28 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14428

Pedagang Pulsa Temukan Uang Palsu

TEBING TINGGI- Uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu, kini banyak beredar di Kota Tebing Tinggi. Kali ini, pemilik Toko Nika Ponsel A Saragih (29), di Jalan Gunung Martimbang I, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, menerima uang palsu pecahan Rp100 ribu dari seseorang yang berbelanja di tokonya, Jumat (4/11).
A Saragih mengaku, dia tidak mengetahui kalau uang pecahan seratus ribu tersebut palsu.

“Saat itu ramai orang berbelanja pulsa. Ketahuannya setelah melakukan penyetoran uang ke Bank BRI Jalan Sutomo, Kota Tebing Tinggi, ternyata pihak bank langsung mencoret uang tersebut dan mengatakan selembar uang pecahan Rp100 ribu tersebut palsu,” katanya sambil menunjukan uang palsu tersebut.

Masih keterangannya, kalau dilihat sepintas, uang palsu tersebut sangat mirip dengan aslinya, tapi setelah diperhatikan secara teliti, uang palsu jika diraba terasa sangat kasar, ukurannya lebih lebar, cetakan huruf dan warna sedikit kabur, benang emas tidak mengkilat serta jika terkena air tulisan yang tertera di uang akan luntur.

“Uang palsu itu bernomor seri HDT 225618, kemungkinan pemilik uang palsu ini sengaja membelajakan uangnya malam hari dan melihat kondisi saat ramai pembeli,” kata Saragih. Sementara, pihaknya belum mengadukan hal tersebut ke petugas kepolisian, karena pemilik uang palsu tersebut tidak diketahui siapa orangnya.

Terpisah, Benny pengusaha grosir di Jalan KL Yosudarso, juga pernah mendapat uang palsu pecahan Rp50 ribu. Untuk mengantisipasi supaya jangan tertipu kembali, dia selalu hati-hati setelah menerima uang dari para pembeli. “Kita periksa secara seksama atapun menggunakan sinar laser,” ungkap Beny. (mag-3)

Inkyun Dijemput Agen Persela

MEDAN- Kehadiran gelandang asal Korea Selatan Inkyun Oh untuk seleksi di PSMS berakhir sudah. Karena tak kunjung ada kejelasan soal kontrak, Inkyun akhirnya memilih hengkang. Terlebih klub yang sebelumnya syor dengan kemampuannya, Persela Lamongan datang lansung menjemputnya.

Selama seleksi,  performa Inkyun cukup menarik bagi warga Medan yang kerap nonton latihan PSMS. Tim pemandu bakat PSMS, Suharto, Roekinoy dan Sugihar pun mengaku kepincut. “Tapi Inkyun sudah pergi tadi (4/11) pagi. Agennya bilang, dia diminati Persela, klub tempat dia mengikuti seleksi sebelumnya. Pihak dari Persela yang langsung menjemputnya,” ujar Roekinoy, Jumat (4/11).

Roekinoy menyebutkan, awalnya dirinya tidak menyangka Inkyun Oh bakal kembali ke Persela. Namun, pihak Persela yang sebelumnya diprediksi tidak serius mengikat Oh rupanya punya pertimbangan lain. “Kami pikir dia tidak jadi ke Persela, rupanya kami keliru,” sebutnya.

Sosok Inkyun awalnya diharapkan menggantikan peran pemain berpaspor Liberia yang sebelumnya juga mundur dari PSMS Stephen Nagbe Mennoh. Tapi apa daya, tak satupun rencana yang berhasil.

Ada lagi satu nama yang konon akan didatangkan. Dia adalah gelandang asal Brasil Orlando De Melo Juninho. Tapi itu juga masih di awang-awang.

Hal itu dipahami Suharto. Mantan pelatih PSMS musim 2010/2011 tersebut mengakui betapa timnya butuh pemain mumpuni di lini tengah. Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memuluskan harapan tersebut. “Sementara kami masih menunggu. Kami terus berkomunikasi dengan pelaksana teknis, tapi memang, belum didapatkan pemain yang diharapkan. Dengan manajemen, kami menyodorkan nama untuk dipanggil, jadi bukan manajemen yang mendatangkannya,” jelasnya.

