Home Blog Page 1402

Fun Run Indomaret Cabang Medan Tahun 2023, Berlari Sambil Senang-senang

SERAHKAN : Senior Manager Marketing Indomaret Head Office, Muhammad Agus Novianto serahkan hadiah voucher belanja gratis setahun.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indomaret Cabang Medan menggelar kegiatan Fun Run yang ikuti 3000 peserta dari berbagai daerah yang ada di Kota Medan, Deli Serdang, Binjai dan Kota lainnya. Ribuan peserta Fun Run di lepas secara langsung oleh Branch Manager Indomaret Medan, Yonanta Kusuma ditandai dengan pengangkatan bendera pada gerbang start yang berlokasi di Lapangan Benteng Jalan Pengadilan Medan, Minggu (25/6) kemarin.

Fun Run Indomaret Medan kali ini menempuh jarak 5 Kilometer dengan rute start mulai dari Lapangan Benteng Jalan Pengadilan menuju Jalan Balai Kota, Jalan Putri Hijau, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Mada, Jalan S Parman, Jalan Kejaksaan dan Finish kembali ke Jalan Pengadilan Lapangan Benteng Medan.

PELEPASAN : Ribuan Peserta Fun Run Indomaret Medan Tahun 2023 oleh Branch Manager Indomaret Medan Yonanta Kusuma.

Setelah mengikuti Fun Run, para peserta langsung melanjutkan Senam Zumba bersama dan kemudian di meriahkan dengan hiburan dari Oldskull Band, Dj Katali dan Artis Ibukota Nada Destyara. Fun Run Indomaret Medan memberikan banyak hadiah doorprize berupa 1 motor listrik, voucher belanja setahun untuk 2 orang, 3 smart TV, 10 voucher belanja Indomaret, 5 smart watch dan hadiah hiburan dari para sponsor.

Pada kesempatan itu, Branch Manager Indomaret Medan Yonanta Kusuma dalam sambutannya saat pembukaan mengatakan bahwa kegiatan Fun Run Indomaret Medan Tahun 2023 kali ini sudah pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 2019 lalu. Pada acara Fun Run Indomaret Medan ini para peserta akan ikut berlari sambil senang-senang, jadi disini tidak ada adu kecepatan. Diharapkan Indomaret bersama warga Kota Medan selalu bersama dalam memenuhi kebutuhan hidup dan selamat berolahraga,” pungkasnya.

BACAKAN : Branch Manager Indomaret Medan, Yonanta Kusuma saat membacakan kupon pemenang hadiah utama.

Selanjutnya, Walikota Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM pada sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Medan Beny Iskandar Nasution AP MAP menyampaikan sudah saatnya kita menerapkan hidup sehat, salah satunya dengan berolahraga seperti lari yang digelar oleh Indomaret pada acara Fun Run saat ini. Kemudian tetap jalin kolaborasi yang baik dalam mengembangkan UMKM di Kota Medan. Kehadiran Indomaret di Kota Medan kiranya terus dapat berjalan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas perekonomian masyaraka,” ungkapnya. (rel)

Timsel Bawaslu Zona VI Umumkan Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota

MEDAN, SUMUTPOS.COM – Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Kabupaten/Kota Zona VI Sumut mengumumkan secara resmi calon Anggota Bawaslu untuk 6 Kabupaten yang lolos seleksi berkas. Kelima kabupaten itu adalah Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padang Sidempuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.

Demikian dikemukakan Ketua Timsel Zona VI Fernanda Putra Adela, S.Sos., MA, kepada wartawan, Minggu (25/6).

Pengumuman ini dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, setelah melakukan penelitian berkas administrasi bakal calon anggota Bawaslu Kab/Kota Zona VI, dan peserta yang nama-namanya dinyatakan lolos seleksi berkas akan mengikuti ujian CAT yang akan dilaksanakan di kantor BKN Regional VI Kota Medan pada 26-27 Juni 2023.

