27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14272

Yaya Toure Terbaik Afrika

ACCRA- Kegemilangan Yaya Toure pada musim ini bersama Manchester City membawanya meraih prestasi individual sebagai pemain terbaik Afrika 2011. Menjadikannya sebagai pemain Pantai Gading kedua yang merasakan gelar pemain terbaik Afrika.

Sebelum Yaya, hanya Didier Drogba yang pernah merasakannya pada 2006 dan 2009. Bagi adik dari bek City Kolo Toure itu, gelar ini merupakan gelar pemain terbaik Afrika pertamanya. Sebelumnya dia memang pernah dinominasikan, tapi tidak pernah masuk tiga besar.

Kali ini bukan hanya menembus tiga besar, Yaya bahkan menyisihkan rival berat seperti gelandang Barcelona asal Mali Seydou Keita dan winger Olympique Marseille asal Ghana Andre Ayew. Dia menerima penghargaan itu di Accra, kemarin.

Sebelumnya, dua nama tersisih dari lima besar. Striker Anzhi Makhachkala asal Kamerun Samuel Eto’o dan striker Lille asal Senegal Moussa Sow. Eto’o merupakan pemain yang paling sering memenangi penghargaan itu (4 kali).

Penentuan pemain terbaik Afrika dilakukan dengan mekanisme poling yang dilakukan para pelatih timnas 53 dari anggota konfederasi sepak bola Afrika (CAF). Yaya dinilai sebagai sosok yang paling tepat menjadi pemain terbaik Afrika. Terlepas dari performa hebatnya di City, Yaya juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Pantai Gading menjaga rekor 100 persen kemenangan di kualifikasi Piala Afrika 2012. Bersama Kolo Toure dan Didier Drogba, Yaya menjadi penopang utama Pantai Gading. Bagi dia, keberhasilannya diharapkan mampu mempengaruhi  politik negaranya. (ham/jpnn)

Adopsi Gaya Sepak Bola Amerika Latin

Boca Junior Football Club Bakal Hadir di Medan

Salah satu klub besar di Argentina, Boca Junior akan membagi ilmu sepak bolanya kepada anak-anak di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. PT Soccer Entrepreneur berhasil memperoleh lisensi kerjasama dengan Boca Junior dan akan segera aktif Januari mendatang. Sekolah sepak bola itu akan dilabel Boca Junior Football Club.

General Manager Boca Junior Football Club Aan Gustinas saat jumpa pers di Kantor PT Soccer Entrepreneur Jalan Imam Bonjol No 10 Medan, Jumat (23/12) menjelaskan hal itu. “Kita memang sudah melakukan kerjasama dengan Boca Junior. Dan 6 Januari 2012 mendatang kita akan merilisnya ke masyarakat Sumut dan siapa saja boleh bergabung,” katanya.

Perekrutan untuk masuk ke sekolah bola ini cukup berbeda dari yang lain. “Kita menerima setiap anak yang mendaftar. Dan sebelum mereka mendaftar kita memberikan kesempatan untuk mengikuti satu kali latihan. Nah, setelah itu, jika mereka suka mereka boleh mendaftar. Dan jika mereka tak suka dengan pola latihannya mereka kami larang untuk bergabung,” tegas Aan.

Ia tak menampik, kelanjutan pelatihan yang dilakukan di sekolah bola ini akan memberikan kesempatan kepada setiap alumninya memperkuat klub seperti Medan United. Dan jika memang berpotensi akan dipertimbangkan bisa memperkuat klub Divisi Utama Pro Duta.

Latihan rutin, akan berlangsung tiga kali seminggu, Jumat, Sabtu dan Minggu di Lapangan Medan International School Jalan Tali Air Medan. Untuk Jumat dan Sabtu berlangsung dari pukul 15.00-18.00 WIB. Sedangkan Minggu diberlakukan full day training yakni dari pukul 09.00-18.00 WIB.

Pelatih yang akan diplot yakni Samuel Garcia yang berasal dari Soccer Institute. Soccer Institute ini merupakan sekolah bola di bawah PT Soccer Entrepreneur yang telah beraviliasi  dengan Boca Junior Football Club saat ini. Sedangkan asisten pelatih ada Ansari Lubis, Selamet Riadi, M Halim, Faruq dan M Syahril.

