26 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 14127

Bentuk Apresiasi Terhadap Tradisi

Open House di Kediaman Keluarga Tjong Afie

Budaya open house saat perayaan hari besar keagamaan sudah menjadi tradisi di Indonesia. Selain untuk silaturrahmi, open house yang diselenggarakan ini sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap tradisi yang sudah mendarah daging.

Dalam perayaan Imlek, salah satu keluarga tua Tionghoa yang juga menjadi icon di Kota Medan Tjong Afie juga mengadakan open house dengan mengundang saudara, keluarga, dan teman dari semua pihak. “Tradisi open haouse ini sudah menjadi tradisi sejak kakek (Tjong Afie) masih ada, dimana orang lokal yang datang dan diundang,” ujar cucu Tjong AFie yang juga tinggal dirumah tersebut, Fon Prawira yang didampingi oleh sang istri, Cicik.

Sebagai salah satu anggota sosialita Medan, Cicik yang juga aktif dalam kegiatan IMM (Ikatan Model Medan) mengundang teman-teman dan keluarganya yang berasal dari berbagai kalangan. “Iya, open house kan juga untuk kumpul-kumpul teman, pintu terbuka bagi yang mau datang,” ujar Cicik.

Walaupun lelah, karena seharian harus bekerja menerima tamu dan keluarga, tetapi wajah gembira dari pasangan sosialita Medan ini tidak pernah lepas di wajahnya. “Kita bergembira, karena ini merupakan sebuah anugerah diberikan kesempatan untuk merayakan tahun baru lagi,” ungkap Cicik.

Sebelum open house, tradisi sembahyang bersama keluarga besar sang suami dilakukan. Setelah sembahyang bersama untuk leluhur, dilanjutkan dengan makan bersama. “Menjelang siangnya, kita lakukan open house untuk umum, keluarga, teman, dan lainnya.” tambah Cicik.

Menurut sang suami, open house ini sudah diselenggarakan sejak Tjong Afie masih ada. Bahkan tamu yang datang mayoritasnya merupakan masyarakat lokal. Tradisi yang tidak memandang agama, suku, adat, dan lainnya yang saat ini dipertahankan keluarga besar Tjong Afie. “Kakek pada masanya tidak pernah memandang orang lain karena suku, agama, atau lainnya, kita jalani semua ini karena niat keluarga besar kita,” ujar Fon.

Saat masih hidup, Tjong Afie bukanlah Cina keturunan yang totok. Bahkan semasa hidupnya, Tjong Afie memperkenalkan istrinya yang berasal dari lokal. “Saya merupakan hasil dari budaya peranakan, yang merupakan budaya baru, dan saya bangga menjadi produk barunya,” ungkap Fon.

Imlek, sangat identik dengan warna merah. Nah, tamu yang hadir dalam open house ini 80 persen juga menggunakan pakaian warna merah. Padahal, tuan rumah tidak menggunakan warna merah. “Tidak ada maksud apa-apa, tapi iya tamu semuanya menggunakan baju merah, baru sadar juga,” ungkap Cicik.

Soal menu makanan, Cicik menjelaskan, bahwa jenis makanan yang ditawarkan dalam acara open house ini yang menjadi favorit masyarakat pada umumnya, seperti lontong, nasi sayur, martabak, dan roti jala bersama kari kambing. “Buah jeruknya mungkin yang sangat identik dengan Imlek ya,” ungkap Cicik.

Selain dihadiri oleh para sosialita Medan, yang juga turut hadir dalam open house ini adalah Meutia Hatta, sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. (ram)

Rumah Anggota LSM Dilempar Molotov

PANCURBATU- Rumah Anggota Tim Oprasional Penindakan Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (TOPPAN RI) M Roni Nasution (48) warga Jalan Pendidikan No. 393 Dusun II, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, dilempar 4 OTK dengan bom molotov, Senin (23/01) sekira pukul 03.30 Wib dinihari. Akibat peristiwa itu, seluruh isi rumah korban rusak.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, pagi dini hari itu, istri Roni, Lora Cici Br Ginting (46) warga yang sama, sedang tertidur pulas di kamarnya. Tanpa diduga, rumah mereka dilempar pria tak dikenal dengan bom molotov, hingga rumah mereka terbakar. Begitu mendengar ledakan bom molotov, Lora pun tersentak dari tidurnya, dan mendapati rumahnya telah di penuhi asap.

