Home Blog Page 14148

Oktober 2011 HUT Sumut Pos

1 Oktober

  • Harian Sumut Pos genap berusia sepuluh tahun. Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan ulang tahun ini, mulai dari sunatan massal, senam dan jalan sehat, hingga fun rally wisatan
  • Kotak hitam atau black box berisi rekaman fakta dan data di pesawat Cassa 212-200, PK-TLF ditemukan Basarnas.

2 Oktober
Evakuasi 18 korban jatuhnya pesawat Cassa. Ratusan masyarakat dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, memadati lapangan Sepak Bola Turangi, Perusahaan Perkebunan (PP) Lonsum.

3 Oktober
KPK titipkan RE Siahaan di Lapas Tanjung Gusta. Mantan Wali Kota Pematang Siantar ini menjadi tersangka korupsi Rp25 miliar.

4 Oktober

  • Enam napi Tanjung Gusta Medan ditetapkan sebagai tersangka oleh Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Keenamnya dalah pelaku penipuan melalui layanan pesan singkat (SMS) dan telepon. Mereka adalah AA alias Andin, IFR alias Ipan alias Bureng, PT alias Fredi, MS alias Tompul, Z alias Zul, dan R alias Anto.
  • Seorang jamaah calon haji (Calhaj) asal Padang Sidimpuan, Ali Hasaran Nasution Bin Hipuli Nasution, meninggal dunia di RS Haji Medan pukul 23.15 WIB. Dari diagnosa yang dilakukan dokter, Ali meninggal disebabkan radang paru-paru.

5 Oktober
Herman Basuki (48), warga Jalan Balai Desa No 44, Kecamatan Medan Sunggal, tewas setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Herna, Tebing Tinggi. Sedangkan Sugiarto alias Tiar (32) penduduk Pasar 6, Jalan Belawan, Medan Labuhan, sekarat dan dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Keduanya menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Tebing Tinggi.

7 Oktober
Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diperiksa sebanyak tiga kali oleh Tim Tipikor Polda Sumut, terkait  kasus korupsi pengadaan alat berat senilai Rp2 miliar tahun 2009, akhirnya mantan Kadis Bina Marga Medan Gindo Maraganti Hasibuan ditahan.

9 Oktober
Ribuan jemaat HKBP dari seluruh Distrik se-Sumatera Utara memadati Stadion Teladan Medan, melaksanakan Ibadah Raya Jubelium 150 Tahun HKBP.

10 Oktober
Sedikitnya 4 rumah semipermanen di Jalan Handriani Sinaga, Kelurahan Pintu Sonang, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir hangus dilalap api pukul 02.30 WIB. Dalam peristiwa tersebut, 9 pelajar SMA Negeri 1 Pangururan tewas terpanggang. Jasad para korban ditemukan petugas bertindih-tindih.

14 Oktober
Mantan Kadis Bina Marga, Gindo Marganti Hasibuan, tergeletak kaku di kamar mandi yang berada di dalam sel tahanan sekitar pukul 16.20 WIB. Gindo meninggal dalam status tahanan, dalam kungkungan terali besi di Poldasu.

16 Oktober
Delapan rumah di Jalan Pancing III Gang Masjid Lingkungan V Kel Besar Medan Labuhan. Dalam peristiwa ini, tiga orang dinyatakan tewas setelah terbakar di dalam kamar.

19 Oktober

  • Warga Amerika keturunan Korea, Samuel Hyein (28), tewas di kawasan Jalan Mustang Kecamatan Medan Polonia, sekitar pukul 22.00 WIB karena menjadi korban penikaman.
  • Sempat buron karena membobol uang Pemerintah Kabupaten Batubara, Sumatera Utara sekitar Rp80 miliar, Helfizar Purba alis OK David Purba akhir tertangkap juga. David Purba yang sempat dua kali menjadi calon Bupati Serdang Bedagai itu ditangkap di dekat tempat pencucian mobil di Cempaka Putih Jakarta.

