24 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 14025

Tergelincir, Roda Merpati Keluar Runaway

Terjadi saat Mendarat dan Berbelok di Ujung Landasan

SAMPIT – Pesawat Merpati jenis MA- 60 PK-MZM tergelincir saat hendak memutar balik di landasan Bandara H Asan Sampit, Sabtu (7/1) sore sekira pukul 15.45 WIB. Tidak ada korban dalam kecelakaan ini, seluruh penumpang berhasil di evakuasi ke apron.

Pantuan di lokasi kejadian, pesawat buatan Cina ini salah satu dari roda bagian kiri keluar runway. Akibatnya, roda amblas masuk ke dalam tanah, tepatnya sekitar 600 meter mendekati Turning Area (tempat berputar) sebelah barat.

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Supian Hadi mengatakan pesawat baru tiba dari Surabaya tujuan Sampit dengan mengangkut jumlah penumpang 46 orang dewasa, 10 anakanak, 6 bayi serta 6 kru pesawat MA-60.

“Kalau kita lihat, tidak ada apa-apa, bukan kesalahan landasan atau pesawat itu sendiri. Namun, mungkin kesalahan teknis ketika pilot hendak balik arah di landasan,” kata Bupati Kotim di lokasi kejadian, kemarin sore.

Supian Hadi menambahkan kejadian ini dengan cepat di tangani, seluruh penumpang tidak ada masalah, semuanya selamat dan sudah langsung di evakuasi ke ruang tunggu Apron Bandara H Asan Sampit. “Untuk sementara, hari ini (kemarin) bandara sementara di tutup untuk aktifitas penerbangan,” ujarnya.

Terpisah, Sales Area PT Merpati Nusantara Airline (MNA) cabang Sampit Masykur Majazi menegaskan pesawat dengan nomor penerbangan MZ 536 rute Surabaya – Sampit – Surabaya ini dalam posisi sudah mendarat mulus di Bandara H Asan Sampit.

Hanya saja pada saat hendak berputar (belok) di ujung landasan, mau menurunkan penumpang di Apron, rodanya sebelah kiri terlalu ke kiri, sehingga keluar dari runway beberapa cm. Roda amblas masuk ke dalam tanah. “Penumpang rute Sampit-Surabaya full, namun flight di cancel. Mereka (penumpang) banyak yang beralih lewat Palangkaraya,” ujar Maskur.

Sekadar di ketahui, Bandara H Asan Sampit memiliki panjang runway 1850 meter dengan diameter lebar 30 meter.

Serta terdapat dua turning area (tempat berbelok). Pesawat MA-60 landing dari arah timur dan tergelincir sekitar 600 meter mendekati turning area bagian barat atau tepat posisi di 1300 meter.

Akibat musibah tergelincirnya pesawat MA-60 milik Merpati, telah berakibat kacau kepada rute penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Penumpang tujuan Sampit – Surabaya dengan Merpati akhirnya dibatalkan.

Sementara, seyogyanya sore kemarin akan mendarat pesawat jenis Boeing 737-500 Kalstar Aviation, akibat kejadian rute pendaratan terpaksa dialihkan ke Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Rencana Boeing Kalstar dengan nomor penerbangan PKKSM 711 dari Surabaya akan tiba di sini (Sampit) dengan membawa 76 penumpang dewasa, 12 anak dan 4 bayi, karena ada kejadian ini pendaratan dialihkan ke Banjarmasin,” ujar karyawan PT Kalstar Aviation Cabang Sampit.

Ditambahkan, adanya pengalihan pendaratan ini juga berimbas kepada calon penumpang asal Sampit tujuan Jakarta. Penerbangan nomor PKKSM 701 Sampit-Jakarta yang rencana mengangkut 101 penumpang terpaksa dibatakan sementara waktu.

“Kami belum bisa memastikan, apakah bandara kita (Sampit) kapan bisa berjalan normal. Apabila pesawat ini (MA-60) sudah dievakuasi, penerbangan akan kembali berjalan seperti biasa,” kata Kasi Keamanan dan Keselamatan Bandara H Asan Sampit, Haryanto.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Fadliannor menegaskan sementara ini kondisi Bandara H Asan Sampit kurang memungkinkan, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka rute flight Kalstar Surabaya – Sampit – Jakarta terpaksa berubah.

