31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14231

Tahanan LP Binjai Nyaris Kabur

Jebol Tembok Kamar Mandi Pakai Obeng

BINJAI- Tahanan kabur di Binjai nyaris kembali terjadi. Setelah enam tahanan Polsek Binjai Utara kabur dari sel, kali ini tiga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat mencoba kabur dengan cara menjebol tembok kamar mandi dengan menggunakan tiga buah obeng dan batu. Untungnya, aksi ketiga pelaku diketahui petugas, Minggu (2/1) sekitar pukul 02.00 WIB.

Ketiga tahanan yang mencoba kabur itu masing-masing, Bayu Prananta alias Bayu, tahanan kasus narkotika, Wiranda, tahanan kasus perampokan, dan Muhammad Taufik, tahanan kasus narkotika. Saat ini ketiga palaku dalam pemeriksaan pihak LP dan Polres Binjai.

Terungkapnya upaya kabur yang dilakukan ketiga pelaku itu berawal pemeriksaan petugas sipir terhadap tahanan usai pesta pergantian tahun di Binjai.

Petugas curiga melihat lembaran kertas menempel di dinding tahanan kelas II, blok A kamar 18. Setelah diperiksa ternyata kertas itu untuk menutupi lubang yang telah dikeruk pelaku. Sontak petugas sipir memeriksa 28 tahanan yang menempati ruang tahanan itu. Dalam pemeriksaan diketahui pelaku pembobolan itu diotaki Bayu, Taufik dan Wiranda serta menyita tiga buah obeng.

Pantauan Sumut Pos di LP kelas II A Binjai, terlihat sejumlah petugas Polres Binjai melakukan pemeriksaan terhadap tahanan yang mencoba melarikan diri. Usai pemeriksaan, tahanan yang mencoba melarikan diri kembali dimasukan ke dalam tahanan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas II A Binjai, Surung Pasaribu SH Mhum, kepada Sumut Pos mengatakan, bahwa pihaknya sudah membaca situasi seperti ini. “Malam itu saya sarankan kepada anggota jangan ada yang lalai. Karena, situasi seperti Tahun Baru sangat rentan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan benar saja, kita dapati tiga orang tahanan yang mencoba melarikan diri,” ujar Surung Pasaribu.

Selain itu, Surung Pasaribu juga mengakui, kalau semua ini adalah cobaan dan menjadi suatu pembelajaran bagi pihaknya. “Awal Tahun Baru kita sudah mendapat cobaan. Yang jelas, ini semua sebagai pelajaran bagi kita untuk tetap menjaga keamanan di LP kita ini,” kata Surung.

Menyinggung soal obeng tahanan yang mencoba melarikan diri, Surung mengakui, kalau obeng itu didapat para tahanan dari tahanan yang memperbaiki AC di LP tersebut. “Obeng yang digunakan tahanan itu untuk memperbaiki AC. Yang jelas, saya mengakui kesilafan. Karena, para tahanan yang dibenarkan untuk memperbaiki AC itu, hanya tahanan yang masa tahanannya sudah mau habis,” akunya.

berakhir, dan berkelakuan baik untuk mengembangkan bakatnya. Karena, kita juga punya hati nurani. Tapi, ini memang kesilafan kami. Makanya, seperti yang saya katakan tadi, ini semua sebagai cobaan dan pelajaran bagi kami,” ucap Surung Pasaribu.

Menganai hukuman yang akan diberikan olehnya terhadap ketiga tahanan yang mencoba melarikan diri ini. Surung menyerahkan ini semua kepada pihak kepolisian. “Yang jelas, ketiganya sudah kena pasal pengerusakan. Tapi, untuk masalah hukuman, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Surung. (dan).

Korban Laka Lantas Tanpa Identitas Mengendap di RS Adam Malik Medan

Sudah Lima Hari Terbaring tak Sadarkan Diri  

Pria korban laka lantas sudah lima hari terbaring tak sadarkan diri di ruangan Rindu A, bagian syaraf rumah sakit Adam Malik Medan. Saat ditemukan, tidak satu pun ada identitas pada diri korban.

