31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14278

Telanjangi Aktivis, 10 Ribu Perempuan Demo Militer

KAIRO- Sekitar 10 ribu perempuan menggelar demonstrasi ke jalanan di Kota Kairo, Mesir. Aksi itu sebagai bentuk amarah perempuan, sekaligus memprotes kekejaman militer terhadap para demonstran di Lapangan Tahrir. Khususnya pendemo dari kaum hawa.

Seorang demonstran membentangkan koran yang memuat foto adegan kekerasan, tiga militer berpakaian hitam, lengkap dengan helm sedang menyeret seorang demonstran perempuan. Dengan kasar mereka menjambak dan menarik baju demonstran itu sampai terlepas. Satu tentara yang lain bahkan dengan kurang ajar menginjak korban.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary ikut mendukung aksi tersebut, sekaligus mengutuk aksi yang menurutnya mencoreng nama Mesir, di mana aparat keamanan dan kaum ekstrimis sengaja mengincar kaum perempuan.

Kegeraman Hillary direspon dengan pernyataan pejabat Mesir. “Penyiksaan tentara terhadap perempuan tidak bisa dianggap remeh,” kata Menteri Luar Negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr, seperti dimuat Al-Jazeera , Rabu (21/12). Amr mengeluarkan pernyataan ini untuk merespon pernyataan Clinton yang dikeluarkan sehari sebelumnya.

Secara terpisah, para aktivis perempuan mengatakan, aksi tersebut digelar dengan tujuan mengakhiri kekerasan terhadap wanita. Mereka menuntut agar kekerasan terhadap pemrotes pada umumnya diakhiri.

“Alasan kami protes adalah gambar dan video tentang sebuah insiden yang dipublikasikan di seluruh dunia, di mana Dewan Militer tak ragu menginjak-injak dan menelanjangi para perempuan Mesir, bahkan tak segan memukuli mereka,” kata Islama Thabet, seorang demonstran.

Insiden yang dimaksud Thabet adalah saat seorang demonstran perempuan yang dipukuli hingga bajunya terbuka. Menurut Thabet juga, satu-satunya hal yang dipedulikan pemerintah Mesir saat ini hanyalah masalah kekuasaan.

Demonstrasi besar-besaran ini terjadi beberapa jam setelah militer Mesir bentrok dengan para demonstran di Kairo. Sejak Jumat pekan lalu, 14 orang tewas dan lebih dari 900 terluka. (net/jpnn)

Tim Peninjau Tiba di Syria

DAMASKUS- Tim pendahulu yang merupakan peninjau independen dari Liga Arab tiba di Syria. Tim tersebut akan bertugas memonitor pasukan keamanan Presiden Bashar al-Assad dan menghentikan penyerangan kepada pengunjuk rasa.

Demikian diberitakan Voice of America (VoA), Kamis (22/12). Tim akan mempersiapkan penyebaran ratusan peninjau independen di Syria. Assad telah menyetujui untuk menerima kedatangan tim peminjau independen dari Liga Arab, setelah mendapat tekanan global untuk menghentikan kekerasan berdarah yang telah terjadi sejak sembilan bulan lalu.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney mencatat terjadi pembelotan militer yang terus meningkat dan para diplomat Syria meninggalkan posnya dan mendukung kelompok oposisi. (net/jpnn)

Mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan berhasil meraih penghargaan langit biru dari Menteri Lingkungan Hidup, Balthazar Kambuaya. Pemko dinilai mampu mengatasi masalah pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim. Sejalan dengan prestasi itu, Pemko Medan kembali menggagas pembentukan kawasan tanpa rokok (KTR) untuk mewujudkan Medan Sehat.

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi mengatakan, penetapan kawasan tanpa rokok merupakan salah satu upaya Pemko Medan mewujudkan masyarakat kota yang sehat dan berkualitas. Sebab, sesuai fakta ilmiah, rokok adalah pemicu munculnya berbagai penyakit terhadap manusia. Merokok merupakan perilaku tak sehat yang menyebabkan kerugian bukan hanya kepada perokok, tapi juga terhadap orang di sekitarnya dan menjadikannya perokok pasif.

“Dan perokok pasif ini sesungguhnya jauh lebih dirugikan. Sebab mereka menghirup karbon dioksida (CO2), sisa hasil pembakaran rokok. Ini lebih berbahaya. Oleh karena itu, perlu kita tetapkan larangan merokok di kawasan- kawasan tertentu yang banyak dikunjungi orang,” katanya.

Edwin mengatakan, saat ini Pemko Medan tengah mempersiapkan penyusunan peraturan daerah (perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Dengan adanya payung hukum, KTR diharapkan lebih cepat terwujud. “Sedang dipersiapkan perda-nya. Sudah kita lakukan kajian akademis, studi banding dan inventarisasi masalah,” ujarnya.

