27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14159

Dijambret Tetangga Sendiri

Rini (19), warga Jalan Gaharu, Medan Timur, tak menyangka sama sekali kalau tetangganya sendiri nekat menjambret tas miliknya, Sabtu (10/12). Selain kehilangan tas berisi dompet, kalung, heanpone dan uang, Rini juga mengalami luka di kaki dan tangan karena terjatuh dari sepeda motornya saat tarik menarik dengan penjambret itu yang diduga masih tetangganya itu.

Menurut Rini, dia yakin betul kalau yang menjambret tasnya itu adalah Ferry, tetangganya. Pasalnya, Rini sempat melihat dengan jelas wajah pria itu.

“Saat saya mempertahankan tas itu, tanpa sengaja saya membuka helmnya dan saya lihat, pelakunya Ferry yang juga warga Jalan Gaharu,” kata Rini saat melakukan visum di ruang IGD RSU Pirngadi Medan, Sabtu (10/12).

Rini menuturkan, saat itu dia baru saja keluar dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Begitu sampai di depan gang, tiba-tiba datang seorang pria dengan mengendarai sepeda motor dari arah belakang dan langsung merampas tas miliknya.

Tak ingin kehilangan tasnya, Rini berusaha menarik tas itu. Aksi tarik menarik pun terjadi. Nah, saat itulah tanpa sengaja Rini membuka helm pria itu. “Saya lihat dengan jelas, dia Ferry warga Jalan Gaharu juga,” katanya lagi.

Karena tarik menarik itu, Rini pun terjatuh dan tas miliknya berhasil dilarikan si penjambret. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Medan Timur. Oleh polisi saya disuruh membuat visum, makanya saya ke rumah sakit ini,” ujarnya.(jon)

9 Saksi Diperiksa, Identitas Masih Kabur

Mayat Terbakar di Thamrin Plaza

MEDAN- Untuk mengungkap motif dan identitas mayat wanita yang terbakar di area parkir lantai IV A Thamrin Plaza, Selasa (6/12) malam lalu, pihak kepolisian telah memeriksa sembilan saksi dan membentuk lima tim. Namun, dari sembilan saksi yang diperiksa, tak satupun yang bisa memberikan keterangan untuk mengungkap tabir kasus ini.
“Saksi yang sudah diperiksa sebanyak sembilang orang. Kesemuanya hanya mengetahui setelah mayat terbakar,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor yang dikonfirmasi Sabtu (10/12), siang.

Kesembilan saksi yang diperiksa yakni petugas keamanan yang jaga saat kejadian, serta petugas pengelola parkir. “Jadi sewaktu kejadian, mereka inilah yang naik ke atas dengan membawa air dan racun api, karena mengira ada kendaraan yang terbakar,” jelas Jonser.

Ditanya tentang adanya indikasi kekerasan pada jenazah wanita malang tersebut sebelum terbakar, Banjarnahor enggan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya pada hasil visum. “Kita tunggulah hasil visumnya, mungkin seminggu lagi,” ujarnya sembari mengatakan, hasil visum bisa diperoleh dua pekan mendatang.

Dia juga mengungkapkan, untuk mengungkap kasus ini sangat sulit. Selain tidak adanya fasilitas CCTV di lokasi kejadian, juga tak ada saksi mata yang sempat melihat korban sebelum tewas. Karenanya, Banjarnahor berharap ada warga yang mencurigai mayat tersebut adalah anggota keluarganya. “Petunjuknya sangat minim. Makanya kita sangat berharap bila ada warga yang mencurigai mayat sebagai anggota keluarganya, segera melaporkan. Itu bisa membantu penyelidikan kasus ini,” timpalnya.

Disebutkannya lagi, selain berkulit putih dan memiliki tinggi sekitar 160 cm, wanita muda yang diperkirakan berusia 18 tahunan ini memiliki ciri pada gigi depan atas sompel, serta gigi samping kiri bawah yang ompong.

Banjarnahor juga menjelaskan, untuk pengungkapan kasus ini, pihaknya sudah membentuk dua tim dan Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) Satuan Reskrim Polresta Medan membentuk tiga tim. (gus)

Pemko Ambil Alih Pasar Petisah

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengambil alih pengelolaan pasar Petisah Medan yang masih dikelola pihak swasta. Selain itu, sejumlah pasar di Kota Medan juga akan dilakukan pembenahan atau revitalisasi pasar, sehingga pasar akan lebih nyaman untuk dikunjungi.

