Home Blog Page 13995

Tuduhan Korupsi kepada Mantan Bupati Simalungun Dinilai Keliru

Polres Simalungun Dituding Tidak Profesional

Tuduhan korupsi APBD Simalungun tahun 2006 senilai Rp1,3 miliar terhadap mantan Bupati HT Zulkarnain Damanik, sangat tidak berdasar bahkan terkesan keliru.

Pernyataan itu disampaikan penasehat hukum Zulkarnain Damanik, Sarles Gultom, SH MH kepada wartawan, Minggu (29/1).
Dia juga menilai, Polres Simalungun tidak professional karena uang yang sudah dikembalikan jauh sebelum adanya laporan pengaduan ke Polres Simalungun, dijadikan kerugian negara. Bahkan, orang  yang sebenarnya menikmati uang justru tidak diperiksa.

“Tuduhan korupsi kepada Mantan Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik sangat tidak berdasar dan terkesan keliru. Masa uang yang sudah dikembalikan kepada kas Pemkab justru dijadikan kerugian negara. Ironisnya, yang sebenarnya menikmati uang tidak diperiksa. Ada apa ini? “ tanya Sarles Gultom SH MH dari kantor Pengacara Sarles Gultom SH MH & Rekan.

Jadi, kata Sarles, tuduhan korupsi senilai Rp1,3 miliar seperti yang dituduhkan tidak benar.

Sarles Gultom memberikan alasan tentang kekeliruan dan ketidak profesionalan oknum penyidik dalam menangani kasus itu antara lain, tersangka Sugiarti (51) sebagai pemegang kas pada masa Bupati sebelumnya (John Hugo Silalahi, red) sudah ada laporan Inspektorat Simalungun kepada Polisi tentang ketekoran kas Rp1,2 miliar.

Kemudian, setelah polisi melakukan penyelidikan, ditemukan ketekoran hanya Rp885 juta dan itu beban Sugiarti yang kini sedang ditangani Kejari Simalungun setelah dilimpahkan Polres Simalungun.

Selanjutnya, setelah Bupati Simalungun di jabat Zulkarnain Damanik, Sugiarti masih tetap  sebagai pemegang kas sejak Desember 2005 sampai 20 Februari 2006 dan terjadi lagi ketekoran kas yang menurut polisi Rp529.654.658,00.

“Jadi dugaan korupsi Rp1.3 miliar itu bukan tanggung jawab Zulkarnain Damanik. Karena semasa Bupati John Hugo sudah terjadi ketekoran kas Rp885 juta. Sedangkan dugaan kepada Zulkarnain Damanik hanya Rp529.654,658,” jelas Sarles Gultom.

Jadi, lanjutnya, rincian uang Rp529.654.658 digunakan  antara lain, Rp100.408.750 dari Rekening Kas Daerah Nomor AC-2873 tangal 15 Februari 2006 dengan menggunakan cek No CG 788417 diberikan untuk CV Cail Utama. Selanjutnya, Rp130.355.729 dari Rekening Kas Daerah Nomor AC-3230
dengan menggunakan cek No CG 724329 tanggal 20 Februari  2006 diberikan kepada Swiss F Damanik.

Ternyata, saat diperlihatkan pada pemeriksaan di Polres Simalungun, Rabu (15/2), Zulkarnain Damanik menyatakan tidak pernah menandatangani kedua cek tersebut pada bagian belakang. Apalagi Sugiarti sebagai pemegang kas sudah diberhentikan tanggal 20 Februari 2006 dan itu tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Lanjutan.

“Secara logika, mana mungkin bupati menandatangani cek pada saat pemegang kas itu diberhentikan. Kalaupun ada dana akan dicairkan tentu kepada pemegang kas yang baru,” jelas Sarles Gultom.