Mengetahui rumahnya jadi sasaran pelemparan bom molotov, korban pun langsung berlari ke kamar mandi rumahnya. Sesampainya di kamar mandi, Lora pun langsung mengambil air dan menyiramkan ketubuhnya yang terkena percikan api.  Setelah berhasil memadamkan api, Lora pun menghubungi suaminya yang saat kejadian tak berada di rumah.

Dikatakan Roni, dia tak menyangka kalau rumahnya di bom molotov, padahal setahun lalu, rumahnya juga pernah dibakar OTK, tapi waktu itu hanya mengenai gudang dibelakang rumahnya saja, sehingga dia tidak melaporkan peristiwa itu ke polisi. Tapi kali ini, nampaknya mereka mau membunuh keluarganya, karena sengaja melemparkan molotov ke dalam kamar yang biasa ditempatinya bersama istri.

Wakil Ketua TOPPAN RI Sumut Nasrullah Hasibuan saat dikonfirmasi prihal penyerangan rumah anggotanya itu mengatakan, pihaknya meminta aparat kepolisian agar tanggap untuk mengusut pelaku pelemparan bom molotov ke rumah anggotanya itu dan diharapkan agar polisi serius menanganinya.
Kapolsek Pancurbatu Kompol Ruruh Wicaksono melalui Kanit Reskrim Iptu Gunawan SH, saat dikonfirmasi membenarkan laporan korban. “Sekarang masih kita periksa sejumlah saksi terkait penyerangan dengan menggunakan bom molotov itu, dan telah memeriksa tiga orang saksi termasuk tetangga korban. (roy/smg)

FIA Larang Reactive Ride-Height

PARIS- Otoritas Balap Mobil Internasional (FIA) menganulir keputusan melegalkan sistem suspensi reaktif yang diperkenalkan tim Lotus-Renault GP. Tanpa merilis alasan pelarangan suspensi tersebut, FIA sudah mengirimkan kabar tersebut pada para peserta Formula 1 2012.

Sumber dari Autosport menyatakan tim-tim peserta sudah menerima pernyataan resmi dari FIA pada Jumat (20/1) sore waktu setempat. Tak jelas alasan FIA menganulir keputusan yang hampir dua pekan sebelumnya dinyatakan legal. Tak bisa dipungkiri, masih banyak perdebatan dan desakan dari rival-rival Lotus yang menyodorkan bukti-bukti baru membuat FIA memutuskan sistem tersebut dilarang di 2012.

Kabar pertama seputar pelarangan sistem tersebut didapat dari Chief Operations Engineer tim Williams-Renault Mark Gillan. Dia mengatakan FIA telah mengumumkan bahwa sistem tersebut ilegal untuk musim yang akan dimulai Maret nanti di Australia itu.

Gillan mengatakan klarifikasi telah diberikan FIA dalam sebuah aturan teknis yang diterimanya, sesaat sebelum melakukan sesi wawancara Jumat pagi kemarin. FIA sendiri belum menanggapi kabar ini, namun salah satu sumber mengkonfirmasi berita tersebut.
“FIA telah melarang tipe sistem seperti itu,” ujar Gillan saat diwawancarai untuk sebuah acara di Sibs.tv.

“Kami telah menginvestigasi tipe sistem seperti itu untuk sementara. Ini memang memberi pengaruh pada platform aerodinamik mobil. Dari perspektif aerodinamik, apa pun yang bisa membuat ketinggian mobil menurun, terutama di bagian depan adalah sebuah keuntungan,” lanjutnya.
Dalam laporan yang beredar pekan ini, Lotus memperkenalkan sistem yang sangat menguntungkan pada laju mobil setelah melakukan pengereman. Mobil tetap berada pada ketinggian standar usai pengereman. Kondisi tersebut membuat mobil tetap stabil dalam posisi siap untuk meluncur lagi dalam kecepatan tinggi.