“Tahun depan seluruh pengelolaan pasar akan kita lakukan sendiri, seperti Pasar Petisah yang masih ada dikelola pihak swasta, nanti seluruhnya akan di kelola Pemko Medan,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap di sela-sela penyelenggaraan Medan-Ichikawa Japan Day, kemarin.

Dikatakannya, ke depan pasar juga harus lebih nyaman. Seperti Pasar Ikan Lama, tidak akan direlokasi, melainkan akan dibenahi sehingga lebih nyaman.

“Pasar Ikan Lama akan kita benahi dan kita beri kipas angin, pasar-pasar di Medan harus ada kipas anginya, sehingga pengunjung bisa lebih nyaman berbelanja,” ujarnya.

Sementara, Rahudman juga memastikan, di Bulan Desember ini, Pemko Medan akan melantik Dirut BUMD, salah satunya untuk Dirut PD Pasar.

“Sekarang tinggal menunggu waktu melantiknya saja. Hal ini kita lakukan karena merekalah nanti yang akan mengembangkan perusahaan daerah di tahun depan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, setelah dirinya melantik Dirut BUMD yang baru, maka masing-masing Dirut harus mampu mengelola Perusahaan Daerah (PD) dengan baik, artinya PD di jajaran Pemko Medan ke depan harus mempunyai progress yang baik.

“Kita inginkan setelah mereka bekerja, dia harus mampu melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan perusahaan daerah yang dipimpinnya. Seperti Dirut Pembangunan nantinya dia harus dapat menggandeng pihak ketiga agar bisa berkontribusi untuk mengelola rusunawa, mengelola kolam renang yang di Jalan Sutomo,” jelas Rahudman.

Begitu juga dengan Dirut PD Pasar, harus cepat dapat melakukan revitalisasi pasar termasuk Dirut PD RPH, kata Rahudman dia harus mampu memaksimalkan Rumah potong Hewan.

“Selama ini RPH hanya memotong 10 ekor lembu setiap hari, ini terjadi karena adanya RPH liar, makanya ini harus ditertibkan dan RPH harus dimaksimalkan,” terangnya.

Untuk itulah, kata Rahudman pihaknya mengganti Dirut yang lama. “Makanya pada Perusahaan daerah ini harus ada penyegaran, dan jangan yang sudah pension yang ditempatkan menjadi Dirut, seperti PD pasar setelah direksinya kita pecat baru bagus sekarang pasar-pasar itu,” tegas Rahudman. (adl)

Kasus Pembunuh Pegawai BRI Syariah Sengaja Dialihkan

MEDAN- Kasus perzinahan Brigadir Erwin Panjaitan dengan seorang wanita di ruang tahanan Mapoleresta Medan dinilai hanya untuk mengalihkan isu kasus pembunuhan dan perampokan pegawai BRI Syariah Sri Wahyuni Simangunsong (26), dimana Brigadir Erwin Panjaitan sebagai tersangkanya. Pernyataan tersebut dikatakan kuasa hukum keluarga almarhumah Wahyuni Simangunsong, Mahmud Irsad Lubis SH kepada wartawan di kantornya, Jalan Bilal Ujung Medan, Minggu (11/12).

“Dengan adanya berita perzinahan itu, berita pembunuhan Wahyuni Simangunsong dan penempatan pasal yang tidak tepat oleh penyidik, maka berita itu seolah-olah tertutupi. Untuk itu, kami minta pada jaksa dan hakim untuk melakukan penegakan hukum berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku demi terciptanya kepastian hukum dan keadilan di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Menurut Mahmud, penetapan Pasal 365 (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang mengakibatkan matinya orang, dan Pasal 339 KUHP tentang makar mati dan tertangkap tangan akan melindungi dirinya atau kawan-kawannya dari hukuman.