Untuk jenjang pelatihan yang dibuka  untuk anak-anak umur 4-17 tahun yang dibagi dalam beberapa kategori, yakni U-6, U-10, U-12 dan U-14. Biaya pendaftaran Rp 1juta untuk semua kategori usia. Sedangkan uang sekolah mulai Rp 400 ribu hingga Rp750 ribu per bulan. (saz)

Kartu Merah Alvarado Diputihkan

AMSTERDAM- Pelaku tendangan ‘kungfu’ terhadap suporter Ajax Amsterdam, yakni kiper AZ Alkmaar asal Kosta Rika Esteban Alvarado akhirnya bebas dari hukuman. Kartu merah yang dijatuhkan kepadanya akhirnya diputihkan.

KNVB (asosiasi sepak bola Belanda) membatalkan hukuman larangan bertanding satu pertandingan karena menilai sang kiper melakukan pembelaan diri ketika fans Ajax menyerangnya dalam laga babak keempat Piala KNVB (22/12).

Alvarado memang diserang dari belakang oleh suporter ketika laga memasuki menit ke-38. Menyadari dirinya diserang, dia berbalik badan dan belas menendang fans nekat itu. Yang jadi masalah, setelah fans itu jatuh, dia tetap melepaskan tendangan.

Makanya, wasit Bas Nijhius menilai Alvarado telah berlaku tidak disiplin. “Kiper itu tiba-tiba diserang. Dia mulanya tidak mengetahui bahwa ada orang yang menyerangnya daru belakang,” begitu keterangan juru bicara KNVB kepada Soccerway.

“Menurut jaksa itu bukanlah tindakan indisipliner. Sang kiper hanya berupaya membela dirinya. Makanya, pemain itu tidak pantas mendapat hukuman,” lanjutnya.
Namun, belum ada keputusan apakah pertandingan akan diakhiri dengan kekalahan Walked Out (WO) AZ ataukah pertandingan akan dilanjutkan sesuai dengan sisa waktu.

Masalahnya, ketika itu pelatih AZ Gertjan Verbeek memerintahkan pemainnya untuk tidak melanjutkan pertandingan setelah wasit menjatuhkan kartu merah kepada kiper mereka.
AZ sendiri tidak peduli lagi apakah laga akan dilanjut atau tidak. “Kami akan menerima apapun keputusan KNVB,” kata Toon Gebrands, direktur AZ.

Adapun fans berusia 19 tahun yang menerobos masuk ke lapangan dan berupaya menyerang Alvarado terkena hukuman larangan menonton pertandingan Ajax seumur hidupnya.

Ajax juga telah menyatakan permohonan maaf kepada AZ atas kelalaian mereka sehingga ada fans yang bisa menerobos masuk ke dalam lapangan. Sampai saat ini belum ada keputusan soal dilanjut atau tidaknya pertandingan yang diakhiri sementara dengan skor 1-0 untuk keunggulan Ajax melalui gol Gregory van der Wiel pada menit kedelapan.(ham/jpnn)

Penghargaan dari Tanah Kelahiran

Jacksen F Tiago

PRESTASI yang diraih Jacksen F Tiago bersama Persipura di musim 2010/2011 berbuah manis. Pekan kemarin, pelatih kelahiran 28 Mei 1968 itu menerima Trophy Mario Jorge Lobbo Zagallo yang diberikan oleh Rio de Janeiro Professional Coaches Association. Penghargaan tersebut diberikan karena Jacksen dianggap sebagai salah satu pelatih Brasil yang berprestasi di luar negeri.

Musim lalu pelatih yang genap 17 tahun berkiprah di Indonesia itu berhasil membawal Persipura menjadi jawara Indonesian Super League (ISL). Jacksen juga mengantarkan tim berjuluk tim Mutiara Hitam itu melaju ke babak delapan besar Piala AFC.

Jacksen mengungkapkan, berkat trofi yang diraihnya itu, sepak bola Indonesia kini makin terdengar di tanah kelahirannya. “Saya sangat senang dan merasa terhormat mendapat penghargaan ini,” ujar Jacksen lewat emailnya yang dikirimkan kepada Koran ini. “Lewat keberhasilan kecil kami ini, nama sepak bola Indonesia jadi makin terdengar di antara pelatih-pelatih top di Brasil,” sambungnya.

Jacksen mengungkapkan, saat penghargaan diterimanya, semua pelatih langsung mengucapkan terima kasih dan menyebut dirinya sebagai pahlawan.  Pasalnya, dia bisa bekerja di Indonesia, negara yang selama ini dianggap sebagai negara rawan dari segi bencana maupun teroris. “Mereka semua bangga dan ada yang bertanya mengenai Indonesia, terutama Roberto Dinamite (Presidente Klub Vasco da Gama saat ini),” ungkap pria yang pernah mempersembahkan gelar juara bagi Persebaya Surabaya saat menjadi pemain dan pelatih ini.