Suharto memang terlihat sibuk berkomunikasi dengan para koleganya, Jumat (4/11), ia menanyakan pemain yang berkemungkinan untuk dipantau di PSMS, namun belum ada, termasuk bidikannya berikutnya eks pemain Persebaya 1927 John Tarkpor Sonkaley. “Tadi sempat saya tanya ke teman, di mana Tarkpor saat ini. Tapi dia bilang, sedang berada di negaranya (Libya). Ya, kami sedang upayakan akses untuk bisa berkomunikasi dengannya (Tarkpor, Red),” kata Suharto lagi.

Suharto menyadari, tenggat waktu kompetisi sudah semakin dekat. Untuk itu dia tidak lagi akan menyeleksi jika menemukan pemain yang sudah punya nama. “Cari yang sudah jadi, tinggal menyeleksi kesehatannya saja. Kalau stoper Korea (Kyu Hyung Hyun) cocok, kami akan upayakan mencari dua pemain asing di posisi gelandang bertahan dan menyerang,” pungkasnya. (saz)

DPRD Keberatan Kutipan Retribusi Galian C

KARO- Lembaga legislatif Kabupaten Karo, menyatakan keberatan atas kutipan restribusi penambangan galian C dolomit sebesar Rp 8 per Kg, yang dilakukan Pemkab Karo terhadap pengusaha lokal.

Peryataan itu  terungkap, saat rapat dengar pendapat antara DPRD Karo dan eksekutif, atas aspirasi perwakilan warga  Kecamatan Payung, Kutabuluh, dan Tiganderket, mengenai keberatan mereka dengan adanya aktivitas penambangan dan pengutipan restribusi, di ruang sidang paripurna DPRD Karo, Jumat (4/11).

Pihak legislatif bersikukuh menentang kebijakan sepihak Pemkab Karo, karena lembaga DPRD merasa di langkahi. Sebab sebelumnya tidak pernah ada pembahasan bahkan pemberitahuan dari eksekutif, kalau di lapangan, terjadi improvisasi  pengutipan restribusi galian C dolomit dengan dalih peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Belum adanya Peraturan Daerah (Perda) terkait kenaikan harga restribusi dolomit, tentunya mem buat berang pihak  DPRD Karo. Namun sejumlah pertanyaan yang diajukan terhadap pimpinan Kabupaten Karo, oleh pihak legislatif seolah tidak mengenai sasaran. Pertanyaan demi pertanyaan yang dolontarkan dengan jawaban yang diberikan, hingga rapat berakhir tidak menemui titik terang.

Menurut Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, kebijakan yang ditempuh  Pemkab itu, tidak lain hanya bertujuan guna peningkatan PAD. Diutarakannya, sebelum ia menjabat, harga dolomit Rp85 per kilogram. Pasca ia memimpin, harga dolomit akhirnya dinaikkan menjadi Rp145 per kg oleh pembeli. Dari Rp145 tersebut, Rp8 per kg untuk kas Pemda.

Satu truck seberat 10 ton, berarti Rp80 ribu per truk ke PAD. Sesuai keterangannya, saat ini sudah terkumpul dan masuk kas Pemkab Karo dari galian C dolomit Rp167 juta.

Hingga berakhirnya rapat dengar pendapat, sekitar pukul 16.00 WIB, tidak ditemukan solusi. Perwakilan petani, pengusaha transportasi dan penambang dolomit, Josua Bangun, kepada wartawan mengatakan, pihaknya kecewa dengan terombangambingnya keputusan rapat dan tidak ada yang mengena terkait tuntutan warga. (wan)

Lini Belakang Penuh

Berniat memoles lini tengah, PSMS justru kebanjiran pelamar di sektor belakang. Terutama di sektor stoper. Pencoretan terhadap dua stoper asing Sthembiso dan Traore Yossouf dibarengi dengan hadirnya pelamar baru di posisi yang sama. Anderson Da Silva yang hadir Senin (31/10) dan teranyar Bayu Sutha serta Ku Kyung Hyun kini tengah mencoba merebut perhatian tim seleksi.

