31 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14298

Warga dan Satpam Bentrok di Kualanamu

LUBUK PAKAM-Pembongkaran paksa terhadap bangunan rumah di lokasi Bandara Kualanamu, Desa Pasar VI Kua lanamu Kecamatan Beringin, Deli Serdang berakhir bentrok dengan petugas satuan pengamanan proyek Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II (AP II), Sabtu (26/11) sekitar pukul 13.30 WIB.

Bentrokan berawal karena adanya tindakan Satpam yang membongkar secara paksa terhadap satu unit rumah yang masih ditempati warga. Spontan, rumah yang masih dihuni satu keluarga ibu dan anak-anaknya menjerit dan menangis saat satpam membongkar bangunan rumah yang masih dihuni warga itu.

“Pemerintah saja mau menolong Darsem seorang TKI yang akan di hukum pancung di Arab Saudi, bahkan mengeluarkan dana hingga Rp4 miliar. Kenapa kami tidak bisa dibantu. Silahkan rumah kami dibongkar, tapi beri kami setapak tanah untuk perumahan,” teriak ibu ibu yang melakukan perlawanan.

Aksi penolakan eksekusi itu berlanjut, ketika kaum ibu-ibu yang marah rumahnya dibongkar menyiramkan air cabai kepada petugas Satpam yang ketika itu akan membongkar rumah eks perumahan PTPN 2 Kebun Kualanamu.

Komandan Chip Satpam bermarga Sihite, yang merupakan personel Polres Deli Serdang memerintahkan Satpam untuk menangkap ibu-ibu, yang menyiram air cabai kepada satpam. Selanjutnya, Sihite mengintruksikan puluhan satpam agar secepatnya membongkar rumah warga.

Staf PT AP II, Dimas yang ditemui di lokasi pembongkaran menyatakan warga yang menguni rumah di areal eks PTPN II merupakan penduduk liar dan bukan mantan karyawan PTPN2. Bahkan, PTPN 2 bersedia memberikan tali asih Rp3 juta kepada warga yang bukan mantan karyawan PTPN 2, tetapi kepada mantan karyawan perkebunan diberikan Rp 12 juta.

“Inikan hanya menertibkan rumah illegal di dalam arel bandara, warga juga sudah menerima uang tali asih dari PTPN II. Kami terpaksa menertibkannya,” ucapnya.

Sementara itu, seorang warga yang menghuni rumah di areal tersebut, Afriani (34) menyatakan tetap berupaya mempertahankan rumahnya dengan cara tetap tinggal di dalam  bersama kedua anaknya. Sedangkan uang tali asih sebesar Rp3 juta, yang ditawarkan oleh PT AP II tidak layak.  “Dana Rp3 juta itu tidak dapat mendirikan rumah kembali,” sebutnya.  (btr)

Gary Speed Gantung Diri

CARDIFF –Pelatih Timnas Wales Gary Speed memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di rumahnya sendiri, Minggu (27/11). Duka besar dirasakan insan sepak bola Eropa bahkan dunia.

Diberitakan sejumlah media besar di Eropa, Speed ditemukan tewas tergantung di rumahnya yang terletak di wilayah Chester, Minggu (27/11) pagi waktu setempat. Polisi menyatakan tidak ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar kematian pria berusia 42 tahun itu.

“Pada hari Minggu, 27 November 2011, jam 7.08, polisi Cheshire mendapatkan informasi bahwa ada bunuh diri di sebuah alamat di Huntington, Chester,” demikian keterangan juru bicara polisi.

“Aparat kemudian ke TKP di mana seorang pria berusia 42 tahun ditemukan tewas. Keluarga terdekat telah diberi tahu dan sudah mengonfirmasi identitas pria itu sebagai Gary Speed.”

Berita kematian Speed juga dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak bola Wales (FAW). Mereka ikut berduka atas kematian sang pelatih.

“Asosiasi Sepak bola Wales dengan sedih mengumumkan kematian pelatih tim nasional Gary Speed. Kami menyampaikan simpati dan bela sungkawa kami kepada keluarga,” demikian keterangan di situs resmi FAW. “Semua harus menghargai hal-hal privasi keluarganya,” beber situs terserbut.

