23 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14209

Waria Sekarat Digorok

MEDAN- Seorang waria, Andika alias Cika (23) warga Jalan Labu, Medan sekarat digorok orang tak dikenal (OTK) di Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (6/1) dinihari. Korban yang sering mangkal Jalan Gajah Mada Medan itu kini dirawat di Rumah Sakit Pirngadi Medan

Informasi diperoleh, Loren alias Luna Maya Cs yang pertama kali melihat korban terkapar di Jalan Gajah Mada. Para waria itu kemudian menjerit histeris sehingga mengundang perhatian masyarakat. Tak lama warga datang ke lokasi lalu melarika Cika ke RS Sarah Medan. Disebabkan tidak ada dokter korban kemudian dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan.

Menurut Loren, Cika yang hampir setiap hari mangkal di sekitar Jalan Gajah Mada itu, perang mulut dengan seorang pria yang diduga sebagai pelaku. Usai bertengkar, pelaku meninggalkan Cika lalu kembali lagi berboncengan dengan seorang temannya dengan mengendarai sepeda motor.

Pria itu, lanjut Loren, menghampiri korban yang saat itu sedang mangkal di tempat biasa. Tanpa buang waktu, tutur Loren, pelaku menghampiri Cika dan mengeluarkan sebilah sangkur langsung mengarahkannya ke leher Cika. Seketika Cika tersungkur di aspal. Sedangkan pelaku langsung kabur. (jon)

Uang Korupsi Haram untuk Masjid

MENCUATNYA kasus Sofyan Usman, mantan anggota DPR yang tersangkut kasus korupsi dan mengaku menyumbangkan uangnya untuk pembangunan masjid, mendapatkan tanggapan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

NU dengan tegas menyatakan uang hasil korupsi haram disumbangkan untuk kebutuhan masjid. “Hukumnya itu tidak boleh. Yang artinya tujuan itu tidak menolerir cara. Kalau tujuannya baik harus dengan cara yang baik,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/1).

Menurut Kiai Said tidak bisa dibenarkan melakukan segala macam cara guna tujuan yang baik. Sebuah tujuan yang baik harus dilandasi dengan niat dan cara yang baik. “Tidak kemudian kita mempunyai tujuan yang baik tapi kita halalkan segala cara. Tidak bisa itu,” tegasnya. (net/jpnn)

Pesawat TNI AU Jatuh, Pilot Tewas

Tabrak Pematang Sawah Saat Latihan

BANDONGAN-Sebuah pesawat latih milik TNI AU jenis Charlie dengan Nomor Latih Dasar (LD) 5D3417i jatuh di Dusun Jetis, Desa Kedungsari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, sekitar pukul 10.00, kemarin. Pilot pesawat, Kapten (Pnb) Ali Mustofa, tewas seketika dalam kecelakaan tersebut. Karena berdasarkan keterangan saksi mata, pesawat meledak setelah menabrak pematang sawah dan terlontar berkeping-keping hingga 50 meter.

“Dari arah selatan atau Sungai Progo pesawat sudah turun dan kemudian menabrak pematang sawah dan kemudian meledak. Karena meledak, pesawat seperti terlontar ke arah pepohonan bambu dan jati, baru kemudian jatuh ke tanah,” kata saksi mata Dulrohim, 50 tahun, warga Dusun Jetis, yang saat kejadian sedang mencangkul di sawah dekat pertama kali jatuh, kemarin.

Meski Dulrohim mengatakan mendengar ledakan sebelum peswat terjatuh, dari pengamatan lapangan, tidak terlihat ada bekas-bekas terjadi kebakaran dalam kejadian tersebut. Hanya terlihat beberapa pecahan badan pesawat seperti bagian sayap disekitar sawah, tempat pertama kali jatuh. Kemudian disekitar ditemukan badan pesawat juga terlihat pepohonan atau daun yang terbakar. Hanya tercium bau bahan bakar yang menyengat. “Iya, memang pesawat setelah jatuh tidak terbakar,” tutur Dulrohim.

