29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14285

Tiga Tim Masih Belum Clear untuk Musim Depan

Lamban, Perkembangan Peserta Kelas CRT MotoGP 2012

Seharusnya, ada enam skuad CRT (claiming rule team) baru untuk MotoGP 2012. Hingga mendekati akhir musim 2011, baru tiga yang “agak” jelas.

Beberapa bulan lalu, Dorna selaku promotor MotoGP telah mengumumkan hadirnya enam tim baru untuk musim 2012. Mereka tim yang akan ikut regulasi baru CRT, kebanyakan naik kelas dari barisan Moto2.

Untuk 2012, demi menambah peserta, MotoGP memang memberi kelonggaran untuk tim-tim baru. Mereka boleh ikut kelas CRT itu, memadukan frame (sasis) prototipe dengan mesin Superbike yang di-upgrade. Tahun depan, kapasitas mesin MotoGP memang setara dengan Superbike, yaitu 1.000 cc.

Bahkan, peserta di kelas ini diberi kelonggaran ekstra agar bisa bersaing dengan tim-tim pabrikan MotoGP. Bila setiap pembalap di tim pabrikan hanya boleh memakai enam mesin setahun, pembalap CRT boleh menghabiskan 12 mesin. Kapasitas tangki bahan bakar juga begitu. Pabrikan MotoGP maksimal 21 liter, motor CRT boleh sampai 24 liter.
Enam tim yang sudah di-approve itu adalah By Queroseno Racing (BQR), Forward Racing, Kiefer Racing, Marc VDS Racing, Paddock GP Racing, dan Speed Master. Namun, sampai sekarang, baru tiga tim yang “agak” jelas. Yaitu Marc VDS, Forward Racing, dan BQR.

Skuad Marc VDS mungkin terlihat paling serius. Dalam beberapa bulan terakhir mereka sudah aktif menguji motor mereka (Suter-BMW) melawan motor-motor pabrikan MotoGP. Hasilnya pun terus menunjukkan progres positif. Mika Kallio, pengendara tim itu, terakhir hanya tertinggal tak sampai empat detik per lap di Sirkuit Brno, Republik Ceko.
Di Grand Prix San Marino akhir pekan ini, satu lagi tim menunjukkan kejelasan ekstra. Forward Racing resmi merekrut Colin Edwards sebagai andalan mereka tahun depan. Hanya saja, masih belum jelas Edwards (juara dunia Superbike dua kali) akan memakai sasis apa.

Edwards mengaku kalau Forward Racing pasti akan memakai mesin Yamaha R1 yang dicomot dari arena Superbike. Tapi soal sasis, masih cari dan lobi kanan-kiri.

“Soal sasis kami masih menimang-nimang berbagai opsi. Tapi pilihan nomor satu saya adalah memakai sasis yang dibuatkan oleh Tech 3. Kami masih dalam tahap negosiasi soal ini,” ungkap Edwards dalam jumpa pers di Misano, Jumat lalu (2/9).

Penggemar MotoGP tentu tahu, Tech 3 adalah tim privateer yang kini menurunkan Yamaha M1 untuk Edwards dan Cal Crutchlow. Tahun depan, Tech 3 juga belum menentukan siapa akan menggantikan Edwards. Tim ketiga yang sudah mengumumkan rencana adalah BQR. Kabarnya, mereka akan memakai sasis buatan FTR yang dipadu dengan mesin Superbike dari Kawasaki.

Tiga tim lain, Kiefer, Paddock GP, dan Speed Master, sampai sekarang masih sangat belum jelas. Ada yang bilang, salah satu dari mereka sedang melobi keras Aprilia untuk menyokong mesin. Bisa jadi pula mereka memilih mesin BMW ala Marc VDS. Kita hanya bisa menunggu.

Meski perkembangan peserta kategori CRT tergolong lamban, banyak percaya ini tetap masa depan MotoGP. Sebab, hanya dengan cara ini MotoGP tidak bergantung “mati” pada para pabrikan.

Edwards termasuk salah satu yang percaya itu. “Inilah masa depan motorsport, di mana kita bisa memilih mesin lalu menaruhnya di sebuah sasis. Dan ini jalan yang kita pilih,” ujarnya.

