Home Blog Page 14150

Honda Gresini Gandeng Ten Kate

FAENZA- Menghadapi musim 2012, berbagai langkah dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Honda Gresini. Untuk menyesuaikan dengan regulasi CRT, kabarnya tim Gresini bakal memakai mesin baru dan menggandeng teknisi tim Ten Kate.

Seperti dikutip Crash.net, Rabu (28/12), Gresini yang akan mencoba memakai mesin CBR1000RR, dengan sasis FTR, rencananya akan diujicobakan oleh rider anyar mereka, Michele Pirro. Dan untuk menyesuaikan segalanya, menurut sejumlah sumber, Gresini mendatangkan sejumlah teknisi Ten Kate, untuk bisa ‘nyetel’ dengan motornya.

Sementara, untuk mesin Honda RC213V, tetap akan menjadi bahan settingan Alvaro Bautista, sementara ini. Menggandeng Ten Kate, Gresini ingin mendapatkan semua paketan produk baru, untuk menunjang mesin CBR tersebut, termasuk ketersediaan mesinnya serta peralatan elektronik, untuk proyek CRT Gresini.

Ten Kate sejatinya selalu memiliki hubungan khusus dengan Honda. Tim Ten Kate berafiliasi dengan Honda, untuk kejuaraan Superbikes selama ini. Dengan mesin CBR1000RR yang dipakai tim Honda Ten Kate, terbukti mengantarkan James Toseland, menjadi jawara Superbikes, pada tahun 2007 silam.(bbs/jpnn)

Jelang 2012, Bank Sumut Tambah 5 KCP

MEDAN- PT Bank Sumut terus melebarkan sayapnya di Sumut. Bank milik Pemprovsu itu secara resmi memiliki kantor cabang pembantu di lima lokasi, seperti di kantor cabang pembantu (KCP) Menteng, KCP Sipispis Sergei, KCP Pangkalan Susu Langkat, KCP Linchun Binjai dan KCP Pasar Tavip Binjai.

Bertambahnya jumlah lima unit KCP tersebut, total KCP Bank Sumut saat ini berjumlah 213 unit kantor pelayanan, yang terdiri dari satu kantor pusat, 28 kantor cabang konvensional, empat kantor cabang syariah, 98 KCP konvensional, 15 KCP syariah, 12 kantor kas konvensional, 12 unit Payment Point Pratama, 23 unit kantor Samsat serta jaringan kantor didukung 20 unit kas mobil dan 218 unit mesin ATM yang tersebar di Sumut.

Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu menuturkan, akhir tahun ini akan menyusul untuk unit usaha syariah sebanyak tiga unit kantor syariah, yang operasionalnya masih menunggu izin dari Bank Indonesia (BI). Ketiga unit kantor itu, yakni kantor cabang syariah Pematangsiantar, Perdagangan dan Rantau Parapat.
Selain itu, dia menyebutkan ada peresmian KCP lagi, yakni KCP Sidamanik di Simalungun serta KCP Kebun Kopi di Kabupaten Batubara.

“Dengan penambahan jaringan kantor, kinerja PT Bank Sumut dari tahun ke tahun tumbuh secara signifikan. Hingga posisi November 2011 asset Bank Sumut telah mencapai Rp20,764 triliun, modal dasar Rp2 triliun, dan modal disetor Rp747,90 miliar. Sedangkan dana pihak ketiga sebesar Rp17,406 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp11,771 triliun,” katanya dalam kata sambutannya.

Sementara itu,  pejabat dan staf pegawai Bank Sumut yang akan bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di sekitar KCP Menteng ini yakni, Pemimpin KCP Syahrul, Wakil Pimpinan Nur Hadizah Pane dan didukung pegawai lainnya. (saz)

Lahan Diratakan Beko, Puluhan Petani Marah

Dosen PTS di Medan dan Petani Berebut Lahan Perkebunan Sawit

Peristiwa perebutan lahan sawit yang mirip kasus Mesuji Lampung, kembali terjadi. Kini, terjadi di Desa Bangun Baru, Kecamatan Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan. Petani setempat sempat bentrok dengan aparat polisi, Jumat (22/12) sekira pukul 16.00 WIB dan hingga kini situasi masih memanas.

