32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14437

Indonesia Tambah 9 Ambulans

Safari Wukuf  untuk 97 Jamaah Haji

MEDAN-Dalam pelaksanaan wukuf di Arafah yang jatuh pada 5 November 2011, sekitar 97 jamaah haji Indonesia akan disafariwukufkan. Demikian dikatakan Humas Badan Pengelola Asrama Haji (BPAH) Embarkasi Medan, Drs.HM.Sazli Nasution, Rabu (2/11).

Dikatakannya, bagi jamaah haji yang kondisinya lemah dan tidak dapat berjalan akan melaksanakan wukuf dengan dibawa ambulans. Bagaimanapun kondisinya, jamaah haji harus melaksanakan wukuf karena puncak dari proses ibadah haji adalah wukuf di Arafah.

“Syarat sah nya haji adalah wukuf di Arafah. Jadi, tidak ada satupun jamaah haji yang tidak melaksanakan wukuf. Karena, jika tidak akan mengulang lagi pada pemberangkatan haji berikutnya. Pelaksanaannya sendiri melalui kepala rombongan khusus,” jelas Sazli.

Sementara itu, hingga saat ini, sebanyak 81 jamaah haji Indonesia yang mendapat perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan sekitar 16 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. “Umumnya, penyakit yang diderita para jamaah haji ini seperti penyakit Gula atau Diabetes Mellitus (DM), Jantung dan darah tinggi,” urainya.

Menurut Sazli, Pemerintah Indonesia sendiri telah menambah 9 ambulans baru dan melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Arab Saudi. Karena risiko jamaah haji yang kelelahan pada saat puncak haji ini juga sangat tinggi.
“Karena banyak melakukan aktivitas fisik yang tinggi di Arafah, Musdalifah dan Mina (Armina). Untuk menghadapi kemungkinan banyaknya jemaah yang kelelahan, jadi dilakukan penambahan ambulans,” ujarnya.
Mengenai situasi di Mekkah saat ini, lanjut Sazli, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menutup jalan menuju Masjidil Haram hingga 10 November 2011 mendatang. Ini dilakukan untuk menghindari membludaknya jamaah haji yang akan melakukan kegiatan di Masjidil Haram.

“Beberapa kendaraan yang menggunakan stiker khusus saja diizinkan melintas menuju arah Masjidil Haram. Ini dimaksudkan agar jamaah haji bisa lebih berkonsentrasi dalam menghadapi puncak ibadah haji, wukuf di Arafah,” ungkap Sazli. (mag-11)

PLTA Asahan III Beroperasi 2015

Berdaya 174 MW, Hemat Rp2,7 T per Tahun

PORSEA- Proyek pengerjaan PLTA Asahan III saat ini tengah dikebut.  Proses konstruksinya melalui pekerjaan prasarana PLTA berupa pekerjaan akses jalan (access road) dan base camp yang sudah ditandatangani kontrak konstruksinya sejak 10 Desember 2010 lalu, sudah dilakukan meski belum rampung.

Progres pekerjaan akses jalan terlambat dari target yang harus dicapai 79,5 persen pada Oktober 2011 ini, sayangnya baru tercapai 17,37 persen.
“Dana untuk pekerjaan access road dan base camp mulai Februari 2011 sampai dengan September 2011 sebesar Rp2,23 miliar dalam bentuk upah tenaga kerja, sewa rumah dan peralatan/fasilitas warga. Belum termasuk manfaat yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha dalam bentuk pekerjaan sub kontrak untuk access road dan base camp,” ujar Manager Proyek PLTA Asahan III Robert Aprianto Purba saat peresmian Pencanangan Pembangunan Pos Polisi di Kampung Batumamak, Desa Meranti Utara, Kabupaten Toba Samosir, Selasa (2/2), kemarin.

Keterlambatan proses pengerjaannya karena pengadaan tanah dan spoil bank. Kontrak access road seyogianya selesai mada Maret 2012, namun terlambat 9 bulan menjadi Desember 2012. Sedangkan kontrak base camp, progresnya sudah mencapat 63,32 persen sesuai dengan rencana. “Diharapkan base camp selesai Maret 2012, ternyata dapat dipercepat kemungkinan selesai pada Januari atau Februari 2012,” harapnya.
Menyoal keterlambatan pembebasan tanah, sambungnya, mulai dari Maret 2011 sampai saat ini belum ada tambahan tanah yang dibebaskan. Dari total luas tapak proyek PLTA Asahan III seluas 210 hektar, baru dapat dibebaskan P2T Toba Samosir dan P2T Asahan hanya seluas 16 hektar atau baru 8,9 persen dari luas tanah yang dibebaskan.