Pembalap asal Amerika Serikat berusia 38 tahun itu sadar kalau tim CRT akan sulit meraih kemenangan tahun depan. Tapi target 2012 bukanlah mengejar kemenangan. “Yang penting adalah membangun fondasi yang baik untuk CRT dan tim ini (Forward, Red) untuk masa depan,” tandasnya. (aza/jpnn)

Pasien Jamkesda Dipungut Biaya

DAIRI – Pelayanan rumah sakit daerah (RSUD) Sidikalang mengecewakan pasien miskin. Hal itu dialami seorang pasien rujukan dari RSUD Salak, Aldi Boang Manalu (5). Keluarga pasien miskin penderita penyakit ginjal itu kecewa karena proses administrasi terlalu berbelit-belit.

Seperti penuturan orang tua pasien, N Mungkur kepada wartawan, Sabtu (26/11) sekitar pukul 22.00 WIB, Aldi diterima bagian Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sidikalang. Oleh orangtua pasien, Aldi didaftarkan sebagai pasien dengan status tanggungan Jamkesda, dengan melampirkan persyaratan Jamkesda seperti foto copy kepesertaan Jamkesda dan surat rujukan. Setelah beberapa hari dirawat inap di RS tersebut, atas anjuran dokter yang menangani  Aldi, pasien dirujuk ke satu rumah sakit di Medan karena perlu perawatan yang lebih intensif.

Tapi, paparnya ketika keluarga pasien menjelaskan sewaktu pengurusan administrasi pasien, pihak rumah sakit mempertanyakan dokumen pasien. Dengan pertanyaan itu, Mungkur terkejut. Karena dari awal sewaktu  pasien masuk ke rumah sakit itu, dokumen telah diserahkan.  “Kami tidak habis pikir, pihak apotek mengatakan dokumen belum sampai ke bagiannya, kami malah diperintahkan mempertanyakan ke bagian UGD, “ ucapnya menirukan ucapan pihak apotek, Senin (28/11).

Dengan kesal, keluarga pasien menunggu dokumen.  Tapi, setelah menunggu lama, dokumen tidak juga ada. Mungkur kesal mendengar UGD dan apotek saling tuding-menuding mengenai dokumen anaknya. Ditengah pasien kritis dan orangtua pasien menangis-nangis, keluarga mengambil inisiatif agar pasien dijadikan sebagai pasien umum dan bersedia membayar seluruh biaya.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Sidikalang dr Halim Purba  didampingi pihak UGD dan apotek menjelaskan pihaknya telah bekerja sesuai standar operasional prosedur dan tidak ada sedikitpun mempersulit dan menelantarkan pasien.

Pihak apotek, br Manik menyarankan keluarga pasien melengkapi berkas nya agar dijadikan pasien tanggungan Jamkesda. (mag-15)

Kans Dibantai

PSMS vs Persija

MEDAN- PSMS akan kembali naik pentas sore ini di ajang Indonesian Primer League (ISL). Kali ini lawan yang dihadapi adalah Persija Jakarta. Kans kembali menuai hasil buruk sudah tergambar, mengingat bakal lawan sudah lebih dulu bersiap dibanding PSMS yang baru dibentuk tak lebih dari satu pekan.

Namun begitu, gelora membara diapungkan tuan rumah. M Khaidir di balik kemudi strategi PSMS yakin anak asuhnya siap memberi perlawanan kepada Macan Kemayoran-julukan Persija. Meskipun secara realistis, pasukan Khaidir hanya mampu curi satu angka.

“Tak muluk-muluk, target untuk menang memang harus. Namun, jika bisa meraih satu poin juga sudah merupakan awal yang baik bagi kita,” katanya saat jumpa pers di Hotel Dhaksina kemarin.

Ia juga mengaku, pasca pertandingan kontra Persebaya Minggu (27/11) lalu, Khaidir harus mencoret dua pemainnya, yakni Bambang Tri Sanjaya dan Viktor Ilham. “Mereka kurang memberikan kontribusi terhadap permainan tim. Sesuai yang saya terangkan sebelumnya, PSMS akan terus bertanding sekaligus terus menyeleksi pemain, hingga menemukan paduan yang ditunjukkan pemain di tiap lini,” jelasnya.

