Home Blog Page 14151

PT Inatex Dilaporkan ke Polisi

Lapak Pedagang Ikan Dirusak

MEDAN- Merasa dirugikan dan kesal atas lapak jualan pedagang ikan yang dirusak Satuan Pengamanan (Satpam) PT Inatex, para pedagang mendatangi Polsekta Medan Kota guna melaporkan perusakan yang dilakukan PT Inatex terhadap lapak jualan mereka, Rabu (28/12) siang.

Menurut Suriadi (55), warga Jalan Harapan Pasti, dia mengetahui perusakan lapak jualan tersebut ketika melihat puluhan Satpam PT Inatex sedang membuka papan jualan mereka dengan menggunakan linggis.

“Semenjak tutup, saya kan jualan di Jalan Tanjung Bunganya. Tadi siang, saya liat dari pagar mereka merusaknya semua,” katanya yang hanya melihat dari pagar PT Inatex karena dalam keadaan digembok.
Hal senada juga dikatakan Nurhalima (35). Ibu beranak satu ini kecewa atas tindakan Satpam yang tanpa memberitahukan merusak lapak jualan mereka. “Mulai 1990, saya sudah jualan ikan di sana, kok lapak kami yang dihancurkan dan pagar digembok. Dengan begini kami merasa dirugikan, karena tiba-tiba ada intruksi dari dalam untuk menghentikan pengrusakan,” kata Herlina dengan memakai sepatu ikan nya.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (P3T) Rusli Tanjung mengatakan, pihaknya sangat kecewa atas tindakan pihak PT Inatex.

“Semua ini, para pedagang yang dirusak lapaknya. Semua lapak pedagang ikan ada 88 lapak, tapi yang dirusak sekitar 20-an lapak,” kata Rusli.

Sedangkan Sugianto, pemegang kuasa para pedagang menjelaskan kalau para pedagang yang berjualan di sekitar Jalan Tanjung Bunga, Medan Kota sudah menggangu insfratruktur warga lainnya. “Pedagang yang berjualan di sekitgar Jalan Tanjung Bunga sudah menggangu insfratruktur warga lainnya dengan ada keluhan warga dengan aroma bau dari penjualan ikan,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Dikatakannya, bila permasalahan ini tidak ada mencapai penyelesaian akan mengakibatkan munculnya multi konflik. “Jadi masyarakat dan pedagang ikan akan melakukan aksi besar-besaran bila tidak ada penyelesaian. Karena dari hasil pertemuan dengan perwakilan PT Inatex dan pedagang, Selasa (27/12) malam, mengizinkan pedagang berjualan. Tapi nyatanya, sampai saat ini tidak juga dizinkan berjualan,” bebernya.

Kuasa Hukum PT Inatex Irvan Harahap SH yang dikonfirmasi wartawan koran ini menjelaskan kalau tidak ada ikut campur dengan masalah tersebut. “Itu urusan PT Inatex dengan pedagang ikan, aku berusaha saja dengan mencegah agar tidak melakukan seperti itu. Saya kan cuma perwakilan masalah hukumnya, jadi itu bukan pengrusakan hanya maksud untuk menggeser saja,” bebernya yang mengaku sedang berada Tapanuli Selatan.(adl)

Kebanjiran Order dari Aceh dan Padang

Berkah Tahun Baru Bagi Pedagang Terompet

Menjelang malam pergantian tahun, tentu saja terompet menjadi incaran masyarakat untuk lebih memeriahkan perayaan tersebut. Tak terkecuali para pedagang musiman. Bagi mereka, moment ini membawa berkah dan dimanfaatkan untuk memperoleh rezeki.

Farida Noris Ritonga, Medan

Sepekan memasuki malam pergantian tahun, para pedagang terompet mulai menjamur di Kota Medan. Seperti di kawasan Jalan SM Raja Medan, para pedagang terompet menggelar lapak dagangannya sejak dini hari. Seorang pedagang terompet, Sri (60) warga Jalan Pelopor yang ditemui Sumut Pos, mengaku tingkat pemesanan terhadap terompet naik hingga 60 persen.

