Home Blog Page 14552

PKS Tunggu Pengumuman Reshuffle

JAKARTA-Terus dicecar wartawan soal reshuffle kabinet, mungkin menjadi hal yang mulai membosankan bagi menteri yang berasal dari partai politik koalisi. Apalagi semua hal yang berkaitan reshuffle,memang sepenuhnya menjadi hak presiden.

Karena itu pula, saat ditodong pertanyaan yang sama oleh wartawan, Minggu (16/10) di Istana Negara, Menkominfo yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, memiliki jawaban sendiri mengenai sikap partainya menunggu pengumuman final reshuffle kabinet.

“Itu hak preogratif Presiden. Kalau mau singkatnya, Ayu Ting Ting naik kopaja, yang penting gak banyak bicara,” jawab Tifatul dengan pantun yang mengaitkan nama penyanyi dangdut alamat palsu tersebut.
Menurut Tifatul, masalah reshuffle sepenuhnya diserahkan PKS kepada Presiden SBY. Mengenai sikap PKS dengan ancaman keluar koalisi bila ada menterinya yang diganti, menurut mantan Presiden PKS ini, belum waktunya dipertegas kembali.

“Sikap akan diambil setelah ada reshuffle. Sebelum ada, kita ambil sikap, kan lucu. Jadi biarlah Presiden bekerja dan tenang mengambil keputusan,” kata Tifatul. (afz)

Industri Lumpuh, Kerugian Capai Rp 26,7 T

Banjir Dua Bulan Tewaskan 297 Korban

BANGKOK – Tanggul penahan banjir terus dibangun di Bangkok kemarin (16/10). Karena itu, pemerintah Thailand yakin kota berpenduduk 12 juta jiwa tersebut akan terhindar dari banjir parah yang telah menerjang ne geri itu selama dua bulan terakhir.

Banjir terparah dalam lima dekade di Thailand tersebut merendam sebagian wilayah negara kerajaan itu. Korban jiwa terus bertambah. Hingga kemarin pagi, pemerintah Thailand menyatakan bahwa banjir selama dua bulan di negeri itu telah merenggut 297 korban jiwa. Lebih dari 8,5 juta warga di 61 provinsi juga terkena dampaknya. Akibat genangan banjir yang tinggi, warga diungsikan ke tempat penampungan sementara.

Tidak hanya merendam wilayah perumahan, banjir juga menggenangi sejumlah pusat bisnis dan menutup banyak pabrik. Sektor industri pun terpukul. Sepertiga wilayah Negeri Gajah Putih itu terendam banjir. Total kerugian akibat bencana tersebut ditaksir 3 miliar US dolar (sekitar Rp 26,7 triliun).

Genangan banjir diperkirakan tidak akan surut dalam beberapa hari mendatang. Pasalnya, hujan deras mungkin masih mengancam negeri itu akibat angin muson. Kendati begitu, Bangkok diyakini bakal terhindar dari ancaman banjir. Padahal, wilayah ibu kota Thailand itu berada di dataran rendah.

Satu yang ditempuh pemerintah Thailand adalah memperdalam dan memperluas kanal di wilayah Bangkok. “Kami sedang dan terus mengeruk sejumlah kanal di barat dan timur. Pengerjaannya harus tuntas dalam waktu tidak lebih dari sepekan ini,” kata Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra kepada wartawan kemarin. “Departemen Irigasi telah menyediakan informasi terbaru soal level air di sungai sehingga dapat meyakinkan kami (bahwa Bangkok tidak akan terkena banjir),” lanjutnya.

Provinsi Ayutthaya, Pathum Thani, dan Nakhon Sawan di utara Bangkok merupakan wilayah yang paling parah tergenang banjir. Bencana itu telah memaksa sejumlah kawasan industri tutup, termasuk Bang Pa-In di Ayutthaya, pada Sabtu lalu (15/10). Kawasan industri lain, Factory Land di Ayutthaya, di mana terdapat 93 pabrik dengan 8.500 pekerja, tergenang banjir sejak dini hari kemarin.

