31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14279

Rossi Gunakan Helm Simoncelli

Tatap Musim 2012, Ubah Desain Motor

MILAN- Valentino Rossi ingin karirnya bersama Ducati bisa baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ditanya mengenai targetnya musim depan, Rossi cuma menukas ingin tampil lebih baik saja.

Bergabungnya Rossi dengan Ducati selepas kerjasamanya dengan Yamaha, disambut gegap gempita. Kombinasi pabrikanpembalap Italia itu pun ditunggutunggu aksinya.

Akan tetapi, Ducati dan Rossi tidak bisa tampil mengesankan sepanjang musim 2011. Di akhir musim, Rossi pun tak bisa meraih satu kemenangan pun yang mana adalah kali pertama untuknya sejak berkarir di dunia balap motor.

Musim 2012 kini sudah menanti, dengan MotoGP memasuki era 1000 cc. Lantas bagaimana Rossi melihat peluangnya musim depan? “Aku berharap yang terbaik, tahun ini kami sudah banyak bekerja untuk membuatnya jadi lebih baik,” tukas Rossi menjawab pertanyaan fans dalam live webcast di Dainese.com yang dilansir Crash.

Jawaban samar itu mungkin dapat diartikan sebagai pesimisme, atau kewaspadaan dari Rossi agar tidak berharap terlalu tinggi. Yang pasti ia sepertinya baru akan dapat melakukan penilaian lebih baik usai tes selanjutnya.

“Kami memiliki banyak ide untuk dicoba dengan Filippo Preziosi semua orang di Ducati. Jadi kami penasaran melihat bagaimana hasilnya pada tes pertama di Sepang tahun depan,” sambungnya.

“Kami akan memiliki motor yang berbeda dan kami akan lihat apa kami bisa lebih kompetitif. Aku harap begitu,” lugas Rossi.

Selain itu, diam-diam Rossi menggumi rekannya Marco Simoncelli yang meninggal saat balapan lalu. Sebagai wujudnya musim depan, Rossi berencana menggunakan helm yang juga membawa ciri mendiang Simoncelli.

Sebagai penghormatan, Rossi pun menutup kepalanya dengan helm berdesain khusus bercirikan Simoncelli ketika membalap di seri Valencia.

Dalam kesempatan live webcast di Dainese.com ketika menjawab sejumlah pertanyaan dari fans, Rossi pun menuturkan kalau musim depan ia akan kembali mengenakan helmnya lagi, meski akan ada tambahan untuk mengenang Simoncelli.

“Aku akan terus menggunakan helm yang didedikasikan untuk Simoncelli, setidaknya selama tes musim dingin,” kata Rossi seperti dikutip Crash.

“Kelihatannya bagus. Aku suka dan aku suka mengeng Sic. Aku pikir musim depan aku akan menggunakan desain helmku yang biasa, tapi aku akan menambahkan sesuatu untuk mengenangnya.

Sebuah #58,” lanjut rider Ducati itu merujuk kepada nomor Simoncelli.

(bbs/ jpnn)

Pengguna dan Pengedar Sabu Dibekuk

LANGKAT- Dua pelaku diduga pengedar serta pemakai narkoba jenis sabu-sabu diamankan petugas Polsek Stabat beserta barang bukti dari dua lokasi berbeda, Rabu (21/12) malam.

Alfian alias Fian (31) warga Dusun II Desa Ara Condong Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, diamankan sekitar simpang maut persimpangan komplek perkantoran bupati. Menyusul hasil pengembangan, diciduk Rully Priyatna alias Ulik (39) dari rumahnya di Dusun III Desa Pantai Gemi juga Kecamatan Stabat.

Kapolsek Stabat AKP Zulkarnaen, Kamis (22/12) menjelaskan, pengamanan terhadap kedua pelaku serta barang bukti berkat adanya informasi warga. “Beberapa personel kita endapkan di sekitar lokasi kediaman Rully, melakukan penelusuran serta pengintaian sebagai tindak lanjut informasi diterima,” kata Kapolsek.

Disebutkan dia, hanya berselang beberapa saat mengintai petugas mencurigai kehadiran Fian di rumah Rully yang tercatat hanya hitungan menit. Kunjungan Fian di kediaman Rully tak berlangsung lama hanya hitungan menit dan aktifitas keduanya tidak diketahui ketika itu, namun gerak gerik Fian membuat petugas curiga. Tak habis akal, petugas membuntuti perjalanan Fian sekaligus menghentikannya dan ditemukan satu paket sabu.

