32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1422

Tergiur Kerja Jadi Baby Sitter, Sugianti Malah Dibunuh

Muhammad Riski Pratama, pelaku pembunuhan terhadap Sugianti yang mayatnya ditemukan di ladang ubi, duduk di kursi roda setelah kakinya ditembak petugas Satreskrim Polres Tebingtinggi karena melawan saat akan ditangkap.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Upaya pelarian Muhammad Riski Pratama (19), berakhir di Dumai, Provinsi Riau, Rabu (7/6/2023). Pelaku pembunuhan terhadap Sugianti (23), warga Dusun I Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai (Sergai), yang ditemukan membusuk di ladang ubi Dusun I Desa Kutabaru, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, Selasa (6/6) sore itu, diamankan petugas dari tempat persembunyiannya.

“Pelaku diamankan di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kapai, Kota Dumai, Provinsi Riau tepatnya di Simpang Kawasan Industri Dumai, Rabu (7/6) sore. Dalam penangkapan itu, pelaku sempat melawan kepada petugas, sehingga petugas terpaksa memberikan timah panas di kedua kakinya,” kata Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon didampingi Kasat Reskrim AKP Rudianto J Silalahi di halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Jumat (9/6)

Menurut Kasat Reskrim AKP Rudianto J Silalahi, pelaku dijerat dengan Pasal 338 Subs 365 ayat 3 dari KUHPidana. “Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku, satu unit handphone merek Vivo Y12S dengan kerugian material sebesar Rp25 juta, dimana satu unit sepeda motor Vario BK 3046 NAV milik korban belum ditemukan. Sedangkan motif pembunuhan adalah faktor ekonomi,” jelasnya.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah mayat korban ditemukan di ladang ubi, dalam kondisi membusuk. Penemuan mayat korban ini membuat heboh, sehingga korban akhirnya diketahui bernama Sugianti, warga Dusun I Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai (Sergai).

Menurut suami korban, Diky Suhendra (27), istrinya telah menghilang sejak dua minggu lalu usai berpamitan kerja. Selama dua minggu, Suhendra mencoba mencari keberadaan istrinya tetapi tidak diketemukan. “Ketika heboh penemuan mayat perempuan di kebun ubi milik warga, kami mendatangi lokasi. Setelah melihat ciri ciri pada mayat tersebut, ternyata itu jenazah istri saya,” ungkap Suhendra.

Menurut pengakuan tersangka, Muhammad Riski Pratama, pada Bulan Mei lalu, dia membuat lowongan kerja sebagai baby sitter di akun media sosialnya. Korban Sugianti yang membaca lowongan kerja tersebut merasa tertarik, lalu menanyakan soal pekerjaan tersebut melalui pesan inbox kepada pelaku.

Empat hari berselang, tepatnya tanggal 22 Mei 2023, korban dan pelaku akhirnya bertemu. Dengan mengendarai sepeda motor Vario BK 3046 NAV, korban datang ke rumah pelaku di Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kota Tebingtinggi untuk melihat lokasi kerjanya.

Sesampainya di rumah pelaku, korban langsung diajak masuk ke rumah. Mereka hanya berdua di dalam rumah tersebut. Namun, ada warga yang melihat pelaku dan korban berduaan di dalam rumah, menegur dan menyuruh agar korban keluar dari rumah itu.

Setelah korban pergi, tak lama berselang pelaku juga pergi dengan berjalan kaki. Namun saat ia melintas di Jalan Taman Bahagia, tepatnya di kawasan rel kereta api Makam Pahlawan Kota Tebingtinggi, dia melihat korban sedang duduk di atas sepeda motornya. Lantas dia pun menghampiri.

Sempat berbincang, kemudian pelaku mengajak korban jalan-jalan menuju Kota Pematangsiantar dengan berboncengan mengendarai sepeda motor korban. Sekira pukul 13.00 WIB, pelaku dan korban kembali ke Kota Tebingtinggi. Pelaku pun membawa korban ke ladang ubi milik warga di Dusun I Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai.

“Saya membawa korban ke ladang ubi tersebut dengan alasan ingin mengambil buah manggis. Saat dia lengah, saya memitingnya dari belakang dengan tangan kanan sambil melakukan pelecehan terhadap korban. Setelah korban lemas, saya dudukkan dia lalu melilitkan tali tas ke leher korban sebanyak dua lilitan,” bebernya.

Setelah mengikat leher korban, pelaku kemudian mengambil tas korban yang didalamnya berisikan 1 unit handphone dan kunci sepeda motor. Setelah itu, dia pun membawa kabur sepeda motor korban ke Medan.

“Saya jual sepeda motornya di wilayah Belawan dengan harga Rp2 juta. Kemudian tanggal 2 Juni 2023, saya berangkat menuju Dumai untuk menghilangkan jejak. Dalam pelarian itu, saya selalu dihantui arwah korban,” akunya. (ian)

23 Tahun STIM Sukma, Gelar Donor Darah dan Periksa Kesehatan Gratis

TUMPENG: Ketua STIM Sukma Dr Wardayani (kanan) menerima nasi tumpeng dalam ulang tahun STIM Sukma, Jumat (9/6) - DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA.