“Pesawat Kalstar dari Surabaya – Sampit harus dialihkan pendaratan ke Banjarmasin. Sore tadi (kemarin) pesawat seharusnya sudah mendarat di Sampit, akibat musibah ini terpaksa dialihkan,” kata Fadliannor di Bandara H Asan Sampit. (fm/jpnn)

Tabrakan Beruntun di Jalinsum Tebing Tinggi-Seirampah

Enam Luka-luka, Jalan Macet Total

TEBING TINGGI- Tabrakan beruntun terjadi di jalan lintas Sumatera Tebing Tinggi-Seirampah, tepatnya di areal Perkebunan PTP Nusatara III Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai , Sabtu (7/1) sekira pukul 13.30 WIB.

Dalam tabrakan ini tiga kendaraan rusak parah dan mengakibatkan kemacetan total. Enam korban dalam tabrakan dilarikan ke Rumah Sakit Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi.

Tiga kendaraan tabrakan itu, mobil mini bus Madan Raya Tour (MRT) BK 1038 FT nomor 408 dengan mobil truk colt diesel Mitsubishi BK 9062 SE dan satu kendaraan sepeda motor Suzuki Skinave BK5361 XY.

Sepeda motor saat itu dikendarai Jumat (43) dan istrinya Supriani (43) warga Dusun II, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai menghantam bagian belakang truk. Sepeda motor yang dikendarai mereka terpental ke aspal. Keduanya mengalami luka robek bagian kepala luka memar di tangan.

Korban luka-luka penumpang mobil mini bus MRT, Ponika Br Hutajulu (63), Refan Girsang (31), Herlina Br Sitorus (17), Rotua Berlian Br Regar (26) warga Kabupaten Tobasa langsung dirawat di RS Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi. Sayangnya kedua supir kendaraan mini bus MRT dan truk colt diesel tidak diketahui keberadaan setelah terjadinya tabrakan beruntun tersebut.

Saksi mata di kejadian, Manan menyebutkan bahwa melihat mobil bus MRT datang dari Tebing Tinggi menuju Medan dengan kecepatan tinggi langsung memotong jalur sebelah kanan untuk mendahului sebuah truk.

Tak sanggup memotong, dari arah berlawanan datang mobil truk colt diesel dan langsung menghantam bagian depan mobil mini bus tersebut. “Brak, tabrakanpun terjadi, kemudian dari belakang truk colt diesel, melaju sepeda motor berboncengan dan menghantam bagian belakang truk tersebut hingga terjatuh,” bilang Manan yang biasa menjual lemang di pinggir jalinsum itu.

Kata Manan, usai kejadian tabrakan itu kemacetanpun terjadi, tak lama kemudian petugas Sat Lantas Polres Tebing Tinggi datang mengamankan jalur lalulintas dan mengevakuasi korban tabrakan untuk diselamatakan ke rumah sakit. “ Mobil MRT penyok di bagian depan, penumpangnya terjepit, sementara truk colt diesel hanya penyot sedikit bagian depan. Warga dan petugas mengevakuasi korban tabrakan untuk diselamatakan ke rumah sakit. Banyak penumpang MRT pergi melanjutkan perjalanan menggunakan bus lainnya yang tidak mengalami luka-luka,” jelas Manan. (mag-3)

Tidak Semua Kasus Pidana Harus Disidang

MEDAN -Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa SH, MH mengatakan tidak semua kasus pidana harus sampai pada proses persidangan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kejahatan anak-anak atau remaja. Adapun kasus lainnya yakni seperti pencurian tiga buah kakao.

Namun Harifin mengakui kasus-kasus tersebut ada yang berlanjut ke proses hukum, sehingga muncul berbagai tanggapan bahwa penegak hukum tidak memandang rasa keadilan. Padahal ada manfaat jika kasus-kasus tersebut ditindaklanjut agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan tidak terjadi terus menerus.

Menurutnya, dalam hukum ada yang dikatakan restoratif juctice dimana semua penegak hukum bisa melihat kejahatan dengan jernih. “ Artinya suatu tindak pidana yang tidak terlalu menganggu kepentingan masyarakat luas, sebaiknya diselesaikan di luar pengadilan saja,” terang Hakim Agung ini.

Begitu juga dalam kasus tindak pidana korupsi. Tidak semua kasus layak dinaikan di persidangan. Umpanya hanya satu juta yang dikorupsi, apakah perlu sampai ke pengadilan? “Oleh karena itu, kita semua harus satu persepsi,” imbuhnya.