Berdasarkan pengakuan Fian memperoleh paket dari Rully, petugas seketika menggelandangnya ke target dimaksud. Saat dilakukan pemeriksaan dari rumah Rully, ditemukan barang bukti berupa 19 paket kecil sabu, 2 bungkus besar sabu, uang tunai Rp590.000, 2 telepon genggam, 1 timbangan emas, 2 bungkus paket kosong, 1 bong dan sebungkus rokok berisikan ganja kering.

“Seluruh barang bukti sudah disita, pelaku disangkakan melakukan tindak pidana pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU RI No 35/2009, ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan,” tukasnya. (mag-4)

Kontrak Lorenzo Diperpanjang

GERNO DI LESMO- Ajang balapan MotoGP 2012 segera bergulir. Bagi Yamaha, tidak ada yang lebih penting selain menyiapkan kontrak baru buat Jorge Lorenzo. Seperti diketahui, kontrak Lorenzo bersama Yamaha akan berakhir pada musim depan. Selain Lorenzo, kontrak sejumlah pembalap papan atas seperti Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Valentino Rossi juga akan berakhir.

Maka dari itu, sang manajer Lin Jarvis berharap dapat memperpanjang kontrak pembalap asal Spanyol itu. Ini wajar, mengingat Lorenzo adalah satu-satunya pembalap yang mampu bersaing dengan Stoner pada MotoGP musim 2011 kemarin.

Meski tidak tampil pada tiga ajang terakhir, tapi Lorenzo masih mampu finis di peringkat kedua. Namun, Jarvis sangat berharap pabrikan asal Jepang itu bisa mempertahankan Lorenzo.

“Mempertahankan Lorenzo adalah kuncinya. Tahun depan, negosiasi kontrak dengan pembalap papan atas terbuka. Jadi, memiliki pembalap seperti Lorenzo atau Stoner itu sanagt penting sekali,” kata Jarvis. Jarvis menjelaskan, hasrat Lo renzo untuk bertahan seper tinya akan menjadi senjata Yamaha. “Tidak ada alasan untuk menunggu, jadi mungkin kami akan bergerak lebih dulu,” jelasnya dilansir MCN, Kamis (22/12).

“Saya rasa Lorenzo nyaman di Yamaha dan selama kita bisa tatap muka, saya tidak merasa dia akanmencaritempat lain. Kuncikamiadalahmenyiapkan motor mesin 1000cc yang kompetitif dan saya yakin akan hal itu,” tandasnya. (net/jpnn)

Berstatus Tersangka, Bersikukuh tak Bersalah

Pengusaha Galian Terancam Bangkrut

Pengusaha galian C di Langkat, Sin Hua alias Rudianto (45) warga Jalan Iskandar Muda tak tahu akan berbuat apa lagi. Usahanya satu per satu bangkrut setelah ditetapkan menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh Polresta Medan.

PERNYATAAN itu disampaikan kuasa hukumnya, Jonathan Sibarani SH ketika ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (22/12). Menurut dia, Rudianto sekarang depresi dan tidak tahu menahu akan berbuat apa. “Tapi kami kuasa hukumnya terus berjuang,” tegasnya.

Dia menyayangkan penetapan tersangka sekaligus DPO dalam kasus pemalsuan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan kwitansi palsu jual beli yang dikeluarkan Polresta Medan.

”Dia (tersangka, Red) itu sebenarnya korban, tapi oleh polisi dijadikan tersangka,” terangnya.

Rudianto biasa disapa, Rudi Popeye pada akhir 2007 membuka usaha galian C di kawasan Selesai Langkat. Untuk mengoperasikan galian C itu, korban membeli 60 unit dumtruck. Sebanyak 35 dump truk rakitan tahun 2000 ke atas dileasingkan, sedangkan dump truk rakitan tahun 1995 ke bawah dioperasikan di kawasan galian C bersama dua unit eskavator. Lalu, korban mempercayakan Edi Kartono alias Ahok untuk mengelola usahanya.

Agar BPKB dari 27 truk bersama dua unit eskavator yang berada di lokasi galian C tidak tercecer, lalu disimpan di sebuah brankas di show room Permata, milik Rudianto.

“Yang bisa membuka brankas itu hanya tersangka dan Ahok,” katanya.

Tapi, akhir April 2009, Ahok bermain bisnis di luar dan tiba-tiba menghilang. Karena sudah dua bulan Edi tak juga muncul, akhirnya Rudianto membuka brankas, ternyata 27 BPKB dum truk dan eskavator serta satu BPKB sepeda motor, tidak ada lagi.

Rudi lantas membuat pengumuman BPKB melalui iklan media massa, setelah tidak ada yang komplain, maka diurus ke Samsat Jalan Putri Hijau, Medan.