SEKOLAH Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma menggelar donor darah dalam rangka memperingati 23 tahun kampus calon manajer dan profesional muda tersebut, Jumat (9/6).

Selain donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, ulang tahun juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemotongan nasi tumpeng.

Sebelumnya diadakan muhasabah pengembangan karakter untuk mahasiswa dan manajemen yang disampaikan Ustadz Abu Azka.

Ketua STIM Sukma Dr Wardayani MSi berharap kehadiran 23 tahun STIM Sukma yang telah mendapat kepercayaan luas masyarakat. ”Kita mengambil tema: From Trash to Treasure. Tujuannya agar apapun nanti yang dilakukan oleh kampus, semuanya punya nilai baik dan salah satunya untuk masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa banyak program yang dilakukan kampus. Salah satunya kegiatan yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan dan juga lingkungan serta kemanusiaan. Diantaranya donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Sebelumnya bersama Yayasan Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI), kampus terlibat dalam aksi kebersihan Ayo Lihat Sampah Ambil (Lisa).

Hadir pada acara puncak perayaan ulang tahun yang ditandai dengan pemotongan tumpeng, adalah Ketua Yayasan STIM Sukma Syamsul Bahri didampingi Istu Ponini yang pernah menjabat sebagai ketua STIM Sukma.

Sembari mengutarakan sejarah berdirinya kampus pada 23 tahun lalu, Ketua Yayasan STIM Sukma Syamsul Bahri berterima kasih pada sivitas akademi terutama kegigihan dan kerja keras pengelola STIM Sukma hingga semakin baik mendidik para mahasiswa.

Ia pun berharap STIM Sukma akan semakin baik di masa mendatang. Bahkan dapat go international seiring dengan terjalinnya kerja sama STIM Sukma dengan beberapa perguruan tinggi di Turki dan Malaysia.

Selanjutnya Yan Djuna, staf ahli non-akademik dan kepala Career Development Center (CDC) selaku koordinator kegiatan donor darah menyampaikan bahwa kegiatan dimaksudkan untuk mengajarkan mahasiswa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian kesetiakawanan sosial, sekaligus mengimplementasikan program SUCITA (Sukma Cinta Alam dan Lingkungan) yang sedang digalakkan di lingkungan kampus.

Saat ini STIM Sukma Medan membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024 dengan kemudahan uang kuliah murah. Kuliah dapat dilakukan secara online sehingga yang beralasan tak punya biaya dan waktu untuk bisa kuliah.

Tersedia program studi S1 Manajemen bidang pariwisata, pemasaran, informatika, keuangan dan D3 perkantoran bagi yang berminat kuliah. Ada fasilitas beasiswa yayasan hingga 100 persen, KIP dan fasilitas uang kuliah yang dapat dicicil hingga 10X, mulai dari 3 jutaan rupiah untuk kuliah D3 per tahun dan 6 jutaan rupiah untuk kuliah S1 per tahun untuk program studi S1 Manajemen.

STIM Sukma Medan didirikan pada 9 Juni 2000. Pernah beroperasional di Jalan Laksana dan Jalan Sisingamangaraja sampai akhirnya memiliki gedung sendiri di Jalan Sakti Lubis dengan akreditasi baik sekali.

Dengan tagline kampus calon manajer dan profesional muda yang unggul dipastikan lulusan dapat bekerja di perusahaan dan industri terbaik dimana pun di tanah air. Atau bila tidak bekerja, menjadi entrepreneur yang tangguh karena kampus STIM Sukma Medan mempersiapkan mahasiswa menjadi kedua hal tersebut.

Dari target 100 kantong darah, kegiatan donor darah dan pemeriksaaan kesehatan gratis, hasil kerja sama kampus dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang diketuai H Musa Rajekshah dan Hospitality Happiness, terkumpul 46 kantong darah yang terdiri dari golongan darah A, B, AB dan O. Ada ratusan orang calon pendonor yang hadir yang juga memeriksakan kesehatannya.

Hadir juga dalam kegiatan ini para dosen, staf dan mahasiswa STIM Sukma serta undangan yang terdiri dari mitra kampus yang turut melakukan donor darah dan pemeriksaan kesehatan.

Harapan dari kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan ini adalah dilakukan per 3 bulan sekali dengan melibatkan Kelurahan Sitirejo I.

”Alhamdulillah pada hari ini Bapak Lurah Anto Malau dan jajaran kepala lingkungan bisa hadir dan ikut juga donor darah,” katanya.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi yang telah meluangkan waktu untuk kesuksesan donor darah, pemeriksaan kesehatan dan muhasabah pengembangan karakter.

