24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14153

2013, KUA-PPAS Jangan Molor Lagi

APBD Kota Medan 2012 sudah disahkan oleh DPRD Kota Medan sepekan lalu. Namun begitu, Fraksi PDS DPRD Kota Medan menyayangkan lambannya pengajuan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dari Pemko Medan ke DPRD Medan dalam pembahasan APBD 2012 lalu.

Pasalnya, dengan lambannya pengajuan KUA-PPAS tersebut mempersempit waktu untuk melakukan kajian dan pembahasan. Karenanya, Ketua Fraksi PDS DPRD Medan Landen Marbun meminta Pemko Medan agar hal ini tidak terjadi lagi pada pembahasan APBD 2013 mendatang. Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Landen Marbun, beberapa hari lalu.

Mengapa lambannya pengajuan KUA-PPAS menjadi perhatian serius dari Fraksi PDS?
Kita mau ketapatan waktu ini menjadi perhatian. Dengan demikian, ruang waktu yang cukup dapat terpenuhi guna melakukan kajian dan pembahasan dalam setiap rangkaian yang dibutuhkan untuk tercapainya hasil terbaik dari penyusunan dan pembahasan APBD. Ketersediaan waktu yang cukup tersebut akan dapat mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat, sehingga keberhasilan pembangunan bisa diwujudkan sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 dan Perubahannya. Harus kita akui, dari aspek ketepatan waktu dalam rangkaian pengesahan APBD ini kita hanya mampu memenuhi satu poin yaitu waktu pengesahan yang dilaksanakan sebelum 31 Desember.

Apakah tenggat waktu itu tak bisa ditawar lagi?
Sejatinya kita (DPRD Medan), harus mematuhi amanat peraturan itu dengan seutuhnya. Karenanya, FPDS meminta untuk R-APBD 2013, KUA-PPAS harus sudah disampaikan oleh Pemko Medan pada pertengahan Juni kepada DPRD sehingga kesepakatan bisa diambil pada Juli.

Dengan begitu, kita akan memiliki waktu untuk pembahasan KUA-PPAS selama satu setengah bulan. Selanjutnya, masih mempedomani amanat Pasal 104 Ayat 1 Permendagri Nomor 13 tahun 2006, kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang APBD serta lampirannya kepada DPRD paling lambat minggu pertama Oktober tahun anggaran sebelumnnya dari tahun yang direncanakan untuk mendapatkan persetujuan bersama.

Apakah ada desakan dari Fraksi PDS?
Ya, FPDS mendesak Pimpinan DPRD agar segera menyurati Pemko Medan jauh-jauh hari sebelum waktu yang diamanatkan Permendagri. Dimana pimpinan DPRD dapat merujuk  pada Pasal 55 PP 16 tahun 2010, Badan Anggaran mempunyai tugas memberikan saran dan pendapat berubah pokok-pokok pikiran DPRD kepada Kepala Daerah dalam mempersiapkan R APBD paling lambat 5 bulan sebelum ditetapkannya APBD. Artinya, saran dan pendapat Banggar ini dapat diserahkan kepada Pemko bilamana draf APBD sudah diterima DPRD 5 bulan sebelum ditetapkan.(*)

Apes Tevez

MANCHESTER-Siapa sangka jika seorang pemain bintang sekelas Carlos Tevez kini terkatung-katung nasibnya. The Citizens (julukan manchester City) yang terlanjur kecewa dengan sikap Tevez, akibat dianggap tak loyal, seakan memberi pelajaran dengan tidak menurunkannya pada setiap pertandingan.

Imbasnya, pelan tapi pasti, sinar kebintangan Tevez perlahan meredup. Klub-klub raksasa yang pernah meliriknya kini jutru memalingkan muka. Tinggallah klub-klub kecil dengan ambisi segudang yang masih menaruh harapan dapat melabuhkan Tevez.

Begitupun, kemarin (12/12) kubu Manchester City menampik telah mencapai kesepakatan dengan Paris St Germain terkait Carlos Tevez. Menurut sumber yang dekat dengan Carlitos, The Citizens bahkan belum mendapatkan tawaran resmi.