Jacksen berharap, saat mendengar nama Indonesia, publik di negaranya akan ingat bahwa di sana ada seorang pelatih Brasil yang berprestasi. “Itu  bisa membuka pintu buat saya untuk bisa bekerja di Brasil di masa yang akan datang. Lebih dari itu, nama Persipura dan sepak bola Indonesia otomatis diperkenalkan kepada publik sepak bola Brasil. Boleh di kata, saya dalam beberapa menit kemarin bisa menjadi duta sepakbola Indonesia di Brasil,” jelasnya.

Jacksen menyatakan, saat ini ada beberapa penawaran kerja sama dari segi pemain maupun pelatih di masa mendatang dengan beberapa organisasi Brasil. “Sekembalinya ke Indonesia, saya akan sampaikan hal tersebut kepada manajemen Persipura maupun PSSI,” bebernya. (ali/jpnn)

Nets Beli Okur dari Jazz

NEW JERSEY- New Jersey Nets membeli pemain center Utah Jazz, Mehmet Okur, di putaran kedua draft pick NBA. Kebutuhan akan “big man” menjadi alasan utama Nets merekrut pemain asal Turki itu.
Nets membutuhkan big man lain setelah memperkirakan Brook Lopez tidak dapat bermain hingga bulan Februari. Lopez masih belum bisa bermain karena masih menjalani pemulihan pasca operasi cedera patah tulang kaki kanan.

Meski Okur juga baru saja pulih daru cedera punggung, Nets tak ragu untuk tetap merekrut pemain berusia 32 tahun itu. Padahal gangguan cedera disinyalir menjadi alasan kuat Jazz menjualnya karena hanya tampil sebanyak 13 kali sepanjang musim lalu.

“Mehmet akan memberi kami tambahan agka dan juga dan juga ukurannya. Kemampuannya untuk menembak tiga angka akan membantu memberi ruang kosong di lapangan,” jelas General Manajer Nets, Billy King, seperti dilansir Yahoo Sports. (net/jpnn)

Safee Sali Bimbang

LARANGAN pemain ISL memperkuat timnas negaranya membuat pemain asing yang berstatus sebagai penggawa timnas mulai bimbang. Di antaranya striker sekaligus kapten timnas Malaysia yang saat ini berkostum Pelita Jaya, Safee Sali. Berikut wawancara Jawa Pos (Grup Sumut Pos) dengan Safee Sali disela launching tim Pelita Jaya di Karawang Kamis (22/12) lalu.

Apakabar Safee. Bagaimana kabar anda?
Alhamdulillah kabar saya bagus.
Anda tampak betah di Pelita Jaya?

Ya, saya  sangat senang disini. Manajeman tim bagus. Begitu juga dengan para pemain di tim. Atmosfer sepak bola di Indonesia sangat bagus. Saya merasa sangat nyaman disini.
Anda mengikuti perkembangan yang terjadi di sepak bola Indonesia?

Ya saya selalu mengikuti dari media. sangat disayangkan kondisinya jadi seperti sekarang.
Anda juga tahu ada larangan bagi pemain ISL untuk memperkuat timnas negaranya. Termasuk anda tentunya.

Ya. saya tahu itu. Saya masih akan menunggu keputusan finalnya dari FIFA. Sebelum ada keputusan final atas apa yang terjadi di sepak bola Indonesia saya tidak akan mengambil sikap. Saya tetap akan bermain untuk Pelita Jaya

Bagaimana jika benar nantinya ada keputusan final pemain ISL tidak  boleh memperkuat negaranya masing-masing?

Jika sudah ada keputusan final saya akan membuat keputusan drastis. Saya bisa main di luar (Negara lain)  supaya bisa tetap memperkuat timnas Malaysia
Kabarnya anda malah akan memperpanjang kontrak dengan Pelita Jaya? (kontrak Safee Sali berakhir awal Februari 2012)

Ya, proses negosiasinya sedang berjalan. Sekali lagi saya sambil mengikuti perkembangan sepak bola di Indonesia. Sebenarnya saya sangat senang main di kompetisi Indonesia dan bermain di sini selama mungkin. (ali/jpnn)

Fran/Shendy ke Semifinal

Tunggal Putri Kandas

NEW DELHI- Indonesia nampaknya masih harus bekerja ekstra keras untuk menghadirkan prestasi dari nomor tunggal putri. Ini dibuktikan dengan kegagalan yang kembali didapat srikandi Merah Putih di ajang India Open Grand Prix Gold 2011.

