29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14543

Akhlak Mulia Jadi Mata Pelajaran

SMA Amir Hamzah Melakukan Pengembangan Pendidikan

MEDAN- Yayasan Pendidikan Islam Amir Hamzah di Jalan Meranti Medan terus melakukan pengembangan lingkungan pendidikan dengan memberikan muatan lokal (mulok) tambahan dalam kurikulum pendidikan tingkat Sekolah Menangah Atas (SMA). Upaya itu demi mewujudkan yayasan unggul dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang beriman, bertaqwa serta berprestasi.

“Ini cuma ada di sekolah Amir Hamzah, setiap siswa kita berikan mulok tambahan yakni ahlak mulia dalam mata pelajarannya. Tujuannya, untuk membangun akhlak siswa yang bertaqwa dan berkarakter, baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan pribadinya, ini sesuai misi pemerintah kita,” terang Kepala SMA Amir Hamzah, Musadad SPd, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Bentuk implementasinya, bilang Musadad, setiap siswa diharuskan mengikuti salat berjamaah yang dilaksanakan sekolah. Jika terbiasa dengan pola yang diterapkan SMA Amir Hamzah ini bisa menularkan dalam lingkungan siswa. “Sasaran kita bukan hanya prilaku siswa di dalam lingkungan sekolah saja namun juga bisa diaplikasikan di lingkungan lainnya,” sebutnya. Selain itu bilang Musadad, Amir Hamzah juga telah menerapkan Program Pengembangan Diri (PPD) terhadap siswa sebelum adanya pendidikan karakter yang digulirkan pemerintah.

Program ini menurut Musadad lebih memudahkan para siswa untuk membentuk prilaku siswa seiring dengan pemantapan karakter siswa itu sendiri.

“Untuk penerapan mulok dan PPD, pihak sekolah menambah jam pelajaran bagi siswa yakni enam jam perminggunya yang dibagi dalam beberapa hari, sehingga para guru lebih mudah memberikan materi” terang Musadad.
Bahkan menjelang Ujian Nasional (UN), lanjutnya, mulok yang diberikan pihak sekolah lebih mengarah kepada mata pelajaran yang akan diuji dalam pelaksanaan UN, yakni mata pelajaran Fisika, Biologi, dan Matematika.
Bentuk penerapan disiplin dan karakter terhadap para siswa itu terbukti Yayasan Amir Hamzah mampu meraih beragam prestasi baik bidang akademik dan bidang ekstrakulikuler.

Salah satu prestasi terbaik yang mampu dipersembahkan siswinya, yakni meraih penulisan ilmiah terbaik katagori pelajar yang dilaksnakan pemerintah kota Medan pada Oktober lalu. Siswa Amir Hamzah juga mampu meraih beberapa prestasi di bidang olahraga dan seni. “Satu tahun belakangan beberapa prestasi membanggakan mampu diraih para siswa didik kita, yakni juara satu lomba tari tingkat provinsi, dan menjadi perwakilan city expo ke Aceh. Juara umum olah raga futsal, dan beberapa raihan dalam pertandingan Pekan Olahraga Kota (Porkot) dengan meraih juara I komite perorangan 78 kg pertandingan karate serta beragam prestasi lainnya,” papar Musadad.

Raihan tersebut tak lantas membuat Amir Hamzah cepat berbangga, bahkan dengan hasil positif itu membuat pihak sekolah dan siswa semakin terpacu untuk terus meraih prestasi demi merealisasikan visi dan misi sekolah. (uma)

Dua Tempat Hiburan Ditutup

Abaikan Surat Edaran Wali Kota

MEDAN- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menemukan beberapa lokasi tempat hiburan malam yang melanggar surat edaran Wali Kota Medan No 503/14505 tanggal 19 Juli 2011 tentang larangan beroperasi di hari besar keagamaan. Dari sejumlah tempat hiburan malam dan lokasi biliar yang dirazia, petugas mengamankan enam pasangan mesum, dua pekerja seks komersial, satu waria dan dua rumah biliard dicabut izinya.