Memang, katanya, penetapan kawasan rokok agak dilematis. Sebagian pihak menganggap perilaku merokok adalah hak asasi. Namun bagi banyak orang lainnya, tindakan merokok juga mengganggu kenyamanan dan kesehatan mereka. Oleh karena itu, dalam hal perwujudan KTR, prinsip yang dijadikan dasar dan semangat adalah mengutamakan hak asasi bersama.

“Memang dilematis, sebab merokok adalah hak asasi. Tapi jika merokok di tempat-tempat umum, hak asasi orang lain juga terlanggar.

Hak asasi bersama inilah yang harus diutamakan, bukan hak asasi individual,” kata Edwin.

Edwin melanjutkan, akibat dilema itu, Pemko mengharapkan dukungan seluruh komponen terlibat dan partisipasi semua pihak mewujudkan KTR di Kota Medan, terutama jajaran kesehatan, instansi pendidikan dan pemerintah.

Dan selama persiapan penyusunan Perda tentang KTR, Pemko melalui Dinas Kesehatan akan sepenuhnya meminta masukan dan pendapat dari berbagai komponen dan lembaga agar rencana penyusunan Perda ini dapat tersosialisasi dengan baik.

Sebagai bagian dari sosialisasi, Selasa (20/12) lalu, persiapan penyusunan rancangan Perda KTR sudah digelar di Hotel Emerald Garden Medan. Dalam acara itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyatakan kebijakan secara tegas bahwa KTR perlu diwujudkan sebagai bagian dan pembangunan masyarakat yang sehat dan bersih.

“Rokok merupakan zat adiktif berbahaya yang dapat merusak kesehatan baik perokok aktif maupun perokok pasif terutama pada anak-anak.

Untuk merubah perilaku perokok menjadi bukan perokok, bukanlah persoalan gampang.

Namun masyarakat terutama yang tidak merokok, juga perlu diperhatikan sehingga salah satu solusi adalah membuat aturan yang melarang merokok di kawasan tertentu,” ujar wali kota.

Menurut Edwin Effendi, perilaku merokok berasal dari teman dekat yang umumnya dimulai dari dorongan sosial. Dengan dorongan sosial tersebut, manusia mencari orang lain untuk mengadakan interaksi. Di dalam interaksi sosial itulah individu saling menyesuaikan dan tak jarang terpengaruh perilaku negatif yang merugikan lingkungan. Jika ia berinteraksi dengan lingkungan perokok, misalnya, maka individu tersebut berpotensi menjadi perokok.

Dia menjelaskan, asap dari pembakaran rokok mengandung 4000 zat racun, 69 di antaranya menyebabkan kanker. Diperkirakan tahun 2015 rokok akan membunuh orang 50 persen lebih banyak dibandingkan kematian yang disebabkan HIV/AIDS. Data WHO tahun 2008 menunjukkan, Indonesia menduduki peringkat ketiga perokok tertinggi di dunia setelah Cina dan India.

“Jadi sudah sepantasnya pemerintah dan berbagai elemen menanggulangi dampak rokok.

Di beberapa negara, untuk mengurangi dampak rokok hampir semua tempat kerja dan fasilitas publik sudah menjadi area bebas asap rokok. Peraturan ini berlaku di dalam dan luar gedung. Tapi di Medan, nantinya akan kita terapkan secara perlahan sesuai kondisi dan kebutuhan,” katanya. (pms)

Perubahan Perilaku

MEROKOK merupakan perilaku tak sehat. Perilaku ini tentu semakin buruk jika dipandang dari dampak atau akibat yang ditimbulkannya. Sebab, perilaku merokok tak hanya berdampak terhadap pelaku itu sendiri, tapi juga mengganggu kesehatan pihak lain dan lingkungan. Oleh karena itu, salah satu tujuan Perda tentang KTR nantinya adalah mengubah perilaku perokok.

Menurut Edwin, jika seorang perokok tidak bisa menghentikan kebiasaannya merokok karena sudah candu, paling tidak dia memiliki kesadaran bahwa aktivitasnya merokok bisa menyebabkan gangguan kesehatan terhadap dan orang lain dan lingkungannya. Itulah sesungguhnya substansi dari seluruh peraturan, memberikan kesadaran atas pentingnya sesuatu untuk dikerjakan atau dihindari.

Selama ini, orang yang bukan perokok seolah tidak punya hak dan kesempatan untuk menolak paparan asap rokok.

Meskipun seseorang keberatan dan merasa tidak nyaman berada di dekat perokok, ia cenderung diam. Itu terjadi karena tidak ada ruang dan hak diberikan kepada mereka untuk menyuarakan keberatannya.