Sedangkan nilai investasi untuk pekerjaan prasarana PLTA, kata Robert, sebesar Rp259 miliar yang sudah diinvestasikan di wilayah Kabupaten Toba Samosir dalam pembangunan prasana PLTA Asahan III. Total nilai investasi pembangunan PLTA Asahan III dengan kapasitas 2×87 MW (total = 174 MW) adalah diperkirakan sebesar JPY 27,6 juta atau setara kira-kira Rp2,7 triliun yang akan diinvestasikan di Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Asahan.
“Dana pinjaman murah sudah disediakan pemerintah melalui Loan Agreement dari JICA Jepang INO-532 sejak tahun 2006 dengan bunga sangat rendah yaitu 0,75% per tahun selama 40 tahun dan grass period (periode tidak membayar cicilan) selama 10 tahun pertama,” bilang Robert lagi.

PLTA Asahan diharapkan beroperasi Oktober 2015. Unit pertama PLTA Asahan III sebesar 87 MW akan beroperasi dan diikuti unit kedua sebesar 87 MW lagi  pada November 2015. Nantinya, energi listrik sebesar 174 MW yang dibangkitkan PLTA Asahan III akan dikirimkan ke GITET Simangkuk untuk selanjutnya dialirkan kepada seluruh konsumen di Sumatera Utara. Sedangkan energi sebesar 10 MW melayani kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi proyek PLTA Asahan III dengan ketentuan dan tarif yang berlaku.

“Dengan ketersediaan energi listrik di switchyard PLTA Asahan III, maka masyarakat Desa Tangga sampai ke Pulo Raja/Kisaran serta masyarakat Desa Meranti Utara sampai ke Porsea akan dilayani PLTA Asahan III dengan kualitas pelayanan yang lebih baik. Kalau saat ini pemadaman sering terjadi karena kekurangan daya, gangguan pohon, dan jarak dari GI terdekat sekitar 100 km, maka nantinya setelah operasi PLTA asahan III pada tahun 2015, kualitas pelayanan PLN dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Jika PLTA nantinya beroperasi, maka mampu menghemat Rp2,7 triliun per tahun dengan asumsi produksi energy dari PLTA Asahan III 2×87 MW adalah sebesar 1.477 GWh per tahun. Penghematan ini diperoleh dari selisih biaya operasi bila PLN menggunakan bahan bakar minyak ataupun gas dengan biaya operasi PLTA dengan menggunakan air sungai Asahan. “Dengan demikian, potensi ini sangat bermanfaat untuk program pembangunan lainnya, bahkan setiap tahun kita dapat membangun pembangkit dengan kapasitas hampir 200 MW melalui penghematan ini,” kata Robert. (ila)

Distanla tak Serius Tertibkan RPH Liar

MEDAN- Penertiban terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) liar, yang diduga marak di seputaran Jalan Tangguk Bongkar 9, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, terkesan tak serius. Hal itu terlihat dari jadwal penertiban yang terus-terusan molor.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, penertiban akan digelar pada Selasa (1/11) malam sekira pukul 23.00 WIB. Namun penertiban tersebut akhirnya batal dilakukan. Padahal, puluhan personel Satpol PP Kota Medan serta puluhan personel polisi dari Polsek Medan Area telah berkumpul di kantor Camat Medan Denai.

Bahkan, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Kota Medan Ir Wahid, Kepala Bidang (Kabid) Ternak Distanla Kota Medan Emi, Kasatpol PP Kriswan, Waka Polsek Medan Area AKP Iskandar, Camat Medan Denai Edi Mulya Matondang juga hadir.

Setelah beberapa lama berbincang, baik personel Satpol PP dan personel polisi Polsek Medan Area bergerak menuju Jalan Tangguk Bongkar 9. Puluhan personel Satpol PP yang diangkut dengan bus pengangkut Satpol PP, memasuki gang pertama di jalan tersebut serta didampingi puluhan personel polisi Polsekta Medan Area, baik yang berpakaian preman atau pun berpakaian lengkap yang awalnya dengan semangat, ternyata baru masuk sekira 50 meter ke dalam gang, mereka keluar lagi. Sementara, beberapa rumah di dalam gang tersebut yang awalnya tertutup, tiba-tiba terbuka dan terlihat beberapa warga keluar rumah.

