32 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14107

Anggota DPRD Medan Terkejut Terima Surat dari KPK

MEDAN-Tiga anggota DPRD Kota Medan masing-masing Deni Ilham Pengabean, Dianto MS dan Ahmad Arief menerima surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/1) kemarin. Surat dengan amplop berwarna cokelat muda itu ditujukan kepada ketiganya dengan alamat  kantor DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No 2 Medan.

Surat tersebut ditandatangani Deputi Bidang Pencegahan KPK, Cahaya H Harefa tertanggal 30 September 2011.  Denni Ilham Panggabean yang dihubungi wartawan membenarkan dirinya menerima surat dari KPK.

“Benar saya ada terima surat dari KPK  kemarin lewat staf di DPRD Medan,” ujarnya.
Dikatakannya, awalnya Denni mengaku sangat terkejut saat diberitahu mendapat surat dari KPK.
“Sungguh saya sangat terkejut saat diberitahu ada surat dari KPK oleh staf saya di DPRD Medan,” ungkapnya.

Denni mengaku sempat berpikir soal kemungkinan adanya kasus yang menimpa dirinya sebagai seorang anggota DPRD Medan.

“Saya sempat berpikir, kasus apa yang menimpa saya,” cetusnya.
Namun saat ditanya apa isi surat KPK tersebut, Denni hanya tersenyum  dan mengatakan kalau surat yang ditujukan kepada tiga anggota DPRD Medan tersebut hanya untuk klarifikasi soal daftar harta kekayaan saat dirinya mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Medan.

“Setelah saya buka perasaan saya lega ternyata hanya klarifikasi  soal daftar kekayaan saat pencalonan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2010 silam,” ungkapnya.

Sementara Ahmad Arief yang dikonfirmasi juga mengakui kalau ada menerima surat dari KPK.
“Bukan surat tetapi data inventaris sewaktu ikut Pilkada 2010. Bukan saya saja kok yang dapat, anggota dewan yang lain juga dapat,” ucapnya. (adl)

Ketua PMI Sumut Kunjungi Markas PMI Sergai

MEDAN-Palang Merah Indonesia (PMI) Provisnsi Sumatera Utara yang dipimpin oleh DR H Rahmat Shah, Rabu, (28/1) berkunjung ke Markas PMI Kabupaten Serdang Bedagai di Desa Firdaus, Jalan Negara Medan-Sei Rampah.

Kedatangan rombongan PMI Sumut disambut Pengurus PMI Serdang Bedagai di antaranya, Sekretaris dr Chaidir, Wakabid Organisasi Drs Jhoni Walker Manik,  Dra Dewi Yani dan pengurus lainnya serta KSR, PMR dan para relawan. Turut hadir beberapa tokoh dari desa siaga yang pada saat itu melakukan donor darah sukarela.

Dalam kata sambutannya Ketua PMI Serdang Bedagai yang diwakili oleh Wakabid Organisasi Jhoni Walker Manik, menyatakan, bahwa dengan peningkatan kegiatan yang dilakukan PMI Serdang Bedagai guna mewujudkan missi Palang Merah Indonesia yang senantiasa membantu/meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, maka dibutuhkan markas yang representatif.
“Kami merasa bahwa markas yang lama sudah kurang representatif dalam hal pelayanan PMI, sehingga kami mencari dan akhirnya mendapatkan tempat ini sekarang yakni ruko, yang terpentng adalah akses yang mudah bagi masyarakat yang akan dilayani oleh PMI,” katanya.

Kemarin, melakukan kegiatan donor darah yang diikuti oleh pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Sergai, juga ada beberapa pendonor suka rela dari desa siaga yang merupakan mitra Dinas Kesehatan Sergai dan PMI Sergai.

“Kami sangat senang Bapak Rahmat Shah bersama beberapa pengurus PMI Sumut serta Duta PMI, berkenan datang ke markas kami beserta rombongan, dan beliau juga memberikan arahan-arahan, masukan yang positif guna meningkatkan kinerja dan menambah semangat kami,” ujar Jhon.

Ketua PMI Sumatera Utara DR H Rahmat Shah dalam bimbingannya, menyatakan mendukung langkah dan kebijakan pengurus PMI Sergai yang mampu menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi yang berkembang didaerah, terutama dalam hal pelayanan PMI kepada masyarakat.

