Home Blog Page 13979

Ketika Kenikmatan tak Lagi Milik Malam

Siang-siang di KTV Stroom, Selecta Building Medan (1)

Tak ada yang membantah kalau malam adalah penguasa dunia hiburan Namun, bukan berarti siang tidak bisa menyaingi. Buktinya, di Karaoke Televisi (KTV) Stroom yang terletak di Selecta Building Medan, apa yang tersedia saat matahari terbenam sudah laris saat surya masih garang; termasuk narkoba!

Tim, Medan

Pekan lalu, sekira pukul 15.00 WIB, penulis mendapat telepon dari seorang kolega. Segera meluncur ke Selecta, katanya. Seperti memerintah, dia pun mengatakan sudah berada di lokasi sejak pukul 14.10 WIB.

Berhubungan ada sesuatu yang memang harus diselesaikan dengan rekan ini, penulis pun langsung bergerak. Tak sampai lima belas menit, Gedung Selecta yang berada di Jalan Listrik itu terlihat. Turun dari taksi, memasuki gedung, yang terlihat hanya ruang yang cenderung melompong. Terlihat beberapa properti Imlek, lainnya tidak ada yang mencolok. Bi ngung mau bertanya pada siapa, ponsel pun menjadi senjatan
“Tunggu saja, nanti anggotaku yang jemput,” jawab kolega itu dari seberang ponsel.

Tak lama kemudian muncul lelaki tegap dengan rambut ala David Beckham; bergaya sedikit mohawk dan berwarna kemerahan. Sayang, tubuhnya sedikit hitam. Tanpa banyak cakap si ‘David Beckham’ ini langsung mengajak masuk lift. Di lift itu sudah ada satu orang lagi, berseragam. Jelas, yang ini pasti petugas dari Selecta Building.

“Bawah,” perintah si ‘David Beckham’ kepada petugas lift.

Tak sampai semenit, pintu lift kembali terbuka. Penulis digiring melewati sebuah gang kecil berbelok dengan pintu yang tertutup di masing-masing sisinya; bersih dan tertata apik.

Lalu, memasuki sebuah pintu. Setelah masuk pintu itu, ternyata masih ada pintu lagi. Intinya, penulis harus melewati dua ruang kecil. Sepanjang perjalanan, ketika melewati pintu-pintu itu di sisi dua ruang kecil tersebut ada beberapa pintu lagi. Belakangan diketahui kalau itu kamar mandi dan kamar ‘eksekusi’. Akhirnya pintu ketiga terbuka, di ruang yang lebarnya sekitar 6×8 meter itu sang kolega duduk. Dia berdua dengan seorang perempuan – yang paras cukup menggoda mata – memakai blazer warna gelap. Mereka duduk di atas sofa yang empuk berwarna hitam. Selain sofa yang diduduki mereka, masih ada dua sofa lagi, semuanya lebar dan empuk. Barisan sofa itu berbentuk ‘L’. Di depannya ada meja kaca pendek dua buah.

Selain itu terpampang screen ukuran jumbo di tengah ruangan. Dari fasilitas yang ada, di ruangan ini tampaknya tak perlu lagi tamu meminta bantuan pegawai. Karaoke diset secara komputerisasi; memilih menu cukup melalui remote control saja. AC pun cukup dingin. Lampu temaram.

“Duduklah… santai saja,” tegur sang kolega. Si perempuan tersenyum dan langsung membakar rokok. Asap keluar dari mulutnya yang mungil.
“Oh, kenali…” sambung sang kolega sambil menunjuk si perempuan.

“Panggil saja, Cindy,” kata perempuan pemilik paha mulus itu. Hm, jelas bukan nama asli.

Sebelum sempat terlibat perbincangan, penulis merasa dihantui lagi dengan pintu. Pasalnya, di seberang pintu tempat masuk tadi ada satu pintu lagi. Beruntung, sebelum sempat bertanya – yang bisa dianggap bodoh karena gak tahu apa-apa – si ‘David Beckham’ menuju pintu itu. Dia membukanya. Rupanya pintu itu dua lapis pula. Setelah lapis terakhir dibuka, sinar menyerobot masuk.