Selanjutnya, kata Sarles Gultom, untuk CV Cair Utama tidak pernah ada karena anggaran saat itu belum ada proyek yang dikerjakan. Sehingga, terindikasi kuat terjadi pemalsuan. Kemudian, Cek kepada Swis Damanik yang saat itu sebagai bendahara rutin dinas PU seharusnya ditandatangani Sekda Sariama Saragih. Bukan tanda tangan bupati.

Hal lain sebagai kejanggalan adalah tentang panjar kerja Rp887.662.727 yang sudah dicairkan tahun 2005. Namun yang ditampung dalam APBD 2006 hanya  Rp588.762.568. Sehingga terjadi kekurangan sebesar Rp298.890.259 dan uang itu sudah dikembalikan  ke kas daerah tanggal 29 Desember 2006 oleh 37 orang pejabat terkait sebesar Rp225.654.284,95 melalui Romauli Damanik sebagai pemegang  kas Dinas Pendapatan Simalungun.
Sedangkan sisanya Rp72.642. 385,02  belum dikembalikan 11 orang pejabat lain dan pengumpulnya adalah kewajiban kepala dinas Pendapatan sebagai pengguna anggaran. Bukan tugas bupati, sesuai UU No I /2004. Tentang perbendaharaan Negara yang menyatakan bahwa kepala satuan kerja bertanggungjawab atas peñatausahaan keuangan  di satuan kerjaya.

“Seharusnya, yang 11 orang itu diperiksa mengapa mereka belum mengembalikan uang itu sampai saat ini. Jadi, yang bertanggung jawab bukan Zulkarnaen Damanik melainkan tanggung jawab Kadispenda dan ke 11 orang tersebut,” jelas Sarles Gultom
Ke 11 pejabat yang belum mengembalikan dana Rp72.642. 385,02 adalah Elmi Sipayung Rp2.013.497,50, Rosmianna Damanik Rp2.013.502,40, Pandapotan Sirait  Rp2.013.502,40, Jasmen Siallagan  Rp2.013.502,40, Arar PM Purba Rp2.982.967,00,Sy Siregar  Rp  4.474.450,00, Yetti Supiah Rp900,00, Parasian Samosir  Rp26.846.699,00.

Kemudian, Krisman Damanik Rp7.414.834,00, Hamonangan Sihaloho  Rp6.960.255,16 dan Cyrus Lubis Rp6.960.255,16, jumlahnya Rp72.642.365,02.
Sementara, mantan Kabid Investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan Propvinsi Sumut, Waben Damanik yang menjabat sejak 2005 sampai 2009 mengatakan, permasalahan anggaran yang ditujukan kepada Zulkarnain Damanik sebenarnya sudah dipertanggungjwabkan tahun 2007 melalui laporan Pertanggungjawaban Bupati. “Kalau sudah dipertanggungjawabkan tahun 2007 dan dananya sudah digunakan Pemkab, kok dipermasalahkan lagi?” jelas Waben Damanik.(ndi)

Uang Prajabatan Tidak Dipulangkan

087867552xxx

Kepada Bapak anggota dewan Deli Serdang tolong kami uang prajabatan kami sampai sekarang tidak dipulangkan, padahal sudah cukup lama kami selesai prajabatan. Sementara uang itu kami utang agar kami bisa ikut prajabatan kemana lagi kami harus mengadu? Kejam kali, coy.

Akan Dicek

Terimakasih untuk informasinya. Kami akan cek kembali proses pembayaran uang prajabatan untuk memastikan semua berjalan dengan benar. Pasalnya Pemkab Deli Serdang sudah melakukan pembayaran uang prajabatan di awal 2011 ini.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Car Free Day, 2 Minggu Sekali

Pemko Medan kembali menggelar car free day, Minggu (29/1) pukul 06.00- pukul10.00 WIB.

Acara digelar di Jalan Sudirman, tepatnya di depan rumah dinas Wali Kota Medan, Jalan Imam Bonjol, Jalan A Rivai, Jalan H Misbah, Jalan Selamet Riadi, Jalan Linggar Jati, Jalan Suryo, Jalan Balai Kota, Jalan Juanda
dan Jalan Cik Ditiro.

