25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14356

Berawal Dari Sakit Cacar

Rusman Dian Syahputra, Sekretaris DPD Pertuni Sumut

Tujuh belas tahun sudah, Rusman Dian Syahputra, mengabdi di Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara. Pria kelahiran Padang Kabupaten Pesisir Selatan Kota Painan 42 tahun silam ini tidak pernah surut dalam memperjuangkan hak-hak penyandang cacat tunanetra.

Farida Noris Ritonga, Medan

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Rusman yang tidak dapat melihat sejak usia 2 tahun ini, rela menjadi tukang pijat keliling. Saat ditemui di Sekretariat DPD Pertuni Sumut Jalan Sampul No 30, Rusman tak ragu menceritakan perjalanan hidupnya.

Tak ada kata menyerah dan berputus asa menjalani hidup. Kekurangan bukan menjadi penghalang dalam mendapatkan pendidikan dan terus berkarya. Meski banyak penghalang yang dihadapi, Rusman tidak malu dalam menyandang status sebagai tunanetra.

Penyakit cacar air, yang dideritanya sejak usia dua tahun, mengakibatkan penglihatannya tidak dapat berfungsi selayaknya manusia normal.

“Saya tidak dapat melihat bukan karena dari lahir memang begini.

Tapi saya menderita sakit cacar air. Saat itu, cacar air adalah penyakit yang menakutkan karena bisa menyebabkan kematian.

Selain belum ditemukannya obat untuk penyakit cacar air, di kampung saya juga sangat susah mencari medis yang dapat mengobati penyakit itu. Entah bagaimana, setelah sakit cacar air itu, saya jadi tidak dapat melihat lagi,” kata Rusman.

Meskipun tidak dapat melihat, Rusman tetap mengenyam pendidikan selayaknya anak seusianya. Huruf Braile pun dipelajari dengan tekun hingga dirinya menamatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Namun, keterbatasan dana untuk melanjutkan sekolah sempat membuatnya berhenti ditengah jalan. Lalu, Rusman memilih untuk bekerja dengan cara menjadi tukang pijat keliling. Dirinya pun memulai perjalanan ke Kota Tebing Tinggi seorang diri untuk mengadu nasib. Rusman sempat mengikuti pendidikan SRPCN (Sesana Rehabilitasi Pembinaan Cacat Netra) Bina Guna.

“Selama bersekolah, perasaan sedih dan rendah diri pernah terbersit. Kenapa oranglain bisa melihat dan memandang ciptaan Tuhan, tapi saya tidak berkesempatan memandang dunia ini. Tapi mau bagaimana lagi, saya harus bangkit meskipun menjadi tukang pijat. Orangtua terutama ibu sempat nggak ngijinkan saya pergi karena itu tadi, saya ini kan cacat nggak bisa lihat. Tapi karena saya bisa menyakinkan orangtua, akhirnya mereka luluh juga.

Saya berpindah-pindah kota seorang diri, dengan modal dan dapat bertahan hidup dari penghasilah tukang pijat. Setelah mendapat sertifikat dari SRPCN, saya pindah ke Siantar. Saya tinggal ditempat tukang pijat keliling juga, dan kalau bepergian, saya bawa tongkat dan bertanya sana-sini,” urai Rusman.

Pada 1992, Rusman mencoba mengadu nasib ke Jakarta dengan menaiki bus, namun persaingan hidup dan kejamnya Ibukota membuatnya merantau ke Kota Medan. Pada 1994, merupakan awal mula dirinya bergabung di DPD Pertuni Sumut yang merupakan wadah untuk menangani penderita tunanetra. Lalu, pada 2002, Rusman menikahi seorang Darma Yulis yang setia mendampinginya hingga kini. Untuk menikahi Darma Yulis, bukan semudah membalikkan telapak tangan.

Kekurangan yang dimilikinya, sempat menjadi alasan pihak orangtua dari perempuan untuk menerimanya dengan mudah. Namun, akhirnya orangtua istrinya sadar, kebahagiaan dalam rumah tangga bukan dinilai dari fisik dan apa yang dimilikinya saat itu. “Istri saya menyayangi dan mendampingi saya. Bahkan kami sudah dikaruniai seorang anak yang berusia 10 tahun. Setelah menikah, saya tetap bekerja sebagai tukang pijat. Meski penghasilan pas-pasan, tapi anak saya tetap harus bersekolah dan uang hasil kerja saya simpan untuk biaya pendidikan anak saya,” jelasnya.