“Belum pernah kemari kau kan?” tegur sang kolega. “Itu pintu khusus, langsung ke parkiran basement… lihat saja,” sambungnya.
Benar saja, begitu penulis melihat, terpampang di depan sana parkiran sepeda motor dan mobil. Si ‘David Beckham’ rupanya menuju mobil sang kolega.
“Asyik gak?” sambut sang kolega setelah penulis mulai duduk kembali di sofa.

“Ini ruang khusus, Kawan. Semuanya memang dibuat khusus. Untuk yang biasa-biasa, di sana di lantai 3,” jelasnya.
Dasar buta lokasi, tanpa malu lagi penulis langsung mencari tahu tentang KTV Stroom ini. Dari penjelasan sang kolega, diketahui kalau karaoke ini menyediakan sedikitnya 23 ruang dari kelas standar, VIP, hingga Super VIP. Dan, semuanya beroperasi dari pukul 14.00 WIB serta tutup pukul 02.00 WIB (untuk waktu normal).

Terciptanya tempat seperti tak lain karena arena pub dan diskotek bukan lagi pilihan utama bagi pencari hiburan. Setidaknya, sejak era 2000-an, pencinta hiburan mulai mencari ruang pribadi, tidak lagi ruang komunal.Tempat hiburan pun bukan lagi semata ruang hiburan, tapi menjadi tempat lobi-lobi hingga deal-deal tertentu. Dan, untuk meraihnya tidak harus malam hari. Untuk itu, ruang privacy yang menyuguhkan hiburan terbaik menjadi pilihan utama bagi mereka. Nah, untuk itulah penulis hadir di ruang mewah yang terjaga privacy-nya ini.

“Ini Bos,” celetuk si ‘David Beckham’.

Sang kolega menyambut sebuah bungkusan; amplop berwarna coklat. Langsung saja amplop itu dia letakan di meja. “Biasalah… bisnis, bentar lagi kawan itu datang,” kata sang kolega.

Penulis mengangguk. Sebelumnya sang kolega sempat berkata akan mengenalkan penulis dengan seseorang yang tahu seluk beluk narkoba di beberapa tempat hiburan di Kota Medan ini. Dan, bungkusan itu pasti itu seseorang yang belum datang itu.

“Minum apa, Bang?” si ‘David Beckham’ tersenyum. Dia pun menerangkan kalau di tempat ini bisa minum apa saja, dari yang kadar alkoholnya rendah hingga yang kelas berat.

“Gak usah kasih itu, kasih saja jus… biar enak masuknya nanti,” kekeh sang kolega. “Kalau mau nulis soal narkoba, yah kan harus tahu rasanya,” sambung kolega itu tanpa berhenti tertawa.

Si ‘David Beckham’ tersenyum dan langsung bergerak. Tak lama kemudian dia kembali beserta seorang pelayan pria. “Kasih jus jeruk untuk kawan kita ini,” ucap sang kolega. Pelayan itu langsung pergi.

Saat bersamaan, Cindy juga permisi, entah ke mana. Si ‘David Beckham’ membakar rokok. Tinggal kami bertiga menunggu kawan yang dijanjikan hadir. Kawan yang akan membuka ruang terselubung dunia narkoba di tempat-tempat hiburan di Kota Medan ini.

“Bentar lagi kawan itu datang…, kita nikmati duluanlah siang yang indah di Stroom ini ya,” lirik sang kolega.
“Okay!”

Si ‘David Beckham tertawa. “Mantap,” katanya.
“Ya, dah, Wak, ambillah lima butir sama si BD (Bandar, Red),” perintah sang kolega pada si ‘David Beckham’.  Yang diperintah pun langsung bergerak masuk.

“Gampang untuk dapat barang kekgitu di sini…, lihat saja. Yang penting ada uang,” kata sang kolega lagi.
Tak berapa lama si ‘David Beckham’ datang dengan seorang kawan. Lelaki berusia sekitar tiga puluhan.Pakaian dan rambutnya rapi. Warna kulitnya sedikit hitam, lebih hitam dari si ‘David Beckham’. Matanya memandang curiga kepada penulis. Namun, sang kolega langsung mencairkan suasana. “Kawan kita ini… santai saja,” katanya.

