25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14158

SSB Cikal Garuda Juara Liga FKPSBSU

MEDAN- SSB Cikal Garuda juara Liga Forum Pelatih Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU) U-14 setelah pada partai final mengalahkan SSB Generasi Kosek III AU dengan skor 2-0, Minggu (10/12) di Lapangan PPLP Sumut.
Status pendatang baru tak membuat SSB Cikal Garuda tak diperhitungkan. Bermaterikan pemain-pemain yang cukup dikenal di tingkat usia dini unntuk pemain kelahiran 1997, SSB binaan Indra Sakti Harahap tersebut memang salah satu kandidat kuat menjadi juara sejak ajang ini digulirkan.

Dalam laga puncak, para pemain SSB Cikal Garuda unggul mutlak dari SSB Generasi Kosek. Kendati di babak pertama berakhir imbang 0-0. Para pemain Generasi Kosek yang dilatih Sucipto Hadi hanya mampu bertahan total dan hampir tak pernah melakukan serangan.

Tak ingin laga berakhir dengan adu penalti, pelatih Cikal Garuda Coli Misrun menginstruksikan para pemain untuk meningkatkan alur serangan di babak kedua. Melalui Anggara dari sisi kiri serta Dio dan Iqbal dari sektor kanan, SSB Cikal Garuda terus mencoba menciptakan gol. Terus diserang akhirnya tembok SSB Generasi Kosek bobol juga. Kapten Cikal Garuda, Iqbal, sukses menciptakan gol di menit 10 babak kedua setelah lebih dahulu melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan. Skor berubah 1-0. Berhasil unggul satu gol tak membuat SSB Cikal Garuda mengendorkan serangan. Selang lima menit kemudian, skor berubah menjadi 2-0. Memanfaatkan umpan tendangan pojok Fandi, sundulan kepala Muhammad Uday sukses mengecoh penjaga gawang SSB Generasi Kosek Iqbal Daulay. Keunggulan dua gol tersebut pun bertahan hingga laga usai.

Melihat keberhasilan timnya, pengurus SSB Cikal Garuda Hj Lisnanur Muis mengaku bangga dan gembira. “SSB Cikal Garuda adalah pendatang baru dan sukses menjadi juara di Liga Forum. Keberhasilan ini jelas membuktikan bahwa pembinaan berjalan sesuai dengan baik di SSB Cikal Garuda. Kami akan jadikan keberhasilan ini sebagai alat untuk memacu kami lebih giat menjalankan pembinaan, sehingga nantinya keinginan kami untuk menghasilkan pemain-pemain berkualitas bisa terwujud,” ujar sosok yang pernah menjabat sebagai pengurus Pengprov PSSI Sumut tersebut.
Sementara itu, bagi Sucipto Hadi, kegagalan timnya di partai final dikarenakan kekalahan stamina.

“Para pemain kalah stamina. Itu yang membuat SSB Cikal Garuda menguasai pertandingan sepenuhnya. Selamat kepada SSB Cikal Garuda,” ujar Sucipto. Adapun hasil-hasil pertandingan yang digelar kemarin. Semifinal I, SSB Mayang Putra vs SSB Cikal Garuda Azhar, semifinal II, SSB Rajawali vs SSB Generasi Kosek III AU 0-2, perebutan tempat ketiga, Mayang Putra vs Rajawali 2-1, dan final SSB Cikal Garuda vs SSB Generasi Kosek III AU 0-2.

Dengan berakhirnya Liga FKPSBSU U-14, Ketua FKPSBSU Legirin menyampaikan bahwa ajang serupa akan tetap rutin digelar demi memberikan wadah evaluasi bagi siswa-siswa SSB.

“Ajang seperti ini akan rutin digelar oleh FKPSBSU. Semoga dengan kegiatan seperti ini keinginan menghasilkan anak didik yang siap pakai bisa terwujud,” ucap Legirin didampingi para pengurus  lainnya, Marzuki Harahap, Helmi Yusuf, Yunus Saragih, dan Nasib. (ful)

PSMS Bertolak, Arema tak Sabar

MEDAN-Laga lanjutan kompetisi IPL, pada Rabu (13/12) mendatang, PSMS akan bertandang ke Stadion Gajayana Malang markas Arema. Kabar baiknya, beberapa pemain tambahan dipastikan bisa tampil menghadapi tim berjuluk Singo Edan itu.

