28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14400

Tanpa Dana, PSDS Junior Tatap Piala Soeratin

LUBUK PAKAM-Menghadapi Piala Soeratin mendatang PSDS Junior (Jr) terus berbenah. Mulai dari seleksi pemilihan pemain yang telah digelar berapa pekan silam, hingga mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan keikut sertaan mereka di Piala Soeratin nanti.

Ketua Harian PSDS Ir Faisal mengungkapkan bahwa untuk rekrutmen pemain, pihaknya telah menemukan sebanyak 40 pemain dari hasil seleksi. Saat ini nama-nama pemain yang lolos seleksi tadi telah diberikan kepada menejemen PSDS untuk ditindak lanjuti.

Nama-nama pemain tadi diserahkan kepada manajemen PSDS karena hingga saat ini manajemen tim PSDS Junior belum terbentuk. Itu bisa terjadi karena PSDS belum mendapatkan jadwal resmi kapan Pial Soeratin akan digelar.

“Walau begitu kita tetap eksis menggelar latihan. Kita tidak ingin persiapan tim mengalami kendala hanya karena PSSI Pusat belum memberikan jadwal kapan Piala Soeratin bergulir,” bilang Faisal.
Saat ditanya siapa yang nantinya menangani PSDS Junior dan di mana PSDS Junior menjalani pemusatan latihan, Faisal tak ingin menjawabnya. “Terpenting adalah kita akan ikuti semua kalender even yang dikeluarkan PSSI,” tandasanya.

Sementara itu dari salah seorang tim pemandu bakat yang enggan disebutkan namanya, Sumut Pos memperoleh informasi bahwa manajemen PSDS kurang memiliki perhatian kepada PSDS Junior.
“Sampai saat ini 40 pemain yang terjaring dari hasil seleksi beberapa waktu lalu belum juga berlatih. Itu bisa terjadi karena PSDS tidak memiliki dana untuk mengumpulkan pemain guna menjalani pemusatan latihan.

“Sangat disayangkan itu bisa terjadi. Para pemain sudah bersemangat, tiba-tiba manejemen justru tidak memiliki semangat sebesar yang dimiliki para pemain. Jangan sampai tersia-sia seleksi yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” bilang sumber tadi. (btr)

Banding Kandas, Mabes Bekingi Susno

Tetap Dipenjara 3,5 Tahun,plus Denda Rp200 Juta

JAKARTA-Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta telah menjatuhkan vonis terhadap upaya banding yang dilakukan mantan Kabareskrim Polri Komjen (pol) Susno Duadji.

Dalam amarnya, hakim PT DKI memperkuat putusan pengadilan tingkat pertama terhadap jenderal bintang tiga itu, yang sebelumnya dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dana denda Rp200 juta.

Terkait putusan ini, Mabes Polri mengaku akan tetap memberikan bantuan hukum jika aktor dalam ’drama Cicak vs Buaya’ itu kembali melakukan upaya hukum lanjutan. Pihak pengacara dari Polri kedepan akan mendiskusikan langkah apa yang akan diambil oleh Susno dengan pengacara pribadinya.

“Nanti akan dikoordinasikan juga dengan penasihat hukum dari kita maupun penasihat hukum yang dari luar,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Saud Usman Nasution di Mabes Polri Jakarta, Jumat (11/11) siang.

Namun demikian langkah selanjutnya dari putusan ini akan diserahkan Polri sepenuhnya kepada Susno. Pihaknya hanya sebatas memberikan bantuan hukum mengingat Susno masih merupakan anggota polisi aktif.

“Nanti akan dirundingkan, dirapatkan, bagaimana upaya hukum apakah beliau mau kasasi atau menerima. Kalau sekarang beliau sedang didiskusikan. Jadi diserahkan sepenuhnya ke Pak Susno,”  paparnya.(zul/jpnn)

Target Medali

PALEMBANG– Ni Putu Desi salah satu Atlet Indonesia Cabang Olahraga (Cabor) Atletik Nomor Lompat Galah saat ditemui di Wisma Atlet mengatakan dalam Sea Games XXVI 2011 menargetkan mampu meraih medali emas.

“Secara pribadi menargetkan yang terbaik yaitu meraih kembali medali emas,” ujarnya.
Ia menambahkan meskipun saingan untuk mendapatkan medali emas cukup berat terutama atlet dari Malaysia dan Vietnam, namun dirinya tetap optimis akan target yang ada apalagi sekarang sebagai tuan rumah.

“Insyallah target emas tercapai dan memohon dukungan maupun doa dari masyarakat Palembang khususnya serta Indonesia umumnya,” lanjut Ni Putu Desi.
Ni Putu Desi mengungkapkan Sea Games kali ini merupakan yang ke enam bagi dirinya sehingga raihan realistis yang ingin dicapai dapat terwujud dengan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara.