“Dengan adanya Perda KTR ini, nantinya setiap orang bisa menegur atau menyampaikan keberatannya terhadap seorang perokok. Tentu seseorang yang melanggar aturan atau merokok di tempat yang telah dilarang, akan dikenai sanksi,” ujar Edwin Effendi.

Namun pemberlakuan sanksi diharapkan hanya bagian dari upaya terakhir. Substansi paling penting dari penyusunan Perda KTR yang diharapkan adalah peningkatan kesadaran dan menggugah perilaku orang untuk saling menghargai dan meningkatkan perilaku sosial kolektif. “Kita ingin masyarakat Medan semakin tinggi kesadarannya membudayakan perilaku sosial kebersamaan,” kata Edwin.

Dengan begitu, katanya, secara moral, perokok akan segan dan enggan merokok di tempat-tempat tertentu yang telah dilarang.

Jika kondisi ini berulang, lambat laun perokok akan menghargai orang lain di sekitarnya.

Lebih jauh Edwin mengatakan, dalam Perda tentang KTR, nantinya memang akan diatur sanksi terhadap perokok yang melakukan pelanggaran.

Sanksi yang dikenakan berupa denda atau sanksi materi. Terhadap setiap pelanggaran, akan dikenakan denda sebesar Rp200.000.

Tapi nilai itu masih dikaji apakah pantas, mendidik atau sebanding dengan akibat yang ditmbulkannya.

“Sesuai rencana, akan dikenai sanksi materi Rp200.000. Tapi itu masih dianalisa apakah sebanding dengan akibat yang ditimbulkannya.

Jika seseorang merokok di tempat yang sangat ramai, berapa orang terganggu kesehatannya, berapa kerugian lingkungan, semua itu dihitung. Jadi bisa saja Rp200.000, bisa juga sampai sejuta,” katanya sembari menambahkan, tahun 2012 diharapkan Perda tentang KTR sudah bisa dibahas bersama DPRD, ditetapkan, lalu diberlakukan.

Menurut Edwin, Perda tentang KTR disiapkan sesuai amanah undang-undang, termasuk soal sanksi bagi pelaku pelanggaran. Penanggulangan telah diatur dalam Peraturan pemerintah (PP) Republik Indonesia NO. 19 tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan.

Selain itu, tahun 2009 pemerintah juga mensahkan undang-undang (UU) NO. 36 tentang Kesehatan yang penjelasannya juga terkait dengan rokok.

“Jadi Pemko Medan dalam hal ini menindaklanjuti PP dan UU tersebut. Undang-undang mengamanahkan, rokok harus bebas dari kawasan atau fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas umum dan lain-lain.

(pms)

Dimulai dari Jajaran Kesehatan

MESKIPUN Perda tentang KTR masih dalam tahap persiapan dan penyusunan, namun Dinas Kesehatan Kota Medan mulai melakukan upaya- upaya konkrit. Secara konsisten, pihaknya mulai menegaskan kepada setiap petugas kesehatan agar tidak merokok di tempat-tempat umum, terutama di tempat-tempat yang menjadi sarana kesehatan.

“Jadi sudah kita mulai dari sekarang.

Saya selalu mempertegas agar sikap petugas kesehatan menunjukkan komitmen untuk tidak merokok di tempat umum. Kita sampaikan itu melalui himbauan, arahan dan pemahaman,” katanya.

Himbauan itu berlaku untuk seluruh jajaran kesehatan, baik yang bertugas di puskesmas, rumah sakit, dan instansi-instansi kesehatan lainnya.

Jika setiap rumah sakit mulai memberlakukan larangan merokok, maka salah satu tempat yang diamanahkan undang-undang harus bebas rokok, sesungguhnya sudah mulai terpenuhi.

Sebab, sesuai undang-undang, dalam Perda tentang KTR di Kota Medan yang sedang digagas, salah satu tempat yang diprioritaskan bebas rokok adalah sarana kesehatan.

Tempat lain yang menjadi prioritas adalah sarana atau lembaga pendidikan.

Ini mencakup keseluruhan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selama ini, banyak guru yang merokok sambil mengajar, dan kondisi itu diharapkan tidak terjadi lagi ke depan.

“Bagaimana mungkin kita melarang murid untuk tidak merokok, sementara gurunya mengajar sambil merokok.

Ini pembelajaran penting dan harus dipikirkan bersama,” ujar Edwin.