Sebagian besar pabrik-pabrik itu memroduksi komponen elektronik dan suku cadang mobil. Hal ini akan menambah masalah bagi perusahaan-perusahaan internasional yang memanfaatkan Thailand sebagai pusat produksi regional. Produsen mobil Jepang Honda Motor Co Ltd telah menutup pabriknya di Ayutthaya, yang selama ini menyumbang 4,7 persen dari produksi globalnya. Penutupan pabrik akan berlangsung hingga 21 Oktober nanti.

Pemerintah khawatir kawasan industri lain, seperti Nava Nakorn di Provinsi Pathum Thani, utara Bangkok, bakal tergenang. Sebab, kawasan industri tersebut  berada dalam jalur aliran banjir menuju ibu kota. Tentara dan pekerja dari kawasan industri tertua di Thailand itu telah dikerahkan untuk memperkuat tanggul dan memindahkan aliran air.
Pemerintah Thailand juga berupaya melindungi Bangkok dengan membangun tembok atau tanggul penahan banjir yang sejauh ini efektif menahan masuknya air bah. Namun, langkah tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah di luar Bangkok makin terendam. Sebab, air terus meluap. Menurut Menteri Pertanian Theera Wongsamut, ada sinyal positif bahwa situasi akan membaik dan ketinggian genangan air di sejumlah provinsi di utara Bangkok segera surut. “Air bah dari wilayah utara mengalir melewati Bangkok menuju ke Teluk Thailand kemarin,” jelasnya.  (afp/cnn/rtr/cak/dwi/jpnn)

Al Quran Cetakan Cina Dilarang Beredar

KAIRO – Ulama dan akademisi Universitas Al-Azhar sepakat melarang peredaran mushaf Al Quran buatan Cina di Mesir, karena terdapat kesalahan dalam pencetakan kalam Ilahi tersebut.

Untuk diketahui, Al-Azhar dan para ulamanya telah memposisikan diri sebagai pengawas pencetakan Al Quran di Mesir dan sejumlah negara Islam lainnya. Hal yang sama, negara-negara Arab dan negara Islam lainnya menjadikan Al-Azhar sebagai referensi dalam pencetakan mushaf Al Quran.

Paling tidak, mereka akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ulama Al-Azhar sebelum mencetak Al Quran. Oleh sebab itu, Al-Azhar bersikap tegas mengenai hal yang dianggap sensitif di dunia Islam tersebut. Mereka tak menoleransi kesalahan sekecil apa pun.

Kini, pencetakan Alquran memasuki era baru. Pencetakan Al Quran bukan lagi monopoli negara-negara Islam. Bahkan, Cina yang notabene negara komunis ikut dalam bisnis pencetakan Al Quran komersial.

Menurut Direktur Penyusunan dan Terjemahan Al-Azhar, Dia’uddin Muhammad, produksi Cina yang murni komersial itu samasekali mengabaikan kesucian Al Quran. “Terdapat banyak kesalahan cetak dalam mushaf buatan Cina. Inilah yang mendorong Al-Azhar melarang peredarannya di Mesir,” ujarnya, sebagaimana dilansir Al-Sharq Al-Awsat, Minggu (16/10).

Dia menambahkan, keputusan melarang peredaran mushaf  made in Cina muncul karena kertas yang digunakan berkualitas tinggi, sementara harganya murah.

“Para importir nakal beramai-ramai mengimpor mushaf tersebut demi meraup untung tanpa memerhatikan kesalahan cetaknya,” tegasnya. (bbs/jpnn)

Guru Selundupkan 3,7 Kg Sabu

Butuh Uang untuk Kuliah S-2

TUBAN – Bea Cukai Bandara Ngurah Rai kemarin (16/10) kembali melimpahkan tiga penyelundup narkoba jenis sabu-sabu (SS) kepada Polda Bali. Tiga pelaku tersebut merupakan warga negara Indonesia yang ditangkapi satu per satu selama sepekan terakhir.

Mereka adalah Theresia Avilla Yanti Siwi, 39, asal Malang, Jawa Timur (Jatim); Erika asal Banyuwangi, Jatim; serta Nurhadi Imron asal Tangerang. Mirisnya, salah seorang dari mereka, Theresia, diketahui berprofesi sebagai guru privat bahasa Inggris di tempat asalnya.

