29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14284

PM Kuwait Mundur

KUWAIT CITY- Krisis politik di Kuwait mulai berdampak pada jalannya roda pemerintahan. Perdana menteri dan anggota kabinetnya mengajukan pengunduran diri kepada kepala negara atau emir terkait tuduhan korupsi oleh oposisi serta demonstran prorefromasi.

“Perdana Menteri Sheikh Nasser Mohammad al-Ahmad Al-Sabah telah mengajukan pengunduran dirinya kepada emir,” televisi nasional Kuwait melaporkan. Pengunduran diri tersebut sudah diterima emir.

Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al Ahmed Al Sabah, langsung memerintahkan PM dan menterinya untuk kembali menduduki posisinya dengan status sebagai penjabat sementara (caretaker) kabinet. Emir menyatakan, langkah oposisi sebagai rintangan bagi jalannya roda pemerintahan. Emir memutuskan menunda pembentukan pemerintahan sementara  tanpa memberikan tenggat waktu yang jelas. Keputusan emir tersebut menjadi pukulan telak bagi oposisi yang ingin melengserkan pemerintahan melalui isu skandal korupsi.

Sebelumnya, politisi oposisi Khaled al-Sultan dengan yakin menyatakan, pengunduran diri kabinet telah dikabulkan karena ketegangan politik antara perdana menteri dan anggota parlemen oposisi yang terus memburuk.
“Kami menunggu penunjukkan perdana menteri baru sebelum parlemen dibubarkan untuk memastikan bahwa pemilu bisa terlaksana dengan jujur,” ujar Sultan kepada wartawan di luar gedung parlemen.

Pengumuman pengunduran diri tersebut muncul setelah emir menjadi tuan rumah rapat kabinet darurat yang dipimpin perdana menteri. Rapat tersebut untuk membahas krisis politik di Kuwait.

Sheikh Nasser (71), pekan lalu, dicecar tiga anggota parlemen oposisi di parlemen atas tuduhan penyalahgunaan wewenang. Termasuk tuduhan memindahkan uang negara ke sejumlah rekening pribadi di luar negeri. Pemerintah telah membantah semua tuduhan tersebut.  (cak/ami/jpnn)

Kicauan Berakhir di Pengadilan

SAO PAULO – Nasib sial menimpa Neymar. Striker muda Brazil itu harus membayar kompensasi 6 ribu euro (setara dengan Rp 73 juta) kepada seorang wasit bernama Sandro Meira Ricci. Gara-garanya, Neymar menghujat Ricci di situs jejaring sosial, Twitter.

Ulah Neymar itu sebenarnya sudah berlangsung tahun lalu. Yakni, hanya sesaat setelah klubnya, Santos, kalah 2-4 dari Vitoria di liga domestik Brazil. Neymar tidak senang dengan kepemimpinan Ricci dan melampiaskan kekesalannya via Twitter.

Dalam kicauannya, striker 19 tahun itu menyebut Santos selalu dirugikan dengan berbagai keputusan Ricci.
Pemain yang tengah dikejar Barcelona dan Real Madrid itu juga menyebut Ricci sebagai “pencuri” karena menghadiahkan penalti untuk Vitoria.

Karena namanya dijelek-jelekkan di depan publik, Ricci lantas memerkarakan Neymar ke pengadilan. Dalam sidang kemarin, pengacara Neymar memberikan pembelaan apabila kicauan di Twitter itu bukan ulah kliennya, melainkan teman Neymar yang tengah iseng. Namun, hakim tidak menggubrisnya.

