29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14542

Pesta Narkoba Dekat Polres Deli Serdang

082163959xxx

Narkoba jenis sabu banyak beredar di Gang Pancasila Jalan Sudirman padahal dekat dengan Polres Deli Serdang. Kok bisa ya pemakainya asik nyabu di pingir sungai Gang Pancasila sambi main judi. Lagian kalau malam mereka mencuri untuk beli sabu. Tolonglah Pak dibersihkan kampung kami. Informasi lebih lanjutnya sama kepling kami. Wasalam Lubuk Pakam Deli Serdang.

Laporkan ke Polsek Terdekat

Terimakasih untuk informasinya. Secepatnya akan dilakukan penyelidikan di lapangan mengingat pemberantasan narkoba dan judi sudah menjadi komitmen kepolisian.

Untuk itu kami juga mengharapkan kerjasama dari warga memberikan informasi mengenai kegiatan peredaran narkoba tersebut untuk dilakukan tindakan tegas.

AKBP Wawan Munarwan
Kapolres Deli Serdang

Pencairan Dana Bansos Tunggu Persetujuan DPRD

Anggaran Bantuan Sosial (Bansos) Pemko Medan tahun anggaran 2011 tidak bisa dicairkan. Hal ini dikarenakan adanya perubahan struktur organisasi di Pemko Medan, dari Bagian Keuangan menjadi Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) sehingga ada tambahan beberapa administrasi yang harus dipenuhi.

Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Kepala BPKD Kota Medan Irwan Ritonga, belum lama ini.

Mengapa anggaran Bansos belum bisa dicairkan?

Tak bisa dipungkiri, ini karena adanya perubahan struktur organisasi di Pemko Medan dari Bagian Keuangan menjadi BPKD sehingga ada beberapa administrasi yang kurang. Setiap harinya kita terus mengusahakan agar administrasi berupa persetujuan dari Pimpinan DPRD Medan dapat selesai cepat. Seperti Perda Pengelola Anggaran dari Bagian Keuangan menjadi Badan Keuangan. Tapi itu kan perlu waktu panjang untuk merevisi perda.

Jadi, bagaimana solusinya?

BPKD telah berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI. Hasilnya, BPKD hanya perlu meminta surat rekomendasi persetujuan saja dari Pimpinan DPRD Medan agar anggaran yang sebelumnya dikendalikan Bagian Keuangan dapat sepenuhnya dikelola BPKD.

Jadi, kita bukan memperlambat. Sebenarnya tidak ada masalah, kita terus mengupayakannya agar cepat selesai.
Lalu, bagaimana realisasinya?

Karena BPKP bilang kita hanya perlu minta surat rekomendasi dari Pimpinan DPRD Medan saja. Sebelum adanya revisi atau perubahan Perda dan aturan yang lama, kita takut kalau langsung kita cairkan bisa menjadi temuan dalam audit BPK. Kita hanya menghindari itu saja. Tapi surat rekomendasi itu sudah kita masukan ke DPRD Medan, dalam waktu dekat ini saya rasa sudah selesai itu. (*)

Lingkungan 6 Siti Rejo 3 Diabaikan

085372068xxx

Bapak Wali Kota Medan Yth, mana keadilan Bapak di setiap lingkungan di Medan Amplas dibenahi parit, jalannya dan undangan buat KTP. Di lingkungan 6 Siti Rejo 3 Medan Amplas kenapa diabaikan. Kepling kami tak respon sibuk dengan isteri mudanya. Mana janjimu Pak Walikota?

Semua Warga Sama

Tidak pernah kita memperlakukan warga tidak sama. Semua kita layani sebaik mungkin sesuai instruksi Bapak Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM. Kalau pun ada kekurangan disebabkan karena keterbatasan yang kita miliki. Untuk masalah ini saya akan koordinasi dengan Kepling 6 Siti Rejo 3. Terimakasih.

Dra Eldiaty
Camat Medan Amplas

Uang Prajabatan

087867552xxx

Harus gimana lagi kami bermohon kepada Bapak pejabat dan Bapak anggota dewan Deli Serdang? Tolong uang prajabatan kami dikembalikan. itu tanggung jawab kalian. Jangan kalian makan yang bukan hak kalian sebelum kalian pulangkan uang prajabatan kami, kami akan terus menyampaikan ini ke Sumut Pos bravo Sumut Pos.

Dikoordinasikan

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Dapat saya sampaikan, uang prajabatan di beberapa dinas dikabarkan sudah dicairkan. Begitu pun hal ini akan saya koordinasikan apa ada kesalahan dalam proses administrasi. Kami harap dapat bersabar.

Drs Umar Sitorus,
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Sepeda Motor Disita di Tengah Jalan

Aksi kekerasan kembali dipertontonkan pelayanan jasa penagihan utang atau yang akrab disebut debt collector.
Kali ini kekerasan dari para debt collector tersebut menimpa Indra, warga Sekata, Kecamatan Batang Kuis, Jumat (4/11) lalu. Bermula, saat pemuda yang berkerja sebagai buruh bangunan yang saat itu bekerja di Jalan Pelajar Medan, hendak pulang.

Di tengah perjalanan, tepatnya di seputaran Jalan Pasar 3 Tembung, tiba-tiba ada tiga pria yang mengendarai dua sepeda motor langsung menghadang Indra. Dua dari ketiga pria yang diketahui debt collector tersebut, mengendarai sepeda motor dengan berboncengan. Satu pria lainnya, hanya sendiri mengendarai sepeda motor.

Saat menghadang Indra, satu dari dua debt collector yang berboncengan langsung turun di hadapan Indra, yang saat itu dalam posisi sendirian mengendarai Sepeda Motor Smash BK 5079 QS.

Melihat gelagat itu, Indra pun panik. Ditambah lagi, debt collector yang turun dari boncengan sepeda motor temannya itu, langsung meminta kunci sepeda motor dan juga meminta sepeda motor tersebut.

Karena merasa ketakutan, akhirnya Indra memberikan kunci sepeda motor tersebut. Kemudian, debt collector tersebut membawa sepeda motor tersebut. Akhirnya Indra pulang ke rumahnya dengan mengendarai angkutan umum.

“Saya waktu itu sudah bilang, ini sepeda motor punya teman saya. Jadi, kalau mau diambil sebaiknya di rumah teman saya itu. Jangan di tengah jalan. Tapi bagaimana, mereka memaksa. Katanya urusannya di kantor orang itu (debt collector, Red), di Jalan Bambu. Saya diberikan surat ini, sama nomor teleponnya,” akunya kepada Sumut Pos.
Lebih lanjut, Indra mengaku, saat sepeda motor tersebut diminta paksa oleh para debt kollector tersebut, dirinya merasa ketakutan. “Iya, takut juga. Memang nggak diancam. Tapi, masa’ di tengah jalan begitu,” terangnya lagi.(ari)

Parit Tersumbat Kandang Ayam

081263454xxx

Pak Wali Kota Yth, kami wargamu di Jalan HM Gang Istimewa I Kelurahan Teladan Timur Kecamatan Medan Kota kalau hujan sebentar saja jalan kami banjir akibat parit kami tersumbat karena di depan rumah No5 diletakkan kandang ayam di atas parit dan di atas parit juga dicor sehingga menghambat jalan air limbah. Mohon perhatian Bapak karena Kepling dan Lurah kami tidak peduli dengan keadaan tersebut untuk lebih jelas dicek saja Pak oleh staf Bapak. Gimana Medan mau jadi kota Metropolitan kalau anggota Bapak tidak peduli dengan kebersihan? Terima kasih atas perhatian Bapak.