Lebih lanjut dikatakan Mahmud, atas pengenaan pasal tindak pidana itu, ia sangat keberatan sebab seharusnya terdapat, pengenaan pasal pembunuhan berencana. “Seharusnya tersangka Brigadir Erwin Panjaitan dikenakan Pasal 340 KUHP oleh penyidik. Karena pelaku bukan khusus melakukan pencurian dengan kekerasan, karena harta berharga milik korban almarhumah Wahyuni Simangungsong berupa mobil Kijang Innova ditinggalkan tersangka,” tegas Irsad. (rud)

Pemalsu BPKB DPO

MEDAN- Polresta Medan keluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada SH alias  Rudy Popay, warga Jalan HM Yamin Medan, tersangka pemalsu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dump truk. Dikeluarkan DPO kepada tersangka pemalsu BPKB karena  SH alias Rudi Popay, melarikan diri saat polisi melakukan penggerebekan di  tempat persembunyiannya di Permata Mobil dan Nusantara Mobil di Jalan Nibung Raya serta di Platinum Salon di Jalan Iskandar Muda serta di toko roti Popeye Jalan Serdang, ketika tempat usahanya di geledah polisi, beberapa waktu lalu.

Dalam penggerebekan tersebut, Polisi hanya menemukan barang bukti duplikat BPKB truk BK 9481 CK dan surat lainnya yang dipalsukan beserta tandatangan yang juga palsu. Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga yang dikonfirmasi, Sabtu (10/12) malam membenarkan DPO sudah dikeluarkan Polresta Medan, Jumat (9/10) dan mulai hari ini disebarkan ke seluruh jajaran Polsek.

“Selain itu, DPO juga dikirim ke Mabes Polri untuk disebarkan ke seluruh jajaran Polda dan diharapkan kepada warga masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka dan memberitahukan kepada polisi terdekat,” kata Tagam Sinaga.
Modus tersangka lanjutnya, dengan cara membuat iklan tercecer seolah-olah BPKB itu hilang. Setelah itu tersangka mengurus duplikat BPKB, BK 9481 LK atas nama Parman ke Samsat, serta memalsukan. “Ternyata BPKB yang asli dengan nomor polisi yang sama ada sama orang lain yang kemudian membuat pengaduan ke polisi,” jelasnya.(gus)

Lebih 5.000 Remaja Medan Ikuti Seleksi Indonesia Idol

Vokalis Band Lokal Pun Coba Keberuntungan

Ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol kembali digelar di kota Medan. Lebih dari 5000 peserta yang merupakan remaja kota Medan mengikuti audisi terbuka yang digelar di gedung serba guna Unimed (10/12) kemarin.

JULI RAMADHANI RAMBE-Medan

SEJAK pukul 09.00 hingga pukul 15.00 Wib, antrian panjang di gedung serba guna unimed ini masih terlihat. Syukur, udara kota Medan tidak terlalu terik, sehingga para peserta tetap semangat untuk mengikuti audisi. “Syukur lah tidak terlalu terik, kalau nggak, tidak terbayangkan dengan antrian sepanjang ini,” ujar salah satu peserta, Angie. Peserta yang hadir dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai, mahasiswa, anak sekolahan, dan pengangguran yang mencoba keberuntungannya lewat audisi umum ini Untuk panjang antrian, diperkirakan hampir 1 km, dengan tahapan untuk mencapai titik tertentu.

Ada sekitar 4 titik yang disediakan panitia, sebelum akhirnya mencapai lokasi regestrasi. Setelah regestrasi, peserta akan dikumpulkan ke ruangan holding. Disini, peserta akan mengisi formulir, mulai dari identitas diri, tujuan mengikuti audisi dan lagu yang akan dibawakan untuk penjurian. Dari ruang holding, secara bergantian, peserta akan masuk ke ruang penjurian yang terdiri dari juri lokal (lokal). Dan bila beruntung, peserta akan direkam secara visual (video) untuk dapat bertemu dengan juri Indonesia Idol (Anang dan Nina Tamam). Beruntung dalam tahap ini, peserta akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani berbagai babak selanjutnya, sebelum akhirnya masuk ke babak 12 besar.

“Banyak rangkaian proses yang kita jalankan, karena kita tidak sembarangan untuk mencari idola,” ujar Trista Efendi selaku Communication Officer Marcomm Dept RCTI. Dijelaskannya, tidak dapat dipastikan berapa banyak yang akan ikut ke Jakarta, “tergantung penilaian juri, bila berkualitas, pasti diajak,” ujar Trista. Kriteria untuk penjurian selain memiliki suara bagus, peserta juga harus prilaku dan personality yang bagus.