Diberitakan sebelumnya, PSG dan City sudah mencapai kesepakatan dengan angka 21 juta poundsterling untuk memboyong Tevez dari Stadion Etihad. Kedekatan antara Sheikh Mansour dan Nasser Ghanim Al-Khelaifi, presiden asal Qatar juga disebut sebagai penentu tercapainya kesepakatan ini.

Namun, menurut salah satu sumber yang dekat dengan pemain 27 tahun asal Argentina itu, berita mengenai kesepakatan antara City dan PSG hanyalah kabar burung. Klub asal Manchester ini belum menyetujui atau bahkan hanya mendapatkan penawaran dari PSG.

“City belum menerima tawaran dari PSG, apalagi menyetujui tawaran itu. Mereka sedang mencari harga pasar yang pantas bagi Tevez, dan belum ada satupun yang membuat penawaran yang menggambarkan harga yang pantas bagi pemain ini,” sebut seorang sumber yang dekat dengan Tevez pada ESPN Soccernet.
Meski City masih berusaha menjual Tevez di bulan Januari nanti, klub asal kota Mancehster itu masih menghitung dengan seksama harga yang pantas bagi Tevez. Masih menilai Carlitos memiliki potensi lebih, City diyakini akan melepas pemain kontroversial itu dengan harga tak kurang dari 35 juta poundsterling.
Jika tak mendapat tawaran yang sesuai dengan banderol yang dipasang, City menegaskan kalau mereka akan memilih menahan Tevez sampai bursa transfer musim panas.

Terkait nasib Carlos Tevez, gelandang AC Milan Clerence Seedorf mengatakan bahwa Tevez adalah pemain mata duitan. Karenanya Tevez dianggap trak cocok bermain di AC Milan.
“Melihat perjalanan karirnya, agennya dan semua tindakan yang dia buat, saya pikir Tevez akan pergi di mana ada klub yang bisa menjanjikannya banyak uang,” seru Seedorf pada Sky Sport Italia. (bbs/jpnn)

Bahaya Inkonsistensi

Genoa vs Inter Milan

GENOA – Inter Milan tampil labil musim ini. Performa mereka jauh dari kata konsisten. Makanya, mereka sempat terpuruk di papan bawah. Sekarang, mereka mulai menanjak dan berpeluang naik ke posisi ketujuh klasemen sementara Serie A Liga Italia.

Kemenangan atas Fiorentina 2-0 pekan lalu (10/12) membawa mereka naik ke posisi kesepuluh. Dengan tabungan satu laga tunda melawan Genoa di Luigi Ferraris, dini hari nanti, Inter berpeluang merangkak naik (siaran langsung Telkomvision Arena pukul 02.30 WIB).

Ya, sekarang Inter mengemas 17 poin dari 13 pertandingan. Itu artinya, kalau mereka mendapatkan tambahan tiga angka, maka mereka bisa menyamai poin Palermo yang berada di posisi keenam. Inter tak bisa menggeser Palermo karena kalah head to head.

Pertandingan melawan Genoa sejatinya berlangsung pada Minggu (6/11), tapi ditunda karena alasan keselamatan. Ketika itu, cuaca ekstrim menyebabkan banjir parah di Genoa dan berakibat meninggalnya beberapa warga kota Genoa.Sekarang Inter berangkat ke Genoa dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja merebut kemenangan dari Fiorentina setelah dalam dua laga sebelumnya di semua ajang selalu kalah. “Kami harus menatap ke depan,” kata Claudio Ranieri, pelatih Inter, seperti dikutip Soccernet.

“Kami memang masih punya sedikit masalah, terutama ketika bermain dengan pola 4-4-2, tapi kami terus membaik. Kami hanya membutuhkan dukungan fans dan kami akan kembali,” kata mantan pelatih AS Roma itu.
Hanya, yang menjadi masalah adalah selain inkonsistensi Inter sepanjang musim ini, mereka berangkat ke Genoa tanpa sejumlah pemain andalannya. Kapten Inter Javier Zanetti juga absen karena skorsing dan beberapa pemain cedera.

