 2012. Hal ini berdasarkan UU No 1 Tahun 2011 soal perumahan pasal 22 ayat 3 berbunyi Luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 (tiga puluh enam) meter persegi. Untuk implementasinya akan dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) pada Januari 2012.

Namun konsumen masih bisa menikmati membeli rumah dibawah 36 seperti tipe 22, tipe 27 asalkan izin mendirikan bangunan (IMB) yang dimiliki pengembang keluar sebelum lahirnya PP tersebut.

Pemerintah melalui kementerian perumahan rakyat akan mencoba mencari jalan keluar, rencananya dalam PP soal penyelenggaraan perumahan terkait batas minimal tipe 36 adalah pengembang tetap diwajibkan membangun rumah dengan luas lantai minimal 36 m2, namun luasan dindingnya bisa dibawah itu, seperti 27 m2 dan 22 m2. (net/bbs)

Secara Reguler, Kamar Hotel Berlebih di Medan

MEDAN- Saat ini di Kota Medan tercatat setidaknya ada  6 hotel berbintang empat dan tiga yang sedang dibangun. Masing-masing dua hotel bintang empat dan empat hotel bintang tiga. Bila nanti beroperasi maka diperkirakan terjadi penambahan sekitar 1.000 kamar.

Meningkatnya jumlah kamar ini mengakibatkan persaingan antar hotel semakin ketat. Bahkan sejumlah pihak mengkhawatirkan bakal lebih banyak kamar ketimbang tamu yang datang menginap. Dengan kata lain terjadi kelebihan kamar.

Mengenai hal ini, praktisi perhotelan yang juga Executive Assistant Manager Hotel Asean International, Benny Langen  mengatakan, kehadiran hotel-hotel baru biasanya di awal awal membawa pengaruh kepada hotel terdahulu.  “Hal yang lumrah orang ingin mencoba sesuatu yang baru namun setelah itu biasanya akan kembali ke hotel lama yang menjadi langganannya selama ini,” ujar Benny usai resepsi Anniversary 16 th Hotel Asean International di Jalan H Adam Malik Medan, Rabu (18/1).

Menurut Benny, masalah kelebihan dan kekurangan kamar bergantung kepada kondisi. Kalau ada event khususnya MICE (Meeting, Incentive, Convention, and E xhibition) di Medan, jumlah kamar hotel memang kurang.

Ia mencontohkan saat ini Asean Hotel bersama hotel lain telah menerima booking kamar untuk bulan Desember 2012 karena ada event akbar di Kota Medan yang bakal diikuti sebanyak 2.000 peserta.

Sebaliknya, jika secara regular, yakni di luar adanya event berskala besar, maka di Medan terjadi kelebihan kamar karena kekurangan tamu. “Umumnya tamu menginap satu malam karena transit,” paparnya.

Kelebihan kamar ini menurut Benny tidak perlu terjadi bila kegiatan MICE lebih sering ada di Kota Medan karena otomatis menyerap banyak peserta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sayangnya, imbuh Benny, di Medan belum ada ruang EXPO yang dapat digunakan untuk kegiatan kegiatan pameran berskala besar. Jika ada, ia yakin hotel di Medan tidak akan terkesan berlebih kamar.
Hotel Asean sendiri memasuki usia ke-16  ini sedang melakukan renovasi total. (dra)

Sudah Beraksi, Baru Dirazia

75 Personel Polisi Seser Geng Motor

MEDAN-Setelah geng motor beberapa kali beraksi dan mengambil korban, polisi baru melakukan patroli dengan menyeser di wilayah rawan dan tempat berkumpulnya kawanan geng motor. Patroli akan dilakukan setiap malam Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 22.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Personel yang diterjunkan dari masing-masing polsek dibantu personel Satuan Sabhara Polresta Medan dan Polda Sumut dengan jumlahnya 75 personel.“Dalam sepekan kita tiga kali melakukan patroli untuk melihat aktifitas anak muda yang menggunakan sepeda motor beramai-ramai. Kalau ditemuakan akan dibubarkan,” kata Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Budi Hendrawan, Rabu (18/1).