”Selamat ulang tahun untuk STIM Sukma Medan. Sukses dan berjaya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Ayo kuliah di STIM Sukma Medan,” kata Yan Djuna. (dmp)

50 Dosen Ikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

PELATIHAN: Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elusabeth Purba MKes menyampaikan sambutan pada pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional, Jumat (9/6) - DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

SEBANYAK 50 dosen bidang sosial dan eksakta dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumut mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional di Hotel Four Points by Sheraton Medan pada 9-10 Juni.

Pelatihan dilaksanakan Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Kementerian Dikbud Ristek bekerja sama dengan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia.

Pelatihan dibagi dalam enam sesi. Sesi pertama: Judul, Baris Kepemilkan, Abstrak dan Kata Kunci, sesi dua: Pendahuluan, Pendekatan dan Metode serta sesi tiga: Hasil, Pembahasan dan Simpulan.

Sesi empat: Kebahasaan Artikel Ilmiah, sesi lima: Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Penulisan Artikel Ilmiah Internasional serta sesi enam: Etika Publikasi. Kemudian ada dua sesi pendampingan kepada peserta pelatihan yakni: penyampaian hasil telaah dan perbaikan naskah.

Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes berterima kasih karena pelatihan ini sudah lama dinantikan. Ia pun berterima kasih pada Kementerian Dikbud Ristek atas bimbingan mewujudkan dosen yang profesional serta mampu melaksanakan tugas dan kewajiban.

Melalui pelatihan ini, rektor USM Indonesia berharap dapat saling berbagi pengalaman dan berkolaborasi yang akan membawa peningkatan kualitas mutu penelitian dan kualitas pendidikan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

”Kita berharap dapat meningkatkan kemampuan menulis dengan baik dan benar, terstruktur dan sistematis hasil-hasil penelitian dalam bentuk naskah yang dipublikasikan di jurnal internasional. Sebagai bukti kinerja dan pengakuan ilmiah para dosen,” kata Ivan Elisabeth Purba.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD mengutarakan harapan agar kedepan penulisan artikel ilmiah internasional para dosen menjadi lebih baik.

Diakui Saiful Anwar Matondang, budaya di Indonesia kebanyakan ngomong-ngomong atau cakap-cakap. Tapi budaya menulis sangat rendah. Beda dengan Tiongkok, India dan Eropa dimana budaya menulis dan membacanya sudah bagian penting dari kehidupan.

Dalam kesempatan ini, Saiful Anwar Matondang yang menjabat kepala LLDikti Sumut 21 Desember 2022 ini juga memaparkan dari hampir 1.300 dosen perguruan tinggi swasta di Sumut baru ada 68 guru besar karena terkendala tidak ada publikasi internasional dalam jurnal bereputasi.

Saiful Anwar Matondang yang pernah 12 kali menjadi ketua hibah penelitian dan 9 kali anggota hibah penelitian pun berharap pelatihan ini akan berdampak dengan semakin banyak dosen meraih hibah penelitian dan semakin guru besar di Sumut.

Yoga Dwi Arianda ST menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah. Ia berharap peserta menyerap seluruh ilmu yang diberikan oleh nara sumber yang akan menyampaikan materi dan pendampingan.

Turut hadir dari USM Indonesia Idawati Purba SE MSi (wakil rektor II)
Ns Johansen Hutajulu A, SKep MKep PhD (wakil rektor III) dan Adiansyah, SSi MSi (kepala LPPM).
Turut hadir perwakilan dari Dirjen Kemendikbutristek yakni Koordinator Kekayaan Intelektual dan Publikasi Yoga Dwi Arianda ST, M Zudhy Irawan, Achmad Nizar Hidayanto, Amirul Mukmini, Dian Fiantis, Suminar S Achmadi, Siti Nuraini dan Jaka Sriyana.

Peserta pelatihan berasal dari USU, Unimed, UIN Sumatera Utara, USM Indonesia, UMSU, UMN Al-Washliyah, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Prima Indonesia, Universitas Medan Area, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Asahan dan Universitas Mahkota Tricom Unggul.

Kemudian Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Universitas Quality, Universitas Graha Nusantara, Universitas Simalungun, Universitas Potensi Utama, Institut Kesehatan Medistra, Institut Kesehatan Helvetia, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, STIM Sukma, STKIP Amal Bakti dan STMIK Triguna Dharma. (dmp)

Pemborong Lakukan Kelalaian, YUU Contempo Siap Patuhi Aturan Melalui Penyesuaian Bangunan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembang komplek perumahan Yuu Contempo yang beralamat di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, membantah semua tudingan yang mengatakan bahwa bagunan perumahan Yuu Contempo tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan tegas, pihak Perumahan Yuu Contempo menyebutkan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Mereka pun memastikan, bahwa semua pembangunan yang dilakukan di dalam areal komplek perumahan Yuu Contempo sudah mengantongi IMB.

“Kami pertegas disini, bahwa komplek perumahan Yuu Contempo yang saat ini dalam proses pembangunan, memiliki Izin Mendirikan Bangunan. Bila ada yang menyebutkan tidak memiliki IMB, maka kami pastikan tudingan itu sama sekali tidak benar,” ucap Legal Coroporate Yuu Contempo, Ferik didampingi Helendri kepada wartawan, Jumat (9/6/23).