“Tanggung jawab bukan siapa yang men-tweet pesan. Itu adalah akun Neymar dan password-nya. Jadi, dia-lah yang memang harus bertanggung jawab,” kata pengacara Ricci Giuliano Bozzano kepada Associated Press.
Bisa memenangkan perkara atas Neymar membuat kubu Ricci puas. Itulah sebabnya, Ricci memilih tidak akan menikmati uang kompensasi yang diterimanya. Wasit 37 tahun itu akan menyerahkan uang tersebut untuk amal. (dns/bas/jpnn)

Laras Persiapkan Diri ke Ajang O2SN

MEDAN-Siapa sangka selain memiliki paras cantik, wanita bernama lengkap Gita Larasati Sembiring ini ternyata memiliki talenta yang hebat. Bahkan, dara kelahiran Medan 13 tahun silam ini memiliki segudang prestasi khususnya dibidang olahraga atletik.

Anak bungsu dari tiga bersaudara yang tercatat sebagai siswi kelas VIII SMP 16 Medan ini mampu menorehkan prestasi terbaik, yakni meraih juara I dalam ajang lari 100 dan 200 meter tingkat SLTP se Kota Medan beberapa waktu lalu.
Selain itu buah hati pasangan Amirsyah Sembiring dan Marlin Ningsih ini juga mampu meraih predikat terbaik saat berlaga di ajang O2SN tingkat Provinsi pada tahun 2010 lalu.

Hanya saja, di ajang O2SN ini Laras kurang beruntung karena hanya berada di peringkat V.  “Waktu tampil di Surabaya, kaki saya mengalami cedera, sehingga kurang maksimal saat berlomba. Apalagi, saat itu saya berlomab di empat nomor berbeda yakni lari 60 meter, lompat jauh, tolak peluru dan lempar lembing. Jadi, wajar jika hasilnya tidak maksimal,” ungkap Laras saat ditemui di sekolahnya, Rabu (23/11).

Selanjutnya Laras mengaku jika bakat atletik yang dimilikinya terasah dari didikan ayah kandungnya yang merupakan purnawirawan TNI AD, serta abang kandungnya yang aktif di dunia olahraga.
Berbicara mengenai target ke depan, Laras berjanji akan memberikan hasil yang terbaik saat berlaga di ajang O2SN di tahun depan.

“Semua prestasi yang saya dapat akan saya persembahkan untuk  sekolah dan keluarga tercinta. Saya bangga bisa melakukannya,” ucap wanita yang bercita-cita menjadi Polwan itu
Di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMPN 16 Medan Dra Irnawati mengaku terus memberi dukungan kepada Laras.
“Selain memberikan dispensasi untuk berlatih, kita juga memberikan perhatian lewat bentuk yang lain. Ini penting demi kemajuannya,” ungkap Irnawati. (uma)

Siap-siap Cuci Gudang

STOK striker Juventus musim ini melimpah. Mereka memiliki tujuh ujung tombak. Padahal tim berjuluk Bianconeri itu tidak berkompetisi di Eropa. Akibatnya, banyak pemain yang hanya menjadi penghias bangku cadangan.
Karena itu, Juve berencana melego beberapa pemain pada bursa Januari nanti. Para striker yang selama ini lebih banyak “menganggur” harus siap-siap hengkang. Sebut saja Luca Toni, Amauri, Vincenzo Iaquinta, Fabio Quagliarella, dan Alessandro Del Piero.

Allenatore Juve Antonio Conte lebih suka memakai tenaga Mirko Vucinic atau Alessandro Matri. Duet tersebut disokong oleh barisan gelandang seperti Simone Pepe, Arturo Vidal, Marcelo Estigarribia, dan Milos Krasic.
Yang paling berpeluang out dari skuad Juve adalah Amauri dan Toni. Keduanya belum pernah main musim ini. Kebetulan, Amauri masuk dalam bidikan klub Prancis Paris Saint-Germain (PSG).

Harian olahraga Italia Tuttosport melaporkan, Direktur Olahraga PSG Leonardo berminat memakai tenaga Amauri. Kontrak Amauri sendiri akan habis pada akhir musim nanti. Dengan begitu, ini momen yang tepat bagi Juve untuk menjual pemain keturunan Brazil tersebut.(ham/jpnn)

KPK Dituding Tutupi Pertemuan SBY-Nazaruddin

Misteri 23 Mei di Puri Cikeas

Nazaruddin masih belum berhenti ‘berkicau’. Dalam persidangan perdana kemarin, mantan Bendahara Partai Demokrat itu menyebut nama Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia bertemu SBY pada 23 Mei malam, sebelum kabur ke Singapura.