Bahkan hingga kini, pihak Polres Binjai Unit Laka Lantas, terus berusaha mencari tahu keberadaan keluarga dan identitas korban laka yang terjadi Rabu (28/12) Sekira pukul 22.30 Wib, di Jalan T Amir Hamzah, Tandem Pasar 4, Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara.

Menurut Kanit Laka Polres Binjai Ipda N Sinuraya, saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjannya mengaku, korban ditabrak seorang pengendara mobil, namun hingga saat ini pihaknya kesulitan mencari tahu idntitas korban. Ada pun ciri ciri korban saat terjadi laka lantas, dijelaskannya, memakai kaos lengan pendek warna ungu, celana jeans pendek warna biru, rambut ikal pendek, bentuk waja muka lonjong, warna kulit sawo matang, tinggi badan 160 cm, berat badan 58 kg dan umur diperkirakan 30 tahun.

“Sepertinya korban mengalami gangguan kejiwaan. Namun saat terjadi kecelakaan korban memakai cincin besi putih dijari manis tangan sebelah kiri dan cincin kuningan dijari manis tangan sebelah kanan. Saat terjadi kecelakaan, korban sedang berjalan kaki dan sepertinya korban tidak terawat dengan kondisi gigi yang berantakan dan kurang terurus. Namun, pelaku yang menabrak bersedia bertanggung jawab dan berusaha mencari keluarga korban,” ungkap AKP N Sinuraya.

Bagi yang mengetahui identitas korban, dikatakannya, pihak keluargannya harap menghubunggi nomor 8823780, 081264992990 dan 08137070199 atau datang langsung ke rumah saki Adam Malik Medan ruangan Rindu A.
“Kita berharap, keluargannya menjenguknnya. Sebab, hingga sampai saat ini ia tidak juga sadarkan diri. Bagai manapun, ia manusia yang harus diselamatkan. Kita berharap, ia cepat dijenguk keluargannya,” tegasnnya.  (dan)

Tahun Baru, Dua Nyawa Melayang

PERBAUNGAN-Dua nyawa melayang diakhir tahun 2011 dan diawal tahun baru 2012, kedua korban malang tersebut yakni Mukhlis (18) warga Dusun II, Desa Sei Jenggi, Kecamatan Perbaungan dan Devi (19) warga Dusun II, Desa Pematang Kasih, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai.

Keterangan yang dihimpun kru koran ini di kepolisian menyebutkan kedua kecelakaan tersebut terjadi waktu yang berbeda dan di tempat yang berdekatan. Kecelakaan pertama terjadi Sabtu(31/12) sekira pukul 23.30 WIB antara sepeda motor RX King dengan Mobil Luxio BK 1711 JQ yang di kemudikan Suwedi(34) warga Binjai. Kecelakaan maut tersebut terjadi di jalinsum Medan Tebing Tinggi KM 41-42 persisnya di Dusun IV, Desa Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Sebelum kejadian korban yang mengedarai sepeda motor Yamaha RX King BK  4192 GC yang berboncengan dengan Yogi, datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Setibanya di TKP korban hendak mendahului sepeda motor Suzuki Satria BK 3292 YAS yang dikemuidkan Anto(34) warga Padang Sidimpuan.

Saat itulah setang sepeda motor Mukhlis menyenggol setang sepeda motor yang dikemudikan Anto, sehingga mengakibatkan sepeda motor yang dikemuidkan Muklis oleng ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah Medan melaju mobil Luxio yang di kemudikan Suwedi, sehingga sepeda motor menabrak bagian samping mobil tersebut.
Akibatnya Mukhlis tewas di lokasi kejadian semnatara yang lainnya mengalami luka-luka, korban kemudian di evakuasi ke RSU Trianda Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan.

Berselang beberapa jam kecelakaan kembali terjadi, kali ini yang menjadi korban Devi. Devi yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU BK  6793 CL datang dari Medan menuju Tebing Tinggi.