Potongan pesawat latih yang jatuh tersebut terbagi dalam tiga bagian besar. Yakni beberapa bagian sayap di sekitar sawah. Kemudian mesin dan kokpit di bawah rumpun pohon bambu, bersama Jenazah Kapten Mustofa. Bagian lain berupa roda, baling-baling dan bagian belakang pesawat ditemukan diantara sawah dan rumpun pohon bambu.

“Pesawat diperkirakan jatuh sekitar pukul 10.00 di persawahan dan rumpun bambu, tidak jauh dari Sungai Progo di Dusun Jetis, Kedungsari, Bandongan. Pesawat jatuh terpental dan tercecer bagiannya, ada di lima sampai enam lokasi yang berdekatan,” kata Komandan SAR Kabupaten Magelang, Heri Prawoto.

Koordinator Basarnas, Prabowo, di lokasi mengatakan pesawat milik TNI AU Lanud Adisujipto itu baru selesai diservis dan Kapten Ali Mustofa sedangg melakukan uji coba terbang. Dari lokasi jatuhnya pesawat, ditemukan serpihan pesawat antara lain sayap dan bagian belakang di dua tempat di pinggir sawah dan bagian kokpit dibawah rumpun bambu.

Anggota Polsek Bandongan, Brigadir Doni yang mengevakuasi pilot dari lokasi mengatakan korban ditemukan di dalam cockpit. Untuk mengeluarkan jenazah harus membedah bagian cockpit. “Jenazah baru bisa dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB langsung dibawa ke RST Magelang,” kata Doni.(dem/jpnn)

Rumah Ketua Tim Sukses Wali Kota Ditembak OTK

PEKAN BARU- Rumah milik Ketua Tim sukses pendukung Berseri, Muhammadun Royan (46), di Jalan Kenanga No 46, RT 03/RW 04, Kecamatan Senapelan, Riau ditembak orang tak dikenal (OTK), Jumat (6/1) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Belum diketahui motif yang melatarbelakangi kejadian ini.

Saat Riau Pos (Group Sumut Pos) tiba di TKP sekitar pukul 11.00 WIB, warga sekitar tampak berkumpul di sekitar rumah dengan cat berwarna putih itu. Dari sela-sela pagar rumah, warga sesekali mengintip ke dalam untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Didalam pekarangan rumah, terlihat anggota polisi melakukan proses olah TKP untuk mengumpulkan bukti terkait peristiwa ini.

Pada kamar depan yang diterjang peluru, tampak jendela tengah di bagian bawah kamar itu terdapat lubang pecahan kaca bekas ditembus peluru. Sementara itu, bekas serakan proyektil peluru yang pecah di depan jendela tersebut dilingkari oleh polisi. Selongsong peluru itu ditemukan di depan pagar rumah milik Muhammadun. (ali/jpnn)

Mengintip Wacana Bahari dalam Perspektif TNI AL

“…Negara adalah suatu organisme, bukan hanya mirip. Negara sebagai organisme yang hidup dan intelektual, harus mampu mempertahankan dan mengembangkan dirinya dengan melakukan ekspansi. Strategi yang dilakukan adalah membangun kekuatan darat yang dilanjutkan kekuatan laut.”  (Rudolf Kjellen: 1964–1922)

Oleh: Feri Fadli *)

Memaknai kecenderungan dinamika lingkungan global saat ini, aspek perhubungan dan perdagangan bahari masih menjadi isu yang dinamis. Sebab, diskursus batas wilayah bahari Indonesia menyangkut banyak aspek, seperti konservasi lingkungan, pemanfaatan sumber daya, bahkan hubungan bilateral antar negara. Namun di sisi lain, konflik bahari dirasakan masih begitu sensitif dewasa ini. Betapa tidak, hingga saat ini penetapan batas wilayah bahari dengan negara-negara tetangga masih banyak yang belum tuntas. Dari 10 negara yang wilayah baharinya berbatasan dengan Indonesia, baru antara Indonesia dan Australia yang telah diselesaikan secara lengkap.

