28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14295

Interlagos Saksi Damai Massa dan Hamilton

Perseteruan antara pembalap Ferrari Felipe Massa dan pembalap McLaren Mercedes Lewis Hamilton menjadi bumbu menarik dalam perhelatan Formula 1 musim 2011. Dalam beberapa kesempatan mereka terlibat senggolan di lintasan. Di luar lintasan pun tak kalah panasnya.

Hamilton dan Massa terlibat setidaknya enam insiden di lintasan pada musim ini. Di luar lintasan, Massa juga mengkritik gaya balap Hamilton terlalu agresif dan tak pakai otak. Namun, seiring berakhirnya Grand Prix brazil di Sirkuit Interlagos, konflik keduanya menunjukkan tanda berakhir.

Usai balapan Hamilton menghampiri Massa di motorhome Ferrari. Saat itu, Massa sedang melayani beberapa wartawan untuk wawancara.

Begitu bertemu, kedua pembalap itu berbincang dan kemudian saling peluk. Itu bisa diterjemahkan mereka kini sudah berdamai dan tak punya masalah lagi.

“Saya tidak pernah ada masalah dengannya. saya selalu menghormatinya, bahkan setelah banyak hal terjadi tahun ini. Saya pikir baik sekali dia mau datang ke sini karena saya takkan seperti itu karena tidak melakukan kesalahan tahun ini,” ujar Massa.

Team Principal Ferrari Stefano Domenicali ikut mengacungi jempol tindakan Hamilton itu. “Saya senang melihat Lewis Hamiton datang dan memeluk Felipe, karena pada akhirnya memang harus seperti itu,” ujar Domenicali. Hamilton sendiri mengaku sangat lega sudah mendatangi Massa dan melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. (ady/jpnn)

Forwakes dan PDPAI Luncurkan Buku

Peringati Hari AIDS Sedunia

MEDAN-Dalam memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2011, Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara bekerjasama dengan Ketua Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI) Sumatera Utara, DR dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI melakukan launching dan bedah buku Kisah AIDS Rangkuman Cerpen dan Artikel yang diselenggarakan di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Sumatera Utara, Rabu (30/11).

Ketua PDPAI Sumut, dr Umar Zein didampingi Ketua Forwakes, Zulnaidi, Senin (28/11) di Medan mengatakan buku kisah AIDS ini sengaja diluncurkan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat karena masih banyaknya stigmatisasi dan diskriminasi yang terjadi kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). “Tujuan kita meluncurkan buku ini merupakan dukungan kita terhadap program Kementrian Kesehatan RI dalam mewujudkan MDG’s tahun 2015. Dimana, salah satu program MDG’s itu meningkatkan pengetahuan remaja diatas 15 tahun secara komprehensif tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia sebesar 90 persen,” kata Umar Zein.

Ditambahkannya, kegiatan bedah buku itu nantinya dihadiri oleh pembedah dari kritikus sastra sekaligus Dekan FKIP UISU, Drs Mihar Harahap MM dan dari akademisi USU, dr Linda Maas MPH serta dihadiri Satuan Kerja Perangkat Daerah se-Sumut, LSM peduli HIV/AIDS dan dihadiri  para ODHA. (mag-11)

Webber Siapkan Serangan

SAO PAULO – Musim 2011 berakhir indah bagi Mark Webber. Puasa kemenangan yang dialaminya sepanjang musim berakhir justru di balapan terakhir musim ini.

Pembalap Red Bull-Renault itu menjadi yang tercepat di GP Brazil yang berakhir kemarin WIB (28/11) dinihari WIB. Sepanjang musim ini, Webber berada di bayang-bayang rekan setimnya, Sebastian Vettel.

Kemarin, Vettel menempati posisi kedua. Tapi, Vettel yang sudah memastikan gelar juara dunia di GP Jepang, 9 Oktober lalu, mengakhiri musim dengan sebelas kemenangan dan sebelas kali pole position.

Webber musim ini tiga kali meraih pole. Tapi, dia gagal mengonversinya menjadi kemenangan. Sebelum kemenangan di Brazil, dia hanya melengkapi musim ini dengan sembilan kali podium.