Dalam laporan yang beredar pekan ini, Lotus memperkenalkan sistem reactive ride-height yang sangat menguntungkan setelah melakukan pengereman. Mobil tetap berada pada ketinggian standar usai pengereman. Kondisi tersebut membuat mobil tetap stabil dalam posisi siap untuk meluncur lagi dalam kecepatan tinggi.(ady/jpnn)

Judi Marak di Kota Binjai

BINJAI- Pemberantasan praktik judi jenis toto gelap (togel) dan sejumlah jenis judi lainnya, tampaknya tak kunjung tuntas dilakukan pihak kepolisian. Pasalnya, sampai saat ini judi togel dan beberapa jenis judi lainnya, masih marak di setiap sudut Kota Binjai.

Keterangan diperoleh wartawan Sumut Pos dari sejumlah warga, Senin (23/1) menyebutkan, praktik judi togel masih marak dilakukan di warkop-warkop di Kota Binjai. Bahkan, praktik judi dimaksud, semakin terbuka.

“Kalau sekarang ini, orang sudah tidak segan-segan lagi bertanya soal judi togel. Bahkan, agen judinya terang-terangan membuka praktik judi tersebut di warkop-warkop,” ujar Sabar (46) warga Binjai.

Ironisnya, seorang oknum wartawan M Sabrasyah alias Ucok Gondrong, juga mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK) terkait perjudian di Kota Binjai.

Kepada sejumlah wartawan, Ucok mengungkapkan, peristiwa itu terjadi Jumat (17/1) sekitar pukul 03.15 WIB. Di mana, sekelompok OTK dengan menggunakan mobil jenis Jep mendatangi rumahnya. Dari dalam mobil itu, keluar dua orang lelaki berbadan tegap berambut cepak masuk ke dalam halaman rumahnya.

“Kedua pemuda berbadan tegap, dan berambut cepak itu, mengintip isi di dalam rumah saya. Bahkan, mereka berdiri di halaman rumah saya cukup lama. Gerak-gerik keduanya sangat mencurigakan. Setelah keduanya berada di halaman saya sekitar 15 menit, pria tersebut meninggalkan halaman rumah saya dan langsung masuk ke dalam mobil,” ungkap Ucok. (dan)

Ngotot Raih Tiket Olimpiade 2012

JAKARTA-Target PB PBSI untuk tak sekedar meloloskan satu wakil di tiap nomor menuju Olimpiade London 2012 sejauh ini masih aman. Hasil kurang memuaskan di dua turnamen awal, Korea Super Series premier Malaysia Super Series  selama 2012 tidak berpengaruh besar terhadap peluang pemain Indonesia.

Pencapaian tertinggi wakil Indonesia di Korea hanya sampai perempat final. Sedang, di Malaysia hanya sampai perempat final. Padahal, di dua turnamen tersebut PBSI berharap paling tidak ada satu wakil yang bisa menembus partai puncak.

Kondisi itu menurut Koordinator pelatih ganda Christian Hadinata memang cukup merugikan pemain Indonesia. Sebab, para pemainnya kebanyakan malah gugur di babak awal sehingga tak bisa memberikan tambahan poin untuk mendongkrak peringkat.

“Anak-anak tidak maksimal. Padahal melangkah sejauh mungkin untuk mengangkat posisi cukup penting. Beruntung di ganda posisi mereka tidak banyak berubah,” katanya saat dihubungi Jawa Pos (Grup Sumut Pos), tadi malam (23/1).

Menurut Christian, hasil buruk di Korea super series sebenarnya masih berpeluang tertutupi seandainya para pemain merah putih sukses melaju ke partai puncak di Malaysia. Sayangnya, meski di Malaysia beberapa pasangan kuat negara lain tak tampil, Indonesia ternyata tak berhasil memenuhi target.