Berikut ini nama-nama bakal calon Anggota Bawaslu Kab/Kota Zona VI yang lolos penelitian berkas administrasi sebagai berikut :

AHY Ajak Semua Elemen Bangsa Tak Abaikan Perubahan Iklim

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mengabaikan perubahan iklim. Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi “Rembuk Kebangsaan untuk Iklim” Indonesia Net-zero Summit 2023, yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Ballroom Djakarta Theater, Sabtu (24/6) sore.

“Bicara bumi kita artinya itu menjadi survival interest seluruh bangsa di dunia, dan kita semua harus menjadi bagian dari itu, terutama anak-anak muda harus menjadi agen perubahan karena jika kita mengabaikan perubahan iklim, berarti mengabaikan generasi muda dan anak cucu kita,” tegas AHY.

Dibuka oleh Ketua dan pendiri FPCI Dino Patti Djalal, AHY bersama pembicara lainnya yaitu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wali Kota Bogor Bima Arya, dalam kesempatan itu juga mendengarkan beberapa pertanyaan dan aspirasi dari generasi muda terkait isu perubahan iklim.

AHY pun menyampaikan harapannya terhadap pemerintah terkait kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan harus berpihak pada iklim dan lingkungan. “Yang jelas kita berharap kebijakan dan regulasi yang dilahirkan dalam iklim yang demokratis itu benar-benar berpihak pada lingkungan, berpihak pada iklim. Jangan hanya di atas kertas, harus konsisten antara kebijakan regulasi dan implementasinya,” jelas AHY.

Ditanya soal peran yang dilakukan oleh AHY terkait isu perubahan iklim dan lingkungan ini, ia dengan tegas menjawab bahwa terus berikhtiar sesuai dengan kapasitas masing-masing. “Saya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, komitmen kami terhadap agenda perubahan iklim itu tercermin dari sikap tegas politik Partai Demokrat dalam menolak UU Minerba dan UU Cipta Kerja yang memuat pasal-pasal yang justru mengorbankan kelestarian lingkungan hidup,” terang AHY.

Usai acara, sambil berpamitan, AHY memberikan kaos putih bertuliskan Net Zero Coalition seperti yang ia pakai kepada Dino Patti Djalal. “Mas ini saya buat kaos khusus untuk acara ini. Kita di partai politik kan lagi berusaha membangun koalisi untuk 2024, tapi kita harus bersatu untuk koalisi net zero. Jadi ini untuk Mas Dino ya,” kata AHY yang langsung disambut gembira oleh Dino.

M Jepri Saputra (22), seorang mahasiswa yang menjadi salah satu peserta dalam acara ini menyampaikan terima kasih atas jawaban yang kritis dan kepedulian AHY terhadap isu perubahan iklim. “Terima kasih Mas AHY sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan kritis. Jawabannya sangat bisa membuat kita generasi muda yakin kalau Mas AHY bisa mewakili suara anak muda yang concern terhadap krisis iklim ini. Sukses terus Mas, terima kasih sudah peduli. Ayo terus suarakan isu ini bersama kita,” kata Jepri.

Indonesia Net-zero Summit 2023 merupakan konferensi iklim tahunan yang diadakan oleh FPCI sebagai ruang pertemuan bersama bagi pejabat, diplomat, pemuda, selebritas, dan berbagai kalangan lainnya untuk membicarakan isu iklim, khususnya di Indonesia. Bersama dengan 152 kelompok pegiat iklim dan pemuda dari seluruh Indonesia, FPCI menyuarakan aspirasi serta harapan bagi Indonesia untuk mewujudkan langkah konkrit menuju pencapaian net-zero emission nasional. (adz)

Gubsu Lantik 3 Pejabat di Pemprovsu, Marlindo Harahap Jabat Kadis PUPR Sumut

Lantik: Gubsu Edy Rahmayadi, me­lan­tik Marlindo Harahap sebagai Kadis PUPR Sumut -BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melantik tiga orang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Jumat (23/6) sore.

Ketiga pejabat itu, adalah Ir Marlindo Harahap MT sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Drs Eko Iriawan sebagai Kabid Fasilitasi Pelayanan Administrasi Pendidikan dan Yanuarlin SE MSi SE sebagai Kabid Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data. Keduanya di Dinas PMD dan Dukcapil Sumut.

Gurbernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutannya, berpesan hingga 5 September 2023 mendatang, ia mengingatkan masih melaksanakan kewenangan sebagai Gubernur dan menjadi pemimpin tertinggi di Pemprov Sumut.

Bicara soal kewenangan yang ada pada Marlindo Harahap selaku pejabat eselon II yang dilantik, diminta agar dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Cam kan baik-baik. Jangan melampaui batas kewenangan. Lakukan koordinasi secara ketat,” ucap mantan Pangkostrad itu, dengan tegas.

Selain itu, Edy Rahmayadi meminta agar dikembangkan jiwa loyalitas kepada pimpinan, sebagaimana amanah undang-undang. Dalam keadaan senang atau tidak, tetap harus loyal.

“Anda harus loyal, loyal yang didasari visi misi bukan didasari kepentingan. Anda harus loyal terhadap organisasi. Ingat loyalitas harga mati. Bahasa Medannya itu enak dimakan tak enak ditelan. Itu loyal,” tegas Edy Rahmayadi.

Kemudian harus juga memiliki jiwa espri decorp. “Menjaga rahasia sekeras-kerasnya untuk pencapaian tugas pokok, bukan seenaknya ngomong,” kata Edy Rahmayadi.

Selain itu, Edy Rahmayadi meminta harus bisa bekerjasama. Menurutnya, sehebat apapun kalau tak bisa bekerjasama, sama saja bohong. “Kita bukan perorangan, team work, untuk menyelesaikan persoalan persiapan rakyat. Kita merupakan solusi atas kesulitan rakyat,” ujar Edy Rahmayadi.

Terakhir, Edy Rahmayadi mengingatkan program kerja Pemprov Sumut, didanai uang rakyat. Karena itu setiap pekerjaan ada evaluasi. “Tidak ada pesta yang tidak berakhir,” tutur mantan Ketua Umum PSSI itu.

Saat bersamaan, dilantik juga Drs Eko Iriawan sebagai Kabid Fasilitasi Pelayanan Administrasi Pendidikan dan Yanuarlin SE MSi SE sebagai Kabid Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data. Keduanya di Dinas PMD dan Dukcapil Sumut.

Hadir pada pelantikan itu, di antaranya Kepala Badan Kepegawaian Safruddin. Kemudian Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Razali dan Inspektur asumut Lasro Marbun sebagai saksi.

Hadir juga para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Dinas PUPR Sumut, dimana setelah acara pelantikan itu, mendapat pengarahan dari Gubernur Edy Rahmayadi dan Inspektur Sumut Lasro Marbun.(gus/ila)

Dua Waria Diduga Diperas Oknum Poldasu, LBH Medan Segera Buat Laporan

2 waria dan LBH sedang berdialog ke awak media di LBH Medan jalan Hindu Kota Medan, Jumat (23/6/2023)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua orang waria bernama Deca dan Puri, mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Pasalnya, keduanya mengaku menjadi korban dugaan pemerasan dan rekayasa kasus yang dilakukan oleh oknum polisi Polda Sumut.

Deca menceritakan kronologis kejadian tersebut. Bermula dirinya mendapat pesanan WhatsApp (WA) dari seorang laki-laki. Dia diminta untuk melayani laki-laki tersebut di sebuah hotel di kawasan Jalan Ringroad, Medan, pada Senin (19/6) lalu.

“Jadi di jam 19.11 WIB, aku dapat WhatsApp, dibilang lu bisa open BO ST katanya, aku bilang bisa. Dia tanya tarif berapa,” ujar Deca di kantor LBH Medan, Jumat (23/6). Dia mengungkapkan, laki-laki yang memakai nama Hans di WA-nya itu meminta dirinya untuk mencarikan lagi satu orang temannya. “Dia nanya teman, aku bilang nggak ada teman. Kalau mau, aku tanya berapa biaya buat aku carikan, lalu aku kasih ke teman aku sebelum,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat itu ia pun menghubungi rekannya bernama Puri. Kemudian, mereka diminta untuk datang ke sebuah hotel di kawasan Jalan Ringroad Medan. “Kami bareng-bareng ke hotel, sempat nunggu lama, lalu kami naik ke lantai tiga kamar nomor 301,” ungkapnya lagi.