Instansi pemerintah juga menjadi prioritas untuk ditetapkan sebagai KTR. Namun demikian, di instansi-instansi pemerintah dan pendidikan, akan dikaji apakah perlu menyediakan tempat khusus merokok. “Itu nanti akan kita kaji juga. Kita juga harus menghargai hak asasi asasi perokok, maka akan kita pikirkan pembuatan ruangan atau tempat khusus merokok di instansi-instansi pemerintah atau lembaga pendidikan,” katanya. (pms)

Wali Kota Medan Buka Try Out Online Tingkat SMA-SMK se-Kota Medan

Pertama di Indonesia

WALI KOTA Medan Drs H Rahudman Harahap MM, membuka try out online un tuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Medan, yang berlangsung selama dua hari di Hotel Madani Medan, Kamis (12/12).

Try out oline yang pertama kali digelar di Indonesia ini, diikuti sekitar 7.428 siswa dari seluruh SMA dan SMK se-Kota Medan.

Setelah Wali Kota membuka secara resmi try out yang digagas portal www.ayosekolah.com ini, para siswa yang telah mendaftarkan diri sebelumnya langsung bisa mengikuti ujian secara online dan serentak dalam waktu bersamaan di seluruh Kota Medan. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang persiapan bagi siswa sebelum mengikuti Ujian Nasional (UN).

“Dengan mengikuti try out online ini, siswa kelas XII dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi UN, sekaligus sebagai salah satu gerbang menuju dunia perkuliahan.

Karenanya, saya berharap materi yang diujikan adalah soal-soal SNMPTN tahun-tahun sebelumnya.

Kemudian, pembahasan soal-soal yang sering muncul dalam UN dan training motivation.

Dengan begitu, siswa dapat belajar dan memiliki pengalaman dalam menghadapi UN yang sebenarnya,” kata Rahudman.

Menurutnya, langkah yang diambil lembaga Ayo Sekolah ini, dengan mengutamakan kemajuan IT dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan secara gratis akan mampu memberikan dorongan dan motivasi kepada para siswa untuk mencintai IT ke arah yang lebih baik. Karenanya, Rahudman mengucapkan terima kasih kepada lembaga Ayo Sekolah dan salah satu provider telekomunikasi yang telah mensuport kegiatan ini.

Apalagi, lanjutnya, Lembaga Ayo Sekolah dan provider itu akan bekerjasama untuk membuat perangkat IT bagi pihak sekolah sehingga mampu memantau absensi siswa. Begitu siswa bolos atau tidak masuk sekolah, bisa langsung terkoneksitas dengan orangtua siswa yang bersangkutan.

Ini menunjukkan betapa mudahnya membangun komunikasi antara dunia sekolah, orangtua dan jajaran Dinas Pendidikan.

Karenanya, Wali Kota sangat mendukung langkah ini. Hal ini sebagai upaya yang dilakukan dalam meningkatkan disiplin. Kemudian, meningkatkan kualitas serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi orangtua, apabila anaknya berangkat ke sekolah. Atas dasar itulah, Wali Kota berharap agar Lembaga Ayo Sekolah dapat lebih aktif lagi melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas siswa Indonesia umumnya dan siswa Kota Medan khususnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Medan DR M Rajab Lubis, mengatakan, dengan mengikuti try out onlie ini, akan membiasakan para siswa, terutama di kelas XII SMA maupun SMK, untuk menghadapi UN tahun depan. Selain itu, para siswa pun tidak asing lagi dengan soal-soal ujian. Serta akan menghindari para siswa dari rasa stres dan tertekan dalam menghadapi ujian. Yang lebih penting lagi, membuat siswa belajar sambil menguasai IT.

“Era sekarang ini bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari menggunakan IT tetapi juga belajar harus menggunakan IT baik di sekolah maupun di rumah.

Demikian pula dengan tenaga pendidiknya, mereka mengajar harus berbasis IT. Tidak ada lagi jawaban tidak, kita harus mulai dari sekarang dan terus kita tingkatkan lagi,” ungkap Rajab seraya berharap agar try out online ini bisa diakses 7.428 siswa dari SMA/SMK Negeri maupun Swasta yang ada di Kota Medan.

Pembukaan try out online ini, turut dihadiri Asisten Kesejahteraan Masyarakat Kota Medan Drs Musaddat, sejumlah Camat, Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kota Medan serta perwakilan provider yang mendukung kegiatan tersebut. Usai membuka try out, Wali Kota langsung melakukan teleconference dengan pihak SMK Negeri 3 dan SMA Negeri 8 guna mengetahui kesiapan kedua sekolah mengikuti try out online tersebut. (adl)

Serapan APBD Sumut Hanya 71,23 Persen

MEDAN- Menjelang akhir 2011 realisasi serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprovsu 2011 per 21 Desember 2011, baru mencapai 71,23 persen.

