24 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14357

Pesta Danau Toba Harus Dikaji Ulang

Habiskan Dana Rp4,2 Miliar

MEDAN-Beberapa pekan lagi, Pesta Danau Toba (PDT) akan digelar. Namun, sejauh ini pihak panitia masih kesulitan memenuhi kebutuhan anggaran pelaksanaan even yang lebih mirip ritual tahunan ini.

“Biayanya sekitar Rp4,2 miliar dan tinggal beberapa saat lagi kami masih mengumpulkan dana yang kurang. Karena saat ini masih berjumlah Rp2 miliar, jadi kekurangannya sekitar Rp2,2 miliar lagi. Tapi kita tetap harus jalan,” kata Bendahara Panitia PDT 2011, Marasal Hutasoit yang dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (7/12).

Mengenai banyaknya kritikan terhadap penyelenggaraan PDT 2011, pria yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Sumut ini menjawabnya dengan santai. Terlebih ketika dikemukakan bahwa PDT tak lebih atau setaraf dengan Pesta Kampung. “Ya, memang pestanya di kampung dan banyak orang kampung di sana. Tapi, ini even Sumut dan berskala nasional yang dihadiri banyak pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Ada artis-artis ibu kota.

Dengan kehadiran pengunjung itu apa itu dinamakan pesta kampung?” katanya. Disinggung mengenai PDT tidak lebih dari ajang hura-hura, dan menghambur-hamburkan uang, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) tersebut juga menjawab dengan santai. “Ya namanya pesta. Yang namanya pesta itu ramai, dikunjungi banyak orang, bersenang-senang dan ada biaya yang dikeluarkan. Kalau pengelolaan Danau Toba, seorang profesor pun belum tentu bisa secepat mungkin memperbaiki kondisi yang ada. Ini kan pesta adat, pesta budaya yang bertujuan untuk mempromosikan Danau Toba, Sumatera Utara dan sebagainya,” jawabnya lagi.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Sumut Pos mengenai anggaran penyelenggaran PDT 2012 yang dialokasikan di APBD Sumut 2011 hanya sebesar Rp198 juta.

Hal yang sangat miris, jika dibandingkan dengan gaung PDT yang terlalu hegemoni promosi, sampai-sampai mengantarkan sejumlah anggota Komisi B DPRD Sumut dan Dinas Pariwisata Sumut mempromosikan PDT ke Bali beberapa hari yang lalu.

“Wah, cuma segitu anggarannya. Pantaslah kalau PDT itu dinilai orang setaraf dengan Pesta Kampung,” ungkap salah seorang anggota DPRD Sumut yang enggan disebutkan namanya kepada Sumut Pos.

Dikatakannya lagi, dalam pengelolaan dan pemanfataan Danau Toba serta penyelenggaraan PDT 2012 pada prinsipnya merupakan tanggungjawab dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho. “Ini tanggungjawab Pemprovsu, dimana Gatot Plt Gubsunya. Harusnya ada perhatian serius, tapi memang tidak ada arah Plt Gubsu ke situ,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dalam acara penutupan IMT-GT di Hotel JW Marriot, sempat mengundang kehadiran seluruh delegasi untuk menyaksikan ‘Festival Danau Toba’ yang akan dilaksanakan di Kota Parapat 27-30 Desember 2011. “Anda akan dapat menyaksikan kekayaan budaya lokal, olahraga air dan banyak lagi momen yang tak dapat dilupakan, dalam salah satu kebudayaan di Sumut, saya harap anda akan menikmati suasana dan masa yang menyenangkan selama berada di Sumut,” ungkapnya.

Masih Hebat Tour de Singkarak

Sorotan soal PDT juga muncul dari Jakarta. Intinya, percuma saja digelar pesta, tapi usai pesta nasib Danau Toba kembali sepi. “Pesta jangan hanya saat pesta, tapi bagaimana usai pesta rutin itu, masyarakat di sekitar Danau Toba bisa terus merasakan dampaknya. Pengelolaan Pesta Danau Toba harus dikaji ulang,” ujar sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), yang juga putra Batak, Kastorius Sinaga, kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (7/12).

Menurut Kastorius, sebelum PDT digelar, mestinya digelar diskusi-diskusi mendalam. Diskusi ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai apa sebenarnya yang menjadi kendala bagi pengembangan Danau Toba. “Untuk mengkaji kondisi Danau Toba terkini, untuk rekomendasi pengembangan ke depan. Termasuk merekomendasikan, kegiatan apa yang cocok ditampilkan di Pesta Danau Toba itu. Jadi tidak sembarangan. Bukan pesta sekedar pesta,” ujar mantan Staf Ahli Kapolri saat dijabat Bambang Hendarso Danuri itu.

Pria yang kini juga sebagai Ketua Depertemen Perencanaan Pembangunan Nasional DPP Partai Demokrat itu, menilai, persoalan yang menghambat pengembangan Danau Toba adalah rendahnya rasa memiliki masyarakat sekitar terhadap danau. Namun, lanjutnya, masyarakat sekitar juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya.

Yang perlu disalahkan adalah pemerintah daerah, baik Pemprov Sumut maupun pemkab/kota di sekitar Danau Toba, yang kurang menyosialisasikan manfaat Danau Toba, baik secara ekologis maupun ekonomis. “Juga tidak tersosialisasikan dengan baik, apa kiranya manfaat yang bisa dirasakan masyarakat sekitar jika Danau Toba terurus dengan baik,” imbuh Kasto, panggilan akrabnya.

Dia memberi contoh isu aktual, terkait rencana divestasi saham PT Inalum yang selama ini dikuasai konsorsium perusahaan Jepang, yang pada 2013 akan diambil alih 100 persen oleh pemerintah RI. Masyarakat tidak akan peduli bahwa Inalum sangat tergantung pada air Danau Toba sebagai penggerak sumber energinya. “Karena ada pertanyaan besar di masyarakat, apa yang didapat mereka dari Inalum? Masyarakat tidak merasa punya tanggung jawab menjaga Danau Toba sebagai elemen penting Inalum. Padahal, tak ada Inalum tanpa ada Danau Toba,” ujarnya.

Mestinya, selagi rencana nasionalisasi Inalum ini masih hangat, isu ini dimanfaatkan Pemda untuk menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat terhadap keberadaan Danau Toba. “Pemda tak pandai memainkan isu ini untuk penumbuhan kesadaran masyarakat, untuk pengembangan Danau Toba,” kritik Kasto.

Kembagi ke soal PDT, menurut Kasto, selama kesadaran masyarakat sekitar belum tumbuh, maka pesta-pesta tahunan tidak akan ada manfaatnya. “Pesta hanya promosi instan,” cetusnya.

Kasto berpendapat, lebih baik promosi Danau Toba meniru saja Pemprov Sumbar, yang menggelar Tour de Singkarak secara rutin. “Singkarak terkenal di level internasional hasil promosi goes-goes sepeda saja. Nah, kenapa tidak ditiru saja Tour de Singkarak itu, dengan membuat Tour de Samosir. Tak perlu pesta dengan biaya tinggi, tapi efektif,” sarannya serius.

Dikatakan Kasto, dengan Tour de Samosir, dengan bersepeda balap, maka aspek infrastruktur juga akan terdongkrak. Pasalnya, untuk tahap awal, untuk Tour de Samosir perlu dibangun jalan yang mulus untuk sejumlah etape. Termasuk fasilitas-fasilitas lain yang layak untuk turis asing. (ari/sam)

Telkomsel Hadirkan Informasi Lifestyle Via MMS Indolife

Seiring era baru transformasi bisnis selular di Indonesia, Telkomsel meluncurkan layanan MMS Indolife yang merupakan cara baru bagi pelanggan untuk memperoleh berita melalui ponsel. MMS Indolife memungkinkan para pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI, dan Kartu As) dapat membaca info lifestyle melalui ponsel dengan format MMS secara GRATIS.

Industri media kini telah memasuki tahapan baru untuk menyampaikan beragam informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi seluler. MMS Indolife merupakan varian dari layanan mobile newspaper yang menawarkan berbagai keunggulan, seperti konten informasi gaya hidup, hobi, hiburan, dan info produk terbaru setiap harinya.

“Telkomsel terus berupaya melakukan kreasi dan inovasi new services dengan menghadirkan suatu konvergensi e-newspaper dalam layanan seluler. Layanan MMS Indolife merupakan sarana yang efektif dan efisien bagi industri media untuk melakukan variasi penyampaian informasi kepada para pembacanya melalui ponsel,” tutur Vice President Mobile Advertising Management TelkomselNyoto Priyono.

Pelanggan Telkomsel yang telah mengaktifkan fitur MMS di ponselnya dapat menikmati layanan MMS Indolife dengan menghubungi *246#. Pelanggan akan mendapatkan tampilan pilihan menu untuk berlangganan, berhenti berlangganan, dan juga mendapatkan informasi mengenai layanan MMS Indolife.

Era baru komunikasi dan informasi telah menjadikan ponsel sebagai simbol konvergensi layanan dan lompatan kemajuan zaman. Hal ini dikarenakan perangkat “ajaib” bernama ponsel mampu menghadirkan berbagai layanan sekaligus, mulai dari game, TV, radio, musik, film, kuis, komik, recorder, kamera, handycam, komputer, dompet digital, layanan perbankan, hingga koran digital yang siap digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi kapanpun dan di manapun mereka berada.

Sejalan dengan semakin luasnya jaringan yang digelar operator selular, kehadiran ponsel telah memunculkan gaya hidup yang penuh mobilitas atau dikenal dengan nama mobile lifestyle. Kini ponsel tak hanya sekedar untuk menelpon dan SMS, tapi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, sebagaimana yang dihadirkan oleh layanan MMS Indolife.

Jatah BBM Subsidi Habis Dua Pekan Lagi

JAKARTA-Akhir tahun masih 23 hari lagi, namun tingginya konsumsi membuat jatah BBM subsidi tahun ini diperkirakan bakal habis dalam hitungan dua pekan lagi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo mengatakan, dengan tren konsumsi harian BBM subsidi saat ini, maka kuota BBM subsidi yang sebesar 40,49 juta kiloliter (kl) tidak akan cukup hingga akhir tahun. “Kelihatannya akan habis di minggu ke-3 Desember,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/12).

Karena itu, agar masyarakat masih bisa menikmati pasokan BBM subsidi hingga akhir tahun ini, maka pemerintah akan segera mengajukan tambahan kuota sebesar 500 ribu-1 juta kln
“Nanti akan segera dibahas dengan DPR,” katanya.

Imbas menipisnya jatah BBM subsidi saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di luar Jawa. Pasalnya, Pertamina selaku penyalur BBM subsidi menerapkan sistem ketat dalam distribusi BBM subsidi. “Pertamina ini kan hanya menyalurkan, kuotanya sudah ditentukan oleh pemerintah dan DPR dalam APBN. Jadi, kalau konsumsi BBM subsidi di suatu daerah sangat tinggi dan melampaui kuota, ya kami terpaksa membatasi,” ujar VP Komunikasi PT Pertamina Mochamad Harun.

Dia mengakui, secara nasional, rata-rata konsumsi BBM subsidi sudah melampaui kuota bulanan yang ditetapkan. Akibatnya, menjelang akhir tahun, Pertamina memperketat penyaluran agar volume BBM bersubsidi tidak membengkak dan melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN. “Terutama untuk Premium dan Solar, sudah melampaui kuota,” katanya.

Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menunjukkan, Premium menjadi jenis BBM dengan konsumsi paling tinggi yang melampaui kuota. Sepanjang Januari-Oktober 2011, konsumsi Premium tercatat sebesar 21,02 juta kiloliter (kl) atau 103,8 persen dari jatah Januari-Oktober. Sehingga, sampai akhir tahun nanti, jatah Premium subsidi tinggal 14,33 persen dari total kuota 24,53 juta kl.
Adapun Solar, konsumsinya mencapai 11,94 juta kl atau 102,4 persen dari jatah Januari-Oktober. Hingga akhir tahun, jatah Solar subsidi tinggal 15,63 persen dari total kuota 14,15 juta kl. Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, salah satu faktor membengkaknya konsumsi BBM subsidi, terutama jenis Premium dan Solar, adalah laju pertambahan jumlah kendaraan bermotor. “Kenaikan jumlah kendaraan bermotor memang signifikan,” ujarnya.
Pengamat Migas yang juga Direktur Eksekutif Pri Agung Rakhmanto memperkirakan, tanpa pengetatan penyaluran, maka kuota BBM subsidi tahun ini akan jebol. “Kemungkinan bisa 1,5 juta kl di atas kuota,” katanya.
Menurut Pri Agung, bobolnya konsumsi BBM subsidi merupakan akibat dari lambannya pemerintah dalam menentukan kebijakan dalam pengendalian BBM. “Pemerintah tidak berani menaikkan harga, sedangkan program pembatasan BBM juga maju mundur tidak ada kejelasan,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII yang juga Anggota Badan Anggaran DPR Satya W Yudha mengatakan, jebolnya kuota BBM bersubsidi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. ‘Janganlah pemerintah itu selalu ribut soal kuota BBM tiap akhir tahun. Sebab, kejadian seperti terus berulang setiap tahun,’ ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos) tadi malam.
Menurut Satya, berdasar data yang diperolehnya dari Pertamina, sebenarnya kuota BBM subsidi bahkan sudah habis sekitar akhir November atau awal Desember ini. “Sebab, ada kebijakan bahwa selama Sea Games, pasokan BBM harus aman,’ katanya.
Dengan demikian, berdasar kalkulasi Satya, maka tambahan kuota BBM yang akan diajukan pemerintah bakal melampaui 1 juta kl. Hitungannya, untuk menutup konsumsi BBM selama Desember sebesar 3,4 juta kl dan kekurangan sebesar 1,6 juta kl, sehingga totalnya butuh 5 juta kl.  “Artinya, anggaran subsidi harus ditambah Rp 10 triliun,” ucapnya.
Satya menyebut, karena menyangkut anggaran, maka usulan tambahan kuota akan dibahas terlebih dahulu oleh Badan Anggaran DPR. “Jadi, persetujuannya nanti tergantung di Badan Anggaran,” ujarnya.
Menurut Satya, pemerintah bisa saja menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari APBN-P 2011 untuk menutup kebutuhan tambahan kuota BBM. Namun, lanjut dia, hal itu akan berimbas negatif karena anggaran yang mestinya dibelanjakan untuk kegiatan produktif harus dialihkan untuk membayar subsidi. “Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana agar kejadian seperti ini tidak terus terulang setiap tahun. Jika pemerintah ingin menjalankan program pembatasan BBM ya harus segera dilakukan, jangan maju mundur terus,” paparnya. (owi/jpnn)

Audisi Makin Dekat

Indonesian Idol

MEDAN-RCTI dan FremantleMedia kembali mengadakan audisi pencari bakat Indonesian Idol 2012. Kali ini akan diselenggarakan di 9 Kota besar di Indonesia di antaranya Padang, Palembang, Bandung, Jakarta, Ambon, Medan, Manado, Surabaya, dan Jogjakarta.

Panitia Penyelenggara Audisi Indonesian Idol, Trista P Efendi mengatakan untuk Kota Medan, audisi akan diadakann
di Gedung Serba Guna Universitas Negeri Medan (UNIMED) Jl Willem Iskandar Pasar V, Medan pada 10-11 Desember 2011 mendatang.

“Audisi ini diawali di Kota Palembang dan selanjutnya akan diselenggarakan di Manado, Ambon, Padang, Medan, Surabaya, Bandung, Jogjakarta dan terakhir Jakarta. Kini saatnya Tim Indonesian Idol datang langsung ke Kota Medan untuk mencari bakat-bakat baru,” katanya, Rabu (7/12).

Tidak hanya itu, menurut Trista, selain audisi umum atau audisi terbuka, RCTI dan FremantleMedia juga akan menggelar Special Hunt, School Audition dan Street Audition. Special Hunt merupakan teknik pencarian bakat baru melalui mekanisme khusus yang dilakukan oleh RCTI dan FremantleMedia dengan mendatangi langsung sanggar dan klub musik.

“Selain itu, tim Indonesian Idol juga akan melakukan School Audition, kami akan datang langsung ke sekolah-sekolah menengah atas yang memiliki ekstrakurikuler atau klub bernyanyi terbaik di kota-kota tertentu. Tidak hanya itu, tim Indonesian Idol kali ini juga akan menggelar Street Audition yang akan diselenggarakan di pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, terminal, stasiun dan lainnya,” jelasnya.

Dikatakannya, RCTI bersama FremantleMedia mencari seorang bintang yang memiliki bakat yang luar biasa di bidang entertainment khususnya menyanyi. Ajang ini ditujukan bagi pria atau wanita usia 16-27 tahun, belum pernah mempunyai rekaman album komersial dan Warga Negara Indonesia (WNI) atau keturunan Indonesia atau telah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut.

“Kali ini Indonesia Idol dikemas berbeda dengan memadukan reality singing contest dengan reality show yang akan membuat even ini semakin menarik dan diminati. Indonesia Idol 2012 mencari sang idola baru yang tidak hanya memiliki kualitas suara yang bagus namun juga memiliki attitude dan personality yang mempesona,” ujarnya.
Sambungnya, registrasi akan dibuka dua hari mendatang, tepatnya dimulai pukul 08.00 WIB. Formulir dapat diperoleh di Sumut Pos serta media lainnya atau mendaftarkan diri secara online di www.indonesianidol.com atau www.rcti.tv. “Formulir juga dapat diperoleh di Sindo Radio Medan, Simphony Radio, Kardopa Radio, Visi FM, dan Most FM. atau langsung saat registrasi di tempat audisi. Seluruh peserta wajib mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan menyerahkannya kepada panitia saat registrasi,” ucapnya (mag-11)

Tugas Berat Itu Meneken Surat Pemecatan

Kapolda Sumut Satu Jam di Sumut Pos

Di sela kesibukannya, secara khusus Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH hadir di Graha Pena Jalan Sisingamangraja Km 8,5 Medan Amplas, kantor Harian Sumut Pos. Dalam kunjungan berdurasi satu jam tersebut, Wisjnu menguak agenda Polda Sumut dalam waktu dekat ini.

Kedatangan Wisjnu bersama rombongan, langsung disambut Pimpinan Umum/Pemimpin Redaksi Sumut Pos Zul kifli Tanjung, Wakil Pemimpin Redaksi Pandapotan MT Siallagan dan Hirzan, Redaktur Pelaksana Faliruddin Lubis, dan Asisten Kordinator Liputan Laila Azizah.

Wisjnu hadir sekira pukul 12.00 WIB dan langsung menebar senyum saat memasuki lobi gedung Graha Pena Medan. Seluruh staf iklan dan pemasaran yang berada di ruang itu pun langsung menyalami sang jenderal dan menyempatkan momen itu fotobersama. Usai bercanda dengan staf-staf Sumut Pos di lobi, Wisjnu langsung diajak naik ke lantai tiga.

Selama berjalan naik ke lantai tiga, Wisjnu yang didampingi Zulkifli Tanjung, mengatakan, saat ini Polda Sumut sedang memprioritaskan pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Kita kan pengayom, pelindung bagi masyarakat agar merasa aman dan nyaman. Menjelang Natal dan Tahun Baru kita prioritaskan pengamanan dengan melaksanakan operasi Zebra. Ini kita lakukan untuk menurunkan angka kecelakaan dan tertib berlalu lintas agar jalan menjadi lancar aman dan nyaman,” kata Wisjnu.

Wisnu juga mengatakan, pengamanan tersebut juga untuk menekan angka kejahatan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Jadi di setiap pusat perbelanjaan dan persimpangan kita telah siapkan personel untuk mengantisipasi pelaku-pelaku kejahatan beraksi,” ujar Wisjnu sambil melangkah ke lantai tiga dan melihat ruang kerja awak redaksi.
“Kalau siang gini sunyi ya?” cetus Wisjnu.

“Untuk di lantai tiga ini, Pak, sore baru ramai. Ya, setelah para wartawan pulang dari mencari berita di lapangan. Di sinilah berita yang dicari wartawan itu diolah untuk diterbikan dan untuk cetaknya ada di lantai satu,” terang Zulkifli Tanjung.

Setelah itu, Wisjnu dan rombongan dipersilakan memasuki ruang pertemuan. Sebelum mempersilahkan duduk, Zulkifli Tanjung memperkenalkan beberapa koran yang satu grup dengan Sumut Pos sambil menunjukkan bingkai bergambar koran yang dipajang di dinding ruangan.

Dalam suasana penuh keakraban itu Wisjnu mengatakan, peran media sangat penting untuk menciptakan suasana kondusif aman dan nyaman. Apabila ada kritikan atau saran kepada kepolisian khususnya Polda Sumut, Wisjnu siap menerima kritik dan koreksi dari media. “Untuk kritik membangun kita siap menerima demi kebaikan bersama serta menjaga situasi aman dan  kondusif,” katanya.

Dalam perbicangan kemarin, Wisjnu mengakui kalau kerja Polda Sumut belum sempurna. “Kita memang belum bisa melayani permintaan masyarakat sepenuhnya. Tapi bukan berarti kita diam, kita akan tetap berupaya semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat. Maka, dengan adanya informasi dari media, masyarakat bisa menilai kinerja polisi,” ujar Wisjnu.

Karena itu, Wisjnu mengaku butuh waktu, tenaga, dan pikiran. Caranya dengan grand strategy yakni membangun kepercayaan (trust building) dan kini melanjutkannya dengan membangun kemitraan (partnership building) dengan semua pihak.

Saat disinggung perkerjaan apa yang paling berat selama bertugas di Polda Sumut, Wisjnu mengaku perkerjaan yang paling berat adalah meneken surat pemecatan anggota. “Ya, saya harus berpikir jernih dan mohon petunjuk kepada Tuhan. Ini sangat sulit, beban hati saya harus benar-benar terima apa yang sudah saya lakukan,” aku Wisjnu.
Begitulah, pertemuan kemarin memang berjalan dengan cair. Perbincangan pun tidak hanya terfokus pada satu tema. Semua mengalir, mulai dari kerja hingga hal-hal yang sedikit pribadi seperti tugas terberat tadi. Tanpa terasa satu jam berlalu. Wisjnu dan rombongan pun permisi sembari memberikan plakat untuk Sumut Pos yang diterima Zulkifli Tanjung. (mag-5)

Hari Ini, Penyampaian Nota R-APBD Sumut 2012

Bertemu SBY, Gatot Dipastikan Mangkir

MEDAN-Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dipatikan mangkir saat rapat paripurna DPRD Sumut dalam rangka penyampaian nota R-APBD 2012, yang akan digelar, Kamis (8/12) hari ini.. Seperti biasanya, Pemprovsu akan diwakili oleh Sekda Provsu Nurdin Lubis.

Kepastian tidak hadirnya Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho diakui Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut, Randiman Tarigan.

“Iya. Suratnya sudah kita terima siang tadi. Ada acara dengan presiden SBY di Jakarta, dan pukul 14.00 WIB tadi sudah berangkat ke Jakarta,” kata Randiman.

Sementara itu, sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu Nurdin Lubis yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal itu mengaku, belum mengetahuinya. “Nanti saya cek dulu. Saya belum tahu itu,” jawabnya.
Dengan kenyataan jarang hadirnya Gatot pada rapat-rapat paripurna DPRD Sumut, terlebih pada rapat paripurna penyampaian nota R-APBD 2012 disesalkan sejumlah anggota dewan. Karena menurut sejumlah anggota dewan, pembahasan mengenai R-APBD 2012 adalah hal yang penting, karena lebih menjurus untuk mengurusi rakyat Sumatera Utara (Sumut).

“Iya, harusnya Plt Gubsu hadir pada paripurna nanti. Karena ini menyangkut masalah keuangan, dan untuk kepentingan rakyat. Kita sayangkan kalau Plt Gubsu tidak hadir,” kata Ketua Komisi C DPRD Sumut, Marasal Hutasoit.
Sementara itu, anggota DPRD Sumut yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi Sumut Pos juga menyesalkan sikap Plt Gubsu, yang acapkali mangkir pada sidang paripurna. “Mengapa Plt Gubsu tidak hadir dan lebih mementingkan Rakor dengan para Gubernur di Jakarta,” tukas anggota DPRD Sumut tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut anggota dewan tersebut mengatakan, secara etika dan kelaziman harusnya Plt Gubsu hadir pada rapat paripurna tersebut.

Karena mengenai R-APBD merupakan hal yang penting.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga yang ditanya mengenai R-APBD 2012 menjelaskan, proyeksi R-APBD Sumut 2012 mencapai Rp6,3 triliun.
“Kita memproyeksikan R-APBD Sumut 2012 Rp6,3 triliun. Dan pengesahannya, direncanakan tanggal 21 Desember ini,” jawabnya.

Gatot juga tidak hadir pada Rapat Paripurna Dewan masa persidangan I tahun 2011-2012, dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang nota keuangan dan RAPBD Sumut Tahun 2012, Senin (28/11) lalu.
Begitu juga, pada Rapat Paripurna DPRD Sumut yang mengagendakan pembahasan mengenai Laporan Hasil Kunjungan Kerja DPRD ke kabupaten/kota, untuk melihat realisasi pelaksanaan anggaran tahun 2010, Selasa (20/9) lalu, akhirnya harus ditunda karena ketidakhadiran Gatot, sehingga rapat kembali diagendakan akan digelar pada tanggal 26 September 2011.(ari)

Assad Bantah Bantai Warganya

Diwawancarai Ekslusif ABC News

DAMASKUS– Presiden Syria Bashar al-Assad akhirnya angkat suara. Dalam wawancara dengan jaringan televisi Amerika Serikat (AS) ABC News yang dirilis kemarin (7/12), penguasa 46 tahun itu menyatakan siap mundur dari kursi kekuasaannya. Syaratnya, dia tidak lagi mendapatkan dukungan dari rakyat Syria.

’’Jika saya rasa dukungan rakyat terus menurun, saya tak akan berada di sini lagi. Seruan mundur  itu bisa katakan atau sampaikan langsung. Saya tak mungkin bertahan tanpa dukungan rakyat,’’ ujarnya saat wawancara eksklusif dengan reporter senior ABC News Barbara Walters. Dia mengatakan jabatan presiden yang diwarisi mendiang ayahnya Hafez al-Assad, tak akan dipangku selamanya.

Pernyataan Assad soal kesiapannya mundur itu tentu saja hanya sebatas retorika. Faktanya, meski pawai mendukung Assad belakangan gencar berlangsung di Damaskus, unjuk rasa menuntut agar dia mundur dari kursi kekuasaan telah meletus di beberapa kota di Syria sejak akhir Januari lalu.

Dalam kesempatan itu, Assad juga membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya terkait pembantaian dan pembunuhan rakyat Syria selama revolusi sipil. Sejak bentrok meletus antara pasukan keamanan dan gerakan anti-pemerintah pada Maret lalu, sedikitnya 4.600 nyawa telah melayang di Syria. Komisi HAM PBB dan beberapa lembaga internasional pun mendesak Assad dan rezimnya bertanggung jawab.

’’Hanya orang gila yang membunuh dan menganiaya bangsanya sendiri,’’ kilah Assad untuk menepis tudingan tersebut. Menurut dia, kematian 4.600 orang itu bukanlah tanggung jawab dirinya. Bahkan, dia mengaku tak pernah memerintahkan pembunuhan atau pembantaian terhadap warganya. Termasuk, represi yang dilakukan militer pada oposisi dan sejumlah tentara yang membelot.

Kepada Walters, Assad menegaskan bahwa kerusuhan berdarah yang masih berlangsung di Syria bukan tanggung jawab dirinya sepenuhnya. Dalam wawancara yang langka dengan media asing tersebut, Assad menyebut rezimnya tak bersalah. ’’Saya tidak pernah memerintahkan pembunuhan atau menyuruh militer bertindak brutal,’’ tegasnya.
Menurut dia, konflik di Syria justru muncul karena ulah individu-individu tertentu. Dia melimpahkan tanggung jawab ke setiap individu yang terlibat dalam konflik berdarah di Syria, baik dari kelompok pro maupun anti-pemerintah.
Dia menyebut, korban tewas dari kelompok demonstran pendukung pemerintah juga tidak kalah banyak. ’’Bahkan, jumlah korban tewas dari kelompok pro-pemerintah jauh lebih banyak,’’ katanya.

Konflik yang mewarnai krisis politik di Syria telah menelan korban sedikitnya 1.100 personel militer dan polisi. Tapi, dia membantah anak anak menjadi korban jiwa dalam konflik di Syria tersebut. “Data PBB itu tak benar,” tegasnya.  (afp/ap/hep/dwi/jpnn)

2 Warga Malaysia Simpan Sabu di Anus

Medan-Dua warga Malaysia, Syarwan bin Yusuf (29) dan Rasyidi (27),diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan, saat tiba di terminal kedatangan International, karena kedapatan membawa sabu-sabu seberat 285 gram.

Untuk mengelabui petugas keduanya memasukkan sabu-sabu ke dalam anus yang telah dikemas dalam bentuk kapsul. Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan, Bobby Patigor Tampubolon mengatakan, keduanya diamankan karena curiga dengan gelagat keduanya saat tiba di terminal kedatangan. “Keduanya tiba dengan menggunakan maskapai Air Asia nomor penerbangan AK-1356,” katanya, Rabu (7/12).

Setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat X-ray dan diperiksakan ke RSU Elisabeth, ternyata ditemukan 10 kapsul sabu-sabu di dalam perut Syarwan bin Yusuf dan 7 kapsul di dalam perut Rasyidi.

“Kita curiga dengan gelagat keduanya, lalu kita amankan. Setelah kita lakukan pemeriksaan di tubuh keduanya ditemukan 17 kapsul berisi sabu-sabu dengan berat 285 gram. Sabu-sabu tersebut berhasil dikeluarkan, Rabu (7/12). Keduanya kemudian diserahkan ke Mapolda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bobby menuturkan, dari keterangan keduanya sabu-sabu tersebut diperoleh dari kenalan mereka di Malaysia dan mereka mendapatkan imbalan Rp3 juta untuk membawanya ke Medan.

Diterangkannya, salah satu pelaku mencoba melarikan diri saat berada di RSU Elisabeth Medan. “Rasyidi saat di rumah sakit mencoba melarikan diri dan oleh anggota kita diamankan,” terangnya.(jon)

Rp1.000 akan Jadi Rp1

Tahun Depan, RUU Redenominasi Rupiah Diajukan ke DPR

Pemerintah bakal mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR. Menkeu Agus Martowardojo mengatakan, draf undang-undang yang mengatur penyederhanaan penyebutan mata uang rupiah segera dibahas tahun depan.

Menurut Menkeu, draf RUU tersebut sudah sampai tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Substansi dari RUU tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia.

“Nanti kalau sudah selesai harmonisasi, RUU Redenominasi kami akan masukkan ke DPR. Kami harapkan bisa dibahas 2012,” kata Agus setelah sosialisasi Undang-Undang Mata Uang di Jakarta, kemarin.

Agus mengatakan, secara prinsip pemerintah mendukung usul bank sentral mengenai redenominasi. Namun, untuk bisa diimplementasikan, setidaknya butuh waktu 5-10 tahun lagi. Pemerintah, kata Agus, harus mempelajari dampak positif dan negatif dari kebijakan tersebut lebih dahulu.

“Kami akan mengambil pelajaran dari negara-negara yang sudah sukses menjalankan redenominasi uang dan tentu kami juga ambil pelajaran dari negara yang tidak berhasil. Kami mengharapkan nanti untuk Indonesia akan berhasil,” kata Agus.

Redenominasi berbeda dengan devaluasi mata uang era Orde Lama. Sebab, nilai uang tidak berubah. Perubahan hanya pada penyebutan. Misalnya, Rp1.000 menjadi Rp1. Namun, nilai mata uang yang diredenominasi tetap sama.
Dengan disahkannya Undang-Undang No 7/2011 tentang Mata Uang pada Mei lalu, penggunaan mata uang rupiah dalam setiap transaksi keuangan dan perdagangan menjadi mengikat bagi setiap orang atau badan. Dalam pasal 21 dan 23 disebutkan kewajiban penggunaan uang rupiah sebagai alat pembayaran, penyelesaian kewajiban, dan transaksi keuangan lain, serta larangan menolak pembayaran dengan rupiah bagi penerima pembayaran.

“Kalau seandainya di daerah perbatasan atau di daerah pariwisata, kemudian ada pihak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tidak mau menerima pembayaran dalam rupiah, itu nanti akan diangggap melanggar hukum,” ujar Agus.
Menurut dia, rupiah harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pengaturan ini hanya terbatas pada uang kartal (kertas dan logam). Transaksi dengan uang giral akan diatur tersendiri. Menkeu berharap agar kedudukan rupiah akan semakin kuat dengan dijalankannya UU Mata Uang.(sof/c1/nw/jpnn)

Untungkan Sektor Ritel

Redemonasi (proses penyederhanaan nilai mata uang) rupiah dengan menghapus tiga nol dipastikan akan menguntungkan sektor ritel Indonesia dan mempermudah transaksi bagi orang asing di Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, Rabu (7/12).

“Selama ini orang asing merasa kesulitan. Dengan adanya redenominasi, orang asing juga akan diuntungkan. Kita juga tidak dikenal sebagai orang yang kuno, banyak uang dengan angka yang banyak tapi miskin,” katanya.

Ia mengatakan, wacana redenominasi semakin nyata setelah ada RUU redenominasi rupiah. Bagi peritel, lanjut Tutum, kenyataan ini bukan suatu masalah yang penting sosialisasi yang baik ke masyarakat.

“Saya senang-senang saja. Yang penting nilai dari uangnya tak berkurang. Redenominasi itu hanya penskalaan mata uang saja seperti peta,” katanya.

Tutum menuturkan, pelaku ritel sudah menyampaikan masukan masalah redenominasi ke Bank Indonesia. Secara kultur, masalah ‘redenominasi’ sudah menjadi kebiasaan yang tak tertulis seperti penulisan harga di ritel, seperti menulis kecil tiga angka nol di belakang.

“Memang prinsipnya sudah melakukan, coba ke restoran kadang-kadang mereka nol nya kecil-kecil itu membuktikan, masyarakat sudah mengerti. Itu sudah dilakukan di ritel, sudah melakukan itu,” katanya.

Meskipun ia memberikan catatan untuk masyarakat-masyarakat generasi tua yang tak tersentuh dunia pendidikan dan masyarakat pelosok perlu sosialisasi khusus terkait redominasi ini. Selain itu, mengenai adanya kekhawatiran pembulatan harga dari dampak redenominasi, ia mengaku tak khawatir. Menurutnya harga-harga saat ini sudah sangat jarang yang berada di bawah Rp1000, apalagi kalau melihat konteks 5-10 tahun ke depan akan lebih sulit menemukan barang yang seharga itu.(net/jpnn)

Tahap Redenominasi

  • 2011-2012: Masa Sosialisasi
    BI menyosialisasikan redenominasi kepada masyarakat. Sistem akuntansi, pencatatan, dan sistem informasi juga disesuaikan secara bertahap.
  • 2013-2015: Masa Transisi
    BI mengeluarkan uang baru yang nilainya 1.000 kali uang lama. Pada masa ini, barang akan memiliki dua label harga, yakni “harga dengan uang lama” dan “harga dengan uang baru”.
  • 2016-2018: Masa Penarikan Uang Lama
    BI akan menarik uang lama secara bertahap. Akhir 2018, diharapkan hanya beredar uang baru di Indonesia.
  • 2019-2020: Masa Pemantapan
    Pada periode ini, BI akan mengganti uang baru yang ditulisi “uang baru”, dengan uang baru tanpa tulisan “uang baru”. Dengan demikian, pada 2021, Indonesia memasuki tahap baru setelah rangkaian redenominasi.Sumber: BI

 

XL Sediakan Layanan Pendidikan Axara

MEDAN- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin maju dan menawarkan berbagai manfaat bagi penggunanya. Penggunaan TIK yang tepat telah diakui mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja, tidak terkecuali bagi para pelajar. Kemarin, PT XL Axiata Tbk (XL) meluncurkan layanan inovatif dan kaya manfaat bagi pelajar, yaitu XL Axara.

Vice President Strategic Business & Innovation XL Jeremiah de la Cruz, mengatakan, secara bijak, pihaknya bisa memanfaatkan TIK untuk memajukan kualitas kehidupan sosial masyarakat yang masih tertinggal, antara lain pendidikan. “XL Axara kami hadirkan untuk mendukung proses belajar mengajar generasi muda Indonesia. Kami berharap inovasi layanan dan upaya ini merupakan persembahan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
XL Axara merupakan suatu layanan pendidikan yang terintegrasi, yang menawarkan layanan yang sesuai dengan pelajaran yang diterima di sekolah seperti Matematika, Fisika, Sains, Kimia, atau Biologi, maupun materi yang sifatnya non-pelajaran seperti kursus Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, ataupun tips motivasi dan English Proverb.

XL Axara didesain untuk bisa dimanfaatkan oleh siswa dan orangtua didik. Layanan ini berbasis kurikulum sekolah. Pelanggan dapat menikmati layanan ini dengan berbagai cara, baik melalui SMS, mengakses USSD Menu Browser, maupun membuka portal WAP XL Axara.

Biaya yang dibebankan kepada pengguna XL Axara didisain khusus sesuai dengan tingkat kemampuan segmen siswa atau pelajar. Dengan biaya Rp550 per SMS (hanya 2 kali SMS diterima per minggu), ditambah dengan free trial selama 1 minggu pertama untuk semua layanan, menawarkan suatu layanan yang sangat terjangkau.

Selain SMS, pelanggan juga dapat menikmati layanan ini dalam bentuk video dengan tarif Rp1/KB. Untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menikmati layanan XL Axara, XL menyediakan beberapa pilihan cara penggunaan , yaitu diantaranya dengan: ?mengirimkan SMS berisi “AXARA” ke 5100, atau ?mengakses UMB *123*525#, atau membuka portal WAP XL Axara yaitu http://bit.ly/xl-axara kemudian pelanggan dapat memilih materi pelajaran yang dikehendaki dan tingkat/kelas-nya.

Layanan XL Axara didukung oleh beberapa narasumber yang terpercaya seperti Pesona Edu, Global Language, Ai Learning, dan dalam waktu dekat beberapa narasumber lain juga akan turut bergabung untuk mengisi konten pendidikan ini.(ila)