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat Kota Medan itu dimulai dengan senam bersama Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, kemudian dilanjutkan fun bike yang diikuti berbagai komunitas sepeda, mulai dari sepeda onthel, fixie, BMX dan lainnya. Acara fun bike dilepas langsung oleh Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Selain itu, acara juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Medan, layanan internet gratis dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Medan dan atraksi dari beberapa komunitas olahraga, salah satunya sepatu roda.
Wali Kota Medan Rahudman Harahap menuturkan pemerintah akan mengggelar car free day selama dua minggu sekali untuk memasyarakatkan kegiatan yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kalau sebulan sekali terlalu lama. Kalau bicara olahraga, sebenarnya pun harus tiap hari tapi karena sifatnya dikoordinir, jadi saya rasa bisa dua minggu sekali,” kata Rahudman.

Diharapkannya, seluruh masyarakat Kota Medan mencintai acara ini sehingga lebih meriah. Selain itu, kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan rasa cinta olahraga.

“Sebagai pemerintah, kami sudah berupaya memfasilitasi dengan menggelar acara ini. Sengaja dibuat di seputaran Jalan Jenderal Sudirman yang penuh dengan pepohonan sehingga diharapkan bisa mendorong mengurangi polusi udara. Kami akan terus mengevaluasi berapa tinggi polusi di kota ini,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Rahudman, masyarakat harus mengenal lebih luas lagi makna car free day karena acara ini bukan acara Pemko, tetapi acara masyarakat.
“Ini diadakan untuk masyarakat Kota Medan. Jadi masyarakat hendaknya lebih berpartisipasi. Kami harap masyarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap acara ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan, Anas Hasibuan menambahkan ke depan acara car free day ini akan dikemas lebih meriah lagi dengan merangkul seluruh sponsor.

“Jadi diharapkan masyarakat memanfaatkan momen ini. Kami terima kasih kepada masyarakat yang hadir dan minta maaf kepada masyarakat lainnya karena penutupann jalan untuk mensukseskan acara ini,” katanya.
Menurutnya, Pemko Medan melalui Dispora Medan akan berupaya menggelar acara ini selama dua minggu sekali. Dengan olahraga bersama, masyarakat akan lebih sehat sehingga bisa melaksanakan proses pembangunan lebih baik lagi. (adl)

Dua Kubu Geng Motor Beraksi Lagi, 3 ABG Terluka

Rumah Warga Dilempari

MEDAN-Geng motor semakin menjadi-jadi. Minggu (29/1) dini hari, kawanan geng motor menganiaya pengendara sepeda motor yang hendak mengantarkan korban kecelakaan lalulintas di Jalan Pahlawan.

Akibatnya, tiga anak baru gede (ABG) yang masih berstatus pelajar mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke RS dr Pirngadi Medan.
Ketiga ABG itu masing-masing Teja Gunawan (18), warga Marendal, Wendi (19), warga Perumnas Mandala dan Andreas (18), warga Perumnas Mandala.
Seorang rekan korban Beni (18) mengatakan, kejadian bermula saat mereka ingin mengantarkan rekan mereka David (18), warga Jalan Jermal ke RS dr Pirngadi karena mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan Garuda Mandala.

David dibawa ke RS dr Pirngadi dengan ambulans milik RS Muhammadiyah dan rekan-rekannya yang lain mengikuti ambulans dari belakang dengan mengendarai sepeda motor. Namun, saat melintas di simpang Jalan Pahlawan, sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor melempari mereka hingga berjatuhan dari sepeda motornya. Beruntung, ambulans yang mengangkut rekan mereka lolos dari lemparan.
Tak hanya itu saja, kawanan geng motor tersebut menganiaya mereka dan memukuli mereka dengan batu. Beberapa rekannya termasuk dirinya berhasil meloloskan diri. Namun ketiga temannya dianiaya. Mereka juga melarikan sebuah sepeda motor Smash BK 6279 UP, dompet berisi SIM, STNK serta uang Rp300.000 milik M Taufiq.