Sejauh ini, belum diketahui motif Speed mengakhiri hidupnya dengan cara tragis seperti ini. Sebagai pelatih, Speed baru bekerja sebagai Pelatih Wales pada akhir tahun lalu untuk menggantikan John Toshack. Pria asli Wales ini tak berhasil meloloskan negaranya ke putaran final Piala Eropa 2012 .

Semasa jadi pemain, pria bernama lengkap Gary Andrew Speed ini adalah salah satu gelandang yang disegani di Liga Inggris. Dia pernah memperkuat Leeds United, Everton, Newcastle United, dan Bolton  dan  pensiun di Sheffield United  tahun lalu. Di Liga Inggris Speed sempat mencatat rekor penampilan terbanyak dengan 535 penampilan. Sementara di Timnas Wales Speed mencatat 85 caps dan kerap dipercaya jadi kapten. (bbs/jpnn)

Seorang Warga Tewas Ditikam

Hiburan Keyboard Ricuh Gara-gara 2 Wanita

BINJAI- Perkelahian dua wanita di acara hiburan Keybord di Tanjung Jati, Binjai Barat, Kota Binjai berujung perkelahian antar kelompok pacarnya. Akibatnya,  seorang pemuda Gunawan (23) warga Pasar VI, Desa Kuala Mencirim, Langkat tewas di tempat kejadian setelah tiga badannya ditusuk senjata tajam.

Informasi yang diterima Sumut Pos, peristiwa itu terjadi, Minggu (27/11) sekira pukul 04.00 dinihari. Ketika itu, seorang wanita Ayu warga Diski yang merupakan seorang wanita penjual minuman di acara hiburan keybord berkelahi dengan Dwi, pacar Ardianyah.

Perkelahan dipicu setelah Ayu yang merupakan pacar Gunawan, kehilangan handphone. Ayu menuding Dwi yang mengambilnya. Tak senang dituduh, Dwi berang dan akhirnya terjadi perkelahian antara kedua wanita tersebut.  Melihat itu, Gunawan yang berada persis di dekat perkelahian dua wanita tersebut, langsung melerai keduanya. Setelah dilerai korban, akhirnya pertengkaran berhenti.

Tapi, kericuhan kecil itu berlanjut menjadi besar ketika hiburan keyboard sudah habis, seorang pemuda lainnya,  Agus Suratman tiba-tiba memukul korban. Merasa tak terima, korban mengejar Agus bersama teman-temannya, yang berjumlah sekitar 8 orang dan terjadilah keributan.

Melihat Agus dipukuli, Ardiansyah yang merupakan pacar Dwi marah dan mengambil sebilah pisau kuningan dari sepeda motornya. Tanpa sadar, Gunawan yang sedang berkelahi dengan Agus, ditusuk Ardiansyah sebanyak tiga kali tusukan. Akhirnya Gunawa jatuh akibat darah berkucuran.

Melihat Gunawan bersimbah darah,  teman-temannya langsung membantu dan membawanya  ke RS Artha Medica di Jalan Samanhudi, Binjai Kota.  Tapi, hanya lima menit di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya.
Petugas Sat Reskrim Polres Binjai bersama Kanit Pidum Ipda Hardi dan Kanit Ekonomi Ipda H Tobing, tak membutuhkan waktu lama untuk mengusut kasus tersebut. Hanya butuh waktu 7 jam dari kejadian, para tersangka pembunuhan langsung diringkus dari kediamannya masing-masing sekira pukul 11.30 WIB.

Kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu, Ardiansyah alias Ateng (23) warga Jalan Sawi, Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat dan Agus Suratman (22) warga Jalan Durian, Kelurahan Limau Sundai, Binjai Barat. Kini para tersanka mendekam di sel Mapolres Binjai.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Ronni Binic saat dikonfirmasi terkait kejadian dan penangkapan kedua orang tersangka ini membenarkannya. “Iya, tersangka sudah kita amankan. Tapi, sekarang kami masih melakukan pemeriksaan. Baik kedua tersangka, maupun sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi,” ujarnya. (dan)

Deri Irfandi dan Eko Ryanto Raih Honda Blade

MEDAN- Deri Irfandi pembalap yang berasal dari RPM Sucofindo Racing Team yang tampil di kategori terbuka dan Eko Ryanto pembalap dari Honda Intract Enduro RT yang tampil di kategori pemula berhasil menjadi yang terbaik pada Medan Metropolitan Road Race 2011.

Gelaran Medan Metropolitan Road Race 2011 yang berlangsung di Sirkui Multifungsi IMI Sumut Jalan Williem Iskandar/Pancing Medan, Minggu (27/11) memperebutkan Piala Wali Kota Medan dan Honda Blade.  Artinya, atas keberhasilannya tadi, Deru dan Eko berhak atas Piala Wali Kota Medan dan Honda Blade.

Deri Irfandi berhasil menyandang gelaran  juara umum di kategori terbuka setelah menjadi yang tercepat di kelas MP 1 (bebek 4 tak tune up 125 cc terbuka) dan menempati peringkat kedua pada MP7 (Skuter Matic Standart 125 cc terbuka).

Peringkat kedua di kategori MP1 diktempati pembalap asal Aceh Reza Fahlevi yang bergabung di tim Andesmon A2N. Sementara itu pembalap tim Suzuki Deli Service Top 1 Sunindo Jeffri Holly harus puas menempati peringkat ketiga setelah mengungguli saudaranya Kevin Holly yang menempati peringkat keempat.

Sementara itu Eko Riyanto menjadi yang terbaik di kategori pemula setelah memenangi MP3 dan Deri Ryanto menjadi yang tercepat dikelas kelas MP3.

Atas keberhasilan para pembalap, Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM diwakili Kadispora Medan Drs Hanas Hasibuan mengingatkan agar para pembalap yang tampil sebagai juara tidak berpuas diri.  “Teruslah berlatih untuk menjadi yang terbaik di semua even yang diikuti,” bilangnya.

Selanjutnya Hanas berpesan kepada para pembalap untuk tetap berlatih di sirkuit, bukan di jalanan yang dapat meresahkan masyarakat.

Hal Senada juga diungkapkan Ketua Panitia Roby Agusman Harahap. Bahkan, secara tegas Roby mengingatkan bahwa tujuan utama dari balapan bukan mengejar semata, tapi lebih dari itu yakni mempererat jalinan silaturrahmi di antara para pembalap. (omi)

Keok Perdana, Barca Panik

MADRID – Tidak ada lagi tim yang tidak terkalahkan di Liga Primera musim ini. Itu setelah Barcelona menyerah 0-1 dari Getafe di Coliseum Alfonso Perez kemarin dini hari WIB (27/11). Itu adalah kekalahan pertama Barca -sebutan Barcelona- dalam 21 laga atau dalam 27 laga sejak 30 April lalu.

Aib pertama Barca pun berdampak signifikan di klasemen sementara. Tim besutan Josep Guardiola itu kini tertinggal enam angka (28-34) dari seteru abadinya, Real Madrid, setelah memainkan 13 laga. Barca juga hanya unggul satu angka dari peringkat ketiga Valencia yang kemarin menang 2-1 di kandang Rayo Vallecano.

Juan Valera menjadi mimpi buruk bagi Barca di Coliseum. Pada menit ke-67, sundulan bek Getafe itu memanfaatkan sepak pojok gagal dibendung kiper Barca Victor Valdes. Barca sebenarnya menggetarkan gawang Getafe di menit ke-90 melalui Lionel Messi.

Namun, wasit Fernando Teixeira Vitienes menganulirnya karena menganggap gelandang Barca Seydou Keita offside. Padahal, dari tayangan lambat televisi, Keita sebenarnya onside karena bola terobosan memang tidak mengarah kepadanya, melainkan kepada Messi. Bola bahkan sempat membentur kaki pemain Getafe, Michel.  “Kami tidak menyangka bakal kalah karena kami tahu kami seharusnya menang di sini (di kandang Getafe, Red),” kata Valdes di situs resmi klub.

