26 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 14110

60 Ribu Kursi Kosong Disiapkan

Atasi Lonjakan Penumpang Jelang Natal dan Tahun Baru

Berbagai kesiapan dilakukan perusahaan angkutan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumater Utara menjelang Natal dan Tahun Baru 2012.

Khusus di Sumatera Utara (Sumut), Dishub) akan mendirikan posko Natal dan Tahun  Baru 2012 yang dimulai 22 Desember 2011 hingga 4 Januari 2012.

“Kesiapan Posko berlangsung dari tanggal 22 Desember hingga 4 Januari 2012,” kata Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Darat Dishub Sumut Thomas Andrean kepada Sumut Pos, Senin (19/12).

Untuk jumlah penumpang, Dishub Sumut diperkirakan mengalami kenaikan rata-rata 10 hingga 15 persen. “U ntuk jalur laut dan darat itu bisa mencapai 10 persen, kalau udara bisa mencapai 15 persen,” urainya.
Perkiraan penumpang dengan jalur darat diperkirakan nantinya sebanyak 467.133 orang, dengan rincian kereta api 116.335 penumpang, laut 14.175 penumpang dan udara 276.797 penumpang. “Jadi total keseluruhan dari tiga kendaraan mudik tersebut jumlahnya 961.884 penumpang,” kiranya.

Sementara dari Stasiun Besar Kereta Api Medan mengatakan lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada tanggal 22-24 Desember mendatang dan 28-31 Desember “Untuk kereta api penumpang akan meningkat hingga 60 persen pada Natal dan Tahun  Baru dibanding hari biasa,” kata Humas Stasiun Besar Kereta Api Medan, Hasri kemarin.
Sejauh ini kata Hasri segala perbaikan demi kenyamanan penumpang sudah diberlakukan pihaknya mulai 1 Desember lalu. Diantaranya meniadakan penjualan untuk karcis berdiri dan para pedagang tidak boleh menjajakan dagangannya didalam kereta api.

Selain itu, penambahan gerbong kereta api akan dilakukan pada perayaan Natal dan Tahun  Baru di antaranya kelas bisnis dari 8 gerbong menjadi 12 gerbong yang satu gerbongnya berkapasitas sebanyak 64 penumpang. Untuk kelas eksekutif juga diadakan penambahan gerbong dari 8 menjadi 12 gerbong yang satu berkapasitas 52 penumpang. “Pada kelas ekonomi tidak dilakukan penambahan gerbong. Kelas ekonomi, satu gerbongnya berkapasitas 106 penumpang. Jumlah gerbong yang ditambah hanya pada kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Jadi penumpang kita harapkan lebih nyaman dengan diberlakukannya peraturan tersebut,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi maraknya calo, pihaknya sendiri bekerjasama dengan petugas kepolisian.

“Tidak dibenarkan calo lagi. Kalau memang ada calo yang menawarkan harga tiket lebih mahal, kita harap penumpang segera melapor. Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak polisi untuk mengantisipasi hal-yang tidak diinginkan,” bebernya. Sedangkan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara telah menyiapkan 60 ribu kursi kosong untuk mengangkut penumpang yang akan mudik ke kampung halaman masing-masing khususnya antar-kota antar provinsi (AKAP).

Upaya itu untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang menjelang perayaan Natal dan Tahun  Baru. ‘’Armada bus AKDP) yang sudah kita persiapkan mencapai 60 ribu tempat duduk untuk calon penumpang yang akan mudik. Hal ini untuk mengantisipasi tidak terangkutnya calon penumpang ataupun menghindari calon penumpang berdesak-desakan takut akan tidak dapat tempat duduk,’’ kata Ketua Organda Hasopan Siallagan.

Pantau wartawan Koran iniharga tiket sejumlah pool kini masih normal. (adl/mag11/ram/omi/rud)

Kenaikan Bisa Dua Kali Lipat

PENGAMAT transportasi Sumut Rafriandi menuturkan plus-minus mudik dengan menggunakan jalur udara dan darat antara lain, untuk pesawat kelebihannya adalah penumpang diuntungkan pada sisi waktu yang hanya ukuran 30 menit sampai dengan satu jam. “Itu sekitar 30 menit untuk terbang ke Aek Godang/Silangit dan satu jam ke Nias dan Tapanuli Tengah,” bebernya.