Tak mau pemain di PSMS jadi minus, Khaidir mengaku sudah mengajukan beberapa pemain yang diinginkan bisa memperkuat skuad kepada manajemen/konsorsium. “Kontra Persija besok (Hari ini, Red) kita harap pemain yang diproyeksikan sudah bisa memperkuat tim. Karena pada tes lapangan di Stadion Teladan tadi (30/11) pagi, beberapa pemain sudah ikut bergabung. Seperti Aun Karbini, Kiki Lusianto, Andrea Abu Bakar, Sutrisno, Rinaldo, Dodi Rahwana dan seorang kiper Dede Pranata,” paparnya.

Walau dengan keterbatasan pemain dan minimnya waktu persiapan Khaidir sangat optimis bisa melakoni laga dengan baik. “Kita siap. Dengan keadaan tim saat ini bisa memberikan motivasi lebih kepada anak-anak,” pungkasnya.
Sementara kubu Persija yang diwakili sang aristek, Jay Hartono juga didapat antusiasme.  Sadar PSMS baru dibentuk, bukan berarti Persija remeh temeh.

“Kondisi antara Persija dan PSMS, saya rasa masih sama-sama harus mendapatkan perbaikan di segala lini,” kata Jay saat jumpa pers kemarin.  “Walau dengan track record pertandingan sebelumnya kami tak akan memandang sebelah mata tim sekelas PSMS,” sambungnya sembari menyebut jika Persija membawa 18 pemain ke Medan.  (saz)

Oknum Militer Kuasai Tanah PTPN2

MEDAN- Oknum aparat berseragam loreng diduga akan menguasai menguasai tanah milik PTPN 2 Limau Mungkur Desa Lau Barus, Tanjung Morawa. Akibat adanya itu, pihak PTPN 2 dan karyawan yang hendak bekerja menjadi sangat terganggu dikarenakan kehadiran seorang pria JS bersama aparat berseragam loreng.

Selain masyarakat dan karyawan yang cemas melihat tindak tanduk aparat bersegaram, yang disponsori JS dirasakan Ketua Koti PP Sumut Heri Simanjuntak. “Oknum aparat dan JS itu untuk menguasai lahan PTPN2, karena pihak perkebunan tidak memberikan izin resmi terhadap mereka, saya meminta kepada penegak hukum supaya segera bertindak tegas menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya, Rabu (30/11).

Heri memaparkan, JS membawa aparat berseragam loreng ke lahan perkebunan tersebut pada minggu kedua November selama dua hari berturut-turut. Apabila diruntut apa yang telah dilakukan oknum aparat berloreng itu sangat bertentangan, dengan paradikma baru aparatur dengan segala kegiatan ilegal.

“Kami yakin tindakan mereka ini tak resmi dan di luar pengetahuan Pangdam I/BB, yang membuat kegiatan di perkebunan itu,”sebutnya. “Saya meminta kepada Pangdam I/BB dan BUMN agar melihat kembali lahan yang akan dikuasai tersebut, supaya lahan itu kembali berproduksi dan memberikan keuntungan untuk pemerintah khususnya kepada masyarakat,”katanya.

Terpisah, Manejer PTPN2 Limau Mukur, M Tri Wahyudi mengaku pihaknya sangat resah atas kehadiran JS yang membawa aparat berseragam loreng itu, yang mengakibatkan lahan 922 Hektare tidak dapat dipanen, karena lahan tersebut di kuasai untuk latihan militer. Hal ini sangat merugikan BUMN. (ade)

Dana Desa Bukan untuk Studi Banding Kades

JAKARTA – Lawatan 247 kepala desa (kades) dan lurah dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Oktober 2011 silam, ke kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Bandung, sampai ke telinga Mendagri Gamawan Fauzi. Mantan Gubernur Sumbar itu akan meminta laporan dari pihak IPDN guna mendapatkan penjelasan duduk perkaranya.

“Sudah sampai ke Pak Mendagri. Beliau marah mendengar kabar biaya Rp6,5 juta per kades disetorkan ke IPDN. Beliau akan minta klarifikasi benar-tidaknya kabar itu ke IPDN,” ujar sumber koran ini dari kalangan pejabat Kemendagri, kemarin (30/11). Gamawan belum bisa dimintai tanggapannya lantaran sedang ke Manado.

Sementara, terkait penggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) yang digunakan untuk studi banding para kades dan lurah ke IPDN itu, Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, penggunaan ADD sudah diatur di Permendagri No 37/2007, sebagai penjabaran dari PP No 72 /2005 tentang Desa.