Hanya saja, kata Ferik, pada proses pembangunan, terdapat sedikit kesalahan akibat kelalaian yang dilakukan pihak pemborong. Kelalaian itu berupa tinggi tembok bangunan yang melebihi dari tinggi yang tercantum di dalam izin.

“Sebenarnya permasalahannya hanya ada di tembok bangunan, pihak kontraktor mendirikan tembok dengan tinggi 5 meter, sementara seharusnya tingginya itu 3 meter. Jadi bukan tidak ada izin, hanya ada sedikit kesalahan berupa ketidaksamaan antara tinggi bangunan dengan izin yang ada. Kita juga mengakui adanya kesalahan akibat kelalaian pihak pemborong tersebut,” ujarnya.

Tak hanya mengakui adanya kesalahan berupa tinggi tembok yang melebihi izin, pihaknya selaku pengembang komplek perumahan Yuu Contempo juga siap mematuhi aturan melalui penyesuaian bangunan.

Dalam artian, pihaknya siap melakukan pembongkaran terhadap tinggi tembok yang menyalah tersebut. Dengan kata lain, pengembang komplek perumahan Yuu Contempo bersedia membongkar kelebihan tinggi tembok, yakni dari 5 meter menjadi 3 meter agar sesuai dengan izin yang ada.

“Dan pembongkaran (kelebihan tinggi tembok) itu sudah kita lakukan dengan disaksikan pihak Satpol PP dan Dinas Perkim Kota Medan. Jadi sebenarnya permasalahannya itu hanya pada tinggi tembok, tapi kita (Yuu Contempo) justru dituding tidak memiliki IMB. Jelas kita bantah tudingan itu, dan kita pertegas bahwa Yuu Contempo memiliki IMB,” katanya.

Dengan adanya informasi yang menyesatkan tersebut, jelas Ferik, pihaknya merasa sangat dirugikan. Lantaran, konsumen yang telah membeli rumah di Komplek Yuu Contempo merasa resah.

“Oleh sebab itu harus kita luruskan, agar konsumen yang sudah membeli unit (rumah) kepada kita tidak lagi merasa resah. Sebab rencananya kita akan membangun 119 unit rumah di komplek Yuu Contempo, dan saat ini yang sudah dibangun sebanyak 41 unit,” jelasnya.

Ferik pun menduga, melebarnya informasi Yuu Contempo yang dituding tidak memiliki IMB adalah karena permasalahan tembok yang dibangun di bagian belakang komplek. Padahal, tembok tersebut didirikan di atas tanah pihak pengembang komplek perumahan Yuu Contempo.

“Namun ada pihak yang merasa dirugikan atas berdirinya tembok itu, sehingga saat ini permasalahan tembok itu sedang dalam perkara di Pengadilan,” pungkasnya.
(map)

Laporan Ketua Demokrat Labuhanbatu Terkait Denny Indrayana, Ditolak SPKT Poldasu

LAPORAN: Ketua DPC Partai Demokrat Labuhanbatu, H Mukhlis Hasibuan didampingi Sekretaris Partai Demokrat DPC Labuhanbatu, H Ibrahim di Gedung SPKT Polda Sumut untuk membuat lappran, Jumat (9/6/2023). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Ketua DPC Partai Demokrat Labuhanbatu versi Moeldoko, H Mukhlis Hasibuan hendak melaporkan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Wamenkumham RI), Prof Denny Indrayana ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Jumat (9/6/2023).

Denny dilaporkan, karena diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Moeldoko, yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat sesuai dengan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada 5 Maret 2021 kemarin.

“Jadi, kami laporkan Denny Indrayana karena videonya viral di media sosial (Medsos) yang mengatakan bahwa Moeldoko mencopet Partai Demokrat. Jadi, tidak benar kalau ketua umum kami dikatakan mencopet partai. Jelas bahwa Bapak Moeldoko itu ketua umum terpilih berdasarkan keputusan dan dukungan dari beberapa unsur dan pengurus partai,” sebut Mukhlis Hasibuan didampingi Sekretaris Partai Demokrat DPC Labuhanbatu, H Ibrahim, di SPKT Polda Sumut.

Menurutnya, Denny Indrayana hendak dilaporkan karena ucapannya itu merupakan suatu kebohongan. “Tidak baik seorang profesor begitu ucapannya, harusnya jangan dia menyebut mencopet. Kami minta jangan diulangi lagi bahasa mencopet Partai Demokrat,” pintanya.

Dijelaskannya, langkah membuat laporan itu merupakan inisiatifnya sendiri karena adanya dugaan penghinaan yang viral itu.

“Kami akan berkomunikasi juga dengan pengurus DPD dan DPP Partai Demokrat. Jadi, sekali lagi saya tegaskan, Bapak Moeldoko bukan pencopet partai,” tegasnya.

Tapi, ketika membuat laporan, pihak SPKT Polda Sumut belum bisa menerimanya.