Karena menjadi idola, akan menjadi pusat perhatian dan panutan masyarakat. Sebelum melakukan tes terbuka, sebelumnya, panitia terlebih dahulu melakukan seleksi di berbagai tempat. Seperti di sekolahan, les musik, dan pusat jajanan, terminal, stasiun dan lainnya. “Ini untuk mempermudah peserta, untuk mengikuti seleksi,” tambah Trista. Selama masa penjurian, peserta juga diberikan berbagai kegiatan menarik. Dimana peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan bakatnya.

“Ini agar peserta tidak bosan dalam penantian penjurian, juga agar para peserta tetap semangat,” ungkap Trista. Untuk kota Medan, acara pencarian bakat ini akan berlangsung selama 2 hari (10-11 Desember) ditempat yang sama. Jadi masih terbuka kesempatan bagi yang memiliki bakat bernyanyi untuk mencoba peruntungan di Indonesia Idol. Di antara ribuan peserta, terlihat seorang wanita tinggi semampai mengenakan pakaian kasual yang modis jeans belel dan kaus hitam. Dialah Lisa Sharon, vokalis Band Famous. Bermodal pengalaman bersama band lokal tersebut gadis berwajah blasteran berusia 19 tahun ini mencoba peruntungan di audisi Indonesia Idol. “Ini pertama kalinya saya mengikuti audisi Indonesian Idol, sebelumnya untuk berbagai audisi diberbagai kota suah pernah,” ungkap alumnus SMA Swasta S Parman Medan. Dirinya menyakini bahwa dirinya memiliki bakat nenyanyi dan entertiament.

Karena dirinya sudah dididik sebagai vokalis dalam sebuah band. Hal inilah yang mendorong dirinya untuk mengikuti audisi yang telah menjadikan Rini, Ihsan menjadi idola di Indonesia. “Mereka wakil Medan, yang menjadi idola karena mengikuti ajang ini. Karena itu semangat untuk ikut serta sangat besar,” ungkap Lisa yang tinggal di jalan Sutrisno. Selain untuk menambah penghasilan, menurutnya menjadi peserta II (Indonesian Idol) akan membuka kesempatan ke dunia seni lainnya.

Seperti bintang iklan, film, sinetron atau lainnya. Dan dengan wajah indo nya, nantinya dirinya berharap akan mendapat kesempatan tersebut. “Tidak menang, tapi sudah masuk TV, akan membuka kesempatan untuk terjun ke dunia seni lainnya. Jadi nambah penghasilan,” tambahnya. Walaupun capek karena harus mengantri panjang, tetapi hal tersebut bukan masalah baginya. Karena menurutnya, sebuah perjuangan akan memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan.

“Biar capek, tapi kalau sudah mendapat hasil, capeknya juga akan hilang,” ungkapnya. Gadis blasteran Australia ini merasakan gajinya di band kurang menjanjikan. Karena tidak ada pendapatan yang pasti. “Kalau dikontrak selama 3 bulan, kita berpenghasilan selama 3 bulan itu, tapi kalau tidak, ya tidak ada penghasilan,” tambahnya. Karena itu, niat untuk mengikuti audisi ini sangat besar untuk mencapai cita-citanya. Niat awalnya, saat bertemu dengan juri, Lisa akan mencoba menyanyikan lagu Lady Gaga “You and I”.

Karena video klip dan alur lagu sangat cocok dengan kisahnya. Selain itu, lagu western ini akan mempermudah dirinya dalam pengucapan. “Lagu ini sangat cocok dengan aku, yang ingin terkenal, padahl sudah masuk di band. Lagu barat juga cocok dengan pengucapan aku,” tambahnya. Tetapi, akhirnya niat untuk menyayikan lagu berbahasa Inggris pun tidak jadi dilakukan. Karena ditakutkan tidak masuk kriteria juri. “Tapi lihat nanti ya, takut tidak diterima juri,” ungkapnya. (*)

Ditangkap di Thailand, Nunun Pura-pura Sakit Lupa

JAKARTA-Pelarian buron Nunun Nurbaeti harus berakhir di Bangkok. Aparat kepolisian Thailand menangkap tersangka kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) itu di sebuah rumah kontrakan di Distrik Saphan Sung, kota yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Bangkok, Rabu (7/12). Proses penangkapan terbilang mudah. Nunun tidak melakukan perlawanan, meski selama buron selalu mendapat penjagaan dari pengawalnya.