Setelah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Agustus lalu, Muhammad Nazaruddin akhirnya duduk di kursi terdakwa. Ia didakwa menerima suap Rp4,67 miliar dari marketing PT Duta Graha Indah (DGI) Tbk, M El Idris terkait proyek Wisma Atlet SEA Games di Palembang.

Pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (30/11), Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK yang beranggotakan I Kadek Wiradana, Edy Hartoyo dan Anang Supriatna, menyatakan bahwa Nazaruddin selaku angggota DPR RI menerima lima lembar cek dari Idris. dengan nilai total cek Rp4.675.700.000.
“Patut diduga pemberian tersebut diberikan karena terdakwa telah mengupayakan PT DGI Tbk untuk mendapatkan proyek Wisma Atlet di Jakabaring,” ucap JPU, I Kadek Wiradana saat membacakan surat dakwaan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Darmawati Ningsih itu Kadek Wiradana memaparkan, Nazaruddin selaku pemilik dan pengendali PT Anak Negeri, bersama istrinya Neneng Sri Wahyuni pada April 2010 memerintahkan anak buahnya Mindo Rosalina Manulang, untuk mendekati Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. Masih pada April 2010, Nazaruddin memperkenalkan Rosa ke Wafid Muharam di restoran Arcadia, Hotel Century Senayan.

Selain itu, Nazaruddin juga memperkenalkan Rosa ke Angelina Sondakh saat pertemuan di restoran Nippon Kan, Hotel Sultan. “Terdakwa meminta Angelina memfasilitasi Rosalina untuk mendapatkan proyek-proyek di Kemenpora,” ucap Wiradana.

Atas permintaan itu, Angelina yang juga Wakil Sekjen Partai Demokrat meminta Nazaruddin dan Rosalina untuk proaktif. “Angelina meminta terdakwa dan Rosalina menghubungi pihak Kemenpora,” sebut JPU.
Atas arahan Wafid, pada September 2010 PT DGI dimenangkan sebagai kontraktor proyek Wisma Atlet SEA Games senilai Rp191,67 miliar.

Akhirnya disepakati beberapa pihak mendapat komisi dari total nilai kontrak setelah dikurangi pajak. “Terdakwa mendapatkan fee 13 persen,” beber JPU.

Fee juga mengalir ke daerah. Antara lain untuk Gubernur Sumselatan 2,5 persen,  Komite Pembangunan Wisma Atlet 2,5 persen, panitia lelang komisinya 0,5 persen. Sedangkan Mindo mendapat 0,2 persen,” sebut JPU.

Atas perbuatan itu, Nazaruddin dijerat dengan tiga dakwaan berlapis. Dalam dakwaan primair, pria kelahiran 26 Agustus 1978 di Bangun, Sumatera Utara itu didakwa menerima suap dan dijerat dengan pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahu 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Sedangkan dalam dakwaan kedua, Nazaruddin dijerat pasal 5 ayat (2) juncto pasal 5 ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tipikor. Adapun pada dakwaan ketiga, Nazaruddin dikenai Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor.

Menanggapi dakwan tersebut, Nazaruddin  sama sekali tak paham dakwaan JPU.

Menurutnya, selama proses penyidikan tak pernah diperiksa dan ditanyakan tentang materi dakwaan.
Nazaruddin mengaku baru buka mulut di hadapan penyidik, setelah ditanya tentang rentetan pertemuan pada 23 Mei 2011 sebelum pergi ke Singapura. “Saya hanya ditanya seputar tanggal 23 (Mei),” ungkapnya.

Sebelum terbang ke Singapura 23 Mei malam, Nazar mengaku sempat dipanggil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Cikeas. “Tanggal 23 Mei saya dipanggil ke Cikeas oleh Pak SBY dan pengurus Demokrat terus saya berangkat ke Singapura ,” bebernya.