“Kami menyambut gembira, dengan apa yang dilakukan oleh PMI Serdang Bedagai, yakni telah berbuat sekecil apapun, kepada siapapun dan dimanapun kita berada. Dengan keberadaan Markas yang representatif ini, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik, apalagi aksesnya muda, dipinggir jalan raya lintas sumatera. Begitu pula kegiatan Donor darah, donor darah harus menjadi gaya hidup di tengah-tengah masyarakat. Mudah-mudahan target kantor darah secara nasional sebanyak lima juta kantor darah, akan terpenuhi dan Sumatera Utara akan memberikan kontribusi secara maksimal”, ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Rahmat Shah, bahwa rencana-rencana yang baik akan dapat terwujud jika pengurus kompak, serta mampu bekerjasama dengan berbagai pihak. Melalui kesempatan ini juga kami terus menerus menghimbau kepada Bupati maupun walikota, hendaknya memberikan perhatian khusus kepada PMI dan memasukkan anggarannya melalui APBD di daerah masing-masing. “Sehingga gerakan PMI sebagai LSM yang bergerak dalam bidang kemanusiaan yang nota bene adalah mitra pemerintah dapat lebih berbuat secara maksimal,” harapnya. (*/ila)

6 Ruko Dibongkar Paksa

MEDAN-Tim terpadu Pemko Medan kembali membongkar paksa enam unit bangunan rumah pertokoan (ruko), di Jalan Mustika, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (5/1) siang, akibat tak memiliki IMB.

“Pembongkaran ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya telah dilakukan pembongkaran pada akhir tahun 2011, menurut data yang ada sama kami lahan ini direncanakan akan menjadi jalan Ring Road tengah. Untuk itu pemilik bangunan telah disurati oleh Dinas TRTB Kota Medan, agar pembangunan ruko tersebut tidak dilanjutkan berhubung surat izin bangunannya tidak dapat dikeluarkan.

Namun pemilik tidak mengindahkannya, pembangunan terus dikerjakan  sampai sekarang,” kata Ketua Tim Terpadu Kabid Pemanfaatan dan Tata Ruang, Alitohar di lokasi.

Dijelaskannya, kondisi 3 bangunan yang ada sekarang dalam tahap pemdangan didinding.

“Diantaranya telah berdiri puluhan tiang coran. Pembongkaran dilakukan secara manual, lebih kurang 30 buah tiang coran telah ditumbangkan oleh petugas di lantai I maupun dilantai II, kemudian dinding yang belum diplaster turut juga dirobohkan,” bebernya seraya mengingatkan agar tidak melanjutkan pembangunannya kembali karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemiliknya.(adl)

Desember, Nilai Tukar Petani Turun

MEDAN- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumut di Desember 2011 sebesar 103,13 atau mengalami penurunan 0,30 persen dibandingkan NTP November 2011 sebesar 103,44.

Berdasarkan keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Suharno, ketika dikonfirmasi kemarin (4/1), mengatakan, meski terjadi penurunan NTP, tapi indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan, walaupun subsektor pertanian di Sumut fluktuatif.

Adapun subsektor pertanian Sumut masing-masing, subsektor padi dan palawija (NTPP) sebesar 99,65 persen, subsektor hortikultura (NTPH) 112,89 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 103,96, subsektor peternakan (NTPT) 105,05, dan subsektor perikanan (NTN) 99,94 persen.

“It Sumut pada Desember mengalami kenaikan, jadi tidak masalah itu,” ujar Suharno.

Kenaikan It petani (Desember) sebesar 0,11 persen dibanding dengan It November 2011, yaitu dari 139,36 menjadi 139,51. Dan kenaikan It ini terjadi pada 2 subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan (padi dan palwija) sebesar 0,38 persen dan subsektor hortikultura sebesar 0,09 persen. Sedangkan untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan, turun masing-masing 0,17 persen, 0,16 persen, dan 0,25 persen.

Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib), dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan yang mayoritas merupakan petani. Pada Desember 2011, Ib Sumut naik sebesar 0,41 persen bila dibandingkan dengan Ib November 2011, yaitu dari 134,72 menjadi 135,27. Dan kenaikan terjadi pada seluruh subsektor.