Menurut petugas SPKT, harus Moeldoko langsung yang membuat laporan, sebagai orang yang dirugikan.

“Jadi, tim hukum kami akan berkomunikasi dengan tim hukum DPP. Kami akan melaporkan dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Denny Indrayana ini,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan adanya kedatangan pihak DPC Partai Demokrat Labuhanbatu tersebut untuk melaporkan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Wamenkumham RI), Prof Denny Indrayana. Tetapi, laporannya ditolak petugas SPKT Polda Sumut, karena memang harus yang bersangkutan (Moeldoko, red) yang melapor. “Iya benar, harus yang bersangkutan yang melapor,” ujarnya. (dwi)

Karena Pengaruh Ekonomi, Riski Pratama Nekad Habisi Perempuan Muda Satu Anak

AMANKAN: Pelaku pembunuhan terhadap perempuan satu orang anak yang ditemukan mayatnya di ladang ubi, Muhammad Riski Pratama diamankan Satreskrim Polres Tebingtinggi dengan dihadiahi timah panas di bagian kaki.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Alasan dikarenakan masalah perekonomian, Muhammad Riski Pratama (19) warga Jalan Taman Bahagia Lingkungan I Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, nekad menghabisi perempuan muda anak satu, Sugianti (23) warga Dusun I Desa Paya Mabar Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang ditemukan kondisi membusuk di ladang ubi tepatnya Dusun I Desa Kutabaru Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai, Selasa (6/6).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon didampingi Kasat Reskrim AKP Rudianto J Silalahi di halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Jumat (9/6) membenarkan bahwa pelaku pembunuh terhadap wanita yang ditemukan di ladang ubi milik warga pada tanggal 6 Juni 2023 lalu sudah diamankan.

Pelaku diamankan di daerah persembunyiannya di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kapai Kota Dumai Provinsi Riau tepatnya di Simpang Kawasan Industri Dumai, Rabu (7/6). Dalam penangkapan, pelaku sempat melawan kepada petugas, kemudian agar tidak kabur, petugas memberikan hadiah timah panas di bagian kedua kakinya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Rudianto J Silalahi, setiap orang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dan pencurian dengan kekerasan yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana yang dimaksud dengan Pasal 338 Subs 365 ayat 3 dari KUHPidana.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku, satu buah handphone merek Vivo Y12S dengan kerugian material sebesar Rp25 juta yang dimana satu unit sepeda motor jenis Honda Vario BK 3046 NAV milik korban kondisi hilang belum ditemukan. Sedangkan motif pembunuhan adalah faktor ekonomi,” jelasnya.

Sebelumnya menurut pengaduan suami korban, Diky Suhendra (27) istrinya (Sugianti) telah menghilang sejak dua minggu lalu usai berpamitan kerja. Selama dua minggu, Suhendra mencoba mencari keberadaan istrinya tetapi tidak diketemukan.

“Ketika ramai penemuan mayat perempuan di kebun ubi milik warga, keluarga mendatangi, ciri ciri tersebut adalah jenazah istri saya,” ungkap Suhendra.

Pelaku pembunuh, Riski Pratama menuturkan bahwa pada bulan Mei 2023 lalu, dirinya membuat akun di media sosial membuka lowongan pekerjaan untuk jaga anak, kemudian korban mengikuti dengan cara menginbox di FB milik pelaku, korban merasa tertarik dengan pekerjaan tersebut.

Empat hari kemudian, korban melakukan pertemuan dengan Riski, kemudian Sugianti datang ke rumah di Jalan Taman Bahagia Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kota Tebingtinggi untuk melihat lokasi tempat bekerjanya, tanggal 22 Mei 2023 lalu.

Menurutnya, Sugianti datang ke rumah dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario, kemudian masuk ke dalam rumah, karena tidak ada orang, Sugianti sempat masuk ke dalam rumah berduaan, tetapi ada warga sekitar melihat dan menyuruh keduanya keluar rumah dengan alasan tidak ada orang di rumah.

Kemudian tidak berselang lama pelaku ikut pergi juga dari rumah tersebut dengan berjalan kaki, kemudian setibanya di Jalan Taman Bahagia tepatnya di Rel Kereta Api Makam Pahlawan Kota Tebingtinggi, pelaku bertemu dengan korban yang saat itu korban sedang duduk-duduk di atas sepeda motornya. Kemudian pelaku mengajak korban jalan-jalan menuju Kota Pematang Siantar. Sekira pukul 13.00 WIB pelaku dan korban kembali ke Kota Tebingtinggi dan membawa korban berkeliling Kota dan berhenti di Dusun I Desa Kuta Baru Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdang Bedagai.

“Saya membawa korban ke ladang ubi tersebut dengan beralasan mengambil manggis. Setibanya di ladang ubi, saya memiting korban dari belakang menggunakan tangan kanan sembari melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Setelah korban sudah lemas kemudian saya membuat posisi korban duduk lalu melilitkan tali tas yang sebelumnya sudah dibawa pelaku untuk mengikat leher korban sebanyak 2 putaran,” bilangnya.