Serapan ini relatif membaik jika dibandingkan dua tahun terakhir, di mana pada 2010 lalu per tanggal yang sama, serapan APBD Sumut berkisar 70,40 persen. Sementara pada 2009 serapannya hanya 68,68 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Keuangan Pemprovsu, Mahmud Sagala, Kamis (22/12) saat ditemui di Kantor Gubsu, di Medan. Menurut dia, serapan anggaran tersebut sudah lebih tinggi dari yang sebelumnya.

“Pemprovsu optimis serapan akan lebih baik dari dua tahun sebelumnya meskipun masih tersisa sembilan hari lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perbendaharaan Biro Keuangan Pemprovsu, Ilyas menjelaskan, untuk persentase tersebut total anggaran yang telah terserap sebesar Rp3,820 triliun, dari Rp5,355 triliun. Artinya, masih tersisa anggaran sebesar Rp1,5 triliun. Namun, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tahun ini akan jauh di bawah Rp1 triliun.

Alasannya, paparnya dilihat dari intensitas pencairan anggaran sudah mulai tinggi dalam beberapa hari terakhir. Karena biasanya, Surat Perintah Membayar (SPM) dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam sehari maksimal 100, dan kini sudah di atas 200 SPM yang dikeluarkan.

“Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diberi tenggat waktu hingga besok (hari ini, red), untuk menyelesaikan administrasi pencairan untuk mendapatkan SPM. Di luar itu Biro Keuangan tidak akan melayaninya lagi,” tegasnya.

Dari data yang ada, serapan anggaran tertinggi ada pada Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut sebesar 99,71 persen, kemudian Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut 99,30 persen, Korps Pegawai Negeri (Korpri) 99,30 persen, DPRD Sumut 98,92 persen serta Inspektorat Sumut 98,89 persen.

Untuk serapan anggaran tergolong rendah yakni, Sekretariat DPRD Sumut sekitar 60,28 persen dan Dinas PU Bina Marga 63,91 persen.

Sedangkan Kepala Bagian (Kabag) Kas Daerah Biro Keuangan Pemprovsu Yusuf Rangkuti menyatakan, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar 2011 masih di sektor Pajak Kenderaan Bermotor (PKB). Hingga 30 November saja, sudah mencapai Rp2,866 triliun. Sementara sumber PAD lainnya seperti retribusi daerah hanya mencapai Rp28,58 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp287 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp106 miliar.

“Keseluruhan PAD Rp3,287 triliun dari target RP3,877 triliun atau sekitar 84,79 persen,” bebernya.

Lebih lanjut, dia membeberkan untuk dana perimbangan yang masuk baru sekitar Rp1,258 trilun dari total Rp1,477 triliun atau 84,79 persen. Untuk itu realisasi penerimaan keseluruhannya sampai 30 November 2011 sebesar Rp4,9 triliun dari total Rp5,3 triliun atau sekitar 92,30 persen.(ari)

22 Orang Terjaring Razia Pekat

TEBING TINGGI- Sebanyak 22 orang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) dari sejumlah kafe dan kuburan etnis Tinghoa. Dari razia itu, 7 orang diantaranya adalah pelajar dan selebihnya pasangan selingkuh serta pekerja seks komersial (PSK).

Demikian disampaikan Plt Sekdako Tebing Tinggi, Drs Hadi Winarno, Rabu (21/12) sekira pukul 23.00 WIB.

Menurut dia, razia yang digelar itu untuk mengurangi penyakit masyarakat yang selama ini ada terjadi peningkatan.

“Kami gelar razia gabungan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam razia dihadiri Kasatpol PP Muhammad Guntur Harahap, Danramil 13 Kota Tebing Tinggi, Kapten Budiono, dan Kasat Bimas Polres Tebing Tinggi AKP Nurul Ain.

Dia menambahkan, ada sebanyak 22 orang yang diamankan, ke semuanya dibawa ke Kantor Sat Pol PP dan diberikan pengarahan serta pembinaan. Khususnya untuk para pelajar, tetap akan diberikan imbauan ke sekolah-sekolah.

“ Semuanya didata, setelah membuat surat perjanjian tidak akan menggulangi lagi serta bagi pelajar orang tuanya harus datang menjami anaknya tidak mengulangi perbuatan yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, dua pelajar SMA yang terjaring itu yakni Ria dan Winda mengaku sedang duduk di perkuburan etni Tionghoa di Jalan Baja, Kota Tebing Tinggi bersama dua teman laki-laki, yang baru dikenalnya. “ Kami sebenarnya hendak merayakan Natal, tetapi mereka mengajak duduk-duduk dulu dikuburan itu, terakhir kami ditangkap,” ucapnya menangis. (mag-3)

Antisipasi Rawan Longsor di 4 Titik

RAYA- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, para pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya di wilayah Simalungun diingatkan untuk tetap mengantisipasi bahaya tanah longsor di jalan lintas. Imbauan itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun, Kamis (22/12).