Dan, si BD membuka telapak tangannya, tampak di situ lima butir kecil pil berwarna merah muda. Yah… ekstasi. (bersambung)

Tiga Calo Jaringan ‘Cikeas’ Nyerah

Sindikat Calo CPNS

MEDAN-Tiga calo CPNS yang telah menipu ratusan korbannya, Rabu (1/2), tiba di Mapoldasu setelah dua hari sebelumnya, Senin (30/1), menyerahkan diri ke Mapolda Jabar. Tiga tersangka tersebut adalah PNS di Dinas Kesehatan Kota Medan, Damari Sianturi warga Jalan Bhakti Luhur Medan Helvetia. Kemudian, Rintar Sianturi warga Medan (alamat tak jelas, Red). Dan, Jhony Surbakti warga Kabanjahe. Ketiganya kemarin langsung diperiksa intensif oleh penyidik Poldasu.

Penyerahan diri tiga tersangka ini memudahkan Poldasu menuntaskan sindikat calo PNS yang sedikitnya telah menilep Rp60 miliar milik ratusan korbannya. Seorang rekan mereka, Delisa, yang telah ditangkap lebih dahulu, kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sindikat calo CPNS ini dalam setiap aksinya selalu mengaku dekat dengan Presiden SBY dan keluarga Cikeas. Ratusan korban yang terpedaya pun tak sungkan mengeluarkan uang Rp150 juta-Rp200 juta.

Seorang tersangka, Damari Sianturi, saat diwawancarai wartawan koran ini membantah jika mereka kabur ke Jakarta. Dia mengaku, kepergian mereka ke Jakarta untuk mencari seseorang bernama Plancius Panjaitan. Menurutnya, Plancius lah yang telah memperalat mereka untuk mencari orang yang berminat menjadi CPNS. Kepada Damari dan kawan-kawan, Plancius Panjaitan mengaku kenal baik dengan orang dekat SBY yang bernama Gimin. Damari sendiri mengenal Plancius karena sebelumnya Plancius pernah menjadi tetangganya di Jalan Bhakti Luhur.

Damari mengaku, jumlah peminat CPNS yang meminta ‘tolong’ kepadanya berjumlah 49 orang. dari jumlah korban tersebut, dia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp5,197 miliar. Sedangkan jumlah korban yang minta ‘tolong’ kepada rekannya yang lain, Damari mengaku tidak tahu. “Semua itu saya serahkan ke Plancius menggunakan kwitansi bermaterai. Saya menyerahkan di rumahnya langsung dan disaksikan isterinya. Kata Plancius, orang-orang ini akan dimasukkan menjadi CPNS di Pemprovsu, Pemko Medan, Pemko Binjai, sejumlah kementerian dan BPN, “ terang Damari. Tak semua korbannya tertipu, dari 49 orang yang ‘ditolongnya’, tiga diantaranya berhasil menjadi PNS di Pemko Medan dan Pemko Binjai.

Siapa sebenarnya Plancius Panjaitan? Damari mengatakan, Plancius adalah pengusaha ekspedisi. Kepergiannya dan dua orang rekannya ke Jakarta karena mendengar kabar kalau Plancius berada di kawasan Rawamangun. Lagi pula saat di Medan, mereka tak tahan dikejar-kejar terus oleh ratusan korban yang meminta uangnya dikembalikan.

Namun mencari keberadaan Plancius bukan perkara gampang. Mereka sempat berhasil mengontak Plancius lewat ponsel. Saat itu Plancius mengaku sedang berada di Bandung, Jabar. Namun kemudian nomor ponsel Plancius tak aktif lagi. Merekapun mengejar Plancius ke Bandung. Karena tak berhasil ketemu, dan tak ingin persoalannya makin rumit, mereka akhirnya menyerahkan diri ke Polda Jabar. “Kami  ini bukan ditangkap, kami nyerahkan diri.  saat ini saya melaporkan si Plansius,” katanya. Damari memprediksi, Plancius telah berhasil melarikan uang dari orang-orang yang diperalatnya hingga Rp60 miliar lebih. Sementara itu, Jhony Surbakti mengaku ia sebagai korban  dalam kasus ini. Hanya saja Jhony mengaku selama beraksi tak menyerahkan uangnya kepada Plancius langsung, tapi melalui Delisa.