Untuk wilayahnya, Budi mengatakan, ada sejumlah daerah yang dinilai rawan dan tempat berkumpulan kawanan geng motor seperti di Jalan Klambir V, Sunggal, Jalan Sembada Medan Selayang serta Jalan Ring Road.

Menurutnya, untuk bulan Januari pihaknya sudah mengamankan 19 orang, namun semuanya hanay dilakukan pembinaan. Budi mengimbau kepada seluruh masyarakat memberikan informasi kepada polisi kalau melihat sejumlah pemuda yang menggunakan sepeda motor berkumpul di suatu tempat.
Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Faidir Chan juga mengatakan hal serupa.

“Sepekan kita tiga kali melakukan razia dibantu perangkat desa dan kecamatan serta Satuan Sabhara Polresta Medan dan Polda Sumut,” katanya.
Faidir menyebutkan wilayah Polsekta Percut ada sejumlah lokasi rawan aksi geng motor seperti Jalan Kampung Kolam, pintu tol, Jalan Mandala dan Jalan Padang. (gus)

Aslizar Pimpin Prima

JAKARTA-Kemenpora akhirnya memilih ketua baru Program Indonesia emas (Prima). Aslizar Tanjung ditetapkan sebagai ketua baru menggantikan Tono Suratman yang terpilih sebagai Ketua umum KONi Pusat.

Pelaksana harian (Plh) Sesmenpora, Djoko Pekik Irianto menjelaskan bahwa nama Aslizar ditetapkan setelah melakukan rapat pada Selasa (17/1) malam lalu. “Setelah dipertimbangkan dari dua nama yang ada, Menpora akhirnya menetapkan pak Aslizar sebagai ketua Prima,” ujarnya, kemarin (18/1).
Sebelumnya, nama Aslizar ditimbang-timbang dengan calon lain, Surya Dharma. Keduanya adalah orang lama Prima yang diajukan oleh Tono setelah dirinya naik jabatan menjadi Ketua KONI pusat sekaligus otomatis menjadi dewan pelaksana Prima.

Selain memilih Aslizar sebagai ketua Prima utama, Menpora juga memilih Surya Dharma sebagai ketua Prima Pratama atau Priam untuk pembinaan usia muda. Sontak, terpilihnya nama Surya memberikan kejutan karena secara otomatis ketua lama Djoko Pramono pun turun meski dirinya tak terkena regulasi seperti Tono yang menjadi ketua KONI pusat.

Saat disinggung mengenai hal itu, Djoko menyebut jika tidak ada motif apapun dibalik pergantian tersebut. Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Sebab, dengan bergantinya ketua satlak Prima, maka secara otomatis kepengurusan Prima juga berubah. (aam/jpnn)

Aryo Pratomo Tekad Jadi Pemain Timnas

MEDAN- Semua pemain pasti mengimpikan menjadi pesepak bola top yang mampu memperkuat timnas di pentas internasional. Impian itu juga dimiliki oleh Muhammad Aryo Pratamo.

Demi mewujudkan ambisinya itu Aryo pun tak sungkan berlatih serius di SSB Patriot Jalan Air Bersih Medan. Setiap harinya Aryo berlatih dari Pukul 16.00 WIB sampai Pukul 18.00 WIB.

“Disaat sesi latihan, saya selalu memperhatikan materi yang diberikan pelatih, bahkan saya juga sering bertanya kepada pelatih (Syahril-red) bila ada materi yang kurang dipahami,” bilang  Aryo kepada wartawan Sumut Pos, Rabu (18/1).

Selanjutnya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Yudio Prawiro Utomo dan Dona Mariana juga menceritakan awal ketertarikannya menjadi pesepak bola.

Diurakannya bahwa saat dirinya berusia enam tahun, tepatnya ketika duduk di bangku kelas 2 SD Kemala Bhayangkari, dia tak sengaja memutar siaran televisi, yang saat itu menayangkan secara langsung pertandingan sepak bola timnas antara Indonesia versus Malaysia.