Aksi geng motor tersebut baru berhenti ketika M Taufiq, Beni dan Andika kembali membawa rekan-rekan mereka yang lain. Geng motor lari ke arah Jalan Letda Sudjono. Sempat terjadi aksi saling lempar antara geng motor dengan para korban yang telah membawa massa.
Puluhan personel dari Polsek Percut Seituan turun ke lokasi guna mengamankan. Kondisi korban yang tergeletak dan penuh darah akhirnya dibawa rekan-rekan korban bersama polisi ke RS dr Pirngadi. Ketiga korban mengalami luka serius di bagian kepala, wajah dan kaki akibat hantaman batu dan kayu.

Kanit Reskrim Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago mengatakan sudah mengamankan seorang anggota geng motor.
“Kita masih melakukan pengembangan,” terangnya.

Sementara di Jalan Madio Utomo, Medan Perjuangan, Minggu (29/1) dini hari pukul 02.30 WIB, dua kubu kawanan geng motor terlibat saling lempar. Akibatnya rumah warga menjadi sasaran. Dua warga menjadi korban dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit terdekat.
MP Hutapea (53), seorang warga mengaku, mereka sedang lelap tidur tiba-tiba terbangun karena mendengar suara lemparan batu.  Dia dan sejumlah warga lainnya pun berkeluaran dari rumah masing-masing. “Saat semua warga di sini keluar dari rumah masing-masing, kami melihat dua kelompok geng motor sedang perang batu,” katanya.

MP Hutapea mengaku, langsung melapor kepada polisi. Tak beberapa lama kemudian polisi tiba di lokasi. “Mereka para anggota geng motor itu bukan warga sekitar Jalan Madio Utomo melainkan warga luar. Warga di sini juga menjadi korban,” pungkasnya.
Kanit Sabhara Polsekta Percut Seituan, AKP Bazoka mengaku, pihaknya mengamankan belasan anggota geng motor dan selanjutnya diserahkan ke Mapolsekta Medan Timur.
“Kesemuanya diserahkan ke Mapolsekta Medan Timur karena lokasinya di wilayah hukum Polsekta Medan Timur dan berbatasan dengan wilayah hukum Polsekta Percut Seituan. Warga yang luka-luka ada dua orang dan kini sedang dirawat di rumah sakit terdekat,” jelasnya.

Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi SIK mengatakan, polisi juga mengamankan batu dari saku dan tangan para anggota geng motor beserta sepeda motor mereka. Mereka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Bobby (18), salah satu anggota geng motor yang diamankan polisi mengatakan, mereka semula diserang anggota geng motor lain dan melarikan diri ke arah Jalan Madio Utomo. Dijelaskan pria berambut gondrong itu mereka langsung membalasnya.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku aksi geng motor yang kembali meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Medan harus ditanggapi dengan serius.

Pemko Medan bersama Polresta Medan akan mengambil langkah tegas dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Dijelaskannya, beberapa langkah tersebut seperti mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana membawa kendaraan bermotor yang baik.
Sedangkan untuk pelajar di Kota Medan, Pemko Medan terus melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah.

“Bila ada pelajar terlibat geng motor, kita lakukan pembinaan kepada mereka. Langkah awalnya kepala sekolah akan kita suruh melakukan penyuluhan,” cetusnya.

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengaku,  polisi akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aksi geng motor yang belakangan ini semkin meresahkan masyarakat.

“Saya meminta kepada masyarakat ikut membantu. Jangan sampai antara masyarakat dengan masyarakat ikut di dalamnya,” bebernya.(adl/jon/cr-1/smg)

Cegah Jajanan Berbahaya

Kasus keracunan makanan dan jajanan terus terjadi. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Kesuma Ramadhan dengan Dosen Sosiolog Unimed, Muhammad Iqbal.