Kanit Jahtanras Subdit III Reskrimum Poldasu, Kompol Murdani, kepada wartawan mengatakan, jaringan calo CPNS ini merupakan sindikat yang telah beroperasi sejak tahun 2009. Diperkirakan total korbanya mencapai 400 orang. “Sejauh ini yang telah menjalani persidangan adalah Suroso, Marisi Tambunan dan Delisa,” ujarnya. (mag-5)

Deswita Maharani Besok Resmi Dinikahi Ferry

Mungkin gara-gara telanjur tercium telah menikah siri, Deswita Maharani dan Ferry Maryadi memutuskan untuk menikah secara resmi. Kabarnya, Jumat besok keduanya akan melangsungkan akad nikah. Ini dibenarkan Kepala KUA Tebet, Asep Edwan.

“Sudah masuk berkas pernikahan Deswita Maharani dengan Ferry Maryadi. Sudah lengkap semua. Mereka yang mendaftarkan,” bebernya.
Akad nikah Deswita dan Ferry digelar di kediaman calon mempelai wanita. “Sudah komunikasi dari pihak keluarga Deswita,” kata Asep.
Asep mengaku akan bertindak sebagai penghulu. Meski demikian, ia tidak tahu siapa saja saksi yang akan hadir. “Siapa saksinya mereka yang menentukan,” ujar Asep.

Sebelumnya, Deswita dan Ferry santer dikabarkan sudah menikah siri pada 14 Januari 2011. Tepatnya sehari sebelum ibunda Deswita meninggal. Sejak itu, Ferry diketahui sudah tinggal satu atap dengan Deswita di kediaman orangtuanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan
Pada Selasa (31/1) petang , Deswita tampak hadir di rumah duka komedian Ade Namnung, di Ponndok Bambu, Jakarta Timur
Namun karena masih dalam suasana bersedih dengan kepergian sahabatnya, perempuan berusia 31 tahun ini mengaku belum bisa menjelaskan soal rencana pernikahannya. “Jangan membicarakan seperti itu lah, saya kan lagi berduka, tolong jangan dialihkan kemana-mana. Saya kemari kan lagi berduka untuk sahabat saya,” ujar Deswita.

Saat diminta konfirmasi soal hubungannya dengan Ferry, Deswita buru-buru meninggalkan wartawan.  “Konfirmasi-konfirmasi apa. Nanti lain kali, itu ada saatnya,” janji pemain variety show Ngelenong Nyok ini.

Saat sang ibunda meninggal, Deswita puji Ferry yang selalu berada di sisinya melewati masa-masa sulit. Hal ini membuat dirinya lebih tegar. “Ferry selalu menemani saya, mulai dari masuk rumah sakit, sampai mengurus pemakaman. Saya merasa kuat,” kata Deswita.

Hubungan Deswita dengan Ferry memang sudah lama terdengar. Terutama sejak Deswita dituduh jadi orang ketiga di balik perceraian Ferry dengan Risma Nilawati sekitar 2009. Bahkan kala itu, sempat tersiar kabar Ferry kepergok sedang asyik check in dengan Deswita di sebuah hotel. Itu terjadi saat Ferry sedang mengurus perceraian.

“Silakan fitnah gue. Ferry menghamili beberapa perempuan, silakan. Itu bukan urusan gue, tapi dengan Tuhan,” sangkal Ferry kemudian.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga membantah rumor dia dipergoki sang istri, Risma, sedang tidur seranjang dengan Deswita. “Demi Allah, demi Rasulullah, gue nggak pernah kepergok berduaan dengan Deswita di kamar,” sumpah Ferry yang main bareng Deswita di Ngelenong Nyok ini.
Ferry merasa dirugikan atas pemberitaan salah yang telanjur beredar. Karena itu, dia merasa kasihan terhadap bekas pacar pebulutangkis Taufik Hidayat itu.  “Yang paling sakit hati bukan gue atau pun istri, tetapi justru Deswita yang merasa terpojok dengan pemberitaan itu,” belanya. (bcg/rm/jpnn)