28 Oktober

  • Final North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 dilepas di Lapangan Merdeka ketika acara pelepasan.
  • Bentrok antar mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro dan Jurusan Teknik Sipil di kampus Universitas HKBP Nommensen (UHN) sekira pukul 16.30 WIB. Seorang mahasiswa, Muktar (23), warga Jalan Pelita I Medan kritis setelah menderita luka bacok.

30 Oktober
North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 Putaran III berakhir sukses. Reli yang digelar sejak Jumat (28/10) hingga Minggu (30/10) dijuarai oleh pereli nasional Subhan Aksa/Webb Bernie dari FBRT Sport, disusul Ijeck/Uche dari BlaBlaBla dan Benny Lautan/Boy Martadinata dari Speedline. (data sumut pos)

Kadishub Medan Tantang Ketua DPRD Medan

MEDAN- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan Syarif Armansyah Lubis alias Bob mempertanyakan statemen Ketua DPRD Medan, Amiruddin. Bagi Bob, pernyataan soal utang-piutang yang menyebabkan rumahnya dilempari, sama sekali tidak berdasar. Dia menantang Amiruddin menunjukan bukti kuitansi jika memang ada utang piutang.

“Kalau memang ada utang, tanya ke dia (Ketua DPRD Medan Amiruddin) utang apa? Utang uang atau utang apa? Kalau utang uang, berapa jumlahnya, mana kuitansinya?” ungkap Bob ketika dikonfirmasi Sumut Pos terkait pertikaiannya dengan Ketua DPRD Medan, Amiruddin, Rabu (28/12).

Saat ditanya apa alasannya kenapan tidak bersedia dikonfirmasi sebelumnya terkait persoalan tersebut, pria berbadan tambun ini berdalih, dia tidak ingin berkomentar karena khawatir hal itu berkembang jadi fitnah. “Bukannya tak mau jawab, nanti dianggap orang memfitnah. Saya tak mau memfitnah,” jawabnya.

Namun, Bob membenarkan kasus pelemparan rumahnya itu. Begitu pula dengan laporannya ke Kepolisian Sektor Sunggal (Polsek) Sunggal, Medan. Untungnya, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, karena dia beserta keluarganya tengah mengikuti acara margondang di Kediaman Kepala Dinas (Kadis) Pertamanan Medan, Erwin Lubis di Jalan Tuamang, Medan Tembung, Sabtu (3/12) lalu. “Memang melapor saya, apa yang dikatakan Kapolsek itu benar,” bebernya.

“Nggak ada korban jiwa karena kebetulan kami lagi di rumah Kadis Pertamanan Medan waktu ada acara margondang. Ya sekitar siang gitu,” jelasnya.

Bob menekankan, urusan itu sudah dia serahkan ke pihak polisi, jadi biarkan polisi yang menyelesaikan. “Bila masalah ini tidak naik di Polsek akan saya tingkatkan laporannya ke Polresta Medan,” tegasnya.

Bob membantah persoalan dengan Amiruddin beserta putranya, terkait masalah proyek. Namun anehnya, Bob enggan menyebutkan terkait masalah apa pertikaian tersebut. “Nggak, bukan masalah proyek. Kalau katanya masalah utang, utang yang mana. Dia harusnya menjelaskan, utang apa saya dengan dia. Harusnya ditanya ke dia karena dia yang bilang saya punya utang. Jangan tanya ke saya,” ungkapnya.

Bagaimana dengan rencana Ketua DPRD Medan Amiruddin yang hendak melaporkannya ke polisi? Terkait hal itu, Bob menjawab dengan tegas, dia tidak takut dengan ancaman tersebut. “Mau melapor apa dia? Silahkan saja laporkan,” jawabnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan Amiruddin sekira pukul 12.30 WIB siang menelepon Sumut Pos dan mempertanyakan masalah pemberitaan tersebut. Dalam pembicaraannya, Amiruddin terdengar berang. “Iya, kau tulis juga rupanya. Okelah. Terima kasih!” kata Amiruddin sembari mematikan ponselnya.