Korban berniat hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya, namun malang bagi Devi sepeda motor yang dikemuidkannya terjatuh kebadan jalan dan di lindas kendaraan dan melarikan diri. Kasat Lantas Polres Sergai AKP Gunadi SB mengakui adanya peristiwa tersebut.(lik/smg)

Curi Komputer, Dua Remaja Masuk Bui

PERBAUNGAN-Ferry Sandika alias Ferry(16) dan temanya Risky Maulana alias Boby (15)kedua remaja asal Desa Melat II, Kecamatan Perbaungan ini ditangkap tim buser Polsek Perbaungan dari temapat dan waktu yang berbeda, Minggu(1/1) sekira pukul 21.00 wib.

Selain mengamankan kedua tersangka petugas juga mengamankan barang bukti satu set computer milik sekolah dasar negeri(SDN) 104260 Desa Melati yang berada tak jauh dari rumah pelaku (Feri).

Pengakapan terhadap kedua tersangka berdasarkan laporan korban yakni kepala sekolah Husin, pada Sabtu(31/12) siang. Setelah dilakukan olah tkp dan penyidikan ternyata pelakunya adalah Ferry dan Boby.

Setelah cukup bukti petugas kemudian meringkus kedua pelaku . Kapolsek Perbaungan AKP Marluddin S.Ag mengatakan pihaknya menagkap Ferry pada pukul 21.00 wib setelah dilakukan penyidikan kemudian petugas berhasil meringkus Boby rekan Ferry saat melakukan pencurian.” Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah monitor LCD, CPU  mereka ION dan 1 unit printer merek Cannon,” terang Marluddin.

Pada wartawan Senin(2/1) Ferry dan Boby mengakui kalau perbuatannya tersebut dilakukan karena butuh uang buat merayakan malam tahun baru.

“Rencananya komputer ini mau kami jual dan uangnanya untuk malam tahun baru, tapi karena belum laku komputer tersebut kami simpan di semak-semak, namun belum lagi laku terjual kami keburu ketangkap polisi”, ucap kedua remaja ini. (lik/smg)

Sekolah Taman Siswa Disantroni Maling

TEBING TINGGI- Yayasan Sekolah Taman Siswa (Tamsis) yang terletak di Jalan Deblot Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kota Tebing Tinggi, Senin (2/1) sekira pukul 03.00 WIB dibobol kawanan maling. Akibatnya uang senilai puluhan juta dan surat-surat berharga beserta barang lainnya berhasil digondol maling.

Kawanan maling yang diduga berjumlah tiga orang itu masuk ke dalam raung kantor bendahara sekolah dengan memanjat pagar dan merusak kaca nako. Setelah masuk, kawanan maling mengacak-acak isi dalam kantor dan kabur membawa brangkas milik sekolah.

Penjaga sekolah, Efendi Nasution pertama kali melihat ruangan bendahara sekolah dibobol maling ketika melakukan patroli malam hari. “Saat patroli pukul 03.00 WIB, saya lihat kaca nako sudah terbuka, langsung kejadian saya laporkan kepada yayasan di Mapolres Tebing Tinggi,” katanya.

Pemilik Yayasan Sekolah Taman Siswa, Darman mengaku mengetahui kejadian setelah mendapat laporan dari penjaga petugas malam. “Dari kejadian ini sekolah menderita kerugian uang kontan Rp10 juta, dua buah BPKB mobil, sebuah sertifikat surat tanah atas nama Adi Hariano, satu buah BPKB sepeda motor dan buku rekening bank sebanyak enam buah,” sebutnya.

Mendapat laporan, Tim Identifikasi Polres Tebing Tinggi melakukan olah tempat kejadian perkara, Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Lili Astono mengaku masih melakukan peyidikan lebih lanjut. “Pelaku masih dalam lidik petugas,” katanya. (mag-3)

Dijemput Paksa Kejagung

Saksi Pembobolan Kas Pemkab Batubara

JAKARTA- Satu per satu, orang-orang yang terkait kasus dugaan korupsi pembobolan dana milik Pemerintah Kabupaten Batubara, Sumatera Utara senilai Rp 80 miliar, ditangkap. Kali ini, seorang warga Bogor, bernama Yunita Intannita Johan, ditangkap penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) di Bogor, Minggu (1/1) sore.
“Yunita Intannita Johan, ditangkap di Bogor, Minggu sore sekitar jam tiga,” ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad di Jakarta, Senin (2/1).