Aspek perlindungan dan pelestarian lingkungan teritorial Indonesia memang menjadi isu yang penting saat ini di tengah perubahan iklim dan krisis lingkungan yang melanda dunia. Sensitivitas masalah perbatasan kawasan diperparah dengan isu maraknya pelanggaran wilayah oleh kapal asing dan pesawat udara pada corong-corong strategis, perompakan, pembajakan, penyelundupan imigran gelap, penyelundupan barang, illegal fishing, eksplorasi, dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal, serta pelanggaran lain di wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia, negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Dalam negara kepulauan diterima asas bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memperhitungkan luas atau lebarnya merupakan bagian integral dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia sehingga merupakan bagian dari perairan Indonesia yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Wilayah Perairan Indonesia meliputi laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan, dan perairan pedalaman. Laut Teritorial Indonesia adalah jalur laut selebar dua belas mil laut yang diukur dari garis pangkal kepulauan Indonesia. Perairan kepulauan Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis pangkal lurus kepulauan tanpa memperhatikan kedalaman atau jaraknya dari pantai.

Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi darat dari garis air rendah dari pantai-pantai Indonesia, termasuk ke dalamnya semua bagian dari perairan yang terletak pada sisi darat dari suatu garis penutup. Penentuan batas perairan khususnya yang berbatasan dengan negara tetangga dilakukan dengan perjanjian bilateral.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ± 17.505 pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan perbandingan luas daratan dan perairan yaitu 1:3. Dengan jumlah pulau yang banyak ternyata menimbulkan berbagai pemasalahan. Kompleksitas tersebut mulai seperti perbedaan data pulau, nama dan posisi geografisnya antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.

Misalnya, LIPI menyebutkan ada 6.127 nama pulau pada tahun 1972, sedangkan Pussurta (Pusat Survey dan Data) ABRI mencatat 5.707 nama pulau pada tahun 1987. Pada tahun 1992, Bakosurtanal menerbitkan Gazetteer nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia sebanyak 6.489 pulau yang bernama (Sulistiyo, Kompas, 28/02/2004). Perbedaan data tersebut mencerminkan bahwa Indonesia masih lemah dalam pengelolaan wilayah lautnya.

Contoh masalah lain seperti kaburnya batas wilayah perbatasan, misalnya perbatasan wilayah di daerah entikong kalimantan barat dengan wilayah sabah dan serawak yang merupakan wilayah negara bagian Malaysia, masalah perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia di perairan sebelah Pulau Sebatik masih berlarut-larut, ditambah dengan masalah perairan di sekitar Pulau Sipadan-Ligitan pasca sidang International Court and Justice (ICJ) tanggal 17 Desember 2002 dan adanya indikasi perekrutan warga negara Indonesia (WNI) menjadi anggota para militer Malaysia (Askar Wataniah), serta masalah lain yakni penangkapan kapal ikan pada wilayah bahari Indonesia pada tahun 2007.

Jumlah Kapal Ikan Asing (KIA) yang melintas mencapai 212 buah kapal, yang ditangkap sebanyak 89 buah kapal, sedangkan untuk Kapal Ikan Indonesia (KII) sebanyak 1995 buah dan ditangkap sebanyak 95 buah kapal. Dari hasil tersebut di perkirakan kerugian yang diselamatkan diperkirakan mencapai Rp439,6 miliar. Kerugian tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan Perikanan (PHP) sebesar Rp34 miliar, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp23,8 miliar, sumber daya perikanan yang terselamatkan sebesar Rp381 miliar. Nilai sunber daya ikan tersebut bila dikonversikan dengan produk ikan sekitar 43,208 ton. Produksi tersebut bila dimanfaatkan diperkirakan mampu menyerap sekitar 17,970 tenaga kerja baik di subsektor perikanan tanggkap, pengolahan, jasa kelautan maupun pendukungnya.