Kemudian, lanjutnya, di dalam kamar, ia dan rekannya langsung bertemu dengan laki-laki yang memesannya. 

Di sana, mereka di minta untuk membuka seluruh pakaiannya. Namun, keduanya menolak dan meminta uang panjar kepada laki-laki tersebut.

Kemudian, laki-laki tersebut masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama, pintu kamar mereka pun digedor dari arah luar. Setelah pintunya dibuka, ternyata ada sejumlah pria berpakaian preman yang diduga oknum polisi. “Di situ terjadi penggerebekan itu, nggak ada alasan apapun, mereka langsung nangkap kami. Ada sekitar delapan orang,” bebernya.

Ketika itu, kata Deca, dirinya sempat memberontak dan mempertanyakan surat penangkapan terhadap dirinya dan temannya itu. Saat itu, pria yang datang diduga oknum polisi itu melakukan pemeriksaan di kamar.

Tak lama, laki-laki yang memesannya pun keluar dari dalam kamar mandi. Lalu, diduga oknum polisi ini pun melakukan pemeriksaan dan ditemukan sabu dari tangannya.

“Jadi tamu kami itu pura-pura ngeluarin bungkusan, langsung kami dibilang mau makai narkoba di hotel itu. Kami bilang nggak ada niat untuk itu, pembahasan di chat WA juga nggak ada ngebahas itu,” ucapnya.

Dia menuturkan, setelah itu mereka pun dibawa bersama laki-laki yang memesannya. Namun, mereka dibawa secara terpisah menggunakan dua unit mobil. “Kami di bawa, handphone saya ditahan, dia nakut-nakutin aku dia bilang aku kena pasal perdagangan orang,” ujarnya.

Tak lama, mobil yang membawa itu pun tiba di Polda Sumut dan mereka dibawa langsung ke sebuah ruangan di sana. “Sampai di Polda, kami diintrogasi. Mereka memaksa aku buka rekeningku. Kami diperiksa di sana, dingomong gol ini,” bebernya.

Singkat cerita, saat itu terjadi negosiasi antara diduga oknum polisi tersebut dengan Deca dan timbulah kesepakatan bahwa uang damai tersebut Rp50 juta.

“Aku setujui. Katanya gini, kamu bisa siapkan uang cash. Karena nggak ada cash, aku tawarin transfer. Jadi aku transfer lah uang itu sebanyak Rp50 juta melalui BRI atas nama Sugianto,” jelasnya.

Setelah uang itu ditransfer, mereka diminta untuk menandatangani surat perjanjian bahwa tidak akan mempersoalkan permasalahan ini lagi dikemudian hari. Kemudian, setelah itu mereka pun langsung diantarkan menggunakan mobil dan diturunkan ke depan pengadilan agama.

Terkait kejadian itu, Direktur LBH Medan Irvan Syaputra menyampaikan, akan melaporkan dugaan pemerasan dan rekayasa kasus tersebut ke Polda Sumut.

“Artinya Deca ini menjadi korban dugaan pemerasan dan dugaan rekayasa kasus, terlepas dari apa yang mereka kerjakan. LBH Medan menyikapi adanya penegakan hukum yang janggal, apakah ini sering dilakukan dugaannya atau memang ini jadi target, dibuatlah seperti ini diduga mengambil uang,” katanya.