“Disaat itulah pertama kali saya tertarik menggeluti sepak bola. Apalagi kala itu aksi Bambang Pamungkas sangat mempesona,” terang Aryo .
Setelah melihat, pertandingan langsung tersebut, keesokan harinya Aryo berinisiatif untuk membeli bola plastik di bermain di dekat rumahnya. (omi)
“Dengan mempergunakan bola plastic saya bermain di depan halaman rumah. Tak jarang tendangan yang saya lakukan mengenai kaca jendela rumah tetangga,” kenang Aryo.

Karena hal tersebut, Aryo pun menguatkan tekadnya untuk berlatih secara serius di SSB Patriot Medan. “Di sini baru saya menyadari jika ternyata sepak bola tidak bias dilakukan dengan sendiri-sendiri. Ini olahraga beregu yang membutuhkan kerja sama yang solid antar pemain,” bilangnya
Terkait harapan Muhammad Aryo Pratomo yang ingin menjadi punggawa timnas, pelatih Syahril WP mengingatkan anak asuhnya itu untuk lebih serius berlatih.

“Saat latihan anak itu (Aryo, Red) terlihat sangat serius, sehingga kelihatan lebih menonjol di banding rekan-rekannya yang lain. Namun begitu dia jangan berpuas diri karena jalan untuk menjadi punggawa timnas masih sangat panjang,” tuntas Syahril. (omi)

Bangkit Usai Terima Tempahan Seragam Sekolah

Melirik Pengusaha Konveksi di Kota Medan

Menyadari kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat dan sulitnya mencari pekerjaan yang memberikan penghasilan yang cocok, membuat Rosidah Margani (35) menekuni usaha konveksi.

Sempat mengalami pasang surut dalam menjalani usaha, Rosidah tetap bertahan dengan segelintir pesanan dan sekelumit modal. Kondisi inipun tak menyurutkan semangatnya untuk tetap bertahan menggeluti sahanya.

Dengan kesabaran dan keteguhannya, dewi keberuntungan pun mulai menghampiri. Berawal dari tawaran mengerjakan baju seragam sekolah dari Aceh, pemilik Alfahmi Konveksi di Komplek Pusat Industri Kecil (PIK) di Jalan Menteng Medan inipun bangkit, hingga akhirnya populer hingga sekarang.
“Awalnya saya dapat tawaran baju seragam sekolah dari Aceh. Saat itu saya tidak ada modal, untungnya ada uang pelanggan yang bisa saya jadikan uang muka untuk membeli bahan dan upah jahit,” ungkap Rosidah.

Hanya bermodal kepercayaan teman, membuat dirinya semangat dan percaya diri untuk mengelola usahanya itu, apalagi pada saat itu, Rosidah mendapatkan keuntungan sebesar Rp6 juta. Baginya, uang tersebut sangat besar untuk ukuran ibu rumah tangga biasa seperti dirinya. “Dapat Rp6 juta, rasanya senang sekali, karena saya tidak pernah mendapatkan uang sebanyak itu sebelumnya,” tambah Rosidah.

Keuntungan tersebut, membuat insting usaha Rosidah tumbuh. Proyek penggadaan baju tempah mulai sering dikerjakannya. Padahal, waktu itu, dirinya tidak memiliki modal cukup dan masih menggunakan jasa jahit lepas. Tetapi Rosidah tidak menyerah, malah maju terus untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarganya.

“Karena ada nilai plusnya dari usaha ini, saya bermimpi untuk memiliki konveksi khusus kaos, dan Alhamdulillah berhasil,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, keuntungan yang didapat dari usaha tempahan ini digunakan untuk membeli sejumlah perlengkapan jahit, seperti, mesin spit, pinggir, dan mesin timpa.

Dengan mesin yang telah dimilikinya, setidaknya Rosidah dapat menggunakan karyawan, dan tidak perlu mencari penjahit lepas lagi. “Padahal, waktu beli ruko di sini (PIK), kita belum punya ide untuk buka usaha konveksi. Tapi setelah ditempati, muncullah ide untuk membuka usaha konveksi. Jadi saya bilang sama dengan santai ke keluarga, usaha konveksi,” ucapnya.

