26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14173

Densus 88 Beroperasi di Aceh

SATUAN elit Detasemen Khusus 88 Mabes Polri bergerak ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Namun, kali ini , korps burung hantu itu tidak sedang mengejar teroris. Mereka membantu mengamankan suasana Aceh menjelang Pilkada bulan depan. “Tugasnya diperbantukan untuk menciptakan suasana kondusif,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Saud Usman Nasution. Tidak dijelaskan berapa jumlah personel Densus 88 yang dikirim. “Total yang diperbantukan 780 terdiri dari berbagai satuan,” jelasnya.

Posisi Densus tidak akan menjaga tempat pemungutan suara.

Melainkan standby di titik-titik operasi yang akan ditentukan kemudian. “Pengamanan tps nanti dari Polda Aceh,” katanya.

Walaupun banyak terjadi penembakan di Aceh, Polri tetap optimistis pilkada bulan depan berjalan lancar. “Kalau dari pertimbangankeamanantidakadamasalah,” ujar mantan Kadensus 88 Polri ini.

Menurut Saud, untuk mengatasi keadaan di Aceh, diperlukan partisipasi semua pihak, dan bukan hanya bersandar pada kepolisian belaka. “Kita butuh partisipasi dari semua pihak, masyarakat tolong bantu kami untuk memberi informasi, termasuk aparat intelijen, samasama melaksanakan pemantauan, semoga bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Secara terpisah, Koordinator Kontras (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan) Haris Azhar menilai kehadiran Densus 88 di Aceh justru patut dipertanyakan. “Mengapa Densus yang tugas pokoknya menangkap teroris – Ini bisa menimbulkan trauma,” katanya.

Aktivis lulusan Universitas Essex, Inggris ini yakin bahwa serangkaian penembakan di Aceh sudah diskenario oleh sebuah kepentingan politik. “Ini yang selama ini tak pernah diakui pemerintah, seolah-olah Aceh aman padahal faktanya situasi sangat mengkhawatirkan,” kata Haris usai pulang dari Banda Aceh ini. (rdl/jpnn)

Ada Misi Dendam saat Memesan Senjata dan Sabu

Seputar Penangkapan Dua Pemilik Senpi Ilegal dari Aceh

DUA pembawa senjata api (senpi) tanpa ijin dari Aceh, Syaiful Amri (39) dan Wahyudi (33) masih ditahan di rumah tahanan Direktorat Reskrimum Polda Sumut. Fakta lain terkuak dari pemeriksaan, ternyata keduanya bukan hanya ingin mengawal transaksi sabu-sabu.

Veteran rampok Malaysia itu juga teryata ingin mengawal transaksi senjata api laras pendek yang diperoleh dari Mahmud (nama samaran/DPO). “Oh bukan cuma sabu, mereka juga rencananya akan mengawal transaksi senjata api di Belawan,” ujar Kasubdit I Keamanan Negara (Kamneg), AKBP Herry Sulesmono, Sabtu (14/1) siang.

Kepada penyidik, Syahrial mengaku pada 5 Januari 2012 lalu ia bertemu dengan Mahmud di Dusun Bahagia, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Saat itu Syarial yang memilikidendamlamadenganMahmudbertanya soal bisnis yang sedang dijalankan Mahmud.

Saat Mahmud mengaku sebagai pemasok senjata dan narkoba, di benak Syahrial langsung terpikir untuk balas dendam.

Syahrial pun mengatur siasat untuk menjebak Mahmud. “Katanya mereka punya dendam lama,” ujar Herry.

Syahrial pun memesan 10 pucuk senjata api dan 10 kg sabu-sabu kepada Mahmud. Tak curiga, Mahmud langsung mengamini permintaan Syahrial dan Wahyudi.

Namun, untuk membentengi diri Syahrial meminta senjata api yang ada pada Mahmud untuk dibawanya. Sambil mengingatkan untuk bertemu di Belawan, Mahmud pun pergi meninggalkan Syarial. “Ya itu lah katanya, Syahrial dan Mahmud ini pernah merampok di Malaysia.

Mahmudnya lolos sedangkkan Syahrial menjalani hukuman, makanya dia (Syahrial dendam sampai sekarang),” tegas Herry.