Think Globally, Act Locally

Oleh : Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Think globally, act locally. Istilah yang sudah acap kita dengar. Dan yang sekarang marak dide ngung-dengungkan, baik secara lisan maupun tulisan.
Sebuah kutipan dari sebuah situs di internet, dibuat oleh seseorang bernama Wayan, saya pikir cukup mampu menjelaskan konsep ini dengan sederhana. Kutipannya begini: ‘Broaden your vision, yet narrow your focus” (Perluas visimu, namun persempit fokusmu). Sederhana bukan?

Istilah think globally, act locally ini pertama kali diperkenalkan oleh para pemerhati lingkungan hidup pada tahun 60-an. Idenya kala itu, ketika kita membuat polusi di wilayah kita, seyogyanya kita juga berpikir bahwa polusi tersebut akan ikut merusak bumi. Untuk mengurangi polusi secara global, tak usah berharap langsung mengubah seisi bumi untuk memikirkannya. Melainkan, mulailah dari diri sendiri.

Ini daftar panjang act locally versi aktivis Go Green yang bisa kita praktikkan sehari-hari. Mulai dari kurangi konsumsi daging, karena untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum; belilah produk local, karena lebih murah dan menghemat energi; daur ulang aluminium, plastic dan kertas; bawa tas yang bisa dipakai ulang; gunakan gelas yang bisa dicuci; tanam pohon setiap ada kesempatan; turunkanlah suhu AC Anda; gunakan pemanas air tenaga surya; matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes; maksimalkan pencahayaan dari alam; gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan; gunakan kertas lebih sedikit, gunakan eMail dan software perkantoran untuk membuat laporan internal; gunakan eBanking; berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat; gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda; gunakanlah city car; dll, dll… yang daftarnya masih panjang lagi.

Dari aktivis Go Green, konsep think globally, act locally sekarang menjalar ke hampir semua lini. Kalangan birokrat, profesional, para CEO perusahaan, LSM, bahkan petani pun sudah banyak yang menerapkan konsep ini dalam pekerjaannya.

Ir H Doli D Siregar, MSc, seorang konsultan properti Indonesia, menerapkan konsep ini di perusahaannya dengan cara: menggabungkan kekuatan “local experience” dengan “international expertise” (tindakan lokal dengan keahlian tingkat dunia). Keahlian Pak Doli yang sudah level internasional, tak membuatnya ngotot harus bekerja skala dunia juga, tetapi bersedia menerapkannya terhadap dunia properti di tanah air.

Orang-orang China juga telah mengadopsi konsep ini dalam hal pemanfaatan internet. Jika di Indonesia kita rame-rame memanfaatkan Facebook dan Twitter sebagai situs pertemanan, tidak demikian dengan Cina. Mereka menciptakan Facebook sendiri versi China. Namanya Renren dan Kaixin001. Kedua situs jejaring sosial ini sangat popular di sana. Renren menyasar segmen pelajar dan mahasiswa sejak 2005. Adapun Kaixin001 menyasar kaum profesional muda China sejak 2008.

Selain FB dan Twitter, situs Google pun kalah di Cina dengan adanya situs Baidu, situs pencari di China. Bahkan untuk Iphone pun China punya versi sendiri, yakni Chiphone.

Sebuah stasiun televisi nasional juga sudah menerapkannya sejak lama, yakni memberi porsi terhadap konten daerah dalam penyiaran mereka. Sayang, mereka terkesan terus saja ‘bertahan’ dengan konsep lama, saat dunia sudah berubah.

Konsep think globally, act locally pas diterapkan di tengah persaingan global saat ini, dengan bertindak sesuai kemampuan dalam wilayah “kekuasaan” kita. Jangan dulu berpikir langsung mengubah dunia. Tetapi berpikirlah besar dengan tindakan yang bisa kita capai saat ini. (*)

Dua Mantan Panglima Dukung Partai Aceh

BANDA ACEH- Untuk memenangkan Partai Aceh dalam Pemilukada, dua mantan panglima bergabung. Mereka adalah mantan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI (Purn) Soenarko dan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf.