Sorenya, Noor menyebar ralat kepada para wartawan. Dia menyebut, status Yunita baru sebagai saksi, bukan tersangka. “Intan masih saksi bukan tersangka,” kata Noor, meralat pernyataan dia sebelumnya.

Intan dijemput paksa, lanjut Noor, karena selalu mangkir saat hendak diperiksa sebagai saksi oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung. Karena alasan inilah, penyidik kemudian menangkap Intan di Bogor pada Minggu (1/1) sore.

Keterangan Intan dibutuhkan menyusul ditangkapnya Direktur Utama PT Pacific Fortune Management Ilham Martua Harahap pada Juni 2011 di Medan bersama tersangka lain Daud Aswan Nasution.

Noor menjelaskan, Yunita Intannita merupakan Sekretaris PT Pacific Fortune Management, perusahaan sekuritas yang awalnya diminta untuk menginvestasikan kembali dana Pemkab. Intan langsung menjalani proses pemeriksaan.
Sebelumnya, pada 18 Oktober 2011, tim dari Kejagung Helfizar Purba alis OK David Purba, yang juga sempat menjadi buronan. David Purba yang sempat dua kali menjadi calon Bupati Serdang Bedagai itu ditangkap di dekat tempat pencucian mobil di Cempaka Putih Jakarta.

Sementara pada awal Juni 2011, penyidik Pidsus lebih dulu menangkap Ilham Martua Harahap yang merupakan Dirut Pacific Fortune, serta Daud Aswan Nasution di sebuah hotel di Medan. Dari tangan keduanya disita uang sebanyak Rp 220 juta, yang tadinya akan digunakan untuk biaya penangguhan penahanan Komisaris PT Pacific Fortune, Rahman yang juga telah ditahan Kejagung.

Seperti yang diketahui, kasus ini berawal pada September 2010 ketika tersangka Yos Rauke  Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset, dan Fadil Kurniawan selaku Bendahara Umum Daerah, berkenalan dengan Kepala cabang Bank Mega Jababeka Itman Hari Basuki, di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan.

Diduga, dari pertemuan ini kemudian diputuskan uang milik Pemkab didepositokan di Bank Mega, setelah ada janji dari Itman akan mendapat bunga deposito di atas pasaran.

Yos Rouke dan Fadil diketahui memindahkan dana kas daerah Pemkab Batubara sebesar total Rp 80 miliar dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito Bank Mega cabang Jababeka, Bekasi. Mereka memindahkannya dengan cara menyetorkan beberapa kali, mulai pada 15 September 2010 hingga 11 April 2011. Dana tersebut kemudian disimpan dalam bentuk deposito senilai Rp80 miliar di Bank Mega Jababeka, Bekasi. Atas penempatan dana tersebut, kedua tersangka telah menerima keuntungan dengan menerima cash back sebesar Rp405 juta.

Selanjutnya, dana deposito tersebut dicairkan oleh keduanya untuk disetorkan ke 2 perusahaan jasa keuangan dan jasa pengelolaan aset, yakni PT Pacific Fortune Management yang dimiliki oleh Rachman Hakim dan PT Noble Mandiri Invesment, melalui Bank BCA dan Bank CIMB, untuk diinvestasikan. (sam)

DPP PD Incar Kepala Daerah di Muscab

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) hingga Senin (2/1) belum mengeluarkan jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PD Tapanuli Tengah (Tapteng). Pasalnya, hal itu belum layak dibicarakan lantaran masih dalam suasana Tahun Baru 2012.