Dari situ, rombongan Satpol PP dan polisi dari Polsek Medan Area kembali memasuki gang kedua di jalan tersebut. Sama seperti gang sebelumnya, belum sampai 100 meter berjalan memasuki gang tersebut, rombongan kembali meninggalkan gang tersebut dan selanjutnya mereka menuju Kantor Camat Medan Denai.

Seorang warga, yang mengaku bermarga Siagian sempat berbincang dengan wartawan Sumut Pos saat rombongan penertiban tersebut hendak meninggalkan area tersebut.
“Sebaiknya lanjutkan saja. Kok malah nggak jadi. Di sini jadi sering bau. Apalagi, kalau hujan begini, jadi menguap. Lagian, Medan memang sudah Kota Metropolitan. Jadi tidak layak kalau ada ternak babi di tengah kota,” katanya.
Sesaat sebelum rombongan meninggalkan gang kedua di Jalan Tangguk Bongkar 9 tersebut, wartawan Sumut Pos sempat menanyakan batalnya penertiban RPH liar tersebut kepada Waka Polsek Medan Area, AKP Iskandar. Dikatakannya, tidak ada lagi RPH Liar. “Nggak ada, jadi apa yang mau diangkat,” jawabnya.

Sementara itu, saat di Kantor Camat Medan Denai, usai rapat kilat di ruangan camat, Kadistanla Kota Medan Ir Wahid berdalih, penertiban tersebut batal karena telah bocor dan diketahui para peternak.
“Tadi kan awalnya kita mau melakukan penertiban pemotongan ilegal. Tapi ketika kita datang ke situ, kemungkinan besar sudah bocor. Jadi, nanti kita atur lagilah,” akunya.
Disebutkannya, rencananya pihak terkait dalam hal ternak kaki empat, akan bergerak dalam dua waktu yakni, malam hari untuk penertiban RPH liar dan siang untuk penertiban ternak kaki empat.
Mengenai penertiban ternak kaki empat, Wahid menjanjikan, akan melakukan penertiban ternak kaki empat pada pekan-pekan ini. “Minggu ini akan kita tertibkan. Ya, kita sisir lah, jangan langsung saja,” tegasnya.
Saat disinggung Sumut Pos, berlarut-larutnya penertiban ternak kaki empat ini menunjukkan Distanla Kota Medan tidak mampu, Wahid menyanggahnya.

“Sekarang masalahnya, bukan mampu atau tidak mampu. Kalau kita lihat dari jumlahnya, dari 18 kecamatan tinggal empat kecamatan. Kita tidak bisa melihat ini gagal, sementara yang lain bisa. Jadi, yang di sini masalahnya belum selesai bukan berarti tidak mampu,” sanggahnya.

Sementara itu, Wahid mengakui, untuk penertiban ternak kaki empat tersulit yang dihadapinya adalah di Kelurahan Tegal Sari Mandala II. “Ya, inikan masih terus dilakukan penggusuran. Kalau target, kita harus selesai secepatnya,” katanya.
Mengenai penertiban ternak kaki empat yang tak kunjung selesai, apakah ini merupakan pertaruhan atas jabatannya? Ditanya soal itu, Wahid terlihat pasrah. “Kalau itu, ya terserah Pak Wali lah,” cetusnya.
Sementara anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Medan M Nasir kepada Sumut Pos menyatakan, berlarut-larutnya penertiban ternak kaki empat di Medan, merupakan bentuk nyata ketidakmampuan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yakni, Distanla Kota Medan, Satpol PP dan lainnya.

“Ya, ini menunjukkan Pemko Medan dan instansi terkait tidak mampu. Anggaran ada, perda ada, masak tidak selesai dan tidak ada hasil yang signifikan. Pemko Medan getol kalau ada pembangunan proyek drainase, mengatasi banjir, tapi yang masalah menyangkut kepentingan umat, Pemko Medan lemah,” tandasnya.(ari)

Buka-bukaan di Film

Prisia Nasution

Mulai 10 November mendatang pecinta film nasional akan mendapat tontonan menarik. Ya, film Sang Penari siap tayang. Menariknya, dalam film itu, artis berdarah Batak, Prisia Nasution, dipastikan tampil maksimal. Bahkan, dia sampai berani berakting telanjang.

Prisia memerangkan tokoh Srintil, seorang peronggeng dalam film Sang Penari. “Adegan-adegan percintaan itu sudah bagian kontrak di awal. Aku nggak deg-degan untuk telanjang,” ungkap Prisia saat ditemui di FX Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11).