Menurut Harifin, kalau kasus tersebut sampai ke pengadilan mau tidak mau harus memutuskan perkara tersebut.

“Justru yang berkembang pada saat ini adalah bahwa pengadilan tidak memperhatikan rasa keadilan karena memutuskan anak di bawah umur seperti sandal jepit yang melibatkan pelakunya anak remaja,” ujarnya.

Maka dalam kasus ini, kata Harifin akan muncul pertanyaan apakah masyarakat menginginkan anak-anak yang melanggar hukum tidak perlu dihukum?“Inilah yang menjadi kendala dalam penegakan hukum,” katanya. (rud)

Diunggulkan di New Hampshire, Romney Didukung 42 Persen

Dua Debat Jadi Bukti Kualitas Capres Republik Kalahkan Obama 

PERSAINGAN calon presiden (capres) dari Partai Republik semakin ketat. Sebelum bertarung lagi dalam primary (pemilihan kedua di Negara Bagian) New Hampshire pada Selasa lusa (10/1), seluruh kandidat harus melewati dua kali babak debat. Hingga menjelang debat pertama kemarin (7/1), survei masih menempatkan mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, 64, pada urutan pertama.

Debat pertama yang dijadwalkan pada Sabtu malam waktu setempat atau pagi ini WIB (8/ 1) bakal dihelat di kampus Saint Anselm College di Kota Goffstown, Negara Bagian New Hampshire. Menjelang debat pertama tersebut, NBC-Marist merilis hasil polling mereka dalam beberapa hari terakhir. Dalam survei itu, Romney masih unggul. Sesuai prediksi, di New Hampshire dukungan bagi putra mantan Gubernur Michigan mendiang George W. Romney, itu diperkirakan lebih dominan.

Jika dalam Kaukus Iowa pada 3 Januari lalu dia unggul delapan suara (24,6 persen) dari pesaing terdekatnya, Rick Santorum, 53, kali ini dukungan terhadap Romney lebih tinggi.

Politikus 64 tahun itu dilaporkan mengantongi 42 persen dukungan dari publik New Hampshire. Sedangkan Ron Paul, 76, menempati posisi kedua dengan dukungan 22 persen. Dalam Kaukus Iowa yang lalu, anggota parlemen (Kongres) asal Texas, itu berada di peringkat ketiga.

Sebaliknya, kali ini Rick Santorum berada di peringkat ketiga dengan dukungan 13 persen. Dalam pertarungan di Iowa pada Selasa lalu (3/1), mantan gubernur Pennsylvania itu berada di posisi kedua (24,5 persen).

“Saya siap menghadapi apapun yang akan diangkat para kandidat lainnya dalam debat.

Proses ini memang butuh kesabaran. Seperti sudah saya katakan, politik bukanlah karung kacang,” tegas Romney dalam wawancara dengan Bloomberg TV menjelang debat. Dia mengaku sudah sangat siap menghadapi debat.

Debat merupakan peluang terbaik bagi Romney dan para pesaingnya untuk mengungkapkan program secara panjang lebar sebagai kandidat capres Republik. Juga, mengkritisi kelemahan program yang diusung lawan mereka (Presiden Barack Obama dari Demokrat). Biasanya, debat kandidat capres tersebut selalu sukses menyedot perhatian pemilih. Apalagi, debat terbuka itu disiarkan pada jam tayang utama stasiun-stasiun televisi di New Hampshire.

Setelah debat Sabtu malam, para kandidat akan kembali dipertemukan dalam putaran kedua pada Minggu pagi atau malam ini WIB (8/1). Santorum dan para pesaing Romney yang lain bakal memanfaatkan ajang debat tersebut untuk mencuri simpati para pemilih di New Hampshire. Santorum yang kalah tipis di Kaukus Iowa kabarnya bakal membalas kekalahannya dalam primary Selasa nanti.

“Hanya satu membuat Republik kalah, yakni bila kita kembali memberikan kesempatan kepada kandidat moderat yang tak pernah jelas memosisikan dirinya dalam berbagai kasus.

Setidaknya saya bukan orang yang begitu,” papar Santorum menyindir Romney. Dia juga menyebut dukungan John McCain terhadap Romney sebagai indikasi saingan utamanya itu adalah tokoh moderat. (dwi/jpnn)

Si Junkiee Bikin Candu Pemakainya

Kata ‘junkiee’ seringkali diartikan sebagai seseorang yang kecanduan terhadap sesuatu. Tapi yang kami maksud kali ini adalah alas kaki (sepatu) bernama Junkie Shoes.