Karena itu, lelaki 62 tahun tersebut berharap agar di ajang Piala Thomas-Uber nanti para pemain Indonesia bisa memaksimalkan penampilan. Sebab, lanjut dia, kemenangan yang diraih tetap akan mendapatkan poin tambahan untuk rangking pemain.
“Kalau perhitungannya saya kurang paham. Tapi, di pertandingan beregu ini adalah peluang pemain Indonesia untuk meraih hasil bagus terbuka lebar,” tandasnya.

Melihat kondis rangking pemain Indonesia pada pekan ini, memang tak ada perubahan signifikan yang benar-benar bisa membahayakan posisi pemain Indonesia. Di tunggal putra misalnya, Simon Santoso tetap berada di peringkat tujuh dan Taufik Hidayat di peringkat 12. Tidak jauh berubah dari rangking Desember.

Di tunggal putri pun demikian, Indonesia harus berharap kepada jatah spesial satu wakil alias mendapatkan wild card . Di ganda putra Indonesia masih terus berjuang untuk menempatkan dua wakil menuju Olimpiade. M. AHsan/Bona yang aman di peringkat tujuh menunggu pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG atau Markis Kido/Hendra Setiawan untuk menemani di rangking delapan besar dunia.

Di ganda putri, Indonesa rupanya hanya akan mengirim satu wakil karena pasangan terbaik, Meiliana Jauhari/Greysia Polii, berjuang ,mengamankan posisi. Harapan terbaik, Nadya Melati/Vita Marissa yang berada di peringkat sebelas terus menrengsek naik dan menembus delapan besar.
Di ganda campuran, peluang Indonesia untuk mengirimkan dua wakil masih terbuka juga. Asalkan, pasangan M. Rijal/Debby Susanto yang  terus memperbaiki peringkat bisa minimal menembus delapan besar.  Pasalnya, satu posisi hampir pasti menjadi milik Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (aam/jpnn)

IPSI Medan Gelar Seleksi

MEDAN-Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Medan menggelar seleksi pencak silat tingkat dewasa selama dua hari (21 – 22 Januari 2012) di Gelanggang Remaja Medan, diikuti sebanyak 11 perguruan.

Dari total 11 perguruan yang terlibat IPSI Medan berhasil menjaring 32 orang atlet dari 16 kelas, sekaligus menempatkan 6 orang atlet yang bisa diproyeksikan berprestasi emas pada even mendatang. “Dari seleksi, kita dapat beberapa atlet dapat diproyeksikan untuk emas, baik pada di kejurda (kejuaraan daerah) nanti dan bahkan untuk PON 2016 mendatang,”jelas tim pemantau seleksi IPSI Medan, Sudarto SE, Minggu (22/1).
Keenam atlet tersebut, masing-masing, Ramadhani, Purwati, Syawal, Rahmat Hendri, Irfandi dan terakhir Lusi Oktari. Dan seluruh atlet hasil seleksi kemudian dikumpulkan untuk mengikuti trainning centre (TC).

“Mereka akan berkumpul bersama lagi pada 25 Januari 2012 untuk mengikuti TC,” kata Sudarto  sembari membeberkan jika saat memantau dirinya dibantu Drs Tarsyah Nugraha MKes, Serka Baskoro dan Thomas Spd.

Selama dilaksanakan TC pada atlet silat, pihak IPSI Medan juga tetap menegakkan aturan keras, terutama bagi atlet yang kedapatan tidak mengikuti latihan, ini beresiko akan dibuang dalam tim khususnya yang melakukan pelanggaran sebanyak 3 kali dalam satu bulan.

Pola ini harus ditegakkan, selain menciptakan disiplin pada atlet silat, kedepannya IPSI Medan menargetkan prestasi yang lebih baik, menyusul hasil buruk pada PON kali ini dimana Kota Medan tanpa meloloskan satupun atlet.