Sikap Amiruddin ini langsung dikonfirmasikan ke Kadishub Medan. Tak pelak, Bob menjadi heran dengan sikap kasar Amiruddin itu. “Tapi dia yang bilang saya punya utang. Kok waktu dia telepon Kau (Sumut Pos, Red), dia jadi kayak gitu. Orang kan bisa menilai, mana yang benar dan mana yang salah,” ulasnya.

Sementara itu, seorang sumber di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota (Pemko) Medan kepada Sumut Pos menyatakan, putra Amiruddin memang menunjukkan sikap arogan dalam meminta proyek dengan mengandalkan jabatan Amiruddin sebagai Ketua DPRD Medan. “Iya, anak-anaknya itu sempat minta proyek. Tapi takku kasih. Kasian dia (Amiruddin, Red), dimanfaatkan anak-anaknya,” bebernya.
Tidak hanya sampai di situ, salah seorang sumber di DPRD Medan yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan, permainan proyek anak-anak Amiruddin menyebar ke Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan, area perparkiran di Jalan Sumatera dan ada juga sinyalemen di Dinas Pendidikan Medan masa kepempimpinan Hasan Basri.

“Di Pirngadi ada juga itu. Tapi Dewi (Direktur Pirngadi, Red), entah berani membukanya atau nggak itu. Bisa jadi dia (Dewi) takut. Di area parker Jalan Sumatera juga katanya itu proyek anak Amiruddin. Kalau untuk proyek ini, memang mesti atas nama PNS. Jadi, nama PNS itu dipakai yang mengatur tetap anak Amiruddin itu. Di Dinas Pendidikan juga katanya ada,” aku sumber di DPRD Medan tersebut.

Terlepas dari itu, pihak Polsek Sunggal kembali menyatakan kalau kasus pelemparan rumah Bob adalah benar. Petugas juru periksa sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi termasuk pelaku diketahui berinsial MI (32).

“Sudah kita periksa tiga orang termasuk pelaku,” ucap Kapolsekta Medan Sunggal AKP Budi Hendrawan, Rabu (28/12) siang.

Budi menceritakan, MI melakukan tindakkan tidak menyenangkan terhadap rumah tinggal Syarif Armansyah Lubis di Komplek Tasbih Medan dengan cara memukul pagar tembok. Namun, tembok tersebut kokoh sehingga tembok tersebut tidak rusak. Tindakan tersebut dipergoki satpam komplek tersebut. “Dia dibawa petugas keamanan komplek Tasbi ke Polsek kita (Polsekta Medan Sunggal),” beber Budi.

Lalu, kenapa MI tidak ditahan? Budi menjawab, hal itu hanya tindakan kriminal ringan. “Cuma enam bulan kurungan penjara, ini tindakan kriminal ringan,” ujar Budi Sembari mengatakan kasus ini sudah sebulan ini terjadi.

Meski begitu, Budi mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi. “Kita akan memanggil satu saksi lagi untuk kasus ini,” pungkasnya. (ari/adl/gus)

*Ketua DPRD Medan Berang
Kadihsub Medan Tanyakan Kwitansi

God Bless Sapa Medan tanpa Huru-hara

MEDAN-Grup band legendaris Indonesia, God Bless, tampil mengesankan dalam Ulang Tahun ke-41 Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sumut di Jalan Putri Hijau, Medan, Rabu (28/12) malam. Ian Antonon
Donny Patah, Abadi Soesman, Yaya Moektio, dan Ahmad Albar masuk satu per satu ke panggung dengan berpakaian serba hitam. Setelah sedikit menyapa penggemarnya dengan intro musik yang mengeluarkan suara merdu, God Bless langsung menggeber dengan Nato sebagai lagu pembuka. “Selamat malam Medan, senang dapat hadir dalam kesempatan di sini,” teriak Ahmad Albar dengan vokal rentanya.

