28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14244

Irwasum Sidak, Polres Tebing Tinggi Sibuk

TEBING TINGGI- Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri yang di pimpin Kombes Didit Prabowo bersama Kombes Iwan didampingi Irwasda Poldasu, AKBP Robert Haryanto Watratan dan AKBP Yohanes S menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Polres Tebing Tinggi terkait pelaksanaan Operasi Lilin 2011, yang dilaksanakan selama sepuluh hari mulai tanggal 23 Desember hingga 1 Januari 2012, Rabu (28/12).

Hadir dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rain Djajadi Sik, Waka Polres Kompol Safwan Khayat MHum dan semua jajaran setingkat perwira di Mapolres Tebing Tinggi mulai dari Kabag dan Kasat.
Dalam pertemuan itu terlihat kesibukan sejumlah anggota Mapolres Tebing Tinggi, yang mempersiapkan data-data tentang kegiatan pelaksanaan operasi lilin tersebut. Tercatat, saat pantauan dilakukan oleh Tim Mabes Polri di papan pengumuman di ruang Kabag Ops Polres Tebing Tinggi sebanyak 329 personel ditugaskan.

Sementara anggaran yang ditanggung DIPA hanya sebanyak 55 personel, sedangkan yang tak ditanggung DIPA untuk Pam pengamanan Gereja sebanyak 245 personel, Pos Pam 84 personel, Pam Provit sebanyak 10 personel. Untuk Satpol PP 30 personel, Brimob 16 personel, Dishub 16 personel dan TNI AD sebanyak 8 personel.

Kombes Didit Prabowo mengatakan sidak dilakukan hanya untuk memantau kesiapan pelaksanaan operasi lilin 2011, sekaligus pengamanan Natal dan Tahun Baru 2012 di semua Polres yang ada dijajaran Poldasu. “Hanya sebatas pemeriksaan berkas-berkas laporan dan kesiapan menyambut Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Ngemat Surbakti mengatakan sidak yang digelar dari Irwasum Mabes Polri dan Poldasu terkait pelaksanaan menyambut Natal dan Tahun Baru 2012 di jajaran Polres Tebing Tinggi. (mag-3)

Honda Gresini Gandeng Ten Kate

FAENZA- Menghadapi musim 2012, berbagai langkah dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Honda Gresini. Untuk menyesuaikan dengan regulasi CRT, kabarnya tim Gresini bakal memakai mesin baru dan menggandeng teknisi tim Ten Kate.

Seperti dikutip Crash.net, Rabu (28/12), Gresini yang akan mencoba memakai mesin CBR1000RR, dengan sasis FTR, rencananya akan diujicobakan oleh rider anyar mereka, Michele Pirro. Dan untuk menyesuaikan segalanya, menurut sejumlah sumber, Gresini mendatangkan sejumlah teknisi Ten Kate, untuk bisa ‘nyetel’ dengan motornya.

Sementara, untuk mesin Honda RC213V, tetap akan menjadi bahan settingan Alvaro Bautista, sementara ini. Menggandeng Ten Kate, Gresini ingin mendapatkan semua paketan produk baru, untuk menunjang mesin CBR tersebut, termasuk ketersediaan mesinnya serta peralatan elektronik, untuk proyek CRT Gresini.

Ten Kate sejatinya selalu memiliki hubungan khusus dengan Honda. Tim Ten Kate berafiliasi dengan Honda, untuk kejuaraan Superbikes selama ini. Dengan mesin CBR1000RR yang dipakai tim Honda Ten Kate, terbukti mengantarkan James Toseland, menjadi jawara Superbikes, pada tahun 2007 silam.(bbs/jpnn)

Jelang 2012, Bank Sumut Tambah 5 KCP

MEDAN- PT Bank Sumut terus melebarkan sayapnya di Sumut. Bank milik Pemprovsu itu secara resmi memiliki kantor cabang pembantu di lima lokasi, seperti di kantor cabang pembantu (KCP) Menteng, KCP Sipispis Sergei, KCP Pangkalan Susu Langkat, KCP Linchun Binjai dan KCP Pasar Tavip Binjai.

Bertambahnya jumlah lima unit KCP tersebut, total KCP Bank Sumut saat ini berjumlah 213 unit kantor pelayanan, yang terdiri dari satu kantor pusat, 28 kantor cabang konvensional, empat kantor cabang syariah, 98 KCP konvensional, 15 KCP syariah, 12 kantor kas konvensional, 12 unit Payment Point Pratama, 23 unit kantor Samsat serta jaringan kantor didukung 20 unit kas mobil dan 218 unit mesin ATM yang tersebar di Sumut.

Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu menuturkan, akhir tahun ini akan menyusul untuk unit usaha syariah sebanyak tiga unit kantor syariah, yang operasionalnya masih menunggu izin dari Bank Indonesia (BI). Ketiga unit kantor itu, yakni kantor cabang syariah Pematangsiantar, Perdagangan dan Rantau Parapat.
Selain itu, dia menyebutkan ada peresmian KCP lagi, yakni KCP Sidamanik di Simalungun serta KCP Kebun Kopi di Kabupaten Batubara.

“Dengan penambahan jaringan kantor, kinerja PT Bank Sumut dari tahun ke tahun tumbuh secara signifikan. Hingga posisi November 2011 asset Bank Sumut telah mencapai Rp20,764 triliun, modal dasar Rp2 triliun, dan modal disetor Rp747,90 miliar. Sedangkan dana pihak ketiga sebesar Rp17,406 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp11,771 triliun,” katanya dalam kata sambutannya.

Sementara itu,  pejabat dan staf pegawai Bank Sumut yang akan bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di sekitar KCP Menteng ini yakni, Pemimpin KCP Syahrul, Wakil Pimpinan Nur Hadizah Pane dan didukung pegawai lainnya. (saz)

Lahan Diratakan Beko, Puluhan Petani Marah

Dosen PTS di Medan dan Petani Berebut Lahan Perkebunan Sawit

Peristiwa perebutan lahan sawit yang mirip kasus Mesuji Lampung, kembali terjadi. Kini, terjadi di Desa Bangun Baru, Kecamatan Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan. Petani setempat sempat bentrok dengan aparat polisi, Jumat (22/12) sekira pukul 16.00 WIB dan hingga kini situasi masih memanas.

BERDASARKAN keterangan Penasehat Kelompok Tani Giat Bersama, Halim Dalimunthe, keributan tersebut berawal saat seorang warga Medan bernama Salamuddin (54) warga Jalan Harjosari II Medan-Amplas, mengakui kalau tanah di desa tersebut, yang telah ditanami kebun sawit oleh petani setempat merupakan miliknya.

Lantas, terangnya tiba-tiba Salamuddin yang merupakan dosen di UMN Medan meratakan lahan sawit petani dengan beko dengan didampingi 10 personil polisi. Hal itu langsung memicu kemarahan petani setempat, apalagi sawit di lahan tersebut akan segera dipanen. “Para petani langsung menghadang beko dan aparat polisi. Meski tak terjadi bentrok fisik, namun membuat 10 aparat polisi mundur karena jumlah petani lebih banyak lagi,” sebutnya.

Akibat rusaknya lahan kebun sawit milik para petani tersebut, dia mengatakan para petani langsung melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Polsek Sungai Kepayang.

“Waktu itu, Kapolsek sendiri langsung menanggapi para petani, dan menyarankan agar petani dan Salamuddin berdamai dan mengembalikan beko. Padahal beko merupakan barang bukti yang harus ditahan. Makanya petani bersikeras menahan beko di lahan mereka. Inilah yang membuat situasi di lokasi kejadian masih memanas,” katanya.

Menurut Halim, tanah tersebut milik kelompok Tani Giat Bersama di Dusun V Desa Bangun Baru, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. “Salamuddin mencoba mengambil paksa tanah tanah petani tanpa ada putusan pengadilan. Malah, kesatuan Brimob dan polisi membekingi Salamuddin untuk mengambil paksa tanah kebun sawit petani setempat,” tegasnya saat ditemui di Medan, Rabu (28/12).

Lebih lanjut, Halim menerangkan, apabila Salamuddin hendak menuntut haknya, seharusnya melakukan gugatan terhadap Kelompok Tani ke Pengadilan Negeri (PN) secara perdata dengan surat-surat yang dimiliki. Karena selama petani sudah menggarap tanah tersebut sejak tahun 1983.

Dia memaparkan, sesuai UU Agraria No 5/1960, sangat jelas hak-hak petani dilindungi undang-undang, bahkan mendapat prioritas dalam memperoleh haknya dan akan ditingkatkan menjadi sertifikat. Bila UU Pokok Kepolisian No 2/2002, polisi dilarang merekayasa, mencampuri urusan masalah tanah karena tanah adalah wewenang Pemda setempat.