Tak urung kemenangan itu melambungkan harapan Webber menjelang musim berganti. Dia merasa memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk berbuat lebih di musim 2012.

“Saya pikir saya akan punya musim yang lebih kuat daripada tahun ini,” ujar Webber seperti dikutip oleh Autosport. “(Kemenangan) ini menjadi tonik yang baik. Saya siap untuk belajar sepanjang musim dingin, sedikit mengisi tenaga lalu kembali dengan lebih kuat,” tegasnya.

Sadar persaingan akan semakin ketat di tahun depan, dia tak ingin mengulang start buruknya musim ini. Baginya di musim balap tahun depan ancaman tak hanya akan datang dari Vettel tapi juga Jenson Button (McLaren-Mercedes) dan Fernando Alonso (Ferrari).

“Saya memulai (musim) dengan buruk karena berbagai alasan, tapi kami akan melihat di semua area untuk mencapai level tertinggi. Ketika ada di level tertinggi saya tidak hanya melihat pada Seb. Ada Jenson, Fernando, mereka ada di kecepatan barisan terdepan,” bebernya.

Berbeda dengan Webber, akhir buruk justru didapatkan oleh pembalap McLaren Lewis Hamilton. Dia gagal finis di Brazil. Catatan tersebut memperburuk perjalanannya di musim ini. Hamilton menjalani salah satu musim paling buruk dalam kariernya di F1 setelah hanya finis di posisi kelima klasemen pembalap. Itu menyamai capaian terburuknya sebelum ini di musim 2009.
“Tentu saja saya tidak ingin menyudahi musim dengan cara seperti itu, tapi ini tidak terlalu buruk. Saya menikmati balapan sebisa mungkin,” ujar Hamilton pada Crash. “Ini sudah menjadi musim yang panjang dan saya ingin berterima kasih kepada tim. Mereka tak pernah menyerah dan mereka sudah bekerja keras sepanjang musim,” paparnya.
Peran terbesar Hamilton musim ini adalah menjadi salah satu pembalap yang bisa mengganggu dominasi duo Red Bull. Dia meraih tiga kemenangan, di Tiongkok, Jerman, dan Abu Dhabi. Pembalap Inggris itu tetap harus puas menyudahi musim dengan selisih 227 poin. Tapi, seperti Webber, Hamilton sudah mencanangkan tekad menjelang musim baru. “Saya akan kembali menyerang musim depan, 2012 akan menjadi tahun saya,” seru juara dunia 2008 tersebut. (ady/diq/jpnn)

Federer Lampaui Rekor

LONDON- Rekor demi rekor masih mengakrabi Roger Federer. Petenis Swiss itu menutup musim 2011 dengan rekor dari turnamen akhir musim ATP (Asosiasi Tenis Putra) World Tour Finals di London, Inggris.  Federer meraih gelar keenam dari ajang yang diikuti delapan petenis terbaik dunia itu. Petenis berusia 30 tahun tersebut meraih gelarnya setelah kembali menundukkan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga dengan 6-3, 6-7 (6), 6-3. Di fase grup, Federer sudah mengalahkan Tsonga.

Hasil positif tersebut seakan menghapus musim buruk yang dialami Federer. Tahun ini, Federer gagal meraih gelar grand slam.

Catatan tersebut menghapus rekornya yang selalu meraih setidaknya satu gelar grand slam sejak 2003. Jumlah koleksi grand slam bapak dari dua putri kembar itu untuk sementara terhenti di angka 16. “Tentu saja gelar ini terasa spesial. Saya mencoba untuk menepis peluang itu sepanjang turnamen, tapi sekarang sudah jadi kenyataan. Saya mampu meraih gelar keenam di turnamen ini dan rasanya luar biasa,” ujar Federer.  (ady/diq/jpnn)

Pembahasan Rancangan APBD 2012, Kesiapan SKPD Dipertanyakan

MEDAN- Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Medan mempertanyakan sejauh mana kesiapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyikapi target dan sasaran implementasi pelaksanaan program dan kegiatan yang terukur dalam APBD 2012, baik secara makro maupun mikro atau sektoral, berdasarkan urusan wajib dan pilihan yang diselenggarakan.