Ditanya apakah tidak melakukan pemeriksaan terhadap Syamsul Rizal Fahlevi alias Pak Tua (54) yang pernah memberi kesaksian mengetahui soal senpi yang dibawa keduanya? Herry mengaku dari hasil penyelidikan, Pak Tua tak ada kaitannya dengan kasus ini.

“Ah nggak ada kaitannya mas, suka-sukanya lah mau ngomong apa. Katanya LSM nya mau menumpas kejahatan, ya mungkin saja,” cetus Herry sambil tertawa kecil.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Hamba Laaeh, Syamsul Rizal Fahlevi alias Pak Tua sebelumnya mengatakan aksi kriminal keduanya berkaitan dengan misi LSM yang dipimpinya. Diakuinya, keduanya mengemban misi untuk membongkar seluruh jaringan narkoba dan senjata api di Indonesia. “Untuk kasus ini saya di panggil Polda NAD, saya akan berkordinasi dulu dengan mereka disana. Selanjutnya nanti saya kabari,” singkat Pak Tua saat dihubungi via telepon Sabtu (14/1) malam.

Sekedar mengingatkan , Minggu (8/1) lalu petugas Polres Langkat menangkap tiga orang warga Aceh membawa senpi tanpa ijin saat sedang melakukan operasi di Pasar IV, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Ketiganya yakni, Wahyudi (33) warga Dusun Setia Desa Labuhan Keud, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, pemilik Senpi FN Tanfoglio buatan Italia No AB 20861 Cal 9×19 MM. (ala/smg)

Jaga Rivalitas

BARCELONA VS REAL BETIS

BARCELONA-Barcelona memang tertinggal dari pemuncak klasemen sementara La Liga Real Madrid. Kendati demikian, gelandang Javier Mascherano menegaskan Barca belum lempar handuk dalam perburuan gelar juara La Liga musim ini.

Ya, Tim Katalan memang sedang tertinggal sekira lima poin.

Kondisi ini memang sedikit membuat k u b u juara bertahan La Liga sedikit tertekan. Meski begitu, Mascherano mengatakan jangan meremehkan kekuatan timnya.

Oleh sebab itu, Mascherano sangat berharap Madrid kehilangan banyak poin sebelum kompetisi La Liga berakhir, sehingga skuad besutan Pep Guardiola ini bisa kembali naik ke puncak klasemen La Liga.

“Maksud saya adalah kami memang tidak skua perbedaan lima poin.

Tapi, pada saat yang bersamaan, masih ada 63 poin yang harus dikejar,” kata Mascherano menanggapi ketinggalan Barca saat ini.

“Apapun bisa terjadi pada saat itu dan anda selalu menghargai rival yang ada di depan anda. Kami harus menghormati mereka, seperti mereka menghormati kami,” sambung pemain asal Argentina tersebut.

“Dan perlakuan ini sama juga dengan Madrid dan rival mereka. Lawan Madrid memiliki peluang untuk mencuri poin dari mereka, sama seperti kami,” tandas mantan pemain Liverpool itu dilansir Goal, Sabtu (14/1).

Pada pekan ini Barcelona akan menjamu Real Betis di Camp Nou. Peluang Blaugranas untuk meraih poin sempurna guna menjaga rivalitas dengan Real Madrid sangat terbuka.

Betapa tidak, dari 50 kali menjamu Real Betis di Nou Camp, tuanr umah menang 38 kali, bermain imbang 7 kali dan hanya 5 kali kalah.

Selain itu, tahun lalu saat kedua tim bermain di ajang Copa del Rey, tuan rumah Barcelona menang dengan skor 5-0.

Artinya, tak tertutup kemungkinan skor besar kembali tercipta pada pertandingan di Nou Camp kali ini. (bbs/jpnn)

Sebelum Wafat, Valia Rahma Minta Pupuk

JAKARTA – Sebelum mengalami kecelakaan, Valia Rahma sempat berkomunikasi dengan ibundanya, Lina yang ingin ke Bali.

“Sama sekali enggak ada firasat. Rabu (4/1) malam jam 10 telepon saya bilang, ‘Ma entar jadi mau ke Bali? Kalau jadi titip pupuk yah’,” kata Lina saat ditemui di kediamannya di Perumahan Komplek DPR, Bintaro Sektor 2, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1).