Pada 27 April 2010, berdasarkan hasil Musyawarah Daerah, Rusman diangkat sebagai Sekretaris DPD Pertuni Sumut. Namun, perhatian pemerintah pada organisasi penyandang cacat tunanetra ini masih sangat minim. Organisasi yang beranggotakan 685 orang penderita tunanetra se-Sumut itu, baru mendapat bantuan sebesar Rp. 50 juta pertahunnya untuk biaya operasional DPD hingga DPC dari APBD pada dua tahun belakangan ini. Pihaknya bersama pengurus Pertuni yang lain, kerap mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas para anggota tunanetra.

“Bantuan itu kita salurkan DPC Pertuni yang ada di 21 Kabupaten/Kota di Sumut. Kita mengadakan pelatihan membaca Al-Quran Braile pada penyandang tunanetra, pelatihan komputer, dan banyak lagi. Meskipun, bantuannya sangat minim, tapi kita berusaha mencari donatur untuk mengadakan pelatihan ini. Saya bersama pengurus Pertuni yang lain berusaha memberikan yang terbaik bagi penyandang cacat tunanetra agar mereka bisa berkarya tanpa meminta-minta,” katanya.

Setelah menjadi pengurus di Pertuni, pekerjaan sebagai tukang pijat keliling tetap digelutinya. Namun besar harapan, para penderita cacat tunanetra dapat memperoleh hak nya untuk bersekolah dan hidup yang layak sebagaimana manusia normal.

“Masih banyak penyandang tunanetra yang belum bergabung di Pertuni. Padahal, disini mereka dibimbing supaya memiliki keterampilan tanpa meminta-minta. Harapan saya, jangan jadikan kekurangan sebagai penghalang untuk berkreatifitas. Saya harap pemerintah memperhatikan para penyandang tunanetra karena banyak dari mereka yang juga memiliki kemampuan yang bisa dibanggakan,” ucap Rusman. (mag-11)

Jalan Tenggiri 6 Kenapa Tidak Dicor?

081370217xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota kenapa hanya jalan Tenggiri 6 Blok B Perumnas Martubung yang tidak dicor padahal yang lainnya dicor. Mohon perhatiannya.

Jalan Asoka Rusak Parah

085359229xxx

Pak Wali Kota coba jalan-jalan di Jalan Bunga Asoka tepatnya di SMP Negeri 1 Medan. Tolong perhatian Bapak karena setiap hari kami menghirup debu penimbunan jalan. Yang lebih mengherankan aspal jalan hanya berumur 1 minggu. Sekarang jalan rusak hanya ditimbun. Ketika cuaca panas kami mandi debu. Mohon perhatian Bapak Wali Kota.

Dikoordinasikan ke PU dan Perkim

Terimakasih atas informasinya. Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait dalam hal ini Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Medan dan Dinas Perkim sebagai yang berwenang dalam pengecoran jalan. Sementara untuk Jalan Bunga Asoka akan kami teruskan mengingat dalam bekerja Dinas Binamarga tidak hanya menimbun jalan yang rusak. Kemungkinan timbunan itu bantuan dari perusahaan pengembang di daerah tersebut.

Budi Heriono
Kabag Humas
Pemko Medan

Babi Ditertibkan, Omak-omak Angkat Kelewang

MEDAN-Penertiban ternak babi kembali dilakukan. Kali ini di Lingkungan II, Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia. Sejumlah aparat Satpol PP Kota Medan yang dipimpin Kabid Produksi Peternakan di Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan Emilia Lubis, bergerak ke salah satu kandang ternak babi milik Br Ginting.

Namun saat petugas hendak menertibkan ternak milik Br Ginting tersebut, petugas Satpol PP Medan terpaksa lari terbirit-birit. Pasalnya, Br Ginting menghadang kedatangan petugas sambil memegang kelewang, bahkan melorotkan celananya untuk mengusir petugas. Tapi petugas berhasil mengamankan kelewang Br Ginting.

Pantauan koran ini, sebelumnya Br Ginting berkali-kali memohon kepada petugas Satpol PP agar ternaknya tidak diangkat. Br Ginting beralasan ternaknya sudah dibeli dan tinggal diambil. Tetapi, petugas tetap bersikeras membawa ternak dengan alasan untuk menegakkan peraturan yang sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi.