Adalah bek asal Brasil Vagner Luis De Oliveira Marins dan wing bek Sugiatno yang bakal memperkuat tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Namun sayang, walau terdaftar dalam 17 pemain yang diberangkatkan, striker Argentina Julio Cesar Alcorse dipastikan belum bisa turun.

Kondisi ini memaksa asisten pelatih PSMS M Khaidir harus olah taktik. Ia mengaku mempersiapkan dua skenario untuk membendung tim besutan Milomir Seslija itu.

“Ada dua strategi yang dipersiapkan, mengingat Julio Cesar juga belum pasti bisa bergabung. Skenario pertama, kita mengandalkan duet Jecky Pasarela dan Julio Cesar di depan lewat formasi 3-5-2. Andre Abu Bakar akan lebih ke tengah sebagai second striker,” ungkapnya, Minggu (11/12).

Namun, di opsi kedua, PSMS harus siap tanpa kehadiran Julio Cesar. Untuk itu, skenario menduetkan Jecky Pasarela dan Andre Abu Bakar telah digeber selama beberapa hari persiapan. “Tentunya kami akan mengandalkan Andre dan Jecky. Akan banyak tekanan dari Arema, sebagai antisipasinya, kami akan menggunakan counter attack,” ujar Khaidir.
Pria yang pernah menjadi pemain dan sekaligus pelatih PSMS itu juga membeberkan, kali ini, barisan pertahanan PSMS dipastikan lebih kuat pasca masuknya Vagner Luis. Tak hanya bek berkepala plontos itu, mantan pemain Persita Tangerang Sugiatno yang berposisi sebagai bek sayap juga dipastikan bisa tampil.

Untungnya, menurut Khaidir, kali ini fisik dan stamina pemain juga cukup meningkat karena memiliki masa persiapan yang lebih panjang. “Stamina dan fisik sudah kelihatan lebib baik. Mereka lebih enjoy dan sudah berani pegang bola,” tutur pelatih yang juga pernah membseut Persigo Gorontalo itu.

Khaidir juga beranggapan, formasi 3-5-2 merupakan yang paling tepat bagi skuad besutannya karena telah terbiasa. “Kita pakai 3-5-2 karena mereka sudah lebih paham. Pergerakan dengan formasi itu tak asing bagi pemain. Kami yakin, tak akan ada lagi miskomunikasi antara pertahanan dan lini depan,” ujarnya lagi.

Meski Khaidir optimis dengan kemampuan anak asuhnya, namun di tempat terpisah pelatih Arema IPL Milomir Seslija  mengaku tak sabar untuk melumat tim Ayam Kinantan.

Hampir dua bulan penggawa Arema IPL melakukan persiapan menatap kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Selama itu pula M. Ridhuan dan kawan-kawan hanya latihan dan latihan.

Jadwal kompetisi yang sudah empat kali berubah membuat pemain Arema IPL merasa sudah tak sabar untuk segera merasakan atmosfer laga IPL. Pemain Arema juga sudah ngebet untuk melumat lawan perdananya PSMS Medan.
“Namun kita tetap harus waspada karena mereka punya striker yang berbahaya,” ujar Seslija.

Yang dimaksud oleh Milo tak lain adalah striker Jecky Pasarella. Mantan pemain PSM Makassar itu sudah mencetak satu gol di IPL, tepatnya ketika timnya kalah 1-2 dari Persebaya.

Dari rekaman yang sudah ditontonnya, Jecky seringkali memperlihatkan aksi individu dalam menembus pertahanan lawan. Sayang, pada dua pertandingan, Jecky memang lebih sering terlihat bekerja sendirian tanpa adanya sokongan berarti dari pemain PSMS lainnya. (saz/muf/abm/tom/jpnn)

Bank Sumut Tembus Livoli Divisi Utama

MEDAN-Tim bola voli putra Bank Sumut menjadi kekuatan baru perbolavolian nasional setelah tampil menjadi runner up Kejurnas Livoli Divisi I sekaligus memastikan diri masuk ke Livoli Divisi Utama tahun depan.

