29 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14325

Baju Dikencingi, Tahanan Dan Polisi Ricuh

BINJAI- Penghuni rumah tahanan sementara Polres Binjai ricuh. Insiden itu disulut oknum petugas penjaga tahanan berinisial Bripka J diduga mengencingi pakaian dan surat Yasin puluhan tahanan di Mapolres Binjai, Selasa (13/12) sekira pukul 20.30 WIB.

Informasi yang diterima Sumut Pos di Mapolres Binjai menyebutkan, malam itu para tahanan seperti biasanya saling bercerita satu sama lain. Mulai bercerita pengalaman hidup hingga soal penderitaan akibat perbuatannya.

Tapi, secara tiba-tiba oknum polisi yang disebut-sebut berinisal Bripka J datang dan mengumpulkan pakaian puluhan para tahanan itu. Lantas, pakaian yang sudah dikumpulkan dibawa ke sebuah ruangan. Ternyata, pakaian para tahanan itu sudah berbau kencing atau air seni.

Spontan, mayoritas tahanan yang beragama Islam berang. Sebab, dalam pakian yang dikumpulkan itu diketahui ada buku surat Yasin dan peci atau lobe yang digunakan tahanan untuk melaksanakan salat.

Merasa dihina, para tahanan muslim ribut dan menggoyang jeruji besi. Mendengar adanya itu, petugas Provos yang berjaga malam itu langsung mengambil sikap. Langsung menyampaikan Provos Polres Binjai langsung mengembangkan kasusnya dan mencari Bripka J untuk diperiksa.

Sedangkan tahanan di Polres Binjai yang ada di Polres Binjai langsung dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Binjai, di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat. Kebijakan itu diambil dikarenakan kondisi di Mapolres Binjai memanas.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon saat dikonfirmasi via Handphone terkait masalah tersebut langsung membantahnya. “Tidak benar pak, saya masih dalam perjalanan dari Poldasu menuju Polres Binjai,” jawabnya via SMS.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ronni Bonic yang  juga dikonfirmasi via Hp terkait masalah tersebut enggan mengangkat selulernya. Bahkan, ketika di SMS, AKP Ronni Bonic enggan menjawab hingga berita ini dibuat. (dan)

Rekayasa Kasus di Polsek Lubuk Pakam

081376092xxx

Yth Bapak Kapolri tindak dengan tegas pelaku rekayasa perkara penangkapan, penahanan, dan penyanderaan pasutri di Polsek Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Penyidik pembantu atas penangkapan dan penahanan, penyanderaan pasutri dalam tuduhan penggelapan mobil ternyata tidak benar. Kemudian direkayasa kembali menjadi penipuan. Terkesan mencari-cari kesalahan untuk melakukan penahanan terhadap pasutri yang saat ini dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan dalam status titipan. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terimakasih.

Sudah Cukup Bukti untuk Penahanan

Kasus itu adalah penggelapan yang sudah dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Deli Serdang. Dari penyidikan itu sudah cukup bukti untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. Dalam kasus ini telah dilakukan penyidikan sesuai prosedur dan dilaksanakan secara profesional sebagaimana instruksi Kapoldasu Bapak Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro. Terimakasih.

AKBP H Wawan Munawar SIK MSi
Kapolres Deli Serdang

Usaha Las Mengganggu Ketertiban

085360033xxx

Yth Bapak Bupati DS, Kadis Lingkungan Hidup DS, Kepala PLN Cabang Denai, Camat P Sei Tuan. Tolong dipertimbangkan usaha las yang ada di Jalan Makmur Gang Sidorame Desa Sambirejo Timur karena selalu mengganggu ketertiban lingkungan dan sudah banyak barang elektronik kami yang rusak. Kami sudah jenuh minta tolong sebelum kami bertindak.