“Di sinilah kita manfaatkan untuk mengais rezeki. Suami saya bekerja sebagai tukang becak. Jadi, dari pada di rumah, mendingan saya jualan terompet untuk membantu ekonomi keluarga juga. Memang tingkat pemesanan semakin naik, apalagi saat pergantian tahun nanti. Warga pasti berburu terompet untuk memeriahkannya. Saya senang jadi pedagang terompet, ada kepuasan tersendiri sambil melihat orang-orang membeli dagangan saya,” ujar Sri, Rabu (28/12).

Wanita yang sudah 11 tahun menjadi pedagang terompet ini mengaku, terompet tersebut dibuat sendiri dengan bentuk yang bervariasi dan harga terjangkau. Untuk bentuk ular, kupu-kupu dan naga dijual seharga Rp15 ribu. Sedangkan bentuk terompet yang biasa dan berukuran kecil seharga Rp3 ribu hingga Rp7 ribu.

“Harganya sangat terjangkau dan bentuknya juga unik, banyak pilihannya. Saya buat sendiri di rumah. Membuatnya juga nggak susah. Hanya modal ketekunan saja. Untuk bahan-bahan yang diperoleh juga gampang seperti karton, lem, kertas kado. Membuatnya bertahap dan dari satu bulan lalu, memang sudah saya persiapkan,” katanya.

Menurutnya setiap pergantian tahun, dirinya dapat membuat 3 ribu hingga 5 ribu terompet. Pemesanan terhadap terompet yang dibuatnya pun terus berdatangan. Tak jarang dirinya kebanjiran order dari luar kota seperti Aceh, Padang, Asahan, Tebingtinggi, hingga Tapanuli Selatan.

“Alhamdulillah banyak yang mesan. Apalagi dari luar kota. Jadi sejak pagi dari pukul 06.30 WIB saya sudah buka kios sampai dini hari. Sama seperti pedagang terompet lainnya, saya tinggal di kios ini. Nggak mungkin terompetnya kita bawa pulang ke rumah, takutnya rusak. Kalau hujan juga nggak masalah, jadi semuanya sudah dipersiapkan,” jelasnya.

Mengenai banyaknya pedagang terompek yang menjajakan dagangannya di kawasan tersebut, bagi Sri bukan menjadi masalah. Karena rezeki sudah diatur oleh Tuhan. Maka kualitas terompet buatannya semakin ditingkatkan.

“Di kawasan ini saya sudah 11 tahun menjadi pedagang terompet musiman. Sudah nyaman jualan di sini. Namanya juga persaingan usaha. Rezeki masing-masing orang sudah diatur oleh Tuhan. Jadi nggak perlu takut dagangan kita nggak habis. Tapi sejauh ini dagangan terompet buatan saya selalu habis. Paling bersisa 100 buah saja. Sisanya kita simpan untuk perayaan tahun baru atau hari besar lainnya,” urai Sri.

Sambungnya, uang yang diperoleh dari penjualan tersebut digunakan untuk biaya masa tuanya dengan sang suami. “Uangnya disimpan untuk masa tua kita dan biaya kesehatan saya dengan suami. Saya juga harus membantu perekonomian keluarga. Maklumlah, suami saya hanya tukang becak. Jadi saya juga harus bantu-bantu suami. Kalau tahun baru telah berlalu, saya jadi ibu rumah tangga lagi. Makanya moment ini sangat kita manfaatkan,” bebernya. (*)

‘Tschumi’ Pikat Alonso

Tak lama berpisah dengan istrinya, Fernando Alonso digosipkan memiliki hubungan baru dengan seorang model asal Rusia. Namanya diplesetkan dengan pembalap legendaris Jerman “Tschumi”.

Dilansir La Gazzetta dello Sport, wanita itu bernama Xenia Tchoumitcheva, berusia 24 tahun. Ia lahir di Swiss, berkebangsaan Rusia, bekerja sebagai foto model.

Harian Jerman Sonntagsblick membahasakan Tchoumitcheva dengan ‘Tschumi’, seperti nama panggilan Michael Schumacher.