Begitu ditangkap, polisi langsung memeriksa apakah perempuan tersebut adalah buronan interpol dari Indonesia. Setelah yakin yang ditangkap adalah Nunun, polisi Thailand lantas melaporkannya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok. Selanjutnya, Dubes RI untuk Thailand, M. Hatta, mengabarkan informasi penangkapan Nunun ke pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Kamis (8/12) sore Ketua KPK Busyro Muqoddas dan pimpinan lain pun menggelar rapat pimpinan untuk menindaklanjuti proses pemulangan Nunun.

Keputusannya, KPK menerjunkan tim penyidik menjemput istri mantan Wakapolri yang kini anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun tersebut. “Begitu mendengar kabar tersebut, kami langsung berangkat (ke Thailand) Kamis malam itu juga. Dan tim kedua berangkat Jumat pagi,” kata Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah yang menjadi ketua tim penjemput dalam jumpa pers tadi malam (10/12). Saat ditangkap, Nunun tidak terlihat sedang mengalami sakit lupa alias amnesia. Dia juga sempat mengenali bahwa salah satu tim yang dikirim KPK adalah Chandra. Meski demikian saat ditanya wartawan soal kondisi Nunun saat ditangkap, Chandra enggan menjawab. “Buat KPK, (kondisi Nunun saat ditangkap) itu tidak perlu dijawab. Yang penting, dia sudah tertangkap,” kata Chandra.

Dari informasi yang dikumpulkan, sesampai di Bangkok, tim penjemput KPK tidak langsung menerima penyerahan Nunun. Chandra dan penyidik berdiskusi dengan dengan polisi Thailand untuk mencocokkan apakah benar yang ditangkap itu Nunun.

Meski sudah yakin bahwa perempuan itu Nunun, KPK tidak menemuinya. Dia tetap berada di di bawah pengawasan polisi Thailand. Saat itu KPK terus berkoordinasi denganataseimigrasidiBangkok untuk memilih cara bagaimana Nunun dipulangkan ke Indonesia. Sebab, paspor Nunun sendiri sudah dicabut Ditjen Imigrasi pada 26 Mei 2011. Akhirnya caranya adalah dengan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) yang bisa digunakan sebagai pengganti paspor.

Tim KPK akhirnya bisa bertatap muka langsung dengan Nunun Jumat siang pukul 13.30. Saat itu, sesuai dengan kesepakatan, Nunun dibawa polisi Thailand ke pesawat Garuda bernomor penerbangan GA 867 yang terbang ke Jakarta pukul 14.00 waktu setempat. “Itu adalah waktu kami bertemu Nunun pertama kali. Dia menyapa saya. Itu artinya dia tidak lupa,” kata Chandra. Nunun kabur ke luar negeri dengan beralasan memeriksakan kesehatan ke Singapura karena menderita amnesia atau penyakit lupa.

Di area internasional di pesawat Garuda, polisi Thailand menyerahkan Nunun kepada KPK. Chandra pun mengajukan surat perintah penangkapan kepada Nunun. Nah, saat itulah terungkap bahwa Nunun tidak mengalami sakit lupa ingatan seperti yang diisukan para pihak pembela Nunun. Sebab, saat disodorkan surat penangkapan itu, Nunun membaca dan langsung membubuhkan tanda tangan. “Kami tidak mau memastikan apakah dia sakit atau tidak. Tapi, faktanya dia menandatangani surat itu,” katanya. Dalam penerbangan Bangkok- Jakarta, Nunun pun tampak dalam keadaan sehat. Dia juga tidak banyak permintaan dan hanya menuruti semua apa yang perlu dilakukannya. Nunun juga tidak mengajukan permintaanpermintaan yang menyulitkan.