Karya Doni Patah dan Almarhum Usman Djaya dengan judul Sesat melanjutkan penampilan, diteruskan dengan Menjilat Matahari. Band yang mengalami masa keemasan di era 70-an itu seakan mengajak penggemarnya bernostaligia saat tembang lawas Panggung Sandiwara, Rumah KIta, dan Blablabla mengalun syahdu. “Kita bergembira malam ini, kita berhura-hura tanpa huruhara. Asyik? Kita lanjut ya,” tantang pria keturunan Arab ini.
Tak lupa, God Bless memberikan lagu Kehidupan, Syair Kehidupan dan lagu persembahan spesial untuk penonton dengan lagu Bis Kota dan Semut Hitam dipilih sebagai penutup.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Sumut, Ir Syafrullah menjelaskan kalau memasuki usia ke-41, TVRI Sumut mempunyai gebrakan baru. Sebagai stasiun TVRI terbesar ke-3 seluruh Indonesia setelah stasiun Nasional Jakarta dan Stasiun Yogyakarta, TVRI Sumut akan reborn dengan paradigma baru dan komitmen baru. “Kita akan mengembalikan semangat. Kita juga akan mengupayakan dengan menaikan istilah reborn dalam HUT ke-41 TVRI Sumut,” terangnya.(adl)

13 Kamar Kos Hangus

MEDAN-Sebanyak 13 kamar kos-kosan dan sebuah rumah tinggal di kawasan Jalan Perdana Gang India, Kecamatan Medan Barat, hangus dilalap api, Rabu (28/12)  pukul 16.30 WIB.

Pengakuan saksi mata, Dameria, api diduga berasal dari sebuah kamar tetangganya bernama Ani. Sekitar pukul 16.30 WIB listrik secara tiba-tiba padam. Ketika Dameria keluar dirinya terkejut melihat api sudah membesar dari kamar Ani, tetangganya sesama penghuni kos-kosan milik Mohan.

Karena kondisi kamar kos-kosan yang saling berdempetan membuat api dengan cepat menjalar ke kamar lain. Spontan,  Dameria bergegas menyelamatkan diri tanpa sempat mengeluarkan barang-barang berharga miliknya.  “Karena api makin besar, aku langsung lari menyelamatkan diri, dan nggak sempat lagi menyelematkan barang-barang milikku. Sepeda motor ku, ijazah, duit, tak sempat ku selamatkan,” ungkap Dameria. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Rumah kos-kosan yang hangus terbakar tersebut merupakan milik Mohan (50).

13 diantaranya merupakan rumah semi permanen berlantai dua yang dikontrakkan sang pemilik, sedang 1 rumah permanen milik Mohan yang berada di sekitar lokasi yang sama juga turut hangus terbakar. (uma/gus)

Hadiah Batik dan Make-Up

Chantal Della Concetta

Natal menjadi momen istimewa bagi setiap umat kristiani. Termasuk, Chantal Della Concetta, mantan news anchor yang sekarang beralih profesi menjadi presenter dan pebisnis televisi internet.

Dalam perayaan Natal tersebut, tidak ada perayaan mewah atau pesta. Mereka hanya pergi ke gereja untuk beribadah bersama serta melestarikan tradisi keluarga, yaitu bertukar kado. “Saya mendapatkan batik dan make-up saat acara tukar kado,” ucapnya, lantas tersenyum.  (nar/c11/agm/jpnn)

4 Partai Besar Berebut Pinang Dahlan Iskan

Jadi Cawapres di Pilpres 2014

JAKARTA- Empat partai besar di Pemilu 2009 Demokrat, Golkar, PKS dan PAN berebut meminang Menteri BUMN, Dahlan Iskan untuk dipasangkan dengan calon keempat partai di Pilpres 2014.

Partai Golkar mengintip peluang untuk memasangkan Aburizal Bakrie dengan Dahlan Iskan sebagai pasangan bakal kontestan Pilpres 2014. Kombinasi keduanya dianggap dahsyat dan saling melengkapi.

“Unsur Jawa sebagai penyeimbang, pengalaman di pemerintahan dan juga pengalaman sebagai profesional/swasta. Matang secara emosional. Insya Allah bisa jadi kombinasi dahsyat yang saling melengkapi dengan Pak Ical,” tutur Jubir Golkar, Nurul Arifin, Rabu (28/12).