Sedangkan melalui jalur darat, lanjutnya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai daerah tujuan mudik sekitar tiga sampai 10 jam.  “Misal ke Sibolga sekitar Sembilan jam, Tarutung sekitar enam jam atu ke Siantar sekitar tiga jam,” tambahnya.

Untuk harga tiket, minusnya biaya tiket relativ lebih mahal jika dibandingkan tiket kendaraan melalui jalur darat. Kemudian, jika melalui jalur udara kenyamanan dengan membawa barang terbatas, hanya 20 kilogram, sedangkan melalui jalur darat bisa mencapai 90 kilogram.

Untuk sisi kelelahan, jalur udara relativ lebih nyaman jika dibandingkan jalur darat. “Kelelahan lewat jalur darat lebih terasa jika dibandingkan jalur udara. Dan antrean jalur darat lebih panjang ketimbang jalur udara,” katanya.

Mengenai sisi resiko, mantan anggota DPRD Sumut ini menuturkan, semua kendaraan baik melalui jalur darat maupun udara sama-sama memiliki risiko. “Naik apapun sekarang ini tentu punya pilihan dan risikonya. Hanya saja, setiap mudik dibutuhkan perhatian pemerintah melalui aparatnya lebih ketat dan disiplin. Selain itu, pemerintah harus menjamin kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan darat, laut dan udara. Begitu juga fasilitas jalan. Sehingga dapat mengurangi rawan kecelakaan, kriminalitas dan bencana lainnya,” paparnya.

Ditambahkannya, dalam konteks arus mudik, perlu dicatat harus ada prosedur ketat untuk layak jalan bagi kendaraan darat dan udara yang perlu diantipasi sejak dini.

Begitu pula, sambungnya, mengenai data penumpang dan dukungan asuransi kecelakaan perlu mendapat jaminan. Sehingga, masyarakat yang mudik Natal dan tahun baru tidak lagi perlu was-was dan bias lebih tenang.
Sementara Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut, Firsal Ferial Mutyara mengatakan, tidak ada persaingan antara pengusaha transportasi udara, maupun darat ataupun laut. Malah sebaliknya, antara pengusaha tersebut saling mengisi untuk dalam pelayanan jasa kepada masyarakat. Tiap pengusaha tersebut telah memiliki pangsa pasar masing-masing. “Ada segmen diantara para pengusaha, kebutuhan konsumen akan trasnportasi juga dipenuhi oleh darat dan udara tersebut.” ujar firsal.

Menurut Firsal menjelang perayaan Natal dan tahun baru ini, geliat para pengusaha mengambil kesempatan juga sangat tinggi, salah satunya dengan harga tiket yang dinaikkan hingga 2 kali lipat dari harga normal.

“Harga trasnportasi sudah naik 2 kali lipatkan?, malah kalau saya tidak salah hingga 10 Januari mendatang,” tambah Firsal. Dengan kenaikan harga ini, maka kesempatan para pengusaha untuk melipat gandakan keuntungannya. Bahkan, untuk memenuhi permintaan konsumen, para pengusaha juga menambah jam operasionalnya, hal ini akan menambah keuntungan bagi pengusaha. “Jadi saya rasa tidak benar, bila pengusaha sebuah trasnportasi gulung tikar karena transportasi lain,” tambahnya.

Walaupun Firsal mengakui, bahwa pengeluaran dari transportasi darat lebih tinggi dibandingkan dengan udara. “Ya darat lebih tinggi dibandingkan dengan udara, misalnya pesawat masa berlakunya bisa mencapai 20 tahun, sedangkan bus hanya 5 tahun,” lanjutnya. (ram/ari)

Fabio, Yudha dan Julio Sakit

PSMS IPL Pindah Lokasi Latihan

MEDAN- PSMS masih kesulitan mencari lapangan permanen sebagai tempat latihan. Skuad PSMS pun terpaksa memindahkan lokasi latihan ke lapangan Arhanud Baterai P Titi Kuning pada sesi latihan Selasa (20/12) pagi.