Tapi, kata Chandra, untuk memastikan KPK akan langsung memeriksa kesehatan Nunun oleh dokter KPK. Begitu menangkap buronannya, KPK langsung menggeledah barang-barang bawaan milik Nunun. Di sana, KPK menemukan paspor asli milik Nunun. Nunun juga hanya membawa koper satu buah dan sebuah tas tangan. “Kami belum menggeledah apa saja isi tas tersebut,” katanya. Chandra juga belum bisa memastikan apakah paspor itu digunakan Nunun meski sudah dicabut dari pihak imigrasi. Karena itu KPK akan tetap mendalaminya. Yang jelas, KPK menegaskan bahwa paspor yang dibawa Nunun adalah paspor asli yang sudah dicekal imigrasi. Di samping itu Chandra mengakui bahwa banyak bukti perjalanan ke beberapa negara di paspor itu. Setelah melengkapi dokumendokumen penangkapan, pesawat tersebut langsung terbang ke Jakarta. Menurut Chandra, kepulangannya menggunakan penerbangan biasa dan mengikuti jadwal penerbangan reguler biasa.

Pesawat Nunun tiba di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang sekitar pukul 17.45. Dia langsung dibawa dengan kendaraan yang sudah standby di bandara di jalur khusus. Menggunakan mobil milik KPK, Nunun langsung digiring ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Puluhan polisi berjaga-jaga mengamanklan kedatangan Nunun. Ternyata benar, terjadi kericuhan kecil saat Nunun diturunkan dari mobil dengan beberapa awak media. Dia hanya bisa tertunduk sambil dilindungi oleh penyidik perempuan KPK. (kuh/ agm/jpnn)

Gaun Natal Mini Dress, Lebih Simple Tapi Elegan

Perayaan Natal tahun ini tinggal beberapa pekan lagi. Bagi umat Kristiani, kelahiran Yesus Kristus ini tentu saja akan disambut dengan berbagai persiapan. Mulai dari menghias rumah dengan pohon Natal serta pernak perniknya hingga tak lupa mempersiapkan model baju Natal nantinya.

TAPI, seperti apa ya trend busana Natal dan tahun baru kali ini? Seperti kita ketahui, beberapa pusat perbelanjaan maupun butik telah mengeluarkan produk fashion Natal dan Tahun Baru. Sepeti gaun, sepatu dan aksesoris lainnya yang sesuai edisi Natal. Dari amatan wartawan koran ini, khususnya untuk fashion Natal wanita, kebanyakan menghadirkan gaun untuk pesta Natal dengan warna cerah, bermotif ramai tapi simpel. Tapi, ada yang berbeda di trend fashion Natal wanita kali ini. Beberapa gerai fashion menawarkan mini dress untuk pesta Natal dibanding gaun panjang. Ini merupakan sebuah trend terbaru fashion Natal bagi wanita.

“Ini sebuah trend baru dimana wanita sekarang lebih memilih simpel dalam gaun pesta Natalnya. Sebab, mengenakan gaun panjang tentu saja lebih ribet, makanya muncul mini dress,” ujar Pimpinan Accent (gerai fashion), Jaya. Seperti di gerai Accent, produsen pakaian wanita ini mengeluarkan beberapa gaun edisi Natal. Salah satu gaun yang ditawarkan adalah gaun pendek, panjangnya mencapai lutut atau mini dress. Bukan hanya itu, potongan gaunnya sederhana, tetapi menimbulkan kesan elegan dan mengikuti lekuk tubuh. “Untuk gaun Natal tahun ini lebih simpel supaya lebih mudah dan leluasa pemakainya,” ujar Jaya.

Menurutnya, gaun panjang dengan dilengkapi aksesoris, sudah mulai ditinggalkan oleh para feminiesme. Ini karena wanita sekarang tak mau tampil norak karena terlalu banyak aksesoris di gaun. “Trend sekarang itu dengan fashion Natal yang simpel,” tambah Jaya. Faktanya, dari amatan koran ini, gaun mini dress wanita yang akan dipakai untuk perayaan Natal mulai bermunculan di gerai-gerai fashion. Mulai dari beberapa butik di Sun Plaza, di plaza Matahari dan beberapa gerai fashion lainnya di Kota Medan.

Sementara itu, Pengamat Mode dari Andika Production, Richo mengatakan, bukan hanya potongan busananya saja, kesan mewah juga bisa didapat melalui warna gaun mini dress. Warna yang memberikan kesan elegan biasanya yang berwarna gelap, atau cenderung dikatakan sebagai warna tua.