“Sangat miris jika melihat hasil itu, apalagi  selama ini Ketua Umum KONI Medan Opunk (sapaan Zulhifzi Lubis) pada setiap kesempatan selalu mengingatkan kita terhadap minimnya prestasi silat Medan saat ini,”paparnya yang dalam seleksi ini melibatkan wasit seperti Pesta P Lumban Gaol, Mangasi Tuaraja Simbolon dan Dra Yusmaningsih. (jun)

Kembangkan Sayap, XTrim Kukuhkan Pengurus Jawa Barat

MEDAN-Ketua Umum komunitas olahraga otomotif  Expedition Trail Mania (XTrim) Indonesia Musa Idishah atau yang akrab disapa Doddy, kemarin (23/1) mengukuhkan kepengurusan XTrim Jawa Barat (Jabar), dalam satu acara di Bandung.

Acara pelatikan Pengurus XTrim Jabar berlangsung di Ruang Wijaya Kusumah, The Cipaku Garden Hotel Bandung, Senin (23/1), dengan dihadiri para komunitas penggemar offroad bermotor, diantaranya TRABAS,  AHRS,  SSR,  ORCA, dan lainnya. Kepengurusan XTRIM Indonesia, Jabar dipimpin Rio ‘Ronggur’ Nasution.

Sekretaris Umum XTrim Indonesia, Zul Matondang dari Bandung via handphone kemarin mengabarkan, acara pelantikan ditandai dengan penan-datanganan dan penyerahan SK Pengurus XTRIM Jabar  oleh Ketua Umum XTRIM Indonesia, Doddy, yang dilanjutkan dengan penyerahan Pataka oleh Ketum XTRIM Indonesia kepada Ketua XTRIM Jabar.

“Prosesi pelantikan mulai Senin pagi berjalan khidmat. Kita juga haru dan gembira, karena XTrim telah mampu melebar-kan sayapnya, dalam menyapa para komunitas penggemar offroad roda dua,” sebut Zul.

Sementara Doddy, dalam kata sambutannya di acara pelantikan mengharapkan XTrim Jabar untuk terus eksis dalam mewadahi para pecinta dan penggemar olahraga jenis trail di tanah air.

“Saya ingin XTrim Indonesia Jabar dapat menjalin kerja sama dengan organisasi sejenis lainnya dalam mewadahi hobby yang sama dari komunitas pengendara trail untuk berbuat hal positif dan berguna kepada masyarakat dil ingku-ngannya,” ucap Doddy.

XTrim, katanya, didirikan bukanlah untuk menjadi pesaing  komunitas  lain, namun   semata untuk besarkan komunitas pecinta offroad roda dua.
Doddy juga menekankan kepada pengurus XTrim Jabar untuk melebarkan sayap dengan membentuk kepengurusan di Kab/Kota, yang nantinya akan berperan dalam  me-ngembangkan bidang-bidang usaha yang dimiliki, di mana XTrim Indonesia kini telah memulai memproduksi  part dan apparel  berlabel XTrim dalam menunjang aktivitas para offroader .

“Kita juga ingin XTrim Jabar nantinya dapat menjadi fasilitator dan mengakomodir minat komunitas hobi sejenis dari daerah ini, bagi mereka yang ingin berkunjung ataupun me-ngikuti event-event di Sumut,” tandas Doddy.

Sementara Ketua XTrim Indonesia Jabar, Rio ‘Ronggur’ Nasution menyatakan terima kasih atas kepercayaan untuk memimpin komunitas yang bergabung di dalam XTrim di Jabar “Saya yakin, bisa berperan dalam mewadahi penggemar enduro roda dua di daerah ini, dan jumlah anggotanya akan  terus berkembang.  (jun)

Polisikan Tetangga Karena Menebang Pohon Pepaya

SIANTAR- Habis sudah kesabaran Sasdan Manihuruk (49) warga Jalan Batu Permata Raya, Kelurahan Bah Kapul, Siantar Sitalasari, menghadapi Jamudin Siahaan (49) yang tak lain tetangganya sendiri.

Meski hanya menebang pohon papaya, perwira yang bertugas di kesatuan Rindam BB/I Pematangsiantar ini, terpaksa melaporkannya ke pihak berwajib. Pasalnya, selain tanpa izin menebang, pelaku kerab mengajaknya berduel hingga mencaci institusi tempatnya mengabdi.