Ya, Indonesia dipastikan tidak memiliki wakil tersisa di nomor tunggal putri di ajang berhadiah USD 120 ribu tersebut. Pasalnya, dua wakil yang tersisa, yakni Desi Hera dan Belaetrix Manuputi harus kandas di babak perempatfinal, Jumat (23/12).

Desi Hera harus tersingkir setelah dikalahkan unggulan empat asal Jepang, Eriko Hirose. Meski kalah, namun Desi tetap pantas mendapat apresiasi. Pasalnya, dia sempat membuat Hirose yang unggul jauh baik dalam urusan ranking maupun pengalaman, kerepotan. Desi menyerah lewat pertarungan ketat tiga game, 21-17 17-21 21-11.

Sementara itu di pertandingan lain, tunggal putri lainnya, Belaetrix Manuputi juga gagal menjejakkan kakinya di semifinal. Belaetrix dipaksa mengakui keunggulan pemain Hong Kong, Tsz Ka Chan, juga dengan tiga game. Dalam pertandingan ini, Belaetrix sempat berada di atas angin ketika memenangi game pertama, 18-21.
Sayang, dia gagal mempertahankan konsistensi permainan di dua game berikutnya sehingga harus menyerah, 21-13 21-13.

Dengan tersingkirnya Belaetrix, Indonesia pun dipastikan gagal menggondol gelar juara di nomor tunggal putri. Ini juga melanjutkan tren buruk tunggal putri Indonesia yang belum mampu berbicara banyak dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, dari nomor ganda campuran, Indonesia sukses menyelipkan satu wakilnya di babak empat besar. Mereka adalah pasangan Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati yang secara mengejutkan sukses menyingkirkan unggulan ketiga asal Malaysia, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh.

Awalnya, Fran/Shendy sempat tertekan ketika pasangan Malaysia tersebut sukses menggondol game pertama dengan 16-21. Namun, mereka bangkit di game kedua. Meski harus bersusah payah, Fran/Shendy sukses memenanginya dengan 22-20. Kegemilangan Fran/Shendy berlanjut di game penentuan, sehingga akhirnya sukses membungkus kemenangan 21-14.

Namun, di babak semifinal nanti, Fran/Shendy dihadang lawan lebih berat lagi, yakni unggulan pertama Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam asal Thailand.

Sebelumnya pada laga babak ketiga yang dimainkan Kamis (22/12), Indonesia tinggal menyisakan Taufik Hidayat dan Alamsyah Yunus di nomor tunggal putra. Sementara Simon Santoso, Diony sius Hayom Rumbaka, dan Tommy Sugiarto harus angkat koper.

Taufik menyudahi perlawanan pebulutangkis tuan rumah, Gurusaidutt R. M. V. 21-12, 21-19. Sedangkan Alamsyah menang W.O dari pemain asal Malaysia, Zulfadli Zulkifli. Kini keduanya akan saling berhadapan di babak perempat final. (bbs/jpnn)

Kris Humphries Pemain Paling Dibenci

Kris Humphries sepertinya memang sudah “resmi” menjadi pemain paling dibenci di NBA. Setelah mendapat predikat itu dari sebuah jajak pendapat, penampilannya di lapangan pun diiringi cibiran tanpa henti para penonton.

Beberapa hari lalu pemain New Jersey Nets tersebut menjadi “pemenang” dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Nielsen dan Riset Pasar E-Poll yang muncul di situs Forbes. Tidak membanggakan karena tema polling itu adalah pemain NBA paling dibenci.

Pemain yang baru saja teken kontrak baru dengan Nets, dengan kenaikan gaji sampai 8 juta dolar AS per tahunnya, itu menjadi Musuh Publik No.1 di arena NBA menggeser LeBron James yang kini menempati posisi dua. Mencuatnya nama Humphries ini sendiri berhubungan dengan pernikahan singkatnya 72 hari dengan salah satu artis kesayangan AS, Kim Kardashian.

Hasil jajak pendapat itu terlihat sahih ketika pemain berusia 26 tahun itu tampil membela timnya menghadapi New York Knicks di Madison Square Garden, Rabu (21/12) malam waktu setempat.(net/jpnn)

Massa Ulang Kesuksesan 2008

ROMA- Ferrari masih memberikan kepercayaan penuh kepada pembalapnya, Felipe Massa. Presiden Kuda Jingkrak, Luca di Montezemolo bahkan meyakini bila pembalap veteran Brasil tersebut bakal bangkit di Fomula One (F1) musim 2012 mendatang.

