29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14342

Anugerah Juara Umum Setelah Berburu di Lima Kecamatan

Safari Wisata Buru Bupati Madina Cup 2011 Catatkan Hasil Buruan Terberat dan Terbanyak

MEDAN-Klub Anugerah Shooting Hunter Club Medan sukses meraih gelar juara umum pada gelaran Safari Wisata Buru 2011 Bupati Madina Cup, yang berlangsung di kawasan hutan Kabupaten Mandailing Natal 7 sampai 11 Desember 2011. Selain itu, even kali ini berhasil mencapai hasil buruan terberat dan terbanyak sepanjang lima tahun terakhir ini, yaitu seberat 13.796, 8 kg dengan total 336 ekor.

Sukses yang kembali diraih ini, setelah di pertengahan tahun 2011 ini juga merebut juara umum di kejuaraan Kapoldasu CUP 2011, dipastikan setelah klub Anugerah berhasil meraih hasil buruan babi hutan terbanyak, yakni 137 ekor dengan total berat 5,358 kg.

Seperti pada gelaran sebelumnya, tahun ini pelaksanaan Safari Wisata Buru memperebutkan Bupati Madina CUP dan satu unit Yamaha Mio ini juga dirangkai dengan kegiatan bakti sosial dan memberikan sumbangan berupa enam ton beras kepada masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar areal perburuan.

Bupati Madina HM Hidayat saat acara penutupan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Madina menyatakan salut atas konsistensi Perbakin Sumut yang secara berkesinambungan menggelar even berburu ini.

“Mudah-mudahan, ke depan kerjasama antara pemerintah setempat dengan Perbakin Sumut dapat semakin erat lagi sehingga selain membantu petani membasmi hama babi juga dapat meningkatkan prestasi atlet,” kata Bupati.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui  Kasat Brimob Kombes Pol Drs Setio Budi SH MHum mengatakan, peserta yang berhasil meraih juara agar tidak cepat puas dengan yang dicapai. Menurut Setio, yang terpenting bukanlah menang atau kalah, namun  berguna bagi masyarakat dan atlet itu sendiri.

“Event berburu ini harus ditingkatkan lagi penyelenggaraannya, karena memang terbukti bermanfaat bagi warga dan petani,” kata Setio sebelum menutup gelaran berburu secara resmi.

Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan pelaksanaan Safari Wisata Buru kali ini.

“Jumlah buruan pada even kali ini adalah yang terbanyak dalam lima tahun terakhir ini. Hal ini menunjukkan hama babi semakin banyak, jadi memang pantas untuk diberantas,” ungkap Doddy.

Even Safari Wisata Buru Bupati Madina Cup 2011 sendiri merupakan event penutup di tahun 2011 ini. Kejuaraan diikuti petembak di Sumatera Utara yang sebelumnya berburu di lima kecamatan di Madina, yaitu  Singkuang, Tabuyung, Natal, Trans Sinunukan, dan Simpang Gambir. (jun)

Tim Unggulan Pool B Raih Kemenangan

MEDAN-Tim unggulan Pool B berhasil meraih kemenangan pada petandingan hari kedua Futsal Liga Media III/2011 di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan Sunggal, Minggu (11/12). Hari kedua even ini hanya mampertandingkan dua pertandingan, khusus di Pool B.

Pada petandingan pertama, Waspada Putih berhasil mengalahkan Sinar Indonesia Baru (SIB) dengan skor 10-1. Gol Waspada Putih dicetak oleh Rudi Arman (3 gol) dan masing-masing satu gol dari Syafri Juanda, Dedi Riono, Thariq, Edward Thahir, Hamzah serta dan Budi Siregar. Gol Balasan SIB dicetak oleh Rolan.

Pada pertandingan  kedua, Medan Pos berhasil meraih kemenangan dari Mandiri dengan skor 14-2. Gol Medan Pos dicetak oleh M Syamsir (4 gol), Maju Manalu (3 gol), Khairul Muslim (2 gol), Iwan (2 gol), Anda Tanjung (2 gol) dan satu gol dai Ariadi. Gol balasan Mandiri dicetak oleh Adi dan Alian.

Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Penggabean didampingi Wakil Ketua SIWO PWI Sumut Jhonny R Silalahi mengatakan, pihaknya cukup puas dengan pelaksanaan even yang telah memasuki hari kedua tersebut. “Selain merupakan seleksi untuk Porwanas 2013, even ini juga untuk meningkatkan silaturahmi antara sesama wartawan,” ujar Hamonangan Panggabean.

Sementara itu, Ketua Panitia Ir Halomoan Samosir mengatakan, hingga hari kedua, even ini berjalan dengan lancer tanpa halangan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung even ini seperti KONI Sumut dan KONI Medan, serta sponsor sepeti Honda, Bank Sumut dan Djarum.

Halomoan menambahkan, untuk juara pertama akan mendapatkan Piala Bergilir Gubsu ditambah piala tetap, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Juara kedua memperoleh piala tetap, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Juara ketiga meraih piala tetap, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta.

Sedangkan, untuk juara keempat akan memperoleh piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta. Pemain terbaik memperoleh Piala Honda dan uang sebesar Rp 500 ribu, serta tim fair play akan memperoleh Piala Bank Sumut dan uang sebesar Rp 500 ribu. (ari)

Lapak Pedagang Segera Dipagari

Pasca Eksekusi Lahan Pasar Simpang Limun

MEDAN- Setelah eksekusi yang dilakukan PN Medan atas putusan MA yang tertuang dalam Nomor 609K/PDT/2010 tertanggal 31 Agustus 2011 terhadap tergugat Liat Barus, PT Inatex selaku penggugat akan membangun pagar pembatas di lahan tersebut.

Hal itu dilakukan karena dalam putusan MA jelas dinyatakan harus dilakukannya pengosongan, pembongkaran lapak yang menghadap PT Inatex dan ditutup secara permanen di atas tanah pembatas PT Inatex dengan lainnya.
“Karena eksekusi PN Medan akan berkahir, Senin (12/12). Sekarang kita sedang lakukan penembokan dengan membangun pagar pembatas,” kata kuasa hukum PT Inatex, Irfan Harahap kepada Sumut Pos Minggu (11/12) melalui telepon selulernya.

Dikatakannya, kerugian yang diderita PT Inatex karena penggunaan lahannya oleh Liat Barus cs dengan menyewakan 13 lapak tersebut kepada para pedagang ikan Pasar Tradisional Simpang Limun Medan sangat besar.

“13 lapak itu disewakan kepada pedagang oleh Liat Barus cs. Padahal, lapak itu merupakan tanah PT Inatex yang dinding pembatasnya dijebol. Jelas, PT Inatex merasa dirugikan dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujarnya.
Dengan begitu, lanjutnya, PT Inatex akan menuntut ganti rugi sebesar Rp318.500.000 kepada pihak tergugat. “Ganti rugi itu tertuang dalam putusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan kami atas 13 lapak yang disewakan kepada pedagang oleh tergugat,” ucapnya lagi.

Dijelaskanya, sebelum menjadi pasar tradisional, lokasi tersebut merupakan bekas pabrik tekstil. Sebelumnya, ada tiga pabrik tekstil terbesar di Sumut. Salah satunya PT Inatex. Namun, perusahaan tersebut bangkrut karena kalah bersaing dengan perusahaan lain.

“Oleh orangtua Direktur PT Inatex, Lusiana Nadeak, mengubahnya menjadi pasar tradisional atas saran Brigjen TNI LR Munthe dengan perjanjian pembagian 20 persen keuntungan untuknya. Namun, dari perjanjian tersebut membuatnya ingin menguasainya semua. Sehingga, orang tua Lusiana ditipu hingga prosesnya berjalan di Pengadilan selama 47 tahun sampai sekarang,” beber pria bertubuh gemuk ini mengakhiri perbincangan.(adl)

Harga Tiket KA Bakal Naik 20 Persen

Jelang Natal dan Tahun Baru 2012

MEDAN- Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, diperkirakan harga tiket kereta api bakal naik 10 hingga 20 persen. Kenaikan harga tiket tersebut disebabkan bakal melonjaknya calon penumpang yang menggunakan jasa kereta api pada hari H Natal dan Tahun Baru.