Menurut pemilik mata indah yang kerap muncul membintangi FTV itu, dirinya akan melakukan apapun demi tuntutan peran. “Aku akan lakukan semua, karena ini yang dilakukan Srintil,” cetusnya.
Film ini disutradarai Ifa Isfansyah. Prisia akan beradu akting dengan Oka Antara yang memerankan Rasus; seorang tentara. Cinta Srintil dan Rasus terjadi pada pertengahan 1960-an. Mereka diceritakan tinggal di sebuah desa di Banyumas yang bernama Dukuh Paruk. Warga di desa tersebut, kala itu, sangat memercayai bahwa menjadi penari ronggeng adalah titisan magis. Dia sangat dipuja sekaligus memiliki tugas berat.

Menjadi seorang ronggeng tidak hanya menari di pentas-pentas tari, tetapi juga menjadi milik semua warga Dukuh Paruk. Siapa saja boleh minta dilayani, asalkan memberikan imbalan.

Film Sang Penari tersebut terinspirasi dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Cerita skenario ditulis Salman Aristo. Selain itu, ada Yadi Sugandi (penata kamera), Aksan Sjuman dan Titi Sjuman (penata musik), serta desainer Chitra Subiyakto sebagai penata kostum. Di deretan pemain, selain Oka Antara dan Prisia Nasution, ada Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Dewi Irawan, Tio Pakusadewo, Happy Salma, serta Teuku Rifnu Wikana.

Sang Penari tayang di bioskop mulai 10 November mendatang. Menurut orang-orang di belakang layar, film tersebut adalah film yang menguras tenaga dan emosi. Sebab, prosesnya sangat lama, yakni tiga tahun.
“Jujur saja, saya sudah kehabisan energi. Tiga tahun saya habiskan untuk film ini. Melalui segala macam proses yang begitu panjang. Buat saya, yang paling berat adalah menjaga energi tetap stabil. Dan ketika film ini selesai, energi saya juga selesai,” ungkap Ifa, sang sutradara, kemarin (2/11) di FX Plaza. (jan/c6/ayi/jpnn)

Bank Sumut UMK Expo 2011 Serta Media Gathering

Tanggulangi Kemiskinan dan Pengangguran

Keberadaan dan peranan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat besar dan strategis untuk menanggulangi kemiskinan
dan pengangguran.

Kesempatan kerja yang tinggi dari program ini disebabkan pelakunya tak memerlukan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi dan tak membutuhkan investasi besar, karena hanya membutuhkan sarana produksi yang relatif sederhanan
“Namun, kendala seperti pengelolaan usaha yang masih tradisional, kualitas SDM yang belum memadai, skala teknik produksi yang rendah, masih terbatasnya akses lembaga keuangan khususnya perbankan serta yang paling utama adalah permasalahan dalam pemasaran hasil produksi menyebabkan UMKM belum bisa berkembang pesat,” kata Dirut Bank Sumut Gus Irawan pada pembukaan Bank Sumut UMK Expo 2011 serta Penganugerahan Bank Sumut UMK Award 2011 di pelataran parkir Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (2/11).

Gus Irawan juga menuturkan, sejak 2008 lalu, Bank Sumut setiap tahun melaksanakan program Bank Sumut UMK Award. “Program ini merupakan pemberian penghargaan kepada para pengusaha mikro dan kecil berprestasi di Sumut yang sukses menjalankan usahanya di tiap kantor cabang Bank Sumut yang tersebar di seluruh Sumut. Dan pada 2011 ini, sedikitnya ada 500 pelaku UMK yang turut berpartisipasi,” tuturnya.
Menurutnya, program ini bertujuan mendorong peningkatan intermediasi perbankan dengan membantu pelaku UKM agar memiliki akses dengan Bank Sumut. “Diharapkan dari program ini nantinya tercipta kemitraan yang bersinergi antara Bank Sumut dan pelaku UKM,” kata Gus Irawan lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mitra Bank Sumut ini akan diberikan pembinaan baik untuk aspek manajemen, teknik pemasaran, penyediaan sarana dan dukungan promosi, pemasaran produk UMK dan pemberian peluang pasar, konsultasi untuk UMK dan lainnya. Gus Irawan mengharapkan, kegiatan ini menjadi motivasi dalam mengelola usaha lebih baik dan bertanggung jawab. “Bank Sumut UMK Expo 2011 ini juga bentuk apresiasi kepada pemenang Bank Sumut UMK Award,” ujarnya.
Selain peserta dari seluruh kantor cabang PT Bank Sumut, penyelenggaraan kegiatan pada 2011 ini juga diikuti mitra binaan dari Dinas Koperasi dan UKM Provsu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Dekranas, PKBL Pertamina, Student Entrepreneurship Centre USU, UKM Centre, Forda UKM dan masyarakat peduli UMK lainnya.