Hanya saja, penyidik KPK tidak pernah menanyakan soal pertemuan dengan SBY ataupun dengan pengurus Demokrat lainnya.  “Diskip saja (dilewatkan), yang ditanyakan dari Singapura. Jelas ada yang ingin ditutup-tutupi,” tudingnya.

“Majelis hakim yang terhormat, saya tidak mengerti semua dakwaan jaksa,” kata Nazaruddin.
Praktisi hukum Hotman Paris Hutapea yang tergabung dalam Tim Penasihat Hukum Nazaruddin juga menyela dan mengajukan protes. Menurut Hotman, pihaknya tak pernah menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus suap Wisma Atlet. “Yang ada hanya BAP perjalanan klien kami. Intinya, kami meminta hak kami BAP yang seperti didakwakan jaksa,” kata Hotman.

Namun demikian JPU tetap bergeming. “Semuanya sudah kami serahkan kepada terdakwa,” kata JPU Edy Hartoyo.
Saat majelis kembali meminta Nazaruddin memberi tanggapan atas dakwaan, mantan anggota Komisi III DPR itu justru berkeluh kesah. Ia mengaku bungkam saat menjalani pemeriksaan pertama dan kedua di KPK.

Nazaruddin mengaku baru buka mulut di hadapan penyidik, setelah ditanya tentang rentetan pertemuan pada 23 Mei 2011 sebelum pergi ke Singapura. “Saya hanya ditanya seputar tanggal 23 (Mei),” ungkap Nazaruddin dari kursi terdakwa.

Sebelum terbang ke Singapura 23 Mei malam, Nazar mengaku sempat dipanggil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Cikeas. “Tanggal 23 Mei saya dipanggil ke Cikeas oleh Pak SBY dan pengurus Demokrat terus saya berangkat ke Singapura ,” bebernya.

Hanya saja, kata Nazaruddin, penyidik KPK justru tidak pernah menanyakan soal pertemuan dengan SBY ataupun dengan pengurus Demokrat lainnya. Sebab, penyidik KPK justru bertanya tentang Nazaruddin saat di Singapura.
“Diskip saja (dilewatkan), yang ditanyakan dari Singapura. Jelas ada yang ingin ditutup-tutupi,” tudingnya.

Akui Pertemuan Nazar-SBY

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Marzuki Alie mengakui Nazaruddin bertemu SBY di Cikeas, sebelum kabur ke Singapura. Tapi, kata Marzuki, pemanggilan oleh SBY itu untuk memecat Nazaruddin sebagai Bendahara Umum PD. Setelah itu, Nazar kabur ke Singapura.

“Jadi, dipanggil ke Cikeas itu untuk dipecat dan lalu dia kabur ke Singapura. Bukan koordinasi, melainkan dipecat sebagai bendahara umum partai,” ujar Marzuki Alie.

Pemecatan itu dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PD SBY, imbuh Marzuki Alie.

Usai persidangan, Nazaruddin menuding Ketua KPK Busyro Muqoddas hendak menghentikan penyelidikan kasus korupsi proyek sport center di Bukit Hambalang, Jawa Barat.

“Ini saya liat proyek Hambalang mau distop Pak Busyro. Karena ini ada bargaining soal calon pimpinan KPK ke depan,” tudingnya.

Menurutnya, dugaan kasus korupsi Hambalang sudah semestinya dinaikkan ke tingkat penyidikan dan diikuti dengan penetapan tersangka. Nazaruddin menyebut ada aliran dana dari kontraktor proyek Hambalang ke kantong politisi tertentu.