“Misalnya, warna hitam, abu-abu, dan coklat. Warna ini, selain mudah untuk dipadu padankan, juga sangat masuk ke usia berapa saja. Warna ini biasa disebut warna tua, tetapi cocok dimana saja dan untuk siapa saja, karena warnanya yang memberikan kesan elegan,” ujar Richo. Nah, untuk trend mini dress busana Natal wanita, dengan potongan sederhana, garis tegas sesuai bentuk tubuh wanita membuat mini dress tak repot dipakai.

“Untuk mempertajam kesan elegan yang diberikan, bahan gaun juga sangat penting untuk diperhatikan,” tambahnya. Menurutnya, bahan yang biasanya memberikan kesan mewah adalah Sifon, polyster, katun dan lainnya. Hanya saja, kekurangan dari sebagian bahan ini tidak menyerap keringat (sifon), sehingga bagi wanita aktif harus berhatihati menggunakannya. “Pada umumnya, gaun lebih banyak terbuat dari bahan sifon dan polyster, karena menimbulkan kesan mewah yang diberikannya,” pungkasnya.

Pilihan Gaya Wanita yang Simpel

BAGI para perempuan yang berencana membeli atau membuatkan busana Natal, jangan lupa mempertimbangkan postur tubuh Anda. Tujuannya apalagi, kalau bukan agar potongan gaun terlihat pas pada tubuh. Agar tak salah memilih busana Natal dan Tahun Baru, berikut beberapa tips memilih gaun Natal : Tubuh Lebar Pilihlah dress yang tidak kedodoran.

Bahan dress Anda ibaratkan seperti kulit kedua. Walaupun ukuran badan lebar tapi lekuk tubuh harus tetap terlihat. Pilih gaun yang berbahan sifon, sutra atau taffeta tipis. Busana sebaiknya berukuran pas di lutut, karena semakin panjang ke bawah, maka akan semakin menambah kesan lebar. Sebaliknya jika berukuran di atas lutut, akan terlihat sedikit vulgar dengan bagian paha yang terbuka. Usahakan garis leher dress Anda memperlihatkan tulang belikat.

Dengan kata lain, hindari memakai dress dengan leher kura-kura (turtle neck) atau kerah tertutup, karena akan memberi kesan mencekik. Tubuh Kecil Pilih mini dress yang panjangnya di atas lutut.

Pilih mode leher V atau kotak yang agak rendah, kira-kira sampai di bawah lengan. Untuk potongan pinggang, sebaiknya pilih empire cut atau potongan di bawah dada. Maksudnya, agar memberi ilusi jenjang pada bagian tubuh bawah. Jika ingin memadukan dress dengan celana, pilihlah celana berpotongan pipa sehingga kaki terlihat jenjang. Coret rencana memakai gaun panjang hingga pergelangan kaki, karena hal itu akan membuat Anda tenggelam. Untuk potongan lengan, bisa apa saja, tergantung selera fesyen.

Tubuh Ramping Anda bisa mengenakan hampir semua jenis dress. Mulai dari yang mini hingga maxi dan berbagai jenis bahan. Tambahkan busana Anda dengan berbagai aksesori, baik perhiasan, ikat pinggang maupun clutch agar terlihat berbeda di hari istimewa ini. Namun saat beribadah ke gereja, sebaiknya kenakan dress yang tak terlalu terbuka sehingga tak terlihat mencolok, santun tapi chic. Kalau Anda melirik floral dress, pastikan masih ada warna-warna merah, hijau atau putih di dalamnya. (juli)

Politisi Main di 5 Area Rawan Korupsi

JAKARTA-Lagi-lagi citra miring ditempelkan ke para politisi. Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, blak-blakan menyebut para politisi sebagai pemain utama tindak korupsi. Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyebut ada lima area yang rawan korupsi. Dan kelima-limanya, politisi mengambil peran penting.

Lima area rawan korupsi menurut Ota, panggilan akrabnya, adalah, pertama area pengambilan keputusan politik (political corruption), seperti di DPR atau pun DPRD. “Dengan kewenangan-kewenangan besar sebagai pembuat kebijakan, wilayah ini rawan korupsi,” ujar Ota, dalam diskusi bertema Koruptor Makin Kesohor di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (10/12). Kedua, area penegakan hukum.