Beberapa realita lain masih perlu mendapat perhatian serta dikaji lebih lanjut karena mempunyai kecenderungan menjadi bom waktu ke depan. Sejumlah masalah ini tentu saja wajib menjadi perhatian setiap warga negara, bahkan kaum muda sekalipun. Sebab, peranan pemuda dalam fase perjalan kehidupan berbangsa dirasakan sangat nyata. Kontribusi pemuda sangat signifikan bahkan spektakuler. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Banyak gerakan di dunia ini dikomandoi kaum muda. Adalah Ernesto Rafael Guevara de la Serna (Che Guevara) yang hingga sekarang sosoknya masih menjadi ikon di kalangan pemuda di banyak negara.

Terkait isu bahari, kaum muda tentu saja terlibat di dalamnya. Kaum muda juga menjadikan isu bahari sebagai salah satu perhatian yang menarik. Banyak sudah kegiatan yang dilakukan oleh para kaum muda dalam mengajak, memotivasi, mendukung, dan menyemangati masyarakat untuk turut memperhatikan dan mempromosikan lingkungan bahari. Beberapa contoh aktivitas yang dilakukan kaum muda seperti Komunitas Pemuda ASEAN, Kapal Pemuda Nusantara, Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari, dan Pemilihan Duta Bahari tentu sudah nyata untuk diketahui.

Etos berpikir kaum muda sangat penting dalam melakukan perubahan di Indonesia. Sepak terjang para pemuda Indonesia dalam menegakkan idealisme dan cita-cita yang mereka miliki banyak diwakili golongan muda terpelajar. Di masa depan, kesempatan kaum muda untuk berperan  membangun dan memajukan bangsa sesungguhnya sangat banyak dan terbuka luas. Dengan keahlian masing-masing para pemuda dapat berkiprah melalui organisasi kemasyarakatan pemuda, lembaga pendidikan, melakukan riset, aktif di cabang-cabang olah raga, kesenian, yang semuanya dapat mengalihkan perhatian para pemuda dari rayuan pop kultural.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, khususnya Pasal 3 ayat 2, menyatakan pertahanan negara disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Artinya, pemerintah Indonesia menyadari bahwa laut dan segala aktivitas didalamnya dapat menjadi tumpuan masa depan bangsa. Bagi TNI AL, amanah ini harus direspon sebagai tantangan sekaligus peluang untuk mereposisi keberadaan TNI AL. Hal ini sejalan dengan visi TNI AL sebagai terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani. Ideologi ini saling berhubungan satu sama lain, ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.(*)

Mahasiswa Semester VIII FKM USU

Maling di Bandara

Hari Selasa baru lalu, ratusan ponsel berbagai merek kiriman pebisnis dari Jakarta tujuan Medan via pesawat Batavia Air, diketahui hilang dari Unit Bisnis Gudang dan Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan. Kasusnya dilaporkan ke polisi. Pelaku belum tertangkap.

Kasus barang penumpang dan atau barang kargo hilang di Bandara Polonia, bukan cerita baru. Kasus serupa sebelumnya kerap terjadi dan terus berulang. Kegiatan ini diduga melibatkan sejumlah oknum yang bekerja di lingkungan bandara. Mereka bekerja secara berkelompok, rapi, dan sistematis.

Menurut seorang oknum ‘pemain’ di lingkungan bandara Polonia, selama ini ada beberapa kelompok yang menguasai ‘lapak’ berbeda . Setiap ‘lapak’ dikoordinir oleh oknum tertentu, beranggotakan mulai dari petugas X-ray (yang bertugas menginformasikan adanya barang berharga di kargo tertentu), pengangkut barang, dan sebagainya. Incaran mereka: laptop, handphone, emas (perhiasan, Red), bahkan uang.