Melalui juru bicaranya Ferdinand Lumbantobing, Fraksi Partai Golkar mempertanyakan alokasi anggaran sebesar Rp22,36 miliar di Dinas Pertamanan untuk program pengelolaan pemakaman. Ia berharap, program ini berjalan dengan baik. “Yaitu dengan memperhatikan keasrian, keindahan, kebersihan serta penataan areal pemakaman yang rapi dan teratur dan mengupayakan pembebasan lahan untuk perluasan dan lokasi pemakaman umum yang baru,” ujarnya.
Menurutnya, untuk pemasangan papan reklame di Dinas Pertamanan jangan hanya mematuhi estetika dan ketentuan yang berlaku. Tapi juga harus memperhatikan faktor keselamatan masyarakat atas kemungkinan robohnya papan reklame, serta tumbangnya pohon kota, dikaitkan dengan cuaca ekstrim dan angin kencang yang melanda Kota Medan akhir-akhir ini.

Di sisi lain, dengan melihat kondisi infrastruktur Kota Medan akhir-akhir ini, masih memerlukan perhatian yang serius. Menurut dia, salah satu faktor dari kehancuran infratruktur adalah karena kurang terakomodirnya pembangunan dan perbaikan jalan serta saluran drainase yang efektif.

“Untuk itu, diharapkan agar pelaksanaan proyek pembangunan dan pengembangan saluran drainase hendaknya lebih dahulu diefektifkan, khususnya pengerjaan drainase sampai ke daerah pinggiran kota guna mencegah terjadinya banjir. Kemudian dilanjutkan dengan proyek pembangunan infrastruktur lainnya,” tegas Ferdinand.
Terkait dengan anggaran sebesar Rp103.63 miliar untuk program pengembangan dan pengelolaan persampahan, Fraksi Partai Golkar mempertanyakan sejauh mana Dinas Kebersihan mengimplementasikan kebijakan persampahan, dengan tidak melakukan penimbunan sampah. (adl)

Gantung Diri karena Menganggur

MEDAN- Diduga stres lantaran malu tidak memiliki pekerjaan, Jeklin Hendra Sitepu (36) warga Jalan Airlangga, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di sebuah pohon tak jauh dari rumahnya, Senin (28/11) dinihari pukul 05.30 WIB.

Jasad Jeklin pertama sekali ditemukan seorang penarik becak motor (Betor) bernama Pak Atak. Saat itu Pak Atak hendak ke sungai membuang air besar. Tiba-tiba dia melihat tubuh Jeklin sudah terkujur kaku dengan posisi tergantung di pohon membuat dirinya spontan menjerit dan mengundang perhatian warga sekitar.

“Karena mendengarkan teriakan warga berbondong-bondong datang dan kemudian salah seorang langsung melaporkan ke Polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, Joko adik kandung korban menyebutkan, Jeklin merupakan anak tertua dari lima bersaudara dan kenekatan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri kemungkinan diduga stres karenakan prustasi dan tertekan melihat kehidupannya yang luntang-lantung tidak karuan alias tidak memiliki pekerjaan.

“Dia seperti prustasi dan tidak ada lagi semangat hidup. Apalagi, dia anak tertua dari lima bersaudara dan tidak memiliki pekerja. Mungkin karena itu dia nekat gantung diri,” kata Joko.

Kapolsek Medan Baru AKP Donni Alexander mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap tewasnya korban, namun diduga korban tewas bunuh diri.