Kemudian setelah mengikat leher korban. Pelaku mengambil tas korban yang didalamnya berisikan 1 unit handphone Vivo dan 1 buah kunci sepeda motor dan langsung kabur membawa sepeda motor menuju Medan dan menjual sepeda motor di wilayah Belawan dengan harga Rp2 juta. Kemudian tanggal 2 Juni 2023, pelaku berangkat menuju Dumai untuk menghilangkan jejak.

“Dalam pelarian itu, saya sempat dihantui oleh arwah Sugianti, ” papar Riski. (ian/ram)

Tak Paksakan AHY, Demokrat Juga Sodorkan Khofifah, Sandi, hingga Yenny ke Tim Anies

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan, pernyataannya terkait evaluasi terhadap Capres di Bulan Juni, didasari oleh kalkulasi dan keinginan yang kuat dari Partai Demokrat agar Anies Baswedan tidak kehilangan momentum politik untuk memenangkan Pilpres 2024.

Menurut Andi, Partai Demokrat tidak akan mundur ke belakang membicarakan nama Cawapres, karena proses penentuan Cawapres sudah melewati berbagai macam tahapan selama kurang lebih empat bulan sejak piagam koalisi ditandatangani. Dia pun menegaskan, Demokrat mematuhi piagam kesepakatan yang telah disepakati dengan NasDem dan PKS. Salah satu isinya adalah memberikan keleluasaan kepada Anies untuk menentukan Cawapres.

“Partai Demokrat tidak pernah memaksakan AHY sebagai Bacawapres Anies Baswedan. Silakan ditanyakan kepada Capres Anies Baswedan, Ketua Umum Partai NasDem dan Ketua Umum PKS,” kata Andi lewat keterangan tertulis, Jumat (9/6).

Sesungguhnya, kata Andi, meskipun partai politik memiliki hak dan kewajiban untuk mengusung kader utamanya sebagai bakal Capres atau Cawapres, apalagi memiliki elektabilitas yang tinggi, tetapi di tubuh Partai Demokrat sendiri, proses penjaringan Capres/Cawapres juga melalui berbagai macam tahapan. “Nama yang kami perhitungkan pun tidak tunggal. Pada awalnya, memang kader Demokrat menginginkan AHY sebagai Capres. Tetapi, karena Partai Demokrat tidak mungkin mengusung Capres sendiri, maka nama Anies Baswedan menguat sebagai hasil kompromi Demokrat bersama Partai Nasdem dan PKS untuk memenuhi PT 20 persen,” ungkap Andi.

Dia pun menyebutkan, meski AHY memiliki elektabilitas yang baik, tapi nama-nama lain pun diperhitungkan oleh Demokrat untuk menjadi Cawapres Anies. “Ketum AHY bahkan memerintahkan saya sebagai Kepala Bappilu untuk memperhitungkan alternatif nama-nama lain tersebut,” ungkapnya.

Adapun nama-nama lain yang diperhitungkan menjadi Cawapres, kata Andi, telah dipaparkan di hadapan tim Capres, Sekjen Partai Demokrat, Sekretaris Majelis Tinggi Partai, dan Kabappilu. Nama-nama tersebut yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Kemudian, ada pula Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU Yenny Wahid, Mantan Panglima TNI Andika Perkasa, dan Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Ahmad Heryawan (Aher). “Lalu Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Salim Segaf, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,” tandasnya. (adz)

Berkontribusi Pada Logo Baru IKN, Ini Strategi BNI di IKN Nusantara

Direktur Utama BNI, Bapak Royke Tumilaar memberikan hadiah kepada pemenang design logo IKN.

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memiliki logo baru bergambar Pohon Hayat. Dalam proses pembuatan, pemilihan, dan promosi logo tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI turut berkontribusi. BNI pun berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif pada proyek IKN.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, terdapat sejumlah potensi bisnis yang dapat dioptimalkan BNI ke depan di IKN. “Kami berkomitmen untuk proaktif memberikan kontribusi positif pada proyek pemindahan Ibu Kota demi mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara merata. BNI melihat terdapat sejumlah potensi bisnis di ekosistem IKN yang dapat digarap BNI,” kata Okki.

Potensi yang dimaksud yaitu di bidang infrastruktur dasar, infrastruktur utama, pusat bisnis dan ekonomi, perumahan, fasilitas umum, dan bidang fasilitas komersial. Dengan potensi yang ada tersebut, BNI membuka peluang untuk menjadi bank yang memberikan pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur atau pun pembiayaan lainnya seperti kredit modal kerja, bank garansi, letter of credit (L/C) dan lain sebagainya.

BNI juga dapat ikut serta dalam pembangunan tahap awal proyek IKN dan memberikan banyak potensi dari kontraktor utama, yang secara resmi telah ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di IKN. Sejauh ini BNI telah terlibat dalam membangun ekosistem digital di IKN dengan menyediakan kartu multifungsi yang dapat digunakan sebagai sarana pembayaran dan transaksi di lokasi Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di IKN.