BERDASARKAN keterangan Penasehat Kelompok Tani Giat Bersama, Halim Dalimunthe, keributan tersebut berawal saat seorang warga Medan bernama Salamuddin (54) warga Jalan Harjosari II Medan-Amplas, mengakui kalau tanah di desa tersebut, yang telah ditanami kebun sawit oleh petani setempat merupakan miliknya.

Lantas, terangnya tiba-tiba Salamuddin yang merupakan dosen di UMN Medan meratakan lahan sawit petani dengan beko dengan didampingi 10 personil polisi. Hal itu langsung memicu kemarahan petani setempat, apalagi sawit di lahan tersebut akan segera dipanen. “Para petani langsung menghadang beko dan aparat polisi. Meski tak terjadi bentrok fisik, namun membuat 10 aparat polisi mundur karena jumlah petani lebih banyak lagi,” sebutnya.

Akibat rusaknya lahan kebun sawit milik para petani tersebut, dia mengatakan para petani langsung melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Polsek Sungai Kepayang.

“Waktu itu, Kapolsek sendiri langsung menanggapi para petani, dan menyarankan agar petani dan Salamuddin berdamai dan mengembalikan beko. Padahal beko merupakan barang bukti yang harus ditahan. Makanya petani bersikeras menahan beko di lahan mereka. Inilah yang membuat situasi di lokasi kejadian masih memanas,” katanya.

Menurut Halim, tanah tersebut milik kelompok Tani Giat Bersama di Dusun V Desa Bangun Baru, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. “Salamuddin mencoba mengambil paksa tanah tanah petani tanpa ada putusan pengadilan. Malah, kesatuan Brimob dan polisi membekingi Salamuddin untuk mengambil paksa tanah kebun sawit petani setempat,” tegasnya saat ditemui di Medan, Rabu (28/12).

Lebih lanjut, Halim menerangkan, apabila Salamuddin hendak menuntut haknya, seharusnya melakukan gugatan terhadap Kelompok Tani ke Pengadilan Negeri (PN) secara perdata dengan surat-surat yang dimiliki. Karena selama petani sudah menggarap tanah tersebut sejak tahun 1983.

Dia memaparkan, sesuai UU Agraria No 5/1960, sangat jelas hak-hak petani dilindungi undang-undang, bahkan mendapat prioritas dalam memperoleh haknya dan akan ditingkatkan menjadi sertifikat. Bila UU Pokok Kepolisian No 2/2002, polisi dilarang merekayasa, mencampuri urusan masalah tanah karena tanah adalah wewenang Pemda setempat.

Selain itu, dia menyebutkan berdasarkan surat edaran Pemprovsu mengenai masalah tanah yang diterima Pemda setempat tahun 1988, diinstruksikan kepada Bupati/Wali Kota/Pemda tingkat II se-Sumatera Utara agar melarang kepala desa/lurah dan camat mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dapat menimbulkan hak atas tanah dan SKT, yang ada sesudah tahun 1984, supaya dibatalkan atau diproses menurut Permendagri No 2/1972. “Sedangkan surat tanah milik Salamuddin muncul di tahun 90-an. Aneh. Sudah sangat jelas surat tanah Salamuddinpalsu,” tambahnya.
Sementara itu, Salamuddin saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, kalau tanah di Desa Bangun Baru, Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan adalah miliknya.
“Tanah itu punya saya. Saya punya sertifikat yang sah, sesuai empat saksi yang saya miliki,”  ujarnya . (ila)

Vettel Target Hat-trick

Sepajang musim balap dunia, baru dua pembalap yang setidaknya bisa meraih gelar juara dunia F1 selama tiga musim beruntun.  Belakangan ini Sebastian Vettel dijagokan menjadi yang ketiga.
Dalam sejarah F1, Juan Manuel Fangio (Alfa Romeo, Maserati, Mercedes, Ferrari) asal Argentina menjadi pembalap pertama yang bisa mencatatkan hat-trick.

Bukan hanya tiga, Fangio bahkan mencatatkan empat gelar juara beruntun pada 1954, 1955, 1956, dan 1957, selain gelar pertama yang disabetnya pada tahun 1951.