Mereka yang masih cedera antara lain Emiliano Viviano, Jonathan, Joel Obi, Dejan Stankovic, dan Wesley Sneijder. Striker asal Uruguay Diego Forlan kabarnya sudah membaik kondisinya, tapi belum ada kepastian dia bisa dimainkan.
“Saya belum tahu kapan saya akan kembali. Saya sangat ingin bermain. Saya belum bisa memberikan kontribusi apapun sejak bergabung. Ini jelas bukan periode yang mudah, bagi saya maupun Inter,” kata Forlan kepada Sky Sport.
Meski begitu, peluang bagi Inter tetap terbuka. Mereka punya rekor hebat dengan tidak pernah kalah dalam sembilan bentrok terakhir mereka Genoa, menang enam kali dan seri tiga kali. Lagipula, Genoa juga kehilangan beberapa pemainnya.

Pelatih Genoa Alberto Malesani tidak bisa memainkan beberapa pemain yang biasanya menjadi starter, seperti Valter Birsa, Juraj Kucka, Luca Antonelli. Di lini depan, mereka juga kehilangan andalannya Rodrigo Palacio. (ham/jpnn)

Penempatan Guru PNS Akan Diratakan

MEDAN- Mulai 2012 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan mulai ditata dan diratakan sesuai kebutuhan kabupaten/kota. Keputusan itu diambil berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Lima Menteri mengenai penataan dan pemerataan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mulai diberlakukan 2012.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK), Edward Sinaga, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (12/12).

Menurut Eduard, pemerintah provinsi masih terus  melakukan pendataan guru-guru di kabupaten/kota untuk mengetahui jumlah guru di kab/kota untuk dilakukan penyesuaian.

“Diharapkan akhir tahun ini sudah selesai pendataan, dan bisa diketahui daerah mana saja yang over guru dan kekurangan guru nantinya untuk dilakukan penataan dan pemeretaan sesuai kebutuhan,” terangnya.
Setelah itu, bilang Eduard, pendataan tersebut akan dilaporkan ke pusat. Sehingga, pusat yang akan menempatkan tugas para guru-guru itu.

“Jadi, kedepannya tidak ada lagi wewenang kabupaten/kota untuk mengatur penempatan guru, sehingga penempatan guru-guru khususnya PNS akan merata. Karena sesuai tugas dan kewajibannya, guru PNS itu harus siap ditempatkan dimana saja,” ucapnya.

SKB itu juga, lanjut Eduard, ditetapkan berdasarkan petunjuk teknis pelaksana peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama.

Disinggung mengenai jumlah guru, menurut Eduard, hingga saat ini, Sumut memiliki guru berkisar 207.610 orang.
Terpisah, Sekretaris Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumut, Abdul Latif menyatakan, meskipun SKB Lima menteri itu bertujuan baik, sebaiknya provinsi lah yang tetap menentukan penempatan dan pemerataan guru-guru PNS nantinya.
Abdul Latif menilai, provinsi lebih mengetahui dan memahami bagaimana kondisi di daerahnya.

“Biarlah ada SKB lima menteri itu, asalkan tetap ada perpanjangan tangan. Perpanjangan tangan itulah provinsi yang nantinya menentukan dan menetapkan dimana guru-guru itu bertugas nantinya,” harapnya.

Dia mengaku, memang belum membaca detail soal SKB Lima Menteri yang mengatur soal pemerataan guru dan wewenang pusat dalam menempatkan penugasan guru PNS. “Peraturan bersama itu sebenarnya bagus karena untuk menghilangkan terjadinya raja-raja kecil di daerah. Tapi tetap saja kita mau provinsi yang menetapkan penempatan tugas, bukan daerah (kab/kota),” tegasnya.(uma)

Hilangkan Suntuk dengan Ganja

Maksud hati untuk menghilangkan suntuk dan rasa penat setelah seharian bekerja sebagai supir angkot, Sofian Sinurat (29), nekat menghisap daun ganja di belakang warung kopi di Jalan Jalan Medan-Batang Kuis. Namun naas, rasa suntuk tak kunjungan hilang, eh malah masalah baru yang datang.