Sasdan kepada POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos), Senin (23/1), membenarkan laporan tentang Jamudin Siahaan itu ke Polsek Martoba.
Peristiwa penebangan papaya itu sendiri terjadi pada Minggu (22/1) di rumahnya Jalan Batu Permata Raya Kelurahan Bah Kapul, Siantar Sitalasari.
Kapolsek Siantar Martoba AKP Mukson mengaku, pihaknya belum memeriksa terlapor. Pun begitu, pihaknya sudah menggelar olah TKP dan mengambil batang pohon pepaya sebagai bukti.

Bermula ketika Sasadan sedang bersantai menikmati kopi diteras rumahnya, sekitar pukul 09.30 WIB . Seketika terusik tatkala Masnur br Sianturi (49), istrinya tiba-tiba memberitahu soal penebangan pohon pepaya persis di samping rumah hunian mereka. Bersamaan itu pula, memberitahu kalau Jamudin tetangga sebelah rumahlah pelakunya.

Merasa keberatan, Sasdan yang kini berpangkat Kapten itu beranjak dari tempt duduknya menuju rumah Jamudin yang hanya berjarak 7 meter dari rumahnya. Bukanlah jawaban yang memuaskan ketika ditanya alasan penebanagan tadi, Jamudin yang sudah menjadi tetangganya 6 tahun ini justru memaki dan menantangnya.

Tidak mau terpancing emosi, apalagi setelah diingatkan sang istri, Sasdan memilih meninggalkan tempat dan kembali ke rumah. Tidak mau persoalan berlarut-larut, apalagi mengingat selama ini Jamudin yang disebutnya hanya bekerja sebagai pemulung itu, kerab memaki dan menantangnya apabila berpapasan. Akhirnya, korban dan istrinya sepakat membawa persoalan itu ke pihak berwajib di Mapolsek Siantar Martoba di Kelurahan Tanjung Pinggir. Akibat perbuatan pelaku, dirinya menderita kerugian mencapai Rp100 ribu.

Selain isi laporan itu, bapak tiga anak ini juga menuturkan, Jamudin kerab memaki isntitusinya sebagai TNI. Malah pernah ketika dirinya melintas berjalan kaki dari depan warung tuak, dihadapan orang banyak, pelaku mengeluarkan bahasa kotor terkait pekerjaannya. Merasa aparat hukum yang memang mengerti hukum, bahasa itu diabaikannya hingga tidak meladeni pria beranak empat itu.

Sikap Jamudin seperti itu menurutnya, muncul setelah serikat dikampung tempat mereka (Sasdan dan Jamudin) bermukim, mencopot nama Jamudin dari keanggotaan STM (Sarikat Tolong Menolong). Penyebabnya tak lain karena bersangkutan tidak solid kepada organisasi kampung. Kebetulan Sasdan menjabat ketua STM di kampung. Sehingga Jamudin merasa keberatan dan menuduhnya sebagai dalang pencopotan dirinya itu. “Padahal itu sesuai keputusan rapat anggota bukan kebijakan saya,” ujar Sasdan.

Malah pelaku pernah mengajaknya berduel sembari memegang parang, sikap itu terang saja membuatnya khawatir. Beruntung beberapa warga melihat aksi itu dan mendesak pelaku agar masuk ke rumah. Tidak jauh berbeda ketika korban membangun teras dengan dua orang pekerja bangunan. Kebetulan pekerja bermarga Pardede, pelaku justru memberi ancaman kepada para pekerja itu seraya menantang adu fisik. Hal itulah yang membuat korban ngotot untuk melaporkan persoalan penebangan pohon pepaya itu ke Polisi dan berharap sikap pelaku bisa berubah. “Apalagi pimpinan saya tau soal makian pada institusi itu bisa berakibat fatal pada Jamudin,” tambah Sasdan.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba AKP Mukson mengaku, pihaknya belum memeriksa terlapor yang dilapor oleh Sasdan. Begitupun sudah menggelar olah TKP dan mengambil batang pohon Pepaya sebagai barang bukti. “Kita masih melakukan pengembangan penyelidikan dan sudah olah TKP. Tidak lama, saksi-saksi akan kita panggil,” terang Mukson. (mag-5/smg)

Mulai dari Barongsai Sampai Hening Cipta Buat Gus Dur

Melihat Perayaan Imlek di Berbagai Daerah

Di tengah kemeriahan perayaan Imlek 2563 di Tahun Naga Air, ada berbagai kegiatan menarik yang mampu menarik perhatian masyarakat, dari pertunjukan barongsai di pusat kota hingga mengheningkan cipta bagi mantan presiden RI Abdurrahman Wahid
(Gus Dur).