Namun Busyro, sebut Nazar, malah sengaja mengulur waktu. Nazar yang didakwa menerima lima lembar cek senilai Rp4,6 miliar terkait proyek Wisma Atlet SEA Games itu mengibaratkan Busyro laksana pemain sinetron. “Pak Busyro sengaja mengulur-ulur waktu. Seperti pemain sinetron,” tudingnya.(ara/fas/jpnn)

Lorenzo Optimis Juara

SAN MARINO-Jorge Lorenzo memang gagal meraih pole position, namun pembalap Yamaha tersebut optimis bisa kembali merebut juara dunia.

Pada babak kualifikasi di Sirkuit Misano, Sabtu (3/9) malam WIB, pembalap Repsol Honda Casey Stoner menjadi yang tercepat sekaligus menetapkan diri sebagai pembalap yang berada di posisi terdepan saat start berlangsung Minggu ini. Stoner menorehkan catatan waktu 1:33.138 detik. Ia sukses mengungguli Jorge Lorenzo yang ada di posisi dua
Kendati berada di belakang Stoner, Lorenzo sempat mencatatkan hasil positif dengan menjadi yang tercepat di sesi latihan kedua MotoGP San Marino.

Pembalap berkebangsaan Italia itu sukses mencatatkan waktu tercepat 1 menit dan 33.929 detik. Lorenzo pun optimistis bisa kembali merebut juara dunia. “Saya merasa sangat nyaman dengan motor saya kali ini dan dengan berbagai perubahan yang te;ah kami buat,” ungkapanya sebagaimana dilansir Autosport.

“Setting yang kami buat hampir mirip dengan di Mugello, dimana saya berhasi memenangkannya. Sejujurnya, saya tak mengharapkan banyak perubahan karena saya merasa kami telah banyak kemajuan,” imbuhnya. Lorenzo juga menambahkan bahwa kini dirinya merasa optimistis dalam menatap MotoGP San Marino dan berkeyakinan besar bahwa Yamaha akan mampu mematahkan dominasi Honda musim ini. “Kami kini sangat dekat dengan juara, saya rasa. Casey (Stoner) dan Dani (Pedrosa) sangat cepat. Tetapi, saya rasa kami juga tak kalah cepat,” tandasnya.(net/jpnn)

Button Sebut DRS Bikin Seru F1

WOKING – Balapan Formula One (F1) di Grand Prix Italia diprediksikan akan berlangsung seru. Apalagi kalau bukan penggunaan sistem double DRS yang akan digunakan di Sirkuit Monza, pada 9 September ini. “Saya rasa balapan akan semakin menarik tahun. Sebab, untuk kedua kalinya pada musim ini, kami akan menggunakan sistem DRS sebanyak dua kali dengan kesempatan melewati lawan menjadi lebih banyak,” kata Jenson Button dilansir Autosport, Sabtu (3/9).
Ya, untuk kedua kalinya pada tahun ini, FIA akan mulai mencoba penggunaan DRS sebanyak dua kali dalam sebuah balapan. Pertama pada posisi lintasan lurus di garis start dan finis, dan kedua antara Lesmo dan Ascari chicane.

Meski belum jelas bagaimana efektifnya penggunaan sistem DRS di Monza, karena uniknya low-downforce. Tapi, Button sangat optimistis sistem itu akan menjadi kunci untuk membuat balapan menjadi semakin menarik. “Zona pertama akan menarik, karena selalu sulit memperebutkan posisi saat dalam posisi pengereman di Ascari. Jadi, akan menarik melihat bagaimana sistem DRS bekerja pada saat berada di tikungan. Mungkin, kita akan melihat beberapa balapan yang spektakuler,” imbuhnya.

“Saya rasa kesempatan terbesar datang dari DRS untuk zona kedua pada saat sebelum menyentuh garis start/atau finis. Saya berharap bisa melewati lawan sebelum Turn One,” tandas pembalap McLaren itu. “SIstem DRS akan menjadi aset yang berharga buat mobil dan itu juga akan membuat balapan menjadi lebih menarik lagi,” pungkasnya. (net/jpnn)

Tiga Pengedar Upal Ditangkap

TEBING TINGGI- Kepolisian Mapolres Tebing Tinggi berhasil membongkar sindikat pengedar uang palsu (upal) pecahan seratus ribu rupiah, diantaranya tiga tersangka berhasil diamankan petugas dari sebuah kafe Aman di Desa Paya Lombang, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (30/11) sekira pukul 03.00 WIB saat hendak membelajakan uangnya untuk membayar minuman.