Aksi dilakukan secara cepat dan profesional. Setelah kargo/bagasi dibongkar, barang hasil curian diamankan di tempat tertentu. Setelah terjadi pertukaran shift, barang dibawa keluar. Meski terorganisir rapi, mereka tidak setiap hari beroperasi. Tujuannya, agar kasusnya tidak mencurigakan.

Kasus kehilangan barang di bandara, sering tidak sampai ke tangan polisi. Apalagi para pemilik/penerima barang umumnya baru mengecek barang, setelah tiba di rumah/tempat tujuan. Dan si pemilik/penerima tidak mengetahui pasti di mana barang miliknya itu hilang. Bahkan untuk kasus kehilangan barang di bagasi misalnya, si pemilik sering baru sadar setelah dirinya tiba di negaranya, atau kota tujuannya. Ingin menuduh siapa, dia tidak tahu. Akhirnya, hanya bisa pasrah.

Adanya ‘kelompok maling’ di bandara sebenarnya rahasia umum. Artinya, publik sudah banyak yang tahu. Kalau publik saja menciumnya, pihak bandara pasti lebih tahu apa yang terjadi di depan hidungnya. Tapi kenapa kasus serupa terus saja terjadi?

Kuat dugaan, pihak bandara memang sengaja menutup mata karena yang bermain adalah teman-teman mereka juga. Dugaan lebih jeleknya lagi, mereka sengaja diam karena kerap dapat ‘bagian’.

Memang, selama ini para pengirim barang dan atau pemilik bagasi kerap diingatkan untuk meningkatkan lapis pengamanan terhadap barangnya. Untuk bagasi misalnya, selain digembok, juga dililit dengan tali atau dibungkus dengan plastik. Untuk kargo, dikirim dalam peti tertutup kuat.

Tapi sekalipun penumpang sudah melakukan pengamanan yang diperlukan, tak eloklah jika pihak bandara menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab mengamankan bagasi/kargo hanya kepada penumpang/pengirim saja. Sepatutnya, pihak bandara juga melakukan bagiannya menciptakan sistem pengiriman bagasi/kargo yang seaman-amannya. Semua itu demi menciptakan kenyamanan para penumpang/pengirim barang menggunakan pelayanan bandara. Konsumen aman, citra bandara pun otomatis naik di mata publik. Dan boleh jadi, kelasnya pun tak kalah dari bandara-bandara nomor satu di dunia.

Diperlukan seorang pimpinan bandara yang tegas, cerdas, dan berani. Cerdas melakukan pengamanan, dan berani memberantas ‘oknum maling’ di lingkungannya.

Saat ini, Menteri BUMN dipimpin Dahlan Iskan yang dikenal cukup berani menata perusahaan-perusahaan di jajarannya. Kita berharap, pihak AP II Bandara Polonia mampu menangani kasus pencurian barang di wilayahnya, sekaligus menciptakan sistem pengamanan yang lebih baik, tanpa harus menunggu seorang Dahlan Iskan turun tangan. (*)

Mubarak Bisa Dihukum Mati

KAIRO – Sidang Hosni Mubarak pada Kamis (5/1) berlangsung emosional. Kuasa hukum para korban pembantaian dan pembunuhan rezim Mubarak menuntut agar mantan diktator Mesir itu dijatuhi hukuman gantung. Di sisi lain, jaksa penuntut sadar mereka tak punya cukup bukti kuat untuk menjerat tokoh 83 tahun itu secara hukum.

“Undang-undang mengganjar pembunuhan berencana dengan hukuman mati. Tapi, tim jaksa menuntut hukuman maksimal (terhadap Mubarak),” kata Mustafa Khater, seorang pengacara yang mewakili korban. Dalam sidang yang dihelat di Akademi Polisi Kairo, kawasan utara ibu kota, tersebut, tim jaksa meminta Hakim Ketua Ahmed Refaat menjatuhkan vonis paling berat atau hukuman mati.