Gus Irawan menyatakan, kegiatan ini juga sangat spesial karena bertepatan dengan ulang tahun ke-50 Bank Sumut. “Dengan umur yang sudah berada pada tahun emas ini, Bank Sumut berkomitmen akan semakin fokus mengembangkan UMKM. Diharapkan para peserta dapat memanfaatkan momentum dengan sebaik-baiknya agar dapat menambah wawasan dalam mengembangkan usaha. Kegiatan ini juga sebaiknya sekaligus sebagai wadah untuk saling menukar informasi serta mampu mendorong semangat berkarya bagi terciptanya produk-produk inovatif yang lebih bervariasi, handal dan lebih bermutu. Dan akhirnya pelaku UKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri, termasuk ke pasar ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawasan Bank Indonesia Indra Yuheri dalam sambutannya mengatakan, akses perbankan harus mendukung pembiayaan dan pengembangan UMKM. “Dengan hal ini Bank Indonesia melakukan upaya agar tercapai ekonomi makro yang baik,” jelasnya.

Sebelumnya, di lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut digelar Media Gathering yang mengundang para pemimpin serta reporter dari berbagai media yang ada di Sumut.
Pada kegiatan itu, Gus Irawan menjelaskan, pada 2010 hingga 2011 ini Bank Sumut kerap mendapatkan penghargaan baik ditingkat Sumut maupun Nasional. “Namun, tanpa bantuan media, Bank Sumut mungkin takkan bisa mencapai dan meraih penghargaan yang cukup maksimal, jika tanpa bantuan dari media,” katanya.

Ia mengucapkan banyak terimakasih serta bersyukur bisa meraih penghargaan tersebut. “Karena tanpa bantuan media melalui kontribusinya, hal tersebut juga mungkin tak akan bisa tercapai,” kata Gus Irawan.
Pada 2011 ini Bank Sumut juga berharap bisa melakukan finalisasi untuk menjadi bank devisa. Dan pada 2012 mendatang Bank Sumut juga sudah mempersiapkan diri untuk dicatatkan sahamnya di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO). “Ini juga merupakan satu integral untuk menjadi Regional BPD Champion pada 2014 mendatang,” terangnya lagi.
Bank Sumut UMK Expo 2011 yang digelar di pelataran parkir Kantor Pusat Bank Sumut pada 2-4 November 2011. Pada kegiatan itu turut dimeriahkan Edi Silitonga.(saz)

Tab Murah, Cuma Dibanderol Rp2,7 Juta

Telkomsel Mobile Broadband Center

Acara pameran gadget yang diselenggarakan Telkomsel di Lobby Grapari Selecta Building terus diminati masyarakat. Berbagai keuntungan diberikan dalam event Telkomsel Broadband Corner ini. Mulai dari gratis paket internet, hingga harga gadget yang terjangkau.

Salah satunya, gadget yang mendapat harga murah, Tab keluaran dari Huawei seri IDEOS S7 Slim. Tab ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan tab keluaran brand lain, selain bisa searching internet, tab ini juga bisa digunakan untuk komunikasi, seperti telepon dan sms. Dengan berat 440 gram dan ukuran sebesar 7 inci, Tab ini sangat mudah untuk digenggam dan dibawa kemanapun.

Selama dalam pameran, Tab ini dibandrol seharga Rp2,7 juta untuk 10 pembeli pertama setiap harinya. Dan bila melewati masa tersebut, harga tab ini tetap lebih murah dibandingkan harga di pasaran. “Selama pameran harga yang kita berikan Rp2,7 juta untuk pembeli pertama setiap hari, setelah itu Rp3 juta. sedangkan untuk harga di pasaran Tab ini kita bandrol dengan harga Rp3.199.000,” ujar karyawan Huawei, Juli. Setiap pembeli Tab ini akan dilengkapi dengan kartu dari telkomsel, dan gratis paket internet selama 3 bulan, “Sistemnya, bila mendapat isi ulang, akan mendapatkan gratis internet dari Telkomsel,” tambah Juli.