Saat Valia mengalami kecelakaan dan dirawat, Lina tak henti-hentinya memberikan doa yang terbaik untuk almarhumah. Bahkan, Lina sempat miris ketika melihat anaknya sedang kritis.

“Mama doakan yang terbaik. Mama miris banget lihat kondisi kamu Valia. Otak sudah dioperasi. Jika Tuhan kehendak lain. Mama ikhlas. Mama sayang kamu,” terang Lina sambil meneteskan air mata.

Meski saat ini Valia sudah diambil Tuhan, tapi Lina bersyukur telah merawat di hari terakhirnya. Dan Lina pun bersyukur Valia meninggal pada hari Jumat yang dianggap umat Islam sebagai hari baik.

“Saya bersyukur, masih dikasih kesempatan merawat Valia selama 9 hari. Bersyukur meninggal hari Jumat. Karena itukan baik,” tutupnya.

Sementara itu, suami almarhum Valia Rahma, Aria Suwastika akhirnya buka suara soal kematian istrinya yang meninggal setelah mengalami kecelakaan di kawasan Legian, Bali. “ Saat dibonceng adik aku. Lagijalanmau masuk ke hotel, ada motor dari arah berlawanan, Valia ditabrak,” katanya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

(bbs/jpnn)

Seperti Titanic, Kapal Pesiar Mewah Costa Concordia Tenggelam

4.200 Orang Selamat, Tiga Tewas

ITALIA -Sebuah kapal pesiar mewah Costa Concordia tenggelam di lepas pantai Tuscany, Italia..

Akibatnya, 4.200 orang dievakuasi dengan sekoci ke pulau terdekat. Tiga orang tewas dalam kejadian ini. Laporan dari BBC, Sabtu (14/1) menyatakan jika korban tewas telah mencapai angka enam orang.

Tragedi tenggelamnya kapal ini mirip seperti Titanic. Penjaga pantai Francesco Paolillo mengatakan, saat ini regu penolong tengah melakukan penyelamatan terhadap 50 penumpang yang masih terjebak di kapal itu. Ia mengkhawatirkan jika korban tewas akan bertambah. Kapal itu mengangkut 1.000 penumpang, lebih dari 500 warga Jerman dan sekitar 160 warga Prancis, serta sekitar 1.000 anggota kru.

Salah seorang penumpang mengungkapkan jika kecelakaan itu terjadi saat jam makan malam.

Saat ini, para penumpang yang selamat berlindung di sekolahsekolah, hotel, dan sebuah gereja di pulau kecil Tuscan, sebuah pulau liburan yang populer sekitar 25 kilometer dari Italia.

“Kami sedang makan ketika lampu padam, dan tiba-tiba kami mendengar ledakan dan piring jatuh ke lantai. Ini seperti sebuah adegan dari kapal Titanic,” ungkap Luciano Castro, salah seorang penumpang.

Penjaga pantai Italia menyata menyatakan jika penyebab kecelakaan kapal peseiar itu masih belum diketahui. Kemungkinan besar kapal nahas itu tenggelam setelah menabrak sebuah batu karang besar di perairan Giglio Pihak Costa Concordia melaporkan terjadinya kerusakan elektris serius dua jam setelah berlayar dari pelabuhan. Sedianya, kapal pesiar tersebut akan melaksanakan perjalanan selama tujuh hari dalam pelayaran mediterania, namun dua jam setelah 4.200 orang dievakuasi dan tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Satu orang diantaranya meninggal akibat serangan jantung lantaran tak kuat menahan suhu air yang dingin.”Saat itu kami sedang melaksanakan makan malam seketika dikejutkan dengan suara keras, kemudian saya merasa ada sesuatu yang menabrak kaki,” ujar Luciano Castro, seorang penumpang, sebagaimana dikutip dari Dailymail.

Tak berapa lama, lampu – lampu padam, penumpang mulai panik seiring dengan banyaknya gelas yang berjatuhan dan pecah.

“Seperti adegan dalam film Titanic,” ujar Mara Parmegiani, penumpang lainnya.