“Saya ingin raihan medali emas yang sempat digapai beberapa tahun lalu kembali didapatkan,” tambah wanita kelahiran 19 Desember 1980 ini.(bbs/jpnn)

Bus Kontingan Myanmar Kecelakaan

JAKARTA- Bus kontingan atlet tenis meja Myanmar mengalami kecelakaan beruntun. Kejadian tersebut terjadi pukul 14.10 WIB di Jalan Tol, Km 22 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jakarta. “Telah terjadi kecelakaan beruntun. Bus white horse yang membawa atlet tenis meja Myanmar yang akan menginap di Hotel Manhatan,” kata Dir Lantas Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (11/11).

Ia menambahkan bus yang dikemudikan oleh Suhendra menabrak kendaraan yang ada di depannya. “Adapun mobil yang ditabrak terdiri dari mobil Land Cruiser B 219 HL, mobil Suzuki APV B 7819 IW, mobil Toyota Kijang LGX D 1640 KZ dan Camry B2698 BP,” terangnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tabrakan beruntun terjadi diduga rem blong bus White Horse. “Saat ini atlet sudah dibawa ke hotel. Kasus tersebut di tangani unit laka Ditlantas Polda Metro Jaya berikut pengemudinya,” papar dia.(bbs/jpnn)

Tuti Diperkosa 9 Pria Arab

Pemerkosanya Bebas, Tuti Divonis Pancung

SAMARINDA-Tragis benar nasib Tuti Tursilawati, tenaga kerja Indonesia asal Majalengka Jawa Barat yang sejak 2009 bekerja di Arab Saudi. Tidak hanya akan menerima hukuman pancung dalam waktu dekat. Ia juga mengalami luka batin mendalam. Selain sering mendapat perlakuan tidak senonoh dari majikan, buruh migran yang dituduh membunuh majikannya itu juga diperkosa 9 pria di Arab Saudi.
“Dua hari setelah diperkosa 9 pria, Tuti ditangkap dengan tuduhan membunuh majikannya,” terang Nismah.

Padahal, Tuti saat itu hanya melakukan pembelaan karena ia hendak diperkosa. Bahkan kabarnya upaya pemerkosaan oleh majikan itu sudah sering ia alami. “Nah waktu itu ia melawan dengan berusaha kabur dari rumah majikannya. Karena tidak ingin diteriaki, ia menutup mulut majikannya dengan kain. Tanpa diduga ternyata tindakan tersebut yang membuat majikannya meninggal. Jadi sebenarnya pembunuhan itu tidak disengaja,” tuturnya.

Ironisnya, hingga kini, para pemerkosa itu masih bebas berkeliaran. Tidak setimpal dengan Tuti, yang dalam beberapa hari ke depan akan dihukum pancung.
Warjuki dan Tri Sarmiti, orangtua Tuti, sesekali menitikkan air mata. “Saya hanya minta dukungan semua pihak untuk ikut perjuangkan ini. Tolong selamatkan dia,” kata Tri Sarmiti sambil terisak.

Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyesalkan sikap pemerintah RI yang sangat lamban merespon persoalan ini. Lebih menyedihkan lagi, ada pernyataan pemerintah yang menyudutkan Tuti. “Katanya Tuti itu pembantu rumah tangga yang sudah permalukan Indonesia di luar negeri. Kalau memang begitu, kenapa pembantu rumah tangga dikirim ke luar negeri?” katanya kesal.(yes/jpnn)

Bersepeda Siang Hari

HARYONO UMAR

Tren bersepeda menjalar ke mana-mana. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Haryono Umar pun tidak ingin ketinggalan tren tersebut. Pimpinan KPK bidang pencegahan tersebut tergolong rutin bersepeda saat sedang senggang atau pada waktu libur.

Namun, ada yang berbeda antara Haryono dan para penggemar sepeda lainnya. Jika lazimnya bersepeda dilakukan pada pagi hari, pejabat 51 tahun itu justru memilih siang hari sebagai waktu yang tepat untuk nggowes.
“Biasanya kalau naik sepeda jam 11 siang. Jam segitu itu enak, sudah ada panasnya. Jadi, meski cuma sebentar, sudah berkeringat banyak. Kalau masih pagi, kan dingin,” ujarnya.

Haryono menuturkan, setidaknya dirinya berusaya menyempatkan bersepeda seminggu sekali. Biasanya, dia ditemani sang istri. Soal rute, alumnus Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) itu bersepeda hanya di sekitar kompleks rumahnya. Selain bersepeda, saat libur, Haryono gemar menemani sang istri berbelanja ke supermarket terdekat.

“Ya bersepeda yang dekat-dekat saja di sekitar rumah. Setengah jam sudah cukup. Kadang saya juga nemani istri belanja kebutuhan sehari-hari. Nggak perlu jauh-jauh juga tempatnya, yang penting kulkas terisi penuh,” ujarnya, lantas tersenyum. (ken/nw/jpnn)

Mantan PM Libya Segera Disidangkan

BENGHAZI – Mantan Perdana Menteri (PM) Libya Al Baghdadi al Mahmoudi akan menjalani proses pengadilan di Libya setelah diekstradisi dari Tunisia. Mahmoudi disidang lantaran banyak mengetahui rahasia mantan pemimpin Libya, Muammar Kadhafi.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya Mustafa Abdel Jalil seperti dikutip dari AFP,  Jumat (11/11).

Dia memaparkan , tujuannya untuk pertama-tama hanya akan memberikan tempat yang aman baginya, kemudian akan menjamin sebuah pengadilan yang adil. “Kami minta Tunisia agar mengekstradisi Mahmoudi,” pintanya.

Tapi, Amnesty International berpikir, ekstradisi sebaiknya dihindari, karena akan menambah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Libya. “Bila Mahmoudi kembali ke Libya, dirinya akan mengalami penyiksaan, pengadilan yang tak adil, dan hukuman mati di luar proses hukum,” ujar juru bicara Amnesty International James Lynch.

Saat pengadilan di Tunisia memutuskan untuk mengekstradisi Mahmoudi, para warga di Libya dikabarkan berdemonstrasi dan menuntut pemulangan Mahmoudi. Mereka menyebut Mahmoudi sebagai diktator ketiga di Libya. (net/jpnn)

Bocah 10 Tahun Melahirkan Bayi

CITY- Bocah perempuan berusia 10 tahun asal Meksiko telah memiliki seorang anak laki-laki melalui operasi caesar di Women’s Hospital di Kota Puebla.

Ibu muda yang dirahasiakan namanya itu melahirkan di usia kehamilan yang baru 31 minggu. Bayi laki-laki yang dilahirkan ibu muda itu merupakan bayi prematur, yang saat ini masih dirawat di ruang intensif karena menderita pneumonia, tapi kondisi umumnya baik.

Kantor Kejaksaan Umum Puebla tengah menyelidiki apakah anak tersebut telah diperkosa. Siapa ayah sang bayi juga masih diselidiki. Kejadian seperti ini bukan kali pertama seorang bocah melahirkan di Meksiko. Pada Agustus 2010 lalu, seorang anak perempuan bernama Amalia melahirkan bayinya setelah dia ditolak untuk aborsi saat usia kehamilannya telah menginjak empat bulan.

Anak tersebut berumur 11 tahun ketika melahirkan bayinya. Dia telah berulang kali diperkosa ayah tirinya saat berumur 10 tahun. Namun, hukum setempat tidak mengizinkan aborsi untuk usia kehamilan di atas tiga bulan.

Undang-Undang Meksiko menyatakan para ibu muda tak bisa melakukan aborsi kecuali dia bisa membuktikan bahwa dirinya korban kejahatan seks. Kaum wanita yang melakukan aborsi terancam kena denda atau hukuman penjara jika mereka tak bisa membuktikan bahwa mereka telah diperkosa. (net/jpnn)

Indonesia Jumpa Singapura di Final

PALEMBANG- Kontingen Indonesia berpotensi kembali meraih emas. Tim Merah Putih akan menghadapi Singapura di partai final, besok (12/11).

Tim pelatih polo air, Medison optimistis tim asuhannya bisa mendulang emas. “Pemain kami tetap tampil konsisten sejak pertandingan pertama. Kami tidak ragu-ragu. Semoga kami bisa mengalahkan Malaysia,” kata Medison.

Medison juga mengatakan, sedari awal kontingen Indonesia telah memprediksi mereka akan bertemu Singapura di partai final. Kendati demikian, Medison tetap optimistis bisa mengantarkan Indonesia meraih emas dari cabang polo air.  “Sudah kami prediksi, Singapura lawan terberat tapi kami tidak terpengaruh dengan permainan Singapura. Ya semoga saja kita bisa mendapat emas,” tukas Medison.(bbs/jpnn)

Jembatan Mekong Pererat Thailand-Laos

BANGKOK – Jembatan Persahabatan Thailand-Laos yang menghubungkan Provinsi Nakhon Phanom di Thailand dan Provinsi Khammouan di Laos, resmi beroperasi mulai kemarin (11/11). Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra menyaksikan langsung peresmian jembatan ketiga yang menghubungkan dua negara lewat jalur darat itu.

Memanfaatkan tanggal cantik kemarin, jembatan sepanjang 1,4 kilometer itu diresmikan tepat pukul 11.11 waktu setempat. “Jembatan ini akan sangat bermanfaat bagi kelancaran hubungan dagang Thailand dengan Laos dan Vietnam, serta hubungan baik ketiga negara,” ungkap Yingluck usai peresmian jembatan persahabatan di atas Sungai Mekong tersebut.

Adik bungsu mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra tersebut menegaskan bahwa jembatan itu akan menjadi sarana penunjang transportasi yang penting. Dia yakin, setelah jembatan tersebut beroperasi maksimal, lalu lintas dari dan ke dua negara akan meningkat pesat. Bukan hanya hubungan perdagangan, hubungan sosial antar masyarakat pun akan menjadi lebih baik.

Pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari proyek regional Asian Highway itu menelan dana sekitar 1,7 juta baht atau sekitar Rp 495,7 juta. Konon, sebagai penggagas program regional tersebut, PBB juga ikut menyandang dana. PBB berharap, proyek jembatan persahabatan itu bisa mengatrol perekonomian Laos yang tercatat sebagai salah satu negara paling miskin di Asia. (afp/hep/ami/jpnn)