Sebagaimana dikutip tabloid Bild, ia adalah ‘teman hebat’ (great friend) dari juara dunia dua kali asal Spanyol itu.
Seperti diketahui sebelum natal, Alonso mengumumkan perceraiannya dengan Raquel del Rosario, seorang penyanyi Spanyol yang telah dinikahinya selama lima tahun. Koran Spanyol yang berbasis di Basque, Diario Vasco, pun sudah mempublikasikan foto Alonso dan pacar barunya itu baru-baru ini. (net/jpnn)

Perempuan Selalu jadi Korban

Selain menjadi korban trafficking, kaum perempuan juga kerap diterlantarkan oleh suaminya. Parahnya lagi, si wanita tersebut ditelantarkan jauh dari kampung halamannya, karena ikut suami. Nah, untuk pemulangan dan penyelamatan kaum perempuan yang diterlantarkan suaminya ini juga menjadi salah satu program prioritas Kantor Kementerian Sosial RI.

Hal ini diungkapkan Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos RI Fery Afrianto kepada wartawan Sumut Pos Jhonson P Siahaan di Kantor Dinas Kesejahteraan dan Sosial Sumut, Selasa (27/12) siang. Berikut petikan wawancaranya.

Sudah berapa kali TRC Kemensos RI menangani kasus pemulangan perempuan yang ditelantarkan suami atau pasangannya di daerah lain?
Kalau untuk kasus seperti ini, saya sendiri sudah lupa sudah berapa kali, karena saya sudah sering menangani kasus seperti ini. Tetapi yang menjadi korbannya adalah selalu kaum perempuan yang termarjinalkan.

Apakah ini termasuk salah satu program Kemensos RI?
Benar. Ini satu dari begitu banyak program Kemensos RI. Karena program yang utama itu menyelamatkan kaum wanita dari korban perbuatan semena-mena, ditinggalkan begitu saja, korban trafiking dan masih banyak lagi perempuan yang menjadi korban.

Sejauh ini, di daerah mana saja paling banyak ditemukan kasus kekerasan dan penelantaran perempuan?
Daerah yang paling banyak kasus penelantaran perempuan oleh suami atau kekasihnya itu di Pulau Jawa. Sedangkan untuk kasus kekerasan terhadap perempuan paling banyak di Jakarta dan sekitarnya serta daerah yang paling banyak terjadi kasus trafiking di Pulau Bali dan Sumatera.

Lalu, bagaimana penilaian Anda tentang keterlibatan pemerintah daerah dalam mengantisipasi kasus ini?
Saya menilai, kepala daerah di masing-masing daerah belum proaktif dalam menangani kasus yang dialami kaum perempuan. Sejauh ini, baru Sumut dan Aceh saja yang masih proaktif. Saya meminta agar setiap masing-masing kepala daerah lebih proaktif lagi.

Kendala apa saja yang Anda temukan di lapangan?
Kendala yang ditemukan di lapangan, perempuan tersebut tidak memiliki identitas lengkap, perempuan itu masih trauma, perempuan itu diselimuti rasa ketakutan yang cukup tinggi, perempuan itu berada di tangan orang yang tidak bertanggung jawab dan masih banyak lagi.

Imbauan Anda sendiri?
Saya meminta semua pihak dan lapisan masyarakat harus bekerja sama dalam mengurangi permasalahan yang sering menimpa kaum perempuan. Tidak hanya itu, dalam masalah perjodohan, orang tua dan kaum ulama harus memberikan penyuluhan tentang bobot, bibit dan bebet calonnya. Jangan asal jadi dan harus lebih waspada lagi dalam segala hal.(*)

Dituduh Mencuri Uang Istri

Sejak kemarin Andi alias Aseng (39) tak berani pulang ke rumahnya di Jalan Pantai, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin. Bapak dua anak itu pun kini jadi buronan pihak Kepolisian Resort Deliserdang. Apa sebab?
Ternyata, hal itu disebablan kegemaran Aseng ringan tangan terhadap istrinya Itik (35). Sang istri dipukulinya hingga babak belur. Bahkan akibat tendangan kaki kanannya, Itik kini harus berjalan terpincang-pincang lantaran bagian paha kirinya memar.

Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi Senin (26/12) dini hari, pukul 01.00 WIB. Penyebabnya, Aseng tak terima dituduh Itik mencuri uang ratusan ribu rupiah yang disimpannya di lemari pakaian. Itik yang kehilangan uang dari hasil berjualan itupun berang, hingga membangunkan sang suami yang tengah tertidur di ruang tamu. “Kau mencuri uangku ya, tak ada otak kau, menghabiskan uang saja tahu kau,” bentak Itik kala itu.

Merasa tak mencuri uang istrinya, Aseng pun marah. Sialnya, kemarahan Aseng terlalu berlebihan, hingga pria itupun menggebukin sang istri hingga babak belur. Usai memukuli istrinya, Aseng lantas kabur dari rumah.
Menanggapi pengaduan Itik itu, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono SH SiK menyatakan, pihaknya kini tengah mencari Aseng.(pas/smg)

Gus Irawan Naik Odong-odong

Bertemu Ratusan Ibu Pelaku Usaha Mikro

Ingin membuat kejutan, ratusan kaum ibu pelaku usaha mikro di Desa Gunung Selamat  Kecamatan Parsiluangan I Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kamis (15/12) siang, menyetop mobil Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan dan memintanya untuk naik ke atas Odong-odong.

Dengan kendaraan merakyat itu, Gus Irawan dibawa memasuki perkampungan sampai ke Balai Desa tempat dilaksanakannya dialog interaktif Kredit Sumut Sejahtera (KSS) Bank Sumut. Sejumlah pejabat eksekutif dan staf Bank Sumut juga secara spontan ikut mendampingi sang pimpinan yang membaur bersama puluhan kaum ibu.

Tiba di lokasi tujuan, Gus Irawan yang turun dari odong-odong disambut dengan pengalungan bunga oleh perwakilan kelompok kaum ibu pelaku usaha mikro beserta aparat desa setempat.

Sambutan istimewa ini dilakukan para perempuan marginal penerima program kredit pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro itu sebagai rasa hormat dan apresiasi mereka atas sosok Gus Irawan yang dinilai sebagai ekskutif perbankan yang sangat merakyat.

“Saya ingin, jika satu saat kita berjumpa lagi, usaha yang ibu-ibu jalankan sudah jauh berkembang. Bila kemudian ibu membutuhkan pinjaman modal usaha yang lebih besar, kami telah menyiapkan skim pembiayaan berikutnya dengan plafon Rp5 juta sampai Rp50 juta. Dan itu kami sebut dengan Kredit Mikro Sumut Sejahtera (KMSS) atau Sumut Sejahtera 2 (S-2),” ujar Gus Irawan di hadapan ratusan peserta dialog.

Berbeda dengan produk S-1 yang merupakan kredit tanpa agunan, jelas Gus Irawan, pada produk S-2 calon debitur dikenakan persayaratan adanya agunan. Namun tidak seperti produk kredit umumnya, agunan pada produk S-2 tidak harus sertifikat tanah. “Produk S-2 memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro yang tidak memiliki sertifikat tanah untuk mendapatkan pinjaman. Kita menyadari umumnya pelaku usaha mikro tidak memiliki aset tanah dan rumah, karena itu Bank Sumut memberikan kemudahan, yakni calon debitur dapat menjadikan barang dagangannya sebagai agunan,” terangnya.

Memang tak kenal letih, Gus Irawan keesokan harinya memenuhi harapan ratusan kaum ibu peserta program S-1 di Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Bertempat di pelataran Kantor Kepala Desa Asam Jawa, Gus Irawan memberikan motivasi kepada kaum ibu untuk lebih giat berusaha sehingga kelak usahanya bisa berkembang lebih besar dan akhirnya juga bisa mendapat pinjaman lebih besar pula dari Bank Sumut.
Sebagaimana diketahui, Kredit Sumit Sejahtera (KSS) yang juga disebut produk Sumut Sejahtera (S-1) I merupakan kredit mikro tanpa agunan khusus untuk kaum perempuan marginal dengan plafon mulai dari Rp500 ribu-Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Produk kredit yang juga difasilitasi dengan asuransi jiwa itu mengenakan bunga relatif ringan, yakni 1,3 persen per bulan dengan masa pengembalian selama 24 minggu. Produk kredit ini juga didukung  dengan asuransi jiwa, di mana preminya menjadi tanggungan Bank Sumut. Dengan adanya asuransi jiwa itu, bila debitur meninggal dunia secara otomatis pinjamannya diputihkan alias dibebaskan dari kewajiban pengembalian sisa pinjaman. (saz)