Hal yang sama diungkapkan, Christine Hammer. Ia menuturkan bahwa saat itu dirinya baru saja memulai acara makan malamnya.

Seketika ia mendengar banyaknya gelas yang pecah.

Kemudian, para penumpang diperintahkan untuk mengenakan jaket keselamatan dan diperintahkan menuju sekoci yang akan digunakan untuk meninggalkan kapal. Namun, menurut Hammer saat itu, sekoci sudah sulit digapai lantaran posisinya sudah berada di atas, dan sulit diturunkan hingga mencapai permukaan air. Sementara sisi satunya lagi perlahan – lahan terus menerus tenggelam.

Penumpang bisa diselamatkan menggunakan kapal penyelamat lalu mengevakuasi penumpang ke sekolah, hotel serta gereja di pulau kecil, Giglio berjarak 18 mil dari lepas pantai.(bbs/jpnn)

Usai Apel, Pegawai PLN Adu Jotos

SIANTAR-Terbilang langka, dua pegawai PLN Cabang Siantar bertengkar fisik usai menggelar apel pagi. Diduga karena sindiran, Ramses Sihite (50) pejabat Supervisor di perusahaan BUMN itu, menerjang Kaslen Surbakti (42) setelah lari dari jarak 40 meter. Lantas mendaratkan tinju ke wajah dan dada staf Niaga PLN itu. Walau ada tawaran damai dari pimpinanya, Kaslen jurstru memilih mendatangi Polsek Siantar Barat.

Ceritanya, seperti dikutip dalam laporan Kaslen, Sabtu (14/1) mengaku kejadian itu terjadi di lapangan upacara PLN Cabang Siantar, sekitar pukul 7.30.

Wib. Persisnya usai gelar Apel pagi.

Bermula ketika sesama pegawai saling bersalaman dalam momen Tahun Baru.

Beberapa menit setelah keduanya bersalaman, Ramses yang diketahui warga Medan, berlari dari jarak berkisar 40 meter kearah Kaslen lalu menerjang rusuk bagian kirinya hingga warga Jalan Sentul Kelurahan Suka Makmur, Siantar Marihat itu, nyaris tersungkur.

Diyakini belum puas, Ramses kembali mendaratkan pukulannya kewajah Kaslen sampai lima kali secara beruntun.

Aksi itu membuat pegawai lainnya terkejut. Ramses kembali berupaya mendaratkan pukulannya ke arah Kaslen meski sudah dipisah oleh rekanrekan mereka.

Saat kejadian pimpinan cabang PLN Siantar, J.A Aritonang berada di lapangan bersama pejabat PLN lainnya. Seorang pegawai PLN Darwin (33), langsung saja menarik keluar Ramses dari lapangan.

Tawaran perdamaianpun disarankan para rekan-rekan, termasuk membujuk Ramses diminta mendatangi Kaslan untuk meminta maaf.

Kaslan menolak perdamaian itu asal Kaslen mau memaafkan Ramses dengan syarat, kalau dirinya harus berbuat serupa dengan apa yang dibuat Ramses kepadanya. Walau dibujuk, Kaslan tetap tidak bersedia dengan alasan harga dirinya sudah di injak-injak di depan umum, terutama di hadapan pimpinanya.

Namun Kepala cabang PLN Pematangsiantar, J.A Aritonang melalui Kasi Humasnya, James Sirait membantah perdamaian ditolak Kaslan. Karena menurutnya, pegawainya itu hanya meminta waktu untuk pikir-pikir terkait tawaran perdamaian baik dari rekan-rekan sesama profesi, maupun dari Ramses sendiri.

Pihaknya sedikit kaget, ketika Kaslan akhirnya membawa persoalan itu ke jalur hukum dengan melaporkan Ramses atas tuduhan penganiayaan. “ Alangkah baiknya persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar James.

Menyinggung pemicu adu jotos itu, James mengatakan tidak lain karena adanya perasaan tersinggung yang dirasakan Ramses. Sebab saat itu, masih suasana tahun baruan, sesama pegawai saling bersalam-salaman.

Giliran Ramses menjabat tangan Kaslen, terbesit ucapan “salam isi”.