Pastikan Izin Usahanya

Terimakasih atas informasinya, laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Warga yang merasa dirugikan dapat menyampaikan keluhannya ke Muspika setempat untuk dipastikan izin dari usaha las di Jalan Makmur Gang Sidorame Desa Sambirejo Timur tersebut. Bila tidak memiliki izin dapat dilakukan tindakan tegas.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas
Dinas Infokom Deli Serdang

Pisang Barangan Sumut Diminati Singapura

Dinas Pertanian Fasilitasi Petani

Eksportir sayur dan buah mengaku belum bisa memenuhi permintaan ekspor dikarenakan produk tani belum sesuai kebutuhan. Padahal, Sumut masih sangat berpeluang untuk memenuhinya. Satu produk tani yang menjadi incaran dari Sumut yakni pisang barangan.

Hal itu diketahui dalam rapat koordinasi antara eksportir pelaku usaha tani dan Pemprovsu di Kantor Dinas Pertanian Sumut, Rabu (14/12). Dalam rapat itu, Kepala Dinas Pertanian Sumut M Roem menyebutkan, Pemprovsu tetap komitmen untuk melakukan langkah-langkah yang jelas dalam menjangkau para petani.

“Jangkauan itu dimaksudkan agar petani sebagai pelaku usaha tani bisa berhubungan langsung dengan para eksportir,” ucapnya.

Tapi, paparnya untuk memenuhi ekspor hasil tani dari Sumut, Dinas Pertanian mengupayakan pemenuhan infrastruktur yang baik, pemberian bantuan bibit dan peralatan tani serta memberikan fasilitas di bidang pemasaran hasil tani. ”Kami tetap fokus membina petani agar kualitas yang dihasilkan terus meningkat dan bisa diekspor,” tegasnya.

Roem menyebutkan pola pertanian di Kabupaten Karo dan Simalungun terlebih dahulu menjadi fokus sentra produk tani ekspor dan diutamakan komoditi sesuai permintaan Negara tujuan. Karena pada 2014, Indonesai ditargetkan memenuhi kebutuhan sayur dan buah di Singapura sebanyak 30 persen. Namun, untuk menggapai angka tersebut, langkah yang harus diambil adalah mempertahankan produksi secara berkelanjutan, stabilitas harga, pengepakan atau kemasan, promosi, dan mengadakan perjanjian kerjasama.

“Kelompok tani harus dijamin kelangsungan usahanya, namun para eksportir yang juga harus perhatian kepada petani,” kata Roem.

Dia mengungkapkan, di kalangan petani sendiri sering tidak adanya hubungan dan ikatan kerjasama dengan eksportir, maka petani cenderung menjual hasil tani sesuka hati. “Saat harga di pasar lokal naik, tidak mau menjual hasil tani kepada eksportir. Sedangkan saat harga jatuh di pasar lokal, petani malah mencari eksportir,” katanya.  “Sebaiknya, kejadian itu tidak lagi terjadi, sehingga jumlah produk ekspor bisa distabilkan dan berkesinambungan,” tambahnya.
Hal lainnya, Roem menyebutkan beberapa produk yang menjadi unggulan dan diminati Singapura adalah Pisang Barangan. Komoditas tersebut mendapat apresiasi yang cukup luar biasa dari konsumen di Negara itu.

Tapi, saat pisang barangan memiliki bintik hitam di kulitnya, konsumen di Negara itu membuangnya. Sebab, menurut konsumen di negara tersebut pisang tersebut tidak bersih. “Jadi sekarang ini perlu penanganan khusus agar pisang barangan dari Sumut sesuai permintaan,” sebutnya.

Ungkapan itu dibenarkan seorang eksportir yang hadir dalam pertemuan tersebut, Birin. Dia menyampaikan melon dan sawi putih asal Sumut juga masih digemari dan memiliki pasar di Singapura dan Taiwan.
“Memang saat ini Vietnam masih unggul dari pada Indonesia. Tapi, kalau kita semua dari Sumut sepakat, maka persaingan itu bisa diimbangi,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, eksportir, Kadis Pertanian Sumut dan pelaku usaha tani sepakat untuk menghasilkan produk dengan permintaan pasar yang ada. Sehingga produksi yang dihasilkan tidak sia-sia dan memberikan keuntungan bagi petani, pengusaha serta pemerintah. (ril)

Kenapa Tidak Bisa Urus e-KTP?