Usaha yang telah dirintisnya sejak 7 tahun silam, membuahkan hasil. Pelanggan sudah mulai tetap dan keuntungan pun mulai mengalir kekantongnya. Terutama saat mendekati pemilu, maka tempahan pun datang membludak. Bukan hanya dari Medan, tetapi juga datang dari Aceh, Siantar, Sidempuan dan daerah lainnya, memesan baju di kiosnya. “Hasil dari jelang pemilu kemarin, saya dan suami naik haji 2010 lalu,” sebutnya.

Bukan hanya momen 5 tahun sekali itu yang membuat tabungannya berisi, tetapi saat tahun ajaran baru, puasa, dan lebaran, rezeki konveksi juga terus mengalir. Setiap bulannya, minimal omzet bersih yang diterima wanita beranak 5 ini sebesar Rp10 juta.

Hasil dari usaha konveksi sudah dapat terlihat, seperti 2 ruko yang terletak di kompleks PIK Menteng Medan dan 1 rumah huni. “Dengan dua ruko tersebut saya sudah memiliki 8 karyawan,” tambahnya.

Sedangkan untuk gaji karyawannya dibayar setiap seminggu sekali dengan gaji per hari Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.
Baginya, usaha konveksi ini ngeri-ngeri sedap. Karena tidak harus mengeluarkan modal khusus. “Biasanya pemesan akan memberikan uang muka, nah ini saja yang diputar,” tambahnya.

Sebagai pengusaha, dirinya juga menyadari kondisi pasar yang tidak setiap saat berpihak padanya. “Kalau sudah penceklik, saya minta karyawan untuk istirahat sementara waktu, nanti kalau sudah datang orderan, baru saya panggil lagi,” ungkapnya. (ram)
Selain menerima tempahan baju kaos, kemeja, dan lainnya. Alfahmi juga menerima tempahan berupa tas, koper dan lainnya. (ram)

Panahan Tatap PON Remaja

Medan- Atlet panahan Sumatera Utara yang diasuh Rahmat Purba
Terus digenjot untuk mendapatkan hasil maksimal saat berlaga pada Pekan Olahragan Nasional (PON) Remaja yang berlangsung di Surabaya pada tahun 2013 mendatang.

“Tujuan kita mengikuti even itu bukan semata memberikan jam terbang kepada para atlet, sebab pada even itu kita juga menginginkan hasil maksimal,” bilang Rahmat, pelatih panahan tim Sumut disela-sela latihan yang berlangsung di lapangan PPLP Jalan Sekolah Pembangunan No. 70 A Medan Sunggal.
Pria yang juga sekretaris Perpani Sumut dan mantan guru SMAN 15 Sunggal ini berharap agar para pengurus Perpani Sumut lainnya bersedia memberikan motivasi agar lebih giat berlatih.

Beberapa atlet yang saat ini digenjot antara lain Ari, Dio, Alfi Immanuel, Sry Mda, Irma, Juni, Lusi serta Endamia Barus. (mag-10)

Empat Tersangka Sudah di Jaksa

Kasus Dugaan Korupsi Rp4,5 Miliar di Polmed

MEDAN -Empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat pendidikan dan laboratorium bengkel  Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed), sudah diserahkan ke jaksa.

“Empat tersangka masing-masing Sihar Simamora, Syahbuddin Siregar, Herman Taher dan Dewi Komariah dalam proses penuntutan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho kepada Sumut Pos di kantor Wali Kota, usai bertemua Wali Kota Medan, Rabu (18/1) siang.

Dijelaskannya, awalnya polisi menyerahkan Sihar Simamora dan Syahrudin Siregar kemudian tersangka Herman Taher dan Dewi Komariah.
Sadono menambahkan, bila nanti ada data yang bisa membuktikan adanya keterlibatan orang lain selain dari 4 tersangka yang telah dikirim ke jaksa tim penyidik akan menindaklanjuti.