Ucapan itu datang dari Kaslen, bahkan meminta amplop pada Ramses.

Entah mengapa perkataan itu terngiang terus dikepala Ramses sembari berlalu dari hadapan Kasalan. Sadar dirinya di dilecehkan, saat itu juga Ramses putar kepala dan berlari menuju Kaslen yang jaraknya sudah 40 meter. Tanpa diduga, langsung menunjang tepat di bagian rusuk sebelah kiri , sehingga membuat Kaslen nyaris tersungkur.

Ramses menyempatkan memukul wajah Kaslen hingga hidung kawannya itu berdarah. TidakitusajapadawajahKaslen terlihat lembam-lembam.

Dari informasi yang diketahui James, Ramses belakangan ini sedikit menghadapi masalah keuangan dan diketahui pula baru melakukan peminjaman uang.

Tidak diketahui untuk apa, tapi jelasnya pikiran Ramses lagi kalut hingga gampang emosi. Pihaknya memang menyayangkan tindakan Ramses, tapi menyesalkan pula keputusan yang diambil Kaslen yang membawa persoalan itu ke pihak Polisi. “Benar itu haknya, alangkah lebih baik lagi diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” ujarnya, seraya memberitahu kalau Ramses dan Kaslen sama-sama pernah bekerja di PLN Cabang Rantau Parapat. Menurut James, keduanya sudah saling mengenal sejak 15 tahun lalu.

Kapolsek Siantar Barat, AKP Indra Sakti membenarkan laporan Kaslan ke polisi. Begitupun pihaknya menyarankan perdamaian antara pelapor dan terlapor hingga masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Artinya menjadi keringanan di persidangan nantinya.

“Kita sudah terima laporan itu, dan sudah memeriksa saksi korban, dan selanjutnya saksi-saksi yang diajukan korban,” terang Indra.(mag-5/smg)

Xia Aimei, Pembebasan Korban Trafficking

Entah sengaja atau tidak, Xia Aimei diluncurkan ke bursa film nasional sepekan menjelang pergantian tahun Cina.

Mengambil nama pemeran utama yang berbau Tionghoa, film produksi Falcon Pictures ini bakal menjadi tontonan tersendiri di bioskop Indonesia. Dengan menggandeng bintang-bintang seperti Ferry Salim, Olga Lidya, Franda, Samuel Rizal dan mantan brimob Norman Kamaru, film ini menghadirkan tema serius soal nasib korban human trafficking atau perdagangan manusia yang dipekerjakan di klub-klub elit di Jakarta.

WAL cerita berputar dari jeratan utang keluarga yang mem bawa Xia Aimei (Franda), seorang gadis remaja asal desa kecil, Yangshuo Guangxi, Cina terjebak dalam human trafficking.

Ketika ayahnya meninggal, dia menjadi tulang punggung keluarga. Untuk mendapatkan uang, Xia menyetujui tawaran kerja dari pamannya. Ia pun dibawa ke Jakarta, ke sebuah klub eksklusif bernama Le Mansion.

Xia Aimei tak sendiri, dia dibawa ke Jakarta bersama beberapa wanita lain.

Di Le Mansion, Xia bertemu Jack (Ferry Salim) dan Nancy (Olga Lydia), pengelola tempat hiburan malam tersebut. Di sana nama Xia Aimei diubah menjadi Xi Xi. Le Mansion adalah club mewah milik Jack yang dikenal memiliki layanan plus dengan perempuan asal Cina dan Uzbekistan untuk menjadi perempuan penghibur VIP di sana.

Salah satunya adalah Xi Xi.

Suatu malam Xi Xi dipaksa melayani Bos Marun, salah satu kepala gangster di Jakarta. Karena takut Xi Xi panik dan melukai Bos Marun dan ia pun kabur dari Le Mansion. Pada saat itulah Xi Xi bertemu dengan AJ Park (Samuel Rizal). AJ Park adalah seorang cameraman underwater Indonesia mempunyai sedikit keturunan darah Korea yang sudah bekerja selama 5 tahun di Discovery Underworld International (D.U.I). Pada after party sebuah proyek penyelaman, AJ Park, Timun (Gilang Dirgahari) sahabatnya, Kapten Rover, dan Baddi pergi ke Le Mansion.