Dalam berkas tuntutan yang dia bacakan, Khater menyebutkan sebagai presiden, Mubarak harus bertanggung jawab atas kematian sekitar 850 warga sipil saat revolusi sipil bergulir selama 18 hari pada Januari lalu. Sejumlah saksi mengaku mendapatkan perintah langsung dari sang presiden untuk menghentikan aksi protes oposisi di Tahrir Square .

Jaksa Ketua Mustafa Suleiman yakin Mubarak bersalah atas kematian sedikitnya 850 warga sipil Mesir dalam rangkaian revolusi sipil Januari lalu.

“Sebagai pemimpin yang memerintahkan polisi melepaskan tembakan ke arah para demonstran, dia tahu bakal terjadi pembunuhan,” paparnya sebagaimana dilansir AFP, Jumat (6/1). (afp/ap/hep/jpnn)

Dukung Anwar, Polisi Izinkan 100 Ribu Massa Demo

KUALA LUMPUR- Kepolisian Malaysia memutuskan untuk mengizinkan aksi demo yang akan dilakukan pendukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Demo tersebut akan diikuti 100 ribu massa pro Anwar yang digelar bertepatan dengan sidang pembacaan putusan atas kasus sodomi Anwar.

“Kami akan memonitor situasi guna memastikan demo yang sangat tertib dari pendukung Anwar,” kata kepala kepolisian Kuala Lumpur Mohmad Salleh kepada AFP, Jumat (6/1).

Massa pro Anwar akan mendekati ruang persidangan, Senin (9/1) tempat dimana Anwar Ibrahim diadili dalam kasus sodomi. Bila Anwar terbukti maka hukuman penjara maksimum 20 tahun.
Politikus berumur 64 tahun itu bersikeras membantah tuduhan sodomi tersebut. Dia memaparkan, tuduhan yang dialamatkan kepadanya semata-mata bermotif politik, yang dimaksudkan menghentikan ambisinya mengambil alih pemerintahan. Hal inilah yang semestinya diketahui oleh masyarakat banyak.

“Saya tidak ada bersalah, dan UMNO harus diberantas di negari ini,” sebutnya.
Sementara itu, wakil presiden Parti Keadilan Rakyat pimpinan Anwar, Azmin Ali menyebutkan, izin berdemo dari kepolisian merupakan yang pertama kali bagi partai Anwar.  Selama ini kepolisian telah menolak mengizinkan aksi-aksi oposisi dan membubarkan massa dengan gas air mata, meriam air. Kepolisian juga melakukan penangkapan massal.

Dikatakan Azmin, 500 anggota oposisi akan dikerahkan untuk memastikan demo tersebut berlangsung damai. (net/jpnn)

3 Ribu Tewas di Sudan Selatan

Pembataian Massal

JUBA – Kekerasan etnis di Sudan Selatan masih saja terjadi. Informasi resmi kemarin (6/1) menyatakan bahwa lebih dari 3 ribu orang tewas akibat pembantaian masal di negara baru pecahan Sudan tersebut pekan lalu. Pemerintah setempat menyebut kekerasan etnis di negara itu memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

“Memang telah terjadi pembantaian secara masal,” kata Joshua Konyi, komisioner Wilayah Pibor di Negara Bagian Jonglei, kemarin. “Kami sudah menghitung jenazah para korban. Berdasar kalkulasi, jenazah pembantaian terdiri dari 2.182 perempuan dan anak-anak, serta 959 laki-laki,” tambahnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tentara Sudan Selatan juga sudah mengonfirmasi jumlah korban tersebut. Tetapi, klaim dari sejumlah wilayah pedalaman sejauh ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Jika laporan tersebut benar, pembunuhan terhadap ribuan orang itu akan menjadi kekerasan etnis terburuk di negeri seumur jagung tersebut. Sudan Selatan berpisah dari Sudan (utara) pada Juli tahun lalu melalui referendum.