NAH, mengawali tahun 2012 ini, koran ini coba mengintip trend fashion alas kaki yang sedang diminati, baik pria maupun wanita. Junkiee Shoes merupakan simple casual shoes collection.

Bentuknya memang sengaja dibuat mengikuti struktur kaki sehingga akan sangat pas dan nyaman ketika dipakai. Di balik namanya, terdapat harapan bahwa para pemakai sepatu Junkiee akan kecanduan dengan model stylish dan kenyamanan yang ditawarkan sepatu ini. Begitulah kirakira.

Sepatu teplek yang bentuknya seperti sepatu sepatu pemain kungfu ini hadir di kalangan anak muda dengan berbagai tawaran warna cerah dan natural yang tersedia. Bentuk sepatu yang mengikuti struktur kaki dipastikan akan membuat si pemakai nyaman.

Sepatu yang unisex ini (bisa dipakai untuk wanita atau pria) ini merupakan hasil karya dari remaja Indonesia.

Walaupun model yang ditawarkan selayaknya model sepatu kungfu yang sedang trend di Thailand dan Malaysia, tetapi ada jelas perbedaan. Perbedaan yang terletak dari tingkat kenyamanan pemakai. “Karena ini pada umumnya sepatu fashion, jadi tidak ada perbedaan yang mencolok, kecuali kualitas,” ujar sang pendesain sepatu Irmad Zaky Mubarak, warga Jakarta kepada wartawan koran ini saat berkunjung ke Sun Plaza Medan, Jumat (5/1), kemarin.

Sepatu yang sedang trend di kalangan anak muda ini, sangat digemari karena warna yang ditawarkan, dan tentu saja harga yang terjangkau untuk ukuran anak muda. Berbagai warna dihadirkan untuk menggoda minat remaja, baik warna merah, tosca, putih, hitam, pink, dan lainnya. “Warna cerah yang kita tawarkan karena sesuai dengan konsep anak muda yang memiliki jiwa ceria,” tambah Irmad.

Walau mengeluarkan sepatu dengan warna cerah, tetapi warna netral seperti hitam dan coklat tetap tersedia dalam sepatu ini. Keunikan sepatu ini, dapat menampilkan kesan santai dan elegan, sesuai dengan penampilan dari sang pemakai. Tergantung atasan atau pakaian yang digunakan oleh sipemakai sepatu.

Selain itu, karena tertutup pada bagian depan sepatu, bagi pemilik kaki yang sedikit agak lebar, bisa juga memakai dan menggunakan sepatu ini.

Bahkan kaki yang lebar dan besar juga dapat disembunyikan. “Hampir 3/4 bagian depan kaki akan tertutup, jadi bisa menyembunyikan kaki yang gemuk, besar atau lebar,” ungkap Irmad.

Keunikan lain, dengan kenyamanan atau kualitas yang bisa diacungi jempol, sepatu ini juga memiliki harga yang sangat kompetitif, bahkan bisa dikatakan terjangkau. Hanya Rp150 ribu harga yang ditawarkan sepatu fashion ini. Tetapi, untuk saat ini, sepatu ini hanya dapat ditawarkan secara online, karena untuk toko khusus yang menjual belum ada. “Kita jual masih secara online, belum ada toko di Medan tetapi di Bekasi ada,” ungkap Irmad. Ukuran yang ditawarkan juga bervariasi dan lengkap, mulai dari ukuran 35 hingga 43. Dan bisa pesan dengan ukuran special.

Sebagian pemakai sepatu dengan model ini, biasanya membelinya via online. Atau beli sepatu dengan model yang sama, tetapi beda keluaran. Pada umumnya, yang beredar di mall atau plaza di kota Medan merupakan sepatu keluaran dari Thailand, dengan harga yang ditawarkan tidak beda jauh dengan harga sepatu junkiee.

Pemilihan nama junkiee untuk sepatu ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta pemakai sepatu ini akan sepatu ini. “Junkie kan artinya pecandu, jadi dengan nama yang hampir mirip, kita harapkan pemakai kecanduan dengan sepatu ini,” tambah Irmad.