Kepada wartawan, Rabu (1/2), Soenarko menyebutkan, dirinya bergabung dengan Partai Aceh karena melihat pasangan yang diusung partai ini sangat cocok memimpin daerah berpenduduk 4,4 juta jiwa itu.

“Saya sudah pensiun, maka tak ada salahnya ingin bergabung dengan PA,” ujarnya yang disambut tepuk tangan sejumlah pengurus dan kader partai lokal itu.

Soenarko yang pernah memimpin Kodam IM selama dua tahun sejak 2008 justru melihatnya lebih jauh ke depan bahwa PA sudah berubah sikap politiknya membangun kembali bersama-sama untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

Katanya, memang dahulu ada perbedaan sikap antara pemerintah dengan GAM, namun, itu semua katanya sudah harus dibuang jauh-jauh jangan ingat lagi perbedaan masa lalu, karena manusia bisa saja salah.

Sementara, Muzakir Manaf mengatakan, bergabung Pak Soenarko membuat PA semakin solid, sebab, ini merupakan kehormatan bagi jajaran pengurus dan kader di daerah untuk memenangkan Pemilukada.

Selain itu, PA kata Muzakir sudah berkomitmen bahwa tetap bergabung dengan Indonesia dengan satu tujuan yang sama, arah yang sama, dan maksud yang sama yakni NKRI, Tidak ada niat lagi berpisah, semua ingin membagun Aceh dan Indonesia agar lebih baik.(net/jpnn)

Pimpinan KPK Berdebat Sengit

Butuh Bukti Kuat Libatkan Anas dalam Kasus Wisma Atlet

JAKARTA- Penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka baru kasus wisma atlet SEA Games tampaknya tak semudah membalik tangan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu bekerja ekstra keras untuk menemukan bukti dan fakta yang mengarah pada indikasi kuat keterlibatan ketua umum Partai Demokrat itu.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengakui, terjadi perdebatan sengit di internal jajaran pimpinan KPK selama membahas adanya perbuatan melawan hukum oleh Anas. Kata Busyro, perdebatan itu biasa dan wajar karena butuh argumen yang baik dan mendasar dalam penetapan tersangka baru.
“Yang namanya ekspos kasus di KPK itu kan berarti mengkritisi bukti. Dan, itu harus kritis sekali. Serius dan saling berargumen,” kata Busyro setelah berceramah dalam seminar di kantor Kementerian Agama (Kemenag), kemarin (1/2).

Menurut dia, banyak pihak yang tidak paham dengan situasi di internal KPK. Padahal, perdebatan antar-pimpinan KPK dalam ekspos kasus itu sangat dibenarkan. “Itu harus terjadi dan baik sekali, tapi tidak ada konflik di tubuh KPK,” kata mantan ketua Komisi Yudisial (KY) itu.

Dia menjelaskan, semua orang tahu bahwa KPK tidak memiliki prinsip penghentian penyidikan melalui penerbitan SP3 (surat perintah penghentian perkara). Sebab itu, setiap perkara yang masuk penyidikan KPK, harus benar-benar kuat bukti-buktinya. “Maaf ya, karena KPK tak boleh SP3 maka harus ekstra ketat dalam setiap kasusnya. Termasuk, dalam penetapan tersangka (Anas),” ujar Busyro.

Menurut Busyro, butuh dokumentasi bukti dan fakta yang sangat bertanggung jawab dalam penetapan tersangka. Setiap bukti dan fakta hukum yang ada harus saling mendukung. “Tidak boleh saling melemahkan,” jelas mantan akademinisi UII ini. “Kalau soal hukum itu soal bukti. Harus ada bukti yang secara jelas, detil dan mengena,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, jika KPK ternyata salah langkah, reputasi KPK dapat menjadi pertaruhan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan melemah dan memunculkan ketidakpercayaan publik. Apalagi, jika nantinya hakim Pengadilan Tipikor menolak segala bukti hasil penyidikan. “Sebab itu, kami (harus) ekstra hati-hati dalam setiap langkahnya,” papar dia.