Menurutnya, ini diduga menjadi modus para oknum polisi untuk menjebak dan melakukan pemerasan kepada masyarakat. “Kami sangat mengecam ini dan meminta Polda Sumut untuk mengungkap kasus ini. Kami berencana membuat laporan resmi ke Polda Sumut ke Propam untuk membuat laporan terkait dugaan pemerasan dan rekayasa kasus, ini nggak bisa dibiarkan,” pungkasnya. (man/ila)

Hindari Sengketa Aset Cagar Budaya, Istansi Terkait Lakukan Pendataan Ulang

Foto bersama: Tampak hadir, Kadisporapar Syah­da­ma Yanto, Kadis Dikbud Idam Khalid. sopian/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani meminta kepada istansi terkait untuk kembali melakukan pendataan dan iventarisir ulang terkait aset cagar budaya yang ada di Kota Tebingtinggi.

“Pendataan ulang ini perlu dilakukan, karena kita mencegah terjadinya sengketa aset dan klaim oleh sepihak yang mengaku memiliki aset cagar budaya di Kota Tebingtinggi,” tegas Pj Wali Kota Tebingtinggi ketika menerima audiensi dari Kerajaan Negeri Padang di gedung Balai Kota Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Jumat (23/6).

Sambung Syarmadani, kaitan dengan aset, nantinya akan ada proses peralihan secara legal dan semakin tegas. Dengan catatan Kerajaan Negeri Padang tidak memberikan mandat peralihan kepada pihak pribadi.

“Kita catat dulu cagar budaya yang jelas tidak ada sengketa. Hal ini semata demi kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Kota Tebingtinggi,” ujar Syarmadani.

Sebelumnya, Muftih Kerajaan Negeri Padang H Khuzamri Amar menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa syukur bisa beraudiensi dan menjalin silaturahmi dengan Pj Wali Kota. Harapan juga turut disampaikan Khuzamri Amar agar kedepan dapat bersinergi membangun bangsa dan negara dengan berbudaya.

“Karena memang budaya ini sesuatu hal yang sangat mendasar dan ini harus kita tumbuh kembangkan. Dan kami nyatakan siap membantu tugas Bapak Pj Wali Kota di sini, utama dari sisi kebudayaan,” ujarnya.

Khuzamri Amar mengungkapkan, bahwa Kerajaan Negeri Padang memiliki aset sekitar 27 konsensi, termasuk aset yang selama ini dipakai oleh Pemko Tebingtinggi.

“Kedepan, kerjasama berkesinambungan perlu dilakukan antara Pemko Tebingtinggi dan Kerajaan Negeri Padang, karena budaya yang ada di Kota Tebingtinggi perlu dilestarikan dan dijadikan sektor pariwisata untuk mendongkrak sektor perekonomian,” paparnya.(ian/han)

PTPN III Sambut HUT Kota Tebing Tinggi, Serahkan Bantuan Tenda Kerucut ke Wali Kota Tebingtinggi

BANTUAN: Manajer kebun Rambutan, Ihsan Sawal Sinuraya selaku perwakilan Manajemen PTPN III (Persero) menyerahkan tenda kerucut kepada Plt Wali Kota Tebing Tinggi, Drs. Syarmadani, M.Si.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menyambut peringatan Ulang Tahun ke-106 Kota Tebing Tinggi pada 1 Juli 2023 mendatang, PTPN III (Persero) menyerahkan bantuan 3 (tiga) set tenda kerucut/sarnafil kepada Wali Kota Tebing Tinggi melalui Bappeda Kota Tebing Tinggi.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manajer kebun Rambutan, Ihsan Sawal Sinuraya selaku perwakilan Manajemen PTPN III (Persero) dan diterima langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi, Drs. Syarmadani, M.Si didampingi Kepala Bappeda Kota Tebing Tinggi, Erwin, bertempat di Rumah Dinas Walikota Tebing Tinggi, Jumat (23/6).

Tenda kerucut yang diberikan nantinya akan digunakan sebagai sarana event promosi Produk UMKM pada perayaan Ulang Tahun Kota Tebing Tinggi ke 106 Tahun 1 Juli 2023. Promosi Produk UMKM ini akan diikutsertakan dalam setiap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM.