Pada umunya, anak muda kota Medan biasanya menggunakan sepatu ini dengan memadu madakan dengan pakaian santai, seperti kaos, dan celana pendek. Akan tetapi, sepatu tersebut juga bisa digunakan dan dipadu padankan dengan kemeja dan celana jeans. Selain itu, sepatu ini juga sangat cocok untuk digunakan oleh semua usia. (juli ramadhani rambe)

Dua Biksu Bakar Diri

BEIJING -Aksi biksu bakar diri di Tibet kembali terjadi. Kali ini para biksu memprotes ketatnya pengawasan praktik beragama oleh pemerintah Cina. Seperti dikutip dari situs Guardian, Sabtu (7/1), dua biksu membakar dirinya di dekat Biara Kirti di Aba, Provinsi Sichuan.
Menurut saksi mata, yang dikabarkan oleh kelompok aktivis Tibet di London, Free Tibet, aksi pembakaran diri dilakukan pada Jumat (6/1) kemarin. Awalnya para pengunjuk rasa berbaring meminta pemimpin spiritual Dalai Lama dikembalikan dari pengasingan ke Tibet. Namun tak berapa lama mereka membakar dirinya.

Kobaran api pun segera dipadamkan oleh para tentara dan kedua biksu tersebut dibawa pergi. Masih menurut kelompok tersebut, biksu kedua yang membakar dirinya dikabarkan tewas dan jasadnya diurus oleh pejabat berwenang.

Sayangnya kabar tersebut belum bisa diverifikasi oleh pemerintah setempat. Seperti diketahui, sebanyak 14 biksu dan biksuni sudah melakukan aksi bakar diri dalam setahun terakhir.

Dari jumlah itu setidaknya enam orang meninggal. Direktur Free Tibet, Brigden Stephanie pun meminta meminta dunia internasional untuk lebih peduli dengan hal ini.

“Apa yang kita saksikan saat ini di Tibet adalah penolakan berkelanjutan dari pendudukan Cina. Ini adalah kejadian berat di mana 14 orang Tibet kini memilih untuk menyalakan api dan membakar diri sementara masyarakat internasional gagal menanggapinya “ujar Stephanie.(net/jpnn)

Semua Ini Berkat Keluarga Tercinta

Dra Asli Sembiring

Menjabat sebagai kepala sekolah bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi seorang wanita. Selain harus memikul tanggung jawab besar, penentuan sebuah kebijakan demi meningkatkan kualitas pendidikan adalah sebuah prioritas yang dikedepankan.

Inilah menjadi dasar bagi Dra Asli Sembiring, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN-1) Medan untuk mengedepankan nilai kedisiplinan dalam diri dan lingkungan kerjanya untuk menciptakan sebuah hasil dan prestasi kerja.

Dibalik rasa tanggung jawab yang tinggi, wanita kelahiran Tanah Karo 49 tahun silam ini juga menganggap jabatan adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-sebaiknya.

BAHKAN dengan tanggung jawab dan kedisiplinan yang diterapkannya, membawanya memegang amah sebagai kepala sekolah swasta meskipun baru satu tahun berdedikasi sebagai seorang guru. Tak tanggung-tanggung, saat itu usianya baru 24 tahun sudah menjabat sebagai sekolah.

Meski waktu itu usianya muda, tak lantas membuat Asli berfikir untuk menolak amanah yang dipercayakan kepadanya.

Baginya, bekerja dengan hati dan berbuat untuk banyak orang adalah sebuah tujuan mulia yang terus dipegangnya.

“Dua puluh empat tahun yang lalu, awalnya saya adalah seorang guru swasta di SMK Medan Area. Baru satu tahun menjadi guru, pemilik Yayasan Bapak H Agussani memanggil saya untuk memegang jabatan sentral sebagai kepala sekolah. Saya juga tidak menyangka akan diberikan kepercayaan tersebut karena saat itu saya juga masih sangat muda. Namun berkat dorongan kedua orang tua dan dan keluarga yang lainnya, saya akhirnya memberanikan diri menerima tawaran menjadi kepala sekolah,” ujar Asli mengenang.

Di usianya yang masih muda, tentu saja membuat Asli belum cakap dan berpengalaman dalam memimpin.

Iapun sempat grogi dan gugup saat memimpin menjadi kepala sekolah waktu itu. “Itu wajarlah, karena saya masih muda, dan belum berpengala-man waktu itu,” tambahnya.