Ketiga tersangka yang diamankan ke Mapolres Tebing Tinggi, Dodi (29) bersama adik kandungnya Dinal (21) diketahui tinggal di Jalan KL Yosudarso, Lingkungan II, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi dan Supriaditiya Ginting warga Kompleks perumahan PKS Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai. Ketika diamankan, polisi menyita barang bukti uang pecahan seratus ribu rupiah sebanyak Rp1 juta beserta satu set komputer lengkap dengan printer.

Amin pemilik kafe mengatakan pagi itu mereka sedang minum di kafe miliknya, karena hendak pulang tiga tersangka membayar dengan menggunakan uang pecahan seratus ribu. Merasa curiga, pemilik kafe meneliti uang tersebut, ternyata setelah dilihat, uang Rp100 ribu itu palsu.

Di Mapolres, tiga tersangka Dodi, Dinal dan Supriadi Ginting mengaku baru sekali melakoni perbuatan menjadi pengedar uang palsu. Uang tersebut didapatkan dari teman Supriadi Ginting bernama RH warga Medan yang kini kabur ke Malaysia. “ Pesan dari RH, kami beli Rp300.000 dengan uang palsu kami terima Rp1 juta. Uang palsu tersebut baru kami belanjakan untuk membayar minuman di kafe milik Aman, tapi pemilik kafe mengetahui uang tersebut palsu,” ucapnya.

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andi Rian Djajadi Sik membenarkan penangkapan tiga tersangka pengedar uang palsu. Barang Bukti langsung diamankan, sedangkan tiga tersangka masih dalam pemeriksaan petugas secara intensif.  (mag-3)

Belajar dengan Juventus

Pertarungan Napoli dengan Juventus dengan skor 3-3 menjadi pengalaman tersendiri bagi Napoli. Pelatih Napoli Walter Mazzarri merasa kecewa atas kekalahan timnya.

Dia mengaku dalam beberapa hal mereka masih harus belajar dari tim besar macam Bianconeri.

Seperti diketahui Partenopei mendominasi permainan dalam laga tunda yang dihelat di San Paolo itu dan sempat unggul 3-1, namun stamina dan performa mereka menurun sehingga sang tamu bisa memaksakan hasil imbang di menit akhir.
“Saya tak puas. Kami melalui babak pertama yang spektakuler dengan kekuatan kami terus keluar, namun sayangnya kami harus membayar mahal ketatnya jadwal kami,” sesalnya.

“Saya tak ingin ada jeda turun minum, karena antusiasme kami bisa menjaga penampilan kami untuk 15 menit lagi. Saat unggul 3-1 dengan gol Goran Pandev, saya sungguh merasa kami sudah menang, bahkan meski kami mengalami kesulitan dalam urusan stamina,” ungkapnya.

“Tim besar dengan pemain lebih berpengalaman seperti Andrea Pirlo tahu bagaimana memperlambat tempo dan menurunkan intensitas permainan. Kami masih harus belajar melakukannya,” tutur Mazzarri.

“Kami menghadapi masalah yang sama melawan Manchester City, karena kami tahu kami menghadapi tim papan atas dan kami kehilangan ketajaman karena lelah, jadi ketakutan tak mendapatkan poin mulai memberikan pengaruh,” katanya.  “Saya selalu katakan pada para pemain saya jika kami tak bisa selalu bermain dengan kecepatan 100 mil/jam, tapi beda antara mengatakan dan melakukannya. Kami harus belajar meningkatkan kecepatan,” katanya.(bbs/jpnn)

Penipu Pesantren Dibekuk

LANGKAT- Seorang warga Pasar Lebar Desa Securai Utara Kecamatan Babalan-Langkat,  M Ilham Lc, Lic Phiil (28) diamankan polisi karena adanya laporan pengaduan dari warga. Aksi penipuannya tidak kepada warga, melainkan pengurus pondok pesantren (ponpes) dijadikan sasaran.