Latihan yang harusnya digelar di lapangan komplek Thamrin Graha Metropolitan (TGM), tak mendukung pasca diguyur hujan sejak pagi hingga jelang sore Senin (19/12) lalu. Kondisi lapangan memburuk sehingga dipindahkan ke lapangan yang berlokasi dekat dengan Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan itu. Dan lantas dijadikan lokasi latihan permanen oleh PSMS.

“Lapangan ini akan jadi lokasi permanen untuk latihan pagi. Untuk latihan sore, tetap di lapangan TGM,” jelas Sekretaris Tim PSMS Heru Prawono.

Di sisi lain, hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu di Kota Medan akhirnya membuat kondisi kesehatan Pelatih PSMS Fabio Lopez menurun. Kemarin, meski hadir pada sesi latihan pagi, dia hanya memberikan arahan sebentar, lalu pulang ke apartemen tempat tinggalnya. “Sejak Minggu (18/12) sebenarnya badan saya sudah tidak enak. Muntah-muntah dan sekarang saya demam. Itu yang menyebabkan saya hanya sebentar memimpin latihan tadi pagi (Kemarin, Red),” katanya.

Latihan selanjutnya dipimpin oleh asisten pelatih M Khaidir bersama pelatih fisik Hasyim Asyhari dan pelatih penjaga gawang Denny Vaslah.

Tidak hanya Fabio yang absen, pilar PSMS Tri Yudha Handoko juga tidak ikut pada sesi latihan kemarin. Yudha tidak datang latihan pagi, namun kemarin sore, dia hadir di lapangan TGM walau tak ikut latihan. “Saya demam. Sejak Senin (19/12) malam, badan sudah enggak enak. Saya sudah izin tak latihan pagi sama asisten pelatih. Saya memang ke lapangan TGM sore hari, tapi tidak latihan,” ujarnya.

Selain Yudha, meski tak absen latihan, striker PSMS asal Argentina Julio Cesar Alcorse juga terlihat tak mengikuti latihan dengan tim. Dia hanya melakukan peregangan otot dan berlari di pinggir lapangan.
“Latihan dua hari ini berat. Jadi kedua kaki saya kram dan sakit di lipatan lutut belakang. Kalau dipaksa bergerak, sakit,” ungkapnya.

Kemarin, PSMS kembali meneruskan latihan persiapan. Tak jauh beda dengan dua hari sebelumnya, latihan juga menekankan pembentukan fisik yang dikombinasikan dengan melatih teknik dribbling pemain. (saz)

Dituduh Nembak

Gara-gara salah paham, Riki Gurusinga (23), warga Dusun Durin Pitu, Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu ditampar dan ditendang oleh PG, pemilik warung kopi di Desa Keci-keci Kecamatan Sibolangit, Senin (19/12) dini hari. Pasalnya, Riki dituduh nembak alias tak bayar usai makan dan minum di warung kopi tersebut.

Ceritanya, saat itu Riki merasa lapar dan dia pun pergi ke warung kopi milik PG. Di sana, dia memesan mie instan dan teh manis. Selesai menyantap mie instan dan teh manis tersebut, Riki pun lantas membayarnya kepada PG.

Usai membayar, Riki tak langsung pulang, dia pun menonton televisi di warung milik PG tersebut. Setelah puas menonton, Riki pun beranjak dari warung itu. Namun saat ia hendak melangkahkan kakinya, PG langsung menghampirinya dan meminta uang teh manis dan mie instan yang sudah disantap Riki.

Mendengar itu, Riki pun menjelaskan kalau dia telah membayar makanan dan minuman itu. Namun PG tetap bersikeras mengatakan kalau Riki belum bayar. Setelah terjadi ketegangan antara keduanya, PG pun emosi dan menampar serta menendang Riki. Mendapat serangan seperti itu, Riki pun menyelamatkan diri. Merasa telah menjadi korban penganiayaan, Riki pun mengadukan peristiwa itu ke Polsekta Pancurbatu.