“Silakan dilihat aturan. Nanti ketahuan boleh tidaknya ADD untuk studi banding kades,” ujar Reydonnyzar Monoek , Rabu (30/11).

Di Pasal 19 Permendagri No 37/2007 dijelaskan tujuan ADD, yakni menanggulangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan, meningkatkan perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat.  Selain itu, meningkatkan pembangunan infrastruktur pedesaan, meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sosial budaya dalam mewujudkan peningkatan sosial, dan meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Juga, untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat desa dalam rangka pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, mendorong peningkatan keswadayaan dan gotong royong masyarakat, dan terakhir meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Di pasal 22 yang mengatur Pelaksanaan Kegiatan, diatur bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang pembiayaannya bersumber dari ADD dalam APBDesa dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Desa dengan mengacu pada Peraturan Bupati/Walikota. (2) Penggunaan Anggaran Alokasi Dana Desa adalah sebesar 30 persen untuk belanja aparatur dan operasional pemerintah desa, sebesar 70 persen untuk  pemberdayaan masyarakat.

Di Permendagri sama sekali tidak menyebut untuk studi banding, diklat kades dan lurah, atau istilah lain yang sejenis. Yang bisa dijadikan celah untuk membenarkan penggunaan ADD untuk studi banding adalah ketentuan pasal 22 angka (2), yakni masuk poin belanja aparatur. Namun, untuk melihat apakah studi banding dimaksud diatur atau tidak di Peraturan Bupati Sergai, maka harus dilihat Peraturan Bupati tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kabag Humas IPDN Drs Ujud Rusdia, M.Si membenarkan pada kurun Oktober itu ada kunjungan para kades dan lurah dari Sergei ke kampus Jatinangor. Hanya saja, lanjutnya, acaranya bukan pendidikan dan latihan (diklat), melainkan studi banding. (sam)

Chris John, Delapan Tahun Pertahankan Gelar

PERTH – Status superchampion tetap menjadi milik Chris John. Sebab, petinju berusia 32 tahun tersebut menang angka atas penantangnya, Stanyslav Merdov, di Challenge Stadium, Perth, Australia, tadi malam (30/11).

Tiga hakim yang bertugas, seluruhnya, memenangkan Chris, 116-111, 116-111,115-112. Kemenangan atas Merdov juga membuat The Dragon (sang Naga) “julukan Chris” untuk kali ke-15 mempertahankan sabuk juara.

Kemenangan angka tersebut tak bisa dilepaskan dari strategi Chris yang berusaha bermain lebih agresif. Dia berhasil menjalankan strategi yang sudah disiapkan dengan memaksakan pertarungan jarak pendek.

Meski menang, Chris gagal memenuhi ambisi menyelesaikan pertarungan secepatnya. Padahal, ronde kedua, Stanyslav dipukul jatuh setelah mendapat hook telak ke wajah sebelah kiri. Sayang, Merdov masih bisa kembali berdiri dan melanjutkan pertarungan.

Saat dihubungi, Chris mengakui telah melakukan berbagai cara untuk merobohkan lawan. Namun, gaya bertarung lawan membuatnya sulit untuk terus memberikan pukulan telak. “Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk merobohkan dia. Apalagi, setelah dia jatuh di ronde kedua. Tapi, lawan memang cukup sulit dan dia cukup all-out,” katanya setelah pertandingan.

Kekuatan petinju asal Ukraina tersebut, menurut Chris, berada di luar dugaan. Sebab, setelah jatuh, Merdov justru semakin kuat dalam bertahan. Bahkan, dia sempat membuat pelipis kanan Chris berdarah lantaran benturan.
Melihat lawan yang tak kenal menyerah, lanjut Chris, tenaga yang sebelumnya diforsir untuk menjatuhkan kemudian sedikit disimpan. Tujuannya, pada ronde terakhir, dia tidak kedodoran. Strategi itu ternyata benar karena pada ronde ke-12 dia sempat sempoyongan setelah pukulan-pukulan juara Eropa tersebut sering menemui sasaran.

“Pelipis saya lukanya cukup dalam. Itu juga memengaruhi karena beberapa kali pandangan mata kanan saya sedikit terganggu. Ini juga yang membuat saya harus waspada,” terang suami Anna Maria Megawati tersebut.

Dengan kemenangan itu, Chris melengkapi delapan tahun kesuksesannya mempertahankan gelar sejak mendapatkannya pada 2003. Rekor Chris pun berubah menjadi 48 kali tanding, 46 kali menang dan dua kali draw tanpa kalah.(aam/c10/diq/jpnn)

Dana Irigasi Samosir Diselewengkan

MEDAN- Setelah dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket), pihak tim penyidik menaikan status pemeriksaan dugaan korupsi pembangunan irigasi di Pemkab Samosir tahun APBD 2008 senilai Rp1 miliar. Dari hasil penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan.

Pernyataan itu disampaikan Asisten Intelijen (Asisntel) Kejatisu, Andhar Perdana, Rabu (30/11) di Jalan AH Nasution. Menurut dia, ada peningkatan progress pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi di Pemkab Samosir.
“Dalam proses pemeriksaan dari sejumlah saksi diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Samosir Asbel Parhusip, kasusnya naik menjadi penyidikan,” ujarnya.

Setelah dinyatakan naik ke penyidikan, dia memaparkan berkasnya sudah dilimpahkan dan telah disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Sumatera Utara (Kajatisu) AK Basyuni.

Untuk diketahui, kasus penyimpangan itu terjadi pada pengerjaan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Samosir untuk pembangunan bendungan. Pada faktanya di lapangan terdapat beberapa kegiatan yang ada di dalam kontrak tidak sesuai.

Sebelumnya, Kejatisu telah meminta keterangan dari pihak terkait dalam perkara tersebut yakni Abdul Situmorang, Frans Boy dan Sumarlan Malau. Ketiganya merupakan orang yang melaksanakan proyek dan tim Final Hand Over (FHO).
Pelaksanaan Pembangunan bendungan Soutolan di Kecamatan Nainggolan, Samosir yang bersumber dari Bantuan Dana Bawahan (BDB) T A 2008, Bantuan Dana Bawahan (BDB) T A 2009, Bantuan Dana Bawahan (BDB) T A 2010. (rud)

Target Satu Bulan Bikin PSMS Solid

Banyaknya cemoohan baik dari masyarakat Kota Medan maupun dari klub PSMS yang berlaga di ISL, menjadi cambuk kepada PSMS IPL.

Tak ada yang bisa menampik hal itu. Termasuk pengurus yang berada di PSMS IPL sendiri. Mereka mengaku PSMS IPL saat ini memang sangat minim persiapan, baik persiapan tim maupun yang lainnya. Namun, pengurus mengaku ditantang pihak konsorsium untuk menghasilkan tim solid dalam waktu  satu bulan.

Direktur Operasional PT PSMS Jhoni Sembiring didampingi CEO Fredy Hutabarat menjelaskan, saat ini memang hanya ini dulu yang dapat diperbuat. “Kita sadar, dalam waktu tiga hari mana ada pengurus yang sekonyong-konyong langsung mampu menghasilkan atau menghadirkan tim kuat bagi masyarakat Kota Medan. Namun, masyarakat Kota Medan juga harus mengerti permasalahan dan konflik yang ada di tubuh PSMS saat ini,” kata Jhoni.

Dengan begitu, sambungnya, PSMS yang berlaga di IPL ini juga bisa berbenah dengan dukungan dari pendukung utamanya, yakni masyarakat Kota Medan. “Dengan sudah adanya dukungan dari 40 klub pemilik PSMS. Kini kita bisa bergrak lebih lugas. Dan tentunya tanpa dukungan masyarakat Kota Medan itu juga akan percuma,” terang Jhoni.
Menurut Jhoni, konsorsium sebagai manajemen klub tentunya tak main-main jika mereka sudah mengeluarkan sejumlah dana. Dananya harus dikelola dengan baik, dalam target dan tujuan PSMS bisa siap menatap kompetisi ke depan. “Nah, karena itu kita juga sudah siapkan program-program dalam pembentukan skuad PSMS ke depan. Perlahan-lahan lah, tapi pasti,” katanya.

Ia juga menuturkan, jika memang kelemahan PSMS ada di berbagai lini, pengurus siap mendapatkan kritik dari masyarakat Kota Medan. “Karena itu pula saat ini PSMS akan terus mendatangkan pemain seleksi yang ready to use. Bukan mendatangkan pemain yang harus dibentuk lagi. Yang utama saat ini adalah pemain yang sudah melewati verifikasi, baik itu untuk pemain lokal dan asing,” tutur Jhoni.