Spesifikasi dari Tab ini, seperti processor yang 1 Ghz, Sistem operasi yang menggunakan Android Foyo 2.2, sehingga memudahkan pengguna Tab ini untuk mengakses data. Kecepatan HSPA hingga 7.2 Mbps (download), 5.76 Mbps (upload). Kelebihan lain yang dimiliki oleh Tab ini layar sentuh kapasitas 7 inci yang mendukung multi-point tpuch. “Melalui layar bisa di zoom sesuai dengan keinginan, zoom juga akan bergerak sesuai dengan ukuran jari,” tambah Juli.
Selama pameran telkomsel Broadband Corner ini, setiap pembelian tab Huawei IDEOS S7 Slim juga akan mendapatkan gratis sampul kulit, “Selama pameran ini, akan diberikan gratis sampul kulit, kalau dipasaran harga nya bisa mencapai Rp300 an,” tambah Juli. (*/mag-9)

Istri dan Dua Keponakan Terjangkit DBD

MEDAN- Satu keluarga warga Jalan Mongonsidi, Gang Baru, Medan Polonia, diserang penyakit demam berdarah dangue (DBD) dan menjalani perawatan intensif di RS dr Boloni, Rabu (2/11) siang. Satu keluarga tersebut terdiri dari Cut Deby (34), beserta dua keponakannya, M Iqbal Fahrozi (9), dan Asory (9).

Marwan (35), suami Cut Deby mengatakan, gejala awalnya, badan istrinya menggigil, panas tinggi. Setelah diobati, keadaannya mulai normal. Namun malamnya, suhu badan kembali tinggi dan tidak normal.  Setelah dibawa ke salah satu n
dokter spesial penyakit dalam, ternyata istrinya terjangkit DBD dan oleh dokter tersebut dirujuk ke RS dr Boloni. “Setelah masuk rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan, trombosit atau HB darah istri saya menurun. Lalu diperiksa lagi, istri saya diserang penyakit DBD dan istri saya sudah sembilan hari dirawat,” katanya saat mendampingi istrinya.

Menurutnya, setelah istrinya kena penyakit DBD, selanjutnya kedua keponakannya terserang DBD. “Kalau keponakan saya, M Iqbal Fahrozi dan Asrory kenanya tiga hari kemudian setelah istri saya,” sebutnya.
Tambah Marwan, di tempat tinggalnya jarang dilakukan penyemprotan dan baru hari ini dilakukan penyemprotan setelah ada korban. “Pihak kecamatan atau kelurahan serta dinas kesehatan lambat menangani penyemprotan,” tambahnya.
“Istri saya sudah 15 botol cairan infus dimasukkan dan kedua keponakan saya sudah 7 botol. Setelah dirawat intensif, barulah istri dan kedua keponakan saya ini bisa makan, karena sebelumnya makanan tidak bisa masuk. Setiap dimasukkan makanan selalu dimuntahkan dan istri saya mencret. Sekarang kondisinya sudah baikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Asrory, keponakannya pelajar Kelas II SLTP Bayangkari mengaku, terpaksa harus tidak bersekolah karena penyakit DBD ini. “Sekolah sudah tahu saya terserang penyakit DBD dan saya harus dirawat disini lah bang. Saya tidak tahu mulanya saya kena penyakit DBD dan tahunya setelah di rumah sakit,” ujar bocah 14 tahun ini.

Seorang petugas medis yang enggan namanya disebutkan menuturkan, keadaan pasien sudah mulai membaik. “Trombosit darah pasien sudah naik walaupun hanya mengalami kenaikan sedikit. Tidak hanya itu, makanan pun sudah bisa dimakan,” sebut wanita petugas medis berambut sebahu tersebut.(jon)

Daging Kurban Mengintai Korban

Antisipasi Penyakit di Balik Melimpahnya Daging saat Idul Adha

Sebagian masyarakat muslim bakal mengkonsumsi daging sapi atau kambing dalam porsi besar dan pada waktu yang berdekatan saat Idul Adha. Hati-hati, sakit pencernaan mengintai masyarakat yang makan daging kurban berlebihan. Bagaimana mengantisipasinya?

Sebentar lagi umat muslim di tanah air merayakan hari raya Idul Adha atau lebaran kurban. Pemerintah dan ormas-ormas besar sudah memutuskan jika ‘lebaran haji’ itu jatuh pada 6 November mendatang. Para praktisi kesehatan mengingatkan masyarakat supaya tidak berlebihan menyantap daging kurban. Hati-hati penyakit lambung.