Diteruskan

Terimakasih atas informasinya. Kami akan teruskan ke instansi terkait dalam hal ini dinas Satpol PP Medan untuk mencek ke lapangan. Keberatan warga juga dapat disampaikan dalam bentuk laporan tertulis kepada Pemko Medan untuk segera ditindaklanjuti.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Sumut Pos Kurban Dua Lembu

MEDAN- Sebagai wujud syukur dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah, karyawan Harian Sumut Pos menggelar penyembelihan hewan kurban di pelataran parkir Graha Pena Medan, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 No 134 Medan Amplas, Minggu (6/11). Daging hewan kurban tersebut dibagi-bagikan kepada seluruh karyawan Sumut Pos, loper koran, agen, pedagang asongan dan masyarakat sekitar.

Penyembelihan hewan kurban tersebut disaksikan Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Harian Sumut Pos Zulkifli Tanjung. Ketua Panitia Kurban Hotman Simbolon dalam sambutannya mengatakan, tujuan diadakannya penyembelihan hewan kurban ini, selain bentuk kepedulian, kegiatan ini juga untuk lebih mempererat rasa kebersamaan di antara para karyawan Sumut Pos.

Selain itu, dia juga berharap para Karyawan Sumut Pos dan mitra kerjanya lebih termotivasi dan semangat dalam mengembangkan perusahaan media tersebut. “Ini memang untuk yang pertamakali kita lakukan, daging kurban sendiri kita prioritaskan dulu untuk karyawan.

Selebihnya kita berikan kepada warga yang beragama Islam sekitar kantor Sumut Pos. Totalnya, sebanyak 208 orang di antaranya loper koran 28 orang, agen 27, pedagang asongan ada 55 orang dan selebihnya karyawan dan wartawan Sumut Pos sendiri,” ujar Hotman yang juga Kepala Bagian Departemen Pemasaran Harian Sumut Pos.
Diharapkannya, kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut bukan hanya untuk tahun ini, tapi juga untuk tahun yang akan datang.

“Satu orang akan menerima minimal 1,8 Kg daging. Tahun ini, jumlah lembu yang dikurbankan dua ekor. Kita harap untuk tahun depan bisa dilaksanakan lagi dan jumlah hewan yang dikurbankan juga bertambah,” urainya.
Penyembelihan hewan kurban tersebut juga disaksikan oleh Pemimpin Umum Harian Sumut Pos, Zul Kifli. Dengan melakukan tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar, hewan kurban disembelih. (uma/mag 11)

Usia Emas Bank Sumut Menuju Sukses

Bank Sumut Setengah Abad

Usia Bank Sumut sudah setengah abad, hal itu menunjukkan fakta penting tentang eksistensi dan kemampuan perusahaan perbankan daerah untuk tetap berlayar dalam samudera waktu, yang sarat dengan gelombang kuat dan badai dahsyat.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu SE di sela-sela amanatnya dalam  Upacara Sakral Peringatan Hari Ulang   Tahun (HUT) ke-50 Bank Sumut di pelataran parkir Kantor Pusat Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (4/11).

Menurut dia, HUT Bank Sumut kali ini merupakan hari keberuntungan bagi pihaknya. Karena dapat merasakan atmosfer usia emas Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut. “Hari ini (kemarin, Red), kita merupakan pelaku dan saksi sejarah momentum setengah abad usia Bank Sumut,” ucapnya.

Dia menyampaikan, sampainya Bank Sumut ke usia emas atau 50 tahun, dikeranakan adanya Ridha Allah SWT dan kerja keras serta dedikasi para pegawai dalam membangun jembatan emas, yang berlandaskan tiga pondasi kokoh yakni ‘Pondasi Tiga Masa’ pasca krisis moneter.