Kedatangan ketiga stoper itu membuat sektor belakang ‘menggemuk.’ Soal ketiga pemain itu, Bakal Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy mengatakan pihaknya akan lebih dulu memantau sebelum memutuskan lolos tidaknya. “Ya tentu harus dilihat dulu kemampuannya. Kita tidak ingin salah pilih,” ujarnya, Jumat (4/11).

Namun dari segi usia Anderson, dan Bayu tak lagi muda. Usia keduanya sudah melewati kepala tiga. Faktor usia ini tentu rentan terhadap tingkat kecepatan keduanya. Sebelumnya Patricio Jimenez, Pierre Njanka, dan Oyedepo George yang sempat mencoba peruntungan di posisi stoper juga dicoret karena usia dan dinilai lambat.

Sementara Ku Kyung Hyun saat aksi pertamanya di Stadion Teladan Jumat (4/11) cukup menunjukkan kesan yang memikat. Di usianya yang baru menginjak 30 tahun ia cukup gesit menutup celah di belakang.

Sebenarnya tim seleksi lebih dulu kepincut pada Ledi Utomo yang berusia lebih muda. Mantan pemain timnas U-23 Indonesia di Sea Games, Filiphina 2005 dan sempat memperkuat timnas senior di Piala Tiger/AFF 2006 ini dinilai cocok mengawal lini pertahanan PSMS. “Kalau Ledi memang kita yang panggil. Dari pemantauan seleksi sepertinya dia sudah 99 persen,” kata Kinoy mengomentari pemain kelahiran 1983 itu.

Sebelumnya PSMS sudah punya Ramadhan Syahputra (25), Novi Handriawan (25) serta Eko Prasetyo Ariyanto (26). (saz)

17 Warga Ditangkap Main Judi

DOLOK SILAU- Sebanyak 17 warga Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau, digrebek Satreskrim Polres Simalungun, saat asik main judi dadu putar di salah satu warung tuak. Ketujuh belasnya pun diboyong ke Polres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun METRO (Grup Sumut Pos) Jumat (4/11) menyebutkan, diantara 17 tersangka pemain judi, 11 orang diantara bermain judi dadu putar, sementara 6 orang lainnya bermain judi Ceki. Ketujuh belas pelaku bermain judi ditempat yang sama yakni disalah satu warung tuak warga. Kesebelas pemain judi dadu putar yakni Egi Tarigan (20) yang bertindak sebagai Bandar, kemudian Bella Saragih (24), Basardi Damanik (28), Nungkun Saragih (40), Parulian Purba (42), Annis Purba (52), Terangkat Barus (41), Juniar Tarigan (43), Kesman Saragih (57), Kahari Damanik (61) dan Asli Tarigan (37) merupakan pemain judi dadu putar yakni warga Jalan Besar Saran Padang Nagori Saran Padang Kecamatan Dolok Silau.

Sementara pemain judi ceki yakni Eben Tarigan (37), Markus Sembiring (42), Ramlan Purba (40), Jaminggu Sipayung (51), Juda Sembiring (25), dan Jalan Sembiring seluruhnya warga Jalan Besar Saran Padang Nagori Saran Padang Kecamatan Dolok Silau.

Saat ditemui di tahanan Mapolres Simalungum, para pelaku enggan berkormentar. Ketujuh belas pelaku tampak tertunduk lesu duduk di lantai ruang tahanan. “Main judi untuk buang suntuk aja, lagian kami mainnya hanya kecil-kecilan,” kata salah seorang pelaku sambil menghisap rokoknya.

Kapolres Simalungun AKBP M Agus Fajar melalui Kasubbag Humas AKP H Panggabean membenarkan penangkapan pelaku pemain judi. “Saat ini pelaku sudah ditahan, dan akan dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman dibawah lima tahun penjara,” katanya. (hot/smg)

Tutupi Utang Orangtua Residivis Curi TV

TEBING TINGGI- Sopian Lubis (25) warga Jalan Asrama, Kelurahan Persiakan, Kota Tebing Tinggi dan Budi (23) warga Jalan Sei Bahbolon, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polsek Rambutan, saat akan menjual hasil barang curian berupa satu unit televisi 21 inch di Jalan Kartini, Kota Tebing Tinggi, Kamis (3/11) sekira pukul 20.00 WIB.