Imbauan diantaranya disampaikan Ketua Advokasi Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB. Dia menuturkan, sebagian masyarakat muslim bakal mengkonsumsi daging sapi atau kambing dalam porsi besar dan pada waktu yang berdekatan.

“Kondisi ini bisa menimbulkan penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Desease, Red),” katanya di Jakarta kemarin (2/11). Penyakit ini menyerang lambung.
Dosen di Fakultas Kesehatan UI itu menuturkan, penyakit GERD ini rawan muncul akibat makan lemak yang berlebihan dalam waktu yang singkat. Seperti diketahui, masa penyembelihan hewan kurban selama empat hari. Yaitu pada hari raya idul kurban, hingga H+3 atau dikenal hari tasrek.

Ari menerangkan, penyakit GERD ini terjadi karena adanya aliran balik isi lambung, termasuk asam lambung, menuju kerongkongan. Kondisi ini terjadi karena kondisi klep antara lambung dengan kerongkongan yang melemah. “Klep antara kerongkongan dan lambung ini lemah gara-gara timbunan lemak dalam waktu yang singkat,” katanya.

Selanjutnya, Ari menuturkan pasien dengan penyakit GERD biasanya merasakan panas di bagian dada. Rasanya seperti terbakar atau disebut heart burn. Selain itu, pasien GERD juga merasakan ada sesuatu yang berjalan berbalik arah dari lambung naik ke kerongkongan (regurgitasi). “Pasien GERD juga merasakan mulut terasa pahit,” tandasnya.

Ari lantas membagi tips supaya bisa berlebaran kurban dengan terhindar penyakit GERD, meskipun tetap mengonsumsi daging kurban. Diantaranya, Ari menganjurkan masyarakat tidak mengkonsumsi daging korban dalam jumlah banyak pada waktu yang hampir bersamaan. Misalnya sehari tiga kali hingga beberapa kali setelah idul adha.

Selain itu, Ari juga menganjurkan supaya masyrakat memisah antara daging dengan jeroan hewan kurban. Seperti usus, otak, hati, paru, dan limpa. Tips selanjutnya adalah, masyarakat yang habis mengkonsumsi daging dilarang tidur sebelum dua jam setelah makan daging. “Jika kita tidur, akan semakin memicu isi lambung naik ke kerongkongan,” kata dia. Ari berharap, masyarakat bisa tetap menjalani gaya hidup sehat meskipun mendapatkan berkah daging korban yang melimpah. (wan/jpnn)

Guru Harus Profesional

Masih santer terdengar, banyak guru hanya mengejar tunjangan profesi dalam program sertifikasi guru, tanpa meningkatkan kompetensinya menjadi seorang guru yang profesional. Apa tanggapan Kadis Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri MM terkait anggapan tersebut? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Rahmat Sazaly Munthe dengan Hasan Basri, beberapa hari lalu.

Apa sebenarnya yang harus menjadi konsekuensi logis dari UU No 14/2005 tentang guru dan dosen?
Guru adalah individu yang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Baik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Pada Pasal 1 Ketentuan Umum dijelaskan, guru harus profesional, yang dimaksud itu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Nah, sejalan pula dengan Pasal 2 dinyatakan, guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesioanl sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

Apa dampak langsung dari kepemilikan sertifikasi pendidikan kepada guru sendiri?
Para guru akan memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1). Hal tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus dan maslahat tambahan. Maslahat tambahan ini terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi dan guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah diberi gaji sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diberi gaji berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.

Tentunya, dari keterangan di atas juga memberikan tanggung jawab terhadap guru. Bisakah Anda jabarkan tanggung jawab tersebut?
Pada UU 14 dimaksud lebih memberi makna bagi guru, dan merupakan peluang bagi guru-guru untuk dapat mengembangkan kompetensi, dan tidak mustahil menjadi momok bagi guru-guru yang memiliki kompetensi rendah, dan ini menjadi konsekuensi bagi guru dan dosen akan diberlakukannya UU tersebut.

Selain itu, UU tersebut akan dapat mengangkat marwah dan martabat guru secara hakiki, karena selama ini andil dan kontribusi guru di dalam mencerdaskan anak negeri ini sepertinya dipandang sebelah mata, dan memandang profesi guru sebagai profesi biasa. Ini terjadi selama ini direpublik ini, sehingga masa depan guru suram dan profesi guru tidak menjanjikan, bahkan terkesan dilecehkan.
Pada UU tersebut, seperti Pasal 8 dinyatakan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Inilah inti dari tanggung jawab para guru tadi.

