Home Blog Page 14514

Satu dari 13 Perampok Diamankan Dit Polair

MEDAN- Satu dari 13 pelaku perampokan diringkus personel Direktorat Kepolisian Air (Dit Polair) Polda Sumut di kawasan Belawan, Jumat (21/10) malam pukul 19.00 WIB. Tersangka yang diringkus yakni Rahmat Ali (42) warga Kampung Nelayan Belawan, saat akan menjual komputer hasil rampokannya.

Menurut Direktur Polair Polda Sumut Kombes Pol Ario Gatut melalui Kasi Penyelidikan Penegakkan Hukum (Lidik Gakkum) Polair Polda Sumut Kompol Den Martin Nasution, penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dan pengaduan dari korban di Polsek Perbaungan, Polres Deli Serdang.
Menurutnya, perampokan tersebut terjadi pada 8 Oktober 2011 pukul 04.00 WIB di PT ATP Desa Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

“Perampokan yang dilakukan kawanan ini dengan cara mengikat 19 orang korban yang saat itu berada di lokasi kejadian. Kawanan perampok ini berhasil membawa 6 unit TV, 16 handphone, 3 buah HT, satu set komputer, satu mesin babat dan uang kontan Rp11 juta,” ungkapnya.

Menindaklanjuti pengaduan korban, Dit Polair Poldasu melakukan penyelidikan. Rabu (19/10) lalu, mereka mendapat informasi kalau seorang tersangka bernama Rahmat Ali, warga Kampung Nelayan Belawan akan menjual satu set komputer hasil rampokannya. Mengetahui hal itu, personel Polair langsung melakukan pengintaian dan berhasil menangkap tersangka pada Jumat (21/10) malam pukul 19.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, Sabtu (22/10) dini hari pukul 01.00 WIB, tim memburu para tersangka lainnya di Perairan Belawan, Kampung Nelayan. Dari rumah Rahmat Ali, petugas menyita satu frezer dan satu HP dan sebilah parang.

Sementara itu, tersangka Rahmat Ali mengakui kalau dia melakukan aksinya bersama 12 temannya. “Iya kami ada 13 orang saat melakukan perampokan itu. Delapan orang warga Kampung Nelayan Belawan dan lima orang warga Karang Gading Medan Labuhan,” ujarnya.(mag-7)

Sore Ini, DBL All-Star Hadapi Unibraw

SURABAYA-Tim Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2011 kembali melakoni laga pemanasan sore ini (22/10). Tim putra dan putri akan menantang tim Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.

Pertandingan melawan Unibraw ini menjadi laga pemanasan kedua. Sebelumnya pada Jumat (21/10) lalu, DBL All-Star menghadapi tim perguruan tinggi lainnya yakni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

DBL All-Star mendapatkan hasil berbeda saat melawan Unair. Tim putri berhasil menang dengan skor 72-40 di DBL Arena Surabaya. Sedangkan tim putra menyerah (47-55) dalam game yang digelar di Sports Hall SMA Katolik Santa Agnes.
Walau hanya pertandingan uji coba, namun DBL All-Star tetap serius mempersiapkan diri. Sebab partai itu sangat penting sebagai persiapan intrenational game melawan Gold Coast Scody Junior All-Stars pada Kamis (27/10) dan Sabtu (29/10) mendatang.

Kemarin DBL All-Star menjalani dua kali sesi latihan pagi dan sore. Pada pagi hari, tim pelatih hanya memberikan program ringan yakni conditioning. Tujuannya adalah agar kondisi fisik dan sentuhan bola para pemain tetap terjaga.
Sedangkan pada sore harinya, tim pelatih memberikan program taktik dan strategi. Antara lain pola defense dan melatih tansisi antara offense dan defense. Latihan itu dilakoni selama hampir selama dua jam.

Pelatih kepala tim putra Koo Sri Padma Olanda mengatakan fokus utamanya sekarang adalah mempertahakan konsistensi permainan timnya. Jan Misael Panagan dkk ditekankan tidak melakukan kesalahan yang sama saat kalah melawan Unair.
“Terpenting anak-anak tidak bermain dengan emosional hingga instruksi pelatih tidak jalan. Soal teknis, sekarang kami konsentrasi penuh pada perbaikan defense,” ucap pelatih asal SMA St. Louis 1 Surabaya itu.