Pembuatan SIM C Rp400 Ribu

081265078xxx

Kepada Yth Bapak Kapolda Sumatra Utara di Medan. Saya masyarakat biasa dan bertempat tinggal di Kota Medan ingin bertanya kepada Bapak, berapa yang sebenarnya pembuatan SIM “C” harganya Pak? Karena saya membuat SIM C harga pembuatannya sampai Rp400 ribu. Kenapa sampai begitu mahal dan sepertinya ini sudah sangat lama dan begitu memberatkan masyarakat. Kami memohon kepada Bapak untuk memberikan harga yang resmi dan diumumkan di media seperti Koran. Tolong ya Pak Kapolda.

Laporkan Bila Ada Biaya Lebih

Terimakasih untuk informasinya. Kami sampaikan, biaya yang dikenakan pada pemohon SIM sesuai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pembuatan SIM C dibebankan biaya Rp100 ribu dan melengkapi syarat lainnya. Tidak ada kewajiban menyertaan formulir kelulusan mengemudi. Sertifikasi hanya dibutuhkan untuk memperoleh atau naik tingkat SIM A ke SIM A Umum, atau B1 ke B2 Umum. Kepada masyarakat kami harapkan segera melaporkan bila ada biaya lebih dari yang sudah ditentukan di atas. Hal ini akan sangat kami butuhkan untuk pembenahan pelayanan kami.

Kompol I Made Ary Pradana
Kasatlantas Polresta Medan

Urus Langsung
Sudah menjadi rahasia umum yah, kalau pengurusan surat-surat kendaraan ini paling banyak pungutan liarnya. Padahal seperti yang ditentukan PP No 50 Tahun 2010 biaya pembuatan SIM C hanya Rp100 ribu. Ok lah pemeriksaan kesehatan berhubungan dengan keselamatan pemohon dalam berkendara, tapi perlu dilihat juga apa ada disebut dalam peraturan tadi wajib membayar surat dokter sebagai persyaratan pembuatan SIM? Untuk itu, kepada masyarakat kita himbau agar melakukan urusan langsung, jangan melalui atau menggunakan jasa calo. Begitu juga pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Kota Medan harus berbenah sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Hal itu juga dibutuhkan untuk memperbaiki citra tidak baik yang ada di tengah-tengah masyarakat. Terimakasih.

Aripay Tambunan
Anggota Komisi A DPRD Medan

Satlantas Terapkan Sistem Buka Tutup

Antisipasi Macet pada Malam Tahun Baru 2012

MEDAN- Untuk mengantisipasi kemacetan pada perayaan malam Tahun Baru 2012, Sat Lantas Polresta Medan akan memberlakukan sistem buka tutup di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Medan. Kendati demikian, Sat Lantas Polresta Medan tetap akan melakukan koorinasi dengan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub), khususnya dalam mengusun konsep perubahan arus sementara.

“Pengaturan arus lalulintas pada malam tahun baru nanti dilihat situasi di lapangan. Jika arus padat, sistem buka tutup jalan akan diberlakukan,” kata Kasat Lantas Polresta Medan Kompol I Made Ary Pradana, Rabu (28/12) siang.
Menurutnya, dengan dipusatkannya perayaan malam Tahun Baru 2012 di Taman Sri Deli, paling tidak akan mengurangi kemacetan di seputaran Lapangan Merdeka Medan. Namun, I Made mengungkapkan, pihaknya belum memiliki pengalaman mengatur arus lalulintas di kawasan Taman Sri Deli pada malam tahun baru.

“Adanya pergeseran lokasi perayaan malam pergantian tahun dari Lapangan Merdeka ke Taman Sri Deli, paling tidak akan memecah konsentrasi kerumunan masyarakat. Kita juga belum punya pengalaman bagaimana arus lalulintas pada malam tahun baru di Taman Sri Deli pada malam tahun baru nanti,” jelasnya.