Dalam sambutannya, Syarmadani menyampaikan terima kasih kepada PTPN III (Persero) yang telah memberikan bantuan untuk mendukung pengembangan UMKM di Kota Tebing Tinggi. “Ulang tahun kota merupakan momen yang berarti bagi kita semua. Dalam perjalanan perkembangan kota ini, perusahaan-perusahaan lokal telah berperan penting dalam mewujudkan kemajuan kita bersama,” ujar Syarmadani.

Lebih lanjut, Ihsan Sinuraya mewakili SEVP PTPN III (Persero) berharap kegiatan ini menjadi komitmen bersama dalam menjalin hubungan dan komunikasi yang baik antara PTPN III (Persero) dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi.

“Mohon doa untuk kemajuan dan keberlanjutan PTPN III (Persero), sehingga di tahun mendatang PTPN III (Persero) masih turut berkontribusi membangun dan mengembangkan Kota Tebing Tinggi,” ujar Ihsan.

Ditempat terpisah, Kepala Biro Sekretariat PTPN III (Persero), H. Dhani Diansurya Hasibuan menyampaikan, penyerahan bantuan tenda ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, menggerakkan roda usaha UMKM, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. (ila)

Bendungan DI Tak Berfungsi, Gagal Aliri 4,276 Hektare Sawah Petani

IRIGASI: Bendungan DI yang berada di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, belum mampu mengaliri sawah para petani di tiga kecamatan - BATARA/SUMUT POS.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pembangunan bendungan Daerah Irigasi (DI) yang berada di Desa Araskabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, dinilai gagal dan tak berfungsi. Pasalnya, bendungan senilai Rp234 miliar yang bersumber dari APBN tersebut gagal mengairi 4,276 hektare sawah para petani.

Bendungan DI dibangun untuk membendung aliran air yang berasal dari Sungai Belumai dan Sungai Kualanamu. Mesi pembangunannya telah selesai pada tahun 2021, namun belum berfungsi untuk mengisi saluran irigasi beberapa desa yang ada di kecamatan Batang Kuis, Beringin, Pantai Labu.

Sulaiman(56), anggota kelompok tani di Desa Aras Kabu, mengatakan bahwa bendungan DI milik BWSS II PUPR RI adalah proyek gagal. Bendungan itu dibangun dua arah, satu kearah sisi kiri menuju persawahan masyarakat Kecamatan Batang Kuis dan sisi kanan menuju persawahan masyarakat di Kecamatan Beringin, Kecamatan Pantai Labu. Namun bendungan itu juga tak mengaliri persawahan para petani.

“Saluran irigasi yang sudah dibangun itu sekarang sudah semak belukar. Tak ada airnya sejak dibangun tiga tahun lalu. Heran kita ini proyek gagal nampaknya, karena kalau cuma nunggu musim hujan baru bisa berisi air tak perlu dibangun bendungan. Saluran irigasi juga dimana mana banjir,” ucap Sulaiman

Dengan belum adanya air yang mengalir. Sulaiman mangatakan, dirinya belum mengetahui apakah proyek pembangunam bendungan itu, uda selesai atau belum.

“Sayang memang melihatnya tak berfungsi. Dulu waktu pembebasan lahan saja juga sempat bermasalah dengan masyarakat pemilik tanah. Ini mencurigakan, sayang uang negara dihambur hamburkan, “sebutnya.

Disebutkan, proyek pembangunan bendungan ini dikerjakan PT Adhi Minarto, KSO Konsultan PT Metthana dan PT Esconsoil Ensan dengan nilai kontrak Rp 234.232.887.900. Dengam massa kerja dilaksanakan 36 bulan.

Terkait hal ini, Asisten II Pemkab Deliserdang Khoirum Rizal saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa memang hingga saat ini belum ada tanda tanda bendungan irigasi itu akan difungsikan.

“Pemkab Deliserdang belum mendapat informasi pengaktifan bendungan irigasi itu. Karena belum ada nampak tanda tandanya. Namun meski demikian bisa dikordinasikan dengan Dinas SDABMBK Deliserdang, mereka menangani bidang pengelolaan sumberdaya air,” ujar Asisten II Bupati Deliserdang. (btr/han)