Pelatih tim putra Aditya Krisnha Permana menegaskan pihaknya tak akan membebani pemain dengan kemenangan. “Terpenting anak-anak bermain dengan semangat dan fight. Kalah dan menang tidak jadi soal, terpenting adalah cara bermainnya,” katanya. (nur/dra/jpnn)

Libya Disanksi Jika Khadafi Dibunuh

NEW YORK- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memerintahkan menyelidiki menyeluruh untuk mengetahui penyebab kematian mantan pemimpin Libya, Kolonel Muammar Khadafi, yang digulingkan karena dianggap diktator bertangan besi. Desakan itu diserukan setelah beredar dua rekaman video yang berbeda saat proses penangkapan Khadafi.
Dalam rekaman video pertama memperlihatkan sosok Khadafi yang masih hidup saat ditangkap. Namun, dalam video kedua, Khadafi sudah terlihat tewas dengan luka di bagian kepala akibat tertembus peluru.

Kedua video ini membuat PBB memerlukan lebih banyak lagi rincian data untuk memastikan kematian Khadafi. Pasalnya, jika Khadafi tewas dalam pertempuran maka itu adalah wajar sesuai hukum internasional. Tapi, jika Khadafi tewas karena dieksekusi setelah ditangkap maka hal itu bertentangan dengan hukum internasional.
Juru bicara Komisi Tinggi HAM PBB Rupert Colville mengatakan bahwa apapun situasinya, eksekusi tanpa pengadilan adalah hal yang dilarang berdasarkan Hukum internasional. Colville menegaskan tersangka kejahatan perang atau bahkan kejahatan terhadap kemanusiaan seperti Muammar Khadafi seharusnya dibawa ke pengadilan.

Hal senada juga dikatakan oleh Pelapor Khusus PBB Ekstrayudisial Christof Heyns. Ia mengatakan bahwa penyelidikan mengenai kematian Khadafi merupakan ujian pertama bagi Libya dalam mewujudkan negara demokratis dan akuntabel.

Dalam Konvensi Jenewa, lanjut Heyns, sudah sangat jelas bahwa ketika seorang tawanan sudah ditangkap maka mereka tidak dapat dieksekusi secara langsung. Jika itu terjadi, maka penjahat perang yang sesungguhnya adalah pihak yang mengeksekusi secara langsung dan seharusnya bisa diadili.

“Sangat penting bahwa pemerintah baru memiliki pondasi yang kokoh, dimana di dalamnya tidak terdapat akuntabilitas atas tindakan ilegal,” ujar Christof Heyns, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Sabtu, (22/10)
Jika hasil penyelidikan PBB tersebut menunjukkan Khadafi tewas setelah ditangkap maka tidak menutup kemungkinan akan adanya hukuman bagi NTC atau pemerintahan sementara Libya yang baru. Hal ini tentunya akan menodai reformasi Libya di mata dunia.

Sebelumnya, istri Khadafi, Sofia Khadafi mendesak PBB agar menyelidiki kematian  suaminya yang tewas setelah ditangkap pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC). “Kami mendesak PBB agar menyelidiki seluk beluk kematian dari mujahid Khadafi,” seru Sofia Khadafi dalam televisi Suriah, seperti dikutip SABC.

Para pejabat NTC hari ini juga mengatakan, pemakaman Khadafi akan ditunda sampai Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) melakukan pemeriksaan terhadap kematian Khadafi.

Colville juga menambahkan, para korban penindasan rezim Khadafi layak untuk melihat prosesi pengadilan terhadap para pelaku penindasan yang akan segera dibawa ke pengadilan.(net/jpnn)

KPK Minta Pengawasan Hakim Diperketat

Setiap Provinsi Punya Tipikor

JAKARTA-Harapan baru pemberantasan korupsi kembali dihembuskan Mahkamah Agung (MA). Ditengah sorotan terhadap ulah hakim Ad Hoc Bandung yang membebaskan Wali Kota (non aktif) Bekasi Mochtar Mohammad, Instansi pimpin Harifin A. Tumpa itu membentuk 30 pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) baru.

Rinciannya, Pengadilan Tipikor itu ada di 33 Pengadilan Negeri dan 30 Pengadilan Tipikor tingkat banding. MA berharap agar Tipikor menjadi tumpuan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi. “ Hakim harus mengungkapkan kasus korupsi dengan tegas dan benar,” ujar Kepala Sub Bagian Humas MA Andri Tristianto.