Selain itu, dia menyebutkan berdasarkan surat edaran Pemprovsu mengenai masalah tanah yang diterima Pemda setempat tahun 1988, diinstruksikan kepada Bupati/Wali Kota/Pemda tingkat II se-Sumatera Utara agar melarang kepala desa/lurah dan camat mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dapat menimbulkan hak atas tanah dan SKT, yang ada sesudah tahun 1984, supaya dibatalkan atau diproses menurut Permendagri No 2/1972. “Sedangkan surat tanah milik Salamuddin muncul di tahun 90-an. Aneh. Sudah sangat jelas surat tanah Salamuddinpalsu,” tambahnya.
Sementara itu, Salamuddin saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, kalau tanah di Desa Bangun Baru, Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan adalah miliknya.
“Tanah itu punya saya. Saya punya sertifikat yang sah, sesuai empat saksi yang saya miliki,”  ujarnya . (ila)

Kim Clijsters Tak Muluk-muluk

BREE- Ada kabar baik dari Kim Clijsters. Mantan ratu tenis dunia ini kembali ke lapangan tenis setelah sekian lama istirahat. Tapi, Clijster tak ingin memasang target muluk-muluk, setidaknya untuk saat ini.

Clijsters yang kembali usai pulih dari cedera, akan turut berpartisipasi dalam Brisbane International, awal Januari mendatang. Tapi bukan berarti, petenis berjuluk Aussie Kim itu, akan langsung menargetkan gelar.

Clisjters tak ingin main terlalu ‘ngotot’, terlebih jika mempertimbangkan kondisi fisiknya, usai dihantam badai cedera. Kendati begitu, bukan berarti Clijsters hanya akan menjadi peserta penggembira. Clijsters tetap bertekad untuk menampilkan permaian terbaiknya.

“Saat ini tidak ada target, bahkan saya tidak ingin memikirkan Olimpiade. Dalam dunia tenis, satu musim itu sangat panjang dan berat. Saya hanya akan berusaha fokus, dari pekan ke pekan. Kini, saya sudah siap menghadapi ajang di Brisbane, saya siap karena untuk inilah saya berlatih keras selama ini,” ujar Clijsters, seperti dilansir The Age, Rabu (28/12).

“Saya datang karena merasa sudah bugar dan siap untuk menunjukkan yang terbaik dari Kim, ketika saya memainkan pertandingan pertama nanti,” lanjutnya.

Selama ini, Clijster sudah lama bergulat dengan cedera. Di tahun 2011 ini saja, Clijsters sudah mengalami cedera perut, bahu, pergelangan tangan, sampai cedera engkel. Akibatnya, peringkat Clijsters sempa merosot dari nomor 1 ke peringkat 13.

“Motivasi saya sudah kembali. Mungkin karena cedera saya, yang sempat membuat saya frustrasi. Usai pemulihan, saya berlatih keras dan meraih kembali motivasi saya. Senang rasanya kini saya telah kembali ke sebuah event yang kompetitif,” tuntas petenis berusia 28 tahun itu.(net/jpnn)

Vettel Target Hat-trick

Sepajang musim balap dunia, baru dua pembalap yang setidaknya bisa meraih gelar juara dunia F1 selama tiga musim beruntun.  Belakangan ini Sebastian Vettel dijagokan menjadi yang ketiga.
Dalam sejarah F1, Juan Manuel Fangio (Alfa Romeo, Maserati, Mercedes, Ferrari) asal Argentina menjadi pembalap pertama yang bisa mencatatkan hat-trick.

Bukan hanya tiga, Fangio bahkan mencatatkan empat gelar juara beruntun pada 1954, 1955, 1956, dan 1957, selain gelar pertama yang disabetnya pada tahun 1951.

Setelah Fangio tutup usia di usia 84 tahun pada 17 Juli 1995, muncul Michael Schumacher yang menjadi pembalap kedua yang berhasil membukukan hat-trick.

Sempat gagal melakukannya setelah hanya menjuarai F1 tahun 1994 dan 1995, Schumi mendominasi lima musim F1 dengan menjadi juara lima kali beruntun pada 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2004.
Beralih ke akhir tahun 2011, ada Vettel yang berpotensi melakukan apa yang sejauh ini baru bisa dilakukan oleh Fangio dan Schumi. Dengan dua gelar musim 2010 dan 2011, si driver Red Bull pun akan meraih hat-trick jika bisa juara lagi musim depan.