Melalui Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Albert Saragih kepada METRO (Grup Sumut Pos) mengatakan, curah hujan yang tinggi di Kabupaten Simalungun dalam seminggu terakhir ini, membuat lapisan tanah menjadi labil dan berpeluang terjadinya tanah longso.

Berdasarkan pemetaannya, daerah rawan longsor berada di Jalan Lintas Sibanding-Parapat, Cingkes-Dolok Silau-Sondi Raya- Sindar Raya (Durian Baggal), Simpang Tiga-Tigaras, Simpang Haranggaol- Salbe. “Daerah tersebut dinilai rawan longsor saat curah hujan tinggi. Oleh karenanya BPBD tetap akan melakukan pemantauan terhadap daerah yang dinilai rawan tersebut secara rutin.

Apalagi bila banyak kedaraan yang melintasi jalan tersebut karena beberapa masyarakat pulang kampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2012,” katanya.

Dia mengingatkan kepada para pemudik diminta berhati-hati saat melintasi jalan tersebut. Jika memungkinkan mulai sekarang harus berpikir mencari jalan alternative lainnya. Selain itu masyarakat juga diminta untuk tanggap terhadap gejala terjadinya bahaya longsor dengan melakukan komunikasi dan koordinasi serta laporan secara cepat kepada pemerintah setempat. “Jika memasuki cuaca hujan seperti ini perlu diantisipasi bahaya longsor maupun banjir, makanya kami berharap warga bisa menjaga kebersihan lingkungan,” imbaunya.

Lebih lanjut, dia mengatakan infiltrasi (proses meresap, Red) air hujan menyebabkan perubahan tekanan air di pori-pori tanah.

Dampaknya bisa ke arah negatif maupun positif. Hal itulah yang mengindikasikan kenaikan muka air tanah, sehingga kekuatan lapisan tanah berkurang “Sampai saat ini belum ada mekanismeuntukmemprediksiterjadinya longsor. Sekarang ini baru bencana banjir yang dapat diprediksi, yaitu bila ketinggian air di daerah hulu melebihi batas normal.

Untuk itu, pemudik tetap berhatihati,” ujarnya.(hot/smg)

Kanker Payudara Masih Mendominasi

Peringatan Hari Ibu ke-83, Presiden Ajak Kaum Perempuan Aktif

Menyambut hari ibu yang dirayakan kemarin (22/12), Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) merangking penyakit-penyakit yang sering mendera kaum ibu. Posisi pertama masih diduduki kanker payudara. Disusul kemudian Systemic Lupus Eritematosus (SLE), lalu Irritable bowel Syndrome (IBS).

KETUA Bidang Advokasi PB PAPDI Ari Fahrial Syam di Jakarta kemarin menuturkan, kecenderungan kanker payudara masih tinggi bisa merujuk pada rekaman data system informasi rumah sakit (SIRS) periode 2007 silam.

Waktu itu, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh rumah sakit di negeri ini. Prosentasenya mencapai 16,85 persen. Ari melanjutkan, angka kejadian kanker payudara saat ini diperkirakan 39 per 100 ribu penduduk.

“Seperti juga kanker lainnya, prinsip penanganan kanker semakin dini ditemukan semakin mudah untuk diobati,” katanya. Ari menyangkan sikap sebagian perempuan yang masih belum optimal mendeteksi keberadaan kanker payudara. Ari menjelaskan, payudara sejatinya adalah organ yang berada di laur bagian tubuh, sejatinya akan lebih mudah melakukan deteksi dini dengan program SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Ari mengatakan, para perempuan harus selalu ingat bahwa mereka beresiko untuk mengalami benjolan di payudaranya. Dia mengatakan, perempuan memiliki resiko terserang kanker payudara disbanding seratus kali dibandingkan laki-laki, meski sama-sama memiliki payudara.

Resiko lain yang juga harus diperhatikan setiap perempuan adalah, adanya riwayat tumor atau kanker payudara di keluarganya, usia lebih dari 45 tahun, tidak memiliki anak, kehamilan pertama di atas 30 tahun, dan riwayat menstruasi pada umur kurang dari 12 tahun. “Resiko lainnya juga muncul bagi perempuan yang menopause-nya panjang sampai di atas 55 tahun,” tandasnya.

Penyakit di urutan kedua yang sering mendera perempuan adalah SLE. Ari mengatakan, kecenderungan penyakit ini Sembilan kali lebih banyak dibandingkan pada laki-laki. Menurut Ari, kasus penyakit SLE ini terjadi pada 30- 50 kasus pada 100 ribu penduduk.