Dahlan dipandang sebagai sosok profesional. Pengalaman menajemennya mulai dari mengurus perusahaan swasta hingga di kementerian. “Sudah cukup terbukti ketika memimpin PLN dan sekarang di Kementrian BUMN. Juga saat memimpin kelompok Jawa Pos yang berkembang pesat,” puji Nurul.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diam-diam juga menyimpan kekaguman terhadap sosok Dahlan Iskan. PKS pun ingin menyandingkan Dahlan Iskan dengan tiga jagoan pilpresnya yakni Luthfi Hasan Ishaaq, Hidayat Nur Wahid, atau Anis Matta.

“Kalau di PKS sendiri yang dari dalam capresnya Pak Hidayat Nur Wahid, Luthfi Hasan Ishaaq, atau Anis Matta. Jadi daripada Dahlan-Hatta lebih baik Dahlan-Luthfy, Anis, atau Nur Wahid,” tutur Wakil Ketua DPP PKS, Zulkieflimansyah, Rabu (28/12).

PKS secara resmi akan mengumumkan capresnya usai pemilu legislatif. Karena PKS ingin membaca kemungkinan koalisi yang bisa dibangun.

PAN juga membuka peluang menyandingkan Hatta-Dahlan untuk Pilpres 2014. Dahlan Iskan dipandang sebagai sosok yang bertangan dingin. Mantan jurnalis yang kini bertugas sebagai Menteri BUMN itu dipandang PAN sangat memungkinkan untuk kelak menjadi pasangan bagi Hatta Rajasa sebagai cawapres dalam Pilpres 2014.

“PAN belum menentukan Bang Hatta Rajasa berpasangan dengan siapa. Semua serba memungkinkan termasuk dengan Pak Dahlan,” kata Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, Rabu (28/12). Wacana pasangan Hatta-Dahlan didorong oleh Ketua DPP PD Ulil Abshar. Dia bahkan berencana mengusung duet yang dia sebut sebagai ‘problem solver’ tersebut agar mendapatkan dukungan dari PD.

Wasekjen PD Saan Mustopa juga mengapresiasi adanya wacana Dahlan Iskan-Hatta Rajasa sebagai bakal capres-cawapres di Pemilu 2014. (net/bbs)

Akpar Medan Semarakkan Pesta Danau Toba 2011

DALAM rangka memeriahkan Pesta Danau Toba (PDT) 2011, Akademi Pariwisata (Akpar) Medan menggelar acara ‘Semarak Pesta Danau Toba 2011’  di Taman Budaya Medan.

Acara tersebut dilaksanakan 18 Desember 2011 dimulai dengan jalan santai mengelilingi beberapa ruas kota Medan yang diikuti seribu peserta dari Akpar Medan. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba untuk anak-anak dan ibu rumah tangga dengan tema Pesta Danau Toba.

Semarak Pesta Danau Toba ini dibuka Sekretaris Umum Panitia Pesta Danau Toba  Nurlisa Ginting dan Direktur Akpar Medan Drs Kosmas Harefa MSi ini berlangsung meriah karena mendapat apresiasi masyarakat dan mahasiswa yang menjadi calon praktisi pariwisata di masa depan.

Masyarakat menyambut antusias Semarak Pesta Danau Toba 2011 oleh Akpar Medan ini, terbukti dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan perlombaan. Diantaranya lomba menggambar tingkat SD kelas 1-3, lomba menggambar tingkat SD 4-6, lomba mewarnai tingkat TK. lomba busana daerah, lomba masak pohul-pohul, lomba aneka arsik siap saji, lomba tari daerah Sumut dan lomba aneka sambal Batak.

Kosmas Harefa selaku Direktur Akpar cukup mendukung terselenggaranya event-event pariwisata di Kota Medan. “Sehingga mahasiswa Akpar turut lebih berperan dalam meningkatkan industri pariwisata Kota Medan di tahun depan. Apalagi Kota Medan telah ditetapkan sebagai Kota MICE di tahun 2012 oleh Wali Kota Medan,” kata Kosmas.

