31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14341

Pelita Jaya Tantang Persipura

JAKARTA – Persipura berpeluang besar menambah koleksi trofi juaranya. Sebab juara Indonesian Super League (ISL) musim lalu itu akan menjadi tuan rumah semifinal dan final turnamen pramusim Inter Island Cup 2011. “
Dari hasil drawing yang dilakukan di Jakarta, di semifinal Persipura menghadapi Pelita Jaya. Sedangkan Persela Lamongan akan melawan Persisam Samarinda.

Meski akan menghadapi laga berat melawan Persipura Jajang Nurjaman, pelatih Pelita Jaya mengaku tak gentar. “Semua tahu bagaimana kekuatan Persipura, mereka salah satu tim terkuat di Indonesia. Tapi bagaimana pun juga kami siap, karena saya melihat bukan hanya Persipura dua tim lainnya yakni Persisam Samarinda dan Persela juga tim besar. Meski tidak mudah, kami akan memberikan hasil maksimal dan kami siap,” kata Jajang Nurjaman.

Menurut Jajang, talenta luar biasa yang dimiliki Persipura tidak lantas membuat tim ini tidak memiliki celah untuk dimanfaatkan Pelita Jaya. Kendati enggan membeberkan ke publik, Jajang melihat ada beberapa kelemahan Persipura yang akan coba dimanfaatkan pihaknya untuk memaksakan kemenangan di Stadion Mandala nanti. “Kami sadar tidak mudah menghadapi Persipura, apalagi jika mereka bermain di Stadion Mandala. Tapi kami melihat ada beberapa kelemahan Persipura yang bisa kita manfaatkan,” jelas Jajang.

Hasil drawing lain mempertemukan Persela Lamongan kontra Persisam Samarinda. (ali/jpnn)

Masih Tebang Pilih

Operasi Tertib Lalulintas dan Terminal Liar

MEDAN- Penertiban terminal liar yang digelar tim gabungan Polresta Medan, Dishub Medan, Satpol PP dan TNI sempat mendapat perlawanan dari karyawan perusahaan angkutan umum, Senin (21/11). Bahkan, penertiban tersebut dituding tebang pilih, karena tidak semua loket atau pool bus yang beroperasi ditindak.

Seperti saat petugas melakukan penertiban terhadap loket KPUJ Tour di Jalan Sisingamangaraja Medan. Keributan antara karyawan KUPJ Tour dengan petugas tim gabungan terjadi saat petugas membongkar plang KUPJ Tour. Karyawan perusahaan angkutan itu menolak pembongkaran plang tersebut. “Kalau semua ditutup loket-loket ini, di mana lagi kami mau cari makan. Besok kami jadi pencopet dan pencuri saja,” kata para sopir KPUJ Tour. Namun, petugas tetap bersikeras menurunkan plang tersebut.

Kemarahan karyawan KUPJ Tour semakin memuncak ketika tim bergerak dan tak menyentuh loket KUPJ yang bersebelahan dengan KPUJ Tour. “Kalau memang mau ditegakkan keadilan. Seharusnya, seluruh loket di Jalan Sisingamangaraja ini ditertibkan. Kenapa kami ditertibkan, sementara di sebelah kami tidak,” ucap karyawan KUPJ Tour.

“Kalau semua ditertibkan kami tak akan protes, ini namanya pilih kasih. Kenapa tidak merata yang ditertibkan,” ucap karyawan KUPJ Tour lainnya yang kesal dengan razia tersebut.

Menanggapi protes itu, Kabid Lalin Dishub Medan Toga Aruan sempat terpancing emosi. “Kami yang tahu, di titik mana saja kami tertibkan. Lagipula, penertiban ini berlangsung selama 20 hari, jadi tidak semua hari ini kami lakukan, kami punya program,” kata Toga Aruan.

Meski begitu, akhirnya tim menurunkan juga plang KUPJ yang bersebelahan dengan KUPJ Tour, karena kedua loket ini telah melanggar aturan dengan menyalahgunakan izin loket menjadi pool bus tempat menurunkan dan menaikkan penumpang.