Setelah Fangio tutup usia di usia 84 tahun pada 17 Juli 1995, muncul Michael Schumacher yang menjadi pembalap kedua yang berhasil membukukan hat-trick.

Sempat gagal melakukannya setelah hanya menjuarai F1 tahun 1994 dan 1995, Schumi mendominasi lima musim F1 dengan menjadi juara lima kali beruntun pada 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2004.
Beralih ke akhir tahun 2011, ada Vettel yang berpotensi melakukan apa yang sejauh ini baru bisa dilakukan oleh Fangio dan Schumi. Dengan dua gelar musim 2010 dan 2011, si driver Red Bull pun akan meraih hat-trick jika bisa juara lagi musim depan.

Menilik capaian Vettel musim lalu, ketika tampil dominan dan memenangi 11 dari total 19 balapan, bukan tak mungkin ia bisa mengulanginya lagi musim ini.

“Di 2011, kepercayaan diri Sebastian meningkat pesat dan ia tak membuat membuat kesalahan. Tahun depan ia akan jadi orang yang jadi target untuk dikalahkan.(bbs/jpnn)

Novak Djokovic Perkuat Teknik Volley

ABU DHABI- Arahan pelatih Marian Vajda kepada Novak Djokovic kini membuahkan hasil. Sekarang sang pelatih punya  ‘tugas’ lain yang mesti dilakoni anak didiknya itu.

Setahun lalu Vajda minta Djokovic membenahi servis dan forehand-nya. Permintaan itu dipenuhi dan Djokovic melesat untuk duduk di peringkat 1 dunia tenis putra, seraya meraih tiga dari empat gelar grand slam minus Prancis Terbuka.
Untuk musim depan, Vajda sudah mengidentifikasi sektor lain yang dapat membuat permainan Djokovic lebih mengilap di bagian net. “Musim ini aku ingin mendorongnya jadi lebih agresif dan berlari ke net untuk melakukan volley,” ungkap Vajda di The National.

“Tenis saat ini tak lambat, tapi ada banyak rali; ia sangatlah bugar tidaklah mudah untuk ke net. Tetapi jika Anda bisa lebih agresif di awal perebutan poin, itu bisa sangat membantu,” lanjutnya.

Vajda, yang melatih Djokovic sejak 2006 ketika si petenis masih berusia 19 tahun dan berperingkat 87 dunia, menegaskan kalau capaian saat ini adalah buah dari kerja keras. Djokovic disebutnya memang sempat meragukan drinya, tetapi itu tak meluruhkan motivasinya.

“Novak komit menjadi nomor 1. Dulu, sekarang, dan di masa depan. Ia sudah bekerja keras untuk itu, dan bahkan ketika ada periode di mana ia tidak percaya pada kemampuannya, ia tetap tahu apa yang ia mau,” ungkapnya.
“Ia kalah dengan mengecewakan dari (Jurgen) Melzer di perempatfinal Roland Garros di 2010, kalah tiga set langsung di semifinal Wimbledon dari (Tomas) Berdych, dan ia sadar ia harus berbenah atau ia bisa lupakan keinginan jadi nomor 1,” papar Vajda. Djokovic saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang eksebisi Mubadala World Tennis Championship yang mulai bergulir tanggal 29 Desember mendatang.(net/jpnn)

PON Kalahkan USM

MEDAN-Kesebelasan PON Sumut yang sedang bersiap menatap kejuaraan Inalum Cup di awal Januari nanti memetik kemenangan pada pertandingan try out yang berlangsung di Penang, kemarin (28/12).
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Bandar Raya Penang, Malaysia, tim PON Sumut memetik kemenangan 2-1 atas lawannya dari Liga Malaysia USM Penang.

Tim PON Sumut unggul lebih dulu lewat gol yang dilesakkan Zulkifli pada menit ke-10, selanjutnya disamakan USM Penang menjadi 1-1 pada menit ke-26 lewat titik penalti.

Dengan semangat tak kenal menyerah, selanjutnya tim PON Sumut terus mengepung lini pertahanan USM Penang, hingga akhirnya pada menit ke 74 striker mungil Syafri Koto menambah keunggulan tim PON Sumut menjadi 2-1.  Skor ini bertahan hingga wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Turut hadir menyaksikan pertandingan itu Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Wakil Ketua HM Affan SS, serta Manejer tim H Kamaluddin Harahap yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut.