Menilik capaian Vettel musim lalu, ketika tampil dominan dan memenangi 11 dari total 19 balapan, bukan tak mungkin ia bisa mengulanginya lagi musim ini.

“Di 2011, kepercayaan diri Sebastian meningkat pesat dan ia tak membuat membuat kesalahan. Tahun depan ia akan jadi orang yang jadi target untuk dikalahkan.(bbs/jpnn)

Novak Djokovic Perkuat Teknik Volley

ABU DHABI- Arahan pelatih Marian Vajda kepada Novak Djokovic kini membuahkan hasil. Sekarang sang pelatih punya  ‘tugas’ lain yang mesti dilakoni anak didiknya itu.

Setahun lalu Vajda minta Djokovic membenahi servis dan forehand-nya. Permintaan itu dipenuhi dan Djokovic melesat untuk duduk di peringkat 1 dunia tenis putra, seraya meraih tiga dari empat gelar grand slam minus Prancis Terbuka.
Untuk musim depan, Vajda sudah mengidentifikasi sektor lain yang dapat membuat permainan Djokovic lebih mengilap di bagian net. “Musim ini aku ingin mendorongnya jadi lebih agresif dan berlari ke net untuk melakukan volley,” ungkap Vajda di The National.

“Tenis saat ini tak lambat, tapi ada banyak rali; ia sangatlah bugar tidaklah mudah untuk ke net. Tetapi jika Anda bisa lebih agresif di awal perebutan poin, itu bisa sangat membantu,” lanjutnya.

Vajda, yang melatih Djokovic sejak 2006 ketika si petenis masih berusia 19 tahun dan berperingkat 87 dunia, menegaskan kalau capaian saat ini adalah buah dari kerja keras. Djokovic disebutnya memang sempat meragukan drinya, tetapi itu tak meluruhkan motivasinya.

“Novak komit menjadi nomor 1. Dulu, sekarang, dan di masa depan. Ia sudah bekerja keras untuk itu, dan bahkan ketika ada periode di mana ia tidak percaya pada kemampuannya, ia tetap tahu apa yang ia mau,” ungkapnya.
“Ia kalah dengan mengecewakan dari (Jurgen) Melzer di perempatfinal Roland Garros di 2010, kalah tiga set langsung di semifinal Wimbledon dari (Tomas) Berdych, dan ia sadar ia harus berbenah atau ia bisa lupakan keinginan jadi nomor 1,” papar Vajda. Djokovic saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang eksebisi Mubadala World Tennis Championship yang mulai bergulir tanggal 29 Desember mendatang.(net/jpnn)

PON Kalahkan USM

MEDAN-Kesebelasan PON Sumut yang sedang bersiap menatap kejuaraan Inalum Cup di awal Januari nanti memetik kemenangan pada pertandingan try out yang berlangsung di Penang, kemarin (28/12).
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Bandar Raya Penang, Malaysia, tim PON Sumut memetik kemenangan 2-1 atas lawannya dari Liga Malaysia USM Penang.

Tim PON Sumut unggul lebih dulu lewat gol yang dilesakkan Zulkifli pada menit ke-10, selanjutnya disamakan USM Penang menjadi 1-1 pada menit ke-26 lewat titik penalti.

Dengan semangat tak kenal menyerah, selanjutnya tim PON Sumut terus mengepung lini pertahanan USM Penang, hingga akhirnya pada menit ke 74 striker mungil Syafri Koto menambah keunggulan tim PON Sumut menjadi 2-1.  Skor ini bertahan hingga wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Turut hadir menyaksikan pertandingan itu Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Wakil Ketua HM Affan SS, serta Manejer tim H Kamaluddin Harahap yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut.

Dengan hasil ini, secara keseluruhan tim PON Sumut yang  sejak terbentuk pada 25 Juli 2010 lalu, telah melakoni 37 pertandingan, baik yang bersifat ujicoba maupun yang bersifat turnamen. Mencetak 89 gol dan kebobolan 34 gol.

Dari seluruh pertandingan itu Tim PON Sumut sukses menjadi yang terbaik di ajang Piala Inalum 2011, selanjutnya menjadi juara di turnamen Sepak Bola Bank Sumut, serta memastikan lolos pada PON XVIII, Riau 2012 nanti.