Penyakit SLE ini merupakan penyakit auto imun. Penyakit ini terjadi pada wanita muda usia produktif. Ditandai dengan rambut rontok, gangguan pada kulit terutama di wajah muncul kelainan merah-merah. “Bentuknya seperti kupu-kupu,” jelas Ari. Kelainan kulit di wajah ini semakin menjadi-jadi ketika sering terpapar sinar matahari. Gejala lainnya adalah nyeri pada persendian, demam, dan sariawan yang berulang-ulang.

Ari mengatakan, SLE ini bisa menyebabkan gangguan pada organ tubuh lainnya. Lalu bisa menimbulkan kelainan darah, gangguan ginjal, gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan paru, usus, lambung, serta liver atau hati.

Menurut Ari, dampak yang cukup menakutkan dari SLE adalah terjadinya keguguran berulang.

“Antisipasi SLE bisa dilakukan kontrol dan minum obat teratur. Jangan sampai koplikasi SLE terjadi,” sebut Ari.

Di urutan berikutnya adalah penyakit IBS.

Ari mengatakan, laporan kejadian IBS rata-rata 2 kali sampai 3 kali lebih banyak dibandingkan kaum adam. Pasien dengan IBS biasanya datang dari keluhan nyeri perut. Biasanya berkurang setelah buang air besar. Ari menjelaskan, penyakit ini diangkat karena menjangkit 10-15 persen penduduk dunia. “Tentu keluhan kembung dan nyeri perut ini tentu akan mengurangi kualitas hidup seseorang,” pungkas Ari.

Di tempat berbeda, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dukungannya untuk partisipasi kaum perempuan. Dia berpendapat, pergerakan dan partisipasi kaum perempuan masih diperlukan untuk bersamasama memerbaiki kehidupan kaum perempuan, bahkan kehidupan bangsa.

SBY mengaku pernah mendengar bahwa di era reformasi organisasi-organisasi perempuan yang dulu aktif di era sebelumnya tidak diperlukan lagi.

“Katanya sudah berubah dan berkembang zaman ini. Tentu saya tidak setuju,” tegasnya dalam puncak peringatan Hari Ibu ke-83 Tahun 2011 di Balai Kartin.

Sikap yang sama juga ditunjukkannya ketika ada yang mengatakan apa yang dilakukan LSM dan aktifis perempuan tidak diperlukan.

“Tanpa diskriminasi, semua penting dan harus berperan,” kata SBY.

Ibu Negara Ani Yudhoyono hadir dalam puncak peringatan Hari Ibu ini. Temasuk Wapres Boediono dan Herawati Boediono, sejumlah menteri. (wan/fal/jpnn)

Ini Kebangkitan Politik Perempuan

POLITISI PDIP Rieke Diah Pitaloka punya pandangan sendiri mengenai peringatan 22 Desember yang jatuh kemarin. Di tengah hiruk pikuk masyarakat yang secara umum memahaminya sebagai hari istimewa untuk lebih menghormati dan membahagiakan seorang ibu, Rieke mengingatkan peristiwa politik bersejarah yang melatarbelakanginya. “Tak elok rasanya kalau penetapan peringatan sebuah tanggal dilepaskan dari peristiwa sejarah yang melatarbelakanginya,” kata Rieke di Jakarta, kemarin (22/12).

Dia menyampaikan, setelah Sumpah Pemuda 1928, pada tanggal 22-25 Desember 1928 digelar Kongres Perempuan Indonesia I di Jogjakarta.

Kongres itu menghasilkan tiga tuntutan kepada pemerintah kolonial masa itu. Di antaranya penambahan sekolah untuk anakanak perempuan dan syarat bagi pernikahan, diberikannya keterangan, taklik (janji dan syarat-syarat perceraian).

Peristiwa yang terjadi pada 22 Desember itu dianggap sebagai tonggak terlibatnya perempuan dalam kancah politik Indonesia. “Makanya, Bung Karno menetapkan 22 Desember sebagai hari Kebangkitan Perempuan Indonesia dalam Politik,” tegasnya. Anggota Komisi IX DPR, itu menegaskan dirinya bukan hendak mengecilkan arti peran seorang Ibu dalam wilayah domestik.

“Jadi, seperti yang selalu saya katakan di setiap perayaan 22 Desember bahwa tanggal 22 Desember ini bukan hari ibu, tapi hari kebangkitan politik perempuan Indonesia. Karena di dalamnya ada sebuah gerakan bersama, kolektivitas untuk kepentingan bersama,” kata pemeran Oneng dalam sinetron “Bajaj Bajuri”, itu. Rieke mengaku juga selalu mengenang dan mengirimkan doa kepada almarhumah ibu.