081381809xxx

Yth Bapak Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Bapak Camat Medan Amplas. Saya warga Jalan Bajak V Ujung Kanal ingin bertanya apa yang baru mengurus KTP dan KK tidak bisa mengurus e-KTP? Karena pegawai kantor Camat Medan Amplas bilang belum bisa diurus. Kepada Sumut Pos tolong diteruskan kepada yang bersangkutan, terima kasih.

Semua Bisa Mengurus

Terimakasih untuk pertanyaannya. Pada prinsipnya, semua penduduk yang sudah masuk dalam data base dapat melakukan pengurusan e-KTP. Untuk itu, kami akan pastikan apa kah data yang bersangkutan sudah tersimpan di data base atau belum.

Emir Mahbob SSTP MAP
Camat Medan Amplas

Langkah Simon Makin Berat

Tontowi/Liliyana Menang

LIU ZHOU-Peluang pebulu tangkis tunggal putra Simon Santoso untuk melaju ke semifinal Super series final 2011 bakal sulit. Dia gagal memanfaatkan kesempatan meraih kemenangan pada pertandingan pembuka grup A setelah takluk atas Peter Gade asal Denmark dengan skor 13-21, 9-21 di Liu Zhou, Tiongkok, kemarin (14/12).

Hasil itu bertolak belakang dengan apa yang ditorehkan oleh Simon atas Gade pada pertemuan sebelumnya di Tiongkok, November lalu.  Permainan Simon dalam ajang berhadiah total USD500 ribu itu memang jauh dari performa terbaiknya.

Kondisi itu terlihat dari statistik pertandingan selama dua game. Simon sempat memberikan perlawanan pada awal-awal game pertama. Sempat memimpin 4-3, pebulu tangksi Pelatnas PBSI Cipayung itu akhirnya tak mampu membendung kedigdayaan Gade setelah skor berubah 4-5. Simon terus tertinggal hingga game pertama di tutup dengan 13-21.

Memasuki game kedua, Simon ternyata tak kunjung bangkit. Alih-alih memberikan perlawanan, Simon malah sempat tertinggal dari Gade dengan skor yang cukup telak, 0-10. Ketertinggalan poin yang cukup jauh ini pun membuat pebulu tangkis 26 tahun itu kesulitan untuk mengejar. Akhirnya, Dia  menyerah dengan skor 9-21.

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto yang mendampingi tim ke Tiongkok mengaku jika permainan yang ditunjukkan oleh Simon tak seperti yang diharapkan oleh tim. Dia menyebut jika permainan anak asuhnya tersebut sulit berkembang.
“Bola-bola yang diberikan Gade cukup sulit bagi Simon. Dia juga kelihatannya masih capek karena semalam (selasa (13/12), Red) baru sampai,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos), kemarin malam.
Hasil ini pun membuat Simon harus berjuang ekstra keras agar lolos ke semifinal dan membuktikan bahwa dirinya layak diharapkan sebagai pengganti Taufik Hidayat. Hari ini, dia harus menghadapi pebulu tangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei asal Malaysia, dan besok (16/12) langsung bersua dengan Sho Sasaki yang secara permainan masih di bawah Simon.

Pada pertandingan lainnya, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu membuka asa menuju partai puncak. Di pertandingan pertamanya, mereka sukses menundukkan wakil dari Inggris Raya Robert Blair/Gabriella White 21-10 21-12.

Kemenangan tersebut membuat pasangan berperingkat empat dunia itu bisa mengumpulkan poin kemenangan dengan bagus. Sebab, melihat ketatnya persaingan di grup A ini bukan tidak mungkin penentuan lolos ke semifinal bakal ditentukan melalui poin kemanangan yang didapat. “Permainan mereka bagus dan lawan  juga terlihat tidak bisa keluar dari tekanan. Besok anak-anak harus tampil lebih bagus lagi, baik di tunggal maupun ganda,” tuturnya.(aam/jpnn)

Jajal Dua Petinju Inggris Sebelum Pensiun

MUNICH – Juara dunia tinju kelas berat Vitali Klitschko sudah mulai membicarakan hari pensiun. Pemegang sabuk juar versi WBC itu dengan tegas menyatakan bakal pensiun pada 2012. Tapi, sebelum memasuki masa istirahat, dia ingin berhadapan dengan dua petinju dari Inggris Raya.

Satu pertarungan dengan petinju Inggris sudah dipastikan. Bukan dengan David Haye yang selama ini berkoar ingin kembali menjadi juara dunia sekaligus mengalahkan Kltischko bersaudara. Vitali memilih duel melawan Dereck Chisora yang sudah ditentukan tanggal dan tempatnya, yaitu di Olympiahalle, Munich, Jerman pada 18 Februari.
Haye harus menanti lebih lama. Namun, kubu Vitali tak keberatan mengabulkan keinginan Haye. Kubu Vitali menyatakan baru bisa melayani Haye pada Juni tahun depan dengan tanggal dan lokasi yang belum ditentukan.
Haye sebenarnya sudah menyatakan pensiun usai ulang tahunnya yang ke-31 pada Oktober lalu. Tapi, jika salah satu dari Klitschko bersaudara ingin bertarung dengannya, dia menyatakan kesanggupan untuk kembali. Tapi, hingga kemarin, kubu Haye belum menandatangani kontrak pertarungan tersebut.

Vitali saat ini sudah berusia 40 tahun. Dia menyatakan akan pensiun setelah melawan Haye. Vitali tak mau mengejar rekor sebagai juara dunia tertua seperti George Foreman atau Bernard Hopkins.

“Para penggemar tinju bisa memutuskan apakah saya masih memiliki pukulan yang cukup atau tidak untuk meneruskan karir profesional. Tapi saya tak akan memecahkan rekor sebagai petinju tertua,” kata Vitali seperti diungkapkannya pada media Jerman Bild.

Adik kandung Vitali, Wladimir Klitschko merampas gelar juara dunia versi WBA yang dimiliki Haye, Juli lalu. Saat itu, Wladimir hanya mampu menang angka. Vitali punya target besar untuk bisa membungkam haye dengan kemenangan KO (knockout). “Haye punya kesempatan menghadapi saya, dia akan mendapatkan kekalahan KO,” tutur Vitali.
Di lain pihak, Chisora sangat senang bisa mendapatkan kesepatan menghadapi Vitali. Sebelumnya, dia menyatakan ingin berhadapan dengan Wladimir. Tapi, kubu Wladimir menolaknya tanpa sempat ada perbincangan lanjutan. “Wladimir tak mau bertarung dengan saya, tapi sekarang saya akan meraih gelar juara dengan mengalahkan kakanya,” ujar Chisora pada Eurosport.

“Saya akan menunjukkan pada Vitali bahwa waktunya sudah lewat dan mengirimnya pada masa pensiun. Ketika adiknya ingin menantang saya, saya akan siap untuk membawa semua sabuk juara ke London,” tambah petinju 27 tahun itu. (ady/jpnn)

Piawai Desain Mobil

Victoria Beckham

Victoria Beckham mendapat pujian ketika berhasil mendesain mobil Evoque Range Rover. Itu membuktikan kalau mantan pentolan Spice Girl itu tak hanya jago mendesain mode atau fashion.

Awalnya memang banyak yang pesimis kalau Victoria Beckham sanggup melakukan tugas ini. Nyatanya, di luar perkiraan, hasil rancangan Victoria Beckham mendapat banyak penghargaan. Ini bukti kalau istri David Beckham ini memang serba bisa dan inilah karyanya Evoque Range Rover. Victoria Beckham memang ditunjuk sebagai konsultan untuk interior Evoque Range Rover. Menurut kabar yang dilansir Contact Music.com, hasil rancangan Victoria Beckham ini ternyata membuat lidah para pengamat otomotif berdecak kagum.

“Awalnya kami mungkin sedikit skeptis tapi hasil rancangan artis yang dulu dikenal sebagai Posh Spice ini ternyata cukup menarik,” ujar editor Top Gear mengomentari hasil karya Victoria. “Car design? A piece of cake for the multi-talented Mrs. Beckham,” lanjut sang editor. Evoque Range Rover sendiri disebut sebagai Car of the Year oleh majalah Top Gear sementara Victoria Beckham disebut sebagai Woman of the Year oleh majalah yang sama.  (net/jpnn)

Keok Lagi, Keok Lagi

Arema VS PSMS

MALANG – Arema mendapatkan poin berharga dalam laga perdananya di kompetisi Indonesian Premier League (IPL). M. Noh Alam Shah dkk ini mampu menaklukkan PSMS Medan 2-1 (1-1) dalam pertandingan di Stadion Gajayana Malang, kemarin sore (14/12).

Tim besutan Milomir Seslija ini sebenarnya ketinggalan gol terlebih dulu sejak menit ke-23 oleh Julio Alcorse. Namun mereka membalik keadaan melalui dua gol strikernya, M. Noh Alam Shah pada menit ke-45, dan TA Musafri pada menit ke-55.

Kejadian menarik terjadi pada menit ke-13. Stopper Arema Gunawan Dwi Cahyo ternyata menggunakan kaus bernomer punggung 24 dengan nama Legimin. Wasit Saripudin lalu meminta Gunawan untuk keluar lapangan untuk mengganti atau membenahi kostum. Dengan keluarnya Gunawan untuk sementara, posisi stopper diisi oleh Esteban Guilen. Sementara Roman Chmelo yang sebelumnya bermain sebagai striker harus turun menggantikan posisi Esteban.

Meski harus bermain dengan sepuluh orang untuk sementara waktu, namun Arema tetap mengungguli penguasaan bola atas PSMS. Bisa dibilang Arema menguasai 80 persen ball possesion. Kiper Arema, Kurnia Meiga pun bisa dibilang “menganggur” sepanjang laga, tanpa ada serangan berarti dari PSMS. Setelah delapan menit membenahi kostum, Gunawan kembali masuk ke lapangan pada menit ke-21.

Keasyikan menyerang rupanya menjadi bumerang bagi Arema. Lewat sebuah skema, striker anyar PSMS Julio Cesar Alcorse mencetak gol lewat heading pada menit ke-23, memanfaatkan umpan crossing Marwin Hanafi. Gol mantan striker tim papan atas Liga Argentina, Boca Junior itu membuat PSMS leading 1-0 atas Arema.

Tertinggal 0-1 membuat Arema semakin mengintensifkan serangan. Lewat dua pemain sayapnya, M Ridhuan di kanan dan Musafri di kiri. Arema patut berterima kasih pada striker berkebangsaan Singapura, Noh Alam Shah yang mampu menyamakan skor di masa injury time babak pertama.

Di babak kedua, Arema tetap mampu mempertahankan ritme permainan dan mengurung pertahanan PSMS, hingga akhirnya terciptalah gol kedua Arema pada menit ke-55 lewat aksi Musafri.

“Kita senang dengan hasil ini. Tapi terus terang, tidak mudah meraih kemenangan atas PSMS. Mereka bermain defensif. Saya beri kredit tersendiri untuk Lopez (pelatih PSMS). Ingat, mereka hanya punya tiga hari persiapan,” ujar Milomir Seslija, pelatih Arema berkebangsaan Bosnia Herzegovina pada sesi jumpa pers.
“Tiga minggu banyak problem di klub. Tapi anak-anak main bagus,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih PSMS Fabio Lopez, dirinya cukup berbesar hati menyikapi kekalahan. “Lawan kita bermain sangat bagus. Hasil ini cukup bagus untuk kita, dengan persiapan mepet kita mampu mencetak satu gol. Satu gol dari satu peluang,” ujar pelatih berkebangsaan Italia itu. (muf/jpnn/ko/jpnn)

Bekali Wisudawan Kiat Sukses

Wakil Ketua DPRD Sumut Orasi Ilmiah di STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Ir H Chaidir Ritonga MM menyampaikan orasi ilmiah pada acara Milad atau Dies Natalis ke-20 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai yang dirangkai wisuda Angkatan XII di Gedung Balai Putri Azzahra Binjai, Rabu (14/12).

Acara ini dihadiri Plt Gubsu diwakili Asisten III Setdaprovsu H Rachmatsyah, Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi, Ketua Yayasan STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai yang pernah menjadi Bupati Madina, H Amru Daulay SH, Ketua STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai Drs H Yundiser MPd, mewakili Koordinator Kopertais IX Sumut Prof P Hasibuan, Muspida Binjai, Ketua MUI Binjai dan undangan lain.

Dalam orasinya, Chaidir membekali lulusan STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai agar sukses menghadapi tiga tantangan bangsa yang kontekstual. ‘’Tantangan pertama kondisi pemerintahan di Indonesia yang diwarnai desentralisasi kebablasan dan demokrasi liberal dimana saat ini pendulum sedang mencari keseimbangan. otonomi daerah disentralisasikan pada gubernur, wali kota dan bupati. Namun gubernur tak memiliki kewenangan memerintah bupati/wali kota sebagai bawahan dan sebaliknya bupati/wali kota tak menganggap gubernurs sebagai atasan,’’ ucapnya.

Untuk itu berkembang keinginan pelaksanaan Pilgubsu 2013 secara tidak langsung yang dapat memangkas biaya dari Rp.496 Milliar menjadi pemilihan tidak langsung yang hanya membutuhkan biaya Rp.100 jutaan. Pilkada tak langsung juga mengurangi potensi konflik. ‘’Prasyarat minimun berkembangnya demokrasi adalah income per kapita minimal 6.000 dolar AS dan pendidikan rata-rata strata-1. Bukan seperti saat ini income per kapita hanya 2.500 dolar AS dan tingkat pendidikan rata-rata SLTP,’’ terangnya.

Tantangan kedua, lanjut Chaidir yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut berupa pasar bebas ASEAN-China Free Trade Area dimana akan semakin menyerbu produk impor termasuk ikan dari luar negeri yang semakin ancam kehidupan masyarakat. ‘’Tantangan ketiga adalah isu lingkungan berupa perubahan iklim ekstrim dan pemanasan global yang berakibat krisis energi, banjir dan masalah lain,’’ kata Chaidir.

Untuk mengatasi beragam tantangan, Wakil Ketua DPRD Sumut ini mengingatkan lulusan STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai untuk terus mengembangkan diri termasuk belajar hingga meraih pendidikan strata-3. ‘’Harus ditingkatkan iman dan taqwa sehingga tercapai kematangan intelektual, kematangan emosional dan kematangan spiritual,’’ lanjut Chaidir.

Ketua Perhimpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Sumut ini juga mengingatkan generasi penerus bangsa untuk belajar dengan tetangga atau orang sukses sehingga mampu mengasah sumber daya yang dimiliki. Ia mencontohkan warga Malaysia yang kini banyak mencapai kemajuan banyak belajar dengan bangsa lain termasuk ke China.

Dalam  Milad atau Dies Natalis ke-20 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai yang dirangkai wisuda Angkatan XII ini turut menyampaikan sambutan dan apresiasi yakni Asisten III Setdaprovsu H Rachmatsyah, Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi, Ketua Yayasan STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai yang pernah menjadi Bupati Madina, H Amru Daulay SH. (*)