Di tempat terpisah, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ibramsyah memprediksi, perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014 paling banter hanya 10 persen. Kemerosotan ini bakal terjadi jika kondisi partai yang sedang babak belur, tidak segera diatasi.

Menurutnya, hanya Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono saja yang mampu menyelesaikan masalah ini. SBY, sarannya, harus berani memecat sejumlah kader yang namanya terseret kasus korupsi wisma atlit. “Kalau nggak, Partai Demokrat akan rontok,” ujarnya (sam/rko/agm/jpnn)

User Number dan Password Lama Tidak Bisa Dipakai

Call Center SNMPTN Banjir Telepon

JAKARTA- Pada hari perdana pelaksanaan pendaftaran SNMPTN jalur undangan kemarin (1/2), call center (08041450450) panitia pusat banjir telepon dari sekolah-sekolah. Sebagian besar kepala sekolah menyakan apakah mereka bisa menggunakan user number dan password tahun lalu. Panitia pusat dengan tegas mengatakan user number dan password tahun lalu sudah tidak bisa digunakan.

Ketua panitia pusat SNMPTN Akhmaloka kemarin menjelaskan, sebagian kepala sekolah yang menghubungi panitia belum tahu jika user number dan password pendaftaran jalur undangan tahun lalu sudah tidak bisa digunakan lagi. “Sistem komputer kita sudah di reset atau disetel ulang,” ujar pria yang juga menjadi rektor ITB itu. Dengan demikian, secara otomatis para kepala sekolah atau yang mewakili sekolah harus mendapatkan user number dan password baru.

Akhmaloka menjelaskan, para kepala sekolah sejak awal tidak tahu jika user number dan password yang mereka kantongi tahun lalu tidak bisa digunakan lagi. Sebab, mereka baru bisa membuka website untuk melakukan pendaftaran kemarin. Selama masa sosialisasi, sejumlah PTN fokus pada himbauan untuk jujur dalam pengisian rapor serta sosialisasi program studi dan kuota saja.

“Banyaknya kepala sekolah yang tidak tahun pembaruah user name dan password ini tidak begitu mengganggu,” katanya. Dia menyarangkan, supaya sekolah segera melaporkan nama-nama siswa mereka yang didaftarkan menjadi kandidat masuk SNMPTN jalur undangan. Dengan demikian, pihak sekolah bisa segera mendapatkan user name dan password pendaftaran jalur undangan.

Akhamaloka mengatakan, seperti tahun lalu pendaftaran jalur undangan ini tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah atau perwakilan sekolah lainnya saja. Tetapi siswa calon peserta seleksi jalur undangan juga wajib mendaftarkan dirinya sendiri. Tahap ini dilakukan setelah siswa mendapatkan nomor pendaftaran. (jpnn)

Rintis Indonesian Wave

WIENDU NURYANTI

TARGET menjulang diusung Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti. Dia bertekad menciptakan Indonesian wave. Yakni, kondisi seluruh warga Indonesia dengan kuat memegang budaya luhur bangsa ini. “Mulai budaya bersikap, berdandan, menata rambut, berpakaian, dan sebagainya,” ujar perempuan yang juga guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu.

Dengan percaya diri, Wiendu optimistis Indonesian wave mampu menyaingi Korean wave. Dia sadar bahwa rancangannya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat. Korean wave yang sekarang melanda remaja hampir di seluruh dunia saja dibangun sejak 20 tahun silam. Nah, keberhasilan Indonesian wave itu baru bisa dilihat dalam beberapa dekade mendatang.

Wiendu yakin Indonesian wave bisa muncul suatu saat nanti. Indonesian wave bakal muncul dari sikap, bahasa, pakaian, film, musik, serta karya seni lainnya. Memang tidak mudah mewujudkannya. Salah satu kendalanya adalah anggaran. (wan/c6/ca/jpnn)

Retribusi di Karo Dihentikan

KARO- Sejak 1 Januari 2012, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghentikan seluruh pemungutan pajak dan restribusi daerah yang mengacu pada UU no 18 tahun 1997 dan perubahan atas UU No 34/2000. Penghentian kutipan pajak dan retribusi ini dikuatkan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Karo No 973/0002/Huk-orta/2012, tertanggal 3 Januari 2012. Dengan begitu, semua pajak dan retribusi di Karo gratis.