Ia menambahkan, semua pihak diharapkan dapat terlibat memberikan sumbangan yang positif bagi perkembangan industri pariwisata dan kreatif Kota Medan. “Ini artinya Akpar Medan telah turut berpatisipasi aktif dan turut mendukung agenda yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini juga turut ditampilkan beragam kesenian dan budaya dari daerah Sumu seperti tarian, pameran kuliner khas Batak, penampilan busana dari daerah Sumut. Sebagai penutup acara, panitia kemudian membagikan berbagai macam hadiah dalam bentuk lucky draw kepada peserta kegiatan yang dilakukan oleh MUY Production dan PT Mulki Abadi Management (MAM Production) selaku pelaksana acara. (*/sih)

Hanya 508 Anggota PWI Berkompeten di Indonesia

MEDAN- Ketua Bidang Pembinaan Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari mengatakan, dari sekitar 14 ribu anggota PWI se- Indonesia hingga akhir 2011 ini baru 508 orang yang dinyatakan berkompeten setelah lulus Uji Kompetensi Wartawan. Demikian Atal S Depari saat menutup Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Cabang Sumut di Hotel Garuda Plaza Medan, Rabu (28/12).

Dikatakan Depari, UKW Medan menjadi penutup dan membuat target PWI Pusat tercapai yang pada tahun ini ingin menciptakan sebanyak 500 wartawan yang berkompeten. Untuk itu, kata Depari, PWI Pusat berencana akan terus melaksanakan UKW terhadap ribuan anggotanya. “Januari 2012, UKW akan dilakukan di Aceh dan sejumlah daerah lainnya, agar target 1.000 wartawan kompeten per tahun tercapai,” ucapnya.

UKW, imbuh Depari, merupakan program nasional sebagai tindaklanjut dari ditetapkannya PWI sebagai Lembaga Penguji Standar Kompetensi Wartawan (SKW) berdasarkan SK Dewan Pers No.14/SK-DP/VII/2011 tanggal 25 Juli 2011. “Sekaligus UKW ini menjadi alat ukur apakah seorang wartawan itu kompeten atau tidak sebagaimana digariskan dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1 tanggal 2 Februari 2010 tentang SKW,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir didampingi Sekretaris Edward Thahir mengatakan, persaingan dunia jurnalistik dan pemberitaan tiap tahun meningkat. Untuk itu wartawan harus meningkatkan kualitasnya agar tetap bisa bersaing dengan kemajuan tersebut.

Khusus untuk Sumatera Utara, dari 750 anggota PWI Sumut yang ada saat ini, baru 31 orang yang dinyatakan berkompeten, terdiri dari 8 orang wartawan Utama, 8orang Madya dan 15 orang tingkat Muda. Untuk itu, tahun depan PWI Sumut berencana melakukan UKW sebanyak dua kali  terhadap 750 anggotanya. (rel/ndi)

Saudi Ganti Pancung Menjadi Tembak di Sel

Tujuh Vonis Mati WNI Dapat Ampunan

JAKARTA – Kasus pemancungan Ruyati binti Satubi bisa menjadi yang terakhir dialami TKI perempuan yang terancaman hukuman mati di Arab Saudi. Sebab Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlidungan TKI (BNP2TKI) Jumhur Hidayat mengatakan, kerajaan Saudi merubah eksekusi mati dari pancung ke tembak di sel penjara untuk terdakwa perempuan.

Pernyataan Jumhur itu diutarakan ketika dia menjemput kepulangan Bayanah (bukan Buyanah) binti Banhawi, di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang kemarin (28/12). Bayanah sendiri, sebelumnya sudah divonis hukuman mati karena dilaporkan membunuh anak majikannya yang berumur empat tahun. Bayanah berhasil dibebaskan setelah mendapatkan pemaafan keluarga korban.

Jumhur mengatakan, perubahan sistem eksekusi mati untuk terdakwa perempuan di Saudi itu tentu lebih baik. Dia menjelaskan, dengan perubahan ini maka harga diri terdakwa perempuan bisa terjaga.