Ketiga masa atau periode tersebut yakni periode pertama Periode Survive pada rentang waktu 2000-2004, ketika itu Bank Sumut mampu mengatasi kredit macet. Sehingga pada 2002 lalu Bank Sumut dinyatakan BI sebagai BPD Sehat di Sumut.  Periode kedua yakni Periode Pertumbuhan dengan rentang waktu 2004-2008. Menurut Gus Irawan Pasaribu, pada masa itu sudah menjabat sebagai Direktur Utama, dia mengaku bangga memiliki pegawai yang bisa mempertahankan predikat Bank Sumut sebagai BPD Sehat.

Selanjutnya periode ketiga yakni Periode Berkesinambungan, yang memiliki rentang waktu 2008-2012. Dia menyebutkan, pada masa itu berpacu mengejar target perluasan unit jaringan ke seluruh wilayah kecamatan di Sumut.
“Sehingga dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok daerah. Pada masa itu, sudah dilihat bersama merajut impian menjadikan Bank Sumut jadi bank devisa pada 2011. Kita telah bersama-sama bekerja cerdas ikut menyusun road map menuju BPD Regional Champion 2014 mendatang agar menjadi leader perbankan di Sumut,” tuturnya.

Sementara itu, pada Jumat (4/11) malam, Manager Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) J Ngadri menyerahkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Bank Sumut sebagai bank umum pertama yang konsisten memberdayakan perempuan melalui kredit mikro secara langsung dengan sistem kelompok tanpa agunan.  Penghargaan itu diserahkan kepada Dirut Bank Sumut Gus Irawan didampingi Wali Kota Medan Rahudman Harahap pada di acara Malam Pesona 50 Tahun Bank Sumut di Hotel JW Marriot Medan. Acara itu dimeriahkan dengan penampilan group Band Wali yang memukau lebih 1.500 undangan dari kalangan customer, pejabat, pengusaha dan pegawai Bank Sumut.

Melengkapi kemeriahan HUT ke-50, Bank Sumut menggelar pemotongan 10 ekor lembu dan enam ekor kambing pada hari raya Idul Adha, yang digelar di Pasar III Tanjung Sari Medan. (saz)

 

Wali Kota tak Konsisten

Soal Pencopotan Hasan Basri

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap tak konsisten dalam melakukan mutasi terhadap pejabat eselon II, termasuk mencopot Hasan Basri dari jabatan Kadis Pendidikan Kota Medan.

Pasalnya, meski telah dijadwalkan pada Jumat (4/11) lalu, namun pelantikan tersebut akhirnya batal digelar.
Belakangan, menurut sumber terpercaya di Balai Kota Medan, pelantikan itu diundur hingga pertengahan November nanti.

Menurutnya, penundaan pencopotan tersebut karena Wali Kota Medan Rahudman Harahap masih memberikan kesempatan Hasan Basri untuk menggelar pesta anaknya.

Saat hal tersebut ditanyakan langsung ke Wali Kota Medan Rahudman Harahap, dia mengungkapkan, pencopotan Hasan Basri akan dilakukan bersamaan dengan mutasi pejabat eselon II lainnya dalam bulan ini juga.
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil rekomendasi dari gubernur.

“Insya Allah November ini. Semua sudah selesai itu, pelantikannya bersamaan dengan direksi BUMD dan pejabat eselon lainnya,” kata Rahudman di sela-sela pemotongan hewan korban di Rumah Potong Hewan (RPH), Mabar, Minggu (6/11).

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Muslim Maksum dengan tegas meminta Wali Kota Medan agar konsisten dengan ucapannya. “Bila tak ada juga pelantikan atau mutasi terhadap pejabat eselon II sampai akhir November ini, terbukti kalau Wali Kota Medan tidak konsisten dengan ucapannya,” kata Muslim Maksum kepada wartawan koran ini, Minggu (6/11) sore.

Muslim mengakui, pencopotan ataupun melantik pejabat merupakan hak Wali Kota. Namun, dia berharap, Rahudman benar-benar merealisasikan janjinya untuk melakukan mutasi pejabat eselon II secepatnya. “Kita tunggu saja sampai akhir November,” ucap Muslim.

Sebelumnya, menurut sumber di Balai Kota Medan, tujuh pejabat eselon II yang bakal dimutasi yakni kadis yang dinilai berkinerja buruk dalam enam bulan masa waktu kerja dari Wali Kota Medan. “Diantaranya, Kadisdik Medan, Hasan Basri diganti menjadi asisten Ekbang. Sedangkan Asisten Ekbang, Arif Tri Nugroho menjadi Kadisdik Medan.

Kadisdukcapil diganti oleh anggotanya (Staf Disdukcapil), Kepala BPPT juga akan diganti namun belum diketahui siapa penggantinya dan Kadisosnaker yang selama ini Plt menjadi defenitif,” ucap sumber itu.

Dijelaskannya, Wali Kota kecewa karena tujuh kadis ini dinilai berkinerja buruk dengan waktu enam bulan yang sudah diberikan saat baru dilantik awal tahun ini yang lalu. Tapi mereka tidak menujukan peningkatan kinerja, malah kian menurun.

Dalam rapat, lanjut sumber, Wali Kota pun menekankan berbagai persoalan di masyarakat yang tidak tuntas oleh beberapa SKPD. Selain mutasi, Wali Kota juga merancang memberikan batas waktu capaian kinerja pada SKPD yang akan dilantik mengganti posisi pejabat yang dimutasi.

“Pak Wali tegaskan, akan membuat integritas bersama untuk kinerja 3 bulan kedepannya. Ini yang sedang dibahas. Sejak beberapa pekan ini, pak Wali sedang sibuk bolak-balik Medan-Jakarta dan Medan-Tapsel untuk membahas mutasi ini. Karena, beliau membahas masalah ini ada dengan seseorang yang cukup berpengaruh. Maaf ya saya tidak bisa sebutkan,” bebernya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan yang dikonfirmasikan wartawan koran ini untuk penggantian terhadap sejumlah pejabat eselon II setingkat kepala dinas (kadis), kepala badan (kaban) atau asisten di jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan. Rahudman Harahap tinggal menunggu surat rekomendasi dari Gubsu. “Iya, suratnya itu mungkin sudah ada coba tanyakan ke BKD,” ujarnya.

Disinggung kabar yang menyatakan mutasi terjadi karena desakan atas rekomendasi Komisi B DPRD Medan, Rahudman membantahnya. “Tidak ada hubungan dengan dewan. Yang ada pergantian pejabat,” ungkapnya lagi.

Kepala BKD Medan, Parlahutan Hasibuan, menegaskan bahwa BKD belum menerima surat rekomendasi pergantian SKPD eselon II dari Gubernur. Soal mutasi dia tidak mau berkomentar karena hal itu merupakan kewenangnan wali kota. “Saya tidak ada kepentingan terhadap mutasi itu. Yang jelas hingga saat ini surat rekomendasi dari Gubsu. Hingga saat ini juga belum ada dan arahan dari pak Wali terkait mutasi,” tegasnya.

Ketua DPRD Medan, Amiruddin yang dikonfirmasi terkait rekomendasi pencopotan Kadisdik Medan dan Pansus PSB yang akan dibawa kedalam rapat Paripurna akan dilakukan konsultasi dahulu bersama ketua-ketua Fraksi, pimpinan Dewan dan Komisi B seluruhnya.

“Kamis depan, akan dilakukan pembahasan rekomendasi komisi B tentang pembentukan Pansus PSB. Tetapi sebelum itu, lebih dahulu dilakukan rapat pimpinan agar segera di Paripurnakan,” beber Amiruddin mengakhiri.(adl)
(adl)

Bulan Ini, Direksi BUMD Dilantik

MEDAN- Teka-teki kapan para direksi BUMD Kota Medan bakal dilantik mulai terungkap. Wali Kota Medan Rahudman Harahap dengan gamblang menyebutkan, para direksi yang bakal mengisi jabatan di PD Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan akan dilantik dalam bulan ini juga.