Terkait polemik lembaga peradilan yang disorot, dia mengatakan jika pengadilan adalah tempat untuk mencari keadilan. Indepedensi Hakim ditentukan oleh tinggi rendahnya moral dan integritas hakim. Diakuinya, saat ini independensi hakim memang sedang dalam ujian berat. “Orang kalah perkara yang membentuk sebuah opini,” imbuhnya.

Opini tersebut, bertujuan untuk membuat hakim takut. Padahal, seharusnya hakim tidak boleh takut demi melaksanakan tugas negara yang diemban. Namun, kalaupun ada hakim yang termakan opini dan bertindak sebagaimana mestinya, hal itu kembali ke pribadi hakim masing-masing.

Sebab, menurut Andri, MA sudah berusaha keras untuk mencari calon hakim Ad hoc yang berkualiatas. Semuanya juga sudah disesuaikan dengan persyaratan undang-undang. Sayang, usaha itu masih dikritik oleh beberapa orang. “Kenyataanya, mereka tidak pernah memberikan masukan tentang calon-calon yang melamar jadi Hakim Ad Hoc,” keluhnya.

Juru bicara KPK mengatakan bahwa hadirnya Pengadilan Tipikor di seluruh provinsi itu harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat terhadap para hakim-hakimnya. “MA maupun KY  harus meningkatkan pengawasannya,” kata Johan. (kuh/jpnn)

Evaluasi Tim

MEDAN-Pertandingan uji coba PSMS kontra PS Kwarta berakhir imbang 0-0, Sabtu (22/10). Kendati PS Kwarta hanya merupakan klub yang berada di Divisi III PSSI, PSMS belum mampu melesakkan sebuah gol pun ke gawang lawan.
Artinya, masih akan ada perjalanan panjang dan sulit bagi bakal asisten pelatih Suharto dan Roekinoy untuk meramu permainan anak-anak asuhnya. Tentunya dalam mencapai performa terbaik, paling tidak bisa meraih poin maksimal di tiap pertandingan. Dan ini tentu sebelum kedatangan pelatih kepala yang sudah tinggal selangkah lagi bergabung dengan manajemen, yakni M Khaidir.

Tak sedikit pula masyarakat Kota Medan sebagai pecinta tim sepak bola yang berjuluk Ayam Kinantan ini hadir di Stadion Kebun Bunga untuk menyaksikan laga tersebut. Tapi apa hendak dikata, permainan apik jarang terlihat, walau dari menit awal kedua tim memperlihatkan permainan cepat.

Banyak mimik wajah kesal dari masyarakat yang sengaja datang ke sana. Dengan penampilan juga hasil yang diraih PSMS ini, banyak pula selentingan yang menyatakan PSMS tak layak ikut bergabung dalam kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, yakni Liga Primer Indonesia (LPI).

Pada pertandingan tersebut, PSMS yang mengandalkan Saha di lini depan untuk menggedor pertahanan lawan, tak bisa berbuat banyak. Namun, kiper PSMS yang baru Jumat (21/10) lalu datang bergabung, Edi Kurnia, juga tak mampu dibobol penyerang PS Kwarta. Hasil imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua juga tak banyak merubah keadaan. Dengan melakukan pergantian pemain di semua lini oleh Suharto, kedudukan masih tetap kacamata.

Tak berbeda yang dilakukan pelatih PS Kwarta Kustiono, yang juga melakukan pergantian di berbagai lini timnya. Namun, hasil imbang tersebut memang tak bisa terbantahkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, hasil tak berubah.
Usai pertandingan Kustiono menjelaskan, hasil imbang ini akan memberikan motivasi kepada pemain untuk persiapan dalam laga berikutnya. “Kemampuan anak-anak menahan gempuran PSMS memberikan satu semangat bagi mereka. “Karena mereka juga tau PSMS akan berlaga di LPI,” ujarnya.

ementara itu, Suharto yang dikonfirmasi mengenai hasil imbang itu menerangkan, pertandingan uji coba bukan untuk menentukan siapa yang kalah dan menang.

“Dengan uji coba, kita bisa mengetahui progress latihan yang mereka terapkan. Dan dengan ini pula kita bisa mengevaluasi lini mana saja yang masih harus dibenahi,” katanya. (saz)

Lampu Stadion Kebun Bunga Mengulah

Pemasangan lampu penerang di Stadion Kebun Bunga terkesan asal-asalan. Beberapa kali lampu padam sehingga turnamen PSMS Piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap pun kerap tertunda.