Apakah tanggapan Anda soal terulangnya kembali keracunan yang dialami siswa sekolah?
Jika instansi terkait seperti sekolah, dinas kesehatan,pendidikan dan pihak  lainnya melakukan pengawasan dengan baik dan benar maka ini tidak akan terjadi. Selain itu sosialisasi juga tidak berjalan secara berkala dan bersifat formalitas.

Bagaimana pengawasan dan sosialisasi yang efektif dilakukan?
Selama ini bentuk pengawasan dan sosialisasi dilakukan hanya di beberapa sekolah saja sebagai sampel. Sementara pengambilan sampel tidak cukup mewakili semua sekolah terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah pinggiran sehingga dinyatakan aman. Seharusnya semua sekolah diperiksa secara berkala mengenai standar higienis dan keamanan jajanan sekolah.

Bagaimana langkah pengawasan dan sosialisasi?
Selama ini peran lembaga kita lebih banyak beraksi setelah kejadian. Namun antisipasi untuk mencegahnya tidak bisa dilakukan.

Apa langkah mengantisipasi jajanan sekolah yang membahayakan?
Jadi tidak hanya sosialisasi saja, dalam hal ini juga perlu imbauan dari sekolah untuk menertibkan pedagang di pinggiran sekolah.
Selain itu harusnya ada kontrol kualiti yang dilakukan seluruh instansi terkait, bisa saja dengan membuat tim untuk penentuan kualitas dan harga jajanan.
Selama ini banyak anak-anak yang memilih jajan di luar sekolah ketimbang di kantin karena harga yang lebih tinggi.

Untuk itu pihak sekolah jangan pernah lelah mengawasi anak-anak untuk jajan diluar sekolah.

Selain itu peran pengawasan dari orang tua juga harus dilakukan semisal membawakan makanan yang sehat dari rumah bagi anak-anak sehingga anak-anak tidak akan lagi jajan di sekolah dan pastinya akan lebih terlindungi dari zat berbahaya. (*)

Tuah Simeone

Osasuna vs Atletico

PAMPLONA-Sejak pertama kali diperkenalkan sebagai allenatore Atletico Madrid menggantikan Gregorio Monzano di  Vecente Calderon pada 27 Desember lalu, perlahan tapi pasti Diego Simeone, mantan gelandang timnas Argentina mulai menemukan cara bagaimana mendongkrak performa Los Rojibalncos (julukan Atletico Madrid).

Betapa tidak, ini bisa dilihat pada dua pertandingan terakhir yang mereka lakoni ketika menghadapi Villareal dan Real Sociedad.

Pada pertandingan itu Rojiblancos menang 3-0 atas Villareal serta sukses mencuri kemenangan di markas Real Sociedad dengan skor 4-0.
“Kami merasa cocok dengan strategi yang diterapkannya. Karenanya, ketika pertama kali dia datang ke sini, kami begitu bersemangat menyambutnya. Dia sangat mengenal karakter tim ini,” bilang Adrian, striker Atletico Madrid tentang Simeone yang pernah menjadi pujaan publik Vicente Calderon.
Bukan hanya Adrian, ternyata Radamel Falcao pun mengakui bahwa kedatangan Simeone ke Rojiblancos membuat penampilannya semakin meningkat.
Sejauh ini Dalcao telah mencetak 14 gol pada musim ini.  Falcao tampil gemilang di awal musim, namun sempat kesulitan mencetak gol menjelang Natal. Akhirnya, perfoma bagus itu kembali seiring kedatangan Simeone. “ Dia (Simeone, Red)  tahu saya sejak di River Plate. Ia tahu bagaimana cara mengeluarkan kemampuan terbaik saya,” ujar Falcao kepada AS.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, tak ayal Atletico akan menjadi lawan berbahaya bagi Osasuna di Stadion  Reyno de Navarra, Pamplona, dini hari nanti.