“Penertiban yang kita lakukan sebagai tindak lanjut surat edaran Wali Kota Medan tentang pelarangan tempat hiburan tidak melaksanakan kegiatan di hari besar keagamaan,” kata Kadisbudpar, Busral Manan sebelum melakukan penertiban di kantor Dinas, Sabtu (5/11) malam.

Dikatakan Busral, sebelum melakukan penertiban, tim sudah melakukan pengawasan dengan melakukan sosialisasi melalui surat edaran yang diharapkan kepada pemilik tempat hiburan, pada 5 dan 6 November dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB dan dari 25 Desember hingga 1 Januari 2012 tidak melaksanakan kegiatan.

“Setelah batas waktu yang sudah ditetapkan, tempat hiburan sudah diperbolehkan melaksanakan kegiatan di pukul 18.00 WIB. Bila nantinya ditemukan tempat hiburan yang melanggar, akan kita tutup dan diberikan sanksi tegas pencabutan izinnya. Bila ingin mengurus izinya kembali harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Perda,” ucapnya.
Razia diawali dari Jalan HM Jhoni. Sasaran pertama adalah Café Monaco, tetapi begitu sampai di lokasi dan ternyata cafe tersebut tutup. Sementara, dua lokasi biliar di sekitarnya, Sagar Biliard dan The Shooters Biliard masih membandel dan tidak mengubris surat edaran tersebut.

“Sagar biliar ini memang bandel, padahal penertiban yang lalu sesuai dengan surat edaran mereka sudah diberikan sanksi untuk mematuhi surat edaran tersebut. Jadi, hari ini kita tutup paksa dan izinnya kita cabut,” tegas Busral Manan di lokasi.

Selanjutnya tim menggerebek Hotel Heroes di simpang Jalan HM Jhoni. Tim melakukan penertiban terhadap tempat hiburan hotel tersebut yang belum memiliki izin yang dilanjutkan ke kamar hotel yang menyediakan lokasi mesum untuk pasangan belum nikah. “Untuk izinnya kita belum tahu, tapi kita mengamankan tiga pasangan mesum di luar nikah,” ungkapnya.

Tiga pasangan mesum di luar nikah yang diamankan tim, diantaranya mahasiswa di Kota Medan menangis-nangis saat pintu kamar didobrak oleh petugas dan satu pasangan lagi ditemukan sembunyi di dalam lemari.
Kemudian, tim melanjutkan penertiban ke Jalan Nibung Raya, tepatnya di Hotel Sibayak. Kali ini tim juga merasa kesal dengan pemilik Hotel Sibayak yang juga melanggar surat edaran wali kota untuk kedua kalinya. “Dari Hotel Sibayak, kita juga mengamankan tiga lelaki hidung belang bersama tiga wanita tuna susila (WTS) yang sedang mesum di kamar. Sebagai penindakan, izin hotel akan kita cabut dan para pasangan yang diamankan akan kita bawa ke kantor untuk pembinaan,” kata Busral lagi.

Sementara, di Jalan Simpang Barat tim mengamankan dua wanita pekerja seks komersial (PSK) dan satu waria yang sedang mangkal di kawasan tersebut. Pada saat pendataan, tim tidak mendapati kartu identitas ketiganya yang sudah berulang kali diamankan petugas Satpol PP. “Ah, kalau ini sudah sering kita amankan. Mereka memang sering mangkal di sini. Padahal kita sudah melakukan pembinaan tetapi mereka tetap membandel juga,” ucap petugas Satpol PP yang meminta namanya tidak disebutkan.