Setelah dilakukan indentifikasi di lokasi kejadian, selanjutnya jasad Jeklin langsung dibawa ke Instlansi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan untuk diotopsi.(gus)

Chris John Siapkan Mental

PERTH-Waktu sehari yang tersisa sebelum mempertahankan gelar Superchampion tinju kelas bulu (57,1 Kg) WBA melawan Stanyslav Merdov besok dimanfaatkan untuk menyiapkan mental oleh Chris John. Dia ingin strateginya berjalan mulus dalam pertandingan yang digelar di Challenge Stadium, Mt Claremont, Australia  tersebut.
“Sekarang saya santai-satai saja, berusaha untuk enjoy lah, tinggal menjaga kondisi agar tidak sakit. Mental juga sudah saya siapkan, yang terpenting pikiran harus tenang,” katanya saat dihubungi oleh Jawa Pos (Grup Sumut Pos), kemarin (28/11).

Menurut petinju berjuluk The Dragon tersebut, ketenangan sebelum betanding itu cukup penting untuk membantunya selalu fokus. Sebab, strategi yang telah disiapkan olehnya bisa tidak berjalan jika tidak dalam kondisi pikiran yang tenang.
Saat ini, Chris John juga sedang mendapatkan tambahan semangat dan bisa semakin tenang menjalani pertarungan melawan juara Eropa tersebut. Penyebabnya, sang istri sudah berada di Perth untuk mendampinginya bertanding.
Bukan hanya itu, Chris John bersama manajemennya juga berencana untuk mempersiapkan sang istri Anna Maria Megawati naik ke atas ring. Tapi bukan untuk mendampinginya bertanding, melainkan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya.

“Kalau jadi nanti dia yang menyanyi. Saya pikir, daripada orang lain, istri saya kan juga bisa kalau menyanyi Indonesia Raya. Dia yang menyanyi, saya yang bertanding,” ujarnya lantas tertawa.

Selain mempersiapkan mental, Chris John juga terus mengontrol berat badannya. Karena itu, makanan yang dikonsumsinya pun sudah diatur sedemikian rupa sehingga dirinya tak sampai kelebihan berat badan pada acara timbang badan, sore nanti.

Sementara itu, pelatih Chris John, Craig Christian, menguatkan pernyataan anak didiknya. Menurutnya, kondisi petinjunya  sudah sangat siap untuk bertanding melawan petinju dengan karakter Eropa Stanyslav Merdov. (aam/jpnn)

Tak Berdaya

Dua PSMS Bertarung Bersamaan

Minggu (27/1) tepatnya 1 Muharram 1433 Hijriyah, menjadi sejarah bagi PSMS Medan sepanjang berdiri sejak tahun 1950.

Pasalnya, ada dua tim PSMS bermain di dua lokasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Teladan Medan. Sialnya, keduanya tak berdaya dan harus mengakui keungulan lawa-lawannya. Di Jakarta PSMS asuhan Raja Isa dikalahkan Persija dengan skor 4-5 melalui adu penalti serta Sriwijaya FC 0-3. Sementara di Medan, PSMS asuhan M Khaidir dikalahkan Persebaya dengan skor 1-2.

Di Stadion Teladan, PSMS yang berlaga dalam ajang IPL, PSMS harus mengakui Persebaya yang bermain apik, taktis dan sistematis.

Berbeda dengan permainan anak-anak asuhan M Khaidir yang hanya memiliki persiapan tiga hari sebelum pertandingan.

Sejak menit awal tim Bajul Ijo, julukan Persebaya, bermain menekan. Dengan formasi 4-4-2, anak asuhan Divaldo Alves mengandalkan serangan dari sektor sayap. Umpan-umpan lambung berseliweran di lini pertahanan PSMS yang masih terlihat canggung.

Tak ayal pada menit ke-31 PSMS dikejutkan dengan umpan matang yang dilesakkan Edi Gunawan dan diselesaikan dengan baik oleh Feri Irawan melalui tendangan kerasnya ke sudut tiang jauh gawang yang dikawal Decky Ardian. PSMS tertinggal 0-1.

Pada babak pertama, permainan PSMS yang dikapteni Fadli Hariri bermain bak tarkam (antar kampung). Seluruh pemain terlihat berebut bola. Tak pelak, lini pertahanan PSMS ketinggalan saat bola sudah berada di kaki gelandang serang dan penyerang Persebaya.

