28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14249

Polisi Pelanggar HAM Terbesar di Sumut

MEDAN- Kepolisian menempati posisi teratas dalam hal pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2011 di Sumut, bila dibandingkan aparatur lainnya. Hal itu berdasarkan data yang terekam Bantuan Hukum Sumatera Utara (Bakumsu) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Sumatera Utara (Kontras Sumut).

Data itu disampaikan dalam konfrensi pers yang digelar Bakumsu dan Kontras, Selasa (27/12) di rumah makan Koki Sunda, Medan.

Sekretaris Eksekutif Bakumsu, Benget Silitonga mengungkapkan dalam pengamatan yang dilakukannya bersama Kontras Sumut mengenai kinerja aparat penegak hukum, diantaranya Kepolisian, Kejaksaan, Birokrat, dan Satuan Kemanan Sipil (Satpol PP) selama bulan Januari – November 2011 menemukan ada sebanyak 145 kasus pelanggaran HAM dan kekerasan yang melibatkan sektor keamanan negara di wilayah Sumut.

Dari jumlah tersebut, terdapat 8 kasus dilakukan oleh TNI, 1 kasus dilakukan oleh Satpol PP, 6 kasus dilakukan oleh Kejaksaan, 4 kasus dilakukan Birokrat dan 16 kasus dilakukan oleh pelaku lainnya (OTK, Satpam) dan yang paling banyak melakukan dilakukan oleh kepolisian sebanyak 107 kasus.

“Ini menunjukkan kepolisian belum mampu menjadi pengayom dan pelayan masyarakat sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya,” katanya.

Dia menjelaskan, dari total kasus kekerasan tersebut, terdapat 15 kasus pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap pembela/penggiat HAM yakni para aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), aktivis mahasiswa, dan wartawan yang sedang bertugas.

Lebih lanjut, dia menyebutkan jenis kekerasan yang dilakukan kepolisian berupa penganiayaan menduduki peringkat pertama dengan 31 kasus, pembiaran 20 kasus, pembunuhan di luar prosedur hukum 9 kasus, penangkapan sewenang-wenang 8 kasus, penyalahgunaan senjata dan penembakan 7 kasus, perjudian 7 kasus, penyiksaan 6 kasus, narkotika 6 kasus, teror dan intimidasi 5 kasus, pencurian/penggelapan/penipuan 4 kasus, pelecehan seksual/ perkosaan 3 kasus dan perampokan 1 kasus.

“Kepolisian seringkali menjadi alat pengamanan korporasi melawan masyarakat,” sebutnya.

Dia kemudian mencontohkan beberapa kasus besar yang penting disoroti agar penanganannya transparan dan tuntas, antara lain kriminalisasi terhadap 7 orang petani di Desa Dagang Kerawan, Tanjung Morawa, Deli Serdang. Kriminalisasi anggota kelompok tani MBK dan Kelompok tani Sidodadi di Desa Merbau Selatan, Kecamatan Merbau, Labuhanbatu Utara oleh kepolisian Resort Labuhanbatu.

Kasus bentrokan terjadi antara masyarakat adat rakyat penunggu Kampong Sei Jernih dengan Brimob di atas tanah adat masyarakat adat rakyat penunggu, akibatnya lima masyarakat adat rakyat penunggu dipukuli dan dianiaiaya oleh Brimog hingga pingsan.

Kemudian kasus pelanggaran HAM dalam konflik masyarakat lokal Mandailing Natal (Madina) yang menolak keberadaan PT Sorik Mas Mining. Kasus penggusuran lahan seluas sekitar 7,5 hektar di Jalan Jati, Pulo Brayan Medan, ratusan warga pemilik 52 Sertifikat Hak Milik (SHM) dipaksa keluar dari lahannya oleh polisi dan juru sita Pengadilan Negeri Medan.

Dalam Perkap No 8/2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Polri, yang intinya mewajibkan kepolisian mengedepankan prinsip- prinsip penghormatan HAM dalam melakukan tugasnya.

Koordinator Kontras Sumut, Muhrizal Syaputra mengatakan bila kepolisian tak bisa melakukan reformasi internal dan peningkatan kapasitas anggotanya mengenai HAM, maka kinerjanya sia-sia.

“Kami meminta supaya polisi juga menindak personelnya yang melanggar HAM,” ujarnya.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Heru Prakoso ketika dihubungi enggan memberikan jawaban.

Bahkan, ketika pesan singkat dikirimkan tak membalas hingga berita ini dibuat. (gus/ril)

Aisyiyah Sumut Fokus Tingkatkan Kualitas Umat

MEDAN- Rapat kerja wilayah (Rekerwil) dan konsolidasi Pimpinan Aisyiyah Sumut menghasilkan sejumlah program strategis, yang dapat diimplementasikan di seluruh Pimpinan Daerah (PD) se- Sumut. Satu diantara program itu, Pimpinan Aisyah di Sumut komitmen meningkatkan kualitas umat.

Demikian disampaikan Ketua PW Aisyiyah Sumut, Hj Elinita didampingi Sekretaris PW Aisyiyah Nur Rahman Amini MAg di Medan, Selasa (27/12). Dia menyebutkan, Rekerda dan konsolidasi pimpinan yang dihadiri 22 Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Sumut serta utusan majelis dan lembaga terdiri dari ketua dan sekretaris sebanyak 300 dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Prof Dr Asmuni MA.

Elinita mengatakan, Rekerwil dan konsolidasi digelar mulai 23 Desember hingga 25 Desember 2011. Menghasilkan berbagai program strategis yang dapat diimplementasikan.

“Rakerwil ini mengambil tema konsolidasi kepemimpinan dan gerakan aksi Nasional Aisyiyah menuju 1 Abad,” sebutnya.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof Dr Asmuni MA berharap Aisyiyah dapat mengambil peran, yang lebih besar dalam upaya meningkatkan kualitas umat.

Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan memiliki tanggungjawab besar memberi kontribusi yang lebih baik. “Aisyiyah jangan ragu apalagi takut untuk berbuat,” ingatkannya. (ila)

Gudang Barang Elektronik Terbakar

LANGKAT- Gudang barang elektronik tempat penyimpanan barang dagangan milik toko Vigo di Jalan Perniagaan Kota Stabat-Langkat terbakar, yang diduga akibat korsleting aliran listrik.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan deras di Kota Stabat, Selasa (27/12). Tanpa diketahui pasti sumbernya, api merambat ke gudang barang elektronik milik Suratno (40) warga Stabat.

Api akhirnya dipadamkan satu jam setelah diketahui terbakarnya gudang tersebut. Kapolres Langkat, AKBP H Mardiyono serta Kapolsek Stabat, AKP Zulkarnain langsung turun ke lokasi dan mengamankan lokasi kejadian.

Mardiyono menjelaskan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tapi pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebabnya. Kemudian, nilai kerugian belum bisa ditaksir.

Seorang warga, Awe (37) menyebutkan, saat hujan mengguyur aliran listrik terputus. Tapi, saat hujan mulai mereda aliran listrik hidup, namun mati kembali. Warga kemudian memberi tahu, muncul kepulan asap dari gudang penyimpanan barang elektronik toko Vigo.

“Saat hujan mulai reda tadi sekitar pukul enam (petang) kurang, aliran listrik tidak stabil sebentar hidup kemudian terputus lagi. Singkatnya lagi, ada warga memberitahu kepulan asap menyembul dari gudang penyimpanan barang,” singkatnya. (mag-4)

Gus Irawan Ajak Majelis Taklim Bersatu

KOTA PINANG- Pembina Majelis Taklim Forum Silaturahmi Sumatera Utara H Gus Irawan Pasaribu mengatakan, seluruh majelis taklim di berbagai daerah di Sumatera Utara perlu saling bergandengan tangan memperkokoh persatuan dan kesatuan agar menjadi kekuatan luar biasa dalam mensejahterakan umat.

“Semakin banyak majelis taklim, semakin bagus saja.

Mari bergandengan tangan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba berbuat kebajikan,” ujarnya dalam acara pengajian akbar merayakan 10 Muharram 1433 H sekaligus penyantunan anak yatim piatu, yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Majelis Taklim Labuhan Batu Selatan di Kotapinang, Sabtu (17/12).

Pengajian akbar tersebut dihadiri ratusan kaum ibu dari berbagai majelis taklim (kelompok pengajan) kaum ibu di Labuhan Batu Selatan. Hadir pada acara itu Ketua Forum Silaturahmi Majelis Taklim Sumatera Utara Hj Hikmatul Fadhila SH, MM.

Gus Irawan yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara dan Direktur Utama Bank Sumut menyatakan, Forum Silaturahmi Majelis Taklim di berbagai kabupaten/kota diharapkan tidak hanya memperluas silaturahmi antar majelis taklim, tapi lebih giat menjalankan program-program nyata, yang fokus pada pemberdayaan kaum duafa sehingga dapat berperan serta meningkatkan perekonomian umat. (her)

HIV/AIDS Rambah LP Tanjung Gusta

Penularan Melalui Jarum Suntik Narkoba Duduki Peringkat Kedua

Faktor risiko pengguna narkoba jarum suntik (IDUs) terhadap HIV/AIDS menduduki peringkat kedua terbanyak setelah hubungan seksual. Sepanjang 2008 hingga 2011, di Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Permasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan ditemukan 120 tahanan yang mengidap HIV/AIDS akibat tertular narkoba jarum suntik.

“UNTUK kasus baru yang kita temukan pada 2011 ini ada sekitar 19 narapidana yang mengidap HIV/AIDS akibat IDUs di Rutan LP Tanjung Gusta yang kita tangani. Di antaranya 17 tahanan laki-laki dan 2 tahanan wanita. Bukan itu saja, di Rutan Labuhandeli juga ditemukan 2 tahanan positif HIV/ AIDS dan di Rutan Lubukpakam ada 3 tahanan mengidap HIV/AIDS karena IDUs ini,” kata Ketua LSM Medan Plus, Totonta Kaban, Sabtu (24/12).

Menurutnya, melalui koordinasi LSM Medan Plus dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di Rutan LP Tanjung Gusta diberikan penyuluhan kesehatan bagi para tahanan serta Program Therapy Ruwatan Methadone (PTRM) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dimana para narapidana yang mengidap HIV/AIDS IDUs mengkonsumsi obat substitusi pengganti narkoba tersebut yang diberikan sesuai dosis dari pecandu dengan cara diminum.

“Jadi tahanan yang terinfeksi HIV/AIDS IDUs ini diharuskan mengikuti PTRM. Obat yang dikonsumsi dalam bentuk sirup yang diberikan secara gratis pada pecandu program amurduction yaitu program penanggulangan pasien ketergantungan.

Jadi penanggulangan tahanan yang terinfeksi HIV/ AIDS akibat narkoba jarum suntik beda penanganannya dengan pengidap HIV/AIDS akibat heterosesual,” jelasnya.

Pihaknya mengakui, untuk tahanan di Rutan LP Tanjung Gusta sendiri sebagian besar pengidap HIV/AIDS tertular akibat penggunaan narkoba jarum suntik. Saat ini, ada sekitar 60 orang narapidana sudah selesai masa tahanan yang merupakan dampingan LSM Medan Plus. Para pengidap HIV/ AIDS ini diberi informasi penanggulangan HIV/AIDS serta diberdayakan untuk lebih baik.

“Memang narapidana pengidap HIV/AIDS yang telah selesai masa tahanannya sulit untuk kita pantau.

Jadi kita bekali mereka dan dipastikan angka kepatuhannya dalam mengikuti terapi hingga 100 persen. Selain itu, kita juga mendorong agar pasangan mereka ini segera memeriksakan diri atau konseling ke Klinik VCT. Jika memang positif HIV/AIDS, maka terapi ARV(Antiretroviral) dapat dimulai sedini mungkin,” ucapnya.

Begitu besarnya pengaruh narkoba terhadap penularan HIV/AIDS di LP, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Prof Mohammad Hatta MA angkat bicara.” Ada dua tips agar terhindar dari narkoba,” katanya.

Pertama, pertebal keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan yang kedua melakukan ibadah. “ Allah SWT mengatakan bila ibadah bertambah, allah akan memberikan manusia tersebut ke jalan yang lurus serta menjaganya selama di dunia. Namun, bila ibadah berkurang, maka berkuranglah ketahanan manusia itu untuk melakukan hal yang tidak bisa dilakukannya seperti terjerumus ke jurang kebinasaan,” terang M Hatta.(mag-11/omi)

 

Cegah Narkoba, Lakukan Kegiatan Positif

PEREDARAN narkoba yang kini sangat marak di Indonesia memberikan satu kekhawatiran bagi orangtua yang memiliki anak berusia muda dan belia. Tentunya, narkoba jadi satu momok yang sangat menakutkan bagi orangtua yang tak mau masa depan anaknya rusak karena benda haram tersebut.

CEO PSMS Fredy Hutabarat menuturkan, jika peraturan yang telah dibuat bisa diterapkan lebih ketat, hal tersebut mustahil terjadi. “Ini terjadi akibat kurang awasnya pimpinan-pimpinan yang seharusnya memiliki kewaspadaan tinggi terhadap instansi yang dikawalnya. Dan itu merupakan tanggung jawab penuh yang harus diembannya. Tentunya dalam kasusiniKalapas,” tegasnya, Senin(26/12).

Menurutnya, jika semua pihak serius menyikapihaliniperedarannarkobapasti bisa tuntas. “Pemerintah harus mampu membantai hingga ke akarnya. Khususnya pengendali-pengendali peredaran narkoba dari Lapas. Hal ini sangat memalukan, pihak yang seharusnya bertanggung jawab, tak mampu mengawasi,” kata Fredy lagi.

Namun, peredarannarkobadikalangan generasi muda saat ini menurut Fredy memang merupakan kelalaian orangtua sendiri. Menurutnya, orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan yang menyita seluruh waktu tanpa memberikan jeda sedikit untuk mengawasi anak-anak. “Harusnya, para orangtua tetap memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan anaknya di masyarakat. Mereka harus mendapat perhatian lebih, dan yang pertama dan utama adalah dari keluarga,” katanya.

Rumahmerupakantempatpertamabagi anak-anak mendapatkan pengawasan, kemudian sekolah. “Perkembangan dan peredaran narkoba pada generasi muda saat ini harus segera disikapi dengan serius.

Karena ini akan berdampak pada perkembangan negara kita di masa mendatang,” tandas Fredy.

Hal senada dituturkan Asisten Pelatih PSMS Suharto. Ia mengimbau, sebaiknya generasi muda saat ini lebih banyak menggunakan waktunya untuk melakukan hal-hal positif. Seperti berkesenian juga olahraga.

Menurut Suharto, olahraga merupakan kegiatan positif yang paling murah. “Dengan berolahraga tak perlu mengeluarkan banyak biaya. Tubuh sehat dan waktu yang digunakan cukup efektif,” terangnya.

“Bagaimana tidak, setelah berolahraga, badan tentunya akan lelah. Nah, kondisi ini akan menuntut tubuh untuk beristirahat, dengan begitu maka waktu yang tersisa tak lagi digunakan untuk melakukan hal yang tidak-tidak,” tambah Suharto.

Dansisawaktumenurutnyajugabisadigunakan untuk belajar. “Ini tentu tak terlepas dari pengawasan dan bimbingan orangtua. Jika mereka diawasi, mereka akan merasa lebih diperhatikan. Dan tindakan negatif biasanya akan lebih terminimalisir dalam keadaan ini,” ujar Suharto.

Namun, menurutnya lagi, perkembangan peredaran narkoba pada remaja saat ini juga tergantung pada manusianya.

“Jika kita memiliki prinsip yang tegas dan tak mudah terprofokasi atau ikut-ikutan, tentu banyak yang menjual narkoba tetap kita tak akan terpengaruh,” jelasnya.

“Dan sebaliknya, tak ada yang menjual pun, jika kita ingin coba-coba, malah kita akan terjebak di sana,” tambahnya lagi. (saz)

Irwasda Selidiki Enam Tahanan Kabur

BINJAI- Pasca kaburnya enam tahanan dari Mapolsek Binjai Utara, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Kombes Monang Manulang langsung turun ke Polres Binjai untuk menyelidiknya.

Sedangkan jabatan Kapolsek Binjai Utara akan segera berganti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumut Pos di Polres Binjai, Selasa (27/12) disebut-sebut, posisi Kapolsek Binjai Utara, Kompol Kuasa Purba akan dicopot dari kapolsek. Sebagai penggantinya akan diposisikan Kapolsek Tandam AKP Widya.

Sedangkan pengganti Kapolsek Tandam akan diduduki AKP Zakaria yang saat ini menjabat BAOP Polres Binjai. Sementara itu, Kompol Kuasa Purba tak diketahui jabatan barunya.

Menurut informasi yang beredar, pemilihan pergantian Kompol Kuasa Purba itu memakai sistem suara terbanyak dari sejumlah personil Polres Binjai. Dari hasil itulah muncul dua nama yakni AKP Widya dan AKP Zakaria.

Amatan Sumut Pos di Polres Binjai, seluruh jajaran kepolisian Polres Binjai tampak sibuk. Hal itu dikarenakan tersiar kabar jika Irwasda dari Poldasu turun ke Polres Binjai untuk menyelidiki kasus kaburnnya tahanan dari Polsek Binjai Utara.

Kedatangan Irwasda ke Polres Binjai, diakui Kasi Propam Iptu Hamdani, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. Namun, Iptu Hamdani tidak dapat memberi jawaban atas kasus kaburnya para tahanan tersebut. Sebab, yang berhak memberikan jawaban hanya dari Irwasda.

“Kami belum bisa memberi keterangan.

Sebab, kami tidak punya wewenang berbicara mengenai hal tersebut. Yang berhak memberi jawaban atas semua itu adalah Irwasda.

Karena, Irwasda adalah pengawas,” katanya seraya menyebutkan Irwasda sedang jalan ke Mapolres Binjai.

Lebih lanjut, dia menyebutkan pihak Irwasda dipastikan datang untuk mengadakan pertemuan di aula Polres Binjai. “Ditunggu saja ya Irwasda datang ke Polres Binjai.

Nanti akan dipaparkan semuanya di aula Polres Binjai,” katanya. “Belum tahu saya. Nantilah, didengar saja pihak Irwasda yang menjelaskan,” jawabnya saat menjawab mengenai pergantian Kapolsek Binjai Utara.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tamopubolon, saat dikonfirmasi via selulernya terkait digantinya Kompol Kuasa Purba, langsung membantahnya. “Belum ada pergantian.

Mengenai pertemuan Irwasda tidak ada. Dari mana kamu tahu informasi itu. Tanya saja sama dia. Mungkin dia lebih tahu,” katanya.

Saat disinggung mengenai tahanan yang kabur, AKBP Musa Tampubolon mengaku masih mendapatkan satu tersangka. Sedangkan lima lainnya masih dalam pengejaran.

(dan)

Sulit Urus Perizinan dan Banyaknya Pungli Pengusaha

UMKM Menjerit MEDAN- Krisis moneter (krismon) pada tahun 1998 menjadi momok bagi masyarakat. Dimana tahun itu perekonomian Indonesia benar-benar berada di unjung tanduk. Pengusaha banyak yang gulung tikar karena tidak adanya daya beli masyarakat. Sebagai salah satu penyelamat saat itu adalah industri kecil, yang menghidupkan dirinya sendiri. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) lah yang saat itu mampu berdiri dan membangun perekonomian Indonesia untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

Sekarang UMKM tumbuh dalam tekanan, seperti banyaknya perizinan yang harus dipenuhi. Walau sudah ada peraturan yang mengatur terkait dengan pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha ), tetapi di lapangan, para pengusaha UMKM masih diberatkan dengan berbagai biaya lain.

Seperti yang dialami Pendri, pengusaha kerupuk goreng Lubuk Pakam Deli Serdang. Ia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait pengurusan izin usaha.

Saat mengajukan pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) di Disperindag Deli Serdang, warga Jalan Purwo Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang ini diminta oleh petugas Disperindag melakukan pengurusan melalui pihak ketiga alias calo.

“Dari calo dibilang, dana untuk mengurus Siup, TDP, dan Ho sebesar Rp11 juta,” ujar Pendri.

Pendri juga telah meminta data kepada pengurus secara transparansi biaya pengurusan izin tersebut.

Tetapi, PNS Disperindag Deli Serdang tidak mau menyebutkan angka yang realistis. “PNS nya tidak mau sebut, mereka hanya suruh saya gunakan calo biar cepat katanya,” beber Pendri.

Masalah Pendri merupakan masalah yang sering dialami oleh para pengusaha UMKM lainnya.

Permasalahan ini menjadi dilema bagi pengusaha. Disatu sisi para pengusaha ingin tetap berusaha, namun terkendal perizinan yang ditawari Disperindag. Disisi lain jika menuruti jalur calo, maka izin akan keluar dalam waktu yang sangat lama.

Pada catatan refleksi UKM 2011, Forda Sumut mengatakan kasus transparasi izin ini lebih dari 100 hingga 150 kasus. Tetapi, ada kemungkinan lebih banyak lagi kasus yang terjadi, terutama pengusaha UKM yang tidak melapor. “Seratusan kasus tersebut yang kita ketahui, karena melapor sama kita, tetapi yang tidak kita ketahui dan melapor sama kita, jadi bisa dipastikan kasus ini lebih banyak terjadi,” ungkap Wakil Ketua Forda Sumut, Li Ho Pheng.

Peraturan Daerah (Perda) N0.10 Tahun 2002, tarif untuk pengurusan surat izin pada kelompok usaha 5-50 juta hanya Rp75 ribu. “Ini peraturan di Medan, tetapi pada kenyataanya, mengurus izin di Medan bisa mencapai Rp700 hingga Rp1,5 juta,” tambah Ho Pheng.

Masalah lain yang paling ironis yang sering dihadapi oleh pengusaha UKM ini adalah pungli, baik dari sipil maupun aparat.

Biasanya, mereka yang seharusnya melayani dan melindungi malah menjadi santapan lezat, dengan perkataan opsi tidak memiliki izin, mereka melakukan pungli (pungutan liar). Padahal, yang diganggu adalah pengusaha kecil. (ram)

Kasus Salah Diagnosa Ditangani Polisi

KASUS salah diagnosa yang dilakukan oknum dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Pirngadi Medan terhadap pasien Suryawati (38), warga Amaliun Gang Arjuna Medan, kini ditangani Polresta Medan. Empat personel Polresta Medan langsung melakukan penyelidikan dengan membawa barang bukti berupa hasil rontgen dari rumah sakit milik Pemko Medan tersebut serta beberapa bukti lainnya.

“Petugas kepolisian dari Polresta menjumpai saya terkait kasus dalah diagnosa ini. Mereka juga sudah mengambil buktibuktinya.

Mereka bilang akan diselidiki, apakah ada unsur tindak pidananya.

Saya juga akan melaporkan kasus ini kepada IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Medan. Selain itu, pengaduan saya kepada anggota DPD RI Rahmat Shah juga sudah ditanggapi beliau,” kata Ahmad Yani, suami korban, Selasa (27/12).

Ditambahkannya, sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan Dirut RSUD dr Pirngadi Medan Dewi F Syahnan. Namunpertemuan itu tidak menemukan titik penyelesaian.

Bahkan, pihak rumah sakit seakan menutupi saat ditanyakan dokter yang menangani istrinya.

“Tidak ada itikad baik, malah Dirutnya terkesan cuek. Saat saya tanyakan siapa dokter yang menangani istri saya waktu itu, mereka nggak mau ngasi tahu. Untuk bertemu dengan dokternya saja saya nggak diizinkan. Nggak ada penyelesaian dan upaya dari mereka juga nggak ada. Saya hanya meminta pertanggungjawaban menyeluruh dari pihak rumah sakit, karena saya merasa sangat dirugikan dari sisi waktu, uang dan penyakit istri saya juga bertambah parah,” tegasnya.

Sementara itu, HumasRSUDdrPirngadiMedan, EdisonPerangin-angin mengatakan hasil audit medis dari Komite Medik RSUD dr Pirngadi Medan akan keluar hari ini, Rabu (28/12). “Saya nggak tahu apa isinya, yang pasti audit medis ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana prosedur pemeriksaan, dan penegakan diagnosa terhadap pasien oleh Komite Medik yang sifatnya independen.

Hasilnya akan diserahkan kepada bu Direktur,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Komisi B DPRD Medan KhairuddinSalimmengatakan, permasalahan ini harus ditangani dengan serius. Ditegaskannya, ini tidak boleh jalan di tempat karena masyarakat terus-terusan dijadikan bahan percobaan.

“Kita mintakan kepada Dirut RSU Pirngadi menangani ini dengan serius.

Kita tidak ingin masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan justru harus dijadikan bahan percobaan,” ungkapnya.

(mag-11/jon)

Geluti Ilmu Eksakta Ingin Jadi Duta Asean

Abdul Aziz, Siswa Berprestasi di SMKN 3 Medan

Tertantang untuk terus menghasilkan karya di bidang sains terapan yang dimanfaatkan untuk orang banyak, membuat Abdul Aziz, siswa kelas III jurusan Kimia Analis SMKN 3 Medan ini, mencintai pelajaran Eksakta khusunya Kimia.

KESERIUSAN pria kelahiran Jakarta, 23 September ini, dibuktikan lewat beragam prestasi yang sangat membanggakan tak hanya untuk sekolah namun keluarga dan dirinya sendiri.

Pria yang akrab di sapa Aziz oleh teman sekolahnya ini, mampu meraih juara III Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) tingkat Provinsi untuk bidang lomba Biologi pada 2009 lalu.

Selain itu, Aziz juga meraih juara III dalam katagori lomba bidang IPA dan IPS yang dilaksanakan Primbana pada 2010 lalu.

Bahkan, diusianya yang sangat produktif, Aziz juga mampu menjadi yang terbaik tingkat Sumut di olimpiade yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Kimia FMIPA USU pada 2010 lalu dan meraih juara III kompetisi sains terapan yang dilaksanakan oleh Universitas Indonesia pada tahun yang sama.

“Prestasi ini adalah sebuah pembuktian dari kecintaan saya terhadap mata pelajaran eksakta seperti kimia sejak SMP. Ada keinginan saya untuk menciptkan temuan-temuan baru khussusnya di bidang sains terapan yang hasilnya nanti bisa dimanfaatkan oleh orang banyak,” sebut Aziz saat ditemui di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Tak hanya menguasai Kimia, buah hati alm Muhammad Asli Pohan dan Nurfadila ini, juga mampu membuktikan kemampuannya di bidang lain yakni meraih juara II karya ilmiah sekota Medan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan 2010 lalu.

Berkat raihan sejumlah pretasinya pria yang memiliki hobi menyanyi ini, semakin dikenal di lingkungan sekolah dan keluarganya.

Pembawaannya yang sederhana dan mudah bergaul sesama teman-temannya, membuat keyakinan bagi Aziz untuk bisa menjadi duta Asean di lembaga terbesar dunia Perserikaratan Bangsa Bangsa.

“Inginnya sih bisa menjadi duta Asean dan PBB. Selain bisa bersosialisasi dengan seluruh perwakilan negara yang menjadi anggotanya, juga bisa menyuarakan keinginan rakyat Indonesia,” ungkap Aziz yakin.

Hanya saja, sebut Aziz, prestasi yang didapatnya saat ini belum cukup menjadikan dirinya sebagai duta Asean.

Terus belajar dan berkarya adalah harapan dan tujuan hidup yang tengah dijalaninya. Sementara itu, Kepala SMKN3 Medan H Usman Lubis, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh siswanya yang berprestasi.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas dan bakat siswa, Usman mengku, akan terus memberikan dukungan, salah satunya lewat sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Kita terus membenahi sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung potensi siswa lewat bakat dan kemampuan sesuai bidang ilmu yang dimiliki siswa,” ungkapnya.

(uma)

2 Terdakwa Korupsi Proyek Air Bersih Tobasa Diadili

MEDAN- Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan prasarana air bersih Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) senilai Rp1,86 miliar tahun anggaran 2007 menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (27/12).

Hadir dalam sidang perdana itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Secsio Jimec Nainggolan, dan ketua Majelis Hakim Jhonny Sitohang SH. Dalam sidang tersebut, JPU menghadirkan dua terdakwa yakni Duma Rotua F Sinaga dan Wakil Direktur II CV Otama, Frida Tarigan sebagai Konsultan Pengawas.

Dalam dakwaan JPU, kedua terdakwa diadili dalam sidang perdana untuk perkara kasus korupsi proyek pengadaan prasarana air bersih Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Toba Samosir (Tobasa) sebesar Rp1,86 miliar pada tahun anggaran 2007.

Secsio menyebut keduanya didakwa dalam berkas terpisah dan diduga melakukan korupsi dalam dana pengawasan pengelolaan air minum serta limbah tahun 2007, yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya untuk masyarakat di Kecamatan Ajibata dan Kecamatan Lumban Julu.

Dia menunjukkan bukti, berdasarkan akte pemasukan persero serta perubahan anggaran dasar perseroan komaditer CV Otama.

Atas perbuatan kedua terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp134.547.519, padahal sudah ada dana pembayaran pekerjaan pengawasan pengembangna kinerja pengelolaan air minum dan air limbah sebesar Rp148.002.000 dibayarkan untuk pekerjaan sesuai dengan perjanjian kontrak.

Kedua terdakwa (berkas terpisah) didakwa primair dan subsidair melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana diubah menjadi No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Usai dibacakan dakwaan itu, sidang ditunda dan dilanjutkan pekan depan. (rud)