Ketiga, pengadaan barang dan jasa. Di area ini, politisi mengambil peran intervensi ke birokrasi dan menjadi beking pengusaha atau kontraktor. Keempat, pelayanan publik, seperti pembuatan KTP, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Kelima, di area pengurusan perizinan, utamanya proses izin pengelolaan sumber daya alam. “Saya lihat, pemain penting di lima wilayah rawan korupsi itu adalah politisi. Jadi kalau ingin bersih, politisi harus bersih dulu,” cetus Ota.

Dia memberi contoh, dalam hal penegakan hukum, jika politisi bersih, maka cukup DPR memanggil jaksa, polisi, dan aparat hukum lain. “Misal DPR memberi deadline tiga bulan harus ada perubahan, maka mereka akan takut,” ujarnya. Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Sebastian Salang, membenarkan pernyataan Ota. Untuk area politik misalnya, DPR punya kewenangan besar dalam hal anggaran, hingga pembahasan tingkat satuan tiga. Para politisi di dewan, lanjut pengamat parlemen ini, punya kewenangan kemana alokasi anggaran akan disalurkan, serta menentukan proyek apa untuk disalurkan di daerah mana.

“Dan siapa yang mengerjakannya. Ini yang membuat korupsi berjamaah oleh para politisi,” cetus pria asal NTT itu. Menurutnya, bukan hal gampang membuat para politisi bisa bersih. Pasalnya, semua aturan dibuat oleh orang-orang parpol. “Menteri- menteri sebagian besar juga orang politik. Penegak hukum juga dipilih orang parpol,” ujar Sebastian. “Republik kita memang republik yang sudah dikepung oleh mafia korupsi,” imbuhnya. (sam)

Gerhana Bulan Total, Takbir Berkumandang

MEDAN-Tadi malam, Sabtu (10/12), umat manusia kembali menyaksikan keajaiban alam berupa gerhana bulan. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gerhana bulan total berlangsung selama 51 menit 8 detik antara 21:06 hingga 21:57 WIB. Siaran pers BMKG menyebutkan tahun ini sebenarnya terjadi enam kali gerhana bulan, yaitu 4 Januari, 1 Juni, 16 Juni, 1 Juli, 25 November dan 10 Desember.

Fenomena gerhana bulan itu tidak sepenuhnya bisa dilihat di wilayah Indonesia, karena hanya 2 gerhana bulan yang melintasi wilayah Tanah Air, yaitu gerhana bulan 16 Juni dan 10 Desember.

Gerhana bulan terjadi akibat Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu posisi garis berurutan. Sementara posisi bulan kebiasaannya tidak berada pada garis benar sejajar berurutan dengan Bumi serta Matahari. Kondisi demikian dapat terjadi gerhana Bulan total ataupun gerhana Bulan separuh seperti pada Juni 2011 lalu dengan kurun waktu berbeda. Menyikapi gerhana bulan total ini, takbir berkumandang di sejumlah tempat.

Seperti yang disuarakan sedikitnya 150 jamaah di lingkungan kelurahan Simpang Selayang melaksanakan salat sunnat gerhana bulan. Salat dilaksanakan di Masjid Hajjah Khairuna Fauzi Kompleks Kejaksaan Jalan Zedri Putra Kelurahan Simpang Selayang kecamatan Medan Tuntungan, dari pukul 20.00 WIB sampai 21-00 WIB. Pelaksanaan ibadah salat sunnat gerhana bulan yang di imami langsung Ustad Sudirman dengan dua rakaat dan empat rukuk itu berjalan lancar dan tertib tanpa hambatan. “Sebenarnya hukum melaksanakan ibadah salat gerhana bulan adalah Sunnat.

Artinya, alangkah lebih baik dikerjakan dan tidak dikerjakan tidak ada apa-apa. Soalnya, ini suatu penomena alam dari keagungan sang pencipta Allah SWT,” bilang Muhammad Nuh Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara, tadi malam. Kegunaan dari melaksanakan salat gerhana bulan hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT selaku hambanya dengan beribadah dan berdzikir. (omi)