Mengakhiri penertiban tempathiburan malam, tim juga menemukan lokasi panti pijat di Jalan Ngumban Surbakti yang melanggar surat edaran Wali Kota. “Ada izinya, Cuma kita lakukan pendataan di BAP sebagai bentuk penindakan,” kata Kriswan Kasatpol PP Pemko Medan.(adl)

Urus Surat Tanah Diminta Rp1,2 Juta

Lurah Helvetia Timur Persulit Warga

MEDAN- Lurah Kelurahan Helvetia Timur, Medan Helvetia, Hasanal Haris dituding telah mempersulit warganya, Rita T Situmorang (35), dalam mengurus surat tanah di Jalan Setia Budi Pondok Surya, dari akte notaris ke Sertifikat Hak Milik ke BPN Medan pada Juni 2011 lalu. Proses pengurusan surat tanah itu menjadi terkendala karena Lurah Helvetia Timur sebagai Panitia A pemeriksaan tanah, tidak bersedia meneken berkas pemeriksaan lapangan bersama BPN Medan.

“Semua berkasnya, mulai dari permohonan, akte pelepasan, surat keterangan ahli waris, dan berkas lainnya sudah saya lengkapi. Tapi tetap saja terkenda di tangan Lurah dengan dalih harus ada silang sengketa. Padahal menurut pihak PBN Medan, silang sengketa tidak lagi dibutuhkan,” kata Rita kepada wartawan di kediamannya, Minggu (6/11).

Dikatakannya, sikap lurah dan aparaturnya dinilai telah melakukan tindakan pemerasan hanya untuk mendapatkan tekenan sang lurah. Sebab, saat menyelesaikan berkas administrasi tanah tersebut oknum lurah meminta uang Rp1,2 juta. “Saya sempat menawarnya Rp200 ribu. Mendengar tawaran itu, lurah yang saat itu didampingi stafnya Ahmad Rifai Rambe sempat marah dan emosi. Bahkan sampai mengusir saya dari kantornya. Namun, karena pentingnya tanda tangan lurah itu, dengan hati geram saya pun akhirnya meminta maaf dan memohon dikurangi,” jelasnya.

Lanjut Rita, permohonan agar harga tekenan Lurah di kuranginya dengan menerima menjadi Rp800 ribu itu akan dijadiakannya bukti bila melapor ke Inspektorat Pemerintahan Kota Medan karena perdebatan tersebut telah direkamnya. “Rekaman itu masih saya simpan, bila dikemudian hari akan menjadi bukti bagi saya untuk melapor,” ungkapnya.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan suatu kegagalan Pemko Medan memipin dalam memberikan pembinaan dan pengawasan. “Saya berharap, Wali Kota Medan lakukan pengawasan terhadap kinerja Lurah Helvetia Timur Hasanal Haris yang nekat bertindak sewenang-wenang dan kerap menjadikan warga sebagai objek untuk bulan-bulanannya,” cetusnya.

Ditambahkannya, sikap Lurah Helvetia Timur dan aparaturnya juga terkesan selalu mecari-cari kesalahan dan menakuit-nakuti warga, termasuk dirinya. Sebab, selama sebulan terakhir ini dia sudah tiga kali menerima surat peringatan dari lurah dan meminta agar datang ke kantor kelurahan. Dimana, surat peringatan itu, terkait pembangunan satu unit rumah tempat tinggal miliknya di Jalan Pembangunan. Aparat kelurahan menilai pembangunan itu dilakukan tanpa ada izin dari Dinas Tata Ruang dan Tata bangunan (TRTB) Medan.

“Awal Juli 2011, saya sudah bermohon diterbitkan izin membangun tetapi Dinas TRTB menolak karena lebar tanah tidak sesuai dengan rencana sub-sub wilayah (RSSW) peruntukan tanah di kawasan tersebut. Penolakan itu disampaikan secara tertulis oleh Dinas TRTB Medan dan tembusannya ada juga disampaikan kepada Camat dan Lurah,” kata Rita seraya menunjukkan surat dimaksud.