Akibatnya, Persebaya kembali melesakkan gol keduanya melalui Feri Irawan pada menit ke-40. Feri Irawan dengan mudah melesakkan bola tanpa pengawalan yang berarti dari pemain belakang PSMS. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, permainan Ayam Kinantan sedikit berubah. Permainan lebih kolektif dan taktis. Praktis permainan lebih berimbang pada awal babak kedua. Namun, tetap saja anak-anak PSMS masih memperlihatkan permainan individu. Banyak giringan bola yang dilakukan gelandang yang harusnya bias dimatangkan jika melakukan umpan, tapi sangat jarang terjadi, dan malah menghasilkan salah komunikasi, dengan umpat-umpan yang salah dan tak terarah. Sedikit tertekan, permaian PSMS cenderung keras yang menghasilkan kartu kuning pada menit ke-55 bagi Denni Wahyudi.

Tak mau dipermalukan, pemain-pemain PSMS kembali menunjukkan permainan apik. Satu-dua sentuhan yang diperagakan penyerang dan gelandang PSMS menghasilkan gol perdana PSMS di menit ke-66 oleh Jecky Pasarela. Untuk mengamankan gawang, M Khaidir melakukan pergantian pada menit ke-70, Bambang Tri Sanjaya digantikan Heri Swandana. Diikuti pergantian kapten Persebaya Erol Iba yang digantikan Rivelino pada menit ke-73, setelah Erol Iba mendapatkan kartu kuning karena mengganjal pemain gelandang PSMS. Dan skor 1-2 bertahan hingga pluit panjang dibunyikan.

Pelatih PSMS, M Khaidir menuturkan, dengan persiapan yang minim dia mengaku tak kecewa dengan kekalahan dari Persebaya. “Anak-anak sudah bermain total. Memang, persiapan kita hanya tiga hari, dan pertandingan ini merupakan pertandingan keempat. Mudah-mudahan dengan menerapkan karakter permainan seperti ini, kita bisa jadi lebih baik ke depan,” tegasnya.

Sementara itu Pelatih Persebaya, Divaldo Alves tak mau euforia. Ia mengaku permainan PSMS akan bisa berkembang lebih baik. “Dengan kemenangan ini, kita tetap menghargai PSMS. Permainan anak-anak sudah cukup baik mengingat tenaga yang sudah terkuras pada laga sebelumnya. Kita tadi memang menerapkan strategi untuk menguasai ball possition dulu,” jelasnya. Sementara itu di waktu bersamaan PSMS Medan juga kalah atas rivalnya Persija Jakarta dengan skor 5-4, setelah melalui babak adu penalti dalam pertandingan pertama turnamen segitiga ulang tahun Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu petang (27/11).

Tuan rumah Persija yang didukung ribuan suporter fanatiknya, berhasil mencetak gol terlebih dahulu melalui ikon Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas. Striker tertajam di timnas Indonesia tersebut berhasil melepaskan tendangan voli setelah mampu memanfaatkan umpan dari Ramdani Lestaluhu.

Namun, pada menit ke-26, PSMS berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-1 setelah Osas Saha lolos dari jebakan offside dan berhasil menaklukkan Galih Sudaryono.

Kedudukan imbang membuat pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti. Persija berhasil memasukkan empat dari lima kesempatan, sementara PSMS hanya dapat memasukkan tiga gol setelah Rahmad dan Wawan Widiantoro, gagal menggetarkan jala Persija.

Di pertandingan kedua PSMS Medan kembali dibabakbelurkan Sriwijaya FC Palembang dengan skor telak 3-0. Sriwijaya unggul melalui dua gol Rizky Novriansyah dan satu gol Ponaryo Astaman melalui titik putih. Dengan kekalahan tersebut, PSMS menduduki juru kunci, sementara Macan Kemayoran berhasil menjuarai turnamen setelah menaklukkan Sriwijaya FC Palembang dengan skor 5-3 melalui adu tendangan penalti.

Pelatih kepala PSMS, Raja Isa yang dihubungi usai laga menegaskan bahwa dirinya puas dengan penampilan timnya. Meski baru 10 hari menangani PSMS dan skuad yang dipasang pada segitiga merupakan pemain seleksi, setidaknya pelatih asal Malaysia itu sudah mendapatkan kerangka tim yang akan disiapkan untuk ISL.