“Sampai saat ini harga tiket kereta api belum mengalami kenaikan. Kalau pun pada hari H tiket naik, itupun hanya berkisar 10 hingga 20 persen dan itu masih wajar-wajar saja menjelang hari besar keagamaan,” kata Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut Hasri, Sabtu (10/12) pagi.

Hasri juga mengimbau kepada calon penumpang agar membeli tiket langsung ke loket di stasiun KA agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Untuk calon penumpang, hendaklah membeli tiket di loket stasiun KA masing-masing. Ini untuk mengantisipasi para calo, semua Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) juga disiagakan,” sebutnya.

Menurut Hasri, menyambut Hari Natal dan Tahun Baru, PT KAI Sumut melakukan persiapan termasuk keamanan dan kenyamanan dari calon penumpang, baik yang akan berangkat maupun yang tiba.

“Kita sedang membahas mengenai persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Namun, semua persiapan sudah kita lakukan dan tinggal menunggu langkah selanjutnya dimana kita ingin calon penumpang baik yang tiba atau yang berangkat dari stasiun-stasiun KA yang ada di Sumut termasuk di Stasiun KA Medan bisa merasa nyaman. Masalah keamanan, PT KAI Sumut juga berkoordinasi dengan Pihak Polri, TNI, Dishub dan lain-lainnya,” kata Hasri.

Hal senada juga diucapkan Wakil Kepala Stasiun KA Medan, ST Hutabarat. Menurutnya, persiapan tetap dilakukan di saat hari-hari kebesaran dan hari libur nasional. “Semua persiapan kita lakukan jelan hari-hari raya kebesaran keagamaan termasuk itu Natal dan saat Tahun Baru nanti. Biasanya itu sejalan, karena Natal dan Tahun Baru berdekatan. Masalah keamanan tetap kita koordinasikan dengan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan Polsuska. Lagi pula, petugas keamanan didalam stasiun tetap ada selalu,” tuturnya.(jon)

Rp500 Juta Lagi untuk Ternak Babi

DPRD Kota Medan mendukung penertiban ternak kaki empat sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 23 tahun 2009. Namun begitu, Pemko Medan diminta tetap memberikan perlindungan terhadap peternak dengan memberikan ganti rugi atas ternak yang direlokasi dann peternak juga harus bisa mengalihkan ternaknya menjadi ternak lele atau itik.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Parlaungan Simangunsong kepada wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Menyikapi penertiban ternak kaki empat yang dilakukan Pemko Medan saat ini, apakah DPRD Kota Medan mendukung?
Kita (DPRD Medan, Red) jelas mendukung penertiban babi. Buktinya, kita menyetujui anggaran penertiban ternak babi sebesar Rp500 juta di APBD 2012. Jadi, peternak babi harus bisa mengalihkan usahanya ke usaha lain.

Maksudnya?
Ya, bisa saja peternak babi itu mengalihkan usahanya ke ternak itik atau ikan lele yang sudah disediakan Pemko Medan. Untuk jumlahnya, juga sudah dibahas dan disyahkan dalam rapat paripurna kemarin. Jadi, untuk jumlah ternak itik akan diberikan 50 ekor per kepala keluarga (KK) dan untuk lele akan diberikan ribuan ekor per kepala keluarga secara cuma-cuma oleh Pemko Medan.

Bagaimana dengan lokasi relokasi ternak babi itu?
Nah, ini dia sebenarnya menjadi persoalan. Karena hewan ternak babi juga diperuntukan untuk acara adat, khususnya suku Batak, pemko juga harus memikirkan dan mencari lahan yang mudah untuk para peternak babi, seperti di pingir laut. Karena kalau di lokasi lain, takutnya lingkungan akan tercemar. Jangan sampai untuk daging babi yang dibutuhkan untuk adat harus import dari negara tetangga.

Bagaimana rencana pemko menggandeng investor untuk relokasi ternak babi ini?
Kita berharap, investor bisa melakukan perubahan dengan melakukan pembangunan terhadap insfratruktur ternak babi sesuai dengan lahan yang ada. Jadi, Pemko Medan yang sediakan lahan, investor menyediakan kandang untuk menampung kotoran babi agar tidak terjadi pencemaran. Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup harus menyediakan tangki untuk menampung kotoran ternak babi tersebut.(*)

Jalan Santai Bersama Teh Pucuk Harum

MEDAN-Teh Pucuk Harum turut mensponsori kegiatan even yang berlangsung di Medan. Baik hiburan, berupa konser musik yang diikuti oleh para pemusik-pemusik muda kota Medan hingga kegiatan olahraga yang berlangsung di Jalan Bunga Asoka Medan.

Acara puncak yang berlangsung Sabtu (10/12) kemarin Teh Pucuk Harum kembali menjadi sponsori kegiatan jalan santai di depan Masjid Raya Lapangan Sri Deli Medan.

Antusia masyarakat terhadap minuman segar ini begitu tinggi. Para pengunjung dimanjakan dengan minuman teh segar alami yang terbuat dari pucuk daun teh pilihan yang merupakan produk unggulan dari PT Mayora Indah Tbk.”Hmmm segar banget dan alami rasa Teh Pucuk Harum ini,” aku Mirna, seorang pengunjung Teh Pucuk Harum usai mengikuti kegiatan jalan santai. (omi)

Bersepeda Keliling Indonesia, Dukung Antisipasi Global Warming

Kelaparan di Pontianak, 4 Kali Alami Kecelakaan

Kepedulian terhadap global warming (pemanasan global) ditunjukkan anggota Gerakan Alumni BMX Indonesia (Gabi) Sumatera Utara M Nasir Piliang dengan mengendarai sepeda mengelilingi Indonesia. Dia rela menghabiskan waktu selama 21 bulan untuk menuntaskan misinya tersebut. Seperti apa?

Jumat (9/12) malam, sekira pukul 21. 30 WIB M Nasir Piliang ditemani ketua Gabi Sumut, Adnan, dia menyempatkan diri berkunjung ke kantor redaksi Sumut Pos di Graha Pena Medan, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5, Medan Amplas. Banyak kisah yang diungkapkannya selama kunjungannya tersebut.

“Saya merasa puas dan senang, karena dapat mendukung program penurunan pemanasan global dengan menaiki sepeda dari Sabang sampai Merauke dan dapat kembali dengan selamat di Medan,” kata Nasir membuka cerita.
Menurut Nasir, dia memulai perjalanannya mengelilingi Indonesia pertama kali dilakukan saat acara peringatan hari tanpa kendaraan (car free day) di Kota Medan, 7 Maret 2010 lalu. Saat itu dia dilepas pengurus Gabi Sumut menuju Aceh. Selama satu minggu melakukan perjalanan dari Aceh, dia kembali lagi ke Medan. Selanjutnya, dia kemabali diberangkatkan dari Medan.

Selama dalam perjalanan, Nasir membawa bekal tiga pasang pakaian, 13 pasang sepatu dan satu unit ponsel. Selain itu, dia juga memasang dua bendera di sepedanya yakni Bendera Merah Putih dan Bendera Gebi Sumut. Selama tiga bulan melakukan perjalan, ponselnya hilang sehingga dia sempat kehilangan kontak dengan pengurus Gabi Sumut.

Setiap hari, Nasir melakukan perjalan mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Selama melakukan perjalanan, dia kerap singgah di kantor-kantor instansi dan Mapolsek maupun Mapolres di daerah yang dia kunjungi.
Nah, dalam perjalanan menunaikan misinya mengelilingi 33 provinsi di Tanah Air itu, sangat banyak suka dan duka yang dialami pria kelahiran 1987 ini. Ada yang merespon misinya ini secara positif ada juga yang menyikapinya secara negatif.

Salah satu momen yang paling menyenangkan baginya, saat dirinya bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng di Palembang dan Jakarta. Selain itu, dia juga sempat diekspos salah satu media televisi nasional pada pertengahan 2010 lalu. Bahkan, salah satu produsen sepeda ternama memberikan satu unit sepeda kepadanya sebagai apresiasi atas tekad Nasir mengelilingi Indonesia dalam misi mengantisipasi global warmin.

Dia juga mendapat beberapa piagam penghargaan dari hampir setiap pemerintahan provinsi yang dilaluinya, diantaranya dari Wakil Gubernur Maluku Ir S Assagaff, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Farid Wadjdy, Sekda Sulawesi Utara Ir Mokodongan, Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudjli, Wakil Wali Kota Ternate Ir Arifin Djafar MBA, Menpora Andi Malarangeng dan masih banyak lagi.

Kegiatan berkeliling kota di Kota Makassar dan Batam bersama anggota sesama pecinta sepeda juga sempat dilakukannya dan dia disambut hangat oleh sesama pecinta sepeda BMX di kota tersebut.

Di samping momen menyenangkan, pasti barang tentu dirinya juga mengalami hal yang membuat dirinya hampir berubah pikiran. Seperti kecelakaan saat dia diserempet mobil dan sepeda motor.

“Saya tidak ingat lagi berapa kali, pastinya saya terjatuh akibat disenggol, ditabrak dan bahkan menabrak sepeda motor,” ungkapnya. Bahkan dia juga pernah mengalami kelaparan saat tidak adanya orang yang memberinya bahan makanan saat berada di Pontianak.

Menurut pengamatannya, untuk kondisi jalan yang paling parah dan tidak adanya jalan yang menggunakan bahan material aspal adalah di daerah Kalimantan Tengah yang mengakibatkan dirinya sempat kewalahan mengayuh sepeda yang dibawanya, karena trek yang dilalui bermacam-macam rintangan ditambah lagi jalan yang belum dilapisi aspal. Dari segi keamanan, dirinya menilai keamanan di negara ini masih kondusif sampai dirinya melewati daerah Provinsi Papua Barat.

Setelah melakukan perjalanan selama 21 bulan, akhirnya dia tiba kembali di Kota Medan, tepatnya di sekretariat Gebi Sumut di Jalan AR Hakim No 110 Medan Area pada Jumat (9/12) malam pukul 20.00 WIB.(mag-10)

Dijambret Tetangga Sendiri

Rini (19), warga Jalan Gaharu, Medan Timur, tak menyangka sama sekali kalau tetangganya sendiri nekat menjambret tas miliknya, Sabtu (10/12). Selain kehilangan tas berisi dompet, kalung, heanpone dan uang, Rini juga mengalami luka di kaki dan tangan karena terjatuh dari sepeda motornya saat tarik menarik dengan penjambret itu yang diduga masih tetangganya itu.

Menurut Rini, dia yakin betul kalau yang menjambret tasnya itu adalah Ferry, tetangganya. Pasalnya, Rini sempat melihat dengan jelas wajah pria itu.

“Saat saya mempertahankan tas itu, tanpa sengaja saya membuka helmnya dan saya lihat, pelakunya Ferry yang juga warga Jalan Gaharu,” kata Rini saat melakukan visum di ruang IGD RSU Pirngadi Medan, Sabtu (10/12).

Rini menuturkan, saat itu dia baru saja keluar dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Begitu sampai di depan gang, tiba-tiba datang seorang pria dengan mengendarai sepeda motor dari arah belakang dan langsung merampas tas miliknya.

Tak ingin kehilangan tasnya, Rini berusaha menarik tas itu. Aksi tarik menarik pun terjadi. Nah, saat itulah tanpa sengaja Rini membuka helm pria itu. “Saya lihat dengan jelas, dia Ferry warga Jalan Gaharu juga,” katanya lagi.

Karena tarik menarik itu, Rini pun terjatuh dan tas miliknya berhasil dilarikan si penjambret. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Medan Timur. Oleh polisi saya disuruh membuat visum, makanya saya ke rumah sakit ini,” ujarnya.(jon)

9 Saksi Diperiksa, Identitas Masih Kabur

Mayat Terbakar di Thamrin Plaza

MEDAN- Untuk mengungkap motif dan identitas mayat wanita yang terbakar di area parkir lantai IV A Thamrin Plaza, Selasa (6/12) malam lalu, pihak kepolisian telah memeriksa sembilan saksi dan membentuk lima tim. Namun, dari sembilan saksi yang diperiksa, tak satupun yang bisa memberikan keterangan untuk mengungkap tabir kasus ini.
“Saksi yang sudah diperiksa sebanyak sembilang orang. Kesemuanya hanya mengetahui setelah mayat terbakar,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor yang dikonfirmasi Sabtu (10/12), siang.

Kesembilan saksi yang diperiksa yakni petugas keamanan yang jaga saat kejadian, serta petugas pengelola parkir. “Jadi sewaktu kejadian, mereka inilah yang naik ke atas dengan membawa air dan racun api, karena mengira ada kendaraan yang terbakar,” jelas Jonser.

Ditanya tentang adanya indikasi kekerasan pada jenazah wanita malang tersebut sebelum terbakar, Banjarnahor enggan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya pada hasil visum. “Kita tunggulah hasil visumnya, mungkin seminggu lagi,” ujarnya sembari mengatakan, hasil visum bisa diperoleh dua pekan mendatang.

Dia juga mengungkapkan, untuk mengungkap kasus ini sangat sulit. Selain tidak adanya fasilitas CCTV di lokasi kejadian, juga tak ada saksi mata yang sempat melihat korban sebelum tewas. Karenanya, Banjarnahor berharap ada warga yang mencurigai mayat tersebut adalah anggota keluarganya. “Petunjuknya sangat minim. Makanya kita sangat berharap bila ada warga yang mencurigai mayat sebagai anggota keluarganya, segera melaporkan. Itu bisa membantu penyelidikan kasus ini,” timpalnya.

Disebutkannya lagi, selain berkulit putih dan memiliki tinggi sekitar 160 cm, wanita muda yang diperkirakan berusia 18 tahunan ini memiliki ciri pada gigi depan atas sompel, serta gigi samping kiri bawah yang ompong.

Banjarnahor juga menjelaskan, untuk pengungkapan kasus ini, pihaknya sudah membentuk dua tim dan Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) Satuan Reskrim Polresta Medan membentuk tiga tim. (gus)

Pemko Ambil Alih Pasar Petisah

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengambil alih pengelolaan pasar Petisah Medan yang masih dikelola pihak swasta. Selain itu, sejumlah pasar di Kota Medan juga akan dilakukan pembenahan atau revitalisasi pasar, sehingga pasar akan lebih nyaman untuk dikunjungi.

“Tahun depan seluruh pengelolaan pasar akan kita lakukan sendiri, seperti Pasar Petisah yang masih ada dikelola pihak swasta, nanti seluruhnya akan di kelola Pemko Medan,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap di sela-sela penyelenggaraan Medan-Ichikawa Japan Day, kemarin.

Dikatakannya, ke depan pasar juga harus lebih nyaman. Seperti Pasar Ikan Lama, tidak akan direlokasi, melainkan akan dibenahi sehingga lebih nyaman.

“Pasar Ikan Lama akan kita benahi dan kita beri kipas angin, pasar-pasar di Medan harus ada kipas anginya, sehingga pengunjung bisa lebih nyaman berbelanja,” ujarnya.

Sementara, Rahudman juga memastikan, di Bulan Desember ini, Pemko Medan akan melantik Dirut BUMD, salah satunya untuk Dirut PD Pasar.

“Sekarang tinggal menunggu waktu melantiknya saja. Hal ini kita lakukan karena merekalah nanti yang akan mengembangkan perusahaan daerah di tahun depan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, setelah dirinya melantik Dirut BUMD yang baru, maka masing-masing Dirut harus mampu mengelola Perusahaan Daerah (PD) dengan baik, artinya PD di jajaran Pemko Medan ke depan harus mempunyai progress yang baik.

“Kita inginkan setelah mereka bekerja, dia harus mampu melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan perusahaan daerah yang dipimpinnya. Seperti Dirut Pembangunan nantinya dia harus dapat menggandeng pihak ketiga agar bisa berkontribusi untuk mengelola rusunawa, mengelola kolam renang yang di Jalan Sutomo,” jelas Rahudman.

Begitu juga dengan Dirut PD Pasar, harus cepat dapat melakukan revitalisasi pasar termasuk Dirut PD RPH, kata Rahudman dia harus mampu memaksimalkan Rumah potong Hewan.

“Selama ini RPH hanya memotong 10 ekor lembu setiap hari, ini terjadi karena adanya RPH liar, makanya ini harus ditertibkan dan RPH harus dimaksimalkan,” terangnya.

Untuk itulah, kata Rahudman pihaknya mengganti Dirut yang lama. “Makanya pada Perusahaan daerah ini harus ada penyegaran, dan jangan yang sudah pension yang ditempatkan menjadi Dirut, seperti PD pasar setelah direksinya kita pecat baru bagus sekarang pasar-pasar itu,” tegas Rahudman. (adl)