Kapolsek Pancurbatu AKP Ruruh Wicaksono Sik SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Gunawan SH membenarkan laporan Riki. “Sekarang kita masih memeriksa sejumlah saksi,” ujar Gunawan.(roy/smg)

Misi Jaga Reputasi

Persiku vs Persis

KUDUS- Persiku akan mulai melakoni Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012  sore nanti di Stadion Wergu Wetan. Laga perdana ini rencananya akan disiarkan live oleh ANTV pukul 15.30 WIB.

Bagi pelatih Persiku Riono Asnan, laga ini tentu memiliki makna istimewa sekaligus pertaruhan reputasinya. Bagaimana tidak, pelatih yang pernah membawa Persiku menembus Divisi Utama di era 1994-an itu, pada musim ini kembali dipercaya mengarsiteki Persiku setelah beberapa musim sebelumnya sempat malang melintang di klub lain.

Publik sepak bola Kudus tentu berharap pelatih yang musim lalu membesut PS Mojokerto Putra ini mampu membangkitkan kembali prestasi tim Macan Muria- julukan Persiku. Nah, sebagai ujian pertama, tim Kota Kretek sore nanti akan ditantang Laskar Sambernyawa- julukan Persis Solo.

Sebagai tim tuan rumah, Persiku jelas memasang target poin penuh. Riono pun menyatakan bahwa para pemainnya sudah dalam kondisi siap fisik dan mental. Hanya saja, sampai saat ini Persiku masih dihadapkan pada kendala belum terpenuhinya kuota tiga pemain asing seperti yang diharapkan tim pelatih.

Ya, hingga kemarin, Persiku baru resmi menggaet satu pemain asing di posisi gelandang, yakni Alejandro Tobar. Selebihnya, Persiku diisi oleh para pemain lokal. So, terkait komposisi pemainnya yang saat ini baru ikut diperkuat satu pemain asing ini, Riono menyatakan akan berusaha memaksimalkan stok pemain yang ada.

Kondisi ini sedikit mengingatkan pada memori di era 1994-an, dimana Persiku yang kala itu hanya diperkuat para pemain lokal, harus bertarung melawan tim-tim lain yang ikut diperkuat pemain asing. Toh hasilnya tidak mengecewakan.

Sementara itu, salah satu pemain senior Persiku Agus Santiko menyatakan optimismenya Persiku bisa memetik hasil maksimal di laga perdana nanti sore. “Menjalani laga perdana di kandang, kita harus bisa memaksimalkan poin, target menang adalah harga mati,” ujarnya.

Berbeda dengan tim tuan rumah yang sejauh ini baru merekrut satu pemain asing, Persis Solo yang bakal menjadi lawan Persiku telah ikut diperkuat tiga pemain asing. Oleh pelatih Didik Listyantoro, ketiga ekspatriat itu ikut dibawa dalam lawatan mereka ke Kota Kretek. Mereka adalah Diego Mendeita, Nicholas Jone, dan Noah. Ketiga pemain asing itu kemarin sore juga terlihat ikut mencoba lapangan di Stadion Wergu Wetan, bersama para pemain lokal Persis lainnya.

Sebelum bergabung dengan Persis, Mendieta sempat mengikuti seleksi di Persiku, bahkan pernah diturunkan dalam laga uji coba. Namun oleh pelatih Persiku Riono Asnan dia akhirnya dipulangkan.

Seperti halnya Mendieta, gelandang Persis Nicholas Jone pun sempat mengadu nasib di Persiku, namun juga gagal direkrut.  Dari susunan pemain yang kemarin tiba di Kudus, tampak pula dua pemain eks Persiku musim 2010-2011, yakni gelandang sayap Handri dan gelandang bertahan Aris Fandi.(lil/aji/jpnn)

Tim PON Sumut Jajal Klub Malaysia

MEDAN- Usai laga eksebisi yang dilakoni Tim PON Sumut kontra dua klub Malaysia yang sengaja hadir ke Stadion Teladan. Giliran tim besutan Rudi Saari ini yang bakal melancong ke negeri ziran sana.