Osasuna yang kini mengumpulkan poin 27 hasil dari 19 pertandingan yang telah dilakoni, memang unggul satu angka dari Atletico yang menempati peringkat kedelapan dengan poin 26.

“Kami tak ingin disalip oleh sebuah tim yang secara langsung menjadi seteru. Terlebih, kami juga memiliki ambisi untuk dapat bersaing ke zona Eropa. Jadi, meski mereka kedatangan pelatih hebat, jangan harap bisa mengalahkan kami,” bilang Alvaro Cejudo, pemain Osasuna.
Cejudo boleh optimis, namun dia juga harus berkaca pada fakta yang tatkala kedua tim bertemu di Reyno de Nevarra. Saat itu tuan rumah Osasuna dipermalukand engan skor  2-3.

Tig gol tim tamu seluruhanya dicetak gelandang Diego (39’, 61’ dan 63’) sedangkan gol untuk tuan rumah dilesakkan Kike Sola (31′) dan Javad Nekounam (80’).

Timbul pertanyaan, apakah Atletico kembali mengalahkan tuan rumah Osasuna, atau justru Osasuna yang meraih kemenangan di hadapan pendukungnya? Sama-sama kita tunggu jawabannya dini hari nanti. (jun)

Cemooh Mourinho, Sanjung Ronaldo

KEMENANGAN Real Madrid atas Real Zaragoza terasa hampa bagi Jose Mourinho. Bagaimana tidak, untuk kali kedua secara beruntun di Santiago Bernabeu, entrenador Real itu dicemooh pendukungnya sendiri. Situasinya mirip ketika Real menang atas Athletic Bilbao 4-1 (22/1).
Yang lebih menyakitkan bagi Mourinho, sebagian Madridistas -sebutan pendukung Real – meneriakkan nama asisten pelatih Real, Aitor Karanka. Mourinho mungkin juga bakal iri dengan anak asuhnya yang kembali mendapat sanjungan dari Madridistas. Cristiano Ronaldo misalnya. CR7 -sebutan Ronaldo- mendapat aplaus setelah mencetak gol.

Yang dialami Mourinho kemarin jelas kontras dengan di Valdebebas, markas latihan Real, Kamis pekan lalu, atau sehari setelah kegagalan di Copa del Rey (26/1). Kala itu, Mourinho mendapat kejutan kue ulang tahun ke-49 dari Sergio Ramos dan Iker Casillas. Kedua pemain itu sebelumnya terlibat friksi dengan Mourinho.

Apapun versi Karanka, Antipati yang masih diperlihatkan Madridistas tak pelak membuat rumor kepergian Mourinho di akhir musim semakin berembus kencang. Kemarin, The Sunday Times, memberitakan bahwa Mourinho sudah mantap meninggalkan Bernabeu di akhir musim. (dns/bas/jpnn)

Dari Xavi sampai Keledai

TIDAK lengkap rasanya rivalitas Barcelona dan Real Madrid tanpa dibumbui psywar di luar lapangan. Yang terbaru adalah “serangan” yang diterima bek kanan Barca Dani Alves. Serangan tidak datang dari anggota skuad Real, melainkan juru bicara Mourinho yang bernama Eladio Parames.

Lewat akun Twitter, Parames menilai tingkah Alves di lapangan tidak ubahnya seekor keledai. “Banyak perubahan sejak dia (Alves) datang ke Spanyol. Dia melakukan operasi di telinganya menjadi lebih kecil. Dia juga menggunakan kacamata seperti seorang intelektual,” kata Parames sebagaimana dilansir Tribalfootball.