Bahkan targetnya, Felipe Massa bisa tampil seperti musim terbaiknya pada tahun 2008 lalu. Keyakinan itu dilontarkan oleh Presiden Ferrari Luca di Montezemolo.

Tahun 2008 sejauh ini menjadi puncak karier Massa di lintasan F1. Saat itu ia bahkan sempat sesaat “jadi” juara dunia usai menjadi pembalap pertama yang melintasi garis finis di Brasil, sebelum akhirnya Lewis Hamilton finis kelima dan jadi juara dunia yang sebenarnya, membuat Massa hanya jadi runner-up di musim tersebut.

Semenjak itu performa Massa menurun dan selama dua musim terakhir setia mengakhiri musim balapan di posisi enam klasemen akhir. Dibandingkan musim lalu pun, performa Massa musim 2011 pun terbilang lebih buruk karena sama sekali tak bisa naik podium, dengan capaian terbaik finis kelima.

Akan tetapi, di Montezemolo yakin Massa akan bangkit di musim 2012. Fakta bahwa kontraknya dengan Ferrari tinggal tersisa satu tahun lagi disebut sebagai penambah semangat Massa untuk membuktikan diri.

“Saya yakin kita akan melihat Felipe kompetitif seperti sebelumnya. Jangan lupa bahwa ia terkadang lebih cepat dari Michael Schumacher saat masih jadi rekan setim,” ujarnya di Autosport.(bbs/jpnn)
“Saya mengharapkan reaksi kuat dari Felipe karena ia baru menjalani musim tak sukses. Felipe bisa mendapatkan musim yang lebih bagus tahun depan dan saya tahu ia sedang mempersiapkan diri dengan amat baik,” simpul di Montezemolo.(net/jpnn)

Jadi Juara Moto GP 2011 Karena Talenta

Casey Stoner di Mata Lawan Balapnya

Kesuksesan Casey Stoner tampil sebagai juara dunia MotoGP 2011 ditanggapi beragam oleh khalayak pecinta MotoGP. Ada yang menilai Stoner juara karena pindah ke Repsol Honda yang punya motor luar biasa, namun tak jarang juga yang menilai Stoner sukses karena memang memiki talenta.

Ya, setelah gagal bersinar di dua tahun terakhirnya bersama Ducati (2009 & 2010), Stoner kembali menunjukkan tajinya sebagai pembalap jempolan saat memutuskan hijrah ke Honda, awal musim 2011. Pembalap Australia ini sukses memenangi balapan demi balapan, hingga akhirnya sukses menyabet gelar juara dunia keduanya setelah yang pertama diraih bersama Ducati pada 2007 silam.

Sukses Stoner ini pun menimbulkan beragam reaksi. Banyak kalangan menilai Stoner tak lebih hanya sekadar beruntung jadi juara, karena dia bergabung dengan Honda yang telah melakukan berbagai pengembangan dan punya motor yang kompetitif. Ini dibuktikan dengan sukses dua rider Honda lainnya, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso yang mampu bersaing di papan atas.

Terlepas dari tudingan banyak kalangan, Stoner justru mendapat dukungan dari rival utamanya, Jorge Lorenzo. Pembalap Yamaha yang musim lalu harus puas hanya menempati runner-up (di bawah Stoner) menegaskan bila sukses yang diraih The Kurri-Kurri Boy merupakan bekah dari talenta luar biasa yang dimilikinya, bukan hanya semata bantuan motor yang kompetitif.

“Saya tidak punya kata-kata baru yang belum saya katakan tentangnya (Stoner). Tapi yang jelas, Stoner adalah pembalap yang punya talenta luar biasa dan dia mampu menunggangi motor hingga batas maksimum dalam situasi apapun,” tegas Lorenzo dikutip The Canberra Times, Jumat (23/12).

“Kehadiran Stoner juga membuat pembalap Honda lainnya semakin tangguh. Itu karena mereka juga tertantang untuk memacu motornya ke batas yang lebih tinggi lagi. Tekanan yang lebih (di Honda) juga membuat mereka tampil lebih cepat,” sambungnya.

Hal senada juga dilontarkan manajer tim Lorenzo, Wilco Zeelenberg yang menilai kehadiran Stoner membuat Honda sangat tangguh. “Perubahan besarnya adalah Stoner mampu membawa Honda ke level yang berbeda (lebih tinggi),” pungkas Wilco yang memprediksi Stoner bakal kembali jadi pesaing berat Lorenzo dalam meraih gear juara dunia MotoGP 2012.(bbs/jpnn)