Manager Tim PON Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan anak-anak asuhannya untuk menjajal Timnas U-23 Malaysia. “Ini memang sudah kita agendakan sejak digelarnya pertandingan eksebisi ini,” ungkapnya, Selasa (20/12).

Ketua PSSI Sumut yang diakui 23 pengcab/klub ini juga menuturkan, tim PON Sumut akan diboyong ke Malaysia akhir Desember ini. “Akhir Desember 2011 ini kita akan bertandang ke sana. Paspor anak-anak juga sudah selesai diurus. Tinggal menentukan jadwal keberangkatan tim saja,” kata Kamaluddin lagi.

Diagendakan, tak hanya Timnas U-23 Malaysia saja yang bakal dijajal. Kamaluddin juga menuturkan, anak-anak di bawah asuhan Rudi Saari ini akan melawan klub-klub bergengsi yang syarat pengalaman di sana. “Ini untuk menambah jam terbang mereka sekaligus meningkatkan pengelaman dan mental anak-anak,” ujarnya.

Usai laga tim PON Sumut kontra Perak FA yang berakhir tanpa gol, Kamaluddin sangat menyayangkan keadaan stadion kebanggaan masyarakat Kota Medan yang hingga saat ini masih memprihatinkan. “Laga mengahadapi Perak FA bagi PON Sumut merupakan pengalaman berharga bagi pemain. Namun, dengan kondisi lapangan seperti tadi, itu sama saja mencoreng citra Kota Medan,” jelasnya.

Pelatih Tim PON Sumut Rudi Saari menuturkan yang turun menghadapi Perak FC merupakan tim inti. Tim PON Sumut yang didominasi pemain muda cukup memberikan perlawanan terhadap tim tamu yang memiliki sejumlah pemain asing. “Permainan anak-anak sudah maksimal, hanya saja lapangan memang sangat tak mendukung untuk menerapkan strategi pertandingan,” keluhnya. Menurutnya, pertandingan-pertandingan serupa sangat dibutuhkan anak asuhannya sebagai modal berlaga melakoni pertandingan PON Riau.(saz)

DPRD akan Panggil Dinkes dan IDI

Terkait Maraknya Malpraktik di Medan

MEDAN- Komisi B DPRD Kota Medan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait banyaknya laporan warga dugaan malpraktik yang diterima DPRD Kota Medan dari sejumlah warga Kota Medan.

“Dalam waktu dekat, kita akan memanggil Dinkes Medan dan Ikatan Dokter Indonesia untuk meminta penjelasan mengenai banyaknya laporan dugaan malpraktik yang diterima dewan,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, Selasa (20/12).

Lebih lanjut, dikatakannya, permasalahan ini sangat serius di Medan, dimana banyak warga melaporkan komplain dari banyak Rumah Sakit yang ada di Kota Medan. “Langkah ini dilakukan juga sebagai respon atas banyaknya komplain warga di beberapa rumah sakit,” ungkapnya.

Mengenai kasus dugaan malpraktek ini, diterangkannya, pihaknya akan mempertanyakan standarisasi dokter serta izin praktek dokter di beberapa rumah sakit yang diduga banyak menyalahi aturan dan tidak mempunyai izin. “Sebagai antisipasi itu, kita akan mempertanyakan standarisasi dan izin yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan, karena kita menengarai banyaknya izin praktek yang dikeluarkan tidak sesuai lagi,” ujarnya.