Langkah tersebut kemudian mendapat apresiasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Selain mempermudah kehidupan para pekerja konstruksi, menurutnya, kartu multifungsi BNI juga membangun ekosistem digital terintegrasi yang baik di IKN. BUMN diharapkan mampu menciptakan sesuatu yang beda di Ibu Kota Nusantara, mulai dari sistem kartu, pelayanan langsung, hingga integrasi ekosistem usaha. Hal ini pun sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong peradaban digital di IKN dan mengantarkan Indonesia lebih maju, makmur, dan mendunia.

Pemerintah Republik Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun IKN. Pada 2023, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20,8 triliun dan naik menjadi Rp22,2 triliun pada 2023 untuk proyek pembangunan IKN. Dalam perkembangan pembangunan IKN, pada Selasa 30 Mei 2023, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memperkenalkan logo baru IKN bertema Pohon Hayat. Pohon Hayat dinilai sebagai pohon kehidupan, dan diharapkan Pohon Hayat ini dapat menginspirasi IKN untuk menciptakan tempat kehidupan baru bagi masyarakat, serta menjadi sumber kekuatan. (rel/sih)

Tindaklanjuti Instruksi Dishub Medan, Pengelola e-Parking Awasi Ketat Pengutipan Retribusi

E-PARKING: Petugas parkir saat menggunakan layanan e-parking kepada pelanggan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Instruksi Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kepada setiap perusahaan pengelola parkir elektronik (e-Parking) agar mengawasi secara ketat seluruh juru parkir (jukir) guna memastikan tidak adanya lagi jukir e-Parking yang mengutip retribusi secara tunai, ditindaklanjuti oleh para perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan.

Salah satunya, oleh PT Logika Garis Elektronik (LGE) yang menjadi pengelola e-Parking di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Diantaranya, di Jalan K.H Zainul Arifin, kawasan Jalan Setiabudi, kawasan Jalan Palangkaraya, Jalan Cirebon, Jalan Irian Barat, Jalan Jawa, Jalan Katamso, Jalan Zein Hamid, Jalan Pemuda, Jalan Samanhudi, Jalan Raden Saleh, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Pantauan Sumut Pos di Jalan Palangkaraya serta Jalan Cirebon dan sekitarnya, Jumat (9/6/2023), PT LGE melakukan pengawasan pada setiap jukir e-Parking mereka di kawasan tersebut. Sembari berkeliling, para pengawas tampak terus mengingatkan para jukir agar tidak mengutip retribusi parkir secara tunai.

“Jangan coba-coba terima uang parkir secara tunai. Sampaikan kepada setiap yang ingin parkir, bahwa kita tidak menerima pembayaran cash. Kita sudah siapkan berbagai peralatan pembayaran guna mendukung sistem pembayaran cashless (non tunai),” ucap Koordinator Jukir PT LGE, Albert Panjaitan kepada para jukir.

Kepada Sumut Pos, Albert mengatakan bahwa pihaknya di PT LGE terus diingatkan Dishub Medan dalam mengawasi jukir-jukir nakal. Untuk itu, PT LGE selalu memberikan tindakan tegas apabila menemukan adanya jukir yang menyalahi aturan.

“Dan selama ini, beberapa jukir yang kedapatan mengutip retribusi parkir secara tunai sudah kita berhentikan. Saat ini, setiap jukir yang bertugas terus dalam pengawasan kita,” ujarnya.

Terpisah, Komisaris PT LGE, Frans Pardede, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan jukir e-Parking secara ketat sesuai arahan Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan. Tak hanya di kawasan Jalan Palangkaraya serta Jalan Cirebon dan sekitarnya, namun pengawasan juga dilakukan di setiap titik e-Parking yang dikelola pihaknya.

“Ini merupakan komitmen kita yang mendukung program Pemko Medan dalam penerapan program e-Parking,” kata Frans kepada Sumut Pos, Jumat (9/6/2023).

Frans juga menegaskan, bahwa PT LGE siap memberikan sanksi tegas kepada para jukir yang masih berani mengutip retribusi secara tunai. Pihaknya mengaku siap memberikan sanksi tegas dengan langsung memberhentikan dan mengganti jukir tersebut.

“Sosialisasi akan larangan mengutip retribusi parkir secara tunai tersebut sudah sangat lama kita lakukan, sebab e-Parking (di Medan) ini sudah berjalan dua tahun. Jadi bila masih ada yang melanggar, tidak perlu ada lagi peringatan, akan langsung kita ganti dengan jukir yang siap mematuhi aturan,” tegasnya.

Frans pun meminta semua pihak, khususnya masyarakat pengguna jasa e-Parking di Kota Medan untuk mendukung program e-Parking dengan tidak membayar retribusi parkir secara tunai kepada jukir e-Parking di lapangan.

“Kami dari PT LGE siap mendukung program Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution yang ingin meningkatkan pelayanan jasa parkir melalui e-Parking. Kita akan benar-benar menegakkan aturan yang ada dan melakukan evaluasi terhadap jukir-jukir yang masih melanggar aturan. Mohon dukungan dari semua pihak,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, menjelaskan bahwa pihaknya memang telah memberikan surat peringatan kepada seluruh perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan.