Di Tebingtinggi, atraksi barongsai singa dan naga (dragon) biasanya didominasi warna merah dan hitam, tapi kali ini bernuansa hijau. Ratusan pasang mata seakan terpana dan enggan beranjak saat melihat penampilan Barongsai Teratai Naga Hijau sepanjang 20-an meter diiringi dentuman gendang dan dentangan simbal berlari dan meliuk-liuk mengejar bola api  mutiara hijau sembari menari-nari merayakan imlek di Vihara Mahadana, Jalan Veteran, Kota Tebingtinggi, Senin (23/1) dini hari.

Tidak hanya memamerkan kepiawayannya dengan mengunjungi vihara-vihara, atraksi anak-anak asuhan yang tergabung dalam Perkumpulan Barongsai Teratai binaan Kaden  Brimobdasu  Detasmen B Kota Tebingtinggi Kompol Suryo Sudarmaji ini, juga unjuk kebolehan di dihadapan ratusan warga yang menyamsikan perayaan puncak Imlek.

Di balik berbagai atraksi barongsai yang sangat menarik dan luar biasa tersebut, ternyata ada banyak makna yang terkandung di dalamnya.
Ketua Perkumpulan Barongsai Teratai Kota Tebing Tinggi, Tan Tji Kiat yang akrab disapa Akiat Gendut, disela-sela atraksi mengaku, cukup berbangga hati dan senang karena dapat terus mempertahankan salah satu kebudayaan leluhur (nenek moyang) etnis Tionghoa yaitu permainan Barongsai dan Perayaan Hari Raya Imlek yang dahulunya dilarang pemerintah.

“Tidak banyak dari kita khususnya generasi muda suku Tionghoa yang tahu asal usulnya dari mana, salah satu suku di Indonesia ini memang punya cerita unik dan penuh perjuangan, tanpa mengenyampingkan asal ras atau sukunya, semua etnis tetap harus mengingat asal usul serta identitas warisan yang dimiliki, dan yang terpenting adalah memikirkan bagimana memberikan sumbangan pikiran, tenaga dan sikap tulus ikhlas sesuai dengan bakat dan profesi masing-masing agar timbul kesejahteraan dan kedamaian ditengah-tengah masyarakat,” kata Akiat kepada Sumut Pos usai menggelar atraksi barongsai di depan vihara malam itu.

Dimbahkan Akiat, sudah saatnya memikirkan bagaimana mempergunakan segala kelebihan yang dicapai bukan untuk menyombongkan diri, melainkan bertekad membina generasi muda agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang dapat merusak moral serta mental generasi muda melalui permainan Barongsai yang sekaligus melestarikan salah satu kebudayaan nenek moyang mereka.

Sementara itu, kondisi Kota Tebingtinggi sepi, karena seluruh toko yang didominasi warga Tionghoa tutup total. Patuan Sumut Pos, Selasa (23/1) siang di Kota Tebingtinggi tepatnya sepanjang Jalan Sudirman, Ahmad Yani, Suprapto, Iskandar Muda, Kapten F Tandean dan beberapa jalan lainnya di Kota Tebing Tinggi terlihat toko seluruhnya tutup total dan Kota Tebingtinggi sepintas terlihat seperti kota mati.

Sedangkan di Kota Binjai, perayaan Imlek tak jauh beda dengan perayaan hari besar keagamaan lainnya.  Meski perayaan Imlek khusus bagi warga Tionghoa, namun pada puncak perayaan Imlek kemarin malam, ribuan warga Binjai tampak memadati Vihara Setia Budha, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, yang menjadi pusat perayaan dengan dimeriahkan atraksi barongsai mulai dari malam hingga siang hari.