Mengenai adanya klub PSMS ISL pihaknya tak mau ambil pusing. “Biar PSSI dan FIFA yang menyikapi itu. Dan bagaimana mereka nanti menentukan keberlangsungan PSMS ke depan,” jelas Jhoni. (saz)

Pemkab Karo Bentuk Tim Pengawas WNA

KARO- Pemkab Karo akan membentuk tim koordinasi pengawas orang asing (SIPORA).  Pembentukan itu digagas atas tindak lanjut keputusan Menteri Kehakiman No. M-29.PR.07.04  Tahun 1981. Demikian terungkap setelah adanya pertemuan antara Wakil Bupati Karo Trekelin Berahmana SH dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan  Friment FS Aruan, Selasa (29/11).

Usai rapat tersebut, Trekelin mengatakan pengawasan orang asing di Karo, sebenarnya Bupati telah mengeluarkan Kep. Bupati Karo No. 800/118/ Kesbang/2011. Tapi, harapannya pada 2012 tim SIPORA ini bias ditampung dalam APBD  2012.

“Tim  SIPORA  sangat dibutuhkan di  daerah ini,  mengingat  Karo   merupakan satu daerah tujuan wisata (DTW) andalan Sumut, dan memiliki letak geografis sebagai kawasan lintasan. Masyarakatnya yang heterogen dipastikan membutuhkan pengawasan yang lebih melekat ,”  ucapnya.

Sementara itu,  Friment FS Aruan menyebutkan Karo  merupakan  daerah TK II pertama yang melakukan pembentukan, tim SIPORA.  Pasca pembentukan  SIPORA pihaknya akan dapat melakukan tukar menukar informasi terkait  keberadaan dan kegiatan warga Negara asing (WNA).

Berdasarkan data dari imigrasi Klas I Medan, orang asing di Karo sebanyak 24 orang dan memiliki izin tempat tinggal sementara. Dengan terdatanya WNA yang berasal dari Asia dan Eropa sebaiknya Imigrasi dan Pemkab terus mengawasi kegiatannya. (wan)

Kader Washliyah Harus Cinta Dakwah

SIANTAR- Perayaan puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81, Pimpinan Daerah Al Jamiyatul Washliyah Kota Pematangsiantar menggelar beeragam kegiatan dengan tema kobarkan ukhuwah untuk kejayaan umat.

Dalam perayaan puncak, Rabu (30/11) di pelataran Gedung PD Al Jamiyatul Washliyah Pematangsiantar di Jalan Brigjend Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Siantar Sitalasari digelar apel akbar. Sebelum digelarnya apel akbar tersebut, terlebih dahulu digelar pawai taaruf yang diikuti kader Al Washliyah dan siswa raudhatul atfhal, ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah serta para guru Al Washliyah mengambil start di Madrasah aliyah swasta Al washliyah Jalan Sipirok, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat.

Dalam acara apel akbar tersebut dihadiri pengurus PD Al Jamiyatul Washliyah dan pengurus kecamatan se Kota Pematangsiantar, siswa serta guru yang berada di bawah naungan Majelis Pendidikan Al Jamiyatul Washliyah.  Pada kesempatan itu, bertindak sebagai inspektur upacara Sarnidi SH MHum selaku ketua Pimpinan Daerah Al Washliyah Kota Pematangsiantar .

Sarnidi mengatakan usia Al washliyah sudah cukup mapan dan berpengalaman dalam hal pembinaan umat, karena menurutnya kalau di ibaratkan Manusia Al washliyah sudah cukup tua dengan usia 81 tahun. Untuk nitu, hal itu semua sudah pantasnya marilah bersyukur kepada para syuhada Al Washliyah yang telah lebih dahulu menghadap Allah SWT.  “Seluruh kader Al Washliyah harus menanamkan kecintanya terhadap organisasi dan dakwah Islam,” sebut Sarnidi yang juga ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar.

Sekretaris Pimpinan Daerah Al Washliyah Syaiful Amin lubis ST mengatkan ada beberapa kegiatan yang dilakukan dimulai pada 25 November hingga 30 November, di mulai dari kegiatan perlombaan dakwah Islam, tasakkuran refleksi perjuangan Al Washliyah dan di lanjutkan dzikir bersama pada (29/11). (mag-14)