Kasubdis Program Dinas Pertanian Sumatera Utara, Lusyantini mengatakan, terjadi penurunan NTP ini wajar, karena nilai tukar petani didapat melalui indeks yang diterima dibagi dengan nilai tukar, dan nilai tukar ini mencakup keseluruhan pengeluaran petani, mulai dari masa produksi, kebutuhan rumah tangga, dan lainnya. Dan mengingat bulan Desember 2011 merupakan bulan perayaan keagamaan.

“Jadi pengeluaran petani berupa makanan, pakaian, dan lainnya tercatat dalam hal ini, jadi wajar bila NTP petani bisa menurun,” ungkap Lusyantini.

Kewajaran ini, menurutnya, juga tidak perlu dirisaukan karena pada umumnya menjelang perayaan keagamaan NTP petani akan turun. Karena banyaknya pengeluaran yang dilakukan oleh petani dalam menyambut perayaan tersebut.
“Wajar dan tidak perlu dirisaukan, karena menjelang lebaran NTP petani juga akan turun, nah kalau Desember juga kejadiannya sama,” tegas Lusyantini. (ram)

Nyambi Jual Sabu

Edi Yono alias Edi (48), warga Pasar VII, Gang Amal, Tembung ditangkap polisi di Pos Satpam Swalayan Irian, di Jalan Medan-Batang Kuis, Pasar  VIII, Tembung, Rabu (4/1), saat bertransaksi sabu-sabu. Dari tangan tersangka diamankan satu paket sabu-sabu seharga Rp300 ribu.

Informasi yang dihimpun, pedagang makanan dan minuman yang berlokasi tak jauh dari swalayan Irian itu sebelumnya sudah diintai polisi.

Polisi selanjutnya memancing untuk melakukan transaksi. Saat transaksi tersangka langsung ditangkap. Tersangka langsung diboyong ke Mapolsekta Percut Seituan. Tersangka mengaku. jadi agen sabu-sabu untuk menambah penghasilan. (gus)

Produksi CPO Ditarget 25 Juta Ton

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengestimasikan ekspor crude palm oil (CPO) atau sawit mentah maupun produk turunan tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu. Salah satunya didorong peluang memperbesar ekspor ke Pakistan. Tahun 2011 lalu, total produksi anggota Gapki sekitar 23,5 juta ton dengan volume ekspor mencapai 16,5 juta ton.

Ketua Bidang Pemasaran Gapki Susanto mengatakan, realisasi ekspor dan produksi pada 2011 meningkat 7,3 persen dan 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan 2010, ekspor sawit dan turunan tercatat 15,65 juta ton. Sepanjang tahun lalu, ekspor didominasi produk turunan dengan persentase 53 persen dan sisanya 47 persen sawit mentah. “Tingginya produk turunan disebabkan bea keluar,” katanya kemarin (4/1).

Sedangkan estimasi produksi pada 2012 mencapai 25 juta ton dengan ekspor meningkat antara 17,5-18 juta ton. Dijelaskannya, kenaikan produksi tersebut ditunjang dari hasil penanaman pada periode 2008-2009 lalu. Selain itu, pihaknya juga melakukan ekspansi lahan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat seluas 150 ribu-170 ribu hektare. Sisanya di Sumatera dan Sulawesi.“Kalau ekspor ditopang pasar di Afrika Utara, Timur Tengah, dan pecahan negara Uni Soviet. Hasil penandatangan PTA (Preferential Trade Agreement) Indonesia-Pakistan kami prediksi bisa menaikkan ekspor pada 2012,” ucapnya.

September lalu, kedua negara sepakat melakukan pengurangan tarif. Produk sawit Indonesia mendapat pengurangan tarif 15 persen dari most favourable nations (MFN). (res/oki/jpnn)

Banjir Diskon di Medan Fair

Sambut Tahun Baru Imlek

MEDAN- Memasuki tahun baru imlek atau Chinese New Year pada tanggal 23 Januari mendatang, Plaza Medan Fair bakal menyajikan program  menarik bertajuk “Spirit of the Dragon” mulai tanggal 6 – 23 Januari 2012.

Rangkaian program acara selama Chinese New Year ini, pastinya diprioritaskan bagi keluarga dengan harapan makin memberikan semangat baru sesuai dengan tajuk tahun naga ini.