Seperti terungkap dalam gelar kasus yang dilakukan pihak bea cukai kemarin, aksi penyelundupan itu terbongkar dari tertangkapnya Theresia pada Senin lalu (10/10). Eks penumpang Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 0638 rute Kenya-Doha-Singapura-Denpasar ini ditangkap sekitar pukul 19.45 saat melalui pemeriksaan di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai.

Dari hasil pemeriksaan saat itu, Theresia diketahui membawa barang mencurigakan di kopernya. Tepatnya di tas hitam yang diletakkan pada sekat koper tersebut. Saat dibongkar diketahui barang itu adalah sabu-sabu yang berat kotornya mencapai 3,7 kilogram. “Kalau dibagi menjadi paket-paket kecil dengan ukuran satu gram, jumlah itu bisa mencapai 15 sampai 16 ribu paket. Nilainya mencapai Rp 9,3 miliar,” jelas Kepala Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Made Wijaya kemarin.

Pasca tertangkapnya Theresia, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Bali untuk mengembangkan pengusutan kasus penyelundupan ini. Keesokan harinya, Selasa (11/10), petugas gabungan menangkap tersangka kedua yang bernama Erika. Dia ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan (Densel).

“Erika ini pengendali tersangka pertama (Theresia) dan orang yang akan menerima barang di Bali. Erika dan Theresia ini sepupuan,” jelas Made Wijaya.

Tertangkapnya dua orang bersaudara tersebut tidak membuat petugas gabungan puas. Pengembangan terus dilakukan hingga pada Jumat (14/10), petugas menangkap Nurhadi Imron.

Nurhadi yang diduga akan membeli SS dari Erika ditangkap di sebuah hotel di kawasan Kuta. “Saat ditangkap, Nh (Nurhadi) ini dalam posisi siap menyerahkan uang Rp61 juta kepada Erika,” imbuhnya.
Menurut Wijaya, jaringan tiga orang penyelundup itu sejatinya cukup luas. Bahkan terkoneksi sampai luar negeri dan lembaga pemasyarakatan. Mulai dari Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, sampai Lapas Kerobokan, Badung.

Skema tersebut terungkap dari penuturan EDW, salah seorang yang dicurigai terlibat dalam jaringan itu. Hanya, Wijaya enggan menerangkan lebih detail peran EDW dalam gelar kasus kemarin. Dia hanya mengatakan bahwa EDW masih diperiksa intensif Ditreskoba Polda Bali.

Lalu, dari mana sumber barang yang dibawa Theresia? Wijaya menuturkan, barang itu sejatinya milik seorang warga negara Nigeria bernama Mike. Oleh Mike, barang itu kemudian diserahkan kepada seorang warga negara Mozambique bernama Mark. Nah, oleh Mark barang itu kemudian diserahkan kepada Theresia di sebuah kota kecil bernama Maputo.
“Kebetulan, Mike ini berstatus sebagai pacar Erika. Nah, oleh Erika, Theresia dijanjikan uang USD 200 selama menjalankan tugasnya itu. Nanti, bila barang itu sudah sampai di Bali dan sudah diterima pelaku lain, Theresia akan diberi imbalan tambahan sebesar Rp7 juta,” kata Wijaya.

Sementara itu, diduga Theresia terperangkap jaringan bisnis narkoba kelas internasional untuk menutupi kebutuhan biaya mengikuti program S2. Dugaan tersebut didasarkan pada cerita yang diperoleh petugas dari Theresia selama kasusnya dikembangkan.

“Awalnya, tersangka satu (Theresia) ini lurus-lurus saja. Mungkin karena butuh biaya untuk mengikuti S2 itu, tersangka utama ini (Theresia) bersedia direkrut sebagai kurir,” jelas Wijaya sesaat setelah mengetes sabu-sabu yang dibawa Theresia dengan menggunakan test kit di hadapan awak media.

Kekurangan biaya itu mungkin sempat diutarakan kepada Erika yang masih berstatus sebagai sepupunya.  Sejak saat itu, Theresia diduga terlibat dalam pasar gelap narkoba lintas negara dan benua.
“Untuk lengkapnya belum sempat kita korek sepenuhnya. Karena selama mengamankan dia, kita lebih banyak fokus untuk mengejar pelaku lain,” imbuh Wijaya. (hai/yes/jpnn/c1/ttg/jpnn)

Backdrop Roboh, 6 Model Tertimpa

Jakarta – Backdrop pusat perbelanjaan La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara tiba-tiba roboh saat acara gladi resik fashion show. 6 Model yang sedang berlenggak-lenggok di atas panggung catwalk itu pun tertimpa backdrop dan mengalami luka serius.

“Kejadiannya pukul 14.30 WIB. Insiden robohnya layar nonton bareng yang digunakan sebagai backdrop kegiatan fashion show saat gladi resik,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Irwan Anwar saat dihubungi, Minggu (16/10).
Irwan mengatakan, acara nonton bareng yang diikuti dengan fashion ini akan digelar hari ini pukul 17.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Akibatnya 6 model ini pun mengalami luka dan dibawa ke Rumah Sakit Kelapa Gading.

“Yang satu sudah pulang. 5 Lagi dirawat di rumah sakit,” jelasnya. Pihak La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara membenarkan adanya backdrop roboh yang menimpa 6 model saat sedang gladi bersih sebuah acara fashion.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, semua biaya pengobatan para model ditanggung La Piazza. (net/jpnn)

Adili Teman Main Bola

Hatta Ali

Hakim kadang harus berhadapan dengan situasi yang bikin tidak sreg. Ketua Muda Mahkamah Agung Bidang Pengawasan Hatta Ali punya pengalaman mengadili teman sendiri. Yakni, saat dia bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Sabang, Aceh. Saat itu dia menyidang rekannya yang merupakan teman main bola.

Di Sabang, kebetulan Hatta adalah ketua pengurus klub sepak bola setempat. Nah, rekannya tersebut merupakan bendahara klub yang tersangkut kasus korupsi di bulog. “Karena kasus itu menjadi perhatian banyak orang, saya yang menyidangkannya sendiri,” katanya.

Hatta mengakui, ada perasaan tidak enak saat menyidang kolega dekatnya. Apalagi yang bersangkutan merupakan teman beraktivitas. Namun, Hatta menegaskan bahwa dirinya berusaha untuk tetap fair meski merasa sungkan. “Kalau memang terbukti saya nyatakan salah, kalau tidak ya dibebaskan,” kata Hatta yang juga juru bicara Mahkamah Agung tersebut. “Di luar kita bisa jadi teman, kalau di dalam ruang sidang saya tetap hakim yang harus memberikan keadilan,” ujarnya. (aga/kuh/c7/nw/jpnn)

Indikasi Darwin-Freddy Direshuffle Menguat

JAKARTA – Kabar dua menteri dari Partai Demokrat bakal kena gusur dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua makin menguat. Indikasi itu terlihat saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memanggil Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan Menhub Freddy Numberi ke kediaman pribadinya, Puri Cikeas Bogor, kemarin (16/10).
SBY hanya memanggil empat menteri yang merupakan kader PD. Yakni Menpora Andi Mallarangeng, Menbudpar Jero Wacik, Menkop dan UKM Syarif Hasan, dan Men PAN dan Reformasi Birokrasi EE. Mangindaan.

Apakah Darwin dan Freddy pasti akan keluar dari kabinet? “Nggak ta hu. Itu bukan kewenangan saya. Pre siden yang mengumumkan,” elak Jero Wacik usai mengikuti pemberian tanda kehormatan untuk Raja Ma laysia Yang Dipertuan Agung ke-XIII di Istana Merdeka, kemarin (16/10). Dia juga menolak berkomentar tentang kabar posisinya yang bakal dirotasi ke kementerian yang lain.

Dia juga mengaku tidak tahu siapa kader PD yang akan disiapkan masuk menjadi menteri dalam kabinet. namun, menurut Jero, sebagai ketua dewan pembina PD, SBY mengetahui siapa kader yang memiliki kemampuan dan integritas. “Oleh karena itu Partai Demokrat sangat berani pasrah kepada beliau. Tdak ada kasih daftar atau semacamnya, beliau tau semua kok,” urainya.

Senada, Andi Mallarangeng juga tidak mengetahui alasan tidak dipanggilnya Darwin dan Freddy Numberi. Termasuk indikasi keduanya bakal kena reshuffle. “Saya tidak tahu. Kami diundang satu-satu. Sampai di sana baru tahu ada yang lain,” katanya.

Andi menjelaskan, enam menteri dari PD sudah bertemu dan menyerahkan semua kebijakan kepada presiden. “Apapun keputusannya, ka mi mendukung, termasuk masing-masing dari kami,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pertemuan itu, SBY memberikan penjelasan tentang pikiran-pikirannya dalam konteks reshuffle. Juga apa yang diinginkan dengan struktur komposisi kabinet yang baru. “Beliau mengingatkan tiga tahun ke depan, kinerja kabinet lebih bagus lagi dan bisa lebih berlari kencang. Ada wakil menteri yang disiapkan untuk memback up kementerian tertentu yang memang beban kerjanya lebih besar,” paparnya.

Terpisah, Menkominfo Tifatul Sem biring yang juga kader PKS menegaskan, sikap yang akan diambil partainya tetap menunggu hasil resfhuffle yang diumumkan presiden. dia mengatakan, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.
“Jadi sebelum ada hal-hal itu (reshuffle, Red), kita ambil sikap kan jadi lucu. Jadi biarlah presiden bekerja, tenang ambil keputusan,” katanya usai mengikuti pemberian tanda kehormatan untuk Yang Dipertuan Agung ke-XIII Malaysia di Istana Merdeka, kemarin.

Dia menampik jika keputusan yang akan diambil menunggu Ketua Dewan Syura PKS Hilmi Aminuddin yang tengah berada di luar negeri. “Keputusan apa? Reshuffle keputusannya di presiden, bukan di PKS,” kata mantan presiden PKS itu.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, kata Tifatul, sudah bertemu dengan Presiden SBY di Cikeas. Intinya, diminta pendapat jika reshuffle dilakukan presiden. Nah, jawabannya adalah hal itu merupakan hak prerogatif presiden. (na/fal/jpnn)

Rusunami Kayu Putih Banyak Abu

083876616xxx

Pemko Medan flat Rusunami yang di Kayu Putih kenapa banyak menebar abu (debu) di sepanjang jalan di Tanjung Mulia Hilir? Truk pembawa tanahnya ditertibkanlah.

Akan Diteruskan

Terimakasih untuk informasinya. Laporan ini akan kami teruskan ke Dinas Binamarga untuk dicari solusi terbaiknya. Begitu pun, warga hendaknya berkonsultasi ke Kelurahan dan Kecamatan terlebih dahulu.

Khairul Bukhari
Plt Humas Pemko Medan

7 Poktan Siap Lawan PTPN 3

Pertahankan Lahan Garapan Seluas 249 Hektar

TEBING TINGGI- Tujuh Kelompok Tani (poktan) yang tergabung dalam Organisasi Tani Maju Bersama, menyatakan siap berjuang mempertahankan lahan garapan mereka seluas 249 hektar yang berada di Kecamatan Sipispis dan Kecamatan Tebing Tinggi, yang telah mereka garap sebagai lahan pertanian pangan sejak tahun 1953 silam, dengan menggumpulkan tanda tangan ratusan warga, Minggu (16/10).

Ketujuh kelompok tani yang tergabung dalam Organisasi Tani Maju Bersama itu diantaranya, Kelompok Tani Bersaudara, Kelompok Tani Suka Rasmi, Kelompok Tani Tunas Baru, Kelompok Tani Karang Seroja, Kelompok Tani Lembah Harapan, Serikat Tani Serdang Bedagai dan Yayasan Bitra Indonesia.

Mereka mengumpuli tandatangan ratusan warga garapan untuk bersama sama berjuang merebut kembali 249 hektar yang telah dirampas dengan kekerasan oleh PTPN III Kebun Gunung Pamela Tahun 1998 karena di klaim sebagai lahan yang masuk Wilayah Hak Guna Usaha (HGU-red) PTPN III Gunung Pamela.

Tak tanggung-tanggung, pernyataan sikap secara tertulis itu ikut ditanda tangani langsung oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai, H Soekirman, Anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal, Anggota DPRD Kabupaten Sergai Suarifin dan Mahyuddin Purba, Cristop Munthe dari Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi.

Aksi mengumpulkan tanda tangan itu, diikuti ratusan warga yang diselenggarakan di Dusun 4 Senangkong, Desa Mariah Padang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai, Minggu (16/10) sekira pukul 11. 00 WIB.

Menurut Darwin Saragih, selaku Ketua Organisasi Tani Maju Bersama mengatakan, hak atas pengelolaan tanah yang telah mereka kuasai sejak tahun 1953 itu berdasarkan surat panitia Land Reform No. 480/LR/DS/1963 Nomor: 204/LR/II/8/9/1968 dan SK Gubernur 0593/16324 tanggal 25 Nopember 1998.

Namun Darwin kembali menegaskan, lahan 249 hektar tersebut ternyata dirampas dengan cara kekerasan oleh pihak Perkebunan PTPN III Gunung Pamela pada tahun 1998.

“Perkebunan PTPN III Gunung Pamela harus dengan jujur menyatakan secara tertulis bahwa tanah yang dikelola oleh petani yang berada di Dusun IV Sinangkong, Dusun II Sigambiri, di seputaran Afdeling VI Dusun I Tanah Putih Desa Mariah Padang, Afdeling VII Desa Bah Sumbu dan Afdeling III Desa Marjanji bukanlah bagian dari HGU PTPN III Gunung Pamela,” ujar Darwin.

Dalam hal memperjuangkan kembali hak mereka merebut lahan 249 itu, 7 kelompok tani bersama ratusan warga lahan garapan itu, telah menyurati 18 lembaga negara termasuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. “Surat itu telah kita kirim pada tanggal 14 September 2011 lalu. Dalam surat itu, 249 hektar ini secara de fakto dan de jure merupakan hak warga petani pangan,” tambah Darwin.

Dia menegaskan, 249 hektar lahan garapan petani pangan itu berada di wilayah persawahan dan darat.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal dihadapan ratusan warga Desa Mariah Padang, meminta kepada ratusan warga untuk melawan apabila hukum tidak berpihak kepada rakyat.

“Kita lawan hukum kalau hukum itu tidak berpihak kepada rakyat, kita lawan hukum yang tidak berpihak kepada keadilan, rakyat ini butuh pangan, rakyat ini butuh lahan, dan rakyat ini butuh hidup, jangan rampas hak mereka,” kata Syamsul. (awi/smg)

Peneliti Amerika Tewas di Aceh

MEDAN- Peneliti tanaman asal Amerika Dongkres Ressel (59), meregang nyawa saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bener Meriah, Sabtu (15/10).

Keterangan diperoleh, awalnya pria bule yang akrab disapa Rush itu, melakukan penelitian tana man, bersama belasan rekannya di gunung Meriah, Aceh Tengah.

Menurut Fendi, teman korban yang sama-sama bekerja untuk badan dunia UNICEF terkait penelitian tanaman, saat berada di RSU Pirngadi Medan mengatakan, pagi itu mereka berjalan kaki menelusuri gunung Meriah, Aceh Tengah, melakukan penelitian tentang tanaman yang ada di daerah tersebut.

Setelah berjalan sekira 2 jam menyusuri gunung, Rush mendapati jejak binatang buas yang ada di tepi jurang. Rush langsung mendekati dan menunduk mengamati jejak tersebut. Tiba-tiba, tubuh Rush terguling ke jurang dan tersangkut dipohon.

Proses evakuasi tubuh korban sempat memakan waktu lama. Karena medan yang sulit, dan menempuh jarak yang cukup jauh menuju rumah sakit. Dongkres Ressel yang telah menikah dengan seorang wanita pribumi yang diketahui  bernama Sri, dan diketahui memiliki sakit jantung, akhirnya meregang nyawa saat dalam perjalanan menuju RSUD Bener Meriah, sekira pukul 12.15 WIB. ”Rush memang ada sakit jantungnya,” tutur Fendi. Setelah divisum di RSU Pirngadi Medan, jasad korban langsung diterbangkan ke Jakarta. (gus/smg)