Menurut Sopian Lubis, dia terpaksa mencuri karena harus membayar utang orangtuanya saat menyelesaikan kasus dirinya karena terlibat dalam kepemilikan narkotika beberapa waktu lalu.

Sopian Lubis merupakan mantan residivis kasus narkoba yang baru bebas di tahun 2010 dengan masa hukuman empat tahun delapan bulan penjara. “Aku mencuri untuk membayar utang yang dipinjam kedua orang tua ku, sewaktu mengurus proses hukum ku,” terang Sopian, ketika diperiksa di Mapolsek Rambutan, Jumat (4/11) siang.

Diakui kedua tersangka kasus pencurian ini, mereka telah tiga kali berhasil melakukan pencurian di rumah warga. Aksi pertama dilakukan di Kelurahan Brohol, Kota Tebing Tinggi, di kediaman Sugeng, kedua pelaku berhasil mengasak dua unit DVD serta satu unit Amplier.

Kapolsek Rambutan, AKP M Simarmata mengatakan, kedua tersangka pelaku pencurian menggunakan modus menyaru sebagai pencari barang rongsokan (botot,Red) di belakang rumah warga dengan membawa goni besar. Tetapi aksi itu hanya untuk mengelabui warga, disaat warga lengah dan rumah terlihat kosong, para pelaku langsung beraksi
“Mereka gunakan modus tukang botot dengan membawa goni. Rumah terlihat kosong ditinggal pemiliknya, para pelaku langsung merusak jendela dan membawa kabur barang-barang berharga,” terang M Simarmata.(mag-3)

Bersama Mencipta Surat Kabar Profesional

SPS Sumut Berkunjung ke Graha Pena

Pengurus baru Serikat Perusahaan Surat Kabar (SPS) Sumut meringankan langkah untuk  berkunjung ke Gedung Graha Pena, kantor Harian Sumut Pos Grup di Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (4/11) sore. SPS mengajak Harian Sumut Pos untuk turut menggemakan surat kabar profesional.

“Kita membuka pintu, agar Sumut Pos nantinya bersedia bergabung dan bekerja sama dengan SPS dalam berbagai kegiatan yang digelar,” ujar Ketua SPS Sumut Taruna Jasa Said didampingi Zakki Abdullah (Direktur Eksekutif), Farianda Putra Sinik (Sekretaris), Bachtiar Tanjung (wakil ketua), Arifin Butarbutar (Komisaris), Erwin Siregar dan Baharruddin (wakil ketua).

Menurut Taruna Jasa Said, keberadaan Sumut Pos dalam industri surat kabar di Medan dan Sumut memberikan angin segar. Dengan isu, tulisan dan tampilannya Sumut Pos mampu menarik minat masyarakat untuk membacanya.  “Terutama, anak muda yang memilih membaca Sumut Pos, karena tampilan dan isu yang disajikan,” timpal Zakki Abdullah.

Karena itu, trik dan tips Sumut Pos inilah yang setidaknya dapat dibagi ke surat kabar yang lain, sehingga berbagai surat kabar tersebut mampu bersaing dan menghadapi seleksi alam.
Rencananya, dalam waktu dekat, SPS Sumut akan mengadakan pelatihan terkait dengan pengelolaan surat kabar. Mengingat Sumut Pos sebagai salah satu surat kabar dengan pembaca terbanyak, setidaknya dapat membagi ilmunya untuk menarik minat masyarakat membaca. Cara bagaimana Sumut Pos mampu bertahan di tengah persaingan surat kabar dan media lainnya yang semakin menjamur, juga diharapkan bisa dibagi.

Hingga saat ini, perusahaan surat kabar yang tergabung dalam SPS Sumut hanya 16 surat kabar, yang terdiri dari media harian dan mingguan. Sementara jumlah surat kabar yang ada di Sumut sekitar 40-an surat kabar. Padahal visi dan misi dari SPS ini untuk memajukan surat kabar, sebagai wadah penyaluran idealisme masyarakat. “Dengan SPS, kita harapkan bisa membuat kemajuan bersama, sehingga media yang tergabung dapat sama-sama besar,” lanjut Zakki Abdullah.