Dengan hasil ini, secara keseluruhan tim PON Sumut yang  sejak terbentuk pada 25 Juli 2010 lalu, telah melakoni 37 pertandingan, baik yang bersifat ujicoba maupun yang bersifat turnamen. Mencetak 89 gol dan kebobolan 34 gol.

Dari seluruh pertandingan itu Tim PON Sumut sukses menjadi yang terbaik di ajang Piala Inalum 2011, selanjutnya menjadi juara di turnamen Sepak Bola Bank Sumut, serta memastikan lolos pada PON XVIII, Riau 2012 nanti.

Rencananya, pagi ini tim PON Sumut akan melanjutkan perjalanan ke Song Khla, Thailand guna menghadapi salah satu tim terkuat di Liga Thailand. (jun)

SSB Patriot, Kompas, PTP, Generasi ke Semifinal

MEDAN-SSB Patriot Medan, Kompas, PTP Wilayah I, dan Generasi Medan melaju ke semifinal Festival Sepakbola Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Sumut kategori U-12 di Lapangan Paskhas Polonia Medan, Rabu (28/12).

SSB Patriot memastikan tiket semifinal setelah menaklukkan SSB Persada Labura melalui adu tendangan penalti 3-2. Adu penalti menjadi penentu hasil laga kedua tim setelah dalam duel waktu normal skor imbang 0-0.
Tim asuhan Yuspan Hasibuan memenangkan adu penalti setelah tiga eksekutornya, Hardiansyah Koto, Hafis, dan Kurnia Riski sukses membobol gawang lawan. Sebaliknya, satu eksekutor Persada gagal mencetak gol berkat penampilan gemilang kiper Patriot, David Kevin, yang sukses menepis bola.

“Target awal kami adalah merebut tiket semifinal dan itu sudah terwujud. Namun kami tetap berharap tim dapat meraih prestasi yang lebih baik, setidaknya tampil di final,” ujar Yuspan Hasibuan ditemui usai kemenangan timnya kemarin.

Sementara itu, SSB Kompas melaju ke babak Empat Besar usai mengalahkan Mayang Putra juga melalui adu penalti dengan skor akhir 3-2. Adu penalti turut menjadi penentu kemenangan SSB Generasi Medan saat menaklukkan Porsea 2-1.

SSB PTP Wilayah I menjadi satu-satunya tim meraih kemenangan dalam pertandingan waktu normal saat mengalahkan tim luar daerah, SSB Dispora Hoki Asahan 1-0.

Panitia Turnamen, Marzuki, mengatakan babak semifinal dan final U-12 akan digelar sekaligus pada Kamis (29/12) sore ini. Begitu juga di kelompok U-14 yang masih memasuki babak 16 Besar akan dilanjutkan hari ini hingga partai final. (jun)

Panpel PSMS Belum Bayar Dana Eksebisi

Manajemen Tim Sepak Bola PON Sumut kecewa atas sikap Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan eksebisi PSMS, yang diikuti sejumlah tim seperti PON Sumut, PSBL Langsa, TGM, Sime Darby dan Perak FC.

Kekecewaan tim PON Sumut dikarenakan honor bertanding tak dibayarkan sesuai janji. Awalnya Panpel lewat ketuanya Syafril Jambak SH menjanjikan akan memberi honor tampil sebesar Rp5juta. Namun karena penonton sepi, Syafril meminta agar honor tampil diturunkan jadi Rp3,5 juta. Dari tiga laga yang dilakoni PON Sumut, maka seharusnya mereka menerima Rp10,5 juta.  Dan jumlah itu tak dibayarkan oleh Panpel.

Hal itu yang disayangkan Asisten Manajer PON Sumut, Azam Nasution. “Jelas kami kecewa. Karena kalau dihitung jumlah yang ditawarkan ke kami itu tak mencukupi, karena home base pusat latihan kami jauh dari Kota Medan,” kata Azam. “Kami sudah coba hubungi terkait honor itu, tapi Syafril seperti mengelak. Kami sangat menyesalkan hal itu,” tambah Azam.