Baca juga Penonton Hujat PSMS di Stadion Teladan

“Jujur saya puas dengan penampilan tim. Pemain asing yang memang akan kita lihat kemampuannya sudah ada yang cocok untuk tim ini. Kalau pemain lokal sudah bagus,” katanya.

Raja Isa pun meminta agar pendukung PSMS di manapun berada melihat tim ini secara sportif, bukan politis. “Kita ingin membawa PSMS tampil lebih bagus sesuai sejarahnya. Kami sudah sangat siap menatap ISL Desember mendatang. Tim ini punya potensi besar,” lanjutnya. (saz/ful)

Kasus JR Saragih Terlalu Banyak, Simalungun Memanas

MEDAN-Suasana pemerintahan di Kabupaten Simalungun, perlahan memulai memanas. Hal ini terjadi karena mencuatnya persoalan-persoalan riskan atau berisiko tinggi yang diduga dilakukan orang nomor satu di Simalungun, JR Saragih.

Beredar isu bahwa dalam jangka waktu dekat JR Saragih akan segera menyandang status tersangka yang diberikan oleh KPK. Kondisi itu dipicu banyaknya kasus yang diduga dilakukan JR Saragih yang saat ini penanganannya sudah berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK bahkan sudah mengirimkan sinyal akan menangkap salah seorang bupati di Sumatera Utara terkait dengan penyalahgunaan APBD yang mengarah ke Bupati Simalungun JR Saragih dan Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon. Di KPK sudah tahu ada perkara dugaan korupsi APBD Simalungunn

Tahun Anggaran (TA) 2010 senilai Rp48 miliar, yang dilaporkan ke KPK pada akhir September 2011. Terlebih, jarang ada perkara yang melibatkan ‘paket’ bupati dan ketua DPRD-nya. Sedang pernyataan Busyro gamblang menyebut bupati dan DPRD.

“Sudah ada isu itu di kalangan masyarakat. Jadi kita saat ini dalam posisi menunggu,” ungkap Ir Trulianto Sinaga Spd anggota DPRD Simalungun saat dimintai komentarnya oleh Sumut Pos, Minggu (27/11).

Namun sejauh ini, sambungnya, belum secara detil kasus JR Saragih yang mana yang akan menyeretnya menjadi tersangka. Maka dari itu, lanjut anggota Komisi 4 DPRD Simalungun ini, untuk memberikan kepastian hukum dalam kasus-kasus yang ditangani KPK tersebut. Sebaiknya KPK segera mempercepat proses hukum, baik dari mulai penyelidikan, penyidikan dan sebagainya hingga proses hukumnya selesai. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat, terlebih di kalangan masyarakat Simalungun. “Belum tahu pasti kasus yang mana, karena dari informasi yang berkembang ada beberapa kasus, baik itu dugaan pengalihan dana insentif guru non PNS, dugaan penyelewengan APBD Simalungun dan yang soal dugaan suap kepada KPUD Simalungun begitu juga dugaan suap ke hakim MK,” lanjutnya.

Mengenai pernyataan dari Ketua KPK Busyro Muqoddas, dimana ada sinyalemen satu bupati dan satu Ketua DPRD yang akan segera ditangkap oleh KPK, tidak ditampik olehnya. Dikatakannya, penentu bersalah atau tidaknya dalam sebuah kasus korupsi yang ditangani KPK adalah pihak KPK. Dan KPK, tidak sembarangan mengumumkan seorang menjadi tersangka, bila tidak dibarengi bukti-bukti yang kuat. “Ini bolanya kan di KPK, jadi penentunya adalah KPK. Kembali lagi, dari kasus-kasus yang ada KPK lah yang memiliki kewenangan. Karena itu, KPK diharapkan sesegera mungkin memproses kasus-kasus yang ada,” timpalnya lagi.