Dalam pertandingan final yang berlangsung Minggu (4/12) di GOR Kota Tangerang, Banten, langkah Bank Sumut untuk meraih juara tertunda, setelah dijegal JML Tangerang 3-2. Namun tim tuan rumah tersebut sempat kewalahan melayani permainan alot yang diperlihatkan Bank Sumut. Terbukti di set pertama, Bank Sumut berhasil mematahkan perlawan tim JML Tangerang dengan poin 25-22. Demikian juga di set kedua, Bank Sumut kembali unggul 25-17.
Namun memasuki babak ketiga, stamina pemain Bank Sumut menurun. Kondisi ii dimanfaatkan JML dengan mencuri kemenangan secara berturut masing-masing 25-21, 25-18 dan 15-10.

Meski gagal meraih gelar juara, namun hasil yang dicapai Bank Sumut besutan Apit Diansyah dinilai maksimal. Tim Manejer Sudirman pun memuji penampilan para pemainnya yang terdiri dari Dody Ardiansyah cs, Arif Juanda Lubis, M. Al Faizun, Anton Suprapto, Dedy S. Prayugo, Santo, Raka Prayitno, Ahmad Andri, Didit Prasetyawan, Ari Suhendra, Ricky Hartono dan Supendi.

“Hal lain yang cukup menggembirakan, pebolavoli Bank Sumut Arif Juanda Lubis  masuk dalam pemantauan klub Jakarta Elektrik (peserta Proliga) untuk bisa mendapat pembinaan lebih baik di tangan pelatih nasional,” kata Sudirman.

Didampingi  pelatih Apit Ardiansyah, Sudirman  secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Dirut Bank Sumut Gus Irawan selaku pembina tim yang selama ini sangat peduli dan bersemangat memberi dukungan untuk memajukan klub voli Bank Sumut.

Dirut Bank Sumut Gus Irawan secara terpisah juga menyatakan rasa sukacitanya atas keberhasilan tim bola voli binaannya ini menembus level Livoli Divisi Utama untuk musim kompetisi tahun depan.

Ia mengingatkan para pemain tidak larut dalam kegembiraan, tapi harus terus berlatih dan berlatih  untuk meningkatkan kualitas permainannya sebagai modal tampil di Livoli Divisi Utama.

“Saya berharap, tim voli putra Bank Sumut dapat meraih pretasi yang lebih baik lagi di masa mendatang. Untuk itu, teruslah berlatih. Manajemen Bank Sumut akan terus berkoitmen memberikan dukungan penuh demi kesuksesan tim voli putra kebanggaan kita ini,” tandas Gus Irawan. (jun)

Anugerah Juara Umum Setelah Berburu di Lima Kecamatan

Safari Wisata Buru Bupati Madina Cup 2011 Catatkan Hasil Buruan Terberat dan Terbanyak

MEDAN-Klub Anugerah Shooting Hunter Club Medan sukses meraih gelar juara umum pada gelaran Safari Wisata Buru 2011 Bupati Madina Cup, yang berlangsung di kawasan hutan Kabupaten Mandailing Natal 7 sampai 11 Desember 2011. Selain itu, even kali ini berhasil mencapai hasil buruan terberat dan terbanyak sepanjang lima tahun terakhir ini, yaitu seberat 13.796, 8 kg dengan total 336 ekor.

Sukses yang kembali diraih ini, setelah di pertengahan tahun 2011 ini juga merebut juara umum di kejuaraan Kapoldasu CUP 2011, dipastikan setelah klub Anugerah berhasil meraih hasil buruan babi hutan terbanyak, yakni 137 ekor dengan total berat 5,358 kg.

Seperti pada gelaran sebelumnya, tahun ini pelaksanaan Safari Wisata Buru memperebutkan Bupati Madina CUP dan satu unit Yamaha Mio ini juga dirangkai dengan kegiatan bakti sosial dan memberikan sumbangan berupa enam ton beras kepada masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar areal perburuan.

Bupati Madina HM Hidayat saat acara penutupan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Madina menyatakan salut atas konsistensi Perbakin Sumut yang secara berkesinambungan menggelar even berburu ini.