Secara terpisah, Lurah Helvetia Timur Hasanal Haris Harahap saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.
“Dia (Rita Situmorang) memang pernah datang minta tanda tangan terkait satus tanahnya, tapi saya tidak pernah meminta uang untuk itu,” kata Hasanal. Sedangkan terkait surat peringatan yang dilayangkan tiga kali kepada Rita Situmorang selaku pemilik bangunan di Jalan Pembangunan, menurut Hasanal, hanya sebagai fungsi pengawasan pelaksanaan Perda Kota Medan No 09 tahun 2002 tentang retribusi Izin Mendirikan Bangunan dan Keputusan Wali Kota Medan No 24 tahun 2002.

“Kita bukan menakut-nakuti atau mencari-cari kesalahan, tapi tujuan kita melayangkan surat peringatan itu hanya sebagai pengawasan pelaksanaan Perda Kota Medan. Sedangkan tembusan surat Dinas TRTB terkait penolakan SIMB nya, sejauh ini belum ada saya terima,” kataya mengakhiri.(adl)

Ajak Partai Lain Bersaing Buat Kebaikan

Golkar Medan Kurban 16 Lembu, 1 Kambing

MEDAN- Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Medan menyembelih 16 ekor lembu dan 1 ekor kambing di 13 lokasi di Medan, Minggu (6/11).

“Kurban ini kita lakukan setiap tahunnya untuk kebersamaan bersama kader Partai Golkar dan masyarakat. Karena Suara Golkar adalah suara rakyat,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan HM Syaf Lubis pada wartawan di Jalan Karya Tani, Medan Johor, Minggu (6/11).

Lebih lanjut dikatakan Ketua DPD AMPI Sumut ini, kegiatan kurban ini adalah perintah agama Islam, juga kegiatan ini sangat bersentuhan dengan masyarakat langsung di Kota Medan. “Kegiata qurban ini dengan melibatkan para kader Partai Golkar, baik di tingkat kecamatan hingga Kota Medan. Kurban ini dilakukan kader-kader partai Golkar yang mampu, di antaranya para pengurus di tingkat kecamatan hingga anggota DPRD Kota Medan,” ucap mantan Ketua AMPI Kota Medan ini.

Dengan digelarnya kurban bersama ini, sambung Syaf Lubis, mudah-mudahan dapat bersentuhan langsung dan bermanfaat bagi orang-orang yang tidak mampu.

“ Kedepan kita berharap qurban yang kita lakukan agar dapat ditingkat kan lebh banyak lagi, orang-orang yang mampu khususnya keder partai Golkar untuk melakukan kurban ini. Kegiatan kurban bersama ini dalam kedekatan Partai Golkar dengan rakyat. Sesuai motto Ketua Umum Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie, padi mulai menguning dan di 2014 ini padi itu akan dipanen,” tegas Syaf Lubis. Syaf Lubis juga mengajak kepada partai politik lainnya untuk bersaing dalam melakukan perbuatan kebaikan.(rud)

Supir Mobil Rental Dibunuh di Kebun Tebu

MEDAN- Identitas korban pembunuhan sadis di Kebun Tebu PTPN II Desa Manunggal, Labuhan Deli, Jumat (4/11) lalu akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sahat Marojahan Napitupulu (64), warga Jalan Bersama, Simpang Limun, Medan. Sahat merupakan supir mobil rental jenis Kijang yang saban hari menunggu carteran di Jalan Stasiun Kereta Api, Medan.

Berdasarkan informasi dari M Panjaitan, rekan korban yang juga supir mobil rental di kawasan Jalan Stasiun Kereta Api, Marojahan sudah 6 tahun bekerja sebagai supir rental mobil pribadi. Menurutnya, Marojahan dikenal gampang bergaul dan ramah.

Rekan Marojahan lainnya yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, Jumat (4/11) siang sekira pukul 13.00 WIB, empat orang laki-laki yang mengendarai dua sepeda motor jenis bebek menghampiri Marojahan. Tiga orang laki-laki itu mengenakan helm full face dan satu lagi menggenakan helm merah.