“Namun, seekor keledai dengan telinga kecil dan berkacamata tidak akan menjadi seorang dokter. Keledai tetaplah keledai,” sambungnya.
Parames juga menuding wasit Fernando Teixeira Vitienes banyak membantu Barca saat ditahan 2-2 Real di Nou Camp dalam leg kedua perempat final Copa del Rey (25/1). Dalam laga tersebut, Vitienes mencabut tujuh kartu kuning dan satu kartu merah kepada Real.

Yang perlu digaris bawahi, Vitienes kembali bertugas saat Barca menghadapi Villarreal kemarin. Hasilnya, tidak satu pun kartu diterima penggawa Barca, sedangkan penggawa Villarreal menerima empat. “Ketika Barcelona bermain bagus, mereka menang. Ketika lawannya bermain lebih baik dari mereka, wasit akan membantu mereka,” tutur Parames.

Kabarnya, Mourinho juga sempat mencaci maki Vitienes saat mencegatnya di areal parkir Nou Camp. “Betapa Anda seorang seniman. Anda suka mengacau pekerjaan serius kaum profesional. Sekarang, silakan pergi dan mengisap cerutu sembari tertawa. Anda tidak punya malu”. Demikian cacian Mourinho kepada Vitienes.

Serangan dari Parames tak ubahnya balasan atas komentar pedas Xavi Hernandez. Dalam sesi wawancara dengan Barca TV seusai menyingkirkan Real di Copa del Rey, Xavi menyebut gelandang bertahan Real Lassana Diarra bermain brutal bak binatang, khususnya setelah lolos dari kartu kuning kedua seusai mengasari Lionel Messi. Playmaker terbaik dunia 2011 versi IFFHS itu juga menyebut Real sebagai pecundang sejati.

Di sisi lain, komentar Xavi itu membuat manajemen Barca berseteru dengan Mediapro, perusahaan yang bertanggung jawab dalam produksi saluran Barca TV. Sebab, komentar terjadi sebelum wawancara dimulai dan seharusnya tidak ditayangkan televisi bersangkutan alias off the record. (dns/bas/jpnn)

Barca Makin Jauh

MADRID – Barcelona menggungguli Real Madrid di dua ajang domestik musim ini. Setelah memenangi Piala Super Spanyol pertengahan Agustus tahun lalu dengan kemenangan agregat 5-4, Barca mengeliminasi rival abadinya itu di perempat final Copa del Rey pekan lalu dengan agregat 4-3.

Namun, situasinya bisa berbeda di Liga Primera. Barca yang notabene jawara tiga musim terakhir kewalahan meladeni Real dalam perburuan juara. Barca tertinggal tujuh angka menyusul hasil berbeda yang dicatat kedua tim pada jornada ke-20.

Ketika Los Merengues – sebutan Real – meraih hasil absolut 3-1 atas Real Zaragoza di Santiago Bernabeu kemarin dini hari WIB, Barca hanya menambah satu angka setelah ditahan imbang tanpa gol Villarreal di Madrigal beberapa jam kemudian.

Kendati tertinggal tujuh angka dari Real, kubu Barca tidak terlihat pesimistis. “Tujuh poin adalah keuntungan yang signifikan. Tapi, saya pernah melihat (gap) yang lebih besar. Jadi, kami tetap tegak menatap ke depan,” kata bek kanan Barca Dani Alves sebagaimana dilansir Marca.
“Barcelona tidak akan pernah menyerah. Liga belum berakhir. Paro kedua kompetisi baru dimulai dan masih banyak pertandingan yang harus dijalani,” sahut bintang penyerang Barca Lionel Messi.

Hasil imbang di Madrigal seolah menjadi antiklimas Barca yang tiga hari sebelumnya mengalahkan Real di Copa del Rey. Messi pun memiliki penilaian tersendiri. “Kami tidak beruntung. Kami menciptakan begitu banyak peluang, tapi gagal menghasilkan satu gol pun. Kami juga tidak bermain seperti biasanya,” jelas pemain terbaik dunia tiga tahun terakhir itu.