“Polisi mengeluarkan duplikat BPKB-nya,” katanya Singkat cerita, 17 Mei 2011 Irwan atas nama perusahaan Gaya Makmur membuat laporan ke Polresta Medan, yang menyatakan telah melakukan jual beli dumptruk dengan Ahok. Lalu, Rudi dipanggil dengan tuduhan memberikan keterangan palsu.

Atas dasar itu, Rudianto mengadukan Ahok ke Polresta Medan dengan No LP: 1310/V/2011/SU/ Resta Medan tanggal 18 Mei 2011, dengan sangkaan melakukan pencurian BPKB. “Irwan mengaku sudah membeli dumtruk dari Ahok, padahal dum truk yang dibelinya itu masih ada sama Rudi.

Apakah logika membeli dum truk hanya BPKB. Tapi, itulah pengakuan Irwan,” terangnya. (azw)

Susah Bikin Gol

PSMS vs Perak FC

MEDAN- PSMS dibikin malu didepan publik sendiri. Menjamu dua klub asal negeri jiran Malaysia, PSMS sekali takluk 0-1 atas Sime Darby, dan hanya bisa main imbang tanpa gol kontra Perak FC. Ini bukti, lini depan PSMS bermasalah.

Bermain di Stadion Teladan dengan dukungan fans, PSMS main buruk. Tidak ada peluang bisa dikonversi jadi gol.

Anehnya pelatih PSMS Raja Isa merasa hal itu tidak jadi masalah. “Secara teknis memang saya belum puas. Namun, tak menghasilkan gol pada dua laga ini bukan satu masalah. Karena kita melawan dua klub besar dari Malaysia,” ungkapnya santai.

Ia malah memuji, tim besutannya mengalami peningkatan kolektivitas permainan.

“Mereka sudah berkembang, namun belum signifikan, itu butuh waktu. Laga eksebisi ini untuk menemukan perpaduan tim yang solid,” kilah pelatih asal Malaysia itu.

Raja Isa menuturkan, laga eksebisi ini merupakan modal utama pada lanjutan kompetisi ISL pada Januari 2012 mendatang.

Karena menurutnya, pola permainan yang disuguhkan Sime Darby dan Perak FC memiliki kemiripan dengan lawan PSMS berikutnya, yakni Pelita Jaya dan Persib.

Padahal kalau diperhatikan seksama, PSMS memang mengkhawatirkan di lini depan. Dari dua laga yang sudah dilakoni, PSMS baru bisa mencetak dua gol. Melawan Pelita dan Persib di kandang masing-masing, sudah barang tentu PSMS akan semakin susah menciptakan gol.

Pelatih Perak FC Norizam Bakar menuturkan, pada pertandingan eksebisi ini ia berharap mampu menemukan perpaduan antar pemain di timnya. Karena pemain impor yang didatangkan dari Serbia Lazar Popovic praktis baru bergabung selama dua minggu berjalan. “Kita masih membentuk kesepahaman antar pemain dalam tim. Dan kita berharap hal itu bisa ditemukan dari berjalannya pertandingan di sini,” ujarnya.

Menurutnya, PSMS sudah menunjukkan permainan yang cukup baik. “Perlawanan sengit dari PSMS saya akui sedikit banyak sangat mempengaruhi permainan kami,” tutur Norizam.

Kapten Perak FC, Syahrul Nizam sempat bikin ulah pada laga itu. Dia sempat protes berlebihan kepada asisten wasit dengan cara mencampakkan ban kaptennya. Ironisnya wasit tak memberinya kartu.

“Mereka cukup letih melewati beberapa pertandingan di sini. Mungkin itu yang menyebabkan terjadinya pertandingan dengan tensi tinggi tadi. Dan hasilnya kapten tak bisa menahan emosi,” bela pelatih Perak. (saz)

Piala Inalum PON Sumut Bentrok PSMS

TANJUNG GADING- Turnamen sepak bola Piala Inalum tahun 2012 bakal digelar 10-24 Januari mendatang, di lapangan Utama Tanjung Gading.

Hasil drawing yang dilakukan oleh panitia pelaksana, Tim Pon Sumut langsung bentrok dengan Tim PSMS U-23. Kedua tim berada di pool A bersama dengan Tim PT PN 3 Simalungun U-23.

Sementara di pool B tim tuan rumah Inalum FC U-23 akan jumpa PS TGM Medan U-23 dan PSSA Asahan U-23. Dalam even yang digelar dengan sistem setengah kompetisi itu, juara pool A akan bertemu dengan runner up pool B di babak semifinal. Sedangkan juara pool B akan bertemu dengan ruuner up pool A.