Nah, waktu itu Marojahan sedang membersihkan bagian luar mobilnya. Seorang lelaki yang memakai helm merah itu turun dan berbincang-bincang dengan Marojahan. Rekan Marojahan, yang enggan menyebutkan namanya ini mengaku, dirinya masih sempat mendengar lelaki memakai helm LTD itu. Dirinya mendengar, sang lelaki itu mengatakan, mereka butuh mobil tumpangan ke Siantar. Namun semua keluarganya masih berada di Belawan.
“Agak samar-samar lah kudengar. Tapi laki-laki itu bilang mereka sama keluarganya mau ke Siantar dan keluarganya di Belawan,” ujar lelaki paruh baya itu.

Setelah perbincangan kurang lebih 5 menit itu, seorang laki-laki langsung naik ke mobil Marojahan dan mobilpun langsung melaju dari tempat parkiran. “Satu orang yang masuk ke mobil itu. Tiga orang lainya dari belakang. Yah mungkin di tengah jalan dikerjai atau gimana nggak taulah kita. Ngeri ya, kawan itu (Marojahan) dibunuh. Sadis, matanya ditutup, mulutnya juga ditutup,” ujar lelaki yang mengenakan kemeja biru langit ini.

Secara Terpisah, Kasat Reskrim Mapolresta Medan AKP M Yoris Marzuki SIK mengatakan, untuk mengungkap pembunuh sekaligus pencurian mobil itu pihaknya akan bekerjasama dengan Polsek Medan Labuhan sebagai pemegang kasus awal. (mag-7)

Udinese Puncaki Klasemen

UDINESE- Udinese berhasil mengalahkan Siena dalam lanjutan serie A Italia, Minggu (6/11) tadi malam. Dengan demikian, Udinese berhasil menggeser Juventus di klasemen sementara dengan skor 2-1 atas Siena.
Juventus sendiri batal melawan Napoli karena banjir sehingga menempatkannya di posisi ke empat klasemen. Posisi kedua ditempati Lazio setelah mengalahkan Parma 1-0.Berlaga di kandang sendiri, Stadion Olimpico, Roma, Minggu (6/11) malam WIB, Lazio mengambilalih dominasi serangan sejak awal.

Duet Djibril Cisse dan Miroslav Klose di lini depan Lazio beberapa kali mengancam gawang Parma yang dikawal kiper Antonio Mirante. Tetapi, Peluang pertama di pertandingan ini justru dimiliki Parma. Tercatat, dua peluang berbahaya mereka miliki dalam interval tiga menit. Posisi ketiga diduduki AC Milan yang berhasil meraih poin penuh setelah mengalahkan Catania di San Siro.

Menjamu Catania di San Siro,tuan rumah berhasil mencetak dua gol di babak pertama. Dua gol Milan masing-masing disumbangkan oleh Zlatan Ibrahimovic dan Robinho.

Di babak kedua, Rossoneri menambah dua gol untuk meraih kemenangan 4-0 atas tamunya. Dua gol anak asuhan Massimiliano Allegri itu dihasilkan lewat gol bunuh diri Francesco Lodi dan satu gol tambahan dari Gianluca Zambrotta. Hasilnya mengangkat posisi Milan ke peringkat tiga klasemen dengan 20 poin. Sedangkan Catania tertahan di posisi delapan dengan 14 poin.

Sementara itu Palermo berhasil menduduki posisi ke lima. Palermo menuai hasil positif di giornata 10 Seri A setelah menang 3-1 atas Bologna. Hasil itu untuk sementara membawa Palermo menembus zona Eropa. Menjamu Bologna, di Stadion Renzo Barbera, Minggu (5/11) dinihari WIB, Palermo sudah unggul di menit ke-13 melalui kaki Eran Zehavi.Di babak kedua, Palermo menambah gol melalui kaki Matias Auguste Silvestre pada menit 52 dan kemudian Josep Ilicic pada menit 74.(bbs/jpnn)