Demikian disampaikan Wakil Ketum DPP PD, Jhonny Allen Marbun kepada koran ini, Senin (2/1). Menurut dia, belum saatnya membicarakan Muscab Tapteng.  “Masih suasana Tahun Baru. Rehat saja dulu lah,” ujarnya.
DPP PD belum menjadwalkan Muscab PD Tapteng. Alasan lain, karena baru saja digelar Muscab PD Pematangsiantar, yang dampaknya masih hangat. Bahkan, dia membantah DPP telah  membubarkan atau membatalkan kegiatan Muscab II DPC PD Tapteng, 5 Desember 2011 di Hotel Bumi Asih Pandan. Menurut Allen, itu bukan Muscab. “Ah, tak ada itu. Itu hanya konsolidasi biasa,” ujarnya.

Allen memberikan sinyal bahwa Muscab PD Tapteng belum digelar dalam waktu dekat ini. Alasannya, dibanding provinsi-provinsi lain, Muscab PD di kabupaten/kota di Sumut sudah tergolong tercepat. “Sumut sudah tergolong cepat, tinggal tiga kabupaten/kota lagi yang belum Muscab. Di provinsi-provinsi lain yang sama-sama besar, baru mencapai kisaran 35 persen hingga 60 persen,” terangnya. “Saya menjadikan Sumut sebagai pilot project, jadi dipercepat,” ulasnya.

Terkait dengan adanya penolakan hasil Muscab PD Siantar beberapa waktu lalu, Allen menganggap itu hal yang lumrah dalam dunia politik. Dia pun membantah anggapan telah mengkondisikan agar Hulman Sitorus yang juga walikota Siantar itu, yang terpilih sebagai Ketua DPC PD Siantar.

“Masak nggak percaya seorang Wali Kota bisa membesarkan partai? Ini untuk kepentingan partai. Kenapa dipersoalkan? Kecuali yang saya paksakan itu tukang roti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, semua partai politik sudah pasti menginginkan tokoh sentral di daerah itu menjadi pimpinan partai setempat. Dikatakan, seorang tokoh lokal pasti punya pengaruh kuat di daerah tersebut. “Hulman bisa mengalahkan incumbent. Jadi, apapun partainya, pasti mengejar dan menjadikan kepala daerah sebagai pimpinan partai” terangnya.

Allen berharap, semua kader PD bisa memahami hal itu. Apakah untuk Muscab PD Tapteng DPP akan mengincar tokoh kuat setempat? Allen tidak membantahnya. Berkali-kali dia mengatakan, pada hakekatnya partai ingin merekrut orang yang teruji dan punya pengaruh. (sam)

Urus Akta Kelahiran Kuras Uang Warga

LANGKAT- Pengurusan akta kelahiran sesuai UU No23/2006 tentang administrasi kependudukan, dinilai memberatkan masyarakat. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan mengurus ke Pengadilan Negeri (PN) cukup menguras uang warga dan merepotkan karena harus membawa dua saksi.

Kekecewaan itu dirasakan Ketua DPC PDI-P Langkat, Syafril ketika berbincang dengan wartawan, Senin (2/1). Menurut dia, pemberlakukan UU No23/2006 tentang administrasi kependudukan seharusnya dikaji ulang, bukan hanya persoalan biaya dibebankan kepada warga yang mengurus akta lahir, tapi menghadirkan dua saksi bukanlah mudah karena harus menggunakan biaya.

Dia menyebutkan, sesuai ketentuan biaya Rp315 ribu dibayarkan warga ke PN dalam pengajuan membuat akta lahir itu sangat tidak rasional, sebab keterlambatan warga membuat akta didominasi oleh ketiadaan biaya.  Selanjutnya, didampingi anggota DPRD Langkat asal PDI-P Ralin Sinulingga, warga sebagai pemohon harus menyertakan dua saksi saat mengurus. Nah, untuk tahapan dimaksud maka tak ayal warga harus mengeluarkan biaya ekstra kepada saksi. “Karena bila dipaksakan, bukan tidak mungkin program wajib sekolah bisa terkendala. Ya itu tadi, kebanyakan warga tidak mengurus akte lahir anaknya karena tak punya biaya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ralin Sinulingga menuturkan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Langkat melalui Kantor Catatan Sipil (Catpil) serta pihak PN. “Semoga dilakukan penundaan, walaupun kemungkinan kecil,” sebutnya. (mag-4)