Meskipun begitu, tidak mengurangi nilai dalam sistem hukumam qisas (nyawa dibalas dengan nyawa). “Sebelumnya kan eksekusi di lakukan di lapangan terbuka,” katanya. Namun, eksekusi mati dengan cara ditembak di dalam sel penjara ini tidak berlu untuk terdakwa laki-laki. Jumhur juga berpesan, alangkah baiknya jika Presiden SBY tetap mempertahankan posisi satgas TKI.

Beberapa saat kemudian, Bayanah mendarat dan langsung disambut Banhawi (ayah), Indri Irawan (anak), dan Aswati (ibu). Bayanah langsung dikerubung keluarganya. Tangis haru pecah dalam momen pertemuan ini.
Bayanah sendiri di Saudi lebih banyak menghabiskan waktunya di balik jeruji besi ketimbang jadi pembantu. Dia mengatakan, kejadian yang berujung tuduhan pembunuhan itu terjadi sekitar tiga bulan sejak dia bekerja pada akhir 2005 silam. Sejak 2006 hingga 2011, Bayanah menghabiskan waktunya di penjara. “Saya kapok, tidak pergi lagi (bekerja, Red) ke luar negeri,” ucapnya.

Dia menjelaskan, peran satgas penanganan TKI yang terancam hukuman mati cukup membantu. Diantaranya mengupayakan permohonan maaf dari keluarga korban. Selain itu, pengadilan setempat juga menyatakan meninggalnya anak majikan Bayanah bukan atas dasar kesengajaan.

Bayanah menceritakan, saat itu dia sedang memandikan anak majikannya. Anak ini tidak bisa mandi sendiri karena cacat di bagian kaki. “Saya tidak sengaja waktu itu kran air panas terbuka. Terus mengenai tubuh majikan saya,” tutur Bayanah. Dia berharap, seluruh TKI yang terancam maupun yang sudah divonis mati bisa dibebaskan.

Banwahi yang mengenakan songkok hitam tak kalah seru ketika menangis. Dia terlihat cukup erat memeluk anak pertamanya itu. “Saya tahu kabar Bayanah terancam hukuman mati dari Darsem di tv,” ucapnya.  Banhawi langsung meminta bantuan pemerintah.

Selama bekerja anaknya tak pernah mengirim uang. Setelah tahu Bayanah dihukum dan terancam hukuman mati, dia tak mempersoalkan gaji. “Saya ingin Bayanah selamat,” ujarnya.

“Keluarga di rumah inginnya anak saya bebas seperti Darsem. Alhamudulillah sekali bisa pulang dengan selamat,” tutur Banhawi.

Sementara itu, Ketua Satgas penaganan TKI yang terancam hukuman mati Maftuh Basyuni yang ikut prosesi serah terima Bayanah memaparkan perkembangan kinerja satgas. “Sebelumnya, pembebasan Bayanan dan rekan-rekannya ini adalah hadiah tahun baru dari satgas dan pemerintah,” ucap mantan Menteri Agama itu.
Maftuh mengatakan, saat ini ada tujuh TKI di Saudi yang berhasil mendapatkan pemaafan dari keluarga korban. Selain Bayanah, ada Jamilah binti Abidin Rofi?i alias Juariyah binti Idin Ropi?i (Cianjur), Neneng Sunengsih binti Mamih (Sukabumi), dan Emi binti Katma Mumu (Sukabumi). Selain itu ada Sulaimah, Ahmad Fauzi, dan Hafidz bin Kholil Sulam, ketiganya dari Madura.

Selanjutnya, Maftuh mengatakan hukuman qisas masih belum dicabut untuk Tuti Tursilawati (Majalengka, Jawa Barat), Siti Zaenab binti Duhri Rupa (Bangkalan, Jawa Timur), dan Satinah binti Jumaidi (Semarang, Jawa Tengah).