Diterangkannya, kalaupun dana itu cair maka itu akan diberikan kepada skuad PON Sumut yang mulai kemarin sudah bertolak ke Malaysia untuk uji coba melawan Timnas U-19 Malaysia. “Itu rencananya mau diberi ke anak-anak untuk uang saku selama di Malaysia. Tapi mau bagaimana lagi,” pungkas Azam.

Sementara Syafril yang dikonfirmasi mengaku tidak punya uang untuk membayar honor tersebut. Tak hanya PON Sumut yang belum dibayar, bahkan pihak keamanan dan perangkat pertandingan plus biaya operasional pun mengalami hal serupa.

“Jumlah penonton tak sesuai harapan. Jadi pemasukan memang minim. Jadi kami sekarang berhutang,” katanya.
Untuk menanggulanginya, Syafril kemungkinan akan mengadu kepada CEO PSMS Idris SE yang diharapkan bisa menalangi hutang selama digelarnya eksebisi tersebut.  (saz/ful)

Goran Ganchev Solidkan Pertahanan PSMS

MEDAN-PSMS kembali menambah pemain bertahan untuk memperkuat lini belakang tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Kali ini pemain berkebangsaan Macedonia Goran Ganchev bergabung.

Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.

Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).

Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.

Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.

Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.

Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya.  (saz)

Penalti Jangan Cuma Gertak

Empat Kontraktor tak Laksanakan Pengaspalan Jalan

MEDAN- Dinas Bina Marga Kota Medan dinilai sering tidak konsisten dalam menegakkan peraturan. Karenanya, sanksi penati yang akan dijatuhkan kepada empat kontraktor yang tak mampu menyelesaikan pengaspalan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan dinilai cuma gertakan.

“Selama ini memang sering sekali terjadi. Pemko Medan tidak konsisten terhadap aturan yang telah ada. Ada perusahaan yang sudah masuk daftar black list tapi dalam prakteknya tidak diumumkan dan tidak ada sanksi,” kata pengamat anggaran di Medan Elfenda Ananda kepada wartawan, Rabu (28/12).

Menurutnya, ini bisa saja terjadi karena kontraktor yang bersangkutan sudah sangat dekat dengan pejabat di jajaran Pemko Medan atau sudah memberikan fee, sehingga Pemko Medan tidak berani mengumumkan keempat kontraktor yang terancam penati itu. Karenanya, Pemko Medan harus transparan untuk mengumumkan nama-nama perusahaan yang terancam sanksi tersebut. Jika ada transparansi, kata Elfendan
hal ini juga akan menjadi pelajaran bagi kontraktor yang telah di black list.

“Tentunya dengan transparansi, mana saja kontraktor yang tidak menepati kontrak, maka Pemko sudah menjalankan aturan dengan baik, selain itu juga sebagai upaya menjaga kualitas pekerjaan dan daya tahan pekerjaan,” kata Elfenda.

Dijelaskannya, dengan transparansi yang dilakukan, tentu saja sebagai upaya efek jera bagi perusahaan yang tidak bertanggung jawab serta menjadikan satu upaya untuk menghindari kerugian negara. Sebab, jika tidak ada realisasi pengerjaan maka anggaran akan menjadi silpa, kondisi ini juga akan mengakibatkan tidak ada pergerakan perekonomian.

Disinggung soal kendala kontraktor karena kelangkaan aspal, Elfenda menyebutkan apapun kendalanya ketika kontraktor tidak bertanggung jawab atau tidak mengerjakan proyek tepat waktu, maka tetap saja harus mendapatkan sanksi penalti. “Sesuai aturan, jelas itu tanggung jawab kontraktor. Makanya perlu perencanaan, jika ada kendala soal ketersediaan material jauh hari harus sudah diantisipasi. Aturannya, diperbolehkan adanya dispensasi kecuali kendala karena bencana alam. Makanya, Pemko Medan harus tegas untuk melakukan penalti, jangan cuma gertak”terang Elfenda.