Tapi dengan keyakinannya, Asli mampu mengatasinya, sehingga ia bekerja secara sungguh-sungguh agar tidak terbentur kesalahan yang bisa berdampak terhadap kualitas lembaga pendidikan yang tengah ditangani.

Bahkan dengan pola kepemimpinan secara demokrasi, terbuka, dan jujur yang diterapkan, Asli mampu bertahan selama 23 tahun sebagai seorang kepala sekolah di lembaga pendidikan swasata dan hampir dua tahun menjabat kepala sekolah di lembaga pendidikan milik pemerintah.

“Itu semua bisa berjalan berkat dorongan semangat dari keluarga, orangorang dekat dan kedua orangtua tercinta,” ujar Asli .

Namun dibalik itu semua, Asli mengakui kalau wanita sangat identik dengan mempertimbangkan perasaan saat mengambil sebuah kebijakan.

Meskipun terkadang bertolak belakang antara logika dan perasaan, namun semuanya mampu disikapinya secara sistematis.

Dalam pemimpin, Asli mengaku selalu memberikan reward bagi para staf pendidik atau guru yang mampu berprestasi dan sebaliknya memberikan sebuah punishment atau peringatan bagi guru yang melanggar peraturan yang ditentukan oleh pihak yayasan.

“Kalau kita berikan rewad atau penghargaan meskipun nilainya tidak begitu besar, tapi kalau rutin dilakukan setiap tahun, terutama saat Hari Guru dan beberapa kesempatan lainnya, sedikit banyaknya akan mampu merangsang guru untuk terus berkarya,” kata dia.

Kedisplinan inilah yang juga diterapkan dalam membimbing kedua anaknya.

Meskipun terkadang perasaan dan kasih sayang terhadap anak sangat besar, tak jarang Asli bersikap cukup keras dalam mengajarkan anak dalam menjaga prinsip demi memberikan sebuah hasil yang terbaik untuk masa depan kedua anaknya.

Disela-sela rutinitas yang cukup padat, wanita yang memiliki hobi menulis artikel ini mengaku tetap menyediakan waktu bagi kedua anaknya. Asli juga selalu menyempatkan untuk memasak demi keluarganya sebelum melakukan aktivitas kerja.

“Walaupaun waktu saya bersama keluarga tidak cukup banyak, namun kalau untuk masakan di rumah saya selalu menyempatkan masak terlebih dahulu, karena anak saya lebih mau masakan ibunya daripada masakan di luar. Saya juga selalu menyempatkan waktu libur untuk jalan bersama suami dan anak demi menjaga keharmonisan keluarga,”ucapnya diakhir pertemuan.

(kesuma ramadhan)

Jadi Superwoman Tahu Apa yang Harus Dilakukan

MERASA mampu menjalani berbagai peran, berstatus sosial tinggi, memiliki karier di puncak dengan menjadi pemimpin bagi banyak bawahan, tampil sebagai sosok yang selalu tegar, bahkan menonjolkan maskulinitas, super sibuk dengan peran ganda, dipandang sukses di karier juga keluarga, mandiri secara finansial, merasa kuat dan tak ada kata mengeluh dalam kamus pribadi, inikah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi superwoman? Belum tentu.

Psikolog Alexander Sriewijono memaparkan, superwoman adalah mereka yang mampu menggunakan potensi apa yang ada dalam dirinya, mengaplikasikannya dalam keseharian, dan memberikan hasil dalam hidupnya. Ia tak hanya sekadar merasa, merasa kuat misalnya, tetapi ia membuktikan dalam tindakan bahwa ia kuat dan mendapatkan hasil darinya. Perempuan menjadi superwoman ketika ia mampu menginspirasi orang lain dengan segala kebiasaannya.

Memahami dirinya secara utuh

“Untuk menjadi superwoman, perempuan perlu tahu apa yang penting bagi dirinya dan sepanjang hidupnya. Perempuan yang berada dalam tahapan usia yang sama bisa berbeda kepentingannya. Setelah mengetahui apa yang penting, cari jalan keluarnya, lalu wujudkan,” jelas Alex, salah satu pendiri Daily Meaning, lembaga konsultan pengembangan pribadi.