“Mudah-mudahan, ke depan kerjasama antara pemerintah setempat dengan Perbakin Sumut dapat semakin erat lagi sehingga selain membantu petani membasmi hama babi juga dapat meningkatkan prestasi atlet,” kata Bupati.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui  Kasat Brimob Kombes Pol Drs Setio Budi SH MHum mengatakan, peserta yang berhasil meraih juara agar tidak cepat puas dengan yang dicapai. Menurut Setio, yang terpenting bukanlah menang atau kalah, namun  berguna bagi masyarakat dan atlet itu sendiri.

“Event berburu ini harus ditingkatkan lagi penyelenggaraannya, karena memang terbukti bermanfaat bagi warga dan petani,” kata Setio sebelum menutup gelaran berburu secara resmi.

Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan pelaksanaan Safari Wisata Buru kali ini.

“Jumlah buruan pada even kali ini adalah yang terbanyak dalam lima tahun terakhir ini. Hal ini menunjukkan hama babi semakin banyak, jadi memang pantas untuk diberantas,” ungkap Doddy.

Even Safari Wisata Buru Bupati Madina Cup 2011 sendiri merupakan event penutup di tahun 2011 ini. Kejuaraan diikuti petembak di Sumatera Utara yang sebelumnya berburu di lima kecamatan di Madina, yaitu  Singkuang, Tabuyung, Natal, Trans Sinunukan, dan Simpang Gambir. (jun)

Tim Unggulan Pool B Raih Kemenangan

MEDAN-Tim unggulan Pool B berhasil meraih kemenangan pada petandingan hari kedua Futsal Liga Media III/2011 di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan Sunggal, Minggu (11/12). Hari kedua even ini hanya mampertandingkan dua pertandingan, khusus di Pool B.

Pada petandingan pertama, Waspada Putih berhasil mengalahkan Sinar Indonesia Baru (SIB) dengan skor 10-1. Gol Waspada Putih dicetak oleh Rudi Arman (3 gol) dan masing-masing satu gol dari Syafri Juanda, Dedi Riono, Thariq, Edward Thahir, Hamzah serta dan Budi Siregar. Gol Balasan SIB dicetak oleh Rolan.

Pada pertandingan  kedua, Medan Pos berhasil meraih kemenangan dari Mandiri dengan skor 14-2. Gol Medan Pos dicetak oleh M Syamsir (4 gol), Maju Manalu (3 gol), Khairul Muslim (2 gol), Iwan (2 gol), Anda Tanjung (2 gol) dan satu gol dai Ariadi. Gol balasan Mandiri dicetak oleh Adi dan Alian.

Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Penggabean didampingi Wakil Ketua SIWO PWI Sumut Jhonny R Silalahi mengatakan, pihaknya cukup puas dengan pelaksanaan even yang telah memasuki hari kedua tersebut. “Selain merupakan seleksi untuk Porwanas 2013, even ini juga untuk meningkatkan silaturahmi antara sesama wartawan,” ujar Hamonangan Panggabean.

Sementara itu, Ketua Panitia Ir Halomoan Samosir mengatakan, hingga hari kedua, even ini berjalan dengan lancer tanpa halangan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung even ini seperti KONI Sumut dan KONI Medan, serta sponsor sepeti Honda, Bank Sumut dan Djarum.

Halomoan menambahkan, untuk juara pertama akan mendapatkan Piala Bergilir Gubsu ditambah piala tetap, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Juara kedua memperoleh piala tetap, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Juara ketiga meraih piala tetap, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta.

Sedangkan, untuk juara keempat akan memperoleh piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta. Pemain terbaik memperoleh Piala Honda dan uang sebesar Rp 500 ribu, serta tim fair play akan memperoleh Piala Bank Sumut dan uang sebesar Rp 500 ribu. (ari)

Lapak Pedagang Segera Dipagari

Pasca Eksekusi Lahan Pasar Simpang Limun

MEDAN- Setelah eksekusi yang dilakukan PN Medan atas putusan MA yang tertuang dalam Nomor 609K/PDT/2010 tertanggal 31 Agustus 2011 terhadap tergugat Liat Barus, PT Inatex selaku penggugat akan membangun pagar pembatas di lahan tersebut.