AJ Park yang merasa tidak nyaman dan risih dengan Le Mansion memutuskan untuk menunggu di luar dan bertemu dengan intel Imigrasi (Norman Kamaru) yang telah lama melakukan penyelidikan terhadap Le Mansion, yang dicurigai melakukan human trafficking. Saat Xi Xi kabur, suasana pun menjadi kacau dan Timun tidak sengaja meninggalkan data penting pekerjaan mereka di bar Le Mansion. Mereka pun kembali untuk mengambil data yang tertinggal. Pada saat itulah AJ Park menemukan Xi Xi yang bersembunyi di jok belakang mobilnya.

Pertemuan AJ Park dengan Xi Xi itulah yang membawa AJ Park terlibat dalam pelarian Xi XI. AJ Park ingin membantu Xi Xi kabur dari jeratan Le Mansion.

Secara garis besar cerita ini terkesan bagus dan isunya pun menarik. Namun, eksekusi dari sisi gambar, logika ruang, dan akting pemainnya gagal. Sehingga film ini terlihat kacau dan sulit mendapatkan pesan dari film ini.

Detail yang terlihat diabaikan dengan sengaja, misalnya profesi AJ Park sendiri disebut sebagai underwater cameraman.

Namun nama organisasinya Discovery Underworld International (D.U.I), hal ini menjadi aneh karena underworld lebih berarti ke dunia kriminal terselubung. Ketidakjelian Alyandra sebagai penulis skenario dan sutradara ini menunjukkan eksekusi kurang matang dari film ini. Kendati begitu film berbau Tionghoa ini secara keseluruhan layak ditonton, setidaknya sekadar menemani suasana Imlek Anda bersama keluarga. (net/jpnn)

Norman Kamaru Jadi Intel

TERNYATA pemecatan dirinya dari kesatuan Brimob Polda Gorontalo tidak membuat karir Norman Kamaru menurun.

Malah kini Norman semakin sibuk saja di dunia hiburan tanah air dengan berbagai tawaran yang datang menghampirinya.

Salah satunya adalah saat menerima peran di film berjudul Xia aimei. Di film produksi Falcon Pictures itu Norman kembali memerankan tugas yang jauh dari profesinya terdahulu.

“Ya nggak jadi polisi, tapi mirip-mirip. Di situ saya jadi intel, namanya intel ya, menyamar dan tidak berseragam,” jelas Norman.

Film Xia aimei adalah debut perdana Norman di industri hiburan nasional, di film arahan Alyandra itu Norman berperan sebagai agen intelijen yang sedang mengusut kasus perdagangan manusia. Walau tampil sebanyak tiga scene saja Norman mengaku tetap senang bisa terlibat di film tersebut.

“Sangat senang, buat saya ini dunia baru, dan ini impian saya, walaupun ada kesulitan, tapi saya harus enjoy,” pungkas Norman.

Xia Aimei mengisahkan tentang nasib tragis yang dialami Xia aimei (Franda) yang menjadi korban perdagangan manusia dan dipaksa bekerja menjadi wanita penghibur. Selain Norman dan Franda, film ini juga turut di bintangi oleh Samuel Rizal, Olga Lydia, dan Ferry Salim.

(net/jpnn)

Diwarnai Badai Cedera

BILBAO-Sungguh mahal kemenangan yang diraih Athletic Bilbao saat menang 4-0 di ajang Copa del Rey beberapa waktu lalu.

Fernando Amorebieta menjadi korban dari pertandingan itu.

Gelandang Bilbao dipastikan absen saat timnya menjamu Levante di Stadion San Memes, dini hari nanti. Itu setelah Amorebieta mengalami cedera pada pergelangan kakinya.

Dengan absennya Amorebieta, praktis pelatih Bilbao Marcelo Bielsa akan bergantung pada kuartet Iraola, San Jose, Javi Martinez, Aurtenetxe, Iturraspe, Susaeta, Herrera, De Marcos, serta duet penyerang Muniain dan Llorente.

Sesungguhnya selain Amorebieta, kubu Bilbao juga bakal kehilangan Aitor Ocio cedera, Carlos Gurpegi, Xabi Castillo, Igor Martinez dan Igor Gabilondo.