“Kapan kita lantik? Insya Allah, Bulan November ini. Sudah selesai semuanya, karena sudah mau dekat pengesahan anggaran APBD 2012,” kata Rahudman di sela-sela acara pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Minggu (6/11) siang. Dia mengingkapkan, orang-orang di jajaran Direksi BUMD sudah disusunnya sebelum pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi meminta kepada Wali Kota Medan dapat merealisasikan ucapannya itu. Pasalnya, selama ini, DPRD Medan sangat menyayangkan sikap Rahudman yang suka menebar janji, namun tak ada realisasinya.

“Jangan terus diberi janji kelabu. DPRD Medan sangat menyayangkan sikapnya (Wali Kota Medan). Padahal, keseluruh calon sudah mengikuti fit and propertest dan palatihan kepemimpinan dan sudah dinilai oleh USU,” kata Jumadi saat dihubungi via ponselnya.

Menurutnya, Direksi BUMD sangat dibutuhkan untuk melakukan pembenahan di PD Pasar, PD Pembangunan dan PD RPH. Selain itu, juga banyak kasus yang ditemui di jajaran direksi itu. “Ini terkesan tidak punya keinginan untuk melantiknya. Terbukti dari janji-janji yang sudah dikatakan sebelum-sebelumnya,” bebernya.

Untuk itu, lanjut Jumadi, kepala daerah yang menginginkan pencapaian. Dari awal melakukan pencalonan Direksi BUMD, terus diulur-ulurnya. “Ada apa ini? Padahal sudah berkali-kali dijanjikan, tetapi tidak juga dilantik-lantik. Ada apa sebenarnya ini,” bebernya mengakhiri.(adl)Bulan Ini, Direksi BUMD Dilantik MEDAN- Teka-teki kapan para direksi BUMD Kota Medan bakal dilantik mulai terungkap. Wali Kota Medan Rahudman Harahap dengan gamblang menyebutkan, para direksi yang bakal mengisi jabatan di PD Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan akan dilantik dalam bulan ini juga. “Kapan kita lantik? Insya Allah, Bulan November ini. Sudah selesai semuanya, karena sudah mau dekat pengesahan anggaran APBD 2012,” kata Rahudman di sela-sela acara pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Minggu (6/11) siang. Dia mengingkapkan, orang-orang di jajaran Direksi BUMD sudah disusunnya sebelum pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012. Menyikapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi meminta kepada Wali Kota Medan dapat merealisasikan ucapannya itu. Pasalnya, selama ini, DPRD Medan sangat menyayangkan sikapn Rahudman yang suka menebar janji, namun tak ada realisasinya. “Jangan terus diberi janji kelabu. DPRD Medan sangat menyayangkan sikapnya (Wali Kota Medan).

Padahal, keseluruh calon sudah mengikuti fit and propertest dan palatihan kepemimpinan dan sudah dinilai oleh USU,” kata Jumadi saat dihubungi via ponselnya. Menurutnya, Direksi BUMD sangat dibutuhkan untuk melakukan pembenahan di PD Pasar, PD Pembangunan dan PD RPH. Selain itu, juga banyak kasus yang ditemui di jajaran direksi itu. “Ini terkesan tidak punya keinginan untuk melantiknya. Terbukti dari janji-janji yang sudah dikatakan sebelum-sebelumnya,” bebernya. Untuk itu, lanjut Jumadi, kepala daerah yang menginginkan pencapaian. Dari awal melakukan pencalonan Direksi BUMD, terus diulur-ulurnya. “Ada apa ini? Padahal sudah berkali-kali dijanjikan, tetapi tidak juga dilantik-lantik. Ada apa sebenarnya ini,” bebernya mengakhiri.(adl)