Disadari Bahrum, permasalahan malpraltek ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat di Indonesia khusunya Kota Medan, untuk itu Komisi B DPRD Medan akan mendorong agar permasalahan tersebut masuk dalam bahasan rancangan peraturan daerah tentang Sistem Kesehatan Kota (SKK) yang kini tengah digodok tim Panitia Khusus (Pansus) SKK yang diketuai Khairuddin Salim. “Kita berupaya akan mendorong persoalan ini supaya menjadi pembahasan di Pansus SKK, sehingga masyarakat Kota Medan dapat dilindungi dari permasalahan ini,” pungkasnya.(jon)

Kuasa Hukum Warga Jalan Jati Minta Majelis Hakim Diganti

MEDAN- Demi netralitas dan menghindari bias hukum, Djonggi M Simorangkir SH MH selaku kuasa hukum warga Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur, meminta agar majelis hakim yang menangani gugatan perlawanan warga segera diganti.

“Saya tadi melakukan mosi tak percaya terhadap majelis hakim yang memimpin sidang gugatan perlawanan terhadap klien saya. Karena hakim yang menangani perkara orangnya itu-itu juga, sehingga dinilai tidak bersikap netral dan bisa menimbulkan bias dalam putusannya,” kata Djonggi Simorangkir kepada wartawan usai mendampingi kliennya di PN Medan terkait sidang perdana gugatan perlawanan terhadap putusan eksekusi No 113 PN Medan, kemarin.

Diuraikan Djonggi, dalam beberapa gugatan warga seperti gugatan yang diajukan Muljadi, hakimnya diketuai Sugianto dengan anggotanya Leliwati dan Ahmad Guntur, begitu juga pada sidang Senin (19/12), dengan penggugat Demak Tobing majelis hakimnya orang yang sama.

“Permohonan penggantian majelis hakim agar putusan lebih objektif. Kalau bisa Ketua PN Medan yang menjadi hakim ketua atau hakim-hakim yang baru yang belum pernah menangani kasus tanah warga jalan Jati ini. Selama ini, banyak gugatan warga selalu ditolak oleh majelis hakim tersebut,” sebut Djonggi Simorangkir.

Menurut Djonggi, pada sidang lanjutan 11 Januari 2012 nanti, pihaknya berharap adanya pergantian majelis hakim sekaligus memberikan harapan baru kepada warga penggugat yang telah memiliki surat sertifikat atas lahan tersebut.
“Klien kami memiliki sertifikat hak milik yang dikeluarkan oleh BPN dan menguasai tanah dan bangunan tersebut. Seharusnya mereka dilindungi negara dan bukan malah tanahnya dirampas begitu saja,” sebut Simorangkir. (gus)

Sering Banjir, Stadion Teladan tak Layak dan Buat Malu

MEDAN- Pada lanjutan pertandingan Exebition Football 2011 yang menghadirkan dua klub asal Malaysia di Stadion Teladan, Selasa (20/12) masih membuat tim tamu menggerutu. Pasalnya, kondisi lapangan saat pertandingan Tim PON Sumut kontra Perak FC tak jauh beda dengan pertandingan sebelumnya, becek dan rusak.

Ditambah lagi, klub yang berlaga di Liga Super Malaysia ini ditahan imbang tanpa gol sepanjang babak. Tak pelak, pelatih Perak FA Norizah Bakar langsung to the point mengatakan timnya tak bisa berbuat banyak karena kondisi yang sangat buruk. “Dengan kondisi lapangan dan cuaca seperti hari ini, semua tak berjalan sesuai rencana. Ini tak sesuai seperti apa yang kita harapkan. Strategi dan taktik tak berjalan,” ungkapnya usai laga.

Ia juga menuturkan, perhelatan pihaknya ke Medan dalam rangka menyesuaikan keserasian pemain antar lini. “Pada laga ini kita juga mencoba mengkombinasikan pemain-pemain impor dengan pemain lokal untuk menghasilkan tim yang benar-benar solid,” ujar Norizah.

Pada kesempatan itu, Norizah berterimakasih telah diberikan kesempatan untuk bisa berlaga di Medan. “Kita sangat berterimakasih bisa menguji kekuatan tim kami di sini. Karena kita tak lagi membentuk tim, tim sudah baku. Tapi kita masih mencari pasangan-pasangan mana yang lebih tepat. saat ini kita telah memiliki 24 pemain,” paparnya.