Sepanjang laga, Valdes boleh dibilang tidak bekerja. Dia bahkan tidak melakukan penyelamatan sekalipun sedangkan  kiper Getafe Miguel Moya yang tujuh kali berjibaku menyelamatkan gawangnya.  “Gap dengan Real patut diperhitungkan, kami akan terus berjuang di pertandingan lain,” kata Valdez. (dns/jpnn)

Cina Rebut Empat Gelar

SHANGHAI- Musim ini menjadi tahun fenomenal bagi pasangan ganda putri Cina Wang Xiaoli/Yu Yang.
Penampilan brilian mereka sepanjang musim ini ditutup dengan hasil manis, yakni meraih gelar di turnamen Premier Super Series China Terbuka yang berlangsung di Shanghai, Cina.

Pada pertandingan final, Minggu (27/11), mereka memastikan gelar juara dengan mengalahkan kompatriotnya, Tang Jinhua/Xia Huan, 21-11, 21-10.

Bagi Wang Xiaoli/Yu Yang, gelar juara ini menegaskan dominasi mereka di sektor ganda putri. Mereka secara fenomenal menyapu bersih lima gelar turnamen Premier Super Series dimulai dari Korea Terbuka, All England, Indonesia, Denmark, dan Cina.

Mereka bahkan menambah koleksi gelar juara dari turnamen Super Series, yakni di Perancis dan Hongkong.
Pemain-pemain Cina ini mendominasi dengan meraih empat gelar dari lima nomor pada turnamen Premier Super Series China Terbuka. Satu-satunya gelar yang tidak bisa dikuasai pemain Cina hanya pada nomor ganda putra.
Gelar di ganda putra direbut pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Mereka menjadi yang terbaik setelah di final mengalahkan pasangan Korea Selatan, Ko Sun Hyun/Yoo Yeon Seong dengan angka meyakinkan 21-17, 21-13.
Dominasi Cina sudah bisa terlihat sebelum partai final dimulai. Mereka sudah bisa memastikan tiga gelar karena di tiga nomor, yakni tunggal putri dan putra serta ganda putri, terjadi final sesama pemain Cina.

Di Yuan Shen Gymnasium, Pudong, Shanghai, Minggu (27/11), Cina merebut gelar di nomor tunggal putri, tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran. Adapun gelar ganda putra direbut Denmark.
Wang Yihan tampil sebagai yang terbaik di nomor tunggal putri.

Unggulan kedua ini mengalahkan rekan senegaranya, Wang Xin, yang mundur di set pertama karena cedera dalam kedudukan 18-12.

Di final nomor tunggal putra, All Chinese Final juga tercipta. Lin Dan keluar sebagai pemenang usai menundukkan Chen Long dalam dua set langsung 21-17 dan 26-24.

Nomor ganda putri juga menyajikan duel sesama pasangan Cina. Nomor ini jadi milik Wang Xiaoli/Yu Yang yang menaklukkan Tang Jinhua/Xia Huan dengan skor 21-11 dan 21-10.

Sementara itu, Zhang Nan/Zhao Yunlei meneruskan dominasinya di nomor ganda campuran. Pasangan nomor satu dunia ini mengungguli ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dengan skor 21-11 dan 21-14.
Final nomor ganda putra jadi-satunya final yang tak menghadirkan wakil Cina. Ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, berjaya di nomor ini usai mengalahkan pasangan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, dengan skor 21-17 dan 21-13.(bbs/jpnn)

De Puniet-Espargaro Gabung Aspar

MADRID- Tim Aspar memastikan diri tak akan melewatkan MotoGP musim 2012. Mereka akan mengikuti awal era mesin 1.000cc dengan status CRT (Claim Rules Teams).  Mereka bahkan sudah mengonfirmasi bakal menurunkan dua pembalapnya di musim depan.