Ternyata, hingga saat ini, Pemkab Karo belum memiliki payung hukum berupa peraturan daerah (Perda) tentang retribusi dan pajak daerah yang mengacu pada UU No 28/2009. Dengan begitu, pajak-pajak dan retribusi daerah seperti pajak penerangan jalan, perizinan pemasangan reklame, pajak hiburan, pajak hotel, restaurant, rumah makan dan kedai kopi, perizinan galian C, perizinan mendirikan bangunan, izin gangguan (HO), retribusi pasar, retribusi memasuki objek wisata dan perizinan hiburan, retribusi pemakaman dan pengabuan mayat, retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan dan lainnya, dihentikan hingga adanya payung hukum baru.

Menurut Kabid Humas Pemkab Karo Jhonson Tarigan, dengan dihentikannya pengutipan pajak dan retribusi ini, potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Karo mencapai Rp1,8 miliar. “Seluruh pajak dan retribusi daerah yang penerbitannya berpedoman pada UU No 18/1997 dan perubahan UU No 34/2000 atas UU No 18 itu, seluruhnya berakhir pada 31 Desember 2011,” jelas Jhonson.

Sementara Kabag Hukum Pemkab Karo DT Sinulingga SH MPd saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini Pemkab Karo memang tidak memiliki payung hukum yang membuka celah untuk melakukan kutipan pajak dan retribusi yang mengacu pada UU yang lama.

Menurutnya, saat ini ada empat ranperda berisi 30 item, 26 diantaranya sudah disepakati dengan pihak legislatif dan sudah turun dari Kementrian Keuangan. Kini ranperda tersebut sudah di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan rencananya,  Jumat (3/2) mendatang akan dijemput. “Kita akui ada keterlambatan penyelesaian Ranperda. Namun, itu bagian dari pembelajaran ke depan. Tidak perlu saling menyalahkan,” ujarnya.(wan)
Sementara itu, DPRD Karo menyatakan keterlambatan pembahasan ranperda tersebut disebabkan lambannya penyampaian draf dari Pemkab ke DPRD Karo, yakni pada awal Oktober tahun lalu.(wan)

Dikeroyok, Oknum Polisi Tembaki Warga

LUBUK PAKAM- Anggota Sat Dalmas Shabara Poldasu Brigadir Dedi Barus meletuskan senjata api laras panjang SS1V2 secara membabi buta di Kafe Thamrin, Dusun III, Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (31/1) malam pukul 22.00 WIB. Akibatnya, Ahmad Fauzi (27), warga Dusun III, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa tersungkur di lantai kafe karena tumit kakinya terkena tembakan.

Mengetahui peristiwa itu, Darwin (28), teman korban langsung memberikan pertolongan. Selang beberapa lama, orangtua korban dibantu warga setempat datang ke lokasi dan melarikan korban ke RSU GL Tobing, PTPN II, Tanjung Morawa.

“Saya tidak kenal dengan Polisi itu. Dia sempat bertelepon dengan seseorang, kemudian ngomong sama empat orang lain yang tidak diketahui identitasnya. Tiba tiba berkelahi, terus dikeluarkanya senjatanya dari dalam tas, kemudian menembakkan ke atas dan ke bawah” cerita Ahmad Fauzi.

Keempat pengunjung yang belum diketahui identitasnya itu, sempat ditegur Brigadir Dedi Barus. Tidak senang atas teguran itu, mereka sempat berdebat. Akhirnya keempat pria itu mengeroyok Brigadir Dedi. Bahkan, seorang diantaranya sempat memukul Dedi dengan sebilah kayu. Karena tersudut, Dedi berlari dan mengambil senjata api dari dalam tasnya.

Dedi pun meletuskan tembakan ke atas, sehingga membuat seluruh pengunjung kafe menjadi panik dan berhamburan keluar. Kembali, Dedi mengacungkan senjatanya ke arah pengunjung kafe, sebari mengatakan, “bubar kalian Semua.”
Setelah suasana tenang, Dedi langsung diamankan ke Mapolres Deli Serdang.(btr)