Pertahankan Disertasi tentang Peran Bahasa Daerah di Aceh

Ridwan Hanafiah, Peraih Gelar Tertinggi Akademik dalam Ujian Promosi Doktor

RIDWAN Hanafiah meraih predikat sangat memuaskan dalam ujian promosi titel doktor (Dr) dengan tema penelitian, ”Pemilihan Bahasa dan Sikap Bahasa dalam Komunikasi Politik oleh Partai Politik Lokal di Pemerintahan Aceh.”
Dari hasil penelitiannya itu, Ridwan menyimpulkan peran menggunakan bahasa Aceh memiliki pengaruh 47,36 persen di Naggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kesimpulannya itu disampaikan Dr Ridwan Hanafiah MA ketika mempertahankan disertasi promosi doktor (S3) Ilmu Linguistik pada sekolah pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU) di aula IMT-GT, kemarin.
Pelaksanaan sidang senat terbuka dipimpin langsung Rektor USU Prof Dr dr Syahril Pasaribu DT M&H MSc, (CTM), Sp.A(K) dengan promotor Prof Bahren Umar Siregar Ph.D. Penguji, Prof Dr Robert Sibarani MS, Dr Eddy Setia M.Ed, TESP, Prof T Silvana Sinar MA Ph.D, Prof Dr Busmin Gurning MPd, Prof Subhilhar MA, PH.D dan Dr T Syarfina Mhum. Di hadapan penguji Ridwan mengatakan,” dari populasi sampel penelitian di pemerintahan Aceh memiliki wakil di DPRK Kota Langsa dan Kabupaten Bireuen sebanyak 6 partai lokal menggunakan Bahasa Aceh untuk kegiatan rapat internal partai, kampanye politik, interaksi sesama pengurus, komunikasi dengan masyarakat umum, membahas strategi politik partai, membahas pembangunan dan pemberdayaan partai antar partai politik lokal maupun partai politik yang berbeda,” urainya.

Sementara, tambah Ridwan, partai poltik lokal yang menggunakan bahasa Aceh dan bahasa Indonesia (bahasa campuran) bilangnya, dengan posisi bahasa Aceh yang dominan adalah 52,63 persen dalam kegiatan aktifitas membahas strategi pemberdayaan partai politik lokal, membahas pemilihan presiden, komunikasi politik membicarakan pemilihan gubernur, bupati dan wali kota, membahas APBD, dengar pendapat dengan pemerintah.
Akan tetapi tambah staf pengajar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU bidang linguistik itu, untuk kasus-kasus tertentu seperti dengar pendapat dengan TNI dan Polri ataupun instansi lainnya, partai politik lokal memilih menggunakan bahasa Indonesia. Jika ada peserta mendengar pendapat tidak memahami bahasa Aceh maka partai politik lokal memilih menggunakan bahasa Indonesia.

Kendati begitu Ridwan merasa kurang puas atas desertasinya itu karena temuan banyak yang belum terungkap secara luas dan mendalam.

Misalnya, hubungan pemilihan bahasa dengan nilai nasionalisme. Ridwan berharap pemerintah pusat dan pemerintah Aceh serta prodi linguistik USU memberikan respon yang lebih besar lagi untuk penelitian semacam ini. (uma)
“Pemerintah Aceh serta masyarakatnya masih mengharapkan bantuan pikiran dan konsep untuk menjadikan Aceh damai sepanjang masa. Hal yang paling utama dilakukan mungkin faktor bahasa dapat memberikan sumbangan kedamaian di Aceh dan tentunya harus dimulai dengan pola penelitian yang akurat berbasis budaya dan bahasa yang mungkin kedua basis ini dapat memberikan nilai-nilai positif dalam membangun kedamaian Aceh kedepan,” ucapnya. (uma)

Sembelih Kurban 1 Miliar di 90 Kota Indonesia

Kerjasama Extra Joss dengan Lazisnu

Extra Joss bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) menyelenggarakan penyembilahan hewan kurban 1 miliar yang dilakukan serempak di 90 kota di Indonesia, Minggu (6/11).