Dua pembalap yang berpengalaman di arena MotoGP sudah dipastikan bergabung dengan Aspar. Mereka adalah Randy de Puniet dan Aleix Espargaro.

Tanda tangan dari De Puniet didapat setelah pembalap Prancis itu untuk pertama kali melakukan uji coba pada prototype motor tim pekan lalu di Jerez, Spanyol. Untuk musim depan, Aspar tak lagi memakai mesin Ducati.
Mereka memakai mesin dari pabrikan Italia lainnya, Aprilia. Meski tim belum mengonfirmasi chasis untuk 2012, tampaknya Aspar akan memodifikasi chasis dari Aprilia RSV-4 yang memakai mesin 1.000cc.

Bagi De puniet, masa depan bersama Aspar menghapus teka-teki dalam beberapa pekan terakhir.
Selepas musim 2011, dia memastikan tak akan lagi bersama Pramac Ducati, tim yang diperkuatnya hanya setahun.  “Saya sangat senang bisa kembali bersama Aspar setelah musim 250cc bersama pada 2005. Saya punya memori indah saat itu dan menatap tantangan baru bersama di CRT,” ujar De Puniet seperti dikutip Crash.

Lebih lanjut De Puniet mengungkapkan, dia optimis Aspar memiliki potensi besar untuk bersaing meski nanti hanya memakai status CRT.  “Bidikan musim depan adalah beradaptasi secepat mungkin dan secara bertahap mendekatkan gap dengan tim pabrikan,” terang De Puniet. Sementara, Espargaro juga bukan orang baru di MotoGP. (ady/jpnn)

Perwira Poldasu Tewas Terpanggang

LANGKAT- Seorang perwira polisi di Poldasu, Kompol AF Simanjuntak (56) tewas terbakar di dalam rumah semi permanen miliknya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamean Stabat, Langkat, Minggu (27/11) dinihari. Rumah korban terbakar diduga akibat anti nyamuk.

Peristiwa naas itu diduga bermula dari api anti nyamuk, yang berada di satu kamar menyambar kain. Tiba-tiba api membesar dan menyambar sejumlah perabotan rumah tersebut dan menyambar ke seluruh penjuru rumah.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba dilokasi tak kuasa melihat api yang sudah membesar, alhasil api sulit dipadamkan. “Ketika tim tiba di lokasi, api sudah membesar. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tidak bernyawa lagi. Saat tim berupaya mengeluarkannya dari dalam rumah,” ucap Kapolsek Stabat, AKP Zulkarnain.

Maut menjemputnya, AF Simanjuntak yang sudah terbaring dan bertujuan untuk berobat stroke di Stabat tak bisa diselamatkan oleh kedua putrinya. Korban tak bisa diselamatkan lantaran api, yang bersumber dari kamar korban telah membesar. Akibatnya kedua putrinya itu tak bisa membantu ketika tubuhnya mengalami luka bakar. Kedua putrinya yang mengalami luka bakar itu, Tatar N (27) dan Astika (23) mengalami luka bakar masing-masing di bagian punggung dan luka bakar di tangan kiri saat berusaha menolong AF Simanjuntak yang menderita (stroke).

Dia mengurai berdasarkan kebiasannya, korban yang merupakan mantan Kapolsek Stabat memiliki kebiasaan menggunakan anti nyamuk bakar saat tidur. Kemungkinan, peristiwa kebakaran diduga akibat anti nyamuk dan menyambar bahagian, yang mudah terbakar di sekitar letak anti nyamuk tersebut.

Korban sempat dibawa ke RSU Insani Stabat, sebelum akhirnya dibawa keluarga korban ke satu kediaman putra korban guna disemayamkan.

“Jasad korban dibawa ke kediaman satu putranya yang juga anggota Polres Langkat bertugas di Sat Lantas di sekitaran Stabat,” katanya. (mag-5)

Olahraga Sembari Periksa Kesehatan

Senam Sehat Bersama Sumut Pos

MEDAN- Puluhan warga Marindal mengikuti senam minggu sehat bersama Sumut Pos yang bertempat di Lapangan Sepak Bola Pasar VII Marindal I Jalan Besar Marindal, Minggu (27/11). Sejak pagi, pukul 06.00 WIB, warga yang didominasi kaum hawa ini sudah berkumpul dan terlihat antusias mengikuti senam sehat tersebut.