Jiwa muda yang disalurkan Sumut Pos melalui tulisan, isu dan penampilannya terbukti dari penghargaan yang didapat, sebagai media cetak yang paling banyak dibaca kaum muda. Melalui penampilan yang selalu berubah, diharapkan dapat membuat pembaca tetap semangat untuk membaca Sumut Pos. “Banyak yang harus ditiru dari Sumut Pos, mulai dari tulisan, penampilan dan survivenya yang dapat menarik begitu banyak iklan,” sambung Zaki.

Kunjungan dari pengurus SPS Sumut yang merupakan orang-orang yang berkompeten dalam dunia surat kabar ini juga disambut baik oleh tuan rumah. Harapan yang diajukan SPS Sumut juga didukung oleh radaksi Harian Sumut Pos, untuk menciptakan profesionalisme dalam dunia jurnalistik. “Kita dukung, dan harapan kita dengan SPS ini akan membuat media di Medan akan semakin kompak, demi terciptanya proses jurnalistik yang baik,” ujar Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Zulkifli Tanjung. (*)

Pertahankan Predikat Adipura

LANGKAT- Stabat sebagai ibukota Kabupaten Langkat, berupaya mempertahankan predikat kota peraih penghargaan bidang kebersihan dan penataan lingkungan selama 5 tahun berturut-turut sejak tahun 2006. Makanya, terus berbenah guna mewujudkan keinginan tersebut.

“Kami berharap, seluruh warga stabat semakin tumbuh kesadarannya memelihara kebersihan. Pasalnya, adipura yang diraih merupakan marwah dan harus dijaga bersama,” kata Sekdakab Langkat, Surya Djahisa, saat meninjau pusat pasar, Jumat (4/11).

Pada kesempatan peninjauan, tampak turut mendampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Astaman, Kadis Perindag T Nilfan Sahari, Kakan Satpol-PP Irham Sukri, Kabag Humas Syahrizal, Camat Stabat M Nurta, unsur Dinas PUD, unsur Badan LH dan Lurah Stabat Baru Jhoni.

Dalam momen peninjauan, Sekda berpesan kepada masyarakat sedang berbelanja maupun pedagang untuk memperhatikan kebersihan dan kerapian di arealnya masing-masing.

Khusus kepada pemilik toko maupun pengusaha yang senantiasa memiliki limbah atau sampah, ditekankan Sekda kiranya menyediakan tong sampah dan utamanya lagi penanganan dan penataan lingkungan. Tidak hanya itu, Dinas PU juga harus memperhatikan beberapa saluran air atau got yang pondasinya roboh segera dibenahi dan Dinas Perindag menjalankan fungsi maksimal menata secara kesinambungan lokasi.

“Harapan kita, baik masyarakat maupun instansi terkait lebih peduli dan siap ditata demi keindahan dan kenyamanan pusat pasar ini,” sebut Sekda.(mag-4)

Menyongsong BPD Regional Champion 2014

HUT Emas Bank Sumut

MEDAN- Usia separuh abad, menjadi fakta penting tentang arti eksistensi dan kemampuan perusahaan perbankan daerah untuk tetap berlayar dalam samudera waktu yang sarat dengan gelombang dan badai yang dahsyat. Hal tersebut yang diungkapkan Dirut Bank Sumut Gus Irawan pertama kali di sela-sela amanatnya pada upacara peringatan ulang tahun ke-50 Bank Sumut di pelataran parkir Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (4/11).
Menurutnya, hari itu (Ultah Bank Sumut, Red) merupakan hari keberuntungan bagi pihaknya. Karena dapat merasakan atmosfer usia emas Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut. “Hari ini, kita merupakan pelaku dan saksi sejarah momentum setengah abad usia Bank Sumut,” ungkap Gus Irawan.

Ia juga menuturkan, karena rida Allah SWT serta kerja keras dan dedikasi para pegawai bisa membangun jembatan emas berlandaskan tiga pondasi kokoh yang disebut ‘Pondasi Tiga Masa’ pasca krisis moneter.