“Korban yang membuat pengaduan kepada polisi memang ada dua, selain warga biasa satu diantaranya pengurus ponpes. Nah, seandainya korban lain masih ada kita imbau membuat laporan pengaduan,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S, Rabu (30/11).

Aldi menuturkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Kendati sebatas memperkirakan, tidak tertutup kemungkinan masih adanya korban dan belum membuat laporan pengaduan ke polisi.

Seperti diketahui, pelaku yang mengaku sebagai pimpinan di lembaga bahasa asing (LBA) dilaporkan H Akhmad Shabri (26) guru Ponpes Darussa’adah Dusun IV Panton Desa Sei Siur Kecamatan Pangkalan Susu-Langkat. Berselang sehari, giliran Saniyem (47) warga Jalan Karya Adil Dusun V Desa Sukajadi Kecamatan Hinai-Langkat menyusul dengan total kerugian ditipu Rp17 juta.

Dalam aksinya di ponpes, pelaku mengaku utusan Dinas Pariwisata Pemkab Langkat menawarkan kerjasama pelatihan bahasa asing gratis selama tiga bulan. Tidak hanya itu, ponpes dijanjikan menerima donasi dari pihak asing (luar negeri) guna perbaikan laboratorium, setelah pertemuan keduanya 23 Nopember 2011 lalu.

Terbuai tawaran itu, kesepakatan dibuat dengan memberikan Rp5 juta kepada pelaku berdasarkan hasil rapat guru-guru guna administrasi agency dimintakan pelaku dengan menerakan kwitansi penerimaan sebagai bukti.
Tak lama setelah memberikan uang, korban menerima informasi jika tawaran itu hanya isapan jempol. Khawatir, H Akhmad berupaya menanyakan langsung kepada pelaku tetapi tak kunjung menerima penjelasan yang benar. “Saya memang sempat curiga kepada pelaku di awal pertemuan, karena mengaku tamatan dari perguruan tinggi Kairo, Mesir tetapi ketika ditanyakan perihal gelar Lc dibelakang namanya tidak dapat menjelaskan,” cerita Akhmad yang tuangkan laporan Nomor:LP/919/XI/2011/SU/Lkt dengan saksi Hamamah (29) dan Ahmad Zaki (22) dosen serta guru di Ponpes.

Sementara itu, korban lainnya Saniyem diawali pembelian laptop Rp3 juta. Hanya sepekan kemudian, minta bantuan dipinjami Rp4 juta alasannya guna membayar gaji karyawan. Tidak hanya sampai disitu, pelaku mengaku ingin meminang putri korban namun minta dipinjami Rp10 keperluan mendatangkan keluarga pelaku dari Bogor. Meyakinkan korban, pelaku menegaskan resepsi pernikahan dilaksanakan 11 November 2011. Kenyatannya, pelaku seketika kabur tak lagi memperlihatkan keberadaannya.

“Kami seperti terhipnotis, apa yang dibilangnya semuanya kami turuti. Padahal, kami gak ada uang tapi ketika dia minta maka ibu sibuk mencari pinjaman kesana kemari. Sekarang, kami baru sadar kenapa begitu saja percaya padahal kenal dia juga baru,” papar Dewi (20) putri Saniyem yang merasa senang tak jadi menikah dengan pelaku.

Ketika diamankan, sejumlah barang-barang pelaku disita seperti satu Ipad merek IMO, satu kwitansi uang Rp5 juta, kartu Pers Suara Perjuangan, card LBA (lembaga bahasa asing) El Huda Centre dan LBA Mahardika Centre dengan alamat Jalan Jenderal Sudirman-Stabat. (mag-4)