Rencananya, pagi ini tim PON Sumut akan melanjutkan perjalanan ke Song Khla, Thailand guna menghadapi salah satu tim terkuat di Liga Thailand. (jun)

SSB Patriot, Kompas, PTP, Generasi ke Semifinal

MEDAN-SSB Patriot Medan, Kompas, PTP Wilayah I, dan Generasi Medan melaju ke semifinal Festival Sepakbola Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Sumut kategori U-12 di Lapangan Paskhas Polonia Medan, Rabu (28/12).

SSB Patriot memastikan tiket semifinal setelah menaklukkan SSB Persada Labura melalui adu tendangan penalti 3-2. Adu penalti menjadi penentu hasil laga kedua tim setelah dalam duel waktu normal skor imbang 0-0.
Tim asuhan Yuspan Hasibuan memenangkan adu penalti setelah tiga eksekutornya, Hardiansyah Koto, Hafis, dan Kurnia Riski sukses membobol gawang lawan. Sebaliknya, satu eksekutor Persada gagal mencetak gol berkat penampilan gemilang kiper Patriot, David Kevin, yang sukses menepis bola.

“Target awal kami adalah merebut tiket semifinal dan itu sudah terwujud. Namun kami tetap berharap tim dapat meraih prestasi yang lebih baik, setidaknya tampil di final,” ujar Yuspan Hasibuan ditemui usai kemenangan timnya kemarin.

Sementara itu, SSB Kompas melaju ke babak Empat Besar usai mengalahkan Mayang Putra juga melalui adu penalti dengan skor akhir 3-2. Adu penalti turut menjadi penentu kemenangan SSB Generasi Medan saat menaklukkan Porsea 2-1.

SSB PTP Wilayah I menjadi satu-satunya tim meraih kemenangan dalam pertandingan waktu normal saat mengalahkan tim luar daerah, SSB Dispora Hoki Asahan 1-0.

Panitia Turnamen, Marzuki, mengatakan babak semifinal dan final U-12 akan digelar sekaligus pada Kamis (29/12) sore ini. Begitu juga di kelompok U-14 yang masih memasuki babak 16 Besar akan dilanjutkan hari ini hingga partai final. (jun)

Panpel PSMS Belum Bayar Dana Eksebisi

Manajemen Tim Sepak Bola PON Sumut kecewa atas sikap Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan eksebisi PSMS, yang diikuti sejumlah tim seperti PON Sumut, PSBL Langsa, TGM, Sime Darby dan Perak FC.

Kekecewaan tim PON Sumut dikarenakan honor bertanding tak dibayarkan sesuai janji. Awalnya Panpel lewat ketuanya Syafril Jambak SH menjanjikan akan memberi honor tampil sebesar Rp5juta. Namun karena penonton sepi, Syafril meminta agar honor tampil diturunkan jadi Rp3,5 juta. Dari tiga laga yang dilakoni PON Sumut, maka seharusnya mereka menerima Rp10,5 juta.  Dan jumlah itu tak dibayarkan oleh Panpel.

Hal itu yang disayangkan Asisten Manajer PON Sumut, Azam Nasution. “Jelas kami kecewa. Karena kalau dihitung jumlah yang ditawarkan ke kami itu tak mencukupi, karena home base pusat latihan kami jauh dari Kota Medan,” kata Azam. “Kami sudah coba hubungi terkait honor itu, tapi Syafril seperti mengelak. Kami sangat menyesalkan hal itu,” tambah Azam.

Diterangkannya, kalaupun dana itu cair maka itu akan diberikan kepada skuad PON Sumut yang mulai kemarin sudah bertolak ke Malaysia untuk uji coba melawan Timnas U-19 Malaysia. “Itu rencananya mau diberi ke anak-anak untuk uang saku selama di Malaysia. Tapi mau bagaimana lagi,” pungkas Azam.

Sementara Syafril yang dikonfirmasi mengaku tidak punya uang untuk membayar honor tersebut. Tak hanya PON Sumut yang belum dibayar, bahkan pihak keamanan dan perangkat pertandingan plus biaya operasional pun mengalami hal serupa.

“Jumlah penonton tak sesuai harapan. Jadi pemasukan memang minim. Jadi kami sekarang berhutang,” katanya.
Untuk menanggulanginya, Syafril kemungkinan akan mengadu kepada CEO PSMS Idris SE yang diharapkan bisa menalangi hutang selama digelarnya eksebisi tersebut.  (saz/ful)