Melihat ternaknya akan dibawa, Br Ginting langsung berteriak histeris. “Saya mohon, ternakku jangan dibawa. Saya janji, besok pagi sudah kosong. Ternakku mau ku jual, mohon pak jangan diangkat,” kata Br Ginting memohon.

Petugas Satpol PP tetap saja tidak mengindahkannya dan tetap bergerak menuju kandang babi untuk membawa ternak. Merasa kesal, Br Ginting langsung melompat ke kandang seraya memohon sekali lagi agar ternak jangan dibawa. Tapi Satpol PP tetap bersikeras.

Melihat aparat yang bertindak tegas, Br Ginting melorotkan celananya dan mengangkat kelewang yang hampir mengenai wartawan yang meliput. Satpol PP kemudian lari terbirit-birit. Polisi mengamankan parang tersebut sehingga ternaknya tetap diangkut.

Hasilnya, petugas mengamankan 10 ternak babi dan dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH). Kabid produksi dan peternakan di Dinas Pertanian dan Kelautan Medan Emilia Lubis menjelaskan, penertiban akan terus dilakukan untuk menegakkan Perwal No 23 tahun 2009 tentang larangan ternak kaki empat di Medan.

“Apalagi, sosialisasi sudah kita lakukan selama dua tahun. Kita berharap agar mematuhi Perwal tersebut dan kita sediakan alih usaha seperti budidaya ikan lele dan itik yang bibitnya kita berikan kepada warga secara gratis,” ujar Emilia.

Dari 18 kecamatan yang terdata, sekarang ini tinggal 14 kecamatan yang belum steril dari ternak babi, yang populasinya juga sudah jauh menurun.

“Kita harapkan dengan penertiban yang kita lakukan secara terus-menerus dan kesadaran warga yang makin meningkat, penegakan Perwal ini dapat dilakukan lebih maksimal,” demikian Emilia. (adl)

PD Pemuda Muhammadiyah Kota Medan akan Dilantik

MEDAN-Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kota Medan melakukan kunjungan ke Sumut Pos, Kamis (8/12). Dalam kunjungan tersebut, Maulana Malik Muttaqin SAg MA, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Medan didampingi Sekretaris Arie Nurwanto SH, dan Ketua Panitia Pelantikan Shohibul Azmi Siregar SH serta pengurus lainnya mengatakan, bahwa tujuan PD Pemuda Muhammadiyah Kota Medan ingin menjalin silaturahmi.

Selain itu, katanya, kunjungan PD Pemuda Muhammadiyah Kota Medan dalam rangka sosialisasi pelantikan PD Pemuda Muhammadiyah Kota Medan yang akan dilaksanakan Sabtu (17/12) di Hotel Madani Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan mulai Pukul 19.00 WIB.

“Kiranya dalam pelantikan tersebut wartawan Sumut Pos dapat hadir dalam pelantikan PD Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, sekaligus meliput kegiatan pelantikan tersebut,” bilang Maulana.(omi)

Police Goes To Kampus Tekan Angka Kecelakaan

BINJAI- Untuk menekan angka kecelakaan yang dapat menyebabkan kematian hingga mencapai 15.000 pertahunnya. Sat Lantas Polres Binjai, terus melakukan sosialisasi betapa petingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas kepada masyarakat.

Seperti yang baru-baru ini dilakukan Satlantas Polres Binjai, melakukan sosialisasi ke Kampus Kaputama, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Senin (5/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Sosialisasi dihadiri langsung oleh Kasat Lantas Polres Binjai AKP T Rizal Moelana SIK, sebagai pembicara.

Kedatangan tim sosialisasi Satlantas ini, disambut hangat para mahasiswa/i di kampus tersebut. Bahkan, banyak dari mahasiswa/i kampus itu menyampaikan pertanyaan tentang berlalu lintas.

Menurut Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon melalui Kasat Lantas Polres Binjai AKP T Rizal Moelana SIK, sosialisasi secara dialog dengan mahasiswa, dilakukan pihaknya di tingkat sekolah dan kampus yang ada di Kota Binjai, agar dapat mengurangi jumlah korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Apa yang telah kita lakukan saat ini, mudah-mudahan para pelajar dan mahasiswa/i yang menuntut ilmu di Kota Binjai, dapat memahami tentang lalu lintas dan pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas,” ujar AKP T Rizal Moelana, seraya menambahkan, sosialisasi lalu lintas ini akan terus dilakukan secara bergantian, dari satu kampus ke kampus lainnya.

Apa yang dilakukan ini, sambungnya, tentunya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar dan mahasiswa. Selain itu, kata AKP T Rizal Moelana, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan agar pelajar dan mahasiswa di Kota Binjai, dapat mengerti dan memahami tentang peraturan lalu lintas.

“Jika para pelajar dan mahasiswa/i sudah memahami peraturan lalu lintas, maka angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas jelas berkurang,” jelasnya.

AKP T Rizal Moelana juga berpesan kepada mahasiswa/i, para pelajar dan umumnya kepada pengguna jalan, agar melengkapi surat-surat berkendaraan, menggunakan lujur kiri, hidupkan lampu disiang hari bagi pengendara sepeda motor, patuhi marka jalan dan rambu-rambu, serta memakai helm.
“Semua ini penting kita indahkan. Sebab semua ini demi keselamatan kita bersama disaat berkendara,” pesan AKP T Rizal Moelana. (*/dan)

Dinas TRTB Cek Ulang Bangunan Nanyang

MEDAN-Puluhan warga Jalan Tomat Medan melakukan pertemuan dengan pihak Sekolah Nanyang, di Aula Mapolsekta Medan Baru, Kamis (8/12). Pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan kecamatan, Danramil 05 Medan Baru, Kapten K Sidabutar, Perwakilan Dinas TRTB Kota Medan, Bonar Pulungan dan Kapolsekta Medan Baru, AKP Donny Alexander.

Pertemuan berjalan alot dan saling adu argumen. Akibatnya, AKP Donny Alexander sebagai moderator dalam pertemuan itu sempat menegur kedua belah pihak, karena saling menyatakan paling benar. Pertemuan yang difasilitasi Muspika Medan Baru itu untuk mencari jalan keluar dan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak terselesaikan semenjak 3 tahun itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam itu warga mengeluhkan aktifitas sekolah Nanyang yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban, warga juga mengeluhkan bangunan sekolah Nanyang membuat rumah warga sering kebanjiran dan sisa material bangunan berjatuhan ke rumah warga.

Semantara pihak Sekolah Nanyang mengeluhkan aktifitas protes warga sehingga aktifitas belajar mengajar terganggu serta menghambat pembangunan sekolah. Setelah mendengarkan argumen keluhan kedua kubu, moderator meminta keterangan dari pihak Dinas TRTB Kota Medan yang diwakili Bonar Pulungan.

Dalam pertemuan ini Bonar Pulungan mengatakan pihak Sekolah Nanyang sudah mengantongi Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari TRTB Kota Medan.

“Sekolah sudah memiliki IMB tahap kedua,” ungkap Bonar.
Namun dirinya mengatakan seandainya pihak Sekolah Nanyang menyalahi IMB pada bangunan sekolah akan ditindak, hal ini membuat seorang warga mengangkat tangan dan memprotes.

“Sudah tiga kali pihak TRTB melakukan eksekusi perobohan bangunan, hal ini terbukti bangunan Sekolah Nanyang menyalahi prosedur yang ditetapkan. Tapi, mengapa pihak TRTB Kota Medan memberikan IMB bangunan tahap kedua untuk Sekolah Nanyang dan mengapa dicek kembali bangunan sekolah Nanyang,” ujar warga.

Hasil pertemuan moderator mengungkapkan pihak TRTB akan kembali mengecek kondisi bangunan Sekolah Nanyang, seandianya ada meyalahi dalam bangunan ini pihak TRTB harus melakukan tindakan. Rencananya pihak Muspika Medan Baru akan mengundang Kadis TRTB Kota Medan Sampoerno Pohan bertemu langsung kedua bela pihak.
Syafaruddin, Kuasa Hukum Sekolah Nanyang mengatakan, sudah beberapa kali berkomunikasi langsung kepada warga tanpa dilakukan pertemuan, namun tidak ada kata sepakat.

Saat ditanya soal keberadan personel Brimob di Sekolah Nanyang, Syafaruddin mengatakan hal itu wajar karena Brimob masih personel Polri yang melindungi masyarakat.(gus/adl)

Rinaldi Firmansyah Jadi CEO Idaman 2011

MEDAN- Majalah Warta Ekonomi menobatkan 20 CEO perusahaan sebagai Indonesia Most Admired CEO 2011 dan salah satunya adalah CEO Telkom Rinaldi Firmansyah.

Ajang ini merupakan rejuvenasi atau peremajaan kembali dari riset CEO Idaman yang dilakukan Warta Ekonomi pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Warta Ekonomi melakukan penilaian berdasarkan kategori bidang usahanya, menghasilkan Indonesia Most Amired CEO 2011 per kategori 16 bidang usaha sesuai pilihan responden.
Kategori Telekomunikasi terpilih Perusahaan Telekomunikasi Tbk, dengan CEO Rinaldi Firmansyah. Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, didampingi Pemimpin Perusahaan Warta Ekonomi Mario Alisjahbana, dan Pemimpin Umum dan Penanggungjawab Warta Ekonomi Amir Effendi Siregar.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Ball Room 1 Hotel JW Marriott Mega Kuningan Jakarta, Selasa (6/12) malam. Menurut Mario Alisjahbana, untuk menentukan siapa Most Admired CEO tahun ini, Warta Ekonomi melakukan survei responden sebanyak 1200 orang yang dipilih secara acak dari database perusahaan Warta Ekonomi di 16 bidang usaha yang ada di Indonesia. Mereka sebagian besar berlatar belakang sebagai karyawan dengan jabatan minimal Manager dan telah bekerja selama lima tahun di perusahaannya. Survei dilakukan melalui wawancara via telepon pada 20 Juni hingga 19 Agustus 2011. Kemudian dilakukan overview yang menyangkut performance, profesionalitas dan personality bersama tiga expert, yaitu Irham Dilmy (Advisor Amrop Indonesia), Mas Achmad Daniri (Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance dan mantan Presiden Direktur PT BEJ), dan Abdul Aziz Effendy ( Senior Consultant Andrew Tani & Co) .

Lanjutnya, hasil overview menyimpulkan bahwa pada masa sekarang performa seorang CEO tidak bisa lagi hanya dilihat dari prestasinya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan saja. “Akan tetapi, perlu ditinjau bagaimana CEO itu dalam mengembangkan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaannya seperti Coroporate Sosial Responsibility dan program Hijau perusahaannya dan menerapkan Good Corporate Governance, dimana keberhasilannya membuat perusahaannya menjadi sustainable.  (rel/ndi)

Berhadiah Samsung Galaxy Tab

Flash Unlimided Sensation di Atrium Plaza Medan Fair

MEDAN – Anda ingin merasakan langsung sensasi berinternetan cepat dan berkualitas, segera kunjungi event Flash Unlimided Sensation di Atrium Plaza Medan Fair hingga 11 Desember mendatang. Di event persembahan Telkomsel ini, Anda bisa mendapatkan berbagai produk yang dibundling dengan Telkomsel Flash dengan harga special. Mulai dari  tablet, modem, dan handphone qwerty. Telkomsel menggandeng beberapa mitra untuk meramaikan event pameran kali ini, seperti, MKN, Blueberry, Global, MLW, G Star, dan Samsung.

‘’Event ini  merupakan promo akhir tahun sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Kita juga ingin lebih memperkenalkan ke masyarakat layanan internet dengan produk-produk Telkomsel yaitu Telkomsel Flash, terutama Flash Unlimited. Karenanya di semua produk yang ditawarkan di event ini sudah menggunakan layanan Flash Unlimited,” ujar Manager Branch Telkomsel Medan Heribertus B Ariyanto.

Promo yang ditawarkan cukup menarik. Antara lain setiap pembelian produk mendapat bonus gratis layanan internet unlimited satu sampai tiga bulan. Yang tak kalah istimewa, setiap pengunjung yang melakukan transaksi di event ini, berkesempatan mendapatkan hadiah yang diundi setiap hari. Dan diakhir acara akan dilakukan penarikan hadiah utama berupa Samsung Galaxy Tab.

Konter Samsung sendiri pada kesempatan ini menawarkan beberapa type Galaxy Tab. Salah satunya Samsung Galaxy Tab 7+ seharga Rp5.199.000. Tablet ini mudah dibawa karena lebih tipis dan ringan dari type sebelumnya. Dilengkapi dengan Voice Call sehingga pengguna dapat terhubung dimana saja. Selain itu, tidak perlu menunggu file selesai diunduh, dengan kecapatan tinggi HSPA+ Anda dapat mengunduh file – file besar dan film – film lebih cepat dari sebelumnya.

Produk lain yang ditawarkan seperti Ipad 2 16 GB wifi dengan harga Rp5.500.000 dari harga normal Rp8.500.000. Ini sudah termasuk gratis internet unlimited satu bulan, bonus anti gores dan router. Tersedia juga modem Speed Up-8200U plus free 3 bulan unlimited internet Rp199 ribu, CSL 900T seharga Rp199 ribu, handphone G-Star Q86-TV Rp250 ribu dan Huawei Atom Pro MF 651 seharga Rp249 ribu. (*/sih)

Perbanyak Puasa di Hari Asyura

TEBING TINGGI- Sesungguhnya bulan Muharram adalah bulan yang agung dan diberkahi. Bulan pertama dari penanggalan hijriyah ini, merupakan salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan Allah.
Bulan Asyura adalah hari kesepuluh di bulan muharam, dan dimaknai sebagai wujud momentum kemenangan setelah lepas dari ujian dan cobaan berat.

Menurut Ustad Zulkarnain SAg, kepada Sumut Pos, Kamis (8/12), menjelasakan, firman Allah Swt dalam surat At-Taubah ayat 36 berbunyi, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”.

Maknanya, sebut Zulkarnain, dimintakan kepada setiap orang, jangan menganiaya diri sendiri dalam bulan-bulan dimaksud. Hal tersebut dimaksudkan agar manusia tidak menzalimi dirinya sendiri pada bulan-bulan haram, karena dosanya lebih besar dari pada bulan-bulan lainnya. Adapun keempat bulan yang diharamkan Allah yaitu, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

“Menurut Imam Qatadah Rahimakumullah, bahwa kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosanya daripada berbuat zalim di bulan selainnya. Walaupun perbuatan zalim secara keseluruhan adalah perkara besar, tapi Allah melebihkan perkara sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagimana Allah telah memilih hamba-hamba pilihan dari makhluk-Nya,” jelas Zulkarnain.

Jelas Ustad kembali, maka di hari kesepuluh Muharram ini atau hari Asyura, sebagai umat Islam harus memperbanyak puasa sunnah.

Diriwayatkan dalam Hadist Muslim, bahwa puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. (mag-3)

Tak Mau Gegabah

PSMS vs PERSISAM

MEDAN-Laga imbang melawan Mitra Kukar beberapa hari lalu sudah dilupakan PSMS. Sore ini, Ayam Kinantan akan kembali diuji tim dari Kalimantan Timur, Persisam.

Menariknya, tak jauh berbeda dengan Mitra Kukar, Persisam juga dihuni pemain bintang. Bahkan, tim ini sempat dijuluki Timnas Indonesia kedua. Dan, hal ini diakui Raja Isa sang peracik PSMS. “Semua pemain yang memperkuat tim asal Kalimantan ini cukup bagus. Mereka rata-rata memiliki pengalaman bermain yang bagus. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan,” ujarnya saat konferensi pers PSMS kontra Persisam di mess Kebun Bunga, Rabu (7/12) soren
“Persisam merupakan Timnas Indonesia kedua bagi saya. Dan ini akan menjadi motivasi bagi pemain-pemain PSMS untuk bermain lebih baik.

Dengan memperlihatkan permainan sportif, kita juga akan bermain tertutup. Dengan tak mengenyampingkan target meraih poin penuh,” sambung pelatih berkebangsaan Malaysia itu.

Karena itu, dengan materi pemain yang ada, Raja Isa mencoba memperbaiki kemampuan tiap pemain sehingga memberikan kejutan dalam laga kali ini. “Saat ini pemain-pemain kita belum punya nama. Kita tentu tak ingin gegabah, namun, pada laga kali ini kita akan berikan tekanan maksimal kepada tim lawan,” koarnya.
Mantan pelatih Persipura, PSM Makassar, dan Persiram ini juga berpendapat, Persisam bukan tim biasa. “Namun, besok (hari ini, Red) PSMS akan menunjukkan keunggulan,” jelas Raja Isa.

Raja Isa juga menilai Persisam lebih baik dari Mitra Kukar yang mampu menahan imbang anak-anak asuhannya dengan skor 1-1, Mnggu (4/12) lalu di Stadion Teladan. Sementara, kemenangan Persisam dari tim tuan rumah PSAP di Banda Aceh, pada waktu sama, dengan skor 2-1, menurut Raja Isa akan menjadi motivasi tersendiri bagi Christian Gonzales untuk menggaet tiga angka lagi di kandang PSMS.