Pertanyaan dasar yang harus diajukan setiap perempuan ke dalam dirinya adalah “Siapa saya, dan apa yang saya bisa?” “Saya merasa seperti apa?” “Saya harus melakukan apa dan mengapa?” “Apa hasilnya dari apa yang saya putuskan untuk lakukan itu?” Semua pertanyaan ini saling terkait.

Artinya, menjadi superwoman, Anda selalu tahu apa yang sedang dan akan Anda lakukan, dengan alasan kuat di baliknya dan memahami sepenuhnya konsekuensi dari setiap pilihan dan keputusan yang Anda buat. Dengan demikian, Anda pun dapat memprediksi seperti apa hasil dari tindakan Anda saat ini. Pertanyaan ini dapat diajukan setiap kali Anda menjalani peran berbeda, sebagai ibu, istri, profesional, anak perempuan, saudara perempuan, sahabat perempuan, apa pun dalam hidup seorang perempuan.

Membedakan keinginan dan kebutuhan

Jika perempuan mampu menjawab pertanyaan dasar tadi, ia akan lebih mahir membedakan keinginan dan kebutuhan setiap kali menjalankan peran.

“Superwoman bisa membuat pilihan berdasarkan kebutuhan.

Bisa juga dengan menggabungkan keinginan dan kebutuhan.

Setiap kali ia melakukan sesuatu harus jelas apa tujuannya.

Ia mampu membedakan secara tajam apa itu kebutuhan dan keinginan,” jelas Alex.

Sebagai contoh, dengan uang Rp 300.000, apa yang akan Anda lakukan bersama keluarga? Pilihannya, Anda ingin makan di restoran bersama keluarga, atau ingin mengajak anak Anda belanja sayuran di pasar tradisional, sambil mengajarkannya mengenai berbagai pengetahuan, life skills yang tak didapatnya di sekolah, lalu memasak bahan makanan bersama di rumah sambil menjelaskan kepada anak setiap bagian dari makanan tersebut? Sekali lagi, setiap orang memiliki kepentingan berbeda. Anda boleh saja memilih makan bersama di restoran dengan uang Rp 300.000, tetapi adakah alasan pasti di baliknya? Sekadar keinginan atau memang Anda membutuhkannya? Boleh jadi, anak-anak membutuhkan suasana berbeda karena terlalu sering makan bersama di rumah.

Oleh karena itu, Anda merasa butuh mengajaknya makan di restoran karena akan ada pembelajaran yang diterimanya.

Anda bisa mengenalkannya apa profesi koki yang ditemui di restoran dan lain sebagainya.

Apa pun pilihan Anda, pastikan Anda selalu tahu apa yang sedang Anda lakukan dan mengapa, serta hasil apa yang ingin dicapai, dengan melihat kebutuhan bukan sekadar keinginan belaka. Inilah salah satu syarat yang harus dimiliki untuk menjadi superwoman sesungguhnya.

Jika contoh tadi lebih menjelaskan bagaimana menjadi superwoman dengan peran ibu, lantas bagaimana menjadi superwoman sebagai profesional misalnya?

Super yang memesona

Sebagai profesional, superwoman tak berarti Anda harus memiliki posisi tinggi dengan gaya kepemimpinan yang maskulin dengan bersikap jauh lebih tegas kepada karyawan.

Karena jika menunjukkan sisi feminin, Anda merasa tak lagi super.

Dalam karier, superwoman yang memesona adalah mereka yang mampu membuat orang lain merasa diistimewakan dengan kehadirannya, jelas Alex.

“Superwoman membuat orang lain merasa nyaman dengan super- nya ia. Ia tidak mengecilkan orang lain dengan super-nya.

Tapi, justru ia membuat orang lain sama super-nya seperti dia bukan dengan mengecilkan kemampuan orang lain. Superwoman takkan mengecilkan orang lain, apalagi membuat orang lain menjadi tidak berkembang. Inilah superwoman yang memesona,” papar Alex.

Boleh mengeluh

“Bukan superwoman kalau ia mengeluh dan tidak tahu mengapa ia mengeluh,” kata Alex.

Adalah wajar bagi siapa pun untuk mengeluh, termasuk superwoman, tambahnya. Namun, bagi superwoman, ketika ia sedang mengeluh, ia lalu tahu apa yang harus dilakukan terhadap dirinya dan keluhannya.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa ia sedang mengeluhkan sesuatu, ia merasa lelah dengan semua hal yang dialaminya, ia merasa sedih dengan kondisi yang sedang menderanya, tetapi ia tak tenggelam dalam kesedihan atau kelelahan emosinya.