KONI Sumut Apresiasi Atlet Penyandang Cacat

MEDAN- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara memberikan tali asih kepada atlet penyandang cacat atau disabilitas yang telah meraih medali pada saat mengikuti Kejuraan ASEAN Para Games VI/2011 yang berlangsung di Solo pada 12-22 Desember 2011.Pemberian tali Asih kepada atlet penyandang cacat yang telah berhasil menyumbangkan 12 medali emas, 19 perak dan 4 perunggu untuk kontingen Indonesia. Ke-12 medali emas yang disumbangkan itu, melalui cabang catur 7 medali emas dan 5 perak. Kemudian atletik 2 emas, 8 perak dan 1 perunggu, tenis meja 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu serta angkat berat 1 emas, dua perak dan dua perunggu.

Acara pemberian tali asih yang dilakukan KONI Sumut itu berlangsung di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (31/12).

Ketua KONI Sumatera Utara H Gus Irawan Pasaribu SE, AKK di Medan dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian tali asih tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kepada atlet Sumut yang berprestasi.
Dengan prestasi yang telah diraih tersebut, Lanjut Gus Irawan, bukan hanya membawa harum nama Sumut dikancah nasional, tetapi juga dimata internasional.

“Terimakasih kepada atlet yang telah berjuang dengan semangat hingga mampu meraih prestasi yang maksimal di ajang tingkat ASEAN tersebut,” bilang Gus.

Pemberian tali asih yang dirangkai dengan acara “Malam Keakraban Insan Olahraga Sumut” itu, atlet penyandang disabilitas yang mendapat tali asih yakni empat orang atlet catur, enam atletik, dua tenis meja dan lima orang atlet angkat berat.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sumut, Ristanto SH SPN mengatakan bahwa pemberian tali asih tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet lainya yang belum berhasil meraih medali untuk lebih giat lagi berlatih agar kedepannya dapat meraih hasil lebih maksimal.

Untuk itu, Ristanto berharap bagi atlet yang telah berprestasi untuk terus meningkatkan dan mengasah kemampuan. Pasalnya, kedepannya masih ada kejuaraan-kejuaraan lainnya yang sudah menunggu seperti Porcanas.
“ Tidak ada prestasi yang dapat diraih tanpa latihan yang keras. Hanya yang tekun berlatihlah yang mampu meraih hasil maksimal,” bilang Ristanto.

Sementara Ketua National Paralimpic Commite (NPC) Sumut Zulkifli mengatakan pemberian tali asih tersebut akan menambah semangat para atlet untuk semakin giat berlatih.
“Atlet cacat juga mampu mengukir prestasi layaknya atlet normal. Ini telah kami buktikan di ASEAN Para Games yang lalu,” bilang Zulkifli. (omi)

Naik Pangkat, Polisi Harus Paham IT

PARAPAT-  Di penghujung 2011, sebanyak 102 personel di Polres Simalungun naik pangkat. Setelah dilantik, seluruh personel polisi diminta untuk tetap memahami dan menguasai informasi teknologi (IT).

Usai melantik sejumlah personel polisi, dalam sambutannya, Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar Harkam SIK mengharapkan, semua personel harus menguasai IT, Ilmu pengetahuan dan teknologi, mengikuti pelatihan guna mendukung profesionalisme dan demi kinerja yang baik serta benar.

“Kini dunia bisa dalam gengamana kita, informasi apapun dapat dilihat pakai internet, laptop dan Netbook.  Apalagi sekarang mudah mengakses UU, Kepres dan sejumlah peraturan Kapolri hanya dengan melalui teknologi,” katanya, Sabtu (31/12).

Sementara itu, sebanyak 39 personel di Polres Tebing Tinggi juga naik pangkat. tiga diantaranya naik pangkat menjadi perwira. Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andi Rian Djajadi SIK didampingi Waka Polres, Kompol Safwan Khayat MHum di halaman  Mapolres Tebing Tinggi, menyatakan kenaikan pangkat setingkat bukanlah datang dengan sendirinya, melainkan suatu penghargaan  yang diberikan pimpinan dengan ukuran prestasi kerja. (jes/mag-3)