Hal itu dilakukan karena dalam putusan MA jelas dinyatakan harus dilakukannya pengosongan, pembongkaran lapak yang menghadap PT Inatex dan ditutup secara permanen di atas tanah pembatas PT Inatex dengan lainnya.
“Karena eksekusi PN Medan akan berkahir, Senin (12/12). Sekarang kita sedang lakukan penembokan dengan membangun pagar pembatas,” kata kuasa hukum PT Inatex, Irfan Harahap kepada Sumut Pos Minggu (11/12) melalui telepon selulernya.

Dikatakannya, kerugian yang diderita PT Inatex karena penggunaan lahannya oleh Liat Barus cs dengan menyewakan 13 lapak tersebut kepada para pedagang ikan Pasar Tradisional Simpang Limun Medan sangat besar.

“13 lapak itu disewakan kepada pedagang oleh Liat Barus cs. Padahal, lapak itu merupakan tanah PT Inatex yang dinding pembatasnya dijebol. Jelas, PT Inatex merasa dirugikan dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujarnya.
Dengan begitu, lanjutnya, PT Inatex akan menuntut ganti rugi sebesar Rp318.500.000 kepada pihak tergugat. “Ganti rugi itu tertuang dalam putusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan kami atas 13 lapak yang disewakan kepada pedagang oleh tergugat,” ucapnya lagi.

Dijelaskanya, sebelum menjadi pasar tradisional, lokasi tersebut merupakan bekas pabrik tekstil. Sebelumnya, ada tiga pabrik tekstil terbesar di Sumut. Salah satunya PT Inatex. Namun, perusahaan tersebut bangkrut karena kalah bersaing dengan perusahaan lain.

“Oleh orangtua Direktur PT Inatex, Lusiana Nadeak, mengubahnya menjadi pasar tradisional atas saran Brigjen TNI LR Munthe dengan perjanjian pembagian 20 persen keuntungan untuknya. Namun, dari perjanjian tersebut membuatnya ingin menguasainya semua. Sehingga, orang tua Lusiana ditipu hingga prosesnya berjalan di Pengadilan selama 47 tahun sampai sekarang,” beber pria bertubuh gemuk ini mengakhiri perbincangan.(adl)

Harga Tiket KA Bakal Naik 20 Persen

Jelang Natal dan Tahun Baru 2012

MEDAN- Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, diperkirakan harga tiket kereta api bakal naik 10 hingga 20 persen. Kenaikan harga tiket tersebut disebabkan bakal melonjaknya calon penumpang yang menggunakan jasa kereta api pada hari H Natal dan Tahun Baru.

“Sampai saat ini harga tiket kereta api belum mengalami kenaikan. Kalau pun pada hari H tiket naik, itupun hanya berkisar 10 hingga 20 persen dan itu masih wajar-wajar saja menjelang hari besar keagamaan,” kata Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut Hasri, Sabtu (10/12) pagi.

Hasri juga mengimbau kepada calon penumpang agar membeli tiket langsung ke loket di stasiun KA agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Untuk calon penumpang, hendaklah membeli tiket di loket stasiun KA masing-masing. Ini untuk mengantisipasi para calo, semua Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) juga disiagakan,” sebutnya.

Menurut Hasri, menyambut Hari Natal dan Tahun Baru, PT KAI Sumut melakukan persiapan termasuk keamanan dan kenyamanan dari calon penumpang, baik yang akan berangkat maupun yang tiba.

“Kita sedang membahas mengenai persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Namun, semua persiapan sudah kita lakukan dan tinggal menunggu langkah selanjutnya dimana kita ingin calon penumpang baik yang tiba atau yang berangkat dari stasiun-stasiun KA yang ada di Sumut termasuk di Stasiun KA Medan bisa merasa nyaman. Masalah keamanan, PT KAI Sumut juga berkoordinasi dengan Pihak Polri, TNI, Dishub dan lain-lainnya,” kata Hasri.