Pria warga Jalan Durung Medan ini ditangkap petugas Polsekta Percut Sei Tuan saat asyik menikmati daun haram itu. Tak bisa mengelak, diapun langsung digelandang ke Mapolsekta Percut Sei Tuan, Senin (12/12) siang pukul 13.00 WIBn
“Aku menghisap ganja ini hanya untuk menghilangkan rasa suntuk Bang. Karena suntuk dan lelah, makanya aku mengisap ganja ini,” katanya kepada wartawan di Mapolsek Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chan di ruang kerjanya membenarkan penangkapan pemakai narkoba dengan jenis daun ganja kering. Mantan Kanit Jahtanras Polresta Medan ini pun menjelaskan, pelaku saat ini terus dilakukan pemeriksaan di ruang juru periksa Mapolsek Percut Sei Tuan. “Masih kita periksa untuk pendalaman kasus ini,” tandas Faidir.(gus)

Milito Masuk Kotak Sampah

PARA pemain Inter Milan menjadi langganan peraih Bidone d Oro. Berbeda dengan perhargaan lainnya, yang satu ini paling dihindari pemain. Sebab, award ini diberikan kepada para pemain dengan performa terburuk di Italia. Makanya, disebut juga sebagai Golden Bin alias kotak sampah emas.

Tahun ini diberikan kepada striker Inter Gabriel Milito. Dia menyisihkan nominasi lainnya, termasuk rekan seklubnya Diego Forlan. Nominasi disesaki para pemain Juventus, mereka antara lain Amauri, Milos Krasic, Luca Toni, dan Felipe Melo. Nama terakhir sudah dipinjamkan ke klub Turki Galatasaray.

Selain itu, masih ada Adrian Mutu (Cesena) dan Santiago Silva (Fiorentina). Namun, tampaknya para pendengar Radio 2 show Catersport yang menjadi peserta voting lebih banyak yang memilih Milito sebagai pemain dengan performa terburuk tahun ini.

Terpilihnya Milito membuat gelar itu sepertinya begitu lekat dengan para pemain Inter. Sudah lima kali pemain Inter dipilih menerima Bidone d Oro. Paling parah adalah Adriano yang terpilih dua kali saat menjadi pemain Inter, dan terpilih lagi saat membela AS Roma.

Pemain Inter lainnya yang pernah mendapatkan Bidone d Oro adalah striker Christian Vieri dan winger Ricardo Quaresma.  (ham/jpnn)

Viar Sukses Gelar City Tour

MEDAN- Kegiatan ‘City Tour’ selama tiga jam mengelilingi Kota Medan yang digelar PT Kencana Lanju Mandiri, berjalan sukses diikuti 10 unit motor niaga (roda 3), Sabtu (10/12) pagi. Selain itu, sepeda motor jenis VX1 trail yang ikut di tengah-tengah rombongan ikut dilepas di showroom Dealer Eksklusif Viar Jalan Aksara No.117, Medan dengan pengawalan polisi mengendarai mobil Patwal.

Area Marketing Manager Sumut Lily ST kepada wartawan mengatakan, kegiatan ‘City Tour” merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan sekaligus untuk memperkenalkan motor niaga kepada pengusaha dann
pedagang di Sumut, khususnya Kota Medan.

“Ini cara kita mendekatkan diri dengan konsumen terutama kepada pengusaha dan pedagang yang menggunakan motor niaga,” kata Lily di sela-sela acara.

Dikatakannya, motor niaga ini mampu mengangkut beban hingga 750 kg. Daya angkut itu tentu pas jika digunakan sebagai kendaraan angkutan berskala kecil. Dicontohkan sebagai kendaraan pengangkut galon air mineral, gas berukuran 3 Kg, atau bahkan barang jualan pedagang maupun pengusaha. “Yang dianjurkan 500 kg, tapi kalau sewaktu-waktu harus menampung 750 kg bisa-bisa saja,” jelasnya.