Tak hanya dari tim Perak FA, Tim PON Sumut juga mengeluhkan hal sama. Pelatih PON Sumut Rudi Saari mengatakan, kondisi lapangan masih sama seperti kemarin. Dan itu sangat berat. “Dengan hasil imbang, kita cukup puas. Karena yang bertanding tersebut merupakan tim inti PON Sumut yang sebenarnya. Inilah pemain yang sejak awal pra PON hingga bertanding pada PON 2011 ini,” katanya.

Ia juga menuturkan, ini pembelajaran bagi timnya karena bisa bertanding dengan lawan yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih baik. “Kita sangat bersyukur ada pertandingan seperti ini. Baik bagi tim yang memang diisi pemain-pemain muda. Ini akan menambah pengalaman mereka,” jelas Rudi.

Di sisi lain, laga beda kasta antara Tim PON Sumut melawan Perak FA ini berlangsung dengan jumlah penonton yang cukup minim. Diperkirakan jumlah penonton hanya mencapai 200-300 orang.

Keadaan pertandingan kembali diperburuk jelang pertandingan berakhir. Sekitar 15 menit sebelum bubaran, Stadion Teladan di guyur hujan sehingga lapangan terlihat layaknya kubangan kerbau. Hal ini mengakibatkan pemain tak lagi bertanding dengan kualitas, hanya asal ngotot.
Ironisnya lagi, sekira pukul 18.10 WIB dalam keadaan hujan, tentu dalam waktu itu dan mendungnya langit sangat mengurangi penerangan di lapangan. Tapi, Panpel tak menghidupkan lampu stadion. (saz)

Koperasi RSU Pirngadi Kemalingan

MEDAN- Keamanan di Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, koperasi milik RSU dr Pirngadi Medan dibobol maling, Senin (19/12) malam. Kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah dan kasus pencurian itu kini ditangani Polsekta Medan Timur.

Menurut SDL (31), pegawai RSU dr Pirngadi Medan, kejadian diketahui saat petugas kembali beraktivitas pagi hari. “Pegawai tahu kalau koperasi dibobol saat masuk, karena seluruh isi ruangan terlihat sudah acak-acakan. Diduga pelakunya masuk dari Ruangan Gizi tepatnya dari jendela dan ruangan itu menghubungkan ke koperasi,” katanya, Selasa (20/12) pagi.

Diterangkannya, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsekta Medan Timur. “Kami saja tidak tahu kalau koperasi kebobolan. Diduga pelaku melakukan aksinya dini hari,” sebutnya.

Sementara itu, Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin SH MKes mengaku, kasus tersebut sudah diserahkan ke Polsketa Medan Timur untuk ditangani. Disinggung mengenai keterlibatan orang dalam, Edison enggan berkomentar.

“Kerugian puluhan juta rupiah sekitar Rp10 juta dan kasus ini sudah diserahkan ke Mapolsekta Medan Timur,” ungkapnya.(jon)

Parit Ditutup dengan Arogan

081263454xxx

Bapak Camat Medan Kota Yth, Kami warga Bapak yang tinggal di Jalan HM Joni Gang Istimewa I Lingkungan X Kelurahan Teladan Timur mohon agar memperhatikan daerah kami. Melalui anggota Bapak yang bertugas di lingkungan kami karena ada salah seorang warga meletakkan kandang ayam yang sudah rusak di tengah jalan sehingga kendaraan yang lewat jadi terganggu. Begitu juga dengan parit kami yang sering tersumbat akibat parit terbuka ditutup oleh warga yang arogan.

Untuk itu kami mohon kepedulian Bapak kepada kami sebagai wargamu. Jangan aparat Kelurahan kami taunya hanya menuntut kewajiban masyarakat tapi tidak pernah peduli dengan lingkungan kami. Terimakasih atas perhatian Bapak.

Dikoordinasikan

Terimakasih atas informasinya, laporan ini akan kami koordinasikan ke pihak Kecamatan Medan Kota untuk segera ditindaklanjuti. Sementara untuk parit yang disumbat agar dilakukan investigasi dan diberikan sanksi tegas karena sudah meresahkan warga.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan