26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14265

Senam Sehat Sumut Pos Sediakan Waktu Luang Berolahraga

MEDAN- Untuk yang ketiga kalinya, senam minggu sehat bersama Sumut Pos kembali digelar di Lapangan Sepak Bola Pasar VII Mariendal I Jalan Besar Mariendal. Minat warga Mariendal semakin tinggi untuk mengikuti agenda rutin yang diadakan Sumut Pos, terbukti banyak peserta dari semua kalangan mengikuti senam minggu sehat tersebut.
“Ya, senam sehat ini sudah ketiga kalinya di Mariendal. Kami senang melihat warga yang semakin antusias  mengikuti senam ini. Bahkan, anak-anak dan orangtua mengikuti senam ini. Selain senam, ada lucky draw berhadiah ,” kata seorang Panitia, Adenan Nainggolan,  Minggu (4/12)

Menurut dia, senam minggu sehat ini sebelumnya sudah beberapa kali digelar dibeberapa tempat berbeda. Selain memberikan pemberitaan terbaik, senam sehat dilakukan agar warga Kota Medan lebih sehat dan bugar. “Kita tahu setiap harinya, warga Medan khususnya Mariendal sibuk aktifitas dan hanya sebagian yang berolahraga, jadi kami manfaatkan hari libur yakni hari minggu dengan kegiatan senam sehat,” ujarnya.

Senam sehat tersebut, dipandu oleh beberapa instruktur cantik yang tergabung dalam ASIAFI (Asosiasi Senam Instruktruktur Aerobik Fitnes Indonesia). Selain itu, ada pemeriksaan kesehatan yang bekerjasama dengan Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Tampukasih Mariendal, pemeriksaan kepadatan tulang dan tingkat osteoporosis oleh tim medis BIO CALCI 72 serta peserta dibolehkan mencicipi mie instant spageti La Fonte. (mag-11)

Kejari Bidik 5 Lurah

Penggelapan Retribusi Sampah

MEDAN- Kerugian akibat dugaan penggelapan reribusi sampah yang dilakukan sejumlah lurah di Kota Medan mampu ditekan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Tunggakan restribusi sampah tahun anggaran 2004 hingga 2010 yang mencapai Rp13,6 miliar, kini tinggal Rp4,6 milliar.

“Tak selamanya, upaya pencegahan terhadap korupsi selalu memakai upaya penindakan semata, akan tetapi bagaimana kesadaran untuk mengembalikan keuangan negara yang mungkin karena ketidaktahuan, dipakai,” ujar Kasi Pidsus Kejari Medan Dharmabella Timbasz SH MH kepada wartawan, Sabtu (3/11).

Namun begitu, bagi yang tetap tidak kooperatif mengembalikan retribusi sampah itu ke kas negara, sanksi tegas pun dilakukan. Hingga kini, penyidik telah menetapkan tiga mantan lurah menjadi tersangkanya, yakni IG mantan Lurah Sei Putih Tengah, AF mantan Lurah Siderejo dan J mantan Lurah Sei Rengas II.

Menurut Timbasz, dari hasil penyidikan, terungkap bahwa para mantan lurah ini tidak ada niat baik untuk mengembalikan kutipan restribusi sampah tersebut. Disebutkannya, kemungkinan akan ada lima lurah lagi yang akan menjadi tersangka dan kini masih diburu. Lima orang tersebut saat ini sudah tidak menjabat lagi sebagai lurah di tempat itu atau sudah pindah tugas.

“Dugaan keterlibatan kelima orang ini memang sangat kuat. Tapi sampai saat, kami belum menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Dharmabella.(rud)

Tinju PNS di Ruang Kepala Dinas, Pejabat Eselon III Dinkes Sumut Ditahan

MEDAN- Kepala Sub Bagian Umum (Kasub Bag) Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) Drs Mansyur (54)  resmi ditahan dalam kasus penganiayaan terhadap bawahannya, Penanggung Jawab Administrasi Kepegawaian dan Umum Dinkes Sumut Asrarul Hayat (40) warga Jalan Pukat II, Kelurahan Banten Timur, Medan Tembung.

Kepada wartawan, Kanit Jahntanras Polresta Medan AKP Yudi Frianto, Minggu (4/12) menegaskan pihaknya telah menahan tersangka sejak Sabtu (3/12) kemarin.  Penahanan itu dilakukan setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap tersangka.

“Secara resmi kami telah melakukan penahanan tersangka pada Sabtu, karena tersangka ditangkap pada Jumat petang,” ujarnya. “Kami menahan tersangka karena kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi,” tambahnya.

Dia menyebutkan, dalam pemeriksaan itu, tersangka terbukti melanggar pasal KUHP 351 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. “Keputusan tersangka untuk ditahan karena ada bukti-bukti yang menguatkannya melakukan tindak pidana,” tegasnya.

Yudi menambahkan, tersangka kini mendekam di rumah tahanan sementara Polresta Medan. Untuk lebih lanjutnya, pihaknya melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka dan kemudian dilakukan pengiriman tahap dua ke Kejari Medan.

Untuk diketahui, peristiwa pemukulan dilakukan tersangka, Senin (15/11) sekira pukul 14.25 WIB. Ketika itu, korban dan tersangka sama-sama berada di ruang tunggu Kepala Dinas Kesehatan Sumut. Korban diketahui hendak memasukkan berkas untuk ditandatangani Kadis Kesehatan Sumut, dr Chandra Syafei Sp OG.

Tapi, saat korban hendak membuka pintu ruangan Kadis, tersangka memaki korban dengan perkataan kasar tanpa sebab yang jelas.

Mendapat makian, korban menanyakan maksud perkataan tersangka. Tanpa disangka tersangka langsung melakukan pemukulan pada korban, Akibatnya, bagian belakang kepala korban, menderita luka memar dan bengkak sehingga korban harus mendapat perawatan di rumah sakit.  Usai mendapatkan perawatan, korban membuat pengaduan ke Polresta Medan. (gus)

Kualitas Jurnalis Perempuan Harus Ditingkatkan

MEDAN- Berdasarkan pendataan yang dilakukan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, dari 100 ribu jurnalis yang ada di Indonesia, hanya 17 persen jurnalis perempuan berkontribusi menentukan isu-isu aktual yang harus diangkat dalam perspektif perempuan. Selain itu, jumlah jurnalis perempuan yang berperan dalam struktur media pengambil keputusan masih sangat minim.

“Persentase perempuan sebagai editor, kepala bidang atau departemen maupun sebagai pemilik media hanya berkisar lebih kurang 0,6 persen saja,” ujar Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Asren Nasution usai membuka Pelatihan Jurnalisme Perspektif Gender dalam menyambut HUT Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) ke-4, yang bekerjasama dengan Dewan Pers di Grand Swiss-BelHotel Medan, Sabtu (3/10).

Dia mengatakan, keterbatasan tersebut membuat perempuan sering menjadi objek pemberitaan yang terkadang merugikan harkat dan martabat perempuan itu sendiri. “Untuk itu, besar harapan di Sumut agar jurnalis perempuan dapat merefleksikan kondisi ini dengan melakukan konsolidasi secara internal organisasi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia jurnalis perempuan yang handal, tangguh, ulet, visioner dan professional,” ujarnya.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan kini pers dalam pemberitaannya terlalu bebas dan banyak yang tidak mematuhi Kode Etik Jurnalistik, sehingga terkadang pemberitaan tersebut malah merugikan masyarakat.
“Pers sangat bebas, malah terlalu bebas. Banyak pemberitaan tidak berimbang, kedepannya harus diperbaiki,” ucapnya.     “80 persen kami terima laporan karena berita tidak cek and recek,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut ada ada empat pemakalah yang hadir seperti Helga Worotin  dari Lentera Indonesia, dilanjutkan materi dari Dra Masruchah  dari Komnas Perempuan ,  Mariana Amiruddin dari Pimred Jurnal Perempuan) dan  Maria Hartiningsih  dari Kompas. (mag-11)

Pemko Medan Buka Pasar Murah

MEDAN- Menyambut Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, Pemko Medan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan kembali membuka pasar murah dimulai 13 sampai 23 Desember di 48 titik Kota Medan. Pelaksanaan pasar murah ini dioperasikan di kantor camat dan kantor kelurahan.

Kepala Disperindag Kota Medan Syafrizal Arief menjelaskan kegiatan tersebut dalam rangka menyambut hari besar keagamaan natal dan tahun baru. “Kami sedang melakukan pembahasan lokasi yang di prioritaskan untuk pasar murah, yang jelas kegiatannya sama seperti pasar murah jelang lebaran lalu,” katanya akhir pekan kemarin.

Dia menyebutkan, barang yang dijual di pasar murah meliputi  minyak, gula, telur, sirup, beras, tepung terigu, dan jenis bahan-bahan pokok lainnya. Disperindag mengeluarkan dana Rp500 juta untuk kegiatan ini. Selain pasar murah natal dan tahun baru akan digelar di hari Imlek dan devawali, tapi masih dipertimbangkan.

Ketua komisi C DPRD Kota Medan Jumadi menuturkan dalam kegiatan pasar murah diminta agar Disperindag ketat melakukan pengawasan terhadap penjualan barang di tingkat kelurahan. Pasalnya, diduga banyak dijual kepada orang lain yang bukan sasaran. “Diduga oknum di kelurahan, jadi simpan saja barang-barang pasar murah di kantor kelurahan, supaya bisa lebih terkontrol,” sarannya.

Dia juga menyebutkan, pada pasar murah menjelang lebaran,  selain barang tidak tepat sasaran Disperindag juga dikeluhkan warga karena barang yang dijual selalu minim dan bobotnya kurang. Untuk itu, dia meminta agar distribusi barang pasar murah semuanya disimpan di kantor lurah. Karena selama ini ada kecurigaan pengurangan bobot itu ada ditingkat kelurahan. “Jadi lebih baik disimpan di kantor lurah. Kalau bobotnya kurang, pasti ada permainan di kantor lurah,” pintanya. (adl)

Siswa SMAN 7 Medan Wajib Bayar Perbaikan Listrik

MEDAN- Wali murid SMAN 7 Medan sesalkan pihak sekolah yang membebankan para siswa membayar biaya perbaikan intalasi listrik di sekolah tersebut pada tahun ajaran 2011/2012. Ironisnya, setiap siswa harus membayar sebesar Rp165 ribu.

Hal itu diungkapkan wali murid kelas 10 SMAN 7 Medan, Anwar saat dikonfirmasi, Jumat (2/12).
“Kewajiban ini seharusnya diselesaikan oleh pihak sekolah karena itu ada anggaran dari pemerintah untuk perawatan sarana dan prasarana sekolah berstatus negeri. Namun kewajiban itu malah dibebankan kepada seluruh siswa tanpa terkecuali. Bahkan jika siswa yang tidak mau membayar akan dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti ujian mid semester,” tarangnya.

Anwar mengakui, anggaran wajib tersebut sudah ditagih sejak pertengahan September lalu. Meski sempat ditolak sebahagian siswa, namun pihak sekolah tetap berdalih jika iuran ini harus dipenuhi oleh siswa.

Pihak sekolah, bilang Anwar, terus mendesak seluruh siswa kelas 10-12 segera melunasi perbaikan itu. “Akhirnya seluruh siswa harus membayar iuran tersebut jika ingin mengikuti ujian mid semester. Tapi yang mengherankan hanya lampu kelas yang dipergunaan siswa saja yang terputus, sementara listrik kantor guru dan kepala sekolah terus menyala,” ujarnya.

Bahkan renovasi sekolah yang sedang dilakukan selalu menggunakan listrik.
Kejadian ini, lanjut Anwar, telah dilaporkan kepada wali kelas muridnya, tapi wali kelas yang bernama Boston Pasaribu tidak bisa membantu banyak.

“Malah dia (Boston) mengimbau saya untuk mengikuti permainannya saja,” sesal Anwar saat  ditemui di kawasan Polonia Medan. Selain itu, sebutnya, keganjilan juga terlihat setelah pembayaran, karena anaknya tidak menerima kwitansi sebagai tanda bukti pembayaran.

Bahkan ketika disinggung mengenai hal itu, wali kelas menyebutkan sudah aturan dari komite sekolah.
Mendapatkan jawaban yang tidak menyenangkan dari wali kelas, Anwar mempertanyakan kepada Kepala SMAN 7, Muhammad Daud dengan pertanyaan sama.

“Semuanya melemparkan ke komite ketika saya tanya. Kasihan sekali siswa-siswa yang tidak mampu harus mencari duit.  Rp165 ribu itu termasuk besar bagi beberapa orang tua murid (wali murid),” kata Anwar.
Bahkan, sejumlah informasi yang dia peroleh ada beberapa wali murid yang harus menjual barang-barangnya seperti jam tangan atau mencari kaleng bekas dan menjualnya untuk memenuhi kutipan itu.

Kepala SMAN 7 Medan, Muhammad Daud saat ditemui di ruang kerjanya sempat menolak dikonfirmasi dengan alasan akan melaksanakan salat Jumat meskipun saat itu masih menunjukkan pukul 11.10 WIB.
Meskipun didesak berbagai pertanyaaan, ia enggan berkomentar soal kutipan Rp165 ribu yang digunakan untuk memperbaiki instalasi listrik. Daud hanya mengakui, memang ada kutipan Rp165 ribu untuk memperbaiki instalasi listrik.

“Iya ada, tapi nanti saja, saya mau salat Jumat. Kalau mau tau mengenai kutipan itu, tanya aja langsung sama pihak komite,” buangnya sembari meninggalkan wartawan.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SMAN 7 Medan, yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Safri, mengakui bahwa memang ada iuran yang dibebankan kepada siswa untuk memperbaiki instalasi listrik.
Akan tetapi, Syaiful membantah kalau iuran tersebut diwajibkan oleh seluruh siswa, justru  bersifat tidak memaksa.
“Ini hanya kita kutip bagi yang mau bayar, kalau yang tidak mau tidak usah. Dan Itu merupakan kesepakatakan musyarawah yang dihadiri 1.000 wali murid SMAN 7 Medan. Gak usah kau dengar wali murid,” ungkapnya.

Menurut Syaiful, kutipan dilakukan untuk meningkatkan sarana dan prasaran karena di sekolah itu memang masih kurang. Selama ini, lanjutnya, sekolah dituntut untuk meningkatkan sarana dan prasarana. “Untuk itulah diharapkan kerjasama orangtua, pemerintah, dan dunia usaha,” lanjutnya.

Disinggung mengenai ancaman bagi siswa yang tidak membayar, tidak dibolehkan mengikuti ujian mid semester, Syaiful membantahnya. Syaiful mengatakan, jika kutipan itu bisa dibayar dengan cara mencicil suapaya tidak memberatkan orangtua siswa.

“Tidak benar itu dan tidak wajib kutipan itu,” tegasnya.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah sangat menyayangkan adanya kutipan di SMAN 7 Medan.

Menurut Bahrum sekolah tersebut merupakan aset pemerintah dan memiliki anggaran khusus yang diperuntukkan sarana dan prasarananya. “Anggaran pemeliharaan fasilitas inikan  ada anggarannya. Kalau memang tidak ada jangan dibebankan ke siswa. Ini menjadi tanggungjawab dinas pendidikan,” ungkapnya.(uma)

Sumut Libatkan 1.000 Peserta

Peringati Hari Aksara Internasional

MEDAN- Memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) ke-46 tahun 2011, Provinsi Sumatera Utara akan
melaksanakan kegiatan tersebut dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari 33 Kabupaten/Kota se Sumut.
Puncak kegiatan HAI ini nantinya akan diadakan di Simpang Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara mulai 6-8 Desember 2011 yang direncanakan dibuka langsung oleh Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST.

Hal ini diungkapkan Kabid PAUD/PNFI Disdiksu Bambang Siswanto SE didampingi Kasi Dikmas Ongku Indra Harahap SH kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (2/12).

Dijelaskan Bambang, peringatan HAI berawal dari pertemuan Menteri Pendidikan sedunia di Teheran pada tahun 1965, yang mengusulkan kepada UNESCO agar melaksanakan usaha pemberantasan buta huruf secara internasional dan menetapkan HAI pada tanggal 8 September. Selanjutnya kepada negara anggota UNESCO disarankan agar melaksanakan kegiatan tersebut.

“Sebagai anggota UNESCO, Indonesia telah melaksanakan kegiatan peringatan Hari Aksara itu baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi. Provinsi Sumut telah melaksanakan peringatan HAI tersebut pada peringatan HAI ke-16 tahun 1981 di Desa Tunggurono, Kabupaten Deliserdang, dengan tuan rumah kabupaten/kota se Sumatera Utara secara bergilir dan berkesinambungan,” sebutnya.

Masih menurut Bambang, Provinsi Sumut pernah menjadi tuan rumah peringatan HAI tingkat nasional pada tahun 1987 yang dilaksanakan di Lapangan Alun-alun Amir Hamzah Stabat, Kabupaten Langkat, yang dihadiri oleh kontingen provinsi seluruh Indonesia .

Sedangkan peringatan HAI ke-46 tingkat nasional telah dilaksanakan di Jakarta pada 23 Oktober 2011 lalu, yang diikuti 33 kontingen provinsi se Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Mendikbud Prof M Nuh menyerahkan anugerah aksara kepada Bupati/Walikota yang berhasil melaksanakan pemberantasan buta aksara di kabupaten/kota masing-masing. Sementara Provinsi Sumut tahun ini telah menerima anugerah tersebut yaitu Bupati Kabupaten Pakpak Bharat.

“Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada kegiatan HAI ke-46 Provinsi Sumut itu adalah, lomba tutor kegiatan formal, lomba warga belajar kegiatan formal, lomba kelompok belajar kegiatan formal, lomba tutor pendidikan anak usia dini (PAUD), lomba pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), lomba taman bacaan masyarakat (TBM), lomba penilik, lomba pengelola kursus dan lomba lembaga kursus,” terang Bambang.

Selain itu, juga diselenggarakan kegiatan seminar pendidikan non formal dan informal, pentas seni warga belajar dan upacara puncak kegiatan Hari Aksara Internasional. Sementara untuk lomba pentas seni warga belajar PAUDNI dan lomba stand pameran dilaksanakan pada saat pameran berlangsung. (uma)

Romantisme Sang Legenda

Mr Big Guncang Medan

Dan seisi Pardede Hall pun bernyanyi Come on baby, Come on over, Let me be the one to show you. I am the one who the one to be with you. INGAT sepenggalan bait tersebut? Ya, Mr•Big mengguncang Medan, tadi malam. Sang legenda rock internasional dari Amerika itu membawa suasanaromantis dalam kunjungan perdananya di Medan. Dengan sejumlah hits yang sangat familier di telinga anak muda bandlegendayangngetopdiera1980anhingga 1990an ini disaksikan penonton berusia muda, usia 20 hingga 30 tahun. Tampil selama 2 jam penuh dengan membawakan 23 lagu, kualitas vokal Eric Marten masih menimbulkan decak kagum kawula muda Medan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, PaulGilbert(gitar), BillySheehan (bass) danPat Torpey (drum) memperlihatkan skill individu mereka memainkan alat musik.

Kisahbubaryangterjadipada2002lalunyaris tak berbekas, dibungkus kekompakan dan harmonisasi khas grup band papan atas. Lagu-lagu, seperti Daddy Brother Lover Little Boy, Alive n Kickin, Green Tinted 60’s Mind, Undertow, American Beauty, Take Cover, Just Take My Heart, Once Upon a Time, Anything For U, A Little to Loose, Road To Run, Temperamental, Still Aint Enough For Me, Price You Gotta Pay, Take a Walk, PromiseHertheMoon, Around the World, As Far As Can See, Addicted to That Rush, To Be With U, Wild World, Colorado Bulldog, dan Smoke On The Water, semuamulusdimainkan. Tepuk riah penonton terhadap permainan mereka juga tidak berhenti.

“Wewantplaythe song, this so famous in Indonesia.” Mendengar perkataan tersebut, penonton kembali riuh. Terpikirmerekaakanmenyanyikan To Be With You yang terkenalpada1991. Tetapipadakenyataanya, Promise Her The Moon yang muncul. Walau kecewa, tetapi tepuk tangan dan sorakan kegembiraan tetap diberikan. Jelang akhir penampilan, spontan Eric Marten menutup konser mereka. Padahal, lagu yang ditunggu-tunggu belum dinyanyikan. Serentak, penontonberteriak“Wewantmore” secara berulang. Setelah menunggu berapa menit, akhirnyamuncul suara parapengeran. “Oh Medan, you are so great. Thank you my brother and sister,” ungkap sang vokalis. Akhirnya, mengalunlah To BeWithYou, yang dinyanyikanbersamapenonton.

Setelah, lagu legenda, lagulegenda WorldWild punikutdinyanyikan. Akhirpenampilan, MRBIGmenyanyikanlaguyangdipopulerkanolehDeepPurple, Smoke On The Water. Dan dilagu ini, 4 sekawan ini bertukar posisi. Tampil selama 2 jam penuh dengan membawakan 23 lagu, kualitas vokal Eric Marten masih menimbulkan decak kagum kawula muda Medan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, PaulGilbert(gitar), BillySheehan (bass) danPat Torpey (drum) memperlihatkan skill individu mereka memainkan alat musik. SepertiEricMarten yang bermaingitar, Paul GilbertdanBillySheehanmenabuhdrum, dan Pat Torpeymenjadi vokalis. Tampil bergaya yang kasual, penampilan musisi ini patut diacungi jempol. Bagaiman tidak, dalam beberapa kesempatan, vokalis berjingkrak mengikuti lagu.

Dalam acara perayaan Arthur Guinness yang dirayakan diseluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia, Medan pada khususnya mendapat kebagian seremoni produk minuman bir ini. Untuk Medan sendiri, diisi oleh Mr Big dan /rif. Di Indonesia, Medan terpilih penyelanggaraan. Perayaan ini, awalnya diselenggarakan sejak 2009, yang saat itu telah mencapai usia 250 tahun. Untuk tahun ini, perayaan Arthur Guinness ini kembali hadir pada 22 September, yang dirayakan di Pulau Irlandia (Dublin, Cork, Limerick, dan Belfast-Irlandia Utara). Yangmenghadirkan60artisinternasionaldan lokal yang tampil di 7 studio dan 33 pub. Setelah itu masuk ke negara Malaysia, Indonesia, Eropa, Karibia dan seluruh dunia. (ram)

Internal KPK Siap Awasi Pimpinan Baru

Berharap Kembalikan Marwah Lembaga

JAKARTA-Terhitung sejak 17 Desember mendatang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal dipimpin orang-orang baru. Para internal KPK pun sepertinya harap-harap cemas menanti kedatangan para penggawa barunya. Melalui juru bicaranya, KPK menginginkan para pimpinan baru itu bisa mengembalikan kewibawaan lembaga antikorupsi itu. “Kami berharap lima pimpinan baru bisa mengangkat kembali marwah KPK yang belakangan menurun,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, dengan nada tegas Menurutnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam beberapa tahun terakhir banyak masalah yang mendera para pimpinan KPK periode sebelumnya. Tentu saja hel tersebut sangat mempengaruhi kewibawaan lembaga tersebut. Bagaimana pun juga, kata Johan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi orang-orang yang terpilih di DPR.

Namun dia mengaku masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah pimpinan yang dipimpin oleh Abraham Samad itu bisa memenuhi harapan masyarakat untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi besar di tanah air. Memang, kata Johan Abraham Cs adalah orang-orang yang memiliki track record hebat dalam upaya memerangi korupsi. Tapi, yang perlu diingat sebagain besar dari lima orang tersebut belum memiliki pengalaman berada di dalam lingkaran kekuasaan sebesar KPK yang dikelilingi banyak kepentingan. “Yang sudah memiliki pengalaman berhubungan dengan KPK mungkin hanya pak Busyro (Busyro Muqoddas),” kata Johan.

Nah, karena itulah, internal KPK akan menjadi pihak pertama yang melakukan pengawasan pimpinannya yang baru agar bisa memenuhi harapan masyarakat. Jadi, apabila nantinya Abraham Cs itu melempem dan bekerja sesuai dengan apa yang dijanjikannya selama pencalonan, maka KPK sendiri yang akan bergerak. Selain itu, Johan juga mengingatkan kepada pimpinan baru bahwa di dalam KPK sudah ada sistem yang terbentuk. Jadi, para pimpinan baru diharapkan tidak seenaknya mengacak-acak sistem yang ada meskipun sebenarnya mereka adalah nahkoda yang berhak membawa ke arah mana kapal KPK ini bergerak. “Kami semua di KPK harus saling bekerjasama dan bersinergi untuk membawa lembaga ini ke arah yang lebih baik,” imbuhnya. Secara pribadi, Johan mengenal bakal ketuanya yang baru Abraham. Dia menceritakan sebelumnya pernah bertemu secara langsung di Makasar saat KPK mengadakan sebuah acara di sana. Johan mengenal Abraham sebagai aktivis antikorupsi yang begitu disegani di ibukota Sulsel itu.

“Anda masih muda. Ayo dong ikut mendaftar pimpinan KPK,” ajak Johan saat bertemu dengan Abraham di Makasar kala itu. “Ternyata dia sekarang terpilih sebagai ketua. Semoga kepercayaan yang diberikan ini tidak salah,” imbuhnya. Di bagian lain Abraham mengaku akan berupaya keras membangun sinergi dengan para pimpinan KPK dan internal KPK yang lainnya. Selain itu, dia mengaku akan belajar banyak dari sosok Busyro Muqoddas yang akan digantikannya sebagai Ketua KPK. “Saya menganggap pak Busyro adalah guru,” imbuhnya. Dia juga meminta agar masyarakat tidak meragukan sisi usianya yang jauh lebih muda dibanding para pimpinan yang lainnya.

“Obama dan Soekarno menjadi presiden di usia muda. Kenapa saya tidak bisa. Yang penting saya akan banyak belajar banyak dari pimpinan lain yang lebih senior,” kata Abraham. Saat disinggung bagaimana ketegasan dirinya saat menghadapi tekanan politik mengingat dia dipilih dengan suara mayoritas, pria kelahiran 27 November itu hanya menjawab dingin. “Meskipun dipilih 43 suara anggota komisi III saya tidak ada urusan dengan politik. Siapapun juga kalau terbukti korupsi harus ditindak,” ujaranya. Jawaban tersebut sekaligus menegaskan bahwa saat pemilihan pimpinan dan Ketua KPK, dirinya sama sekali tidak membangun dealdeal khusus dengan para anggota Komisi III DPR. Menurutnya, dukungan itu adalah bentuk kepercayaan kepada dirinya. Dia akan membuktikannya. Di bagian lain, Wakil Jaksa Agung Darmono menyambut gembira terpilihnya Zulkarnaen sebagai salah seorang pimpinan KPK. Dia berterima kasih kepada Komisi III yang telah mempercayai salah seorang kader Adhyaksa duduk di pucuk pimpinan lembaga antikorupsi tersebut. Zulkarnaen merupakan pimpinan KPK yang berlatar belakang jaksa. Saat ini dia menjabat sebagai koordinator staf ahli Jaksa Agung Basrief Arief. IniberartiZulkarnaenmerupakanjaksaketigayangpernahduduk di KPK. Sebelumnya, pimpinan yang berlatar belakang jaksa adalah Tumpak Hatorangan Panggabean dan Antasari Azhar. Darmono berharap Zulkarnaen tegas dan tak pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Yang tak kalah penting, dia meminta agar Zulkarnaen mengangkat nama baik Kejaksaan yang sempat terpuruk gara-gara banyaknya oknum jaksa yang ditangkapi KPK. DenganadanyaunsurjaksadiKPK, Darmonoyakinhubunganantara KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) akan semakin baik. Terutama dalam koordinasi pemberantasan korupsi. Sebab, kedua lembaga sama-sama memiliki wewenang menangkap para penggarong uang negara. “Sebaiknya kita saling membantu dan mengisi dalam menghadapi tugas pemberantasan korupsi ke depan,” kata mantan Kapusdiklat Kejagung tersebut. Terpilihnya Abraham Samad sebagai pimpinan KPK dinilai merupakan kompromi partai politik di DPR. DPR ditengarai mencari Ketua KPK yang tidak memiliki pengalaman di tingkat nasional, sehingga mudah dikendalikan. Hal tersebut dibantah oleh anggota Komisi III DPR Syarifudin Sudding. Menurut dia, Abraham justru terpilih karena latar belakangnya yang merupakan aktivis dari daerah. Dengan pertimbangan itu, Abraham dinilai belum terpengaruh oleh situasi politik nasional yang demikian keruh.

“Kita cari yang daerah saja. Tokoh nasional kerap membohongi kita,” ujar Sudding tanpa menyebut siapa yang dimaksud. Menurut politisi Partai Hanura itu, Abraham saat ini dinilai relatif terbebas dari berbagai kepentingan. Hal itu penting supaya visi dan misi yang dijanjikan Abraham tidak mendapat intervensi dari pihak lain. “Mayoritas fraksi ternyata juga memiliki pandangan yang sama,” tandasnya. (kuh/aga/bay/jpnn)

Adam Malik-Pirngadi Bantah Dinilai Buruk

Anggap Kategori Merah Wajar-Wajar Saja

MEDAN- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan buruknya pengelolaan limbah rumah sakit dan kesehatan lingkungan pihak manajemen RSUP H Adam Malik dan RSU dr Pirngadi Medan. Bersama 25 rumah sakit lainnya di provinsi lain, rumah sakit milik pemerintah daerah ini masuk kategori merah, dicap buruk dalam mengelola limbah. Meski demikian, manajemen kedua rumah sakit tidak menganggap penilaian buruk tersebut sebagai hal yang memprihatinkan. Kasubbag Hukum dan Humas RSU Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin tidak membantah penilaian kementerian LH dimaksud.

“Penilaian itu subjektif dan wajar-wajar saja. Kalau (penilaian) Kementerian LH masuk kategori merah, yah merah lah itu. Menurut penilaian mereka kategori merah, yah tanyakan saja kepada mereka apa alasannya merah. Karena mereka yang mengatakan kategori merah. Kalau memang ada kekurangan, akan kita perbaiki,” ujarnya. Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Sairi Saragih, malah berdalih pihak rumah sakit sudah melakukan semua standar operasional prosedur (SOP) yang ditentukan Kementerian LH. Sairi menerangkan, kategori merah itu bukan berarti jelek, namun, karena ada salah satu dari 10 kategori yang tidak diterapkan.

Dituturkan Sairi Saragih, sejak tahun 2010 itu pihak rumah sakit sudah mengetahui hal itu, namun pihak Kementerian LH dipersilakan melihatnya langsung ke rumah sakit karena rumah sakit sudah menjalankan ke sepuluh kategori tentang pengelolaan limbah rumah sakit sesuai dengan peraturan lingkungan hidup.

“Merah itu bukan berarti jelek dan merah itu karena ada salah satu kategori yang belum diterapkan. Ada tiga kategori merah, hitam dan biru. Untuk kategori merah, ada salah satu kategori yang tidak dijalankan dari sepuluh kategori, untuk kategori biru, sepuluh kategori tersebut dijalankan dan untuk kategori hitam, kesepuluh kategori tidak dijalankan. Untuk lebih pastinya, hari Senin saja tanyakan langsung kepada Kepala Penglolaan Limbah RSUP H Adam Malik,” ungkapnya.

RSUPirngadi dan RSSU H Adam Malik bersama 25 rumah sakit lainnya dianggap masih buruk dalam mengelola limbah. Menariknya, selain 27 rumah sakit itu, dalam penilaian kinerja atau sering disedisebut Proper tersebut disebutkan ada satu rumah sakit yang masuk kategori hitam dalam mengelola limbah. Rumah sakit yang bakal diperiksa intensif ini adalah, RSUD Dr Moewardi di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Ketua Dewan Pertimbangan Proper Surna T Djajadiningrat menjelaskan, kategori hitam adalah kelompok terburuk sebuah industri dalam mengelola lingkungan hidup di sekitar lokasi kerjanya. Sedangkan kategori merah adalah, kelompok industri yang tingkatannya berada satu strip di atas kelompok hitam.

“Khusus untuk rumah sakit, pengelolaan lingkungan hidup sangat penting,” tegas pria yang akrab disapa Surnaya itu. Pengelolaan lingkungan hidup di sekitar industri rumah sakit cukup penting karena limbah yang dihasilan rumah sakit tergolong limbah infeksi.

Di tengah banyaknya rumah sakit yang masuk kategori hitam dan merah, Surna mengatakan Kemen LH yang mencetuskan program Proper akan mengavaluasi perizinan pendirian rumah sakit. Sebab, kata dia, saat mengajukan izin pendirian, seluruh rumah sakit wajib mengajukan kajian analisis mengenaidampaklingkungan(amdal). Rata-rata, dalam kajian amdal seluruh rumah sakit merumuskan sistem pengelolaan limbah yang baik. “Tapi setelah ikut Proper, akhirnya ada yang bolong dalam pengelolaan limbah,” katanya.( jpnn/jon)

Tak Mampu Puaskan Konsumen

TANGGAPAN keras datang dari sejumlah wakil rakyat. “Tidak hanya soal limbah, Rumah Sakit Adam Malik dan Pirngadi merupakan rumah sakit milik pemerintah yang belum mampu memberikan pelayanan memuaskan kepada pasien,” kata Anggota Komisi A DRPD Kota Medan, Landen Marbun, Sabtu (3/12) pagi. Kategori merah yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada dua rumah sakit ini menjadi preseden buruk. Pemerintah daerah dianggap abai melakukan pengawasan maksimal terhadap rumah sakitnya.

“Pemerintah daerah jangan hanya menegur rumah sakit swasta dan lupa mengawasi rumah sakit milik pemerintah dan enggan memberi sanksi jika terbukti bersalah,” ujar Landen. Untuk itu, pemerintah pusat, pemprovsu dan pemko Medan diminta komit menjalankan peraturan yang berlaku. Pemerintah harus lebih serius lagi dalam pengelolaan limbah rumah sakit ini.

“Jika ini diperbaiki, otomatis warga pasti tidak ada berobat ke rumah sakit Malaysia lagi,” pungkasnya. Sekretaris Komisi B DRPD Kota Medan, Khairuddin Salim heran dengan kualitas Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) di RSU Pirngadi dan RSUP Adam Malik. “Ini harus dkaji ulang lagi,” katanya. Khairuddin Salim mengharapkan badan lingkungan hidup (BLH) memperhatikan pengelolaan limbah kedua rumah sakit ini serta rumah sakit lain dengan serius.”Komisi B DPRD Kota Medan berharap agar rumah sakit-rumah sakit yang ada di Medan dan Sumut ini mempunyai lingkungan yang nyaman dirumah sakit itu sendiri.

BLH harus benar-benar menerapkan peraturan tentang lingkungan hidup itu sendiri terutama RSU Pirngadi Medan karena lokasinya yang berada dipemukiman padat penduduknya,” harap Khairuddin. (jon)