Tentunya untuk memperoleh sertifikasi pendidik tidak semudah membalikkan telapak tangan, dan perlu kerja keras para guru. Bagaimana mereka bisa mewujudkan hal tersebut?
Sertifikasi pendidik akan dapat diperoleh jika guru dengan sungguh-sungguh belajar dan tentunya sertifikasi pendidik, akan didapat oleh guru-guru yang berkualitas dan selama ini sudah menunjukan kinerja baik, dan memilih profesi guru merupakan pilihan nuraninya. Tak kalah pentingnya, adalah guru-guru yang mau belajar dan belajar, selalu mengikuti berbagai diklat-diklat, serta menyadari bahwa ilmu yang selama ini yang dimiliki terasa masih kurang.
Oleh sebab itu, kualitas guru secara pribadi terlihat dari penampilannya, dan prestasi akademiknya, serta moralitas dan tanggungjawabnya di dalam mengerjakan tugas dan tanggungjawab profesinya, serta wawasan keilmiah dan intelektualnya, baik di dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas maupun di lingkungan sekitarnya.

Apa imbauan Anda terhadap para guru, khususnya untuk para guru di Kota Medan?
Sertifikasi pendidik harus dimiliki oleh setiap guru, dan untuk memperolehnya tentunya memerlukan berbagai persiapan, baik mental maupun ilmunya, dan bukan sesuatu yang ditakuti. Akan tetapi bila kita sudah mempersiapkan diri belajar dan terus belajar, maka sertifikasi pendidik akan dapat kita peroleh, dan bila sudah kita miliki, maka tentunya akan dapat secara perlahan tapi pasti merubah kesejahteraan guru. Dan yang terpenting, kompetensi yang dimiliki harus juga bertambah dan memberikan peningkatan mutu pendidikan kepada peserta didik.(*)

Dua Pemain Muda Didaftar ke PSSI

Pemberdayaan pemain muda yang digaungkan PSSI untuk klub-klub peserta Indonesian Premier League (IPL) disambut PSMS dengan mendaftarkan dua nama pemain muda Muhammad Antoni (gelandang) dan Wiganda Pradika (bek sayap kanan), Rabu (2/11).

Kini, pemain yang sebelumnya bermain di kompetisi amatir itu telah beralih status jadi pemain profesional. Sementara satunya lagi, Eko Prastio (kiper) diproyeksikan sebagai pemain magang.
Pelaksana teknis yang menjadi sekretaris tim PSMS musim lalu Fityan Hamdi menjelaskan, kedua pemain sudah disahkan. M Antoni dan Wiganda sudah didaftarkan ke PSSI. “Berkas kelengkapan berupa surat resmi dari klub dan Pengda PSSI Medan dan pemberian kontrak kerja sudah lengkap. Tim pelatih sudah menyodorkan dua nama itu. Saya sudah kirim faksimili ke PSSI. Karena memang berkas kelengkapan sudah dapat dipenuhi,” katanya.

Bakal asisten pelatih PSMS Roekinoy menyebutkan rekomendasi tersebut didasarkan pada kemampuan obyektif pemain. Roekinoy merupakan pelatih kedua pemain itu saat masih membesut PSMS U-21. Penilaian teknis berupa fundamental skill dan kemampuan bekerjasama dalam tim dinilai baik. “Saya paham betul kemampuan mereka saat di PSMS Muda. Dalam arti mereka sudah dipersiapkan. Selain itu sejak awal seleksi mereka kan sudah ikut. Dan penilaian untuk itu bersama dilakukan tim pelatih,” tuturnya.

Senada, bakal asisten pelatih PSMS Suharto mengatakan, keduanya sudah disaring berdasarkan kriteria dan karakter pemain yang dibutuhkan. PSMS memperhatikan betul pemberdayaan PSMS U-21. Terbukti dengan adanya dua lagi pemain U-21 yaitu Alrian Suhaibi (kiper) dan Yoseph Ostanika (penyerang).

Kuota minimal tiga pemain U-21 sudah dapat diakomodir. “Kita antusias dan menyambut baik desain kebijakan pemberdayaan pesepakbola muda. Apalagi mereka memiliki skill yang bagus. Jika ada yang kurang, itu hanya pengalaman. Itu bisa diasah lewat proses,” jelas Suharto. (saz)