Sementara itu Kabag Ops Kompol Yushfi M Nasution menjelaskan, untuk pengamanan malam tahun baru, Polresta Medan akan mengerahkan 928 personel. Seluruh personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik konsentrasi masa malam pergantian tahun.

Menurut Yushfi, potensi timbulnya gangguan lalulintas pada malam tahun baru sangat besar. Pasalnya, pengendara bakal banyak yang tidak tertib dalam berkendera untuk merayakannya malam tahun baru dengan berkeliling kota sambil melihat kembang api. “Karenanya, masyarakat diminta santun dalam melakukan konvoi, dan lebih penting memperhatikan keselamatannya,” terang mantan Kapolsek Medan Baru ini.(gus)

Hasil Audit Medis Janggal, Identitas Dokter Dirahasiakan

Pasien Salah Diagnosa

MEDAN- Hasil audit medis yang dilakukan Komite Medis RSUD dr Pirngadi Medan terhadap kasus dugaan salah diagnosa terhadap pasien Suryawati (38), warga Amaliun, Gang Arjuna, Medan Area, terlihat masih ada kejanggalan. Berdasarkan hasil audit medis tersebut, identitas dokter yang menangani pasien terkesan ditutup-tutupi.

Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin yang dikonfirmasi mengatakan, penegakan diagnosa dan terapi yang telah dilakukan tenaga medis RSUD dr Pirngadi Medan terhadap pasien sudah sesuai prosedur dan tidak ada unsur yang salah dalam penegakan diagnosanya.

“Berdasarkan hasil audit medis tertanggal 27 Desember 2011 yang ditandatangani Ketua Sub Komite Audit Medis dr Jenny Bijantoro SpBA, tidak ada yang salah mengenai penegakan diagnosanya. Jadi, semuanya sudah sesuai prosedur,” ucap Edison di ruang kerjanya, Rabu (28/12).

Namun, seperti apa audit medis tersebut dilakukan, Edison mengaku tidak mengetahuinya. Begitu juga saat disinggung mengenai kewajiban dokter terhadap pasien, Edison juga mengatakan, tidak mengetahui seperti apa kewajiban dokter terhadap pasien.

Bahkan, Edison beralasan, dalam UU Rumah Sakit No 44 Tahun 2009 Pasal 29 tentang Hak dan Kewajiban Rumah Sakit, tidak ada tercantum bahwasannya rumah sakit wajib memberikan informasi identitas dokter.
Sementara itu Ahmad Yani, suami Suryawati, mengaku sudah bertemu dengan Dirut RSUD dr Pirngadi Medan. “ Tidak ada penyelesaian dan itikad baik. Malah dirutnya marah-marah, karena saya beberkan kasus ini sama wartawan,” jelasnya.

Sambung Ahmad Yani, dia juga mengadu ke IDI Kota Medan dan DPRD Kota Medan.(mag-11)

Parit di Jalan Rakyat Rusak

081361739xxx

Kepada yang terhormat Bapak Wali Kota Medan dan Muspida Kota Medan, kenapa wilayah Medan Perjuangan yaitu Jalan Rakyat lorong Karto, parit, lampu, jalan tidak diaspal? Terlebih parit/saluran air, soalnya kalau datang hujan jadi banjir. Kepling dan Lurah Sidorame Timur sepertinya tutup mata. Jadi tolong dulu, jangan wilayah lain dijamah tapi wilayah tidak dijamah karna sudah musim hujan. Mana tanggungjawab bapak selaku Muspida/Wali Kota Medan Kecamatan Medan Perjuangan Kelurahan Sidorame Timur. Tolong diperhatikan. Wasalam, terimakasih Sumut Pos.

Sudah Dianggarkan

Terimakasih untuk informasinya dan perlu kami sampaikan untuk Jalan Rakyat Lorong Karto Kelurhan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan ini sudah kita anggarkan. Dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga Kota Medan juga sudah melakukan pengukuran dan pendataan untuk pengerjaan nantinya. Kita harapkan 2012 masalah jalan, lampu jalan, dan parit sudah diatasi. Hal ini sesuai dengan komitmen Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM mewujudkan pembangunan di Kota Medan.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan