29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14387

PNS Tewas Usai Dirazia Polisi

Diduga Terkena Serangan Jantung

TEBING TINGGI- Ober Sijabat (50) warga Kompleks Perumahan Griya Bulian, Jalan Merpati, Kota Tebing Tinggi mendadak tak berdaya saat dirazia Satlantas Polresta Tebing Tinggi di Persimpangan tiga Titi Gantung, Jalan Belibis Kota Tebing Tinggi, Jumat (11/11) sekira pukul 11.00 WIB.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di bagian pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai itu coba diselamatkan petugas, namun tewas saat menuju perjalanan ke Rumah Sakit (RS) dr Kumpulan Pane.

Kejadian bermula saat Ober melintas dari arah Jalan Paya Kuruk menuju Titi Gantung Tebing Tinggi dengan mengendarai sepeda motor Supra BK 4512 NQ.

“Korban saat itu tidak menggunakan helm,” kata Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi Sik. Polisi yang menggelar razia seketika menghadang Ober.

Bercampur kaget, korban bergegas mengambil helm yang disangkutkan di antara tempat duduk motornya untuk digunakannya. Korban terjatuh ke jalan, petugas langsung mengamankannya.

“Korban terjatuh telungkup ke jalan, petugas langsung melakukan penyelamatan dan membawanya ke Rumah Sakit Dr Kumpulan Pane tapi korban meninggal dunia dalam perjalanan, kita menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung, “ kata Andi Rian yang baru beberapa hari menjabat Kapolres Tebing Tinggi ini.

Namun keterangan Kapolres bertolak belakang dengan keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, berinisial B (45) warga Jalan Belibis, Kota Tebing Tinggi. Dikatakannya, saat itu petugas Satlantas Polres Tebing Tinggi menggelar razia di persimpangan tiga Titi Gantung tanpa menggunakan plank tanda razia.

Ober yang melintasi lokasi razia tanpa mengenakan helm mencoba menerobos petugas yang men coba menghadangnya. Ober tidak mempedulikan hadangan polisi itu. Melihat aksi nekat Ober itu, polantas langsung menarik baju korban.

“Kulihat polisi itu menarik baju pengendara sepeda motor yang sedang melewati razia. Kejadian itu persis terjadi di depan rumah saya, si pengendara sepeda motor langsung terjatuh tengkurap dengan kakinya tersangkut di sepeda motor,” bilang saksi itu kepada Sumut Pos.

Saksi mata tidak menepis korban diselamatkan polisi saat terjatuh. Petugas sempat kaget begitu korban yang jatuh telungkup diperiksa dalam kondisi wajah membiru serta mengeluarkan air seni. “Polisi langsung membubarkan razia dan membawa korban ke rumah sakit,” bebernya
Dari RS dr Kumpulan Pane menyebutkan bahwa Ober tewas karena serangan jantung dan tewas sebelum masuk ke ruang Unit Gawat Darurat RS Kumpulan Pane.

“Kita masih menunggu pihak keluarga korban apakah jasad korban mau diotopsi atau tidak,” bilang Direktur RS dr Kumpulan Pane, dr Nanang.

Adik kandung korban, P Sijabat (45) warga Kompleks Griya Bulian menyebutkan Ober tidak pernah mengeluh sakit jantung kepada keluarganya.

“Sehat dia bang, tak pernah ada laporan ke kami bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Pada prinsipnya, kami keluarga meminta penyelesaian kasus ini dengan baik,” ujar P Sijabat ketika ditemui Sumut Pos di rumah duka sore harinya.

Diakuinya, memang pihak kepolisian sudah mendatangi keluarga saat berada di rumah sakit, namun untuk kejelasan kasus meninggalnya Ober Sijabat kepolisian belum memberikan keterangan sepenuhnya.

“Kami berharap ke depan jangan kembali terjadi kasus seperti menimpa abang saya. Kepolisian melalui Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi hendaknya secara gamblang memberikan penjelasan kronologis kejadian itu. Keluarga siap menerima kedatangan pihak kepolisian di rumah duka,” harap P Sijabat sambil menitikan air mata. (mag-3)

35 Hp Milik Tahanan Disita Polisi

MEDAN-  Seluruh tahanan di Rumah Tahanan Sementara Polresta Medan dirazia, hasilnya sebanyak 35 unit hand phone (HP) dan satu unit gunting ditemukan dari dalam penjara tersebut. Kini, seluruh barang yang didapati petugas langsung disita karena melanggar aturan yang ada.
Demikian disampaikan Kabag Ops Polresta Medan, Kompol Yusfhi Nasution kepada wartawan, Jumat (11/11) saat ditemui di Mapolresta Medan.

Dia menyebutkan, Polresta Medan menggelar razia di rumah tahanan sementara, Kamis (10/11) malam Sekitar Pukul 23.30 WIB. Razia dilakukan untuk mengetahui barang-barang, yang dimiliki tahan selama di dalam rumah tahanan sementara di Mapolresta Medan.
“Operasi ini bertujuan menjaring benda yang tidak berkenan berada di dalam tahanan, seperti senjata tajam, handphone dan narkoba” ujarnya.

Mantan Kapolsekta Medan Baru ini menerangkan, tidak ada sanksi yang diberikan bagi tahanan maupun bagi penjaga yang lalai karena HP itu lolos akibat dibawa pembesuk. “Kami hanya memberikan peringatan saja. Tapi semua hasil temuan disita,” tegasnya. (mag-7)

Ka Puskesmas Dilaporkan ke Polisi

LANGKAT- Polres Langkat me nerima laporan pengaduan penipuan bermodus masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di jajaran Pemkab Langkat dilakukan oknum Kepala Puskesmas (Kapus) Sei Banban Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, berisinial dr IW (38).

“Laporan pengaduan tentang penipuan bermodus masuk CPNS di jajaran Pemkab Langkat, yang diduga dilakukan oknum kepala puskesmas memang sudah kita terima saat ini masih diproses. Kita panggil dulu saksi-saksinya, kalau semuanya sudah lengkap dan cukup maka pelakunya akan segera kita amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S dikonfirmasi, Jum’at (11/11).

Disebutkan, pelapor dalam kasus itu bernama Heru (32) warga Dusun Cempaka Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat. Dalam laporan itu disebutkan, peristiwa penipuan diawali pengakuan dr IW yang mengatakan bisa mengurus atau memasukkan seseorang ingin menjadi calon pengawai negeri sipil (PNS).

Terjadinya kesepakatan atau peristiwa itu, medio Oktober 2010. Terlapor (IW) disebutkan menawarkan kepada korban dapat mengurus seseorang menjadi CPNS, dan perkataan dimaksud ketika itu di dengar langsung oleh saksi Anggun sebagai objek yang dijanjikan atau bakalan menjadi CPNS oleh dR IW.

Tertarik dengan informasi atau kabar dimaksud, korban (Heru) dan saksi (Anggun) masuk perangkap IW. (mag4)

Kesejahteraan Pegawai Fokus RSU Pirngadi

MEDAN- Manajemen RSU Pirngadi Medan dituntut untuk merubah tata kelola rumah sakit dan membenahi pelayanan. Hal ini dikarenakan Wali Kota Medan telah menetapkan rumah sakit milik Pemko Medan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Penetapan BLUD itu berdasarkan SK Wali Kota Medan No 900/1847.K tanggal 13 Oktober 2011. Dalam SK tersebut termaktub bahwa RSU Pirngadi harus menerapkan sistem pelayanan penuh kepada masyarakat. Dalam SK itu, rumah sakit tersebut diharuskan melengkapi fasilitas pelayanan yang terbaik.

Kasubbag Humas dan Hukum RSU Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH Mkes menuturkan, pihaknya sedang melakukan pembenahan di rumah sakit. Pembenahan itu dimulai dari pegawai hingga pelayanan kepada masyarakat. “Namun mengenai ruang rawatan dan fasilitasnya sedang dilakukan perbaikan dan pembenahan,” ucapnya, Jumat (11/11).

Ketika disinggung mengenai sejumlah ruangan tak berfungsi maksimal, dia mengatrakan hal itu terjadi karena alatnya masih dipesan, sehingga ada ruangan yang kosong. “Untuk ruangan yang berubah alih, itu karena alatnya belum tiba dan sudah dipesan,” terangnya. “Fokus manajemen saat ini, pelayanan dan bagaimana pengelolaan pendapatan serta mensejahterakan pegawai, baik jasa medis dan lain-lainnya,” pungkasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Medan, Khairuddin Salim menyatakan setelah RSU Pirngadi menjadi BLUD, Direktur Utama RSU Pirngadi juga harus melakukan perubahan dan pembenahan pelayanan, agar warga tidak kecewa saat berobat dan berkunjung ke rumah sakit tersebut.
“Dirut RSU Pirngadi harus memperhatikan profesi dan masa kerjanya,” tegasnya. (jon)

Sumur Minyak Dikhawatir Munculkan Konflik

LANGKAT- Pengelolaan sejumlah sumur minyak tua di wilayah Kabupaten Langkat disahuti Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Ini tertuang dalam rapat dengar pendapata (RDP) anggota DPRD Langkat dengan BP Migas di Gedung Dewan Langkat kemarin (11/11).

“Munculnya sederet permasalahan dalam pengelolaan sumur minyak tua yang ada di wilayah Langkat harus disikapi secara arif dan sesegera mungkin. Pemerintahan setempat baik Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat melalui dinas terkaitnya harus sigap. Menyusul bermunculannya sumur-sumur baru yang dikelola warga secara ilegal,” kata Julius S dari BP Migas.

Melalui pembentukan tim ia berharap tim merumuskan penanganan terbaik pengeksploitasian dengan meminimalisir munculnya permasalahan. Karenanya, Pemkab Langkat maupun Pemprov Sumut diharap menyikapinya.

Julius dalam RDP didampingi staf Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan hal tersebut di hadapan anggota Komisi IV Bidang Lingkungan dan Pembangunan, Poldasu, Polres Langkat, PT Pertamina, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provsu serta Pemerintah Kabupaten Langkat, TNI (Marinir dan Kodim) sekaligus PT Heksindo selaku pihak ketiga pemegang sub kontrak pengelolaan sumur minyak tua di Desa Buluh Telang Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat.

Julius juga menganjurkan, seluruh pihak dapat bersinergi guna memperoleh solusi terbaik terkait eksploitasi minyak yang ada.

Ditekankan oleh Julius, BP Migas yang bertanggungjawab langsung ke Presiden RI menilai fasilitas alat serta sarana produksi di atas permukaan masih belum maksimal. Hal itu dikhawatirkan memancing masyarakat atau warga sekitar lokasi sumur minyak tua berani mengadu peruntungan membuat usaha sendiri dengan cara ilegal dan mengandung resiko.

Kondisi itu sambungnya, semestinya segera disikapi baik oleh PT Heksindo yang memiliki ikatan kontrak hingga 2022 dengan PT Pertamina ataupun pemerintahan khususnya Pemkab Langkat dibantu pihak keamanan melalui sosialisasi tentang penanganan yang legal.

“Dinas terkait yang ada di Pemprov Sumut maupun Pemkab Langkat idealnya memiliki formula, dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana cara legal usaha penambangan minyak. Bisa saja melalui berdirinya koperasi atau bahkan lebih baik BUMD,” tukas Julius.

Sri Wahna Kaban Ketua Komisi IV DPRD Kab Langkat bersama Hasan Basri saat memimpin RDP lebih menekankan tentang pengantisipasian bermunculannya sumur-sumur baru yang diperbuat masyarakat.

Selain dikhawatirkan membuka celah perselisihan sekaligus mengundang tindakan kriminal antar warga yang masing-masing ingin menguasai, juga tidak tertutup kemungkinan terjadinya bencana karena lemahnya pengetahuan warga secara teknis maupun ilmiah.
”Kami hanya ingin, agar semua pihak yang terkait dengan eksploitasi minyak ini bekerja secara profesional.

Sementara, warga-warga yang melakukan penyulingan di luar dari kontrak PT Pertamina dengan PT Heksindo harus diantisipasi sebelum permasalahan baru terjadi,” kata Hasan.
Sayangnya, ketersediaan waktu yang terbatas menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jum’at menghentikan RDP dengan hasil kurang maksimal. Dijadwalkan, momen dengan agenda serupa bergulir lagi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.(mag-4)

FKBSI Tuntut Kejelasan Buruh

LUBUK PAKAM-Sekitar ratusan massa Federasi KSBSI Deli Serdang mendatangi kantor DPRD Deli Serdang (DS) di Lubuk Pakam, Kamis, (10/11). Mereka merasa prihatin dengan nasib buruh kontrak (outsourcing) yang kerap menjadi korban penindasan oleh pengusaha, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak dan banyaknya perusahan yang tidak mendaftarkan buruhnya ke PT Jamsostek.

Ketua DPC FKUI Antonius P Tampubolon, menyampaikan agar Bupati DS dan DPRD DS memanggil Dinas Tenaga Kerja Transimgrasi (Disnakertrans) DS karena dianggap bermain main dengan kasus buruh.

“Kita juga meminta agar keputusan dewan tentang pengupahan periode 2010-2013 untuk ditinjau ulang karena melanggar ketentuan Surat Keputusan Presiden,” teriaknya.
Anggota Komisi B DPRD Apoan Simanunggkalit berjanji akan menindaklanjuti tuntutan para buruh.”Kita menanggapi serius tuntutan para buruh, karena tuntutannya bersifat normatif, para buru juga membawa kasus lainnya seperti yang dialami buruh,” katanya.

Contoh kasus seperti yang dialami Wahyu Saputra buruh PT Salix Bintang Prima yang mengalami kecelakan kerja, namun hingga kini belum menerima ganti rugi.  Kemudian kasus PHK secara sepihak terjadi di PT jaya Bersama Murni dan PT Indo Karya Tirutama. Para buruh yang di-PHK tidak diberikan pesangon. (btr)

Tirtanadi Uji Coba Reservoir Senilai Rp14 M

MEDAN- Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut melakukan uji coba pengoperasian Intalasi Pengelolahan AIR (IPA) dikawasan Jalan Marelan II keluruhan Hamparan Perak Medan Kecamatan Marelan. Ujicoba tersebut bertujuan untuk melakukan peningkatakan pelayanan di daerah Marelan yang selama ini mengalami kekurangan debit air pada saat beban puncak.

“Untuk pengoprasian IPA reservoir tersebut, karena reservoir dan buster pump (kolam penampungan) telah rampung dibangun. Dimana dengan dibangunnya reservoir akan membantu penyuplaian air ke masyarakat yang selama ini disaat jam puncak, mengalami kekurangan pasokkan air,” ungkap pimpinan proyek pembangunan IPA Reservoir Suhairi kepada sejumlah wartawan Jumat (11/11) sore.

Lebih lanjut dirinya mengata-kan,  pembangunan reservoir yang terletak di Jalan Marelan II  berukuran 16 x 18 Meter dengan kapasitas  4000 M menghabiskan dana sebesar Rp14 Miliar yang merupakann dana PDAM sendiri.

Ddikatakannya, IPA dengan kapasitas 200 liter/detik melayani pelanggan di kawasan Jalan Veteran dan Belawan Kota. Namun karena distribusi air langsung dilakukan dari IPA ke pelanggan tanpa melalui reservoir, maka tekanan air tinggi menyebabkan pipa distribusi pe-cah.  ‘’Untuk menghindari pipa distribusi pecah lagi, ujarnya, maka kapasitas IPA Hamparan Perak terpaksa diturunkan dari 200 liter/detik menjadi 120 liter/detik. Dan solusinya dibangun reservoir yang lokasinya dekat pemukiman pelanggan dengan sumber airnya dari IPA Hamparan Perak sendiri,” terangnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya  akan melakukan ujicoba selama empat hari kedepan. Kalau reservoir ini sudah permanen dioperasikan, disaat beban puncak kapasitas IPA Hamparan Perak bisa ditingkatkan dari 120 liter/detik menjadi 240 liter/detik, karena tekanan air sudah tinggi serta akan membangun reservoir yang lain PDAM Sendiri rencana membangun reservoir di lokasi lain. Suhairi mengatakan, rencana itu memang ada dan sudah masuk dalam program kerja PDAM Tirtanadi tahun 2012.

“Rencana itu sudah masuk dalam rencana program kerja tahun 2012 yang telah kita ajukan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk minta penambahan investasi (penyertaan modal) sebesar Rp246 miliar lebih,” terang Kepala Divisi Public Relation PDAM Tirtanadi, Ir Amrun yang ikut dalam ujki coba IPA tersebut, Adapun program kerja 2012 itu lanjutnya, pengadaan tanah untuk pembangunan reservoir di tiga lokasi, pembangunan IPA 1900 liter/detik, pembangunan reservoir dan booster pump di tiga lokasi, pengadaan dan pemasangan pipa transmisi, pemasangan pipa distribusi sepanjang 450.000 meter.

“Selama ujicoba pengoperasian reservoir dan booster pump IPA Hamparan Perak ini bila ada pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air, kami harapkan agar segera melaporkan ke call center 500444 milik PDAM Tirtanadi supaya dapat ditindaklanjuti,” terang Amrun.(*/mag-7)

Michael Hartono Pimpin Indofood Medan

MEDAN – Jabatan Kepala Cabang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Cabang Medan diserahterimakan dari pejabat lama Mochtar Sukardi kepada pejabat baru Michael Hartono. Acara serah terima jabatan berlangsung di Grand Angkasa Hotel (9/11).

Acara pisah sambut yang dihadiri staf dan karyawan, Divisi Indofood Group dan para distributor itu membawa keharuan mengingat kedekatan dan kepemimpinan Mochtar Sukardi selama 10 tahun di Indofood CBP Noodle Medan telah membawa kemajuan yang cukup berarti bagi pengembangan perusahaan sehingga selanjutnya dipromosikan untuk memimpin Cabang DKI Jakarta. Dalam sambutnya Mochtar menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang biasa di Indofood Group guna pengambangan perusahaan.

Sementara itu Michael Hartono yang sebelumnya menjabat sebagai Regional Sales & Promotions Manager di Indonesia Timur akan melanjutkan memimpin Indofood CBP Noodle Medan. Dalam sambutannya pria yang telah 12 kali rotasi jabatan ini mengaku siap bekerjasama dan  menjadikan Indofood CBP Noodle Medan lebih baik lagi.

Sehari sebelumnya (8/11) dilakukan perkenalan dan silaturahmi dengan PWI Sumatera Utara dan pimpinan media cetak dan elektronik di Medan. Ketua PWI Sumatera Utara Drs. M. Syahrir berharap hubungan baik yang terbina selama kepemimpinan Mochtar Sukardi dapat  berlanjut dan lebih baik lagi. (rel/sih)

Yayasan Pendidikan Sinar Husni Kurban 14 Sapi, 5 Kambing

Keluarga besar Yayasan Sinar Husni, bersama masyarakat melaksanakan Sholat ’Idul Adha 1432 H di Masjid Sinar Husni Minggu (6/11). Setelah sholat ’Ied, dilaksanakan  penyembelihan 14 ekor sapi dan 5 ekor kambing di pelataran Kampus Sinar Husni, Helvetia.

Ketua Yayasan Sinar Husni, Drs. H.M. Arif Husni, M.Pd menyatakan sangat bersyukur dan terharu atas terlaksananya kegiatan Sholat ’Ied dan penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1432 H tahun ini. ’Saya bersyukur sekaligus terharu dimana  dewan guru, dosen, dokter RSU.

Sinar Husni bisa menyatu bersama masyarakat dengan penuh kekeluargaan untuk melaksanakan perintah Allah SWT dalam hal berkurban seperti ini, dimana pelaksanaan sholat ’Ied dan penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu syiar Islam untuk mengatasi tembok pemisah antara orang yang berada dengan kaum dhuafa,”ujarnya.

Pelaksanaan kurban dikoordinir oleh  Tupon, Kepala. Dusun X. Sedangkan daging kurban didistribusikan langsung kepada sekitar  1000 kepala keluarga di lingkungan kampus, masjid serta RSU. Sinar Husni. Acara kurban, ujarnya, sudah menjadi agenda tahunan yang harus ditingkatkan. Arif  menjelaskan.

Penyembelihan hewan kurban juga merupakan amanah orang tua, pendiri Yayasan Sinar Husni, yaitu Alm. H. Husin Abd. Aziz dan Almh. Hj. Arfiah yang berjuang dalam dunia pendidikan, kesehatan dan sosial yang diwarisi oleh ke-empat orang putranya. ”Amanah orang tua adalah Ibadah, dan berkurban adalah merupakan salah satu amanah dari orang tua kami, sehingga amanah yang telah dititipkan kepada kami tetap diteruskan dan dikembangkan karena ini merupakan fitrah dan sunah Ilahi yang terus menerus akan kami emban dan laksana-kan,”tegasnya  lagi.

Arif Husni menambahkan, ada tiga program utama yayasan. Yaitu meningkatkan kualitas pendidikan, menanamkan nilai-nilai keagamaan dan meningkatkan kesehatan. Saat ini, lanjutnya, ada beberapa guru yang sedang diberangkatkan oleh Yayasan untuk melakanakan ibadah Haji di tanah suci yang tergabung dalam KBIH Sinar Husni. ”Setiap tahunnya, kita memberangkatkan guru-guru untuk menunaikan ibadah haji. Insya Allah akan memberangkatkan seluruh guru di Sinar Husni dan ini merupakan wujud syukur kita atas kemajuan Yayasan Sinar Husni”. ungkapnya.

Sementara itu, ustadz Drs. H. Saleh Daulay dalam khutbahnya mengharapkan umat Islam menanamkan nilai-nilai aqidah, akhlak dan syariah kepada generasi penerusnya sehingga dengan demikian ummat Islam akan dapat mengaplikasikan potret kehidupan keluarga Nabi Ibrahim dalam kehidupan sehari-hari. (*/rel/sih)

Mobil Bawa Drum Isi Aspal Ditangkap

SERGAI- Kepolisian Polres Serdang Bedagai mengamankan mobil pick up BK 8682 DJ bermuatan sepuluh drum aspal cair yang hendak digelapkan di Jalur Lintas Sumatera, tepatnya di depan Moplres Serdang Bedagai, Jumat (11/11). Tiga awak mobil, Ilham Priandi (22) sebagai sopir, Hermanto (46) dan Husaini (36) sebagai kenek warga Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan turut diboyong ke Polres Serdang Bedagai (Sergai)

Penangkapan itu bermula, saat petugas petugas berpatroli di depan Mapolres Serdang Bedagai. Kemudian melintas mobil pick up bermuatan sepuluh drum aspal cair. Petugas memberhentikannya. Dalam pemeriksaan sopir bersama kenek tidak bisa menunjukan surat-surat dokumen mobil dan drum yang mereka bawa.

“Karena tidak bisa menunjukan bukti-bukti kepemilikan aspal, mobil berserta muatan aspal cair dan awaknya kita amankan ke Mapolres Serdang Bedagai,” ujar polisi Sergai. Sopir mobil pick up itu, Ilham mengatakan mereka sering membawa aspal cair dari Tiga Belata, Simalungun menuju Medan. “Ini milik Jais (45) warga Padang Bulan Medan, kami ambil dari Tiga Belata untuk pengerjaan proyek jalan Padang Bulan Medan,” terang Ilham.

Untuk upah, kata Ilham diakuinya dirinya menerima Rp500.000 sekali jalan.”Jais hanya memberi catatan nama dan nomor telepon selulernya, selanjutnya kami hanya mengantarnya ketempat pembuatan proyek jalan untuk pengaspalan,” ujar Ilham kembali. (mag-3)