Sedangkan di Lubuk Pakam, perayaan Imlek digelar dengan pelasanaan Imlek Fair oleh Yayasan Perguruan Dharma Bakti, dan kegiatan mengheningkan citpa bagi alm Gus Dur, Senin (23/1).  Kegiatan mengheningkan cipta serta berdoa bagi mantan Presiden RI ke 4 almarhum Abdulrahman Wahid itu, dipusatkan di Pekong Hua Kuang (Pekong Kucing) Jalan Sentosa, pukul 00.00 WIB, dini hari, Senin (23/01).

Pimpinan Pekong Kucing, Herman Ahok (54) didampinggi koordinator acara Bani Chang (50) dan tokoh mayarakat setempat Aho (54), mengungkapkan, perayaan imlek kali ini digelar dengan kesederhanaan dan penuh syukur, karena warga keturunan Tiongha bisa merayakan hari besar tahunan ini dengan leluasa berkat jasa presiden Gusdur.

“Karena beliaulah perbedaan yang ada selama ini menjadi satu. Perbedaan itu bersatu dalam membangunan bangsa, sehingga kedepan bangsa kita akan lebih kuat dari bangsa lain. kita tidak akan melupakan jasa Gusdur,” ucapnya.

Sihan Peang dan Alpin Cendrawasih, warga keturunan Tiongha yang ikut hening cipta itu, memandang positif kegiatan itu. Bahkan, mereka mengusulkan agar pihak penyelenggara kegiatan mengelar hal serupa setiap tahunnya.

“Semoga jasa Gusdur dapat dikenang sepanjang masa dan para keluarga besarnya tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” doa mereka.
Sementara itu, Yayasan Sosial Dharma Bakti (YSDB) berkerjasama dengan Yayasan Perguruan Dharma Bakti (YPDB) di Jalan Bidan Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mengelar kegiatan imlek fair 18-21 Januari. (mag-3/dan/btr).

Modal Kecil pun Bisa Diatasi

Perempuan Berjiwa Entrepreneur

MEDAN  –  Apapun bisa dilakukan asal punya niat dan kemauan. Perkara masalah dan kendala, itu lain cerita. Yang penting mau berusaha. Hal ini sudah dibuktikan oleh tiga orang mahasiswi asal Universitas Sumatera Utara ini. Meskipun tidak punya modal besar dan waktu luang terbatas, namun ketiga perempuan ini masih menyempatkan diri untuk terjun di dunia entrepreneur.

Berbekal keterampilan dan modal kecil itulah Indah, Ella dan Febri berkolaborasi, mengawinkan usaha kecil mereka yaitu Toko Riez Queen milik Indah, Toko Lapink milik Ella, Toko For Girls milik Febri. “Dengan kerjasama, jadi modal kecil pun bisa diatasi. Yang penting kan usaha dulu,”  ujar Indah, si pemilik Toko Riez Queen, Rabu (18/1)

Dalam mengembangkan usahanya, ketiganya rajin mengikuti pameran. Selama pameran, Indah, Ella dan Febri memajang pakaian yang didatangkan dari Bandung. “Sisanya ya kita buat sendiri. Kita design sesuai selera masa kini, kemudian kita jahit rapi. Jadi deh” ujar mereka kompak.

Ketiga mahasiswi ini masih mengandalkan bazar-bazar yang sering mereka buru infonya. “Kalau tidak begitu, kita akan ketinggalan. Mau buka toko tetap atau permanen, kita belum punya modal besar,”terang Ella.

Ketiga mahasiswi ini memanfaatkan Palladium sebagai tempat mereka memamerkan produk-produk baik itu yang didatangkan dari luar kota, maupun buatan tangan sendiri.

Produk dan pakaian yang dijual beragam. Seperti  casual remaja, blus kalelawar yang dibandrol dengan harga Rp230 ribu, cardigan dihargai Rp200 ribu, hingga yang paling mahal adalah blus 3 tingkat  dengan harga Rp250 ribu.  (mag-11)