Sekitar 6 ribu pemuda bersenjata dari etnis Lou Nuer pekan lalu turun ke jalan di wilayah pedalaman Pibor. Padahal, mayoritas penduduk di kawasan itu  berasal dari etnis rivalnya, Murle. Aksi itu dilakukan setelah etnis Lou Nuer menuduh suku rivalnya menculik dan membunuh ternak sapi mereka. Para pemuda itu sengaja membalas dendam dan membasmi suku Murle.

Dalam serangan itu, kelompok bersenjata etnis Lou Nuer membakar gubuk milik warga etnis Murle akhir pekan lalu. Mereka menjarah rumah sakit, dan akhirnya mundur pascapasukan pemerintah menembak ke arah mereka.

Lebih dari seribu anak-anak dilaporkan hilang. Ada kekhawatiran bahwa mereka menjadi korban penculikan. Sementara itu, puluhan ribu sapi etnis Murle dicuri.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Sudan Selatan Lise Grande mengatakan awal pekan ini puluhan atau ratusan orang bisa jadi juga tewas akibat konflik etnis di wilayah tersebut.  “Benar, terdapat banyak korban. Tapi, kami belum mendapat angka pastinya dan belum bisa mengonfirmasi laporan dari komisioner saat ini,” tutur Menteri Informasi Negara Bagian Jonglei Isaac Ajiba.
“Kami masih menunggu laporan dari personel (militer) kami di lapangan,” ujar Juru Bicara Militer Sudan Selatan Philip Aguer.

Sudan Selatan mendeklarasikan Negara Bagian Jonglei sebagai area bencana. PBB telah memperingatkan perlu operasi darurat agar dihentikkannya kekerasan etnis di wilayah tersebut.
Kedua kelompok suku diminta mengembalikan semua anak dan perempuan yang diculik ke lingkungan asalnya. Warga etnis Lou Nuer kini  bergerak mundur setelah tentara dan pasukan penjaga keamanan PBB memperketat pengamanan di Pibor.

Sudan Selatan mengalami kehancuran akibat perang melawan tentara Sudan Utara selama puluhan tahun. Kekerasan etnis, pencurian ternak, dan saling serang antara suku di wilayah timur mengakibatkan 1.100 orang tewas tahun lalu. Lalu, 63 ribu lainnya mengungsi. Korban tewas terjadi Agustus tahun lalu. Saat itu, 600 orang dilaporkan menjadi korban konflik antaretnis. Sedikitnya, 985 orang lainnya cedera. (afp/cak/dwi/jpnn)

PM Papua Nugini Ancam Usir Dubes RI

PORT MORESBY – Perdana Menteri (PM) Papua Nugini Peter O’Neil mengancam mengusir Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Papua Nugini, Andreas Sitepu. Hal tersebut terkait dengan insiden hampir tertabraknya pesawat yang membawa deputi PM Papua Nugini oleh dua pesawat militer Indonesia.
Ancaman untuk melakukan pengusiran ini didukung penuh oleh parlemen Papua Nugini. Sebelumnya beredar tuduhan bahwa Indonesia bermaksud untuk memata-matai Pemerintah Papua Nugini

“Saya menuntut penjelasan. Bila pihak kami tidak mendapatkan penjelasan dalam waktu 48 jam, seluruh hubungan diplomatik antara Indonesia dan Papua Nugini akan hancur,” ungkap Deputi Perdana Menteri Papua Nugini Belden Namah, seperti dikutip Radio Australia, Jumat (6/1).
Dia memaparkan, dirianya sudah berbicara dengan duta besar (RI) dan bila memang pada akhirnya harus mengusirnya dari negara ini dan menarik dubes kami di Jakarta, maka hal tersebut akan dilakukan.

Kemarahan itu berawal dari insiden hampir tertabraknya sebuah pesawat yang membawa Deputi PM Namah pada di wilayah udara Indonesia November lalu, oleh dua pesawat militer TNI.  Pesawat yang ditumpangi PM Namah diketahui baru saja kembali dari Malaysia untuk sebuah kunjungan kenegaraan. (net/jpnn)