“Waktu sudah membuktikan jika kami semakin terbiasa tampil tanpa sejumlah pemain pilar. Hasil dari pertandingan itu oun sangat luar biasa,” bilang Bielsa.

Masalah cedera bukan hanya dialami kubu Los Leones (julukan Biolbao).

Kubu Levante juga memiliki masalah yang sama.

Pedro Lopez dan Arouna Kone juga dipastikan absen saat Levante bertandang ke San Memes.

Pedro Lopez mengalami ceera hamstring kaki kiri. Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan dokter tim, pemain ini dipastikan sabsen hingga beberapa pekan ke depan.

Sementara Kone menderita cedera lutut kanan. Cedera Kone itu didapat saat Levante menghadapi Alcorcon di ajang Copa del Rey beberapa waktu lalu. “Kone mengaku bahwa dia sudah merasa membaik. Tapi kami tak ingin mengambil resiko. Akan labih baik baginya untuk beristirahat,” kata pelatih Levante Juan Ignacio Martinez.

Beruntung bagi Juan Ignacio Martinez sebab Valmiro Lopes Valdo yang sempat mengalami cedera sejak akhir tahun lalu, dini hari nanti sudah bisa diturunkan. “Semooga kehadiranValdomampumembawa nuansapositifsehinggakamimeraih kemenangan di sana (San Memes, red),” bilang Martinez. (jun)

Mahasiswa USU Dipukuli dan Dirampok

Geng Motor Medan Kembali Beraksi

MEDAN-Gerombolan anak muda bersepeda motor berulah lagi. Komplotan yang dituding geng motor itu menganiaya Taufan (21) dan merampok Riski (20), dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di Pendopo Kampus USU di Jalan Dr Mansyur Medan, Sabtu (14/1). Aksi kejahatan tersebut telah dilaporkan korban ke Polsekta Medan Baru.

Kejadian bermula saat sepasang mahasiswa USU itu sedang asyik duduk di Pendopo Kampus USU Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB. Muncul segerombolan anak muda berboncengan mengendarai tujuh sepeda motor. Mereka turun lalu menghampiri kedua korban. Tanpa basabasi pelaku berseragam Pramuka dilengkapi senjata kayu langsung memukuli Taufan, sedangkan tas Riski dirampas.

“Setelah itu mereka kabur,” kata Riski (20), mahasiwi Fakultas Teknik Semester III USU, menceritakan kejadian yang dialaminya di Polsekta Medan Baru.

Kemudian, katanya lagi, setelah para anggota geng motor tersebut menganiaya pacarnya, mereka langsung pergi membubarkan diri dan berpencar keluar dari Kampus USU. “Mereka tidak hanya menganiaya pacar ku, tapi mereka juga membawa kabur tasku yang berisikan dompet, cas handphone serta lembaran tugasku di kampus,” terang wanita berjilbab ini.

Pelaku menurut Riski pergi menuju rumah Rektor yang tidak jauh dari Pendopo. “Kami sempat meminta Satpam yang berjaga di Kampus dan Rektor untuk menangkap pelaku,” imbuhnya. Disayangkan upaya Satpam tak membuahkan hasil, pelaku keburu menghilang.

“Kami dan beberapa teman-teman sudah mencoba mencari tapi mereka udah tidak kelihatan di kampus lagi,”ungkapnya lagi.

Sementara itu, dilokasi kejadian terlihat para mahasiswa banyak yang nongkrong sedang pacaran dan juga ada yang sedang melakukan kegiatan olah raga.

Seorang mahasiswa yang berada di lokasi Pendopo Kampus USU, Andi mengakui adanya aksi sekelompok pemuda yang berjumlah belasan orang telah menganiaya mahasiswa yang sedang nongkrong di Pendopo. “Tadi memang ada yang menganiaya mahasiswa, tapi aku tidak berani melerainya karena jumlah mereka banyak. Setelah menganiaya para pelajar tersebut langsung pergi entah ke mana,”ungkap pria yang mengaku sebagai mahasiswa Fakultas Hukum USU itu.