Di Medan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban mengambil lokasi di Perguruan Nahdlatul Ulama Jalan H.A. Manaaf Lubis Medan, yang disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Drs H Abdullah.

Dalam kesempatan itu, Abdullah mengatakan, kurban 1 milliar dari Extra Joss yang bekerjasama dengan Lazisnu ini senantiasa dilakukan demi meningkatkan iman dan taqwa, kepedulian sosial serta mutu pengabdian para guru di NU ini dalam mencerdaskan anak bangsa dan negara.

“Dengan adanya kerjasama ini, tentunya kita sangat bergembira dan bersyukur, karena jangkauan untuk penyampian kurban lebih bertambah di Sumut,” ungkapnya.

Penyembelihan hewan kurban di Perguruan NU tersebut, dilakukan oleh H Sokon Saragih yang dibantu beberapa kru dari Extra Joss.

Sebelumnya, Regional Manager PT. Bintang Toedjoe wilayah Barat Kustanto menerangkan, kurban 1 miliar ini adalah perwujudan dari slogan ‘Jiwa Laki Berani Berkurban’. Slogan ‘Jiwa Laki Berani Berkurban’ itu mengandung makna tak sekadar berani bertanggungjawab pada keluarga dan masyarakat, tetapi juga berani berkurban harta dan jiwa di jalan Allah Swt.

“Extra Joss identik dengan karakter laki-laki yang berstamina, bernyali, dan bertenaga. Maka kurban 1 miliar ini merupakan perwujudan dari ‘Jiwa Laki Berani Berkurban’,” jelasnya sembari berharap agar kegiatan seperti ini terus berkesinambungan.

Sedangkan, Area Manager Sumut dan Aceh PT Bintang Toedjoe Agus Heryawan menambahkan, sapi yang diberikan atau dikurbankan mendapat sertifikat dari rumah potong hewan (RPH), Dinas Peternakan, dan dokter hewan, sehingga di jamin aman dan halal untuk dikonsumsi.

Pemotongan hewan pada hari yang sama juga dilakukan di Masjid Baitul Makmur Sibreh Aceh Besar, Masjid Al Uswah Banda Aceh, Sekolah NU Jalan H Manaf Lubis/Gaperta Medan, Masjid Al Ikhsan Binjai, Masjid Taqwa Langsa, Masjid Jami’ Pematang Siantar, Masjid Al Husnah Kisaran.(uma)

Tingkatkan Kepedulian melalui Kurban

Pemko Sembelih 101 Hewan Kurban di RPH

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MSi, memimpin penyembelihan hewan kurban Pemko Medan, Minggu (6/11) di Rumah Potong Hewan (RPH) Medan, Mabar, Medan Deli. Ini merupakan kali pertama penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di RPH, sebelumnya penyembelihan hewan kurban selalu dilakukan di halaman Gedung DPRD Medan.

Total hewan kurban Pemko Medan pada Idul Adha 1432 H berjumlah 100 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban itu merupakan hasil kerjasama dengan Tim PKK Kota Medan.
Dalam arahannya sebelum penyembelihan dilakukan, Rahudman berharap Idul Adha menjadi momentum agar semua jajarannya mampu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga tercipta kepedulian untuk pembangunan Kota Medan ke arah yang lebih baik lagi.

“Saya memaknai tiga hal dari perayaan Idul Adha tahun ini. Pertama, pemimpin, pejabat dan tokoh semakin mampu melayani masyarakat dengan memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu. Kedua, Idul Adha dapat menumbuhkan sikap rela berkorban untuk masyarakat yang membutuhkan. Serta ketiga, sikap dingin menghadapi setiap persoalan yang dibantu para ulama, dapat memberi contoh kepada masyarakat,” katanya.