Pengamat hukum Sumut Dani Sintara SH kepada Sumut Pos juga menyatakan hal yang sama. Dikatakannya, KPK adalah lembaga penegak hukum yang professional dan kredibel. Jadi, ketika KPK menetapkan seseorang menjadi tersangka, terlebih pada kasus-kasus dugaan korupsi dan suap, pastinya KPK telah mengantongi bukti-bukti yang kuat. Dan hal itu merupakan cara yang mumpuni, bila endingnya terjadi pertarungan pada sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Kalau KPK telah menetapkan tersangka, 99 persen kasus itu benar terjadi dengan orang atau tersangka yang tepat. Jadi, jika kasus-kasus yang ditangani KPK dinilai lambat dan sebagainya, sebenarnya tidak seperti itu. Seperti yang saya katakan tadi, KPK itu tidak gegabah dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dan hingga menahannya,” terangnya.

Ketika disebutkan satu per satu kasus yang diduga dilakukan JR Saragih, pengamat hukum yang bernaung di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera Konstitusi (Lekons) sebagai Kepala Divisi Advokasi tersebut menyatakan, bila nantinya terbukti benar dalam persidangan JR Saragih sebagai koruptor, maka JR Saragih menjadi orang yang paling bertanggungjawab.

“Kalau nantinya terbukti benar, berarti JR Saragih adalah otak dari kasus tersebut,” bebernya.

Bagaimana dengan Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon, yang disebut-sebut berkolusi dengan JR Saragih dalam kasus dugaan pengalihan insentif guru non PNS untuk pembelian mobil dinas anggota dewan?

Dalam hal ini, dikatakannya, pembuktian kebenaran itu nanti adalah pada proses pengadilan atau dari adanya penetapan tersangka oleh KPK, maka orang tersebut berpeluang besar telah benar melakukan hal yang dituduhkan tersebut.

“Yang namanya korupsi itu, biasanya dilakukan secara berjamaah. Jadi yang menikmati hasil korupsi tersebut harus menanggung risikonya. Kalau nantinya ada penetapan tersangka terhadap Bupati Simalungun dan Ketua DPRD Simalungun dalam kasus pengalihan insentif guru itu, pasti bukan hanya orang itu berdua saja yang melakukan dan menikmatinya. Karena mobil dinasnya untuk beberapa anggota dewan. Nah, anggota dewan yang dapat mobil itu juga harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos dari sumber di Jakarta mengungkapkan, peluang JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam jangka waktu dekat terbuka lebar. Dan, kasus yang akan membuat JR Saragih menyandang status tersangka adalah pada kasus dugaan suap kepada oknum hakim MK.
“Ya, dalam jangka waktu dekat ini. Dan itu terkait kasus dugaan suap kepada hakim MK,” ujar sumber tersebut kepada Sumut Pos, Minggu (27/11).

Mengenai isu akan segera ditetapkannya JR Saragih sebagai tersangka dalam jangka waktu dekat, dalam kasus dugaan suap ke MK, Dani Sintara berpendapat hal itu bisa saja terjadi. Dan itu merupakan hal yang baik, dalam sebuah proses hukum karena akan menghasilkan kepastian hukum baik bagi yang bersangkutan maupun masyarakat.

“Ya, kasus yang ada menyebut-nyebut Raffly Harun (mantan pengacara JR Saragih, Red) kan. Dalam penegakan hukum adalah hal yang baik, ketika mengarah pada adanya kepastian hukum,” ungkapnya.

Masyarakat dan DPRD Simalungun Diimbau Buat Mosi Tidak Percaya

Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, harus membuat mosi tidak percaya atas kepemimpinan JR Saragih. Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur LBH Medan Nuriyono SH, pada Sumut Pos Sabtu (26/11) di Jalan Hindu Medan.

“Bukan hanya itu saja (mosi tidak percaya) tapi anggota DPRD Kabupaten Simalungun, juga harus menyurati KPK untuk mendesak pengusutan dugaan korupsi Bupati Simalungun agar dilakukan secepatnya,” tegas Nuriyono.

Mosi tidak percaya ini, sambung Nuriyono, bisa dijadikan bukti ketidakpercayaan masyarakat Kabupaten Simalungun terhadap bupatinya yang terindikasi korupsi.