Dijelaskannya, motor niaga ini jauh lebih hemat dalam urusan biaya operasional dibandingkan mobil pikap. “Daripada pakai pick-up, bensin lebih boros, kalau rusak juga harga suku cadangnya lebih mahal, kalau motor niaga pakai suku cadang motor bisa,” bebernya.

Diketahui, rute yang dilalui antara lain pasar-pasar yang ada di Kota Medan, yakni Jalan Aksara, Jalan Prof HM Yamin, Jalan Thamrin, Jalan Wahidin, Jalan Asia Mega Mas, Jalan Asia, Jalan Pandu, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Maulana Lubis, Jalan Raden Saleh. Selanjutnya, Jalan Wali Kota, Jalan Putri Hijau, Jalan Pulo Brayan, Jalan Marelan Raya, Mabar, Simpang Kantor, Kayu Putih, Jalan Cemara, Jalan Karakatau Ujung, Jalan Pancing, Jalan Letda Sujono, Jalan Mandala, Jalan Sejati dan berakhir di Jalan Aksara.

Lily juga menjelaskan, Viar motor roda 3 ini lebih ekstrim pengembangannya dengan menambahkan beberapa teknologi. Ada sistim highlow pada gigi gerdang, penambahan inverter acdc listrik dan penambahan kanopi.(adl)

Hari ini, Komisi C dan D Tinjau Harapan Square

MEDAN- Menyikapi adanya pengaduan keberatan warga terhadap pembangunan Harapan Square di Jalan Samanhudi dan H Misbah atau yang lebih popular dengan sebutan kawasan Warkop Harapan, Komisi C dan D DPRD Medan bersama instansi terkait akan meninjau lokasi tersebut, hari ini (13/12).

“Kita rencanakan besok (hari ini, Red), Komisi C dan Komisi D bersama Dinas TRTB, Dinas Perhubungan dan Dinas Binamarga akan meninjau pembangunan Harapan Square guna menyikapi adanya pro dan kontra dari masyarakat sekitar lokasi dimaksud. Dari kunjungan ini kita harapkan ada solusi,” kata Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi usai melakukan pertemuan dengan warga yang keberatan dengan pembangunan Harapan Square.

Pertemuan itu diikuti pengurus KSU Harapan, eks pedagang warkop, Bagian perekonomian Pemko Medan, Camat Medan Maimun, Lurah Hamdan dan Lurah Jati, di ruang Komisi C DPRD Medan, Senin (12/12).

Warga yang keberatan dengan pembangunan Harapan Square kecewa, karena pembangunan itu tanpa sosialisasi dan menghalangi rumah mereka. Dari 26 warga yang merasa keberatan, sesuai dengan surat pernyataan yang ditandatangi dan hadir dalam pertemuan diantaranya, mantan Bupati Madina yang juga pengurus Partai Golkar Sumut Amru Daulay, Awaluddin mewaliki pengurus Yayasan Pendidikan Harapan, S Tambunan mantan PNS Bina Marga, Lambok mewakili Lintong Siahaan dan Vincen mewaliki Sugiarto.

Amru Daulay dengan tegas menolak pembangunan Harapan Square karena sejak zaman Belanda, kawasan itu merupakan daerah pemukiman yang nyaman. “Saya juga mantan pejabat, jadi jangan seenaknya membuat kios di depan rumah orang tanpa permisi. Kalau saya tidak marah, mungkin gapura itu sudah berdiri di depan rumah saya. Kita tidak boleh seenaknya, bagaimana kalau besok di depan rumah wali kota berdiri kios-kios,” jelasnya.(adl)

Menipu, Oknum Polisi Dituntut 4 Tahun

MEDAN- Melakukan penipuan dan penggelapan dengan mengambil barang-barang elektronik milik pengusaha toka Era Baru, oknum polisi Polresta Medan, Frantoni Panjaitan alias Toni (24), dituntut 4 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (12/12).