Dia berharap, jumlah hewan kurban yang disembelih bisa lebih banyak lagi. Jika hewan kurban yang disembelih 200 ekor, maka masyarakat pra sejahtera yang menerima daging kurban, bisa lebih banyak lagi. Dia mengimbau agar tahun depan segenap jajaran Pemko Medan, tokoh masyarakat dan pengusaha bisa menyumbang hewan kurban untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Pejabat pemko bermitra dengan ulama dan pengusaha bersama-sama mewujudkan kepedulian melalui daging kurban. Namun jangan harapkan balasan, karena justru kita harus memberikan kepada orang lain,” ujarnya.

Dijelaskannya, penyembelihan hewan kurban ditangani langsung oleh petugas RPH. Setalah selesai dan dikemas, kemudian didistribusikan ke setiap kecamatan untuk diteruskan kepada yang berhak. “Terutama masyarakat Kota Medan yang membutuhkan, seperti kawasan pantai di Kecamatan Medan Belawan dan Medan Labuhan serta kawasan pinggiran rel kereta api. Hal itu, agar mereka merasakan bagaimana Hari Raya Idul Adha yang dilaksnakan tahun ini,” ujarnya.

Pendistribusian daging kurban, lanjutnya, dilakukan dengan menggunakan mobil kebersihan dari masing-masing kecamatan. Tak cuma itu, ada juga yang didistribusikan dalam bentuk sapi hidup ke masing-masing kecamatan untuk. “Agar tidak terjadi desakan atau antrean panjang, pembagian daging kurban berdasarkan kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Panitia akan menunggu pengambilan daging kurban hingga pukul delapan malam (20.00 WIB, Red). Semuanya harus disalurkan hari ini juga,” tambahnya. (adl)

Diskon 50% Tarif Sambungan Internasional kartuHALO

Telkomsel memberikan diskon 50% untuk tarif panggilan ke luar negeri melalui akses Sambungan Langsung Internasional (SLI) 007 bagi para pengguna kartuHALO. Diskon spesial tersebut berlaku hingga akhir tahun 2011 setiap hari Sabtu dan Minggu.

Deputi VP Product Lifecycle Management Telkomsel Ririn Widaryani mengatakan, “Telkomsel memberikan apresiasi menarik bagi para pelanggan kartuHALO untuk menjawab tingginya kebutuhan pelanggan dalam berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat yang ada di luar negeri. Oleh karenanya paket hemat panggilan internasional SLI 007 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi dengan tarif yang lebih terjangkau.”

Pelanggan kartuHALO dapat menikmati tarif hemat di setiap akhir pekan hingga Rp 2.000 per menit untuk menelepon ke negara-negara Asia, Australia, dan Oceania, Rp 2.250 per menit untuk percakapan ke zona negara di benua Amerika, Rp 2.500 per menit untuk panggilan ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika, serta Rp 2.750 per menit untuk sambungan ke seluruh negara Eropa. Cukup tekan 007<kode negara><nomor tujuan>. Contoh: untuk menelepon ke Singapura, tekan 00765123456xx.

Sementara di hari Senin hingga Jumat, Telkomsel tetap memberlakukan tarif normal sambungan internasional, yakni Rp 4.000 per menit untuk panggilan ke negara-negara Asia, Australia, dan Oceania, Rp 4.500 per menit untuk zona negara Amerika, Rp 5.000 untuk negara-negara Timur Tengah dan Afrika, serta Rp 5.500 per menit untuk seluruh negara Eropa.

Promo tarif panggilan internasional SLI 007 ini semakin melengkapi kenyamanan pelanggan kartuHALO saat menjalin komunikasi ke luar negeri karena memiliki kualitas koneksi terbaik dan juga suara yang jernih. Telkomsel saat ini merupakan satu-satunya operator di Indonesia yang memiliki jumlah roaming partnerterbanyak karena telah bekerjasama dengan 444 operator selular di lebih dari 200 negara di dunia.