Dalam kesempatan ini, Advertising & Promotion Officer Plaza Medan Fair, Tri Wahyudi menyampaikan, aktivitas di Hari Raya Imlek tahun ini, pastinya akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena selain akan menghadirkan event spesial, juga akan ada banyak kompetisi serta banyak hadiah menanti para customer Plaza Medan Fair.

Event “Spirit of the Dragon” kali ini, tidak tanggung-tanggung dengan menghadirkan akrobatik “Beijing Gallery Rising Star Acrobatic Troupe” dari Beijing, Cina pada tanggal 21 Januari. Selain itu, mulai tanggal 16 – 22 Januari, akan diselenggarakan kompetisi yang menguji kreatifitas seperti “Lampion Competition”, Boy/Girlband Wannabe “Libertion Dance”, “Oriental Model”, “Oriental Karaoke” serta “Barongsai Coloring For Kids” yang akan memacu semangat anak-anak muda kota Medan.

Tak lengkap rasanya Imlek tanpa kehadiran Festival Barongsai dan parade lengkap dengan Dewa Rezeki di tanggal 22 Januari nanti.

Lanjut Tri, Plaza Medan Fair tidak lupa mempersiapkan acara bagi-bagi hadiah langsung berupa coaster set untuk pengunjung, cukup dengan pembelanjaan minimal Rp150 ribu di lebih dari 300 outlet Plaza Medan Fair  dengan menukarkan struk belanja di meja informasi lantai 1 bagi 500 customer pertama.

Selain itu, lanjutnya, Ang Pao Tree juga menunggu para pengunjung untuk meraih berbagai hadiah  mulai dari handphone, rice cooker sampai dengan cooking oil.

Plaza Medan Fair adalah pusat perbelanjaan dan hiburan keluarga terbesar di kota Medan, berlokasi di Jalan Gatot Subroto No.30, tepat di jantung kota Medan, Sumatera Utara. Mal ini resmi dibuka September 2004, memiliki 4 lantai pusat perbelanjaan, 1 lantai basement dan area Skycross. Mal dengan luas 49.535 meter persegi ini memiliki anchor tenant seperti Carrefour, Matahari Department Store dan Electronic City. Plaza Medan Fair adalah salah satu mal dalam portofolio PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management.(ram)

Tersangka Erwin Sakit, Sidang Pembunuhan Teller BRI Batal

MEDAN-Empat tersangka pembunuh teller BRI Syariah Sri Wahyuni Simangunsong, batal disidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pardomuan Siburian SH mengatakan penundaan sidang karena penetapan dari panitera tanggal 9 Januari 2012.

‘’Penetapannya memang hari ini (Kamis 5/1). Tapi tidak bisa dikejar karena panitera pengganti tanggal 9 Januari, jadi tanggal 5 Januari ini tidak bisa. Selain itu karena masih suasana Tahun Baru. Kalau tidak ada dakwaan tidak mungkin dikirim ke pengadilan,’’ tegas Pardomuan Siburian SH.

Selain itu, katanya, karena salah satu tersangka pembunuh Sriwahyuni dibantarkan polisi dengan alasan sakit.
‘’Salah satu tersangka yakni Erwin dibantarkan karena sakit. Saya tidak tahu sakit apa dan dirawat dimana tanya saja polisi,’’ ujar Siburian.

Siburian juga mengatakan bahwa berkas empat tersangka pembunuh Sriwahyuni Simangunsong baru diserahkan  menjelang Natal dan Tahun Baru 19 Desember 2011.

Sementara, Humas PN Medan Jonny Sitohang SH mengatakan penentuan digelar tidaknya sidang yang menentukan adalah majelis hakim.

‘’Kalau jaksanya bilang masih suasana Tahun Baru maka sidang tidak jadi digelar itu harus ada kesepakatan. Nah, dalam kasus ini apakah sudah ada kesepakatan atau tidak antara jaksa dan hakim,’’ tanya Jonny Sitohang.
Kalau memang jaksa belum siap, sambungnya, JPU harus melakukan koordinasi dengan hakim apakah sidang digelar atau tidak.