Di depan majelis hakim yang diketuai Jhonny Sitohang di ruang Cakra II, Frantoni Panjaitan mengakui telah mengambil sejumlah barang elektronik berupa handphone jenis blackberry, nokia, televisi LCD dengan total harga mencapai Rp15 juta. Namun barang-barang elektronik tersebut menurut terdakwa telah dijualnya dan uangnya sebesar Rp11 juta dipergunakan untuk mengobati istrinya.

Sementara Edi Harianto, pemilik toko Era Baru yang dihadirkan sebagai saksi menyatakan, dirinya percaya memberikan produk elektronik tersebut kepada terdakwa karena akan dilakukan pembayaran melalui cicilan bulanan. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Antonius menyatakan, terdakwa telah melanggar pasal 378 KUHP dan 372 KUHP. (rud)

Kubu Khan Lakukan Penyelidikan

WASHINGTON – Kekalahan Amir Khan yang membuatnya kehilangan dua sabuk juara dunia berbuntut panjang. Kubu Khan siap membawa indikasi kecurangan yang didapat dari duel akhir pekan lalu ke ranah hukum. Mereka berniat melakukan penyelidikan atas keputusan buruk yang diberikan wasit pertandingan Joe Cooper dan para hakim pertandingan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Khan mengalami kalah angka saat menghadapi petinju Amerika Serikat (AS) Lamont Peterson, Minggu (11/12) WIB, di Walter E. Washington Convention Center, Washington, AS. Setelah menjatuhkan Peterson di ronde pertama, Khan malah mendapatkan dua kali pengurangan poin. Pengurangan diputuskan wasit Cooper dengan alasan yang sama, dia menilai Khan melakukan dorongan pada Peterson.

Usai pertarungan, Khan menyatakan kekesalannya dengan menganggap kemenangannya telah dirampok. Dia tak menyalahkan Peterson, tapi dia dengan jelas menuding Wasit Cooper melakukan cara ilegal untuk memaksakan kemenangan bagi petinju tuan rumah.

“Sepertinya saya menghadapi dua orang sekaligus di atas ring, wasit dan Lamont. Saya terpaksa mendorong Lamont karena dia datang dengan kepala yang rendah. Tak ada hal lain yang bisa saya lakukan,” kata Khan, seperti dikutip AFP.
Niat kubu Khan memperkarakan insiden tersebut mendapat dukungan dari promotor laga tersebut, Golden Boy Promotions (GBP).

Sebelumnya, salah satu pendiri GBP Oscar De La Hoya yang turun tangan langsung untuk duel tersebut, menyatakan Khan memang tak pantas kalah. Mereka menyadari, membawa hasil pertarungan ke meja hijau merupakan kasus yang amat langka di Washington.

“Tim Khan dan GBP bermaksud melakukan penyelidikan dengan Badan Tinju (Negara bagian) District Columbia, IBF dan WBA, terkait dengan penampilan wasit Joseph Cooper. Juga, melakukan klarifikasi atas penafsiran pada hasil akhir pertarungan,” demikian pernyataan dari GBP.

Kejanggalan terlihat menjelang pengumuman hasil pertarungan. Terjadi perundingan yang cukup lama di antara hakim pertandingan, bahkan lebih lama dari biasanya sebelum announcer mengumumkan hasil tersebut. Ketika diumumkan, yang diucapkan announcer dengan yang tertera di kartu skor para hakim berbeda.
Kontroversi terbesar terjadi ketika Cooper melakukan pengurangan poin di ronde ke-12. Sebelum keputusan tersebut diambil, kedua petinju berimbang dan memiliki poin yang sama. Jika laga berakhir draw, gelar masih akan dimiliki Khan.

Tak urung, hal itu menghambat niat Khan untuk segera naik kelas ke kelas welter. Dia berniat melakoni satu laga lagi di kelas welter ringan, yaitu rematch melawan Peterson. Peterson pun mengirim sinyal setuju untuk pertarungan ulang. (ady/diq/jpnn)