Pernyataan Messi sedikit berseberangan dengan Josep Guardiola. Entrenador Barca itu menganggap timnya telah bermain baik melawan Villarreal. Kalaupun gagal meraih kemenangan, Guardiola menyebut alasannya karena penyakit Barca di laga away musim ini kambuh.

Ya, dari sepuluh kali lawatan di Liga Primera, Barca kehilangan 13 angka (lima seri dan sekali kalah). Bandingkan dengan Real yang hanya kecolongan lima angka (sekali seri dan sekali kalah). “Kami bermain sangat bagus dan banyak berlari. Kami juga tidak kelelahan karena Anda harus memuji Villarreal yang juga memiliki banyak tembakan ke gawang, serta berbahaya ketika memperoleh ruang gerak,” ungkap Guardiola di situs resmi klub.
Di pihak lain, kubu Real cukup girang melihat konfigurasi klasemen saat ini. “Kami semula hanya berharap mempertahankan gap lima angka pekan ini, tapi ternyata mendapatkan lebih,” kata Esteban Granero, gelandang Real, di situs resmi klub.
Sempat dikejutkan gol Angel Lafita pada menit kesebelas, tuan rumah membalas tiga gol beruntun masing-masing melalui Kaka (32’), Cristiano Ronaldo (49’), dan Mesut Oezil (56’). “Kami tidak suka kebobolan dan itu adalah kesalahan kami. Tapi, permainan kami sangat bagus di babak kedua. Itu menunjukkan kami sudah lupakan kegagalan di Copa,” jelas Graner. (dns/bas/jpnn)

Tak Ada Noda di Rintik Salju

JUVENTUS VS UDINESE

TURIN – Dua gol striker Juventus, Alessandro Matri sukses mengandaskan perlawanan Udinese di  Juventus Arena, dini hari kemarin. Udinese hanya sekali membalas lewat Antonio Floro Flores.

Bermain di bawah derasnya rintik salju, di Juventus Arena Stadium, Alessandro Matri sukses bikin gol menit ke-42.
Skor 1-0 ini bertahan hingga wasit membunyikan peluit tanda babak pertama usai.

Di babak kedua Udinese sempat mampu menyamakan kedudukan 1-1 melalui kaki Antonio Floro Flores di menit ke-56. Namun gol itu hanya bertahan lima menit setelah Matri buat satu gol lagi, setelah memanfaatkan umpan terobosan Claudio Marchisio.
Berkat kemenangan ini, Juve semakin kokoh di peringkat pertama klasemen sementara Liga Italia, tanpa sekalipun terkalahkan. Mengumpulkan 44 poin dari hasil 20 kali bermain, untuk sementara tim besutan Antonio Conte itu unggul empat angka dari AC Milan di posisi dua.
Sementara bagi Udinese kekalahan ini tidak mempengaruhi posisi Di Natale dkk di tangga ketiga klasemen.

Meski bermain di bawah dinginnya salju, Juventus langsung tampil ofensif. Peluang demi peluang tercipta. Begitu juga dengan aksi Udinese yang juga memburu scudetto musim ini. Namun hingga usai laga, kemenangan Juventus sudah terkunci.

Namun begitu, arsitek Juventus, Antonio Conte mengaku sempat khawatir dengan perlawanan Udinese.
“Saya sungguh mengkhawatirkan pertandingan ini, karena Udinese memainkan sepak bola yang menarik dan punya banyak pemain berkualitas yang layak tampil di klub besar,” sahut Conte usai pertandingan.

“Kami harus mengembangkan cara bagaiman kami mengendalikan hasil pertandingan. Kami terlalu sering kehilangan bola di tengah lapangan, memberikan ruang buat Udinese melalukan serangan balik.”

“Saya sangat marah dengan penguasaan bola kami, di mana kami hanya memberikan bola ke tangan Udinese,” tuntas Conte seperti diberitakan Football Italia. (bbs/jpnn)