Hal senada juga diucapkan Wakil Kepala Stasiun KA Medan, ST Hutabarat. Menurutnya, persiapan tetap dilakukan di saat hari-hari kebesaran dan hari libur nasional. “Semua persiapan kita lakukan jelan hari-hari raya kebesaran keagamaan termasuk itu Natal dan saat Tahun Baru nanti. Biasanya itu sejalan, karena Natal dan Tahun Baru berdekatan. Masalah keamanan tetap kita koordinasikan dengan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan Polsuska. Lagi pula, petugas keamanan didalam stasiun tetap ada selalu,” tuturnya.(jon)

Rp500 Juta Lagi untuk Ternak Babi

DPRD Kota Medan mendukung penertiban ternak kaki empat sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 23 tahun 2009. Namun begitu, Pemko Medan diminta tetap memberikan perlindungan terhadap peternak dengan memberikan ganti rugi atas ternak yang direlokasi dann peternak juga harus bisa mengalihkan ternaknya menjadi ternak lele atau itik.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Parlaungan Simangunsong kepada wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Menyikapi penertiban ternak kaki empat yang dilakukan Pemko Medan saat ini, apakah DPRD Kota Medan mendukung?
Kita (DPRD Medan, Red) jelas mendukung penertiban babi. Buktinya, kita menyetujui anggaran penertiban ternak babi sebesar Rp500 juta di APBD 2012. Jadi, peternak babi harus bisa mengalihkan usahanya ke usaha lain.

Maksudnya?
Ya, bisa saja peternak babi itu mengalihkan usahanya ke ternak itik atau ikan lele yang sudah disediakan Pemko Medan. Untuk jumlahnya, juga sudah dibahas dan disyahkan dalam rapat paripurna kemarin. Jadi, untuk jumlah ternak itik akan diberikan 50 ekor per kepala keluarga (KK) dan untuk lele akan diberikan ribuan ekor per kepala keluarga secara cuma-cuma oleh Pemko Medan.

Bagaimana dengan lokasi relokasi ternak babi itu?
Nah, ini dia sebenarnya menjadi persoalan. Karena hewan ternak babi juga diperuntukan untuk acara adat, khususnya suku Batak, pemko juga harus memikirkan dan mencari lahan yang mudah untuk para peternak babi, seperti di pingir laut. Karena kalau di lokasi lain, takutnya lingkungan akan tercemar. Jangan sampai untuk daging babi yang dibutuhkan untuk adat harus import dari negara tetangga.

Bagaimana rencana pemko menggandeng investor untuk relokasi ternak babi ini?
Kita berharap, investor bisa melakukan perubahan dengan melakukan pembangunan terhadap insfratruktur ternak babi sesuai dengan lahan yang ada. Jadi, Pemko Medan yang sediakan lahan, investor menyediakan kandang untuk menampung kotoran babi agar tidak terjadi pencemaran. Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup harus menyediakan tangki untuk menampung kotoran ternak babi tersebut.(*)

Jalan Santai Bersama Teh Pucuk Harum

MEDAN-Teh Pucuk Harum turut mensponsori kegiatan even yang berlangsung di Medan. Baik hiburan, berupa konser musik yang diikuti oleh para pemusik-pemusik muda kota Medan hingga kegiatan olahraga yang berlangsung di Jalan Bunga Asoka Medan.

Acara puncak yang berlangsung Sabtu (10/12) kemarin Teh Pucuk Harum kembali menjadi sponsori kegiatan jalan santai di depan Masjid Raya Lapangan Sri Deli Medan.

Antusia masyarakat terhadap minuman segar ini begitu tinggi. Para pengunjung dimanjakan dengan minuman teh segar alami yang terbuat dari pucuk daun teh pilihan yang merupakan produk unggulan dari PT Mayora Indah Tbk.”Hmmm segar banget dan alami rasa Teh Pucuk Harum ini,” aku Mirna, seorang pengunjung Teh Pucuk Harum usai mengikuti kegiatan jalan santai. (omi)

Bersepeda Keliling Indonesia, Dukung Antisipasi Global Warming

Kelaparan di Pontianak, 4 Kali Alami Kecelakaan

Kepedulian terhadap global warming (pemanasan global) ditunjukkan anggota Gerakan Alumni BMX Indonesia (Gabi) Sumatera Utara M Nasir Piliang dengan mengendarai sepeda mengelilingi Indonesia. Dia rela menghabiskan waktu selama 21 bulan untuk menuntaskan misinya tersebut. Seperti apa?