Rieke merasa ibunya berjasa meletakkan pemikiran politis pada dirinya. Melalui ibunya, Rieke sadar dirinya adalah zon politicon, yakni mahluk politis yang tak mungkin memisahkan diri dari sebuah struktur politik “Saya mengenang ibu tidak sekedar karena fungsinya saja,” tendasnya. (pri/jpnn)

Golkar Perjuangkan 8 Ribu Desa Dapat Anggaran

Ali Wongso Reses di Asahan

KISARAN- Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar (PG), Ali Wongso Sinaga menyerukan program pembangunan infrastruktur pedesaan (P2IP), yang bersumber dari APBN perlu ditingkatkan peruntukkannya.

Karena program tersebut membantu peningkatkan kesejahteraan perekonomian rakyat. Namun, peningkatan anggaran itu terwujud jika presiden mendatang dari Partai Golkar Pernyataan itu disampaikannya usai menggelar reses di Asahan, di Desa Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Meranti, Pulau Rakyat, Rawang Panca Arga dan lainya, Kamis (22/12). Politisi PG tersebut menyebutkan, pelaksanaan P2IP di beberapa desa di Asahan sudah cukup baik. Hanya saja, selama ini anggaran yang diberikan Rp250 juta per desa untuk pembangunan jalan sepanjang 2 km perlu ada penambahan jumlah desa yang menerima.

“Karena semakin baik jalan di pedesan, maka hasil panen perkebunan semakin lancar perjalanannya, dampaknya perekonomian masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.

Di temui di kantor DPD Partai Golkar Asahan, Ali Wongso didampingi Sekretaris DPD PG Asahan, Efi Irwansyah Pane, Wakil Sekretaris DPD PG Batubara, Parlin Panjaitan, kepada METRO (Grup Sumut Pos) menyebutkan hingga kini pengerjaan proyek berjalan dengan semestinya dan tidak ditemukan penyimpangan. Jika terdapat adanya penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut, maka penjara taruhanya. Karena penyelewengan anggaran Negara termasuk dalam tindak pidana korupsi.

Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur ini menambahkan dana APBN setiap tahunnya telah dialokasikan Rp250 juta untuk 2000 desa. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun infrastruktur di pedesaan. Untuk itulah, program ini perlu pengawasan yang benar-benar agar dikerjakan sesuai besteknya. “Sebab jika material dikurangi dari bestek, dipastikan proyek pembuatan jalan akan cepat rusak akibat tidak berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan Partai Golkar akan memperjuangkan agar anggaran P2IP di APBN ditambah. Karena program tersebut sangat baik untuk mengembangkan desa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi jika pada Pilpres mendatang, rakyat mempercayakan presidennya dari Partai Golkar, kami berencana agar setiap tahunnya P2IP diberikan kepada 8.000 desa dengan anggaran Rp80 triliun.

Dengan demikian, pembangunan di pedesan cepat meningkat dan terlebih rakyat lebih sejahtera,” sebutnya. “Saya yakin pembangunan pedesan cepat melejit asal presidennya berasal dari Partai Golkar, sebab suara Golkar adalah suara rakyat,” tambahnya.

(van/sus/smg)

Pemuda Ikut Amankan Natal

SERGAI- Menyambut perayaan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, Polres Serdang Bedagai (Sergai) dan Tebing Tinggi serta instansi terkait bersama mitra Kamtibmas menggelar Operasi Lilin Toba 2011, yang dilaksanakan selama 10 hari, dimulai 23 Desember 2011 hingga 1 Januari 2012.

Dalam Operasi Lilin Toba 2011 di wilayah hukum Polres Sergai dikerahkan sebanyak 204 personel, yang dibantu unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan instansi terkait lainnya. Sedangkan di Tebing Tinggi, ada sebanyak 245 personel bertugas.

Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SIK usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Toba 2011 yang dilaksanakan di Lapangan Bola, Desa Firdaus, Sei Rampah, Kamis (22/12).

Di Polres Tebing Tinggi juga menggelar apel siaga Operasi Lilin Toba 2011 di Lapangan Merdeka, Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi. Operasi Lilin Toba melibatkan TNI, PM, Satpol PP dan Dishub serta palajar dan pramuka.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi Sik mengatakan Operasi Lilin Toba 2011 bersifat kemanusian, untuk menjaga keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Tebing Tinggi menurunkan 245 personil gabungan.

“Saya meminta agar pemuda gereja dan remaja masjid ikut bersama-sama melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru secara terkoordinir,” katanya (mag-3)