Jumat (21/10) lalu, setelah ditunda beberapa waktu turnamen itu digelar lagi. Tapi sayang, panitia lagi-lagi kecolongan soal lampu. Turnamen yang diikuti 34 klub PSMS itu tertunda lagi karena lampu padam.

Memang setelah dipasang lampu stadion yang juga dipakai PSMS untuk menggelar latihan dan seleksi pemain PSMS pada sore hari itu, sudah bisa dikatakan cukup terang dengan pencahayaan 20 ribu watt. Jumlah itu adalah total dari delapan tiang yang masing-masing berkapasitas 3000 watt.

Pada laga  PS Sinar Medan dan PS Radio Simphony berjalan 24 menit, empat lampu yang berada di sisi Barat stadion padam. Masing-masing empat lampu itu berkapasitas 500 watt, kontan pertandingan dihentikan wasit karena dianggap tak layak menggelar kembali pertandingan tersebut.

Setelah dikonfirmasi ke pihak panitia, keempat lampu tersebut padam karena terlalu panas dan kemudian mati secara otomatis, yang merupakan sifat dari lampu halogen.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya lampu kembali menyala dan pertandingan dilanjutkan kembali. Memang lagi-lagi karena sifat dari lampu halogen, pada menit ke-54 lampu kembali padam dan peserta kembali menunggu sekitar 10 menitan.

Atas kejadian tersebut, Official PS Radio Shimphony mengatakan, ini akibat kekurangsiapan panitia untuk menggelar turnamen itu. “Diharapkan pada kompetisi-kompetisi berikutnya panitia harus lebih siap. Tentunya harus melakukan perbaikan di masing-masing sektor,” ujar official yang tak mau namanya dikorankan.
Pada laga uji coba PSMS kemarin juga diwarnai mati lampu. Hal ini menuntut keseriusan pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan lampu tersebut.  (saz)

Patuh PSSI, Semen Padang Coret 5 Pemain

Beberapa pemain Semen Padang mulai gelisah lantaran manajemen berniat mencoret lima pemain. Hal ini dilakukan untuk mengikuti kuota yang ditentukan oleh PSSI untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL).
Seperti diketahui, PSSI telah menetapkan batas maksimal jumlah pemain yang akan tampil di IPL yakni hanya sebanyak 25 pemain.

“Sesuai dengan peraturan baru yang dikeluarkan PSSI, klub hanya boleh mendaftarkan sebanyak 25 pemain untuk kompetisi IPL,” kata Manajer PT Kabau Sirah Semen Padang Erizal Anwar. Sebelumnya, SP telah mendaftarkan 30 pemain kepada PSSI untuk mengikuti kompetisi musim 2011-2012, namun dengan kebijakan ini SP harus mencoret lima pemain.
Meski begitu, Erizal menjelaskan bahwa lima pemain yang dicoret tersebut tak akan keluar dari manajemen tim, namun masih tetap berada dalam pembinaan klub. “Pemain yang dicoret tidak keluar, tapi masih berada dalam manajemen tim untuk bisa diikutkan pada kompetisi yang akan datang,” katanya.

Ia juga menambahkan pemain tersebut juga nantinya bisa menjadi pengganti dari pemain yang sudah didaftarkan jika tidak bisa membela SP pada kompetisi IPL.

Di antara yang sudah didaftarkan oleh manajemen SP tersebut adalah Syamsidar, Jandia Eka Putra, Diky Jamalis (kiper), David Pagbe, Tommy Rifka, Hengki Ardiles, Syafruddin, M.Rizal, Vendry Mofu, Rudi Doang, Elie Aiboy, Yu Hyu Ko, Dedi Hartono, Esteban Vizcarra, Edward Wilson Junior, Suheri Daud. (net/jpnn)

Rencana Menggelar ISL Dimatangkan

JAKARTA- Wacana menggelar kompetisi Indonesia Super League (ISL) seperti yang diamanatkan kongres tahunan PSSI di Bali Januari lalu bukan gertak sambal. Hari ini rencana itu akan dimatangkan oleh klub-klub peserta dalam agenda Pra RUPS  (Rapat Umum Pemegang saham ) PT Liga Indonesia ( PT LI) yang digelar di salah satu hotel di kawasan Kuningan Jakarta.  RUPS sendiri baru akan dilakukan pada 27 Oktober mendatang.