Kalau sudah masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap bupatinya, nanti ini akan menjadi sorotan KPK dan pemerintah untuk mempercepat menyelesaikan perkara dugaan korupsi JR Saragih.

“Masyarakat saat ini sudah menanyakan pada KPK sejauh mana penyelidikan terhadap dugaan korupsi terhadap JR Saragih, kalau memang hasil penyelidikan tidak terbukti KPK harus mengumumkannya.Namun kalau terbukti KPK harus melanjutkan perkara tersebut secara transparan,” tegas Nuriyono. (ari/rud)

Gatot Tetap Cuek Sembilan Partai

Pengusung Perlu Diskusi Tentukan Langkah

MEDAN-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Plt (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho tampaknya tak peduli dengan aspirasi Sembilan Partai Pengusung Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno).

Bagaimana tidak, meski sembilan partai telah beraudiensi ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi di Gedung Kemendagri, Senin (31/10) lalu, kemudian disusul dengan beraudiensi dengan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol No 5 Medan, Kamis (17/11), dalam rangka ‘mengawal’ pemerintahan di Sumut, Gatot tetap saja cuek.

Hal itu diakui salah seorang Ketua Parpol Pengusung Syampurno, yakni HM Nasib Ketua Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Sumut ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (27/11). “Ya, belum ada respon positif dari Plt Gubsu. Kita tunggulah reaksinya seperti apa,” ujarnya.

Bila tetap saja Plt Gubsu tidak menggubris shock therapy yang mereka lakukan, apakah koalisi sembilan partai pengusung akan melakukan aksi lanjutan, misalnya aksi demo dan sebagainya?

Mengenai hal itu, HM Nasib tidak berkomentar banyak. Dikatakannya, segala sikap yang akan diambil tidak terlepas dari kesepakatan sembilan partai pengusung Syampurno.

“Belum ke arah situ. Dan kita masih tahap menunggu, kemudian sikap ke depan masih akan terus didiskusikan ke kawan-kawan lainnya,” jawabnya.

Apakah ada rencana menemui langsung Plt Gubsu? Mengenai hal itu, HM Nasib menyatakan, kemungkinan ke arah itu bisa saja dilakukan, hanya saja belum bisa dipastikan kapan waktunya. “Rencana ke situ ada. Tapi belum tahu waktunya kapan, nanti akan kita diskusikan dulu. Nanti pasti kami kabari kalau ada perkembangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Partai Patriot Sumut Rismanysah Siregar yang ditanya Sumut Pos mengenai rencana ke depan koalisi sembilan partai pengusung Syampurno, belum berani memastikan.

“Belum bisa dipastikan karena perlu ada kesepakatan semua elemen koalisi yang ada. Kita masih menunggu, dan kita lihat ke depan,” jawabnya.

Kenyataaan ini menjadi menarik mengingat sebelumnya sembilan partai cenderung ‘keras’ membicarakan Gatot. Setidaknya, pada Rabu (2/11) lalu, Rismansyah sempat mengatakan Gatot tidak luwes dalam berkomunikasi. “Kita tidak minta proyek, kita tidak minta apa-apa dan tidak ada kepentingan apa-apa. Kita hanya sekadar mengingatkan. Dulu zaman Bang Syamsul, hubungan komunikasi berjalan baik. Tapi sekarang, mau jumpa saja susah. Macam betol aja dia (Gatot, Red). Dia Plt, kenapa seperti itu. Komunikasinya tidak luwes,” tegassnya saat itu.

Tidak hanya Risman, lima hari setelah pernyataan itu, HM Nasib pun buka suara. Kata Ketua PKPB Sumut ini, sebaiknya Gatot eling (ingat). “Jadi kami harapkan, Plt Gubsu elingseperti pepatah orang Jawa, ingat siapa yang membesarkan atau siapa yang mengangkat untuk tim Syampurno itu. Jangan seperti kacang lupa kulit-nya. Jangan pula seperti pepatah orang Padang yang menyebutkan Malin Kundang,” tegas Nasib (ari)