Sebelumnya Polresta Medan berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap karyawati BRI Syariah di Jalan S Parman Medan, Sriwahyuni Simangunsong (26). Empat pelakunya yang merupakan pasangan suami isteri, ditangkap Jumat (12/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Satu pelaku terpaksa ditembak karena mencoba kabur saat dilakukan penyergapan.

Keempat pelaku diantaranya Erwin Panjaitan oknum anggota Polresta Medan dan istrinya Ria, Embot dan istrinya Eva, ditangkap di dua lokasi berbeda kawasan Medan Marelan dan di kawasan Sri Gunting, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Erwin Panjaitan merupakan anggota polisi berpangkat Brigadir disersi, ditembak petugas di bagian kaki sebanyak empat kali.

Sementara itu korban Wahyuni, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan oleh seorang pengembala kambing di dekat jembatan Desa Tele, Kabupaten Samosir beberapa waktu lalu. (rud)

Tiga Pembobol Toko Emas Dibekuk, Dua Kabur

MEDAN-Petugas jaga malam Buana Plaza dibantu pedagang menangkap tiga pelaku pembobol Toko Emas B Tarigan milik Bernas Tarigan, dilantai II Buana Plaza, Jalan Aksara Medan, Kamis (5/1) pagi. Sementara dua pelaku berhasil melarikan diri. Ketiga pelaku yang diamankan diboyong ke Mapolsekta Percut Seituan.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, tiga pelaku diduga sindikat pembobol toko emas antar provinsi masing-masing berinsial Subani (34), warga Gresik, Syamsudin (43), Sei Manggu Pandeglang serta Suhendra (43),warga Kampung Bojong Negoro, Majelengka.

Dari tersangka diamankan linggis 3 buah, obeng, tang, pipa besi serta martil.  Ketiga pelaku datang ke lokasi dengan menumpang angkutan umum. Pelaku beraksi dengan cara merusak gembok yang dibawa pelaku. Kemudian mencongkel rolling door toko emas dengan menggunakan linggis. Para tersangka tiba di Kota Medan, Rabu (4/1), kemudian menggambar lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan mengaku masih melakukan penyelidikkan dan mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri. Menurutnya, pelaku belum sempat mengambil barang korban karena keburu ketahuan petugas jaga malam. (gus)

Kader Muhammadiyah Ancam Gelar Aksi

MEDAN-Sejumlah kader Muhammadiyah tetap bersikukuh mempertahankan Masjid Al-Ikhlas berada ditempat semula. Rencananya mereka akan menggelar aksi damai usai salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas lama di
Jalan Timor menuju kantor pengembang dan kantor Wali Kota Medan, Jumat (6/1) hari ini.

”Kami mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk berkumpul bersama-sama menggelar salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas yang lama setelah itu kita bergerak menuju kantor pengembang dan kantor wali kota untuk menolak pemindahan Masjid Al-Ikhlas yang dilakukan Pangdam I/BB,” kata Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammdiyah Kota Medan, Anwar Bakti kepada Sumut Pos, Kamis (5/1).

Anwar menyesalkan pemindahan yang dilakukan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus terhadap Masjid Al-Ikhlas, walupun jaraknya tidak juah dari lokasi yang lama. Artinya, dengan pemindahaan ini akan menambah daftar hitam atas tergusurnya rumah ibadah demi pengusaha.

”Bayangkan dalam dua tahun belakangan ini sudah berapa rumah ibadah dirobohkan hanya gara-gara uang, ke depannya kejadian seperti ini bisa terulang lagi, karena melukai umat Islam,” katanya.

Berkiatan dengan persoalan ini Anwar memintah partisipasi dari kader Muhammdiyah untuk bersama-sama mempertahankan keberadan Masjid Al-Ikhlas lama dan menolak peresmian Masjid Al-Ikhlas yang baru.
Rencananya, kata Anwar, usai salat Jumat, mereka akan menuju ke kantor pengembang setelah itu menuju kantor wali kota.

Sementara Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah mendukung rencana Anwar tersebut. IMM akan menurunkan sejumlah kader untuk salat Jumat bersama lalu menggelar aksi damai memprotes pemindahaan Masjid Al-Ikhlas bersama aliansi ormas islam yang tidak mendukung pemindahan Masjid Al-Ikhlas tersebut.  (gus)