“Bukan hanya PT LGE, semua perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan telah kita surati agar jangan lagi ada jukir yang melanggar aturan dengan masih mengutip retribusi parkir secara tunai,” ujar Iswar kepada Sumut Pos, Kamis (8/6/2023).

Dikatakan Iswar, hal itu harus dilakukan agar program e-Parking di Kota Medan bisa berjalan maksimal. Sebab selain terbukti dapat meningkatkan PAD Kota Medan secara signifikan, e-Parking juga bertujuan meningkatkan pelayanan jasa parkir kepada masyarakat.

“Tegas kita sampaikan, bahwa setiap perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan wajib mematuhi aturan, termasuk memastikan tidak adanya lagi jukir mereka yang mengutip retribusi parkir secara tunai. Bila kedepannya masih terjadi, maka kita akan evaluasi kontrak kerjasama dengan perusahaan tersebut,” pungkasnya.
(map)

6,8 Ton Sampah Berhasil Terkumpul Dari Tanjung Tiram

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Misi besar ciptakan Batu Bara Bersih sejatinya tak hanya menjadi senandung bagi masyarakat. Keinginan menjadikan kabupaten yang asri, bersih dan juga disiplin terus digencarkan.

Tak hanya melibatkan perangkat pemerintahan, Batu Bara juga menghadirkan langsung Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) sebagai konsultan lingkungan.

Kecamatan Tanjung Tiram pun menjadi sasaran utama sebagai pilot project penataan lingkungan bersih. Mengingat Tanjung Tiram sebagai lokasi yang ditasbihkan sebagai daerah terkotor di Batu Bara karena tingginya aktifitas di pasar dan TPI. Sehingga dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tahun ini (5/6/2023), Kabupaten Batu Bara melaksanakannya di Kecamatan ini.

Mengusung tema Gerakan Untuk Lingkungan Asri dan Indah dengan Mancing Sampah (Gulai Masam), ‘tertangkap’ sampah dengan total 6,8 ton.

Plt Kepala Dinas Perkim LH Batubara, Frans Siregar mengatakan bahwa Gulai Masam ini dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat Tanjung Tiram dalam menjaga kebersihan.

Frans juga mengungkapkan di Kabupaten Batu Bara setiap harinya sekitar 50 ton sampah terkumpul, dimana sebanyak 20 ton sumbangan dari Tanjung Tiram.

“Tanjung Tiram merupakan wilayah yang sampahnya sangat luar biasa. Karena itu, untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, dari awal Kabupaten Batu Bara sudah membuat Tanjung Tiram pilot project sebagai barometer program Menuju Batu Bara Bersih,” tutur dia.

Sementara, Camat Tanjung Tiram Junaidi mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan sampah di Tanjung Tiram, program yang dijalankan sudah mencapai 70%. Dia berharap program bisa mencapai 100%, dimana masyarakat sudah menyadari betul apa-apa yang sudah dan harus dikerjakan dengan sampah.

Plt asisten II Setda Batu Bara Sri Madani mengungkapkan Tanjung Tiram harus bisa menjaga agar lingkungannya menjadi tempat dihuni bisa bestari. “Masyarakat tidak merusak apa yang harus dijaga. Sehingga bisa sama-sama menikmati dan akan memberikan kelangsungan lingkungan,” tuturnya.

Sementara Dewi Natadiningrat sebagai founder KSI yang menginisiasi kegiatan ini berharap agar masyarakat Tanjung Tiram tetap konsisten untuk sadar lingkungan. Lingkungan bersih bukan sekedar seremonial dalam peringatan hari tertentu, namun selamanya harus tetap hidup di lingkungan yang bersih dan sehat.

“Mudah-mudahan membuat masyarakat tanjung tiram bisa lebih bersih untuk selanjutnya, bukan hanya hari ini saja. Pentingnya kita menjaga kebersihan lingkungan untuk generasi mendatang, hal ini sejalan dengan keinginan Bapak Bupati Batu Bara Ir. Zahir MAP yang ingin Batu Bara Bersih serta masyarakat peduli akan lingkungannya”, ujar Dewi.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 8 desa dan 2 kelurahan ikut ambil bagian dalam perlombaan. Bermacam hadiah pun diberikan kepada desa yang mendapatkan sampah terbanyak.

Dari hasil tangkapan sampah dengan total 6,8 ton, sekitar 1,1 ton sampah layak jual. Hasil penjualan sampah diberikan kepada seluruh petugas kebersihan di Kecamatan Tanjung Tiram sebagai bentuk program sedekah sampah.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten 2 Bidang Ekonomi Batu Bara, Kadis Perkim & LH Batu Bara, Camat Tanjung Tiram, Danramil Tanjung Tiram, Danpol Airud Batu Bara, Wakapolsek Labuhan Ruku serta para kepala desa. (rel/ram)