“Siapa pun boleh bilang capek.

Namun, seberapa jauh dia mengeluh dan melakukan sesuatu, itulah yang membedakan superwoman.

Superwoman akan melakukan sesuatu dengan kekuatan yang ada dalam dirinya,” tandasnya.

Menjadi superwoman adalah pilihan Anda. Apakah dengan menjadi superwoman Anda dapat menjalankan peran lebih baik sebagai profesional, istri, juga ibu? Anda tentu punya jawabnya.

(*)

Bangkai Pesawat TNI AU Berhasil Dievakuasi

JAKARTA – Pesawat latih AAU yang jatuh di Jetis, Magelang, berhasil dievakuasi tim gabungan TNI AU, TNI AD dan Polri. Proses evakuasi bangkai pesawat yang tersebar di pucuk-pucuk pohon itu memakan waktu cukup lama akibat medan yang cukup terjal dan licin.

Tim menggunakan gergaji besi, linggis, pisau dan tali untuk menurunkan bangkai pesawat. Setelah berlangsung beberapa jam sejak dimulainya pada pagi hari, akhirnya serpihan pesawat latih bernormor registrasi LD 3417 itu berhasil dikumpulkan, Sabtu (7/1).

Serpihan sayap dan badan pesawat merupakan bagian yang paling sulit dievakuasinya. Seluruh serpihahan yang berhasil dikumpulkan akhirnya diangkut dengan tiga truk ke Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Di sela-sela evakuasi, Kasubdin Keselamatan Terbang dan Kerja Mabes TNI Angkatan Udara, Kolonel Penerbang Arif Widianto mengatakan bangkai ini juga akan dilakukan pendataan, penelitian dan penyelidikan.

“Kami masih mengumpulkan data dan fakta.

Bangkai dan serpihan pesawat ini juga bagian dari data, fakta dan penyelidikan. Sehingga harus kami amankan,” ungkap Arif pendek.(net/jpnn)

Siswa PKBL Belajar Mengelola Surat Kabar di Sumut Pos

MEDAN- Sebanyak 20-an siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBL) Gerhana berkunjung ke Harian Sumut Pos untuk mengetahui cara pembuatan koran dan belajar menulis berita, Sabtu (7/1).

Dalam kunjunganya, puluhan siswa tersebut mengaku sedang melakukan pelatihan jurnalistik suatu program kerjasama antara Forum Jurnalis Perempuan (FJP) dan PKBM Gerhana. “Kami biasanya melakukan berbagai pelatihan, dan saat ini kami sedang melakukan pelatihan jurnalistik, dan kami mohon ke Sumut Pos agar memberikan ilmunya kepada kami,” ujar Ketua Pelaksana PKBM Gerhana, Manahan Sitanggang.

Selain melihat secara langsung ruang redaksi Sumut Pos, anak-anak PKBM Gerhana diberikan penjelasan singkat terkait dengan kinerja surat kabar, sebelum berada di tangan pembaca. Penjelasan itu mulai cara mendapatkan berita oleh wartawan, editing berita oleh redaktur, tata letak atau perwajahan surat kabar dan proses percetakannya.

Wakil Pimpinan Redaksi Sumut Pos, Hirzan mengatakan berita bisa menjadi menarik bila proses liputannya itu mendapatkan data yang lengkap, kemudian perwajahan yang menarik serta hasil cetakkannya yang bagus.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak putus sekolah itu dengan semangat mengikuti pelatihan jurnalistik itu. Hal itu semakin menarik minat lagi, ketika memasuki sesi tanya jawab, tiap anak memiliki pertanyaan yang terkadang terdengar lucu.

“Enak kerja jadi wartawan ya, bisa jalan-jalan,” ujar anak yang bernama Manuel dalam tanya jawab. Pernyataan polos ini mengundang tawa semua yang ada dalam ruangan. “Setiap pekerjaan, ada enaknya dan ada tidaknya, nah pekerjaan itu tergantung dari hati, bukan terpaksa,” ujar Sekretaris redaksi Sumut Pos, Desi.

Dalam sesi tanya jawab, anak yang sedang menimba ilmu untuk paket luar sekolah ini tidak menyangka, dalam membuat berita dicetak menjadi surat kabar sangat banyak yang terlibat. Bahkan lebih dari satu orang. (ram)