Adapun ketiga masa atau periode tersebut yakni periode pertama ‘Periode Survive’ pada rentang waktu 2000-2004 yang saat itu Bank Sumut mampu mengatasi kredit macet.

“Sehingga 2002 lalu, Bank Sumut akhirnya dinyatakan BI sebagai BPD ‘Sehat’ di Sumut,” ungkap Gus Irawann
Periode kedua, yakni ‘Periode Pertumbuhan’ dengan rentang waktu 2004-2008. Menurut Gus Irawan, pada masa itu sudah menjabat sebagai Dirut, ia mengaku bangga memiliki pegawai yang bisa mempertahankan predikat Bank Sumut sebagai BPD ‘Sehat.’

Selanjutnya periode ketiga, yakni ‘Periode Berkesinambungan’ yang memiliki rentang waktu 2008-2012. Menurut Gus Irawan, pada masa ini saatnya untuk berpacu mengejar target perluasan unit jaringan ke seluruh wilayah kecamatan di Sumut. “Sehingga dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok daerah. Pada masa ini juga, kita bersama merajut impian menjadikan Bank Sumut jadi bank devisa pada 2011 ini. Kita juga telah bersama-sama bekerja cerdas ikut menyusun road map menuju BPD Regional Champion 2014 mendatang agar menjadi leader perbankan di Sumut,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, pekerjaan rumah lainnya yang telah menuntut perencanaan dan pengelolaan serius adalah rencana penambahan modal melalui penawaran saham perdana di bursa atau IPO. Yang diharapkan terealisasi pada 2012 mendatang. “Di periode ini pula kita bersama mampu secara konsisten mempertahankan predikat sangat bagus dari Majalah Info Bank sehingga berhasil meraih golden thropy,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menegaskan, saat ini pihaknya telah bisa menegakkan kepala dengan jejak rekam yang sudah dimiliki saat ini. Sementara pada 50 tahun lalu, Bank Sumut hanya sebuah bank kecil yang dipandang sebelah mata. “Kini Bank Sumut telah memiliki 177 unit kantor yang seluruhnya terkoneksi online-realtime. Sekadar menyebut contoh, total aset pada tahun buku 2010 mengalami pertumbuhan cukup baik yakni Rp12,76 triliun atau tumbuh sebesar 18,63 persen dibanding 2009. Dan hingga September 2011 aset meningkat hingga Rp20,48 triliun. pada 2010 laba bersih yang dibukukan mencapai Rp404,29 miliar atau naik 22,15 persen dibanding 2009,” paparnya.

Atas dedikasi para pegawai, Gus Irawan dengan rendah hati meminta izin untuk mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada mereka (Pegawai, Red). “Juga sepatutnya kita menyampaikan terimakasih kepada pendiri Bank Sumut dan generasi pendahulu. Serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mantan direksi dan para pegawai yang telah menjalani Purnabakti atas dedikasinya mempertahankan keberadaan Bank Sumut dan membawa melangkah menuju BPD Regional Champion,” katanya.

Ia juga menuturkan, kepada pegawai yang pada hari ini (4/11), menerima satya lencana masa kerja 15, 20 dan 25 tahun tak lupa ia mengucapkan selamat dan diharapkan prestasi yang telah diraih selama ini dapat ditingkatkan untuk pencapaian target perusahaan.

Gus Irawan juga berpesan, dengan semangat melakukan perubahan dan perencanaan bisnis yang cerdas dalam rangka membangun impian menjadikan Bank Sumut sebagai BPD Regional Champion di Sumut, pada 2011 ini pihaknya mengangkat tema ’50 Tahun Membangun Sumatera Utara,’ dengan sub tema ‘Golden Age, Menjadi Bank Devisa Menuju IPO untuk Regional Champion.’

“Sesuai dengan semangat tema 2011 ini, tugas dan tanggung jawab saudara (Pegawai, Red) ke depan adalah segera merealisasikan rencana bisnis Bank Sumut menjadi bank devisa sekaligus mewujudkan program ‘to be the best’ untuk mencapai BPD Regional Champion pada 2014 yakni the best of service, the best of product dan the best of financial performance,” tuturnya lagi.