Untuk kasus yang menimpa Tuti, Maftuh mengatakan upaya meminta permohonan maaf masih alot. Sedangkan upaya permaafan Satinah sudah keluarga tetapi terkendala permintaan diyat dari keluarga korban sekitar Rp 25 miliar. Sementara untuk permohonan maaf atas kasus Siti Zaenab, baru bisa dilakukan sekitar empat tahun lagi setelah anak korban sebagai satu-satunya ahli waris sudah dewasa. “Intinya satgas terus bekerja keras,” tandas Maftuh. (wan/jpnn)

Puluhan Guru Ikuti Pelatihan TIK

MEDAN- Sebanyak 40 Guru SD, SMP, SMA, SMK negeri dan swasta serta 20 Kepala Sekolah (Kepsek) mengikuti pelatihan komputerisasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Negeri-Swasta se-Sumut.

Hal ini disampaikan Ketua Konsultan Pendidikan Indonesia (KoPIndo) Medan Drs HM Joharis Lubis, MM MPd, saat dikonfirmasi, Rabu (28/12).

Joharis Lubis mengatakan,  program pelatihan TIK yang berlangsung di Mess Naniko Jalan Ampera Medan ini, dimulai sejak tanggal 26-28 Desember 2011, yang dimaksudkan sebagai peningkatan teknologi bagi staf pengajar di lembaga pendidikan.

“Pelatihan itu juga sebagai upaya peningkatan penguasaan teknologi informasi dan komputerisasi bagi guru
dengan sasaran yakni tidak ada lagi guru yang gagap teknologi (Gaptek),” ucapnya.

Didampingi Bendahara KoPIndo Yuni Piliang, Joharis mengatakan, indikator keberhasilan diklat ini adalah meningkatnya keterampilan guru dalam memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar dalam menunjang implementasi peningkatan mutu  penyampaian  mata pelajaran yang diajarkan di kelas.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Sumut Syaiful Safri  sebelum menutup pelatihan itu secara resmi menyampaikan, beberapa hal menyangkut penyaluran dana BOS, sertifikasi guru, dan  bagaimana peningkatan mutu pendidikan di Sumut.

Ia juga mengatakan, pelatihan TIK  diharapkan bisa tercapai dengan harapan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dapat terwujud.

“Guru dapat menguasai TIK sehingga bisa diterapkan kepada siswa ataupun guru lainnya. Sehingga untuk menulis  karya ilmiah mereka tidak lagi membutuhkan tenaga orang lain,” sebutnya.
Selain itu, katanya, arus perkembangan TIK dapat dimanfaatkan dalam konteks pembelajaran dan secara umum dalam dunia pendidikan.

Untuk mempersiapkan budaya belajar berbasis TIK, keterlibatan orangtua siswa dan kultur masyarakat akan teknologi dan dukungan pemerintah merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan.

Sehingga membudayakan anak didik dengan teknologi adalah sebuah keharusan di tengah globalisasi saat ini.
Pelatihan ini, lanjutnya, secara umum untuk memperkuat kompetensi guru agar proses pembelajaran TIK mampu menggugah emosi dan pikiran siswa untuk bersikap kreatif dan inovatif melalui teknologi informasi dan komunikasi. “Setelah pelatihan ini, kemampuan peserta dapat lebih baik dalam pemanfaatan TIK  mengelola pembelajaran di sekolah. Diharapkan guru memiliki kompetensi dalam mengelola, memimpin, dan mengawasi pembelajaran melalui pemanfaatan TIK,” katanya.

Dengan program ini, lanjutnya, dimungkinkan anak didik memiliki potensi anak-anak cerdas istimewa dapat dibina secara baik dan terarah.

Dalam kesempatan itu, para peserta meminta agar pelatihan tersebut berkelanjutan.
“Kami mohon agar kegiatan pelatihan seperti ini terus dilanjutkan karena sangat membantu kami menambah wawasan tentang TIK,” pinta sejumlah peserta kepada Kadis dan Ketua KoPIndo.
Menanggapi  hal itu,  Kadis Pendidikan Sumut,  meminta KoPIndo dan LKPP kembali melatih para  guru dan kepala sekola terkait  TIK.

“Tahun depan diharapan jumlah peserta lebih banyak lagi, sehingga tida ada lagi guru yang tidak paham TIK,” tukas Kadisdik. (uma)