Turnamen tahunan tersebut akan berlangsung selama dua pekan dan babak final akan digelar 24 Januari 2012. (fal)

Tirta Prima Kirim Delapan Perenang

MEDAN- Sebanyak delapan perenang di Klub Tirta Prima disiapkan untuk mengikuti Seleksi Pelatihan Daerah (Pelatda) yang berlangsung di Surabaya mulai 25 sampai 27 Desember 2011 nanti.

Kedelapan perenang Klub Tirta Prima Medan yang disiapkan untuk mengikuti seleksi atlet Pelatda di Surabaya terdiri dari tiga perenang putra dan lima perenang putri. Ketiga perenang putra adalah Anes Siregar, Daniel Siagian, dan Luser Hutasohit. Sedangkan kelima perenang putri yakni Yafdillah Tania Irianto, Dwi Kiranti Irianto, Resti Dwi Ananda, Syafira Febrina Pane, dan Safa Amanda.

Penasehat Klub Tirta Prima Medan, Rudi Rinaldi, Kamis (22/12) mengatakan bahwa kedelapan atlet itu sudah cukup matang bersiap. Pelatih dari Rusia pun didatangkan untuk melatih. “Kita telah serahkan semua kepada pelatih untuk melatih anak-anak supaya menjadi perenang terbaik.” bilang Rudi. (omi)

Pemerahan Susu Kambing Masuk MURI

Melalui Pemerahan Susu Kambing Terbanyak, Bank Indonesia Medan mendapatkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Bertempat di Lapangan Benteng Medan (22/12), MURI memberikan piagam penghargaan yang diterima langsung oleh Pimpinan BI NAD-Sumut, Nasser Atorf.

PEMBERIAN piagam ini sebagai bukti keseriusan BI Medan untuk mendukung peternakan yang ada di Sumut.

“Sumut penghasil ternak ke-8 di Indonesia, dan kita berharap dengan MURI memberikan sertifikat akan meningkatkan semangat peternak ruminansia,” ujar Pimpinan Bank Indonesia Koordinator NAD-Sumut, Nasser Atorf, dalam acara penutupan acara Bazaar Intermediasi Peternakan Ruminansia dan Perbankan Sumatera Utara.

Pemerahan susu kambing yang memecahkan rekor MURI ini dilakukan di 4 tempat dengan jumlah total 212 ekor kambing. Di Tanjung Morawa ada sebanyak 102 ekor kambing, Perbaungan sebanyak 50 ekor, Pancur Batu dan Tembung masing-masing sebanyak 30 ekor kambing.

“Pemerahan susu kambing tidak bisa kita lakukan dalam satu tempat, karena ditakutkan kambing akan menjadi stress, dan susunya tidak keluar,” ungkap Nasser.

Dalam rapor MURI, pencatatan rekor ini sudah pada posisi ke 5272 rekor, dan untuk pertama kali tercatat dalam rekor peternakan. “Ini tercatat sebagai rekor yang ke 5-272 di MURI, dan yang pertama kali dalam peternakan,” ujar Deputy Manager MURI, Damian Awan Rahargo.

Sebelumnya, dalam catatan MURI yang pernah mencatatkan prestasinya adalah Pertanian beberapa tahun yang lalau di Karawang. “Karena ini yang pertama, kita bangga dengan BI Medan yang konsisten dengan komitmennya,” lanjut Awan.

Salah satu daerah yang melakukan pemerahan susu kambing ini dilakukan di Desa Naga Timbul Tanjung Morawa, dipeternakan yang juga menjadi kluster binaan BI Medan ini, ada sekitar 102 kambing yang diperah. Dengan jumlah hampir yang sama, yang menjadi pemerah juga merupakan para ibu yang tinggal di daerah peternakan. Walau tidak semuanya merupakan pemerah susu profesional, tetapi semangat para ibu karena akan dicatat dalam MURI menjadi penyemangat bagi ibu-ibu ini sendiri. “Belum pernah merah, ini baru pertama dan masuk MURI, senang la jadi semangat,” ungkap ibu Mita, yang tinggal di daerah peternakan.