Untuk menang, Raja Isa menerapkan kepada anak-anak asuhannya harus bisa mengungguli ball position. Ia juga menuturkan, pemain harus bisa bermain sabar, berani bermain taktis dengan one-two touch. “Pemain harus tahu, paduan pemain belakang yang solid mampu mengatasi kekuatan lawan yang mengunggulkan Christian Gonzales, Eka Ramdani dan Ronald Fagundez. Mereka juga harus tahu, Persisam lebih baik dari Mitra Kukar dan berharap menjadi juara di ISL ini,” tuturnya.

Mengenai starter eleven PSMS, Raja Isa mengaku tak akan banyak melakukan perombakan dari yang sebelumnya. “Tak ada perubahan mendasar, tapi akan ada sedikit perubahan. Kita juga sudah mempatri semangat di dada anak-anak untuk memiliki sikap tak mau kalah walau di kandang maupun tandang,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Persisam Agus Setiawan didampngi Asisten Pelatih Erik Ibrahim menuturkan, pada laga kali ini mereka hanya memboyong 16 pemainnya. Karena sebagian pemain khususnya legiun asing masih terbentur izin ITC.
“Pemain asing kita ada tiga yang belum mendapatkan izin ITC. Dan pada laga kali ini kita tak akan bias menurunkan mereka,” ujarnya.

Adapun tiga pemain asing Persisam tersebut yakni Srdjan Lopicic asal Montenegro, Luc Owana Zoa dari Kamerun dan Jerry Boima Karpeh asal Australia. “Semua pemain asing yang baru, hingga hari ini (kemarin, Red) belum ada keputusan dari penyelenggara kompetisi mengenai izin bermain. Dan kita menyayangkan hal itu,” kata Agus.
Pada kesempatan itu, Agus juga sempat memuji tim PSMS yang menurutnya baru bergabung dalam kompetisi ISL. “PSMS saya lihat memiliki kualitas bagus,” tuturnya.
Meskipun dipuji, PSMS memang wajib mewaspdai pemain Persisam Cristian Gonzales . Pasalnya, meski sudah berusia 36 tahun, masih tajam dan tak kalah cepat dibanding pemain muda.

Buktinya saja, pemain naturalisasi asal Uruguay tersebut mampu memborong dua gol bagi kemenangan Persisam Samarinda atas PSAP Sigli, 2-1, Stadion Harapan Bangsa, Sigli, Minggu (04/12). El Loco- begitu julukannya- mencetak gol di menit ke-32 dan 71.

“Saya akan terus mencetak gol sebanyak-banyaknya. Usia tidak membuat saya lemah. Justru, saya akan berbuat sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya,” katanya.

“Saya tetep akan bersaing dengan striker yang ada di Indonesia dengan semangat yang tetap tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Persisam, Daniel Roekito, pun yakin jika produktivitas El Loco akan kembali seperti sebelumnya. “Saya tidak meragukan hal itu. Bahkan, saya memiliki keyakinan bahwa El Loco bisa kembali sebagai pencetak gol terbanyak,” kata Daniel.

Mengenai kemananan, koordinator keamanan pertandingan AT Sinaga menuturkan, penjagaan di Stadion Teladan berbanding 1:200. Karena itu insiden seperti petasan dan pelemparan ke arah pemain atau branch pemain tim tamu sulit diatasi. Namun, menurutnya, pada laga hari ini hal tersebut tak akan terulang. Karena pihaknya sudah menambah jumlah personel.

“Kita mengimbau masyarakat untuk sama-sama membahu menciptakan kemanan kondusif saat pertandingan. Jika menemukan benda yang mengganggu harap diberitahukan. Razia petasan saat jelang pertandingan di pintu masuk akan dilakukan,” katanya.

Sementara, pelemparan terhadap pemain atau branch pemain tamu yang pada laga sebelumnya banyak dilakukan dari penonton tribun tertutup, pihaknya kali ini akan menyusupkan intel di lokasi tersebut. “Pelemparan itu akan segera kita sikapi. Kali ini kita akan menyusupkan intel di daerah pelemparan sebelumnya. Jika kita menemukan pelaku, maka akan kita amankan,” jelasnya. (saz)