Sebelumnya, tim gabungan juga menertibkan pool Paradep Taxi di Jalan Sisingamangaraja Medan. Menurut Kadishub Medan Armansyah Lubis, Paradep Taxi ini sudah menyalahi aturan. Bahkan, izinnya juga sudah mati sejak 2010. “Izinnya sudah mati sejak 2010, memang yang mengeluarkan izinnya adalah provinsi. Itupun bukan izin cari sewa. Mereka mobil rental yang digunakan oleh keluarga, bukan mobil yang mencari sewa dan menjual tiket. Ini sudah menyalahi aturan,” tegas Armansyah.

Menurut Armansyah, pihaknya sudah beberapa kali melakuan peringatan dan sosialisasi bersama Kasatlantas Medan, namun Paradep Taxi tak juga mengindahkan. “Makanya kita tindak langsung, ke depan Kasatlantas sudah menegaskan kalau masih ada armada Paradep Taxi yang beroperasi, akan langsung ditindak di tempat. Tak hanya itu, sesuai SK Wali Kota Medan, Paradep Taxi juga sudah menyalahi aturan. Seharusnya, loket digunakan untuk membeli tiket namun disalahgunakan, loket malah menjadi tempat menaikkan dan menurunkan penumpang,” bebernya.

Pantauan wartawan koran ini di lapangan, saat penertiban tidak ditemukan satu armada pun Paradep Taxi. Namun, tim tetap melakukan penindakan dengan membongkar dua plang Paradep Taxi. Ketika dikonfirmasi terkait izin yang dikantongi Paradep Taxi yang hingga saat ini masih tetap beroperasi, seluruh staf yang ada di Paradep Taxi langsung menolak. “No Comment,” kata stafnya.

Selanjutnya, tim menuju ke loket CV Sartika. Di loket ini yang seharusnya hanya digunakan untuk menjual tiket juga digunakan untuk pool bus, tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Karena menyalahi aturan, tim langsung menindak dengan membongkar plank CV Sartika.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Dishub Medan, Toga Aruan menyebutkan, CV Sartika memiliki izin, namun mereka menyalahgunakan izin loket yang seharusnya hanya untuk tempat menjuual tiket tapi digunakan untuk pool bus.
Mandor CV Sartika Group M Sirait menyatakan, pihaknya mengakui telah menyalahgunakan izin loket. “Kita memang tahu salah, tapi kita sebenarnya tak mau melanggar aturan pemerintah. Izin kita loket ada itu lengkap, tapi memang kita menurunkan dan menaikkan penumpang di sini. Itu karena fasilitas terminal Amplas yang tidak baik,” kata Sirait.

Sementara Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, penertiban ini dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat. “Kita berupaya mewujudkan harapan masyarakat dan keinginan masyarakat setelah kita pertemuan dengan KPUM dan Organda, pihak-pihak tersebut minta bantuan untuk dilakukan operasi, kita back up untuk hal-hal terminal liar, perizinan, dan sebagainya. Begitu juga dengan penertiban becak yang akan dilakukan selama 20 hari. Bulan depan kita akan melakukan pengamanan untuk tahun baru,” papar Tagam sembari menambahkan, kalau untuk sanksi pihaknya akan lakukan secara bertingkat yakni tilang, kemudian sampai penarikan bettor dan kendaraan ke gudang kayu putih.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, harapan pemerintah kota tentu bagaimana keinginan masyarakat agar lalulintas di Medan lebih nyaman. “Harapan kita tentu agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” terang Rahudman.

Selain melakukan penertiban, tim juga menindak langsung dengan menilang armada KUPJ BK 7226 DN, 7798 DN dan 7284 TL angkutan Bayu. Sedangkan armada KUPJ Tour BK No. 7611 DN langsung diangkut ke Rupbasan gudang Kayu Putih.

Sementara, berdasarkan hasil operasi yang digelar di hari pertama, ketiga tim yang dibentuk berhasil melakukan 449 penindakan terhadap pengendara sepeda motor, becak bermotor dan perusahaan angkutan yang menyalahi izin operasi.

Tim I yang melakukan operasi terhadap sepeda motor di sejumlah lokasi berhasil menindak 317 pengendara dan menyita 21 unit sepeda motor, 161 lembar SIM dan 135 lembar STNK. Sedangkan Tim II, melakukan penertiban terminal liar di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, berhasil menurunkan plang perusahaan angkutan Paradep Taxi, KUPJ Tour, KUPJ dengan jumlah penindakkan sebanyak 4 perusahaan angkutan dan menyita satu unit mobil KUPJ Tour dan tiga unit angkutan Bayu.