Sebab, BPK juga akan menemukan silpa anggaran yang diakibatkan dari tidak terealisasinya proyek. “Itulah diperlukan transparansi. Pemko harus buat, mana saja daftar perusahaan atau kontraktor yang diblack list. Ini harus dilakukan, agar jangan ada indikasi Pemko Medan menutup-nutupi perusahaan yang kuat, dalam artian yang memiliki akses dengan pejabat. Padahal, perusahaan inilah yang sudah tidak menepati aturan pengerjaan proyek,” terangnya.

Sementara Kadis Bina Marga Kota Medan Gunawan Surya Lubis saat didesak untuk menyebutkan nama-nama kontraktor yang terancam penati tersebut, dia masih enggan menyebutkannya. Gunawan berdalih, dia belum bisa memberitahukan nama-nama perusahaannya karena dia tidak mengingat nama-nama perusahaan itu.
“Saya sama sekali tidak ingat. Itu masih dirancang dalam perencanaan program kita dan sedang disusun semuanya dalam laporan LPJ Keuangan 2011. Sejak awal saya memang tidak tahu nama perusahaan itu, karena tidak pernah saya urusi. Itu kuasa pengguna anggaran (KPA) dan panitia tender yang tahu. Saya tidak ingat. Tapi nanti akan kita beritahukan kalau laporannya sudah selesai semua,” ucapnya.

Malah, Gunawan terkesan ingin membela keempat rekanan tersebut dengan mengungkapkan, kalau proyek pengaspalan jalan tersebut tidak terlaksana karena tidak adanya bahan baku aspal dari produsen karena terfokus untuk proyek pembangunan Bandara International Kuala Namu.

“Produsen aspal di Medan itu kan hanya ada empat. Namun semua pesanan aspal disana lebih banyak tertuju ke proyek Kuala Namu. Jadi, kontraktor ini semua pada waiting list atau daftar tunggu. Itu saja masalahnya, kalau kita mau fair. Tapi aturan ya tetap aturan. Jika tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu tetap dianggap perusahaan tidak mampu dan gagal,” ujarnya.

Dijelaskannya, tidak hanya empat kontraktor ini yang masuk daftar black list dan kena penalti, namun masih ada perusahaan kontraktor lain yang tidak bisa mengerjakan proyek atau nilai pekerjaannya tidak layak. “Itukan ada dua golongan, tidak hanya kontraktor kena penalti karena nilai pekerjaan di lapangan masih nihil. Tapi ada juga kontraktor yang kena penalti akibat pekerjaan atau proyek yang dilaksanakan di lapangan tidak layak dan sudah rusak atau tidak sesuai permintaan Dinas Bina Marga Medan. Ada juga kontraktor pelaksana proyek drainase yang bermasalah. Akibat drainase sudah rusak dalam masa perawatan,” jelasnya.

Menyikapi itu, Sekretaris Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) Sumut Burhan Batubara menilai Kadis Bina Marga Medan Gunawan seharusnya tidak mengatakan penyebab kelangkaan aspal akibat proyek Kuala Namu. Burhan menilai langkah yang diambil Gunawan dengan memberikan sanksi penalti bagi kontraktor bermasalah sudah tepat, namun tidak harus menilai penyebabnya akibat Kuala Namu.

“Kuala Namu, proyek yang dimananya ya? Setahu saya, tidak ada masalahnya. Karena memang sudah layak kontraktor bermasalah kena penalti itu. Seharusnya, kontraktor itu bisa menyelesaikan proyeknya. Karena pemesanan atau kontrak pesan barang bahan baku aspal ke produsen bisa dilakukan jauh-jauh hari. Jadi, saya rasa itu tidak ada alasan waiting list atau akibat proyek Kuala Namu,” jelasnya.

Burhan juga menegaskan Dinas Bina Marga harusnya mewaspadai sejak awal kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Sebab, masalah ini harusnya bisa diantisipasi jika waktu pekerjaan tidak terlalu mepet mendekati akhir tahun. “Harusnya Dinas Bina Marga juga harus mewaspadai praktik-praktik curang pelaksanaan proyek di lapangan khususnya di pinggiran Kota Medan. Karena jika sudah mendekati akhir tahun seperti ini, umumnya pengawasan proyek lemah dan Dinas Bina Marga sibuk menyiapkan laporan akhir tahunnya. Ini harus diwaspadai,” tegasnya.(adl)