Ada dua agenda besar yang akan dibahas dalam Pra RUPS. Pertama adalah  membahas pengaliham saham PT LI kepada klub-klub seperti yang diputuskan di kongres Bali lalu. Yaitu 99 persen akan menjadi milik klub dan satu persen milik PSSI. Sebelumnya, mayoritas saham menjadi milik PSSI. Agenda kedua adalah membahas soal rencana kompetisi regulasi, jadwal pertandingan, dan lainnya.  Hal lain yang akan dibahas adalah soal kontribusi komersil yang akan dibagikan PT LI kepada klub-klub peserta kompetisi sebelum kompetisi digulirkan.

“Intinya Pra RUPS besok (hari ini-Red) akan membicarakan apa yang akan dibahas pada RUPS 27 Oktober nanti,” kata Tigor Salom Boboy, sekretaris PT LI kepada Koran ini tadi malam.

Tigor mengungkapkan, hingga pukul 20.00 WIB tadi malam sudah ada perwakilan dari 10 klub yang ISL yang check in di hotel tempat Pra RUPS digelar. Mereka adalah Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Persiwa Wamena, Peripura Jayapura, Persela Lamongan, dan Deltras Sidoarjo. “Persija ( versi Ferry Paulus ) dan Persidafon Dafonsoro memastikan datang besok pagi (pagi ini-Red) sebelum acara dimulai. Kami juga masih menunggu konfirmasi dari klub-klub lainnya,” bebernya. Acara Pra RUPS PT LI akan dimulai pagi ini pukul 10.00 WIB.

Tigor melanjutkan, beberapa klub yang diundang memastikan tidak akan datang. Mereka adalah PS Semen Padang dan Persiraja Banda Aceh.

Rencana PT LI mengelar kompetisi ISL berawal dari ketidakpuasan klub-klub terhadap PT Liga Primer Indonesia Sportindo  (LPIS) yang mengambil alih posisi PT LI sebagai pengelola kompetisi professional tanah air. Saham PT LPIS sendiri sementara ini 70 persen dimiliki Djohar Arifin (Ketum PSSI) dan 30 persen dimiliki Farid Rahmad (Waketum PSSI).
Sementara itu, PT LPIS sendiri tak mau kalah dengan PT LI. PT yang baru dibentuk pada 5 Oktober lalu itu mengagendakan menggelar RUPS pada 26 Oktober atau sehari sebelum RUPS PT LI dilangsungkan. Dalam rilis yang dikeluarkan, PT LPIS akan menggelar RUPS begitu tenggat waktu pendaftaran kesediaan ikut serta dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2011/2012 yang jatuh pada 26 Oktober.  (ali/jpnn)

Lagi, WNA Gugat Indonesia

JAKARTA – Warga negara asing (WNA) pemegang saham Bank Century terus melakukan gugatan terhadap pemerintah Indonesia. Hesyam Al Warraq, salah seorang pemegang saham, mengajukan gugatan kepada pemerintah lewat Organisasi Konferensi Islam (OKI). Dia menuding pemerintah tidak melindungi investasi yang dia lakukan bersama Rafat Ali Rizvi, WNA Inggris kelahiran Mesir.

“Di antara negara-negara anggota OKI, ada kesepakatan perlindungan proteksi investasi. Nah, Hesyam memanfaatkan celah itu karena dia warga negara Arab Saudi,” kata Iswahyudi Karim, pengacara yang mewakili pemerintah Indonesia.
Ini berart Hesyam mengikuti jejak Rafat yang mengajukan gugatan serupa. Bedanya, Ravat menggugat lewat International Center for Settlement Dispute , sebuah lembaga arbitrase di bawah naungan IMF(organisasi moneter internasional), sedangkan Hesyam lewat OKI.

Iswahyudi mengatakan, bukan tanpa alas an Hesyam menggugat lewat OKI. Sebab, lelaki yang ditetapkan sebagai buronan oleh Mabes Polri itu tidak bisa mengajukan gugatan yang sama ke ICSD karena dia adalah warga negara Arab Saudi. “Satu-satunya cara adalah lewat OKI,” katanya. Kasus tersebut, kata Iswahyudi, baru didaftarkan Hesyam bulan lalu.