Untuk tim ketiga, petugas melakukan penertiban terhadap pengendera becak motor di sejumlah tempat di Kota Medan. Petugas melakukan penindakan 132 set dan menyita 41 unit becak bermotor, 35 lembar SIM dan 56 lembar STNK. (adl/gus)

Sepakat Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan Audiensi di Kantor Wali Kota Medan

Wali Kota  Medan Drs H Rahudman Harahap MM dan Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan Freiment FS Aruan SH MH sepakat membentuk Tim Pengawasan Orang Asing. Kesepakatan itu diambil sebagai langkah memonitor seluruh orang asing yang masuk ke Kota Medan, baik sebagai pelajar atau mahasiwa, tenaga kerja maupun wisatawan.

RENCANA tersebut terungkap ketika Wali Kota  menerima kunjungan Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan di  Balai Kota, Senin (22/11). Menurut  Aruan, pembentukan tim  dilakukan untuk menindaklanjuti peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pengawasan orang asing. Ditambah lagi, orang asing  yang ada selama tidak pernah melapor kepada pemerintah setempat yang menjadi tempat domisilinya.

“Dari kesepakatan yang telah dicapai dengan Wali Kota , kita dalam waktu dekat segera membentuk Tim Pengawasan Orang Asingyang masuk ke Kota Medan baik itu pelajar atau mahasiswa, pekerja maupun wisatawan,” katanya.

Dia memaparkan semua program-program pemerintah dalam arti luas baik itu program pemerintah pusat dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah, khususnya Kota Medan. Karenanya, sinergitas pengawasan terhadap orang asing itu dapat ditingkatkan. Termasuk, pemberian perizinan kepada orang asing dapat diberikan dengan baik.
Aruan mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Kantor Kesbang Linmas Kota Medan. Sedangkan Wali Kota  bertindak selaku Pembina atau pelindung dari tim. Imigrasi sangat mengharapkan dukungan penuh dari Wali Kota Medan.

“Mengenai deportasi, pihaknya lebih mengutamakan cara-cara yang lebih soft. Itu dilakukan untuk menjaga iklim investasi yang ada di kota ini,” sebutnya.

Rahudman menyarankan tim yang dibentuk tidak hanya melibatkan Kesbang Linmas saja tetapi Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait lainnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Selain itu melibatkan seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan sehingga hasilnya lebih maksimal.

“Kami sepakat membentuk tim yang akan bekerjasama dengan instansi terkait dan melibatkan perguruan tinggi serta aparat kepolisian. Dengan demikian bisa memonitor seluruh orang Asing yang memasuki kota ini. Apakah sebagai pelajar atau mahasiswa, tenaga kerja maupun wisatawan,” ujarnya didampingi Sekda Medan, Ir Syaiful Bahri, Kadispenda Medan, Kadis Pendidikan dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata serta Kabag Humas Pemko Medan.

Ditambahkannya, tim yang dibentuk nanti akan terkoordinasi dengan baik. Untuk koordinasi teknis menjadi domain Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan. “Pemko Medan mendukung ini, sehingga tidak ada orang asing yang tidak masuk dalam data kependudukan,” ungkapnya seraya menambahkan bagi para mahasiswa asing yang akan menimba ilmu di Kota Medan akan diberi kemudahan namun harus melalui prosedur-prosedur yang berlaku.
Untuk itu dalam waktu singkat ini, Wali Kota  akan segera mengundang pihak perguruan tinggi , Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan serta aparat kepolisian untuk bersama-sama membahas terkait pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing.

Jika ini berhasil, Wali Kota  optimistis Kota Medan akan menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia menmyangkut pengawasan terhadap orang asing. (adl)

Polsek Percut Sei Tuan Takut Sama Preman

087867306xxx

Polsek Percut Sei Tuan takut sama pereman. Pak Kapoldasu kenapa Polsek Percut Sei Tuan tak mampu menangani tindakan peremanisme yang terjadi di kawasan Datok Kabu Deli Serdang? Sebab ada orang yang menempati rumah kami tanpa seizin kami sebagai pemilik rumah yang sah. Rupanya orang tersebut mendapat perlindungan dari pereman setempat untuk tetap dapat tinggal di rumah kami itu. Dulu para pereman itu telah ditangkap karena melakukan teror terhadap saudara kami. Namun para pereman itu cuma ditahan 1 minggu saja oleh Polsek Percut Sei Tuan.

Laporkan Dengan Data Terpercaya

Terimakasih untuk informasinya. Sesuai dengan instruksi Kapoldasu Bapak Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, kita komit untuk memberantas setiap tindakan premanisme seperti halnya pemberantasan narkoba di tengah-tengah masyarakat.
Begitu pun kita sangat mengharapkan kerjasama dari masyarakat untuk memberikan informasi seputar kegiatan premanisme yang meresahkan warga.

Laporan hendaknya disertai bukti terpercaya sehingga dapat kita tindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

AKP Faidir Chan SH
Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan

Launching ISO 9001:2008

SMK TR Sinar Husni dan SMK BM Sinar Husni

Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Rekayasa (TR) Sinar Husni dan SMK Bisnis Manajemen (BM) Sinar Husni menggelar launching ISO 9001:2008 di aula sekolah tersebut, Sabtu (19/11).

LAUNCHING ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Deli Serdang diwakili Sekretaris Dispora Deli Serdang Drs Jaswar MPd dan Kopolres Pelabuhan Belawan diwakili Kasat Binmas AKP Tigor Sianipar dan undangan lainnya.

Dari pihak YP Sinar Husni hadir antara lain Ketua YP Sinar Husni Drs H Arif Husni MPd, Ketua Pembina Yayasan Sinar Husni dr Syoufi Rizal Husni MARS, Ketua STT Sinar Husni Ir H Agus Husni MPd, kepala sekolah, guru dan siswa. Atraksi drum band dan tari mewarnai launching tersebut. ISO 9001:2008 suatu standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. Suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan menghasilkan kualitas yang baik.

‘’Penerapan ISO 9001:2008 ini membutuhkan konsistensi dan komitmen semua pihak dalam melakukan berbagai kegiatan yang didukung oleh fasilitas memadai dan guru yang berkualitas. Tulis yang mau dikerjakan. Tulis yang mau, sedang dan sudah dikerjakan,’’ kata Konsultan ISO 9001:2008 Drs Ganepo Ginting MPd.

Sekretaris Dispora Deli Serdang Drs Jaswar MPd memberikan apresiasi terhadap kiprah keluarga penerus Yayasan Sinar Husni dalam mengembangkan pendidikan di dua SMK Sinar Husni. ‘’ISO ini dapat menghindari overlapping dan cegah perpecahan. Dengan akreditasi sekolah A dan memiliki ISO, 75 persen siswanya dapat memasuki perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan,’’ katanya.

Mengingat pentingnya sekolah memiliki ISO, Jaswar yang pernah menjadi Kepala SMK Negeri Percut Sei Tuan mengungkapkan pada tahun 2012 diharapkan 11 SMK se-Deli Serdang dapat meraih ISO. ‘’Kedepan sesuai dengan rencana strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nantinya semua sekolah di Indonesia dapat meraih ISO,’’ ucap Jaswar.
Setelah dua SMK Sinar Husni meraih ISI 9001:2008, Ketua YP Sinar Husni Drs H Arif Husni MPd berharap SD, SMP, DMA dan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sinar Husni juga secepatnya meraih ISO. Ia berharap lembaga pendidikan yang dikembangkan YP Sinar Husni semakin menghasilkan lulusan berkualitas.
Arif mengatakan, sesuai dengan keinginan pendiri YP Sinar Husni yang menampung siswa tanpa membedakan strata kehidupan masyarakat.
‘’Kita berikan pendidikan berkualitas dengan harga terjangkau. Ini sudah dibuktikan dimana 75 persen siswa di YP Sinar Husni berasal dari keluarga menengah ke bawah namun bisa meraih pendidikan berkualitas,’’ katanya. (*)

Potensi Seru

Manchester United vs Benfica

MANCHESTER-Baru tiga klub yang memastikan tiket lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Mereka adalah Barcelona, AC Milan, dan Real Madrid. Pada matchday kelima, dini hari nanti, ada tujuh klub yang punya peluang menyusul.

Dari grup C, Manchester United hanya butuh seri melawan Benfica, asalkan Otelul Galati mampu mengalahkan Basel untuk lolos ke babak 16 besar. Hanya tim asuhan Sir Alex Ferguson itu tidak akan puas dengan hasil imbang saja.
Ya, klub berjuluk Setan Merah itu akan mengerahkan tenaganya untuk menang. Pasalnya, kemenangan atas Benfica bukan hanya membuat mereka mengunci tiket lolos ke babak 16 besar, tapi juga juara grup.

Hanya, tidak akan mudah bagi mereka mendapatkan tiga angka atas Benfica. Lawannya itu sedang berada dalam kondisi on fire. Selama musim ini mereka belum pernah terkalahkan di semua ajang. Tercatat sudah 20 laga dilewati tanpa kalah.

Ketika menghadapi Benfica pada matchday pertama, United hanya mampu bermain imbang 1-1 (15/9). Benfica juga telah mencatatkan dirinya sebagai tim yang selalu ulet saat menghadapi United. Dalam lima bentrok terakhir United menang tiga kali, seri sekali, dan Benfica menang sekali.

Bukan hanya Benfica saja yang sedang on fire, United juga bermain hebat dalam lima laga terakhir setelah dihajar rival sekotanya Manchester City 6-1 (23/10). Mereka sudah menjalani lima kemenangan beruntun di semua ajang dan selalu cleansheet.

Dihajar enam gol oleh rival sekotanya menjadi pelajaran berharga buat Fergie (sapaan Ferguson).  “Menjaga agar tetap cleansheet adalah bagian penting dari sukses kami dan kami akan lebih memperhatikan pertahanan,” kata Fergie, seperti dikutip Sport24.

Soal pertahanan, kapten Nemanja Vidic yang sudah pulih dari cedera tidak bisa turun dini hari nanti. Penyebabnya, dia masih menjalani skorsing. Itu artinya, Rio Ferdinand akan bekerjasama dengan Jonny Evans di jantung pertahanan.
Masalah lini tengah yang sempat mewarnai pertarungan United pada matchday keempat menantang Otelul Galati (2/11) sudah terselesaikan. Saat ini mereka punya Michael Carrick atau Darren Fletcher. Tidak perlu lagi menarik Wayne Rooney ke tengah.
Michael Carrick tampil hebat melawan Swansea (laga pertamanya sebagai starter di Premier League musim ini). Kembalinya Carrick akan meningkatkan performa di lini tengah dan pemain seperti Ryan Giggs bisa menjadi opsi bagus,” jelas Fergie.
Lawan mereka Benfica memang belum pernah kalah dalam lawatannya di pentas Eropa musim ini, tapi United ngotot untuk juara grup. Itu artinya, harus menang. “Anda selalu ingin berada pada posisi teratas. Pertama tugas kami harus lolos,” kata Fletcher.
Benfica juga menyadari tidak akan mudah untuk mempertahankan rekor tak terkalahkannya musim ini di Old Trafford. “Kami sedang menjalani momen hebat dan ingin melanjutkannya. Tentu tidak akan mudah, tapi peluang ada,” kata Jorge Jesus, pelatih Benfica di situs resmi UEFA.
Senada dengan sang pelatih, striker Benfica Oscar Cardozo menilai ini adalah momentum yang tepat menghadapi tim kuat sekelas United. “Paling tidak kami bisa mengulangi capaian pada pertandingan sebelumnya,” bilang Cardozo. (ham/jpnn)

Optimis Rumah Rp20 Juta Diminati Pemda

JAKARTA- Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) optimis program rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan diminati pemda di seluruh Indonesia. Pasalnya, melalui program rumah murah ini Pemda bisa membantu masyarakat di daerahnya untuk memiliki rumah layak huni dengan harga murah.

“Saat ini animo pemda membangun rumah murah untuk MBR cukup besar. Kami optimis program rumah murah ini bisa diminati seluruh pemda,” ujar Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung dalam keterangan persnya, pekan lalu.

Rumah murah merupakan program direktif presiden yang dilaksanakan  Kemenpera untuk menyediakan tempat tinggal dengan harga terjangkau bagi MBR, yakni sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta. Hanya saja untuk pelaksanaan program ini peran pemda setempat sangat diperlukan. Terutama dalam penyediaan lahan serta kemudahan perizinan.

“Program rumah murah ini telah berjalan dan dilaksanakan pada sejumlah daerah seperti Balikpapan yang dibangun Apersi sebanyak 1.000 unit. Sedangkan pemda yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan rumah murah antara lain Kendari membangun rumah murah untuk PNS yang hanya berjarak 7 km dari Kantor Gubernur serta Kupang, NTT yang juga membangun rumah untuk 700 PNS,” bebernya.

Berdasarkan data BPS saat ini ada sekitar 13,6 juta masyarakat di Indonesia yang belum memiliki rumah. Hal itu, terang Pangihutan, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta serta masyarakat luas. (esy/jpnn)

F-Demokrat Adukan Muslim ke BKD

MEDAN- Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan segera melaporkan Penasihat Fraksi PKS DPRD Kota Medan Muslim Maksum ke Badan Kehormatan Dewan (BKD). Dilaporkannya Muslim ke BKD karena dinilai telah melanggar kode etik anggota dewan dengan menyebut Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin sebagai pimpinan dewan bodoh.

“Dalam waktu dekat, Fraksi Demokrat akan melaporkan tindakan Muslim Maksum secra tertulis ke BKD. Sikap ini kita ambil karena Muslim telah menyebut pimpinan dewan bodoh. Seharusnya kan tidak demikian, masih banyak kata-kata yang lebih santun lagi,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Herri Zulkarnain Hutajulu di Gedung Dewan, Senin (21/11).

Menurut Herri, perkataan bodoh yang disebutkan Muslim tersebut bukan terhadap pimpinan dari perwakilan fraksi Partai Demokrat saja. Namun, pimpinan dewan itu terdiri dari empat kader fraksi partai besar di DPRD Medan. Karenanya, dia meninta agar Badan Kehormatan segera memproses Muslim Maksum karena telah melanggar kode etik dalam rapat Paripurna. Dengan begitu, pihaknya meminta tindakan seperti itu tidak terulang kembali.

Selain itu, Herri juga meminta BKD bersikap tegas dalam hal ini. Demikian juga dengan Ketua Fraksi PKS agar menindaklanjuti sikap Muslim Maksum tersebut. “Ketua Fraksi PKS juga kita minta untuk menindaklanjutinya. Ke depannya, kita berharap dalam paripurna semua mengikuti kode etik,” ungkapnya.

Menyikapi adanya wacana agar ketua DPRD Medan diganti, menurut Heri, hal itu bukan urusan fraksi lain. Pergantian kader yang layak menduduki posisi Ketua DPRD Medan merupakan hak dari Fraksi Demokrat. “Itu hak internal Fraksi Demokrat dan bagi kita, Amiruddin lah kader Demokrat yang terbaik untuk memimpin DPRD Medan. Dialah yang paling layak,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Medan Amiruddin juga meminta Fraksi PKS mengevaluasi Muslim Maksum yang menurutnya hanya mencari popularitas. “Muslim hanya mencari popularitas, secara tidak populer. Sudah terlihat dari pembentukan Pansus PSB. Terbukti dari setiap Fraksi tidak serius menanganinya, kenapa hanya dua fraksi saja yang serius, sedangkan fraksi lain tidak serius,” jelas Amiruddin.

Ketika disinggung, kapan dilakukan rapat paripurna pembentukan Pansus PSB? Menurut Amiruddin, menunggu rekomendasi dari Wali Kota Medan Rahudman Harahap. “Rekomendasi sudah saya antar ke Wali Kota Medan sebelum rapat Paripurna Pembentukan Pansus PSB, Kamis (17/11) lalu,” jelasnya.

Amiruddin juga meminta kepada anggot dewan lainnya agar dirinya tidak dijaidkan kambing hitam. “Sebenarnya yang bermain adalah mereka. Ini hanya mainan orang-orang ini saja. Wewenang ada pada Wali Kota untuk mengambil tindakan terhadap Kadis Pendidikan Medan. Pansus jangan dibawa keranah politis, karena dewan sebagai pengawas. Masih ada tugas dewan yang lebih besar lagi, yakni pengesahan RAPBD 2012, jadi bukan Pansus PSB yang dikedepankan. Anggota dewan harus memetingkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Mengenai tudingan bodoh yang disampaikan Muslim kepadanya, Amiruddin malah membalikkan tudingan tersebut kepada Muslim. “Muslim lah yang bodoh,” tegasnya.

Sementara, Muslim Maksum mengaku siap jika dilaporkan ke BKD. Malah, Muslim juga mengancam akan melaporkan Ketua DPRD Medan ke Badan Kehormatan karena tidak mampu memimpin persidangan. “Silahkan saja melapor, kita siap. Karena itu hak mereka. Mana buktinya saya membuat citra DPRD Medan tidak bagus. Saya juga akan melaporkan Amiruddin ke BKD karena tak mampu memimpi rapat,” jelasnya.

Diketahui, hampir tiga tahun berjalan kode etik dewan belum juga disahkan DPRD Medan. Akibatnya, berbagai prilaku buruk anggota dewan yang kerap terjadi akhir-akhir ini tidak bisa ditindak Badan Kehormatan Dewan (BKD).

Sementara anggota BKD Zul Murado Slawat Siregar mengatakan, sampai sekarang tidak ada lagi kendala pengesahan kode etik dewan. Karenanya, BKD sudah menyampaikan akan segera memparipurnakannya untuk pengesahan, namun ternyata sampai sekarang belum juga dilakukan tanpa ada penjelasan pasti dari pimpinan DPRD.

“Sebelumnya, kendala pengesahan adalah soal tanggapan dari masing-masing fraksi, namun setelah konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ternyata tidak perlu. Jadi, seharusnya tidak ada alasan bagi pimpinan untuk menunda-nunda terlebih lagi akhir-akhir ini, tingkat kedisplinan dewan terus mengendur,” bebernya.

Akibatnya, lanjut dia, dapat dilihat kondisinya beberapa bulan terakhir. Pertengkaran antara anggota dewan dengan pimpinan kerap terjadi tanpa ada penyelesaian pasti di dalam lembaga ini. Sebelumnya, Sekretaris Komisi A DPRD Medan dari Fraksi Demokrat Burhanuddin Sitepu pernah terlibat pertengkaran dengan Ketua DPRD Medan Amiruddin yang juga berasal dari Fraksi Demokrat karena jadwal rapat.

Baru-baru ini, sidang paripurna DPRD juga berlangsung ricuh, bahkan nyaris terjadi adu jotos antara Ketua DPRD Medan Amiruddin dan Penasihat Fraksi PKS Muslim Maksum. Kejadian ini menambah daftar terjadinya kericuhan antara sesama anggota dewan dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan.(adl)

UU Tabungan Perumahan Berlaku 2013

JAKARTA- Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan, sudah akan diberlakukan secara nasional pada tahun 2013 mendatang. Tabungan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki simpanan uang agar bisa membeli rumah yang dibutuhkan.

“Dengan semakin mudahnya masyarakat bisa membeli rumah, otomatis ini akan menggairahkan investasi sektor properti di Tanah Air,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Sri Hartoyo akhir pekan lalu. Saat ini Kemenpera sedang menyiapkan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan tersebut. Draft tersebut, menurut Sri, nantinya akan masuk pada program legislasi nasional (Prolegnas) pada tahun 2012 sehingga bisa segera dibahas oleh DPR bersama dengan pemerintah. Adanya UU Tabungan Perumahan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menabung, khususnya untuk program perumahan.

“Sebab, saat ini kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan kenaikan jumlah penduduk di Indonesia,” katanya.

Selain itu, imbuh Sri, dengan memiliki tabungan yang dikhususkan untuk bidang perumahan maka pemerintah secara tidak langsung akan menghemat APBN. Uang yang terkumpul nantinya juga bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang dan bergulir sehingga masalah pembiayaan perumahan yang sering dihadapi oleh masyarakat bisa segera teratasi. “UU Tabungan Perumahan nantinya akan mendorong setiap orang yang memiliki batas kemampuan tertentu untuk menabung,” ungkapnya.

Dengan begitu diharapkan hal itu dapat membantu masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga yang terjangkau. Dalam draft RUU yang ada saat ini juga dimasukkan asas gotong royong dimana masyarakat yang mampu nantinya bisa membantu masyarakat yang kurang mampu melalui tabungan yang dimiliki.