Karena it, ia juga berharap segenap pegawai untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri dalam peningkatan aspek skill, kemampuan manajemen, kualitas pelayanan dan produktivitas. “Tanpa keempat aspek itu, sulit bagi kita untuk beradaptasi dengan tuntutan perubahan dan dalam menghadapi ketatnya persaingan di bisnis perbankan,” kata Gus Irawan. (saz)

Dicopot Usai Pesta Anaknya

Soal Pencopotan Hasan Basri, Komisi B Mulai Bungkam

MEDAN- Mutasi pejabat eselon II termasuk Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri yang rencananya dilakukan Jumat (4/10) siang, batal digelar. Belum diketahui secara pasti apa penyebab batalnya mutasi tersebut. Namun, sejumlah kadis sudah terlihat berdatangan ke Balai Kota.

Menurut sumber terpercaya di Balai Kota Medan, pelantikan diundur hingga pertengahan November. “Pencopotan Kadisdik Medan, rencananya akan dilakukan usai pesta pernikahan anak Hasan Basri, Senin (14/11) di Balai Raya Tiara Convention Centre,” kata sumber tersebut.

Menurutnya, penundaan pencopotan tersebut karena Wali Kota Medan Rahudman Harahap masih memberikan kesempatan Hasan Basri untuk menggelar pesta anaknya. “Dengan begitu, Pak Wali masih memberikan waktu kepada Hasan Basri menjabat sebagai Kadisdik Medan sebelum melaksanakan pesta pernikahan anaknya,” cetus sumber tadi.
Sumber yang merupakan pejabat eselon III di BKD Medan ini juga menjelaskan, mutasi terhadap pejabat di jajaran Pemko Medan akan dilakukan secara bertahap. “Sebab, ada beberapa pejabat eselon II yang SK nya belum selesai.

Namun, seperti Asisten Ekbang Arif Tri Nugroho yang akan dimutasi menjadi Kadisdik Kota Medan menggantikan Hasan Basri. Hasan Basri sendiri juga akan dimutasi menjadi Asisten Ekbang baru bisa dilantik pada Rabu (16/11) mendatang,” ujarnya.

Sumber juga menjelaskan, tahap pertama akan dilakukan mutasi terhadap empat pejabat eselon II, sedangkan sisanya dilantik pada Rabu (16/11).

Sementara, Kepala BKD Kota Medan Parluhutan Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan enggan memberikan komentar. Bahkan, saat ditanya mengenai rencana mutasi akan dilakukan pekan depan, Luhut hanya tersenyum dan membantah kabar mutasi itu.

“Belum ada itu. Tidak ada, nantikan dikasi tau juga. Saya saja belum tau siapa yang diganti dan kapan diganti. Belum ada arahan, ada-ada saja kalian,” katanya. Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis yang ditemui juga enggan berkomentar terkait rencana mutasi itu. Dengan mimik serius dia meminta wartawan menghargainya untuk menjaga rahasia itu sesuai perintah wali kota.

“Sekarang begini, tolong hargai saya. Kan ada aturan yang mengatur kerahasiaan pegawai. Jika diminta atasan rahasia, maka bawahan wajib merahasiakannya dari apapun. Jadi, tolong juga saya ya. Nanti kan kalau ada, tahu juga,” tegas Syaiful.

Ketua Komisi B DPRD Medan Roma P Simaremare yang sebelumnya sangat gencar ingin segera mencopot Kadisdik Medan terkait ‘kelas siluman’ melalui rekomendasi komisi B juga enggan berkomentar lagi. “Tanya saja langsung ke Ketua DPRD Medan, Amiruddin. Saya tidak mau lagi berkomentar,” bebernya saat berada di balai kota.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang membenarkan adanya mutasi pejabat eselon II setingkat kadis dan kaban yang saat ini masih menunggu rekomendasi dari gubernur. “Ya, coba tanya ke BKD. Apa sudah masuk rekomendasi itu,” katanya.

Ketika disinggung dengan adanya pencopotan Kadisdik Medan atas rekoemdasi dari dewan, Rahudman membantahnya. “Tak ada hubungannya dengan dewan. Itu pergantian pejabat,” bebernya.(adl)