Sebelum melakukan pemerahan susu kambing, para ibu yang masih awam ini diberikan pengajaran tentang teknik pemerasan susu kambing. Dimana jari jempol dan telunjuk yang menjadi pengunci, agar susu turun. “Ingat, jempol dan telunjuk menjadi kunci dalam pemerahan, biar susu tidak naik,” ungkap Effendy, sebagai peternak kambing di Tanjung Morawa. Menurutnya, perhatian yang diberikan oleh BI untuk peternak dapat memberikan masukan baru bagi masyarakat, dimana masyarakat tidak perlu membeli susu formula untuk anak, dengan memelihara kambing, kebutuhan akan susu dapat dipenuhi. “Jadi ibu-ibu tidak perlu beli susu formula lagi, cukup pelihara kambing, susunya dapat langsung dikonsumsi,” ungkap Effendy. Sementara itu, susu kambing memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan susu formula. “Salah satunya menjadi obat sesak nafas,” tambah Effendy.

Tiap ibu yang bertindak sebagai pemerah susu, akan diberikan wadah kecil yang terbuat dari plastik untuk menampung susu. Bila waktu yang ditentukan belum selesai, maka susu yang sudah penuh dalam wadah dapat diminum langsung.

Selain pemecahan rekor MURI, dalam acara Bazar ini, BI Medan juga memberikan kemudahan ke masyarakat, salah satunya dengan penjualan daging sapi murah dan minum susu kambing gratis bagi pelajar. Untuk daging sapi, dijual dengan harga Rp40 ribu/kilo.

“Banyak juga yang beli, mengingat ini dekat dengan natal dan tahun baru,” tambah Nasser Atorf. Selama masa bazar ini, telah dilakukan penandatanganan akad kredit secara total tersalurkan kredit skema KPPE dan KUPS sebesar Rp15.342.096.500 antara bank dan 9 kelompok petani dan peternak dari Deli Serdang, SerdangBedagai, Langkat, Simalungun, Palas dan Asahan. (ram)

Insentif Gubsu dan SBY, Dimana?

085760157xxx

BU Kadisdikbud Deli Serdang kenapa lah insentif guru Gubsu Januari-Desember dan SBY Juli-Desember belum dibayarkan padahal daerah lain sudah. Sudah akhir tahun ini, jangan lagi ditahan-tahan, kasihan kami guru ini. Sudah gak dapat uang makan, insentif pun enggak jelas pembayarannya.

Berapa Nomor KPK?

087768328xxx

KEPADA Sumut Pos yang terhormat tolong kami guru SD yang ada di Deli Serdang. Berapa nomor telepon KPK agar kami bisa laporkan ketidak adilan yang terjadi karena tahun 2010 tiga bulan uang SBY kami tidak dikasih. Tahun 2011 enam bulan uang SBY juga tidak dikasih. Itu hak guru. Tolong kami Sumut Pos, bantuanmu sangat kami harapkan.

Dibayar Awal 2012 PEMKAB Deli Serdang sangat memahami perasaan dan harapan para guru sehubungan dengan belum dibayarkannya uang insentif APBN pada 2010 dan 2011 ini. Dari informasi yang kami dapatkan, pencairan dana insentif APBN masih dalam proses validasi data para guru penerima. Dikabarkan pula uang insentif akan dibayarkan langsung ke nomor rekening para guru awal 2012 mendatang. Untuk itu mari lah kita sama-sama menunggu.

Terimakasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Berawal dari Bulutangkis

Dian Rahmayati

DIAN Rahmayati, atlet anggar asal Medan yang turut menyumbang medali perak di SEA Games 2011 lalu, ternyata lebih senang main bulutangkis yang sudah ditekuninya sejak berusia 11 tahun.

“Sejak masih SD saya pilih olahraga bulutangkis.

Saya sempat berlatih di PB Angsapura,” kata Dian kepada wartawan koran ini beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan putri kelahiran 30 Mei 1986 itu, bahwa selama dua tahun menggeluti dunia bulutangkis secara serius, belum ada satu prestasi pun yang diraih.

“Saat saya tak pernah dapat prestasi itu, saudara saya Muhammad Nasir Siagian menawari latihan anggar. Kebetulan dia itu salah satu pelatih anggar Sumut,” lanjutnya.

Di cabang anggar, Dian mulai merasakan prestasi. Tiga tahun ikut latihan serius, Dian terpilih menjadi salah satu yang dikirim pada Kejurnas di Bogor.

“Pada 1998 atlet anggar Sumut sangat sedikit peminatnya. Malah sempat tidak ada Kejurpov.

Oleh sebab itu, pelatih mengajak saya untuk tampil di Kejurnas,” tambah putri ketiga pasangan Zaherman dan Ramina itu.

Lalu bagaimana menatap PON mendatang di Riau? “Selama ini kami tetap latihan rutin. Semoga latihan yang terus digelar ini memberikan hasil maksimal,” harapnya. (omi)