Kegiatan dibuka dengan senam sehat yang dipandu beberapa instruktur yang tergabung dalam ASIAFI (Asosiasi Senam Instruktruktur Aerobik Fitnes Indonesia). Gerakan senam diawali dengan pemanasan,  inti, cooldown, dan dilanjutkan dengan streching (peregangan).

“Kegiatan senam ini akan terus kita gelar secara berkelanjutan. Selain memberikan pemberitaan yang terbaik buat warga Kota Medan terutama warga Marindal, kita juga mengadakan senam gratis dan ada door prizenya. Sebelumnya kita juga telah menggelar kegiatan serupa di beberapa tempat dan semakin hari, minat warga Kota Medan memang sangat tinggi untuk mengikuti senam sehat ini,” kata Panitia, Adnan C Nainggolan.

Kegiatan senam sehat ini dilanjutkan dengan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Tampukasih Marindal.

Putri, selaku petugas medis mengatakan, senam aerobik dengan gerakan yang enerjik, kreatif, berirama cepat yang mendasarkan gerakannya pada tumpuan kaki, loncat dan gerakan tangan sangat baik untuk kesehatan terutama jika dilakukan secara rutin.

Selain itu, manfaat senam aerobik ini untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menjaga stamina tubuh. Kegiatan ini baik dilakukan pada jam 6 pagi atau jam 5 sore hari. Karena kegiatan olahraga ini tidak memerlukan tempat khusus, bisa dilakukan di rumah maupun di lapangan. Maka senam sehat yang diadakan Sumut Pos ini sangat baik jika dilakukan secara berkelanjutan.

“Senam sehat ini cocok untuk segala umur. Bisa memperlancar peredaran darah. Saya harap, senam sehat ini terus diadakan setiap minggu di Marindal. Pemeriksaan yang kita lakukan seperti tensi darah. Rata-rata tensinya bagus ada yang 120/80 dan lainnya,” ucap Putri seraya mengatakan, per harinya ada sekitar 30 pasien yang memeriksakan diri ke Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Tampukasih Marindal tersebut. (mag-11)

Polisi Selidiki Penebangan Mahoni

SIANTAR – Penebangan lima batang pohon mahoni di sebelah Kantor Camat Tanah Jawa, Simalungun, yang dilakukan tanpa izin berujung kepada persoalan hokum. Hal itu terbukti kasus penebangan pohon illegal diusut Polres Simalungun.
“Sat Reskrim sedang melakukan penyelidikan terhadap penebangan pohon mahoni itu,” sebut Kapolres Simalung AKBP Agus Fazar , Sabtu (26/11).

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, Dewan Daerah Walhi (Wahanan Lingkungan Hidup) Sumut, Oktavianus Sitio mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran dan investigasi terhadap penebangan pohon mahoni di samping kantor Camat Tanah Jawa.

Karena Walhi menaruh curiga dengan modus penebangan. Namun, Camat Tanah Jawa mengatakan, penebangan dilakukan karena ada permohonan masyarakat, yang merasa terancam dengan keberadaan pohon mahoni tersebut.
“Seharusnya yang pertama kali merasa terancam itu pihak kantor Camat Tanah Jawa. Karena pohon mahoni persis disamping kantor mereka. Jadi kita mau mencari tahu, apa benar permohonan warga seperti itu. Yang ditakutkan, permohonan itu direkayasa, ” ungkapnya.

Sedangkan Kadis Kehutanan Simalungun, Jan Wanner Saragih menegaskan, penebangan pohon mahoni itu dilakukan tanpa ada izin dari Dinas Kehutanan Simalungun. Karena yang diberikan Dinas Kehutanan kepada Camat Tanah Jawa, hanya rekomendasi melakukan pemangkasan terhadap pohon mahoni. (cr1)