“Kita berharap ini akan menjadi pendorong agar masyarakat secara nasional bisa saling membantu mewujudkan rumah tinggal bagi seseorang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia), Eddy Ganefo mengungkapkan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap rencana Kemenpera yang telah menyiapkan draft RUU Tabungan Perumahan tersebut. “Dari sisi pengembang dengan adanya tabungan perumahan juga bisa menggairahkan sektor pembangunan perumahan di Indonesia,” tegasnya.

Dengan tabungan perumahan, pemerintah juga sudah mendidik masyarakat untuk terbiasa menabung serta menggairahkan sektor pembangunan perumahan. Tentunya sikap mental masyarakat untuk terus menabung itulah yang perlu lebih di tingkatkan. Dia menuturkan, dengan memiliki tabungan perumahan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah akan semakin besar.   “Sebab mereka secara rutin akan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sehingga dapat digunakan untuk menjadi uang muka untuk membeli rumah,” cetusnya.

Apabila suatu saat terkumpul dalam jumlah besar, maka pemilik bisa langsung memanfaatkan uang tabungan tersebut.(wir/jpnn)

Efektif Berlaku Januari 2012

Siswa Dilarang Bawa Mobil ke Sekolah

MEDAN- Mulai Januari 2012, para siswa dilarang membawa mobil ke sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalulintas di lingkungan sekolah. Pasalnya selama ini, para siswa yang membawa mobil, memarkirkan mobilnya di pinggir badan jalan tak jauh dari sekolahnya, sehingga mengakibatkan kemacetan lalulintas di sekitar sekolah tersebut.

“Surat edaran itu (larangan membawa mobil ke sekolah, Red) akan segera kita kirim ke masing-masing sekolah. Dan akan efektif diberlakukan Januari nanti,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap, kemarin.

Dijelaskannya, saat ini Pemko Medan juga masih melakukan proses eksaminasi terhadap surat edaran Wali Kota Medan terkait larangan siswa membawa kendaraan pribadinya ke sekolah, melalui bagian Hukum. Dimana Eksaminasi adalah kegiatan yang bertujuann mengetahui sejauh mana pertimbangan hukum, apakah telah sesuai dengan prinsip-prinsip hukum agar tidak bertentangan dengan aturan.

Sebelumnya, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri juga menyebutkan kalau surat edaran tersebut akan diserahkan ke sekolah-sekolah setelah ditandatangani Wali Kota Medan. “Bila sudah ditandatangani Pak Wali akan segera diedarkan. Saat ini sedang dilakukan eksaminasi oleh Bagian Hukum agar surat edaran itu tidak bertentangan dengan aturan kewenangan,” jelas Syaiful.

Sementara sebelumnya, sejumlah kepala sekolah di Kota Medan menyambut baik kebijaka Pemko Medan melarang siswa membawa mobil ke sekolah. Seperti Kepala Sekolah Methodist II Pdt Paulus Subyanto STh yang mengatakan, kebijakan itu tentunya tidak hanya sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan, melainkan juga untuk membentuk pendidikan karakter kepada siswa.

“Kebijakan itu menurut saya sangat tepat. Kami sangat mendukung. Karena memang kita akui, siswa yang membawa mobil ke sekolah tentu saja mengambil lokasi parkir di depan sekolah dan berdampak terhadap kemacetan namun yang terpenting kebijakan ini juga membentuk pendidikan karakter kepada siswa, sehingga tidak ada siswa yang anggar kekayaan di sekolah,” terangnya.

Selama ini, kata Paulus, dengan adanya beberapa siswa yang membawa mobil ke sekolah, tentunya secara psikologis tidak baik untuk kehidupan sosial di sekolah. Menurutnya, tentu siswa yang membawa mobil itu akan merasa lebih kaya dibanding temannya. Namun, kalau ada kebijakan pelarangan membawa mobil ke sekolah tentu saja itu akan mewujudkan keadilan bagi seluruh siswa.

“Makanya kami sangat mendukung. Sebab hingga sekarang memang masih ada siswa yang membawa mobil ke sekolah namun yang lebih banyak itu siswa yang diantar dan dijemput orangtuanya, siswa yang membawa sepeda motor dan siswa yang naik bus yang dikelola oleh pihak swasta,” terangya.(adl)