Sekadar diketahui, Dewi Komariah merupakan Direktur CV Medika Karya dan Pelaksana Proyek dari PT Astasari Sartika, Herman Taher. Dari hasil audit BPKP dalam kasus ini negara dirugikan sebesar Rp2,1 miliar dari total anggaran Rp4,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010.
Keempat tersangka dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Sub Pasal 3 Sub Pasal 11 lebih sub lagi Pasal 12 huruf a dan b UU RI No 31 Tahun 1999 Perubahan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(mag-5/adl)

KPSI Ikut Kongres Tahunan PSSI

JAKARTA – Ada perkembangan terbaru soal isu seputar Kongres Luar Biasa (KLB) yang  disuarakan  Komite Penyelamt Sepak Bola Indonesia  (KPSI) yang mendapat mandat dari 452 anggota PSSI.

Setelah  turunnya surat AFC dan FIFA kepada PSSI tertanggal 13 Januari, kemarin KPSI menyatakan akan mengikuti kongres tersebut. Kongres tahunan (KPSI) yang awalnya akan dilangsungkan Sabtu lusa (21/1) akan tetap digelar dengan nama pra kongres.

“Kami menghormati  AFC dan FIFA. Para anggota yang memberi mandat kepada kami  akan mengikuti kongres tahunan PSSI yang dijadwalkan pada 18 Maret mendatang. Sedangkan kongres tahunan yang rencana semula kita rencanakan 21 Januari tetap kita gelar dengan nama pra kongres. Tempatnya di Jakarta,” kata Hinca Panjaitan, Sekretaris KPSI kemarin.

“Dalam kongres 18 Maret nanti kami tetap akan memperjuangkan KLB.  Pemilik suara akan mendesak  dalma kongres itu dibentuk  Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang selanjutnya akan melaksanakan KLB,” sambungnya.

Seperti diketahui, FIFA memberi warning kepada PSSI jika sampai pada 20 Maret belum bisa menuntaskan konflik yang terjadi, maka apa yang terjadi di Indonesia akan dibawa ke sidang Komite Asosiasi FIFA dan kemungkinan bisa terkena sanksi.

Untuk menghindari jatuhnya sanksi dan mengikuti arahan FIFA, PSSI mengagendakan menggelar kongres tahunan pada 18 Maret mendatang atau hanya berselang dua hari sebelum tenggat waktu yang diberikan FIFA berakhir.

Deputy Sekjen bidang kompetisi Saleh Mukadar mengungkapkan pada PSSI menerima surat dari AFC dan FIFA tertanggal 13 Desember. Salah satu isinya adalah PSSI harus secepatnya menggelar kongres tahunan untuk mencari solisi terbaik atas apa yang terjadi saat ini. “Tanggal kongresnya sudah ditetapkan. tapi lokasi belum ditetapkan. Tapi Yang jelas diwilayah Jabodetabek,” kata Saleh Ismail Mukadar.

Menurut Saleh, sesuai statuta semua pemilik suara PSSI akan mendapatkan pemberitahuan delapan pekan sebelum pelaksanaan kongres. Jumlah pemilik suara PSSI yang berhak menyalurkan aspirasinya pada kongres berjumlah 108 suara. Setelah itu, empat pekan sebelum kongres panitia akan memberitahukan data terakhir pemilik suara termasuk agenda yang akan dibahas pada Kongres Tahunan.

Terkait Kongres Luar Biasa (KLB) yang disuarakan sebagian anggota PSSI, dalam suratnya FIFA dan AFC menegaksan tidak dalam posisi mengomentari permintaan KLB itu.

“Terkait informasi yang diberikan itu, FIFA dan AFC tidak dalam posisi memberikan komentar tentang validitas permintaan KLB. Kami (FIFA dan AFC) mengacu pada pasal 29 poin I yang menyatakan PSSI harus menggelar kongres biasa tiap tahun,” demikian diantara bunyi surat terbaru AFC dan FIFA ke PSSI. (ali/jpnn)