Di tempat terpisah, Kapolsek Medan Baru, Kompol Dony Alexander SIK, ketika dimintai tanggapannya mengenai kembalinya kawanan anggota geng motor yang kembali beraksi di wilayah hukumnya mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan razia terhadap anggota-anggota genk motor.

“Kita akan tetap melakukan razia, agar masyarakat merasa aman. Dan mengenai anggota geng motor yang melakukan penganiayaan dan membawa kabur tas mahasiswa,” pungkasnya.

Sebelumnya geng motor pernah ditangkap Polresta Medan. Pelaku yang terjaring berjanji tidak akan berbuat ulah lagi.

Beberapa bulan setelah itu aksi geng motor memang tak terdengar, namun belakangan ini geng motor muncul dasn membuat onar.(ris/smg)

Mahasiswa USU Dipukuli dan Dirampok LINTAS Geng Motor Medan
Kembali Beraksi

Rumah Semi Permanen Terbakar, Mobil Gosong

BCA Tebing Tinggi Nyaris Terbakar

MEDAN-Si jago merah melalap rumah milik Yusnaini (60) di kawasan Jalan Puri Gang Irama Lingkungan III Kelurahan Kota Matsum Kecamatan Medan Area, Sabtu (14/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kebakaran yang menghanguskan bagian belakang rumah semi permanen itu tidak mengambil korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi kejadian menyebutkan sebelum kebakaran terjadi Yusnaini bersama cucunya berada di dalam rumah. Yusnaini sedang memasak nasi sedangkan cucunya bermain game play station. Gumpalan asap kemudian muncul dari belakang rumah disusul kobaran api. Sontak keduanya panik sembari berlari meninggalkan rumah yang dihuni empat kepala keluarga itu. Warga pun mencoba membantu memadamkan api agar tidak merambah ke rumah lainnya.

Dua unit mobil penjinak api tiba di lokasi. Lebih kurang 25 menit api berhasil dipadamkan. Polsekta Medan Area yang berada di lokasi melakukan identifikasi untuk mencari penyebab terjadinya kebakaran.

Kepala Lingkungan setempat Yani mengatakan korban hanya mengalami kerugian jutaan rupiah. Api hanya menghanguskan 60 persen rumah yang ditempati janda tua itu. Penyebab kebakaran diduga terjadi akibat arus pendek listrik “Api tidak melalap seluruh rumah hanya bagian belakangan saja, kerugian korban diperkirakan cuma jutaan rupiah,” kata Yani di lokasi.

Keganasan si jago merah masih berlanjut pada hari yang sama. Kali ini sasarannya bukan rumah melainkan satu unit mobil KIA Picanto BK 1088 CN yang dikendari Icha warga Jalan Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang.

Pengakuan Icha Sabtu siang itu ia mengendarai mobil dari Pulo Brayan menuju kediamannya di Jalan Helvetia. Tiba di persimpangan Jalan Zipur bagian depan mobil mengeluarkan asap dan api.”Melihat itu saya langsung keluar dari mobil,” akunya.

Api semakin lama makin membesar dan melalap mobilnya. Petugas Satlantas Polresta Medan yang berada di lokasi berupaya memadamkan api yang menjilati mobil Icha.

Peristiwa itu menjadi pusat perhatian publik, sehingga membuat jalan macet. Api berhasil dipadamkan petugas dan situasi kembali normal.

Sementara ratusan warga tiba-tiba mengerumuni kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Alifiah, Kelurahan Badak Bejuang, Kota Tebing Tinggi, Jumat malam (13/1) sekira pukul 21.00 wib. Di lokasi itu warga melihat kepulan asap tebal dari lantai tiga sebuah ruko.

Ruko itu persis berdampingan dengan dinding belakang kantor BCA Cabang Jalan Sudirman Kota Tebing Tinggi. Khawatir asap tebal itu berdampak kebakaran hebat, karena bisa menjalar ke kawasan ruko yang lain dan kantor BCA.

Tiga mobil pemadam kebakaran, petugas Polsek Rambutan, Polres Tebing Tinggi dan sejumlah personil tim sar Tagana Kota Tebing Tinggi buru-buru tiba ke lokasi. Sejurus kemudian mereka berhasil menjinakkan api yang menjadi sumber asap tebal itu. (gus/smg)