Jumat (9/12) malam, sekira pukul 21. 30 WIB M Nasir Piliang ditemani ketua Gabi Sumut, Adnan, dia menyempatkan diri berkunjung ke kantor redaksi Sumut Pos di Graha Pena Medan, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5, Medan Amplas. Banyak kisah yang diungkapkannya selama kunjungannya tersebut.

“Saya merasa puas dan senang, karena dapat mendukung program penurunan pemanasan global dengan menaiki sepeda dari Sabang sampai Merauke dan dapat kembali dengan selamat di Medan,” kata Nasir membuka cerita.
Menurut Nasir, dia memulai perjalanannya mengelilingi Indonesia pertama kali dilakukan saat acara peringatan hari tanpa kendaraan (car free day) di Kota Medan, 7 Maret 2010 lalu. Saat itu dia dilepas pengurus Gabi Sumut menuju Aceh. Selama satu minggu melakukan perjalanan dari Aceh, dia kembali lagi ke Medan. Selanjutnya, dia kemabali diberangkatkan dari Medan.

Selama dalam perjalanan, Nasir membawa bekal tiga pasang pakaian, 13 pasang sepatu dan satu unit ponsel. Selain itu, dia juga memasang dua bendera di sepedanya yakni Bendera Merah Putih dan Bendera Gebi Sumut. Selama tiga bulan melakukan perjalan, ponselnya hilang sehingga dia sempat kehilangan kontak dengan pengurus Gabi Sumut.

Setiap hari, Nasir melakukan perjalan mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Selama melakukan perjalanan, dia kerap singgah di kantor-kantor instansi dan Mapolsek maupun Mapolres di daerah yang dia kunjungi.
Nah, dalam perjalanan menunaikan misinya mengelilingi 33 provinsi di Tanah Air itu, sangat banyak suka dan duka yang dialami pria kelahiran 1987 ini. Ada yang merespon misinya ini secara positif ada juga yang menyikapinya secara negatif.

Salah satu momen yang paling menyenangkan baginya, saat dirinya bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng di Palembang dan Jakarta. Selain itu, dia juga sempat diekspos salah satu media televisi nasional pada pertengahan 2010 lalu. Bahkan, salah satu produsen sepeda ternama memberikan satu unit sepeda kepadanya sebagai apresiasi atas tekad Nasir mengelilingi Indonesia dalam misi mengantisipasi global warmin.

Dia juga mendapat beberapa piagam penghargaan dari hampir setiap pemerintahan provinsi yang dilaluinya, diantaranya dari Wakil Gubernur Maluku Ir S Assagaff, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Farid Wadjdy, Sekda Sulawesi Utara Ir Mokodongan, Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudjli, Wakil Wali Kota Ternate Ir Arifin Djafar MBA, Menpora Andi Malarangeng dan masih banyak lagi.

Kegiatan berkeliling kota di Kota Makassar dan Batam bersama anggota sesama pecinta sepeda juga sempat dilakukannya dan dia disambut hangat oleh sesama pecinta sepeda BMX di kota tersebut.

Di samping momen menyenangkan, pasti barang tentu dirinya juga mengalami hal yang membuat dirinya hampir berubah pikiran. Seperti kecelakaan saat dia diserempet mobil dan sepeda motor.

“Saya tidak ingat lagi berapa kali, pastinya saya terjatuh akibat disenggol, ditabrak dan bahkan menabrak sepeda motor,” ungkapnya. Bahkan dia juga pernah mengalami kelaparan saat tidak adanya orang yang memberinya bahan makanan saat berada di Pontianak.

Menurut pengamatannya, untuk kondisi jalan yang paling parah dan tidak adanya jalan yang menggunakan bahan material aspal adalah di daerah Kalimantan Tengah yang mengakibatkan dirinya sempat kewalahan mengayuh sepeda yang dibawanya, karena trek yang dilalui bermacam-macam rintangan ditambah lagi jalan yang belum dilapisi aspal. Dari segi keamanan, dirinya menilai keamanan di negara ini masih kondusif sampai dirinya melewati daerah Provinsi Papua Barat.

Setelah melakukan perjalanan selama 21 bulan, akhirnya dia tiba kembali di Kota Medan, tepatnya di sekretariat Gebi Sumut di Jalan AR Hakim No 110 Medan Area pada Jumat (9/12) malam pukul 20.00 WIB.(mag-10)