Gugatan tersebut masih baru diajukan. Karena itu, pihak penggugat dan tergugat belum ada yang dipanggil. “Nilai gugatannya sekitar puluhan juta dollar,” katanya.  Seperti diketahui, Hesham bersama Rafat dan Robert Tantular memiliki aset-aset Bank Century  uang tunai di senilai USD 1 miliar. (aga/jpnn)

Kejar Target WTP, Warning Rektor PTN

Duit PNBP Wajib Disetor ke Kas Negara Desember

SISTEM penggunaan dan pelaporan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2010, mendapat pukulan telak setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2011 menyimpulkan opini disclaimer. Tahun depan, Kemendikbud mengejar hasil audit BPK wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk anggaran 2011.

Untuk mengejar opini yang berada di posisi paling puncak tersebut, Mendikbud Muhammad Nuh mengeluarkan intruksi rencana aksi Kemendikbud mewujudkan hasil audit WTP. Dalam intruksi ini, dibeber kelemahan penggunaan dan pelaporan anggaran 2010. ’’Opini disclaimer harus kita cari hikmahnya. Diantaranya untuk menjadi momentum kita melompat mengejar opini WTP,’’ terang Nuh.

Diantara yang paling mendapatkan sorotan dalam instruksi menteri ini adalah tata kelola keuangan di perguruan tinggi negeri. Dalam instruksi menteri ini, dipaparkan beberapa kelemahan PTN dalam mengelola duit negara.
Diantaranya, masih terdapat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dikeruk PTN dari masyarakat tidak dikelola sesuai dengan mekanisme APBN. Selain itu, PTN juga tidak mempertanggungjawabkan PNBP tadi dalam laporan realisasi anggaran (LRA). BPK menemukan potensi kerugian negara hingga Rp25 miliar dari kekacauan pengelolaan PNBP ini.

Sesuai dengan instruksi menteri tadi, kisruh dalam pengelolaan BNPB ini diharapkan tuntas pada 31 Desember mendatang. Untuk menyelesaikan persoalan BNPB ini, dibawah tanggung jawab pejabat eselon I Kemendikbud yang berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Cara lainnya untuk mencegah munculnya kerugian negara dalam pengelolaan PNBP di PTN adalah, para rektor PTN wajib mentaati aturan PNBP. Selanjutnya, para rektor juga dituntut untuk menginvetaris seluruh PNBP. Terakhir, PTN wajib menyetor duit PNBP ke Kas Negara. Upaya menyetor uang hasil PNBP ke Kas Negara ini ditenggat hingga Desember 2011.

Selain urusan penerimaan PNBP, kelehaman tata kelola keuangan PTN lainnya adalah munculnya rekening liar alias bodong. Rekening tadi disebut liar alias bodong karena tidak terdaftar di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Tidak tanggung-tanggung, hasil audit BPK 2011 menyebutkan selama periode 2010 ada sedikitnya 43 rekening liar dengan nilai simpanan mencapai lebih dari Rp5 miliar. Munculnya rekening liar ini, menurut Nuh karena PTN takut sulit mencairkan uang jika harus membuat rekening yang terdaftar di Kemenkeu. Dia mengatakan uang di rekening liar ini tidak akan kemana-mana. Apalagi menyimpanya di bank plat merah.

’’Jika berusaha saya yakin bisa WTP. Kita bisa mempelajari dari kementerian yang lain, ini adalah ilmu katon bukan ilmu ghaib,’’ kata Nuh disambut tepuk tangan pejabat eselon I hingga II di lingkungan Kemendikbud.

Tanggung jawab penerapan instruksi menteri ini sendiri berada di bawah pundak Inspektorat Jendral (Itjen) Kemendikbud. Plt Irjen Kemendikbud yang baru diangkat menjadi Wakil Mendikbud bidang pendidikan Musliar Kasim menuturkan, posisinya bakal mendampingi pengelolaan pelaporan keuangan. ’’Saya juga yakin harus bisa mendapatkan opini audit WTP,’’ tutur mantan rektor Universitas Andalas, Padang itu.

Musliar menuturkan, opini disclaimer dari BPK tahun ini membuat suasana kerja di Kemendikbud tidak nyaman. Dia juga mengatakan, selain Kemendikbud kementerian lain yang mendapatkan opini disclaimer adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Musliar berjanji, akan memperkuat pola pengawasan laporan keuangan diseluruh satuan kerja (satker) Kemendibud. Terkait kinerja pengelolaan keuangan di PTN yang anjlok, dia berharap para rektor benar-benar mematuhi instruksi menteri yang diteken pada 6 Oktober itu. (wan/jpnn)